0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan5 halaman

SOP Terminasi

Dokumen ini adalah SOP Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di PT. Feva Indonesia yang mengatur prosedur dan ketentuan terkait PHK karyawan berdasarkan Undang-undang ketenagakerjaan. Proses PHK melibatkan pelaporan pelanggaran, persetujuan pimpinan, dan pengelolaan tanggungan karyawan, serta pemberian surat PHK sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tujuan dari SOP ini adalah untuk menciptakan administrasi yang tertib dan memastikan proses PHK sesuai dengan hukum yang berlaku.

Diunggah oleh

hrd.klinikzaytun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan5 halaman

SOP Terminasi

Dokumen ini adalah SOP Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di PT. Feva Indonesia yang mengatur prosedur dan ketentuan terkait PHK karyawan berdasarkan Undang-undang ketenagakerjaan. Proses PHK melibatkan pelaporan pelanggaran, persetujuan pimpinan, dan pengelolaan tanggungan karyawan, serta pemberian surat PHK sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tujuan dari SOP ini adalah untuk menciptakan administrasi yang tertib dan memastikan proses PHK sesuai dengan hukum yang berlaku.

Diunggah oleh

hrd.klinikzaytun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

No. Dok.

: FI/HRD/FO/008/170915/R0
PT. FEVA INDONESIA Dibuat : 15 September 2017
STANDART OPERATIONAL
PROSEDUR Periode : Sekali
terbit
Nama Dokumen : SOP Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Department : HRD Halaman : 5 Halaman

1. Deskripsi:
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah suatu langkah pengakhiran hubungan kerja
antara pekerja dan pengusaha karena suatu hal tertentu. Pemutusan Hubungan Kerja terbagi
menjadi 4 bagian, PHK demi hukum, PHK atas putusan pengadilan, PHK atas kehendak pengusaha
dan PHK kehendak karyawan.
Menurut Undang-undang ketenagakerjaan no. 13 tahun 2013, bahwa PHK bisa dilakukan
berdasarkan beberapa alasan, antara lain dikarenakan kesalahan berat terhadap perusahaan atau
tindak kriminal yang dilakukan di lingkungan perusahaan. Selain itu, PHK dapat dilakukan bila
karyawan sedang dalam proses pidana lebih dari 6 bulan. Karyawan yang melanggar perjanjian
kerja, atau mangkir selama 5 hari kerja tanpa keterangan. Pemutusan hubungan kerja ini juga
bisa terjadi bila perusahaan mengalami pailit, kerugian terus menerus, perubahan status,
penggabungan, peleburan, perubahan kepemilikan perusahaan, atau bahkan sekedar ingin
melakukan efisiensi karyawan.
Pemutusan Hubungan Kerja pada karyawan dilaksanakan melalui prosedur yang telah
diatur dalam peraturan yang berlaku dan melalui tahapan pembinaan. Kecuali memang
pelanggaran yang dilakukan memang sangat berat yang membuat karyawan tersebut bisa
langsung dilakukan pemutusan hubungan kerja tanpa melalui proses surat peringatan terlebih
dahulu.

2. Tujuan
2.1. Terciptanya tertib administrasi dalam proses pemberian PHK pada karyawan melalui surat
dan formulir yang perlu dibakukan.
2.2. Tercipta koordinasi dan alur yang jelas dalam penerapan proses PHK karyawan.
2.3. Mengontrol proses PHK berjalan sesuai UU Ketenagakerjaan dan Peraturan Perusahaan yang
berlaku.

3. Ketentuan
Mengatur tata cara pengelolaan proses Terminasi / Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

4. Wewenang
Manager Department terkait / Manager HRD / Chief Operation Officer / Direktur.

5. Prosedur
1. Pelaporan Kasus Pelanggaran.
1.1. Manager Departemen terkait melaporkan kasus pelanggaran pada Manager HRD
untuk diberikan rekomendasi tindakan sesuai prosedur.
1.2. HRD manager akan melihat detail pelanggaran yang dilakukan karyawan, sehingga bisa
diputuskan bersama antara manager terkait dengan manager HRD tentang tindakan
untuk pelanggaran tersebut.
1.3. Jika pelanggaran tersebut dirasa masih bisa diberikan toleransi oleh perusahaan, maka
Manager HRD akan mengarahkan untuk tidak melakukan PHK melainkan cukup surat
peringatan saja.
1.4. Jika pelanggaran yang dilakukan tidak bisa ditoleransi perusahaan, maka HRD akan
mengajukan surat pemutusan hubungan kerja pada karyawan yang bersangkutan.

