RKKK Kemenag
RKKK Kemenag
(RKK)
DISUSUN OLEH :
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
(RKK)
............................. ..............................
Paniha Hutahayan
Direktur Utama
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Lokasi Pekerjaan :
Berbagai macam isu yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan konstruksi ini
dapat kami identifikasi sebagai berikut :
1 Identifikasi isu internal yang akan dihadapi pada saat pelaksanaan pekerjaan
konstruksi dan pengaruhnya terhadap penerapan Keselamatan Konstruksi
diantaranya :
a. Tata kelola, struktur organisasi, peran dan akuntabilitas;
b. Kebijakan, tujuan, dan strategi untuk mencapainya;
c. Kemampuan dan pemahaman dalam hal sumber daya,
pengetahuan, dan kompetensi (seperti modal, waktu, sumber daya manusia
proses, sistem, dan teknologi);
d. Hubungan dengan, serta persepsi dan nilai-nilai dari, pekerja;
e. Pengaturan waktu kerja;
f. Kondisi kerja; dan
g. Perubahan dan lain-lain yang terkait dengan hal-hal di atas.
2 Identifikasi isu eksternal yang akan dihadapi saat pelaksanaan
pekerjaan konstruksi dan pengaruhnya terhadap penerapan
Keselamatan Konstruksi di antaranya:
Dalam rangka Pekerjaan Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Stain Madina 2026 Lokasi
Pekerjaan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal, Jalan Prof. Dr. Andi Hakim
Nasution, Panyabungan Pada Satuan Kerja KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) MANDAILING NATAL Tahun Anggaran
2026 Pusat berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero
Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi :
Paniha Hutahayan
Direktur Utama
B. Perencanaan Keselamatan Konstruksi
PT. PUBAGOT NAWACITA SINERGI sebagai Penyedia Jasa pada
Pekerjaan Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Stain Madina 2026
membuat Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas,
Pengendalian Risiko, Penanggung Jawab untuk diserahkan, dibahas,
dan disetujui PPK pada saat Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak
sesuai lingkup pekerjaan yang dilaksanakan
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko K3, Skala Prioritas
K3, Pengedalian Resiko K3, dan Penanggung Jawab K3 terdapat pada
tabel berikut ini :
Kekerapan:
1 = jarang terjadi, maksimal 1 kali dalam rentang periode proyek
2 = terjadi paling tidak hanya 2 kali dalam rentang waktu proyek
3 = dapat berulang minimal satu kali dalam setiap bulan
Keparahan:
1 = luka ringan; dapat diobati dan melanjutkan pekerjaan setelah mendapat
perawatan
2 = luka sedang; tidak menimbulkan cacat permanen; menyebabkan
kehilangan hari kerja
3= l uka parah; fatal mengakibatkan cacat tubuh permanen hingga
meninggal dunia
Keterangan :
Nilai 1-4 Risiko Kecil
Nilai 5-12 Risiko Sedang
Nilai 13-25 Risiko Besar
Pengendalian:
X = tidak mungkin dilakukan
O = dipertimbangkan sebagai langkah alternatif
V = upaya pengendalian yang mutlak dilakukan
Sasaran Program
No. Pengendalian Resiko Uraian Tolok Ukur Uraian Kegiatan Jadwal Bentuk Indikator Penanggung
Sumber Daya
Pelaksanaan Monitoring Pencapaian Jawab
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.
Nomor
Peraturan Perundang – Undangan
Dok.
