5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
N Peneliti Judul Hasil
o
1 Febrian nur aziza, Studi kelayakan proyek Diperoleh rata-rata nlai
suselo utoyo, Pembangunan perumahan kesesuaian aspek teknis
Sumardi 2020 singhamerta kabupaten sebesar 4,667 atau dibulatkan
malang menjadi 5 yang artinya sangat
sesuai dengan parameter
kelayakan teknis yang berlaku
dikabupaten malang dan
jumlah rumah yang terbangun
sebanyak 176 unit dengan
uraian tipe 36/84 sebanyak 50,
tipe 38/88 sebanyak 68, tipe
48/98 sebanyak 58 dan
keuntungan yang diperoleh
sebesar Rp [Link]
2 Salasabila, Sumardi, Kajian Ulang studi Hasil analisis finansial yang
suhariyanto 2013 kelayakan teknis dan ditinjau dari beberapa
finansial perumahan parameter kelayakan finansial
Hanami kabupaten menunjukan bahwa payback
sidoarjo period (PP)<umur investasi,
NPV>0, BCR>1, IRR>MARR
(8,61%). Sehingga dari hasil
tersebut dapat dikatakan
bahwa perumahan Hanami
layak secara finansial.
3 Wahyu tri prambudi, Studi kelayakan teknis Hasil analisi kelayakan Teknis
fadjar purnomi, diah dan finansial (proyek yang berdasarkan pada
lydianingtias 2021 Pembangunan perumahan peraturan daerah diperoleh
caliber residence dengan rincian KDH 40%-
kalikapas lamongan) 80%, KLB 0.4-1.6, KDH
minimum 10% dan hasil
kelayakan finansial
berdasarkan parameter
finansial metode NVP,IRR,
BCR dan PP dinyatakan layak
4 Keyda Yusuf alamin, Studi kelayakan Teknis Dapat disimpulkan bahwa
suselo utoyo, dan finansial berdasarkan perhitungan
sugiharti 2021 Pembangunan5 perumahan otomatis menggunakan
6
pondok Mutiara residen aplikasi LINDO 6.1 jumlah
kabupaten sidoarjo runag yang dapat terbngun
sebnyak 149 unit dengan
uraian tipe 36/90 sebanyak 25
unit, 36/72 sebanyak 35 unit,
tipe 30/72 sebanyak 45 unit,
tipe 30/60 sebanyak 44 unit
serta meraih keuntungan yang
diperoleh sebesar Rp
[Link],
5 Muhammad Studi kelayakan teknis Berdasarkan hasil dari
fachrudin abdul Latif, dan finansial parameter kelayakan teknis
susapto, armin Pembangunan perumahan dinyatakan layak dengan
naibaho 2020 prambin asri kabupaten ketentuan besar KDH
sidoarjo maksimum 70%, KLB
maksimum 1.4, dan KDH
minimal 10% dasi luas persil.
Dan hasil dari analisis
finansial menunjukan bahwa
PP<umur investasi, NVP>0,
BCR>1, dan IRR>MARR
sehingga dapat dinyatakan
layak secara finansial.
Sumber:Penelitian terdahulu
2.2 Studi Kelayakan
Studi kelayakan merupakan studi yang dilakukan untuk menentukan
apakah bisnis yang dioperasikan akan membawa manfaat yang lebih besar dari
pada biaya yang terkait. (Kasmir, 2012). Sedangkan studi kelayakan bisnis adalah
mengkaji secara rinci dan mendalam suatu proyek tertentu dalam rangka menilai
suatu proyek investasi apakah layak atau tidak untuk didanai.
Hal yang harus diketahui sebelum melaksanakan studi kelayakan adalah
mengetahui ruang lingkup dan cara kegiatan suatu proyek, karena pada saat studi
kelayakan maka harus dilakukan evaluasi menyeluruh yang mencakup aspek pasar
dan pemasaran. Dengan evaluasi secara menyeluruh terhadap aspek tersebut,
7
diharapkan hasil dari studi kelayakan dapat dipertanggungjawabkan dan dapat
dijadikan acuan.
Menurut Sibi (2017) aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam studi
kelayakan antara lain: aspek sosial ekonomi, aspek hukum, budaya, pasar,
pemasaran, teknologi dan keuangan. Sedangkan untuk proyek investasi yang
berorientasi sosial maka studi kelayakan diperlukan untuk menilai apakah
kegiatan tersebut layak atau tidak untuk dikerjakan tanpa mempertimbangkan
keuntungan ekonomis.
