RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
SMAN 3 BANDAR LAMPUNG
NAMA : Upik Rahmani, S. Pd. I., Gr.
MATA PELAJARAN : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
FASE/KELAS : E/10
TOPIK : Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia
ALOKASI WAKTU : 9 JP X 45 Menit
SEMESTER : Ganjil
TAHUN PELAJARAN : 2026/2027
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Peserta didik kemungkinan memiliki pemahaman dasar tentang sejarah
Islam di Indonesia dari mata pelajaran Sejarah, namun kedalaman pengetahuan tentang peran
ulama dan perkembangan kesultanan Islam mungkin bervariasi. Beberapa peserta didik
mungkin sudah mengenal tokoh-tokoh ulama tertentu atau cerita-cerita dakwah Islam di
lingkungan mereka. Guru dapat berdiskusi dengan guru mata pelajaran Sejarah terkait materi
sejarah masuknya agama Islam di Indonesia dan peran tokoh ulama penyebar Islam di
Indonesia untuk memperluas pemahaman guru atas materi bab ini.
● Minat: Minat peserta didik terhadap sejarah mungkin beragam. Beberapa mungkin tertarik
dengan cerita heroik atau nilai-nilai keteladanan, sementara yang lain mungkin lebih tertarik
pada aspek kultural atau sosial. Infografis dan gambar ilustrasi yang menarik dapat
menumbuhkan rasa ingin tahu dan memotivasi peserta didik untuk mempelajari materi
pelajaran.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari berbagai latar belakang daerah dan budaya, yang
mungkin memiliki sejarah lokal terkait penyebaran Islam. Pengalaman hidup terkait dakwah
Islamiyah di lingkungan tempat tinggal peserta didik juga dapat menjadi apersepsi yang
relevan.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Peserta didik yang dominan visual akan terbantu dengan infografis, peta
kerajaan Islam (Demak, Samudera Pasai, Sulawesi, Kalimantan), dan bagan timeline.
○ Auditori: Peserta didik auditori akan mendapatkan manfaat dari diskusi kelompok,
IDENTIFIKASI debat aktif, dan presentasi.
○ Kinestetik: Peserta didik kinestetik akan terlibat dalam aktivitas berkelompok,
pembuatan produk (bagan timeline), dan mencari pasangan kartu.
○ Diferensiasi: Akan ada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dan yang
memiliki kecepatan tinggi dalam menguasai materi. Penanganan akan disesuaikan, baik
dengan bimbingan individu, peer teaching, atau pengayaan materi.
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan: Materi ini mencakup pengetahuan faktual (sejarah masuknya Islam,
tokoh-tokoh ulama, perkembangan kesultanan), konseptual (konsep dakwah, peradaban
Islam), dan prosedural (menganalisis, membuat timeline).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Materi ini sangat relevan karena menanamkan nilai-
nilai keteladanan (kesederhanaan, semangat menuntut ilmu) dari para ulama yang telah
menyebarkan Islam di Indonesia secara damai. Hal ini dapat memotivasi peserta didik untuk
meneladani kesederhanaan dan semangat menuntut ilmu dari para ulama. Salah satu wujud
kompetisi dalam kebaikan adalah menyebarkan ajaran Islam kepada orang lain.
● Tingkat Kesulitan: Tingkat kesulitan bervariasi. Pemahaman kronologi sejarah dan tokoh-
tokoh membutuhkan hafalan, sementara analisis keteladanan dan pembuatan produk
membutuhkan pemikiran tingkat tinggi.
● Struktur Materi: Materi terbagi menjadi dua pokok bahasan utama: sejarah masuknya
agama Islam di Indonesia dan peran tokoh ulama penyebar Islam di Indonesia.
Pembelajaran akan dilakukan selama 3 pekan dengan menggunakan model pembelajaran
yang berbeda di setiap pekannya.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Materi ini sangat kuat dalam mengintegrasikan nilai-nilai
keimanan (meyakini bahwa perkembangan peradaban Islam di Indonesia merupakan
kehendak Allah Swt.), keteladanan (kesederhanaan dan semangat menuntut ilmu), kerja
sama (kolaborasi dalam kelompok), penalaran kritis (analisis sejarah dan tokoh), dan
kreativitas (pembuatan bagan timeline).
