RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
SMAN 3 BANDAR LAMPUNG
NAMA : Upik Rahmani, S. Pd. I., Gr.
MATA PELAJARAN : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
FASE/KELAS : E/10
TOPIK : Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja
ALOKASI WAKTU : 12 JP X 45 Menit
SEMESTER : Ganjil
TAHUN PELAJARAN : 2026/2027
IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Peserta didik umumnya sudah memiliki pengetahuan dasar tentang Al-
Qur'an dan Hadis. Sebagian besar mungkin sudah terbiasa membaca Al-Qur'an, meskipun
tingkat kefasihan dan pemahaman tajwid bervariasi. Mereka mungkin juga sudah pernah
mendengar atau memahami konsep "kebaikan" dan "kerja keras" dalam kehidupan sehari-
hari, namun belum tentu mengaitkannya secara mendalam dengan dalil syar'i dan
implementasinya dalam konteks kompetisi positif serta etos kerja yang produktif.
● Minat: Minat peserta didik terhadap materi ini bisa tinggi jika dikaitkan dengan tujuan
hidup mereka, seperti meraih kesuksesan di sekolah, masa depan karier, atau kontribusi
kepada masyarakat. Mereka mungkin tertarik pada kisah-kisah inspiratif tokoh Muslim
yang sukses berkat etos kerja dan kompetisi dalam kebaikan.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang keluarga dan sosial yang
beragam, dengan berbagai tingkat pemahaman dan praktik keagamaan. Beberapa mungkin
memiliki lingkungan yang sangat mendukung kegiatan keagamaan, sementara yang lain
mungkin perlu motivasi lebih. Pengalaman mereka dalam berkompetisi (baik di akademik,
olahraga, maupun seni) dan pengalaman dalam bekerja (tugas sekolah, membantu di rumah,
atau pekerjaan paruh waktu) akan memengaruhi perspektif mereka.
● Kebutuhan Belajar:
○ Peserta didik yang visual akan terbantu dengan tayangan video murottal, infografis peta
konsep, atau visualisasi kisah inspiratif.
○ Peserta didik yang auditori akan diuntungkan dengan metode talaqqi, peer teaching,
diskusi, atau mendengarkan ceramah/podcast.
○ Peserta didik yang kinestetik akan sangat terbantu dengan praktik menulis ayat, role-
playing, atau simulasi kompetisi kebaikan.
IDENTIFIKASI ○ Diferensiasi diperlukan untuk tingkat hafalan dan tajwid yang berbeda, serta untuk
mengakomodasi minat mereka dalam menerapkan konsep ini di berbagai bidang
kehidupan.
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami makna dan kandungan Q.S. al-Maidah/5: 48 dan Q.S. at-
Taubah/9: 105, serta hadis terkait kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja. Memahami
konsep fastabiqul khairat dan amal saleh.
○ Prosedural: Mampu membaca Al-Qur'an dengan tartil dan tajwid yang benar,
menghafal ayat-ayat dan hadis, serta mampu merumuskan contoh penerapan dalam
kehidupan sehari-hari.
○ Metakognitif: Mampu merefleksikan makna kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja
dalam konteks diri sendiri, masyarakat, dan masa depan, serta mampu mengevaluasi
perilaku diri terkait nilai-nilai tersebut.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan untuk
membentuk karakter peserta didik agar memiliki semangat juang, daya saing yang sehat,
dan etos kerja yang tinggi untuk meraih kesuksesan, baik di dunia maupun akhirat. Ini juga
membekali mereka dengan nilai-nilai positif dalam menghadapi persaingan di era global.
● Tingkat Kesulitan: Cukup menantang karena melibatkan aspek hafalan, pemahaman tafsir
yang mendalam, dan yang terpenting adalah internalisasi nilai-nilai untuk diaplikasikan
dalam kehidupan sehari-hari. Aspek tajwid juga memerlukan ketelitian.