2.3 Aspek-Aspek Studi Kelayakan Proyek
Aspek – aspek penunjang ini terdiri dari beberapa aspek yang diperlukan
dalam menganalisa studi evaluasi kelayakan. Aspek ini bertujuan untuk
mempelajari usulan tersebut dari segala segi secara professional agar setelah
diterima dan dilaksanakan betul – betul dapat mencapai hasil sesuai dengan yang
direncanakan, jangan sampai terjadi setelah proyek selesai dilaksanakan ternyata
hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan (Iman Soeharto, 1999),
aspek - aspek penunjang ini antara lain :
2.3.1. Aspek Pasar
Pengkajian aspek pasar dalam studi kelayakan berfungsi menghubungkan
manajemen suatu organisasi dengan pasar yang bersangkutan melalui informasi.
Pengkajian aspek pasar ini digunakan untuk mengidentifikasi kesempatan dan
permasalahan yang berkaitan dengan pasar dan pemasaran yang diperlukan dalam
8
kualitas keputusan keputusan yang akan diambil. Pengkajian aspek pasar
memberikan sistematika yang berturut-turut antara lain (Iman Soeharto, 1999):
1. Menilai Situasi
Aspek ini didasari dengan penertian dan pemahaman atas situasi dan
perkembangan dunia usaha pada umumnya,khususnya seperti :
a. Memahami lingkungan pasar
b. Identifikasi kesempatan
c. Identifikasi hambatan
2. Menyusun Program Pengkajian
Pengkajian ini didahului dengan identifikasi masalah masalah yang
merangkum tugas yang spesifik dan memusatkan pada pengembangan suatu
produk untuk mendukung suatu strategi perusahan, meliputi :
a. Menentukan lingkup usaha
b. Merencanakan pangsa pasar
c. Posisi menghadapi persaingan
3. Mengumpulkan data dan impormasi
Mengumpulkan data dan impormasi diperoleh dari pengelolaan data yang
berasal dari berbagai sumber,antara lain:
[Link] primer
9
b. Data sekunder
[Link] data internal
d. Survey pasar
2.3.2. Aspek Teknis
Pengkajian aspek ini dimaksudkan memberikan batasan garis besar
parameter - parameter teknis yang berkaitan dengan perwujudan fisik proyek.
Pengkajian aspek ini sangat erat hubungannya dengan aspek aspek lain, terutama
seperti ekonomi, finansial dan pasar. Hubungan ini saling memberikan masukan,
dalam hal itu keputusan mengenai aspek yang satu tergantung bagai mana
dampaknya terhadap aspek yang lain dan sebaliknya. Aspek teknis besar
pengaruhnya terhadap perkiraan biaya dan jadwal karna akan memberikan batasan
lingkup proyek secara kuantitatif. Pada studi ini, aspek ini masih dalam bentuk
konsep. Nantinya akan dilanjutkan dan dikembangkan menjadi design dan
engineering yang terinci dan menjadi cetak biru yang akan dibagun.
Maksud pengkajian aspek teknis, antara lain (Iman Soeharto, 1999):
1. Pada tahap awal bertujuan merumuskan gagasan yang timbul kedalam batasan
yang konkret dari segi teknis
2. Selanjutnya hasil pengkajian aspek teknis (yang mungkin mendalam) dipakai
sebagai masukan pengkajian aspek-aspek lain seperti Analisa dampak lingkungan
(AMDAL),perkiraan biaya dan jadwal.
10
3. Akhir lingkup aspek teknis sampai kepada kegiatan desain engineering
terinci,menghasilkan cetak biru proyek yang akan dibangun.
Butir 1 dan 2 dikerjakan pada studi kelayakan sedangkan butir 3 di tahap-
tahap PP/definisi dan implementasi proyek.
Pengkajian aspek teknis mencakup hal-hal sebagai berikut :
a. Menentukan letak geografis lokasi
b. Mencari dan memilih teknologi proses produksi
c. Menentukan kapasitas produksi
d. Denah atau tata letak instalasi
e. Bangunan instalasi
keputusan yang dimbil dari pengkajian diatas merupakan keputusan
penting menyangkut keberhasilan suatu proyek. Setidaknya terdapat 3 alasan
mengapa keputusan tersebut penting bagi kelanjutan proyek, yaitu:
a. Merupakan komitmen jangka panjang, yang bila tidak tepet sulit diperbaiki
b. Mempunyai dampak permanen terhadap biaya operasi / produksi
c. Berpengaruh besar biaya pembangunan proyek.