Dokumen ini tidak dapat diperbanyak tanpa ijin tertulis dari PT. Feva Indonesia
2. Persetujuan Pimpinan Perusahaan.
2.1. Manager HRD akan melaporkan kepada pimpinan perusahaan terkait pelanggaran
yang dilakukan karyawan tersebut dan akan diberikan tindakan tegas berupa surat
pemutusan hubungan kerja.
2.2. Jika Pimpinan perusahaan tidak menyetujui pemberian surat pemutusan hubungan
kerja, maka proses akan dihentikan dan akan dialihkan ke surat peringatan.
2.3. Jika pimpinan perusahaan menyetujui pemberian surat PHK, maka tim HRD akan
memberikan surat PHK kepada karyawan yang bersangkutan.
3. Persetujuan Bersama (BIPARTIT).
3.1. Karyawan yang bersangkutan akan menandatangani surat keputusan Bersama terkait
peroses pemutusan hubungan kerja.
3.2. Persetujuan Bersama ini akan di tandatangani oleh kedua belah pihak yaitu
perusahaan yang akan diwakilkan oleh Manager HRD dan karyawan yang
bersangkutan, serta dengan dua orang saksi.
3.3. Jika karyawan yang bersangkutan tidak berkenan untuk menyetujui perjanjian
Bersama tersebut, maka PHK akan dijalankan dengan menerbitkan Surat Keputusan
PHK, dan akan dikirimkan langsung ke alamat rumah karyawan yang bersangkutan.
4. Tanggungan Karyawan Pada Perusahaan.
4.1. Jika karyawan memiliki tanggungan pada perusahaan, maka karyawan tersebut harus
melakukan laporan pertanggungjawaban terkait tanggungan tersebut.
4.2. Laporan pertanggungjawaban bisa bersifat pengembalian sisa uang, pengembalian
alat yang pernah dibawa, pengembalian barang inventaris yang selama ini di pakai
oleh karyawan tersebut.
4.3. Jika ada tanggungan sisa uang, klaim atau yang lainnya, maka harus dikoordinasikan
dengan Departemen Keuangan.
4.4. Jika karyawan tersebut tidak memiliki tanggungan kepada perusahaan maka akan
masuk pada proses selanjutnya.
5. Pemberian Surat Pemutusan Hubungan.
5.1. Tim HRD akan memberikan surat pemutusan hubungan kerja yang akan
ditandatangani langsung oleh manager HRD dan ditembuskan ke Disnaker setempat
dan pimpinan perusahaan.
5.2. Surat pemutusan hubungan kerja tersebut bisa diberikan langsung kepada karyawan
yang bersangkutan melalui HRD setempat atau bisa dikirimkan via pos ke alamat
rumah yang bersangkutan (disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan saat itu).
6. Sisa Gaji / Tanggungan Perusahaan Pada Karyawan.
6.1. Jika tidak ada sisa gaji yang belum di bayar / perusahaan tidak punya tanggungan pada
karyawan, maka proses selesai sampai di sini.
6.2. Jika ada sisa gaji yang belum dibayar atau tanggungan perusahaan pada karyawan,
maka akan dibuatkan Formulir Permohonan Pembayaran Hak Karyawan Oleh HRD.
7. Pengajuan Pembayaran Sisa Hak Karyawan.
7.1. Tim HRD akan membuat formulir pembayaran sisa hak karyawan yang akan disetujui
oleh pimpinan perusahaan.
7.2. Tim HRD akan meminta persetujuan pimpinan perusahaan.