Dimensi Profil Lulusan
DPL1 DPL2
√ Keimanan dan Ketakwaan
√ Kewargaan
terhadap
Tuhan YME
DPL3
IDENTIFIKASI
Penalaran Kritis
√ DPL4
Kreativitas
√ DPL5
Kolaborasi
√ DPL6
Kemandirian
DPL7 DPL8
Kesehatan
√
Komunikasi
TUJUAN PEMBELAJARAN
● Melalui model pembelajaran active debate (debat aktif), peserta didik dapat menganalisis
sejarah masuknya agama Islam di Indonesia dan perkembangan kesultanan di Indonesia
dengan kritis dan kooperatif.
● Melalui model pembelajaran index card match, peserta didik dapat menganalisis tokoh
penyebar ajaran Islam di Indonesia, dan meyakini bahwa perkembangan peradaban Islam
di Indonesia merupakan kehendak Allah Swt. sehingga termotivasi untuk meneladani
kesederhanaan dan semangat menuntut ilmu dari para ulama dengan kolaboratif.
● Melalui model pembelajaran berbasis produk, peserta didik dapat membuat bagan timeline
sejarah tokoh ulama penyebar Islam di Indonesia secara digital dengan kreatif dan
bertanggung jawab, serta mempresentasikannya di depan kelas.
TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Sejarah masuknya agama Islam di Indonesia dan perkembangan kesultanan di Indonesia.
● Tokoh penyebar ajaran Islam di Indonesia.
● Analisis keteladanan para tokoh penyebar ajaran Islam di Indonesia.
DESAIN Praktik Pedagogik
PEMBELAJARAN ● Model Pembelajaran: Deep Learning (Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful
Learning)
○ Mindful Learning (Berkesadaran): Dimulai dengan apersepsi menghubungkan
materi bab ini dengan materi bab sebelumnya (kompetisi dalam kebaikan dan etos
kerja), serta mengamati infografis dan gambar ilustrasi untuk menumbuhkan rasa ingin
tahu. Peserta didik diminta menuliskan pesan moral dari gambar dan nilai-nilai
keteladanan dari kisah inspiratif.
○ Meaningful Learning (Bermakna): Melalui debat aktif, peserta didik menganalisis
dan menyusun argumen, sehingga pemahaman mendalam tentang sejarah dan
perkembangan kesultanan terbangun. Melalui index card match, mereka mengaitkan
tokoh dengan perannya, dan melalui pembuatan timeline, mereka menginternalisasi
kronologi dan kontribusi ulama.
○ Joyful Learning (Menggembirakan): Penggunaan model pembelajaran yang
interaktif seperti active debate (dengan yel-yel dan dukungan kelompok), index card
match (mencari pasangan), dan berbasis produk (membuat karya kreatif). Lingkungan
belajar yang mendorong kolaborasi dan kebebasan berekspresi.
● Strategi: Pembelajaran Berdiferensiasi (Konten, Proses, Produk).
● Metode:
○ Pekan 1: Active Debate (Debat Aktif)
○ Pekan 2: Index Card Match
○ Pekan 3: Pembelajaran Berbasis Produk
○ Alternatif: Metode saintifik (membaca, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi,
mengkomunikasikan), belajar kolaboratif, teknik berpasangan, teknik penugasan
individu/kelompok.
○ Pembelajaran Jarak Jauh: Question Student Have dengan aplikasi meeting online
(Microsoft Teams, Zoom, Google Meet, Webex) atau media sosial (Facebook,
Instagram, Telegram, WhatsApp).
Kemitraan Pembelajaran
● Lingkungan Sekolah:
○ Guru mata pelajaran Sejarah: Berkomunikasi dan berdiskusi terkait materi sejarah
masuknya agama Islam di Indonesia dan peran tokoh ulama.
○ Guru BK/Wali Kelas: Kolaborasi dalam pembinaan peserta didik yang belum
menunjukkan sikap yang diharapkan.
○ Peserta didik sebagai tutor sebaya: Untuk membantu teman-teman yang mengalami
kesulitan belajar.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat:
○ Orang Tua/Wali: Membimbing dan memantau kegiatan peserta didik saat berada di
DESAIN rumah dan saat pembuatan produk. Memberikan jawaban dan arahan yang membangun
pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
PEMBELAJARAN
○ Tokoh agama/masyarakat (jika memungkinkan): Untuk mendatangkan narasumber
inspiratif (misal, penggiat dakwah lokal) yang dapat berbagi pengalaman tentang
dakwah Islamiyah di lingkungan mereka.