11
2.3.3. Aspek Finansial
Aspek ini menerangkan tentang bagaimana menghitung kebutuhan dana,
baik untuk dana aktiva tetap atau dana untuk modal kerja atau dana yang
diperlukan untuk investasi. Selain itu juga sumber dana yang bisa dipergunakan
untuk memenuhi kebutuhan akan dana tersebut.
Sistematika aspek finansial harus dipahami oleh pimpinan perusahan yang
digunakan untuk mengalokasikan dana dengan mengiginkan suatu metodologi
atau prosedur yang dipakai untuk membuat keputusan investasi. Analisa aspek
finansial mengikuti urutan sebagai berikut. (Iman Soeharto, 1999):
a. Menentukan parameter dasar sebagai landasan membuat perkiraan biaya
investasi
b. Memperkirakan biaya investasi (biaya pertama, modal kerja, dan modal
produksi)
c. Proyeksi pendapatan unit usaha hasil proyek, perkiraan dana yang masuk
sebagai hasil produksi dari unit usaha yang bersangkutan.
d. Membuat aliran kas selama umur proyek sebagi model untuk dinilai
e. Menyusun kriteria penilain. sebagai alat bantu untuk membandingkan dan
memiliki alternatif investasi yang tersedia.
12
f. Melakukan penilaian dan rangking alternative. penilaian akan memberikan
usulan mana yang memiliki proyek baik dan tidak baik, untuk selanjutnya akan
ditolak atau diterima.
g. Analisa resiko, setiap proyek yang akan dilaksanakan pasti memiliki faktor
resiko yang berbeda atau meleset dari kenyataan yang jauh diluar batas, maka
hasil – hasil rangking alternatif ini pun akan berbeda.
2.4 Biaya Produksi
Biaya produksi adalah seluruh biaya yang harus dikeluarkan perusahaan
atau bisnis untuk menghasilkan produk dan jasa. Biaya ini mencakup semua hal
yang dikeluarkan dari awal sampai barang siap dijual ke konsumen atau pasar.
Biaya produksi adalah akumulasi pengeluaran yang diperlukan dalam kegiatan
produksi perusahaan untuk menyediakan pelayanan dan memproses bahan baku
sampai menjadi suatu produk yang siap dipasarkan atau akan diolah kembali.
Biaya produksi meliputi semua biaya yang terkait dengan produksi, termasuk
biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, biaya overhead, biaya pemasaran, dan
biaya lainnya. Salah satu tujuan biaya produksi adalah mengendalikan biaya yang
harus dikeluarkan untuk memproduksi sebuah barang. Perhitungan biaya produksi
dilakukan untuk menilai dan melihat kembali seberapa banyak persediaan bahan
baku untuk produksi berikutnya. Biaya produksi diperlukan guna membantu
perusahaan melakukan analisa dan evaluasi laba rugi, supaya laporan keuangan
perusahaan lebih terstruktur. Dengan menghemat biaya produksi, dengan yang
sebelumnya direncanakan untuk biaya produksi dapat dilakukan untuk berbagai
13
kebutuhan lain. Selain itu menghemat dana produksi dapat berpengaruh besar
untuk mengembangkan dan memperluas usaha atau perusahaan.
2.5 Konsep Dasar Perumahan
Berdasarkan Undang-Undang No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan
Permukiman bahwa rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat
tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga, perumahan adalah kelompok
rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian
yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. Permukiman adalah
bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa Kawasan
perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal
atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perkehidupan dan
penghidupan.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan
dan Pemukiman. Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai
lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan sarana
dan prasarana lingkungan. Perumahan dan permukiman adalah tempat atau daerah
dimana penduduk bertempat tinggal atau hidup bersama dimana mereka
membangun sekelompok rumah atau tempat kediaman yang layak huni dan
dilengkapi dengan prasarana lingkunga. Perumahan dapat diartikan sebagai suatu
cerminan dari diri pribadi manusia, baik secara perorangan maupun dalam suatu
kesatuan dan kebersamaan dengan lingkungan alamnya dan dapat juga
mencerminkan taraf hidup, kesejahteraan, kepribadian, dan peradaban manusia
14
penghuninya, masyarakat ataupun suatu bangsa. Permukiman adalah bagian dari
lingkungan hidup diluar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan
maupun pedesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal/lingkungan
hunian dan tempat kegiatan mendukung perkehidupan dan penghidupan.
