0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan31 halaman

FGDP

Fresh Graduate Development Program (FGDP) dirancang untuk mempersiapkan lulusan baru menjadi tenaga profesional di industri pertambangan dengan fokus pada kompetensi teknis, kepemimpinan, dan budaya keselamatan. Program ini memiliki durasi 12 bulan dan mencakup pelatihan di berbagai aspek operasional tambang serta pengembangan soft skills. Setelah menyelesaikan program, peserta diharapkan dapat berkontribusi secara efektif di berbagai posisi dalam industri pertambangan.

Diunggah oleh

Mars Sembiring
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan31 halaman

FGDP

Fresh Graduate Development Program (FGDP) dirancang untuk mempersiapkan lulusan baru menjadi tenaga profesional di industri pertambangan dengan fokus pada kompetensi teknis, kepemimpinan, dan budaya keselamatan. Program ini memiliki durasi 12 bulan dan mencakup pelatihan di berbagai aspek operasional tambang serta pengembangan soft skills. Setelah menyelesaikan program, peserta diharapkan dapat berkontribusi secara efektif di berbagai posisi dalam industri pertambangan.

Diunggah oleh

Mars Sembiring
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM FGDP

(Fresh Graduate Development Program)


1. LATAR BELAKANG
Industri Pertambangan Batubara
Tema Program
"Mencetak Calon Pemimpin Tambang yang:
 Kompeten.
 Berintegritas.
 Berbudaya Keselamatan"

Industri pertambangan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi


dengan :
 Perkembangan teknologi.
 Regulasi.
 Tantangan operasional yang semakin kompleks.

Fresh Graduate Development Program (FGDP) dirancang sebagai program percepatan


pengembangan lulusan baru agar :
 Memiliki kompetensi teknis.
 Perilaku kerja.
 Kepemimpinan.
 Budaya keselamatan yang sesuai dengan standar industri pertambangan.
2. TUJUAN PROGRAM FGDP

Tujuan Umum
Mempersiapkan lulusan baru menjadi
tenaga profesional yang siap bekerja dan
berkembang di industri pertambangan.
Tujuan Khusus
Memahami proses bisnis
pertambangan secara menyeluruh
Menguasai aspek K3 dan budaya
keselamatan
Memahami operasional tambang dari
hulu hingga hilir
Mengembangkan kemampuan
kepemimpinan
Meningkatkan kemampuan problem
solving
Menanamkan budaya kerja
profesional dan berintegritas
Menyiapkan talent pool calon
supervisor dan leader masa depan
3. SASARAN

Program ini ditujukan kepada:

 Fresh Graduate S1 Teknik


Pertambangan
 Teknik Geologi
 Teknik Sipil
 Teknik Mesin
 Teknik Elektro
 Teknik Lingkungan
 Teknik Industri
 Akuntansi
 Manajemen
 Sistem Informasi

Usia maksimal sesuai kebijakan


perusahaan.
4. DURASI PROGRAM

Durasi Ideal
12 Bulan
Dibagi menjadi:

TAHAPAN DURASI

Induction Program 1 Bulan


Basic Mining Knowledge 2 Bulan
On Job Training (OJT) 6 Bulan
Development Project 2 Bulan
Assessment & Graduation 1 Bulan
5. KOMPETENSI YG DIKEMBANGKAN

A. Technical Competency
Peserta memahami:
DASAR PERTAMBANGAN

Dasar Pertambangan
 Siklus penambangan
 Metode tambang terbuka
 Mine Planning
 Geologi tambang
 Quality control batubara
OPERASIOANAL PRODUKSI
Operasional Produksi
 Drilling
 Pengoperasian alat bor.
 Pemahaman pola & sudut lobang.
 Keselamatan kerja pengeboran.
 Pemeliharaan peralatan.
 Pencatatan data pengeboran.

 Blasting
 Penanganan bahan peledak aman.
 Perancangan pola peledakan.
 Pemasangan detonator & kabel.
 Pengukuran dampak peledakan ( suara & getaran).
 SOP evakuasi.
 Pengamanan area.

 Loading
 Pengeoperasian alat muat.
 Tehnik pemuatan yg effesien.
Operasional Produksi
 Hauling
 Pengoperasian unit angkut.
 Management rute & jarak angkut.
 Keselamatan lalu lintas ditambang.
 Pengoptimalan muatan.
 Perawatan ban & komponen unit.

 Dumping.
 Pemilihan lokasi penumpahan material.
 SOP penumpahan material dengan aman (Safe dumping activites).
 Penataan material & pencegahan longsoran.
 Pemeliharaan area penumpahan.
 Pelaporan volume material yg terangkut.
FLEET MANAJEMENT
 Dump Truck
 Kendaraan & operasi.
 Pengemudi aman & effesiensi.
 Pengetahuan kendaraan.
 Pemeliharaan dasar.