● Struktur Materi: Dimulai dengan pengenalan dalil naqli (Q.S. al-Maidah/5: 48, Q.S. at-
Taubah/9: 105, dan Hadis), dilanjutkan dengan memahami makna dan kandungan
ayat/hadis, kemudian meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, dan
diakhiri dengan implementasi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dampak positifnya.
Dimensi Profil Lulusan
DPL1 DPL2
IDENTIFIKASI √ Keimanan dan Ketakwaan
√ Kewargaan
terhadap
Tuhan YME
DPL3
Penalaran Kritis
√ DPL4
Kreativitas
√ DPL5
Kolaborasi
√ DPL6
Kemandirian
DPL7 DPL8
Kesehatan
√
Komunikasi
Tujuan Pembelajaran
• Menganalisis ayat Al-Qur’an dan hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam
kebaikan dan etos kerja
• Membaca Al-Qur`an dengan tartil, menghafal dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur’an serta
hadis tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja
• Menyajikan konten dan paparan tentang perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan
etos kerja
• Membiasakan sikap kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja
Praktik Pedagogis
• Model Pembelajaran: Inquiry Learning (untuk asbabun nuzul dan tafsir), Discovery
Learning (untuk menemukan makna dan penerapan etos kerja), Project-Based Learning
(opsional, untuk proyek kebaikan atau challenge etos kerja).
• Strategi Pembelajaran: Talaqqi (langsung dari guru), Peer Teaching (belajar antar teman),
Drill and Practice (latihan berulang), Collaborative Learning (diskusi kelompok),
DESAIN Experiential Learning (pengalaman langsung melalui simulasi/aksi).
PEMBELAJARAN
• Metode Pembelajaran: Ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi membaca Al-Qur'an,
hafalan mandiri/berpasangan, studi kasus (tokoh), brainstorming, role-playing/simulasi,
presentasi.
Kemitraan Pembelajaran:
○ Lingkungan Sekolah: Guru Al-Qur'an/Tahfidz (untuk bimbingan tajwid dan hafalan),
guru Bimbingan Konseling (untuk motivasi dan perencanaan masa depan),
OSIS/ekstrakurikuler (untuk implementasi kompetisi kebaikan), pengelola mushola
sekolah.
○ Lingkungan Luar Sekolah: Imam masjid/ustadz, tokoh masyarakat/tokoh inspiratif
(sebagai narasumber sharing session), orang tua/wali (untuk memantau dan membimbing
di rumah, sesuai panduan guru), komunitas penggerak kebaikan/sosial.
○ Masyarakat: Melalui observasi perilaku masyarakat terkait etos kerja dan kompetisi.
Lingkungan Belajar:
○ Ruang Fisik: Kelas yang nyaman untuk diskusi dan hafalan, mushola sekolah untuk praktik
membaca/tadarus.
○ Ruang Virtual: Pemanfaatan Google Classroom untuk berbagi materi (video murottal, e-
book tafsir, kisah inspiratif), forum diskusi daring, pengumpulan tugas (rekaman hafalan,
laporan observasi). Grup chat (WhatsApp) untuk koordinasi kelompok dan berbagi progres.
Pemanfaatan Digital
• Perpustakaan Digital: Mencari tafsir Al-Qur'an daring, rekaman murottal dari qari
terkemuka, artikel atau video tentang kisah-kisah sukses berbasis etos kerja dan kebaikan, e-
book tentang manajemen waktu atau produktivitas.
DESAIN • Forum Diskusi Daring: Google Classroom untuk sesi tanya jawab tentang asbabun nuzul,
PEMBELAJARAN diskusi makna ayat, berbagi ide penerapan, dan memberikan umpan balik (misalnya, koreksi
tajwid via rekaman suara).
• Penilaian Daring: Kuis formatif menggunakan Kahoot! atau Mentimeter untuk menguji
pemahaman konsep. Pengumpulan rekaman hafalan atau video praktik melalui Google Drive
atau Google Classroom.