Perumahan dan permukiman adalah dua hal yang tidak dapat kita pisahkan
dan berkaitan erat dengan aktifitas ekonomi, industrialisasi dan pembangunan
daerah. Permukiman adalah perumahan dengan segala isi dan kegiatan yang ada
di dalamnya. Berarti permukiman memiliki arti lebih luas dari pada perumahan
yang hanya merupakan wadah fisiknya saja, sedangkan permukiman merupakan
perpaduan antara wadah (alam, lindungan, dan jaringan) dan isinya (manusia yang
hidup bermasyarakat dan berbudaya di dalamnya). Pembangunan perumahan dan
kawasan permukiman merupakan kegiatan yang bersifat multi sektor dan
berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat. Perumahan merujuk pada sebuah
lingkungan dimana terdapat rumah-rumah. Sedangkan, permukiman menjadi
bagian dari lingkungan hidup yang berfungsi sebagai lingkungan hunian. Sebelum
mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan keduanya, maka harus mengetahui
terlebih dahulu pengertian perumahan. Pemanfaatan rumah tinggal dalam jangka
panjang adalah ciri umum dari bangunan perumahan. Pada umumnya penghuni
rumah melakukan modifikasi bentuk, interior, eksterior, dan ruangan bangunan
perumahan dari bentuk aslinya. Dari sisi pasar perumahan, di lokasi yang lain. Di
lain pihak, modifikasi hunian yang banyak dilakukan oleh individu-individu di
suatu lingkungan perumahan tertentu akan mempengaruhi kondisi pasar
perumahan di lingkungan tersebut.
15
2.6 Investasi Proyek
Investasi adalah upaya memasukkan modal untuk menanamkan faktor-
faktor produksi yang terbatas pada suatu proyek tertentu, pada suatu lokasi
tertentu, pada suatu periode waktu tertentu, baik jangka sedang maupun jangka
panjang. Secara etimologis, investasi adalah menanamkan sejumlah dana atau
modal pada suatu usaha atau proyek dengan maksud untuk memperoleh
keuntungan. Investasi atau belanja modal merupakan sebuah bentuk persetujuan
untuk menggunakan sejumlah uang dalam jumlah tertentu pada masa sekarang,
agar perusahaan mendapatkan manfaat di kemudian hari, baik setahun, dan tahun
berikutnya.
Menurut Dadang (2018) investasi adalah menanamkan uang atau
menanamkan biaya untuk pembuatan jalan melakukan pembelian bangunan,
perangkat, bahan dasar, pengorganisasian uang tunai, dan pengembangannya.
Sebuah proyek diperlukan suatu perencanaan investasi agar bisa mengetahui
kelayakan apakah proyek itu akan menghasilkan keuntungan atau tidak. Studi
kelayakan investasi tetap diperlukan sekalipun proyek yang direncanakan sudah
sering atau pernah dibangun. Pembangunan suatu proyek pasti memerlukan suatu
dana yang cukup besar, dikarenakan alasan tersebut kita tidak boleh mengambil
keputusan yang beresiko hanya dari kira kira semata. Pada umumnya investasi
merupakan pengeluaran biaya saat ini untuk mengambil keuntungan dimasa yang
akan datang. Apabila jarak diantara masa penerapan permodalan dan masa
pembaruan permodalan semakin jauh, maka semakin banyak juga konsekuensi.
Investasi proyek adalah upaya menanamkan faktor produksi langka pada proyek
16
tertentu (baru atau perluasan) pada lokasi tertentu, dalam jangka waktu menengah
atau panjang. Faktor produksi langka itu dapat berbentuk: dana, kekayaan alam,
tenaga ahli dan tenaga terampil, dan teknologi tingkat madya atau tingkat tinggi.
Investasi proyek adalah upaya menanamkan factor produksi langka pada proyek
tertentu, baru atau perluasan pada lokasi tertentu, dalam jangka waktu tertentu
menengah atau panjang. Faktor produksi langka ini dapat berbentuk: dana,
kelayakan alam (natural resources), tenaga ahli dan tenaga terampil, teknologi
tingkat madya atau tingkat tinggi.