Lingkungan Belajar
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk pengaturan kelompok debat, diskusi, dan
presentasi. Memastikan ketersediaan LCD proyektor, speaker active, laptop, kertas karton,
spidol warna, atau media lain yang dibutuhkan.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI). Untuk
pembelajaran jarak jauh, menggunakan aplikasi meeting online (Microsoft Teams, Zoom,
Google Meet, Webex) atau media sosial (Facebook, Instagram, Telegram, WhatsApp).
● Budaya Belajar:
○ Mendorong kolaborasi dan diskusi yang terbuka.
○ Menghargai setiap pendapat dan argumen.
○ Menciptakan suasana belajar yang positif, suportif, dan menyenangkan.
○ Mendorong peserta didik untuk mandiri dalam mencari informasi dan berkreasi.
Pemanfaatan Digital
● Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI): Untuk menampilkan infografis dan gambar
ilustrasi yang menarik.
● Aplikasi Meeting Online: (Microsoft Teams, Zoom, Google Meet, Webex) untuk
pembelajaran jarak jauh.
● Media Sosial: (Facebook, Instagram, Telegram, WhatsApp) sebagai alternatif media
komunikasi dan diskusi daring.
● Pembuatan Produk Digital: Bagan timeline berbasis digital. Peserta didik dapat
menggunakan aplikasi presentasi (PowerPoint, Google Slides), timeline maker online, atau
desain grafis sederhana.
● Sumber Belajar Digital: Literatur tambahan berupa jurnal, artikel, atau video sejarah
Islam yang relevan.
LANGKAH LANGKAH PEMBELAJARAN
Pembelajaran 1
Memahami (Bermakna dan berkesadaran)
1. Guru membuka pelajaran dengan salam, meminta peserta didik untuk berdoa
bersama-sama, dan tadarus Al-Qur'an. Guru memperhatikan kesiapan peserta didik,
memeriksa kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik.
2. Peserta didik mengamati gambar ilustrasi terkait materi dan infografis. Infografis
akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan memotivasi untuk mempelajari materi
pelajaran. Peserta didik diminta mencermati gambar terkait materi dan menuliskan
komentar atau pesan moral yang terkandung dalam gambar tersebut (aktivitas 5.1).
(Gambar 5.2: peta kerajaan Demak; Gambar 5.3: peta kerajaan Samudera Pasai;
Gambar 5.4: peta kerajaan-kerajaan Islam di Sulawesi; Gambar 5.5: peta kerajaan-
kerajaan Islam di Kalimantan).
Mengaplikasi (Bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan)
3. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infografis yang berisi materi tentang
meneladani peran ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia. Guru memberikan
informasi tambahan untuk memperkuat pemahaman peserta didik.
4. Mengkondisikan peserta didik agar duduk sesuai kelompoknya masing-masing.
Guru membagi peserta didik menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "pro" dan
"kontra".
5. meminta peserta didik untuk membaca kisah inspiratif terkait dengan materi
pelajaran, yakni kisah gadis penjual susu. Peserta didik diminta menuliskan nilai-
nilai keteladanan dari kisah inspiratif tersebut.
PENGALAMAN
BELAJAR Merefleksi (Bermakna dan berkesadaran)
6. Guru meminta peserta didik untuk membaca dan mencermati butir sikap dan nilai
karakternya. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk melakukan refleksi
diri terkait manfaat yang diperoleh setelah mempelajari materi
Pembelajaran 2
Memahami (Bermakna dan berkesadaran)
7. Guru membuka pelajaran dengan salam, meminta peserta didik untuk berdoa
bersama-sama, dan tadarus Al-Qur'an. Guru memperhatikan kesiapan peserta didik,
memeriksa kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik.
8. Peserta didik mengamati gambar ilustrasi terkait materi dan infografis. Infografis
akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan memotivasi untuk mempelajari materi
pelajaran. Peserta didik diminta mencermati gambar terkait materi dan menuliskan
komentar atau pesan moral yang terkandung dalam gambar tersebut (aktivitas 5.1).
(Gambar 5.2: peta kerajaan Demak; Gambar 5.3: peta kerajaan Samudera Pasai;
Gambar 5.4: peta kerajaan-kerajaan Islam di Sulawesi; Gambar 5.5: peta kerajaan-
kerajaan Islam di Kalimantan).