• Aplikasi Pendukung: Aplikasi Al-Qur'an digital (untuk kemudahan mencari ayat dan
melihat terjemahan/tafsir), aplikasi perekam suara/video (untuk setoran hafalan atau
dokumentasi praktik), media sosial (untuk berbagi kampanye kebaikan atau tips etos kerja
secara positif).
LANGKAH LANGKAH PEMBELAJARAN
Pembelajaran 1
Memahami (Bermakna dan berkesadaran)
1. Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: "Apakah berkompetisi itu selalu
buruk? Kapan kompetisi menjadi baik? Bisakah kita berlomba-lomba dalam
kebaikan?" Guru mengaitkan dengan konsep fastabiqul khairat.
2. Guru menayangkan Q.S. al-Maidah/5: 48. Guru membacakan ayat dengan tartil
dan tajwid yang benar (talaqqi). Peserta didik menirukan secara klasikal, lalu
per kelompok.
3. Guru menjelaskan hukum tajwid yang dominan dalam ayat tersebut (misalnya,
mad wajib muttasil, izhar halqi).
4. Peserta didik secara individu atau berpasangan (diferensiasi peer teaching)
melatih membaca dan menghafal ayat tersebut. Guru berkeliling memberikan
bimbingan individual bagi yang kesulitan tajwid.
Mengaplikasi (Bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan)
PENGALAMAN 5. Guru memutarkan video singkat asbabun nuzul Q.S. al-Maidah/5: 48 atau
BELAJAR menceritakan konteks turunnya ayat.
6. Guru menampilkan terjemahan dan menyoroti kata kunci "fastabiqul khairat".
7. Peserta didik dalam kelompok kecil mendiskusikan: "Apa makna 'berlomba-
lomba dalam kebaikan'? Mengapa Allah memerintahkan kita untuk berlomba
dalam kebaikan?"
8. Guru menampilkan beberapa hadis pendek tentang keutamaan berbuat
kebaikan atau contoh kompetisi sehat.
Merefleksi (Bermakna dan berkesadaran)
9. Guru meminta peserta didik untuk menuliskan di buku catatan atau jurnal:
"Satu kebaikan yang bisa saya lakukan besok untuk 'berlomba' dengan teman
saya adalah..." "Bagaimana perasaan saya saat melihat teman saya melakukan
kebaikan?"
Pembelajaran 2
Memahami (Bermakna dan berkesadaran)
10. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Mengapa kita harus bekerja keras?
Apa bedanya orang yang bekerja keras dan orang yang malas? Apakah Islam
mengajarkan kita untuk bekerja keras?" Guru mengaitkan dengan konsep etos
kerja.
11. Guru menayangkan Q.S. at-Taubah/9: 105. Guru membacakan ayat dengan
tartil dan tajwid yang benar. Peserta didik menirukan secara klasikal dan per
kelompok.
12. Guru menjelaskan hukum tajwid yang dominan dalam ayat tersebut.
13. Peserta didik secara individu atau berpasangan melatih membaca dan
menghafal ayat tersebut. Guru memberikan bimbingan individual
Mengaplikasi (Bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan)
14. Guru memutarkan video singkat asbabun nuzul Q.S. at-Taubah/9: 105 atau
menceritakan konteks turunnya ayat.
15. Guru menampilkan terjemahan dan menyoroti kata kunci "fa sayarallahu
‘amalakum wa rasuluhu wal mu’minun" (Allah akan melihat pekerjaanmu,
begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin).
16. Peserta didik dalam kelompok kecil mendiskusikan: "Apa makna bahwa Allah,
Rasul, dan mukmin akan melihat pekerjaan kita? Apa hubungannya dengan
PENGALAMAN etos kerja?"
17. Guru menampilkan beberapa hadis pendek tentang keutamaan bekerja atau
BELAJAR
dampak positif dari kerja keras.
