0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan4 halaman

Web

Dokumen ini mengajak anak-anak untuk merenungkan pentingnya kejujuran dan amanah, terutama dalam konteks hubungan dengan orang tua dan guru. Penekanan diberikan pada fakta bahwa Allah selalu mengetahui segala tindakan kita, baik jujur maupun berbohong. Di bulan Ramadhan, penulis mengajak anak-anak untuk berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik dan membanggakan orang tua serta guru.

Diunggah oleh

Eko Prasetyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan4 halaman

Web

Dokumen ini mengajak anak-anak untuk merenungkan pentingnya kejujuran dan amanah, terutama dalam konteks hubungan dengan orang tua dan guru. Penekanan diberikan pada fakta bahwa Allah selalu mengetahui segala tindakan kita, baik jujur maupun berbohong. Di bulan Ramadhan, penulis mengajak anak-anak untuk berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik dan membanggakan orang tua serta guru.

Diunggah oleh

Eko Prasetyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

[Link]

net/id/resource/62723335/pai/game-materi-jujur-dan-amanah-kls-8

Muhasabah Ramadhan: Allah Tahu Semua yang Kita Lakukan*

Anak-anak yang sholeh dan sholehah…

Sekarang mari kita duduk dengan tenang.


Letakkan tangan di atas dada… rasakan detak jantung kita.

Coba kita bayangkan satu hal…

Siapa orang yang paling sayang kepada kita di dunia ini?

Ibu… dan ayah kita.

Ibu yang mengandung kita selama 9 bulan…


Merasakan sakit… lelah… tapi tetap tersenyum ketika melihat kita lahir.

Ayah yang setiap hari bekerja…


Kadang capek… kadang pusing memikirkan kebutuhan keluarga…
Tapi tetap berusaha agar kita bisa sekolah… bisa makan… bisa punya masa depan yang baik.

Sekarang bayangkan wajah ibu kita…


Bayangkan wajah ayah kita…

Apakah selama ini kita sudah membuat mereka bahagia?

Atau justru kita sering membuat mereka sedih?

Anak-anak…

Pernahkah kita berbohong kepada orang tua?

Ketika ditanya…
“Sudah belajar belum?”

Kita menjawab…
“Sudah…”

Padahal sebenarnya belum.

Pernahkah kita berbohong kepada guru?


Ketika ditanya…
“Kenapa tidak mengerjakan PR?”

Lalu kita berkata…


“Bukunya tertinggal…”

Padahal sebenarnya kita lupa mengerjakannya.

Anak-anak…

Ketika kita berbohong… mungkin guru tidak tahu.


Mungkin orang tua tidak tahu.
Mungkin teman-teman juga tidak tahu.

Tapi ada yang selalu tahu…

Yaitu Allah.

Allah melihat kita ketika kita berkata jujur.


Allah juga melihat ketika kita berbohong.

Nabi kita, yaitu Muhammad dikenal dengan sebutan *Al-Amin*, artinya orang yang sangat bisa
dipercaya.

Beliau tidak pernah berbohong.


Beliau selalu menjaga amanah.

Karena itu semua orang percaya kepada beliau.

Sekarang coba kita renungkan…

Jika suatu hari ibu kita tahu bahwa kita sering berbohong…
Bagaimana perasaan beliau?

Mungkin ibu akan diam…


Tapi hatinya sangat sedih.

Jika ayah kita tahu kita tidak menjaga amanah…


Mungkin ayah tidak banyak bicara…
Tapi di dalam hatinya ada rasa kecewa.

Anak-anak…
Orang tua tidak meminta kita menjadi anak yang paling pintar di kelas.

Mereka hanya berharap satu hal…

Agar kita menjadi *anak yang baik*.

Anak yang *jujur*.


Anak yang *amanah*.
Anak yang bisa dipercaya.

Sekarang mari kita berbicara dalam hati kepada Allah…

“Ya Allah…

Jika selama ini aku pernah berbohong kepada ibuku…


Aku minta maaf ya Allah.

Jika selama ini aku pernah berbohong kepada ayahku…


Aku minta maaf ya Allah.

Jika selama ini aku pernah berbohong kepada guruku…


Aku minta maaf ya Allah.

Ya Allah…

Di bulan Ramadhan ini…


Aku ingin berubah.

Aku ingin menjadi anak yang jujur.


Aku ingin menjadi anak yang amanah.

Aku ingin membuat ibu dan ayahku bangga.

Dan aku ingin menjadi anak yang Engkau sayangi.”

Anak-anak…

Ingatlah satu hal…

Orang yang jujur mungkin pernah dimarahi…


Tetapi hatinya tenang.

Orang yang berbohong mungkin terlihat selamat…


Tetapi hatinya tidak akan tenang.
Mari kita berjanji dalam hati di pagi hari ini…

“Aku ingin menjadi anak yang jujur.


Aku ingin menjadi anak yang bisa dipercaya.”

Semoga Allah menjadikan kita semua anak yang sholeh dan sholehah…
yang membahagiakan orang tua… dan dibanggakan oleh guru-guru kita.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin. 🤲

Anda mungkin juga menyukai