MAGNET
1. PENGERTIAN
• Magnet atau semberani adalah
benda yang memiliki kemampuan
menarik benda-benda lain yang
ada di sekitarnya.
• Magnet memiliki sifat kemagnetan
yang mampu menarik benda-
benda lain yang ada di sekitarnya.
• Magnet merupakan suatu objek
yang di dalamnya terdapat medan
magnet.
• .
1. PENGERTIAN
• Materi pada suatu magnet memiliki wujud yang di dalamnya terdapat
magnet tetap atau magnet tidak tetap.
• Magnet yang sering kita jumpai saat ini merupakan magnet buatan.
Benda yang dapat ditarik lebih kuat oleh magnet yaitu bahan logam.
• Contoh objek yang memiliki gaya tarik yang tinggi yaitu besi dan baja,
sedangkan materi yang memiliki gaya tarik yang rendah adalah
oksigen cair.
2. SIFAT MAGNET
• Timbulnya gejala kemagnetan pada sebuah paku atau potongan besi yang tertarik
oleh batang besi merupakan salah satu contoh adanya sifat kemagnetan. Sifat
kemagnetan yang ada pada batang magnet ini disebut sebagai magnet
permanen.
• Medan magnet merupakan besaran vektor yang memiliki satuan Tesla.
• Sifat-sifat medan magnet yang berada di sekitar suatu magnet yaitu arah medan
magnet sama dengan arah garis gaya magnet dan besar medan magnet
sebanding dengan kerapatan garis gaya magnet.
• Magnetic flux merupakan banyaknya garis tak terlihat dari gaya magnet yang
mengelilingi suatu magnet.
• Kekuatan suatu medan magnet ditentukan oleh kepadatan medan flux atau
jumlah garis per cm².
• Apabila garis-garis dari gaya magnet yang ditimbulkan banyak, maka hal tersebut
dapat menentukan kekuatan suatu medan magnet.
• Pada magnet, ada dua kutub yang berlawanan arah, yaitu kutub utara dan
kutub selatan. Apabila suatu magnet dipotong-potong menjadi kecil, maka
kutub utara dan kutub selatan akan tetap ada.
• Adanya kesesuaian dengan kutub utara geografi bumi, sehingga diberikan
nama kutub yang mana kutub selatan mengarah ke kutub selatan geografi
bumi sedangkan kutub utara mengarah ke kutub utara geografi bumi.
• Sifat-sifat magnet antara lain:
• 1. Tidak semua benda dapat ditarik oleh magnet, sehingga magnet hanya
bisa menarik benda-benda tertentu yang ada di sekitarnya.
• 2. Magnet memiliki gaya magnet yang sifatnya dapat menembus benda,
yang apabila gaya magnet ini besar maka gaya magnet dapat menembus
benda yang tebal.
• 3. Apabila ada dua magnet yang memiliki kutub berbeda, dan saling
didekatkan maka mereka akan saling tarik menarik.
• 4. Apabila kutub yang sejenis saling didekatkan satu sama lain maka
mereka akan terjadi tolak-menolak
• 5. Medan magnet akan membentuk gaya magnet, yang apabila
sebuah benda didekatkan dengan magnet maka gaya magnet yang
ditimbulkan magnetnya akan semakin besar dan sebaliknya.
• 6. Jika suatu magnet terus menerus jatuh dan terbakar, maka Sifat
kemagnetan dapat berkurang dan bahkan hilang.
Berikut siifat-sifat medan magnet berdasarkan atomisnya, yaitu:
1. Bahan Ferromagnetik
• Bahan ferromagnetik dapat menimbulkan induksi yang besar, dan bahan ferromagnetik ini sangat
mudah dipengaruhi medan magnet. Karena bahan ferromagnetik memiliki resultan medan
magnet yang atomisnya besar. Elektron-elektron yang ada pada bahan ferromagnetik akan
menimbulkan medan magnet atomis jika diberi medan magnet luar. Bahan ini mudah dibuat
magnet permanen.
2. Bahan Paramagnetik
• Bahan paramagnetik tidak dapat dibuat magnet permanen karena bahan ini dipengaruhi oleh
medan magnet luar. Sebagian kecil bahan akan melawan jika diberi medan magnet luar. Bahan
parametrik dapat menimbulkan induksi yang besar pada suatu medan magnet, tetapi induksinya
lebih kecil daripada bahan ferromagnetik.