Merefleksi (Bermakna dan berkesadaran)
18. Guru meminta peserta didik untuk menuliskan di buku catatan: "Apa saja tugas
sekolah atau pekerjaan di rumah yang sering saya tunda? Bagaimana saya bisa
menerapkan etos kerja Al-Qur'an untuk menyelesaikannya?"
Pembelajaran 3
Memahami (Bermakna dan berkesadaran)
19. Guru mengajukan pertanyaan pemantik bertanya: "Selain tahu ayatnya,
mengapa kita perlu tahu 'cerita di baliknya' (asbabun nuzul)? Mengapa
meneladani tokoh itu penting?" Guru mengaitkan dengan pemahaman yang
lebih mendalam dan inspirasi.
20. Guru menyampaikan: "Hari ini kita akan menjadi 'detektif sejarah' dan 'pencari
inspirasi'! Kita akan mengungkap kisah di balik turunnya ayat-ayat hebat ini,
dan menemukan tokoh-tokoh yang menjadi teladan sempurna dalam berlomba
kebaikan dan bekerja keras. Siap terinspirasi dan menginspirasi?"
Mengaplikasi (Bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan)
21. Guru membagi peserta didik menjadi dua tim "Penjelajah Asbabun Nuzul".
Tim A fokus pada Q.S. al-Maidah/5: 48, Tim B pada Q.S. at-Taubah/9: 105.
22. Setiap tim diberikan beberapa sumber (teks asbabun nuzul ringkas, QR code
ke artikel/video singkat). Mereka harus menemukan dan menganalisis konteks
turunnya ayat.
23. Setelah waktu diskusi, setiap tim mempresentasikan temuan asbabun nuzul
mereka kepada kelas.
24. Guru menampilkan beberapa profil singkat (gambar dan poin penting) Nabi
Muhammad SAW, sahabat (misalnya, Abu Bakar, Umar, Abdurrahman bin
Auf), atau tokoh Muslim kontemporer (misalnya, ilmuwan, pengusaha, aktivis
sosial) yang dikenal dengan etos kerja dan kompetisi kebaikannya.
25. Dalam kelompok, peserta didik memilih satu tokoh. Tugas mereka:
"Identifikasi minimal 3 perilaku dari tokoh ini yang mencerminkan semangat
fastabiqul khairat atau etos kerja. Bagaimana kita bisa meneladaninya di
kehidupan sehari-hari?"
26. Setiap kelompok menyajikan hasil analisis mereka (bisa dalam bentuk mind
map sederhana, poin-poin presentasi, atau infografis).
27. Guru memfasilitasi brainstorming kelas: "Jika semua orang di
sekolah/masyarakat kita menerapkan semangat fastabiqul khairat dan etos
kerja, apa dampaknya? Apa perubahan positif yang akan terjadi?"Peserta didik
mencatat ide-ide dampak positif tersebut.
Merefleksi (Bermakna dan berkesadaran)
28. Guru meminta peserta didik menuliskan di buku catatan: "Satu teladan yang
paling menginspirasi saya hari ini adalah... karena..." "Bagaimana dampak
positif ini bisa saya wujudkan di lingkungan terdekat saya?"
Pembelajaran 4
Memahami (Bermakna dan berkesadaran)
PENGALAMAN 29. Guru mengajukan pertanyaan pemantik bertanya: "Setelah belajar teorinya,
BELAJAR bagaimana kita bisa benar-benar menerapkan 'lomba kebaikan' dan 'kerja keras'
ini dalam hidup kita sehari-hari? Apa yang menghalangi kita?" Guru
mengaitkan dengan praktik dan internalisasi nilai.
30. Guru memberikan beberapa skenario hipotetis kehidupan sehari-hari di
sekolah atau lingkungan masyarakat (misalnya, "Ada tugas kelompok yang
harus diselesaikan, bagaimana cara kalian berlomba untuk berkontribusi
terbaik?", "Ada teman yang kesulitan memahami materi, bagaimana cara
kalian berlomba untuk membantunya?").