Mengaplikasi (Bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan)
9. Guru menyiapkan potongan kertas sejumlah peserta didik, kemudian memotong
kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama. Setengah bagian berisi pertanyaan,
setengahnya lagi berisi jawaban. Guru mengocok kertas hingga tercampur antara
soal dan jawaban.
10. Peserta didik diminta mengambil satu bagian kertas, dan menjelaskan bahwa kertas
tersebut memiliki pasangan.
11. Peserta didik diminta mencari pasangannya.
12. Jika sudah berhasil menemukan pasangannya, guru meminta peserta didik untuk
membacanya di depan kelas secara berpasangan.
13. Guru bersama-sama dengan peserta didik membuat kesimpulan tentang tokoh-
tokoh penyebar Islam dan keyakinan bahwa perkembangan peradaban Islam di
Indonesia merupakan kehendak Allah Swt.
Merefleksi (Bermakna dan berkesadaran)
14. Guru meminta peserta didik untuk membaca dan mencermati butir sikap dan nilai
karakternya. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk melakukan refleksi
diri terkait manfaat yang diperoleh setelah mempelajari materi
Pembelajaran 3
Memahami (Bermakna dan berkesadaran)
15. Guru membuka pelajaran dengan salam, meminta peserta didik untuk berdoa
bersama-sama, dan tadarus Al-Qur'an. Guru memperhatikan kesiapan peserta didik,
memeriksa kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik.
16. Peserta didik mengamati gambar ilustrasi terkait materi dan infografis. Infografis
akan menumbuhkan rasa ingin tahu dan memotivasi untuk mempelajari materi
pelajaran. Peserta didik diminta mencermati gambar terkait materi dan menuliskan
komentar atau pesan moral yang terkandung dalam gambar tersebut (aktivitas 5.1).
(Gambar 5.2: peta kerajaan Demak; Gambar 5.3: peta kerajaan Samudera Pasai;
Gambar 5.4: peta kerajaan-kerajaan Islam di Sulawesi; Gambar 5.5: peta kerajaan-
PENGALAMAN kerajaan Islam di Kalimantan).
BELAJAR
Mengaplikasi (Bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan)
17. Guru mengajukan pertanyaan tentang sejarah masuknya agama Islam di Indonesia
dan perkembangan Islam di Indonesia.
18. Guru bersama peserta didik merancang untuk membuat bagan timeline terkait
materi. (Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat memilih tool digital yang mereka
kuasai untuk membuat timeline, misalnya PowerPoint, Google Slides, Canva, atau
online timeline maker).
19. Menyusun jadwal yang berisi target waktu penyelesaikan pembuatan bagan
timeline.
20. Guru memantau aktivitas peserta didik dan kemajuan hasil produk. Guru menilai
hasil produk untuk mengukur ketercapaian kriteria ketuntasan minimal.
21. Peserta didik mempresentasikan bagan timeline digital mereka di depan kelas
Merefleksi (Bermakna dan berkesadaran)
[Link] meminta peserta didik untuk membaca dan mencermati butir sikap dan nilai
karakternya. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk melakukan refleksi
diri terkait manfaat yang diperoleh setelah mempelajari materi
1. Asesmen Awal
● Format Asesmen: Pertanyaan lisan saat apersepsi dan observasi
partisipasi awal.
● Pertanyaan/Tugas:
○ "Siapa yang bisa menceritakan pengalaman hidupnya terkait
dakwah Islamiyah di lingkungan tempat tinggalnya?"
○ "Apa yang kalian ketahui tentang sejarah masuknya Islam di
Indonesia?"
○ "Siapa saja tokoh penyebar Islam yang kalian kenal?"
○ "Nilai keteladanan apa yang bisa kita ambil dari para penyebar
Islam di Indonesia?"
○ (Observasi awal terhadap pemahaman infografis dan gambar-
gambar)
2. Asesmen Proses
● Penilaian Sikap: Observasi guru terhadap perilaku-perilaku
meneladani peran ulama penyebar Islam di Indonesia. Peserta didik
mengisi lembar penilaian diri dengan membubuhkan tanda centang ()
pada kolom yang sesuai.