2.7 Investasi
Kegiatan investasi adalah kegiatan penting yang memerlukan biaya besar
dan berdampak pada jangka waktu terhadap kelanjutan usaha. Oleh karena itu,
analisis yang sistematis dan rasional sangat dibutuhkan sebelum kegiatan
direalisasikan. Berinvestasi dalam bentuk properti memiliki tujuan yang berbeda-
beda pada setiap orang yang melakukannya. Tujuan yang pertama adalah investasi
dilakukan dalam jangka waktu pendek atau investasi dijual kembali kepada pihak
lain. Tujuan yang kedua adalah investasi dilakukan dalam jangka waktu panjang
yang bertujuan untuk dimiliki kemudian disewakan. Selain investasi tersebut,
perlu pula disadari bahwa investasi akan diikuti sejumlah pengeluaran lain yang
secara periodik perlu disiapkan. Pengeluaran tersebut terdiri dari biaya
operasional (operational cost), biaya perawatan (maintenance cost), dan biaya-
biaya lainnya yang tidak dapat dihindarkan. Disamping pengeluaran, investasi
akan menghasilkan sejumlah keuntungan atau manfaat dalam bentuk penjualan-
penjualan produk benda, jasa atau penyewaan fasilitas.
17
Tujuan utama investasi adalah mendapatkan berbagai manfaat yang cukup
layak di kemudian hari. Manfaat tersebut dapat berupa imbalan keuangan dan
nonkeuangan atau kombinasi dari keduanya. Manfaat keuangan misalnya laba
atau keuntungan dari hasil penjualanpenjualan produk maupun penyewaan
fasilitas. Manfaat non-keuangan atau kombinasi dari keduanya, misalnya
penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan ekspor, subsidi impor, ataupun
pendayagunaan bahan baku dalam negeri yang berlimpah. Dalam melakukan
investasi modal pada suatu proyek, diperlukan analisis yang bertujuan:
mengetahui tingkat keuntungan yang akan diperoleh dari investasi, menghindari
pemborosan, melakukan penilaian terhadap peluang investasi yang ada, sehingga
kita dapat memilih alternatif proyek yang paling menguntungkan, dan
menentukan prioritas investasi. Bahwa untuk menyusun berbagai peluang
investasi, telah dikembangkan suatu metode yang dapat digunakan dalam
menganalisis suatu proyek, yaitu metode criteria investasi (investment criteria).
Suatu proyek dikatakan investasi minimum yang secara ekonomis dan teknis
layak dilaksanakan.
2.8 Analisis Aspek Teknis
Dalam menentukan analisis teknis tersebut diantaranya sebagai berikut :
1. Pemilihan Lokasi Perumahan
Pemilihan kawasan pemukiman harus direncanakan pada kawasan yang
diperuntukkan bagi pengembangan pemukiman dalam pengertian tata ruang
18
wilayah. Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam memilih tempat
tinggal adalah:
1) Kondisi geologi dan topografi
2) Sumber air bersih
3) Jalan menuju lokasi
4) Fasilitas pendukung
5) pencapaian pusat kegiatan sumber daya
Pertimbangan diatas berdasarkan alasan-alasan teknis dalam
memperlancar pembangunan proyek, namun terdapat dua faktor lain yang ikut
menentukan pemilihan lokasi proyek yaitu tanggapan masyarakat disekitar proyek
terhadap rencanan pembangunan proyek dan terkenal tidaknya lokasi proyek
diwilayah tersebut minimal dalam lingkup daerah pemasaran.
2. Perencanaan Tata Letak (Site Plan)
Property pengembangan ditunjukkan dalam rencana pengembangan
sebagai lahan perumahan untuk sarana dan prasarana, dan lahan untuk fasilitas
sosisal dan fasilitas umum. Luas kavling untuk kelayakan hunian menurut Marlina
dan Suparno (2005) maksimum 60% dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan
dan kelestarian lingkungan, hal ini terkait dengan pasokan air bersih dan daerah
serapan air hujan. Lahan untuk kavling mempertahankan alasan pemasaran yaitu
19
tipe mana saja yang akan menjadi andalan dan alasan teknis yaitu kondisi
topografi dan geologi lokasi proyek.
Terdapat dua metode dalam menghitung jumlah dan luas kavling yaitu:
a. Metode Rasio Efektif
Luas tapak adalah rasio efektif yang ditentukan oleh pemerintah daerah
dikalikan dengan luas tapak bangunan.
b. Metode Luas Terbangun
Suatu metodologi yang mempertimbangkan luas daratan yang tidak dapat
menyerap air hujan. Luas bangunan tidak boleh lebih dari luas tanah (walaupun
hanya sedikit) yang dialokasikan pemerintah daerah setempat.