Mengaplikasi (Bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan)
31. Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan dan memerankan singkat
(simulasi) bagaimana mereka akan menerapkan fastabiqul khairat dalam
skenario tersebut.
32. Setiap kelompok merumuskan minimal 3 strategi konkret untuk menerapkan
fastabiqul khairat di lingkungan sekolah dan keluarga.
33. Setiap peserta didik secara individu membuat "Rencana Aksi Pribadi Etos
Kerja"
34. Setiap peserta didik atau perwakilan mempresentasikan rencana aksi
pribadinya.
35. Guru memfasilitasi sesi "komitmen bersama": mengajak seluruh peserta didik
untuk berkomitmen menerapkan fastabiqul khairat dan etos kerja.
Merefleksi (Bermakna dan berkesadaran)
36. Guru meminta peserta didik untuk menuliskan di kertas refleksi: "Apa yang
paling saya rasakan setelah merencanakan aksi nyata ini? Apa satu komitmen
terbesar saya untuk minggu ini terkait etos kerja atau kebaikan?"
1. Asesmen Awal
● Format: Tes Lisan (Tanya Jawab Klasikal) dan Kuesioner Diri.
● Waktu: Awal Pertemuan 1.
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal, kebiasaan, dan pemahaman
peserta didik tentang konsep kompetisi, kebaikan, dan kerja keras.
● Pertanyaan/Tugas:
○ "Menurutmu, apa itu 'sukses'?"
○ "Apakah kamu suka berkompetisi? Dalam hal apa?"
○ "Seberapa rajin kamu dalam belajar atau mengerjakan tugas?"
○ Kuesioner: "Apakah kamu tahu ayat Al-Qur'an yang menjelaskan
tentang kerja keras?" (Ya/Tidak/Tidak yakin) "Seberapa penting bagimu
untuk berbuat baik kepada orang lain?" (Skala 1-5)
2. Asesmen Proses
● Observasi Selama Talaqqi dan Diskusi Kelompok:
○ Format: Observasi Langsung (Ceklist/Catatan Anekdot).
○ Tujuan: Mengukur partisipasi aktif, kemampuan membaca tartil,
penguasaan tajwid, kemampuan bernalar kritis, kolaborasi, dan
komunikasi.
○ Aspek yang diamati: Keaktifan dalam menirukan bacaan, ketepatan
tajwid, kontribusi ide dalam diskusi, kerjasama tim, kemampuan
menyampaikan pendapat.
● Setoran Hafalan (Perorangan):
ASESMEN ○ Format: Tes Lisan (Demonstrasi).
PEMBELAJARAN ○ Tujuan: Mengukur kemampuan menghafal Q.S. al-Maidah/5: 48 dan
Q.S. at-Taubah/9: 105 serta Hadis dengan fasih dan lancar.
○ Rubrik Penilaian: Ketepatan hafalan, kefasihan, kelancaran, kesesuaian
tajwid.
● Produk Kelompok (Peta Konsep Asbabun Nuzul, Analisis Teladan):
○ Format: Penilaian Produk (Rubrik).
○ Tujuan: Mengukur kemampuan analisis dan presentasi konsep.
○ Kriteria Penilaian (Contoh):
■ Peta Konsep Asbabun Nuzul: Kelengkapan informasi, keterkaitan
antar konsep, kejelasan visual.
■ Analisis Teladan: Kedalaman analisis, relevansi contoh perilaku,
kemampuan mengaitkan dengan ayat/hadis.
● Jurnal Refleksi Pribadi:
○ Format: Tulisan Singkat.
○ Tujuan: Mengukur pemahaman personal, kemampuan merefleksi, dan
komitmen pribadi.
○ Contoh Pertanyaan:
■ "Bagaimana pemahaman saya tentang fastabiqul khairat berubah
setelah belajar bab ini?"
■ "Apa satu hal yang akan saya ubah dari kebiasaan belajar saya untuk
menunjukkan etos kerja yang lebih baik?"