 Excavator
 Pengoperasian alat berat.
 Tehnik penggalian & pemuatan.
 Manajemen siklus kerja.
 Keselamatan kerja (K3).

 Bulldozer
 Perataan & penyetelan tanah.
 Tehnik dorong & cutting.
 Stabilitas lereng.
 Kontrol peralatan.
FLEET MANAJEMENT
 Motor Grader
 Pembentukan jalan.
 Control gradding.
 Pemeliharaan draenase.
 Ketelitian operasi

 Water Truck
 Manajemen debu.
 Sistem penyiraman.
 Kontrol penggunaan air.
 Kesehatan ingkungan.
MINE TECHNOLOGY
 Fleet management system.
 Pelacakan dan Pemantauan Kendaraan
(Vehicle Tracking).
 Fuel management.
 Maintenance & diagnostic.
 Driver behavior management.
 Compliance & document management.

 Dispatch system.
 Penjadwalan & rute.
 Pelacakan realtime.
 Alokasi sumber daya.
 Notifikasi otomatis.

 GPS monitoring system.


 Pemantauan asset operasioanal.
 Pemantauan prilaku pengemudi.
 Keamanan ekstra.

 Mine digitalization
B. SAFETY COMPETENCY
Materi:
Budaya keselamatan
 Utamakan keselamatan.
 Pencegahan cedera.
 Lingkungan kerja yg sehat.
 Ketaatan pada prosedur standard.

 Fatal risk management.


 Identifikasi risiko fatal.
 Penentuan kontrol kritis.
 Verifikasi lapangan.
 Pemberdayaan pekerja dalam SWA.

 Life saving rules.


 Penerapan seacara keseluruhan.
 Kebijakan tanpa toleransi.
 Selalu focus pada pencegahan.
B. SAFETY COMPETENCY
Materi:
HSE Fundamental
 Hazard Identification.
 HIRA (Hazard Identification and Risk
Assessment).
 HIRADC (Hazard Identification, Risk
Assessment, and Determining Control).
 HIRARC (Hazard Identification, Risk
Assessment, and Risk Control):

 Risk Assessment.
 Identifikasi bahaya.
 Identifikasi pihak yg terdampak.
 Analisis risiko.
 Evaluasi & pengendalian.
 Dokumentasi.
B. SAFETY COMPETENCY
Materi:
 Incident investigation.
1. Tujuan utama.
 Mencegah terulang nya kejadian.
 Menemukan sumber akar masalah.
 Meningkatkan kesadaran.

2. Jenis kejadian yg diselidiki.


 Kecelakaan.
 Nyaris celaka.

3. Tahapan umum.
 Tanggap darurat.
 Mengumpulkan bukti.
 Analisis akar penyebab.
 Tindakan perbaikan.
 Pelaporan.
B. SAFETY COMPETENCY
Materi:
 JSA (Job safety analysis).
1. Tujuan utama.
 Mencegah kecelakaan kerja/tambang.
 Prosedur kerja yg aman.
 Pelatihan pekerja.

2. Langkah utama pembuatan JSA.


 Memilih pekerjaan.
 Membagi pekerjaan
 Identifikasi bahaya.
 Penetuan pengendalian bahaya.
B. SAFETY COMPETENCY
Materi:
 Permit to work (PTW).
1. Jenis.
 Ijin bekerja panas.
 Ijin masuk ruang terbatas.
 Bekerja diatas ketinggian.
 Ijin bekerja dengan kelistrikan.

2. Komponen utama.
 Ruang lingkup pekerjaan.
 Identifikasi bahaya yg kemungkinan
timbul.
 Langkah pencegahaan.
 APD yg dipergunakan.
 Otoritas tanda tangan.
B. SAFETY COMPETENCY

Materi:
Emergency Response
 Fire Fighting
Secara harfiah, fire fighting adalah tindakan atau proses pemadaman kebakaran. Istilah ini
sering digunakan dalam dua konteks utama.
1. Profesi: Firefighter merujuk kepada petugas pemadam kebakaran, yaitu
 Tim profesional yang terlatih untuk memadamkan api.
 Melakukan penyelamatan korban.
 Menangani situasi darurat.

1. Sistem Proteksi: Dalam konteks bangunan atau fasilitas, fire fighting system adalah
serangkaian instalasi atau alat (seperti sprinkler, hydrant, dan alarm) yang dirancang
untuk
 Mendeteksi.
 Mengendalikan.
 Memadamkan api.
B. SAFETY COMPETENCY

Materi:
 First Aid.
1. Tujuan utama.
 Menyelamatkan nyawa.
 Mencegah kondisi memburuk.
 Mempercepat pemulihan.
 Mengurangi rasa sakit.