3. Bahan Diamagnetik
• Bahan diamagnetik bersifat melawan kemagnetan dari luar sehingga sulit dipengaruhi medan
magnet luar. Bahan diamagnetik akan menimbulkan induksi magnet yang kecil jika bahan
diamagnetik dimasukkan ke dalam medan magnet ini diberi medan magnet.
3. JENIS MAGNET
1. Magnet tetap
• Magnet tetap merupakan magnet yang sifat kemagnetannya tetap ada kecuali terkena gangguan
luar yang cukup besar misalnya pemanasan dengan suhu yang tinggi atau pemukulan yang cukup
keras.
• Magnet tetap tidak memerlukan tenaga atau bantuan dari luar untuk menghasilkan daya magnet
(berelektromagnetik).
• Jenis magnet tetap selama ini yang diketahui terdapat pada:
1) Magnet neodimium: Merupakan magnet tetap yang paling kuat. Magnet neodymium (juga
dikenal sebagai NdFeB, NIB, atau magnet Neo), merupakan sejenis magnet tanah jarang,
terbuat dari campuran logam neodymium.
2) Magnet Samarium-Cobalt: Salah satu dari dua jenis magnet bumi yang langka, merupakan
magnet permanen yang kuat yang terbuat dari paduan samarium dan kobalt.
3) Magnet Keramik
4) Plastic Magnets
5) Magnet Alnico
2. Magnet tidak tetap
• Magnet tidak tetap merupakan magnet yang hanya muncul ketika diberi
pengaruh dari luar. Jika pengaruh yang diberikan pada magnet, maka sifat
magneticnya akan hilang. Misalnya suatu paku yang dililit kawat kemudian diberi
aliran listrik, maka paku tersebut akan memiliki sifat kemagnetan. Tetapi apabila
paku tersebut tidak dialiri arus listrik, maka sifat kemagnetannya akan hilang.
• Magnet tidak tetap (remanen) tergantung pada medan listrik untuk menghasilkan
medan magnet.
• Contoh-contoh magnet tidak tetap adalah:
1) Elektromagnet.
2) Magnet induksi.
3) Magnet menempel
3. Magnet buatan
• Magnet buatan meliputi hampir seluruh magnet yang ada sekarang
ini.
• Bentuk magnet buatan antara lain:
1) Magnet U
2) Magnet ladam
3) Magnet batang
4) Magnet lingkaran
5) Magnet jarum (kompas)
4. MEDAN MAGNET DAN GARIS GAYA
• Dengan bantuan sebuah kompas (jarum baja yang di
magnetkan dan bergantung bebas), arah gaya magnet
di sekitar magnet dapat ditentukan.
• Kutub yang dituju oleh arah jarum disebut kutub
selatan magnet dan kutub lainnya disebut kutub utara.
• Cara lain untuk menentukan kutub yaitu dengan
menggantung atau memberi poros pada pusatnya.
Magnet kemudian akan berhenti pada arah utara-
selatan. Ujung magnet yang menunjuk utara disebut
Kutub Utara, sedangkan yang menunjuk selatan disebut
Kutub Sekatan.
• Jika arah yang ditunjuk oleh jarum kompas ketika ketika ia dipindahkan perlahan-
lahan dari kutub utara ke kutub selatan magnet, hasilnya menunjukkan bahwa
gaya magnet mempunyai arah tertentu pada semua titik dan menuruti garis
lengkung dari utara ke selatan. Garis yang demikian disebut Garis Gaya atau Garis
Fluks.
• Sifat-sifat garis gaya magnet dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Garis gaya magnet adalah arah medan magnet yang berupa garis-garis yang
menghubungkan kutub-kutub magnet.
2) Garis-garis gaya magnet selalu berawal dari kutub utara magnet dan masuk ke
kutub selatan magnet.
3) Garis-garis gaya magnet tidak pernah saling berpotongan.
4) Medan magnet kuat ditunjukkan oleh garis-garis gaya magnet yang rapat dan
medan magnet lemah ditunjukkan oleh garis-garis gaya magnet yang renggang.
• Sebagaimana dijelaskan dalam buku Rahasia Diantara Dua Kutub,
pada tahun 1820, seorang ilmuwan berkebangsaan Denmark
bernama Hans Christian Oersted menemukan penyimpangan pada
jarum kompas ketika didekatkan pada kawat berarus listrik. Hal ini
menunjukkan, arus di dalam sebuah kawat dapat menghasilkan efek-
efek magnetik.