1 Undang-Undang Dasar 1945
2 UU No. 1/1970 Tentang Keselamatan Kerja
3 UU No. 23/1992 Tentang Kesehatan
4 UU No. 3/1992 Tentang Jaminan Sosisal Tenaga Kerja
5 Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi
6 Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan
SMK3
7 Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3)
Konstruksi Bidang
8 Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. : Ins/11/M/BW/1997 Tentang
Pengawasan Khusus K3PenanggulanPenanggulangan gan
Kebakaran Kebakaran
9 Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I No. : Kep-186/Men/1999 : Kep-
186/Men/1999 Tentang Unit PenanggulangTentang Unit
Penanggulanganan Kebakaran di Tempat Kerja Kebakaran di
Tempat Kerja
10 Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. : Ins/11/M/BW/1997 Tentang
Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran
Paniha Hutahayan
Direktur Utama
C. 1.2. Material
TABEL C.1.2. DAFTAR MATERIAL UTAMA
3 Batu pecah 5/7 cm m3 Produksi pecah mesin (crusher) dan Manual ex kali Non B3
Serayu
4 Batu pecah 3/5 cm m3 Produksi pecah mesin (crusher) dan Manual ex kali Non B3
Serayu
5 Batu pecah 2/3 cm m3 Produksi pecah mesin (crusher) dan Manual ex kali Non B3
Serayu
6 Batu pecah 1/2 cm m3 Produksi pecah mesin (crusher) dan Manual ex kali Non B3
Serayu
7 Batu pecah 0,50 - 1 cm m3 Produksi pecah mesin (crusher) dan Manual ex kali Non B3
Serayu
8 PC Kg ASTM Type I, Ex Holcim atau Tiga Roda Non B3
9 Besi beton polos/ulir Kg Ex KS Non B3
11 Kawat bendrat Kg Ex KS Non B3
12 Paku, reng, usuk, Kg Ex KS Non B3
13 Kayu tahun balok m3 Lokal Non B3
15 Kayu tahun perancah m3 Lokal Non B3
16 Papan kayu tahun Lbr Lokal Non B3
17 Papan kayu Kruing m3 Ex Kalimantan Non B3
18 Papan kayu tahun m3 Lokal Non B3
19 Usuk Kayu tahun Btg Lokal Non B3
21 Pasir Pasang m3 Ex Kalisapi Non B3
22 Pasir Urug m3 Ex Kali Serayu Non B3
23 Pasir beton m3 Ex Kalisapi Non B3
24 Sirtu m3 Ex Kali Serayu Non B3
26 Minyak solar Ltr Ex Pertamina Non B3
27 Genteng Bitumen m2 Onduline setara Non B3
28 Pipa btg Supralon, Vinilon, Unilon, Pralon, Sekualitasnya Non B3
C.2 KOMPETENSI
Memuat daftar personil inti dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi
C.3 KEPEDULIAN
Prosedur dan/atau petunjuk kerja peningkatan kepedulian Keselamatan Konstruksi.
Kami tuangkan dalam lembar petunjuk kerja berupa Job Safety Analysis (JSA) yang merupakan kontrol utama.
dalam penyusunan JSA disesuaikan dengan item pekerjaan yang dilaksanakan
berikut kami sampaikan contoh standar form JSA perusahaan kami yang merupakan detail penjelasan untuk bab (D)
RKK konstruksi ini
C.4. Komunikasi
Gagang alat patah dan pekerja tergores/terluka Penggunaan APD lengkap dan penyiapan PPPK
Menggunakan sepatu safety, celana panjang, melihat dengan Supervisor Pekerja dan
2 Perjalanan ke area dan di area kerja Terserempet/tertabrak kendaraan umum dan kendaraan material
jelas area yang dilalui HSE
Memeriksa drawing, memastikan tidak ada kabel di dalam Supervisor Pekerja dan
3 ..................... Terdapat jaringan kabel listrik bertegangan
tanah, mematikan listrik HSE
Gagang alat patah dan pekerja tergores/terluka Penggunaan APD lengkap dan penyiapan PPPK
Menggunakan sepatu safety, celana panjang, melihat dengan Supervisor Pekerja dan
2 Perjalanan ke area dan di area kerja Terserempet/tertabrak kendaraan umum dan kendaraan material
jelas area yang dilalui HSE
Memeriksa lokasi, memastikan tidak ada pijakan tanah labil, Supervisor Pekerja dan
3 ......................................... Terdapat lahan pijakan yang rapuh
memasang papan pijakan/bambu HSE
......................................... Terkena Sisi Batu Pecah yang Tajam Menggunakan Sarung tangan
Tabel Jadwal Inspeksi dan Audit
Bulan Ke-
No. Kegiatan PIC 1. 2. 3. 4. Ket
1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4.
Inspeksi Keselamatan Inspeksi Keselamatan
1.
Konstruksi Petugas K3
Patroli Keselamatan Pelaksana Utama dan
2.
Konstruksi Petugas K3
Direktur, Pelaksana dan
3. Audit Internat
Penanggung jawab K3
Paniha Hutahayan
Direktur Utama
E. EVALUASI KINERJA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Berdasarkan audit dan laporan hasil inspeksi menjadi bahan untuk pelaporan
audit internal dan dituangkan dalam risalah rapat perusahaan untuk
manajemen K3
ELEMEN XX
TINJAUAN MANAJEMEN
Nomor
Revisi Ke-
Tanggal Berlaku
Hari/Tanggal : ............................................
Waktu : ............................................
Tempat : ............................................
Peserta : ............................................
No. Permasalahan Rencana Tindak Lanjut Target Waktu Status Penanggung Jawab
1 2 3 4 5 6
1
2
3
4
5
6
7
dst