ASESMEN ● Penilaian Diskusi/Debat (Pekan 1):
○ Format Asesmen: Observasi, rubrik penilaian partisipasi dan
PEMBELAJARAN
kualitas argumen.
○ Tugas: Partisipasi aktif dalam active debate, penyampaian
argumen pembuka, sanggahan, dan bantahan.
● Penilaian Index Card Match (Pekan 2):
○ Format Asesmen: Observasi saat mencari pasangan dan
presentasi.
○ Tugas: Menemukan pasangan pertanyaan-jawaban yang benar dan
membacanya di depan kelas secara berpasangan.
● Penilaian Catatan/Jurnal (Sepanjang Proses):
○ Format Asesmen: Penilaian catatan poin penting saat debat, nilai-
nilai keteladanan dari kisah inspiratif, dan pesan moral dari gambar.
3. Asesmen Akhir
● Penilaian Pengetahuan:
○ Format Asesmen: Tes tertulis (pilihan ganda dan uraian).
○ Pertanyaan/Tugas:
■ 10 soal pilihan ganda tentang sejarah masuknya Islam,
perkembangan kesultanan, dan tokoh ulama.
■ 5 soal uraian, contoh:
1. "Jelaskan mengapa agama Islam mudah diterima oleh
penduduk Indonesia!"
2. "Bagaimana teori Gujarat menjelaskan masuknya Islam di
Indonesia, dan apa kelemahan teori tersebut?"
3. "Jelaskan peran kekuasaan politik (kesultanan) dalam
penyebaran ajaran Islam di Indonesia!"
4. "Bagaimana catatan Ibnu Batutah memberikan argumen
sanggahan terhadap teori Gujarat terkait masuknya Islam
di Indonesia?"
5. "Bagaimana sikap hidup sederhana para ulama penyebar
Islam relevan dan dapat diterapkan oleh setiap muslim
pada zaman sekarang?"
■ Penskoran: Pilihan ganda (Skor maksimal 10, setiap benar skor
1). Uraian (Skor maksimal 20, setiap soal skor 1-4).
● Penilaian Keterampilan:
○ Format Asesmen: Penilaian produk (pembuatan bagan timeline
digital) dan presentasi.
○ Tugas: Membuat bagan timeline berbasis digital terkait materi dan
mempresentasikannya di depan kelas.
○ Rubrik Penilaian Produk (Contoh):
■ Aspek Perencanaan:
■ Persiapan (kelengkapan, kesesuaian).
■ Jenis Produk (kesesuaian tema, digital).
■ Kolaborasi dalam kelompok.
■ Aspek Proses Pembuatan:
ASESMEN ■ Penggunaan alat dan bahan (efektivitas, efisiensi).
PEMBELAJARAN ■ Teknik Pengolahan (penguasaan tools digital).
■ Kerjasama kelompok.
■ Aspek Tahap Akhir:
■ Publikasi (tampilan, penyajian, kesesuaian tema).
■ Inovasi (unsur kebaruan, kreativitas).
○ Petunjuk Penskoran: Skor perolehan / Skor tertinggi x 100.
Hasil kerja murid dinilai kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan hasil
kerjanya, sebagai berikut:
0 - 45%
Belum mencapai kriteria ketercapaian, murid diajak melakukan refleksi
untuk mengetahui kelemahan dan/atau kendala yang dihadapi. Pendidik
melakukan pendampingan dalam mengulang pembelajaran pada seluruh
bagian.
46 - 65 %
Belum mencapai kriteria ketercapaian, murid diajak melakukan refleksi untuk
mengetahui kelemahan dan/atau kendala yang dihadapi. Perlu pendampingan
untuk mengulang kembali pembelajaran pada bagian tertentu
(Pendampingan dapat dilakukan pendidik dan/atau murid dengan
kemampuan tinggi).
66 - 85 %
Sudah mencapai kriteria kertercapaian, tidak perlu mengulang
pembelajaran. Murid dapat diberi penguatan untuk kriteria yang masih
perlu perbaikan
ASESMEN
86 - 100%
PEMBELAJARAN
Sudah mencapai kriteria kertercapaian, perlu pengayaan. Murid
pada kemampuan ini dapat dijadikan tutor sebaya untuk
rekan yang membutuhkan bantuan.
Bandar Lampung, 10 Juni 2026
Guru Mata Pelajaran
Upik Rahmani, S. Pd. I. Gr.
NIP. 197409042009021003