Perencanaan tata letak sangat mempengaruhi proses pemasaran dan
anggaran biaya proyek diperlukan bentuk yang efektif dan efesien sehingga
perencanaan pemasaran yang maksimal dan anggaran biaya seminimal mungkin.
Pola-pola hunian dalam permukiman yaitu:
a. Rumah Tangga, bangunan tidak saling berdekatan;
b. Rumah Gedung 2 / Kopel, salah satu sisi bangunan berdekatan dengan
bangunan lainnya
c. Rumah dengan banyak Gedung, bangunan saling berdekatan.
3. Perencanaan Prasarana dan Infrastruktur Lingkungan
20
Muhyidin (2004) mengungkapkan bahwa prasarana dan rencana
insfrastruktur lingkungan merupakan rencana rekayasa selain konstruksi
perumahan dan termasuk rencana granding, akses jalan, jalan lingkungan, sistem
drainase, distribusi air bersih, jaringan listrik, taman, dan pemakaman.
Granding merupakan tahap awal pada perencanaan teknis dalam
pembangunan proyek pembangunan perumahan, perencanaan tersebut adalah
pembersihan lahan, galian, timbunan, pemadatan dan pengkavlingan.
Pengkavlingan dilakukan apabila lokasi pada satu blok memiliki kemiringan yang
besar, prinsip pengerjaannya sama dengan galian dan timbunan. Dua faktor
penting dalam perencanaan granding yaitu dalam pembentukan kavling muka
tanah diusahakan sesuai dengan kontur tanah asli agar volume galian dan
timbunan dapat ditekan sedikit mungkin serta volume galian dan timbunan
diusahakan memiliki perbandingan yang sama sehingga tidak perlu mendatangkan
atau memindahkan tanah akibat pekerjaan galian dan timbunan.
Perencanaan jaringan jalan dilakukan bersamaan dengan pembangunan
tipe rumah yang akan dibangun. Akses jalan adalah jalan yang menghubungkan
lahan pemukiman dengan jalan umum sedangkan jalan lingkungan adalah jalan
yang menghubungkan pintu masuk setiap rumah di pemukiman.
4. Perencanaan Rumah
Rumah merupakan produk akhir dalam sebuah pembangunan proyek
perumahan yang nantinya akan dipasarkan kepada calon pembeli sehingga dalam
pemasarannya rumah yang akan ditawarkan harus memiliki keunggulan
21
dibandingkan dengan pasaing lain. Perencanaan rumah secara teknis yang dapat
ditawarkan kepada calon pembeli adalah keunggulan spesifikasi teknis dan
spesifikasi bahan bangunan yang digunakan dengan harga yang bersaing dengan
memperhatikan persyaratan keamanan, kenyamanan, keindahan dan kesehatan.
Bardasarkan aktivitas keseharian yang dilalukan oleh penghuninya.
Menurut Merlina dan Suparno (2005) ruangan-ruangan dalam rumah
dibagi menjadi 3 yaitu: 1) Living Area, yaitu terdiri dari ruang tamu, makan,
keluarga, belajar, dan bekerja; 2) Sleeping Area, yaitu terdiri dari tempat tidur dan
kamar mandi; 3) Service Area, terdiri dari dapur gudang, dan garasi pembagian
ruangan dalam satu rumah yang dijelaskan diatas adalah bentuk ideal untuk
menunjang akitivitas keseharian penghuninya. Namun hal itu tidak berarti harus
dipenuhi tergantung pada keadaan ekonomi pemilik rumah.