• Penemuan ini dilanjutkan oleh Henry dan Farady yang meletakkan
dasar untuk pengembangan mesin listrik modern.
• Dapat disimpulkan, bahwa disekitar arus listrik terdapat medan
magnet. Garis-garis medan magnet yang dihasilkan oleh arus pada
kawat lurus membentuk lingkaran dengan kawat pada pusatnya.
• Secara teoritis Laplace menyatakan bahwa kuat medan magnet atau
induksi magnetik di sekitar arus listrik memiliki sifat:
1) Berbanding lurus dengan kuat arus listrik.
2) Berbanding lurus dengan panjang kawat penghantar.
3) Berbanding terbalik dengan kuadrat jarak suatu titik dari kawat
penghantar tersebut.
4) Arah induksi magnet tersebut tegak lurus dengan bidang yang
dilalui arus listrik.
• Medan Magnet yang mengelilingi magnet disebut Fluks Magnet, dengan
satuan Weber (SI).
• Intensitas Fluks Magnet setiap satuan luas disebut Kerapatan Fluks (flux
density), dengan satuan Tesla (SI), yang sama denga setuan Weber setiap
meter persegi.
• Lintasan dimana fluks magnet dibentuk disebut Rangkaian Magnet.
• Perlawanan yang diberikan oleh Fluks Magnet dalam Rangkaian Magnet
disebut Reluktansi (Reluctance).
• Udara mempunyai Reluktansi yang lebih besar dibanding besi. Oleh sebab
itu rangkaian magnet yang digunakan dalam generator listrik dirancang
dengan celah udara yang sangat sempit dan bagian terbesar dari lintasan
yang dilalui Fluks adalah besi.
5. MEDAN MAGNET DI SEKELILING
KUMPARAN
• Magnet pada Konduktor pengalir arus dapat diperkuat dengan
membuat konduktor ke dalam bentuk kumparan atau selenoid.
•.
• Pada gambar di atas ditunjukkan bagaimana medan dihasilkan
disekeliling kumparan dengan menganggap dua konduktor paralel
membawa arus dalam arah yang sama.
• .Medan disekeliling beberapa konduktur
yang mengalirkan arus.
• Atas : arah arus menjauh
• Bawah : arah arus mendekat
• Kumparan dililitkan pada tabung
berongga.
• Pandangan potongan melintang
menunjukkan medan yang dihasilkan
kumparan
• Dari gambar di atas, terlihat medan yang dihasilkan oleh kumparan
serupa dengan magnet batang, yaitu fluks muncul dari salah satu
ujung kumparan dan masuk pada ujung yang lain.
• Ujung kumparan tempat munculnya fluks disebut kutub utara
kumparan.
6. GAYA GERAK MAGNET (GGM)
• Ukuran kemampuan kumparan untuk menghasilkan Fluks disebut
Gaya Gerak Magnet (ggm).
• Gaya gerak Magnet berkaitan dengan ggl dengan rangkaian listrik dan
dapat dianggap sebagai tekanan listrik.
• Ggm kumparan berubah sesuai sesuai dengan arus yang mengalir
dalam kumparan dan jumlah lilitan kumparan.
• Perkalian arus dalam amper dan jumalh lilitan disebut amper lilitan
dari kumparan.
• Amper lilitan diambil sebagai satuan praktis ggm.
7. ELEKTROMAGNET
• Kumparan dengan ggm tertentu dapat menghasilkan jumlah Fluks
yang lebih besar jika inti dimasukkan ke dalam kumparan, karena
permeabilitas besi jauh lebih besar dari udara.
• Magnet yang sangat kuat disebut Elektromagnet, dan dapat dibuat
dengan menempatkan kumparan diskeliling inti besi.
• Kekuatan elektromagnet tergantung pada banyaknya amper-lilitan
kumparan pembangkit dan pada permeabilitis itinya.
• Kekuatan elektromagnet dengan jumlah lilitan tertentu pada
kumparan pembangkit dapat berubah dengan berubahnya arus yang
melalui kumparan. Inilah cara untuk mengubah banyaknya Fluks
maupun mengubag besarnya ggl yang dihasilkan dalam generator.
• Elektromagnet mempunyai banyak aplikasi dalam mesin listrik yang
digunakan di Kereta Api, seperti Generator Listrik yang berguna
sebagai pembangkit listrik dan digunakan sebagai sumber listrik
berbagai peralatan.
• Aplikasi lain dari elektromagnet adalah rem yang bekerja dengan
selenoid valve.