3. Asesmen Akhir
● Format: Tes Tertulis (Uraian dan Pilihan Ganda) dan Proyek (Rencana Aksi
Personal/Kampanye Kebaikan).
● Waktu: Akhir Bab (Setelah seluruh materi selesai).
● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara komprehensif,
baik aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.
● Tes Tertulis:
○ Tugas:
■ Pilihan Ganda: Pertanyaan tentang makna mufradat, hukum tajwid,
kandungan ayat, dan hadis terkait.
■ Uraian:
■ "Jelaskan makna fastabiqul khairat dan berikan 2 contoh
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari!"
■ "Analisis kandungan Q.S. at-Taubah/9: 105 dan jelaskan
mengapa etos kerja sangat penting bagi seorang Muslim!"
■ "Sebutkan 3 dampak positif jika seseorang memiliki etos kerja
yang tinggi!"
■ "Bagaimana cara meneladani sikap kompetisi dalam kebaikan
dari Nabi Muhammad SAW?"
○ Rubrik Penilaian: Ketepatan jawaban, kedalaman penjelasan, relevansi
contoh.
● Proyek (Rencana Aksi Personal / Kampanye Kebaikan):
○ Tugas Proyek: "Buatlah 'Rencana Aksi Personal' untuk mengaplikasikan
semangat kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja dalam kehidupan
sehari-hari selama minimal satu minggu ke depan. Atau, jika
berkelompok, rancanglah 'Kampanye Kebaikan' kecil di lingkungan
sekolah/media sosial. Dokumentasikan pelaksanaannya dengan
foto/video/catatan harian, dan presentasikan hasilnya."
○ Rubrik Penilaian Proyek:
■ Rencana Aksi Personal: Kejelasan target, langkah konkret, realistis,
ASESMEN indikator keberhasilan. (Sangat Baik: 4, Baik: 3, Cukup: 2, Kurang:
PEMBELAJARAN 1)
■ Pelaksanaan: Konsistensi dalam melaksanakan rencana,
dokumentasi proses. (Sangat Baik: 4, Baik: 3, Cukup: 2, Kurang: 1)
■ Refleksi Diri: Kedalaman refleksi, kejujuran dalam mengakui
tantangan dan keberhasilan. (Sangat Baik: 4, Baik: 3, Cukup: 2,
Kurang: 1)
■ Presentasi (Jika ada kampanye/video): Kreativitas, kejelasan
pesan, kemampuan mempengaruhi. (Sangat Baik: 4, Baik: 3, Cukup:
2, Kurang: 1)
Hasil kerja murid dinilai kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan hasil
kerjanya, sebagai berikut:
0 - 45%
Belum mencapai kriteria ketercapaian, murid diajak melakukan refleksi
untuk mengetahui kelemahan dan/atau kendala yang dihadapi. Pendidik
melakukan pendampingan dalam mengulang pembelajaran pada seluruh
bagian.
46 - 65 %
Belum mencapai kriteria ketercapaian, murid diajak melakukan refleksi untuk
mengetahui kelemahan dan/atau kendala yang dihadapi. Perlu pendampingan
untuk mengulang kembali pembelajaran pada bagian tertentu (Pendampingan
dapat dilakukan pendidik dan/atau murid dengan kemampuan tinggi).
66 - 85 %
ASESMEN Sudah mencapai kriteria kertercapaian, tidak perlu mengulang
PEMBELAJARAN pembelajaran. Murid dapat diberi penguatan untuk kriteria yang masih
perlu perbaikan
86 - 100%
Sudah mencapai kriteria kertercapaian, perlu pengayaan. Murid
pada kemampuan ini dapat dijadikan tutor sebaya untuk
rekan yang membutuhkan bantuan.
Bandar Lampung, 10 Juni 2026
Guru Mata Pelajaran
Upik Rahmani, S. Pd. I. Gr.
NIP. 197409042009021003