Aspek teknis merupakan aspek yang melihat kualitas proyek yang sedang
atau sudah dikerjakan dan sudah memenuhi standar kualitas tertentu. Aspek teknis
merupakan kelanjutan dari aspek pemasaran. Untuk masa depan bisnis, suatu
produk dapat dikatakan layak secara teknis jika dapat diterima dan dapat dengan
mudah diproduksi secara massal. Kelayakan teknis penilaian berfokus pada
kelayakan teknis dan teknologi yang digunakan, artinya penilaian memeriksa
apakah teknologi yang digunakan dapat bekerja sesuai dengan desain dan
penggunaannya. Dalam penyusunan laporan studi kelayakan komersial perlu
diperhatikan dan diperhitungkan menggunakan baik dan benar aspek teknis
lantaran kesalahan pada memilih aspek tadi pula akan mengakibatkan perusahaan
gagal banyak. Banyaknya perusahaan yang beroperasi tetapi aspek ini masih
22
sebagai kasus yang perlu dipecahkan lantaran perhitungan dalam aspek teknis
yang benar waktu memulai usaha misalnya lokasi perusahaan tidak akurat
terbatasnya bahan baku besarnya ongkos angkut tidak cocoknya teknologi yang
dipakai mahalnya biaya tenaga kerja dan lainnya sebagainya. Dalam suatu proyek
konstruksi, agar mendapat kelayakan harus mengikuti standar yang ada. Seperti
pada pembangunan rumah pada perumahan mengikuti standar dari Standar
Nasional Indonesia yaitu SNI 8140:2016 tentang Persyaratan Beton Struktural
Untuk Rumah Tinggal bahwa penggunaan pondasi tapak pada bangunan rumah
tinggal 1 lantai, dan pada bagian pembesian kolom harus menggunakan
[Link]:
Tabel 2.2 Informasi Tulangan
Ukuran Diameter Luas Masa 30 db (mm)
Batang Nominal Nominal Nominal
Tulangan (mm) (mm) (Kg/m)
10 9,6 71 0,56 290
13 13 130 0,994 390
16 16 200 1,552 480
19 19 285 2,235 570
Pengkajian aspek teknis dalam studi kelayakan dimaksudkan untuk
memberikan garis besar parameter teknis yang berkaitan perwujudan fisik proyek
terdapat dalam Peraturan Menteri No. 11/PERMEN/M/2008 tentang Pedoman
Keserasian Kawasan Perumahan dan Pemukiman.
23
2.8.1 Koefisien Dasar Bangunan
Koefisien Dasar Bangunan atau KDB adalah angka persentase
perbandingan antara luas seluruh lantai dasar bangunan gedung dan luas
lahan/tanah perencanaan yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan rencana tata
bangunan dan lingkungan. (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat Republik Indonesia Nomor 05 /PRT/M/2016).
luaslantai dasar bangunan
KDB= x 100%
luas tanah kavling
2.8.2 Koefisien Lantai Bangunan
Koefisien Lantai Bangunan yang selanjutnya di-singkat KLB adalah angka
persentase perbandingan antara luas seluruh lantai bangunan gedung dan luas
tanah perpetakan/daerah perencanaan yang dikuasai sesuai rencana tata ruang dan
rencana tata bangu-nan dan lingkungan. (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan
Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 05 /PRT/M/2016).
luastotal lantai bangunan
KLB=
luas tanah kavling
Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 25
tahun 2011 Pasal 29 ayat 2, indeks KLB rumah tidak susun harus kurang dari 1
(satu).
2.8.3 Koefisien Daerah Hijau
24
Koefisien Daerah Hijau atau KDH adalah angka persentase perbandingan
antara luas seluruh ruang terbuka di luar bangunan gedung yang diperuntukkan
bagi pertamanan/penghijauan perencanaan yang dikuasai sesuai rencana tata
ruang dan rencana tata bangunan dan lingkungan. (Peraturan Menteri Pe-kerjaan
Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 05/PRT/M/2016).
luasruang terbuka
KDH = x100%
luas tanah kavling
2.9 Aspek Finansial
Investasi menghasilkan berbagai keuntungan dan pendapatan berupa
penjualan barang dan jasa atau fasilitas leasing. Menurut Giatman (2006) secara
umum ada beberapa metode untuk menilai suatu investasi dapat dikatakan layak
atau tidak, antara lain:
2.9.1 NPV (Net PresentValue)
Net present value adalah suatu teknis capital budgeting, yang dalam
mengukur profitibilitas rencana investasi provek mempergunakan faktor nilai
waktu uang. Kriteria nilai bersih sekarang (NPV) didasarkan atas dasar konsep
diskonto semua arus kas masuk dan keluar selama umur proyek (investasi) keilal
sekarang, kemudian dihitung angka bersihnya akan diketahui selisih dengan
memakai dasar yang sama yaitu harga pasar saat ini. Ada dua hal yang harus
diperhatikan yaitu nilai waktu dari uang dan selisih besar arus kas masuk dan
keluar.