2. Metode respon cepat (DRABC).


 Dangers.
 Response.
 Airway.
 Breathing.
 Circulation.
B. SAFETY COMPETENCY

Materi:
 Emergency Evacuation.
Evakuasi darurat (emergency evacuation) adalah tindakan memindahkan orang
secara cepat, aman, dan segera dari suatu area berbahaya ke tempat yang aman
guna menghindari ancaman keselamatan atau bencana.
1. Pemicu evakuasi darurat.
 Kebakaran gedung.
 Bencana alam.
 Kebocoran gas.
 Ancaman keamanan.

2. Komponen penting dalam evakuasi antara lain.


 Rencana evakuasi.
 Jalur evakuasi.
 Pintu keluar darurat.
 Titik kumpul.
 Petugas evakuasi.
6. STRUKTUR KURIKULUM FGDP

MODUL 1

Corporate Induction
Materi:
 Profil perusahaan
 Visi dan misi
 Nilai perusahaan
 Kode etik
 Sistem manajemen perusahaan

Output:
Peserta memahami budaya perusahaan.
MODUL 2
Safety Leadership
Materi:
 Golden Rules
 Safety Leadership
 Safety Observation
 Stop Work Authority

Output:
Peserta menjadi role model keselamatan.
MODUL 3

Mining Process
Materi:
 Eksplorasi
 Mine Planning
 Overburden Removal
 Coal Getting
 Hauling
 Stockpile Management

Output:
Peserta memahami proses bisnis
tambang.
MODUL 4

Operational Excellence
Materi:
 Productivity Improvement
 Cost Control
 Lean Mining
 Continuous Improvement

Output:
Peserta mampu meningkatkan
produktivitas.
MODUL 5
Human Capital Development
Materi:
 Communication
 Presentation Skill
 Public Speaking
 Negotiation

Output:
Peserta memiliki soft skill yang baik.
MODUL 6

Leadership Development
Materi:
 Situational Leadership
 Team Building
 Coaching
 Problem Solving

Output:
Peserta siap menjadi calon supervisor.
7. ON THE JOB TRAINING (OJT)

Peserta ditempatkan pada departemen:


Operasional Tambang
 Mine Operation
 Dispatch
 Production
Engineering
 Mine Planning
 Survey
 Geology
Plant & Maintenance
 Maintenance
 Reliability
HSE
 Safety
 Environment
Supporting Department
 HR
 Procurement
 Finance
8. PROJECT IMPROVEMENT

Setiap peserta wajib membuat proyek


perbaikan.

Contoh:
Produksi
 Pengurangan cycle time hauling
Safety
 Program pengurangan unsafe act
Maintenance
 Pengurangan breakdown alat
Environment
 Pengelolaan limbah yang lebih efektif

Target proyek harus menghasilkan:


Efisiensi biaya
Peningkatan produktivitas
Peningkatan keselamatan
Inovasi proses kerja
9. SISTEM EVALUASI

Penilaian 70:20:10

70% OJT
 Kinerja lapangan
 Kompetensi teknis
 Adaptasi kerja

20% Coaching & Mentoring


 Evaluasi mentor
 Leadership

10% Training Class


 Ujian
 Tugas
 Presentasi
10. KRITERIA KELULUSAN

Peserta dinyatakan lulus apabila:


Menyelesaikan seluruh modul
Lulus evaluasi kompetensi
Menyelesaikan proyek improvement
Memiliki catatan keselamatan yang baik
Mendapat rekomendasi mentor
11. CAREER PATH PASCA FGDP

Fresh Graduate Trainee

Junior Engineer / Junior Officer

Engineer / Officer

Senior Engineer / Senior Officer

Supervisor

Superintendent

Manager
ُ‫ح يَ ْدعُو لَه‬ َ ‫ أَ ْو َولَ ٍد‬،‫ أَ ْو ِع ْل ٍم يُ ْنتَفَ ُع ِب ِه‬،‫ص َدقَ ٍة َج ِاريَ ٍة‬
ٍ ‫صا ِل‬ ٍ َ‫ع َملُهُ ِإﻻﱠ ِم ْن ثَﻼ‬
َ :‫ث‬ َ َ‫ِإذَا َماتَ ا ْب ُن آ َد َم ا ْنق‬
َ ‫ط َع‬

Artinya :
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga
perkara:
 Sedekah jariyah.
 lmu yang bermanfaat.
 Doa anak yang sholeh."

(HR. Muslim no. 1631)

َ ‫ َو‬،‫ َو ِر ْزقًا َط ِيّبًا‬،‫سأَلُكَ ِع ْل ًما نَاﻓِﻌًا‬


‫ع َم ًﻼ ُمتَقَبﱠ ًﻼ‬ ْ َ‫اللﱠ ُه ﱠم إِ ِنّي أ‬

“SEMOGA BERMAMFAAT”

Anda mungkin juga menyukai