Dokumen ini tidak dapat diperbanyak tanpa ijin tertulis dari PT. Feva Indonesia
7.3. Setelah ada persetujuan dari pimpinan perusahaan, tim HRD akan memberikan
formulir pembayaran sisa hak karyawan pada department keuangan untuk dilakukan
pembayaran.
8. Pembayaran Sisa Hak Karyawan
8.1. Department keuangan akan melakukan proses transfer pembayaran sisa hak
karyawan yang belum terbayarkan.
8.2. Pembayaran bisa dilakukan selama karyawan yang bersangkutan tidak memiliki
tanggungan pada perusahaan.
8.3. Jika tanggungan karyawan masih belum terselesaikan, maka proses pembayaran akan
dipending terlebih dahulu.
9. Selesai

6. Dokumen terkait:
6.1. Surat Pemutusan Hubungan Kerja
6.2. Formulir Persetujuan Bersama (BIPARTIT) / Formulir Persetujuan PHK
6.3. Formulir Pembayaran Sisa Hak karyawan

7. Lampiran :
7.1. Flowchart SOP PHK

Dokumen ini tidak dapat diperbanyak tanpa ijin tertulis dari PT. Feva Indonesia
Lampiran :

No. Diagram Alur PJ Keterangan

Mulai

HRD & Manager terkait Manager Manager terkait


Pelaporan
. Kasus Terkait & berkoordinasi dengan
Pelanggaran manager Manager HRD terkait
Formulir HRD pelanggaran anak
Tidak Sesuai buahnya.

HRD Akan diputuskan apakah


HRD & Manager Terkait
Manager & perlu PHK atau cukup
Pengeluaran
. Surat Manager Surat peringatan Saja.
PHK
Terkait
Informasi

Sesuai
HRD Pimpinan Pimpinan perusahaan
Pemberian
. Surat Perusahaan akan memutuskan
Peringatan (COO) apakah perlu pemberian
PHK atau tidak.
Formulir

HRD & Manager terkait


Tim HRD HRD akan membuat dan
.
Formulir Persetujuan
memberikan Surat PHK
Bersama (BIPARTIT) pada karyawan yang
Formulir bersangkuatan.

Ditolak Persetujuan
Managemen Karyawan yang
HRD & Manager terkait
t Karyawan, bersangkutan
LPJ Karyawan
.
pada perusahaan disetujui Manager melaporkan barang
Lama
Department. inventaris yang selama
Formulir ini digunakan yang
bersangkuatan.
HRD & Manager terkait
Pengembalian
.
Karyawan, Karyawan yang
Barang, Alat, Uang Dept. ebrsangkuatan akan
dan Inventaris Keuangan diminta mengembalikan
lainnya. dan Tim barang, Alat dan uang
Ada Tanggungan Tanggungan HRD yang selama ini dia pakai.
Formulir
Karyawan
Nex
Lama
t

Dokumen ini tidak dapat diperbanyak tanpa ijin tertulis dari PT. Feva Indonesia

Tidak Ada
Tanggungan
Lanjuta
n Jika tidak ada
HRD & Manager terkait Karyawan tanggunggan pada
Pemberian
. Surat dan Tim perusahaan, karyawan
PHK HRD akan diminta
menandatangani Formulir
Formulir Perjanjian Bersama.

Jika perusahaan tidak


HRD, COO punya tanggungan pada
dan Dept. karyawan yang
Keuangan bersangkutan maka
proses selesai.

Jika perusahaan ada


HRD & Manager terkait tanggungan, maka HRD
.
Pengajuan Pembayaran Tim HRD akan membuat formulir
Sisa Hak Karyawan Pengajuan Pembayaran
Tidak Ada Sisa / Sisa hak karyawan yang
Formulir
Tanggungan Gaji akan di setujui oleh
karyawan pimpinan perusahaan.
HRD & Manager terkait
Lama
. Pimpinan
Persetujuan HRD & HRD akan meminta
Perusahaan COO persetujuan pimpinan
perusahaan.
Formulir
HRD akan mengajukan
Ada Formulir Pengajuan Sisa
HRD & Dept. Keuangan hak karyawan yang sudah
.
Pengajuan pada HRD & di setujui pimpinan pada
Departement keuangan Keuangan Dept. Keuangan.
Formulir

Dept. keuangan akan


Dept. Keuangan membayar sisa hak
. Sisa Hak
karyawan yang sudah
Pembayaran
Keuangan disetujui oleh pimpinan
Selesai Karyawan Via Transfer perusahaan melalui via
Formulir transfer.

Surabaya, 15 September 2017


Mengajukan Menyetujui Mengesahkan

Imam Hoyri S. MS Timur Suprih N. Daniel Ariyanto


HR Development Staff HRD Manager Chief Operation Officer

Dokumen ini tidak dapat diperbanyak tanpa ijin tertulis dari PT. Feva Indonesia

Anda mungkin juga menyukai