25
Pada investasi proyek apakah proyek tersebut layak atau tidak layak,
dinyatakan oleh nilai net present value (NPV). Untuk NPV yang memberikan nilai
positif atau lebih besar nol berarti proyek tersebut layak untuk dilaksanakan.
apabila NPV memberikan nilai negative atau lebih kecil nol berarti proyek
tersebut mengembalikan persis sebesar opportunity cost faktor produksi modal.
Net present value proyek dapat dihitung dengan menggunakan rumus persamaan
matematis berikut (Manopo, 2013):
NPV=Co+(C1/(1+r)
Co adalah jumlah uang yang diinvestasikan (karena ini adalah
pengeluaran, maka menggunakan bilangan negatif).
r adalah suku bunga
2.9.2 IRR (Internal Rate of Return)
IRR adalah informasi yang diberikan oleh tingkat kemampuan arus kas
untuk memberikan pengembalian investasi, yang dinyatakan dalam persentase
dari jangka waktu tertentu. Penentuan layak atau tidaknya suatu investasi yaitu:
a. Jika IRR >return yang diinginkan, investasi layak.
b. Jika IRR <return yang diinginkan, investasi tidak layak.
Metode IRR didefinisikan sebagai tingkat yang menyamakan total present
value dari aliran kas yang diharapkan dengan total presentvalue dari belanja
modal (Riyanto, 2005). Dalam analisis investasi, IRR sudah menjadi metode yang
26
umum digunakan, tetapi relatif sulit untuk ditentukan karena melibatkan coba-
coba dalam menentukan nilai yang akan dihitung sampai akhirnya menentukan
tingkat bunga di mana NPV akan menjadi [Link] arti lain, IRR adalah tingkat di
mana NPV menjadi nol. Ini karena nilai sekarang dari aliran kas masuk pada
tingkat itu sama dengan investasi awal. Jika IRR melebihi biaya modal, proposal
proyek investasi disetujui. Dan jika IRR di bawah biaya modal, proyek investasi
akan ditolak. Halim (2003) memberikan tahapan dalam menghitung IRR yaitu:
a) Menghitung present value dari hasil aliran kas proyek investasi yang
diusulkan dengan memilih tingkat suku bunga secara acak.
b) Bandingkan hasil perhitungan tersebut dengan nilai awal investasi.
-Jika hasilnya negatif, coba tingkat bunga yang lebih kecil
-Jika hasilnya positif, coba tingkat bunga yang lebih besar
c) Lanjutkan langkah di atas hingga presentasi berada pada atau mendekati
nol.
d) Perhitungan tingkat diskonto dan usulan proyek investasi dengan
menggunakan metode interpolasi.
Nilai MARR pada umumnya ditetapkan melalui pertimbangan hal-hal
berikut ini yaitu:
a. Suku bunga (i)
27
b. Biaya lain yang dikeluarkan untuk investasi (Cc)
c. Faktor risiko investasi (a)
NPV 1
IRR =i1+ X (i2−i1)
NPV 1−NPV 2
Dimana :
NPV1: nilai sekarang dari in (Rp)
NPV2: nilai sekarang dari in (Rp)
i1: suku bunga 1(%)
i2: suku bunga 2(%)
2.9.3 BCR (Benefit Cost Ratio)
Ini merupakan salah satu alat yang paling sering dipakai selama tahap awal
evaluasi rencana investasi atau sebagai analisis tambahan untuk memvalidasi hasil
evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan metode lain. Adapun prosedur
analisis BCR adalah:
nilai sekarangbenefit ( PV ) B
BCR = =
nilai sekarang biaya ( PV ) C
Keterangan:
BCR: Perbandingan manfaat terhadap biaya
(PV) B: nilai sekarang benefit
28
(PV) C: nilai sekarang biaya
Indikasi kreteria BCR yaitu :
a. Jika nilai BCR>1, investasi layak
b. Jika nilai BCR <1, investasi tidak layak
2.9.4 (PP) Payback Period
Metode Payback Period merupakan teknis penilaian terhadap jangka
waktu (periode) pengembalian investasi suatu proyek atau usaha (Affandi 2010),
yang dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
cf −∑ A
PP = ( n−1 ) +
A
Keterangan:
CF: biaya bertama
An: aliran kas pada tahun n
N : tahun pengembalian ditambah 1
Untuk mengetahui layak atau tidak sebuah unvestasi dari aspek finansial,
siperlukan syarat dalam menentukan pp, yaitu:
a. Pp < waktu maksimum, maka usulan proposal proyek diterima
b. Pp> waktu maksimum, maka usaha usulan proposal proyek ditolak