0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan9 halaman

Chapter 3

Dokumen ini membahas tentang pentingnya mendefinisikan dan mempersempit masalah dalam penelitian, termasuk perbedaan antara gejala dan masalah utama, serta metode untuk menemukan masalah penelitian. Peneliti harus mengumpulkan informasi awal dan menyusun pernyataan masalah yang jelas dan fokus, yang mencakup tujuan dan pertanyaan penelitian. Selain itu, dokumen ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan manajer dan isu etis yang perlu diperhatikan selama tahap awal penelitian.

Diunggah oleh

Maysyafa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan9 halaman

Chapter 3

Dokumen ini membahas tentang pentingnya mendefinisikan dan mempersempit masalah dalam penelitian, termasuk perbedaan antara gejala dan masalah utama, serta metode untuk menemukan masalah penelitian. Peneliti harus mengumpulkan informasi awal dan menyusun pernyataan masalah yang jelas dan fokus, yang mencakup tujuan dan pertanyaan penelitian. Selain itu, dokumen ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan manajer dan isu etis yang perlu diperhatikan selama tahap awal penelitian.

Diunggah oleh

Maysyafa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Chapter 3: Defining and refining the problem

1. THE BROAD PROBLEM AREA


Masalah tidak selalu berarti situasi buruk, tetapi bisa menunjukkan perbedaan antara
kondisi aktual dan kondisi ideal yang diinginkan. Masalah luas harus diubah menjadi
topik penelitian yang spesifik, menetapkan batasan jelas, dan terfokus agar layak diteliti.
a. Masalah vs Gejala Masalah

Penting untuk tidak salah mengartikan gejala sebagai masalah sebenarnya.

 Gejala masalah adalah tanda atau akibat yang tampak dipermukaan dari suatu
kondisi yang lebih dalam. Misalnya, tingginya turnover karyawan atau
ketidakpuasan kerja. Gejala mudah terlihat, tapi belum tentu menunjukkan
penyebab sebenarnya.
 Masalah utama adalah akar penyebab yang mendasari munculnya gejala. Dalam
contoh narasi, masalahnya bukan sekadar gaji atau turnover, melainkan rendahnya
motivasi karena karyawan tidak diberi kontrol dan kesempatan dalam perencanaan
pekerjaan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa, gejala masalah merupakan apa yang terlihat,
sementara masalah utama merupakan apa yang menyebabkan gejala itu muncul.
Untuk menemukan akar masalah, manajer atau peneliti dapat menggunakan metode
“5 Whys”, yaitu terus bertanya “mengapa” hingga menemukan penyebab paling
mendasar. Metode ini berasal dari Sakichi Toyoda di Jepang. Intinya, fokus harus
diarahkan pada akar masalah, bukan sekadar gejala yang tampak di permukaan.

b. Pentingnya Masalah
Penemuan masalah merupakan tahap penelitian yang paling sulit dan krusial
karena perannnya yang penting dalam penentuan strategi pemecahan. Penemuan
masalah merupakan tahap penelitian yang dinilai lebih esensial dibandingkan dengan
tahap pemecahan masalah. Masalah penelitian yang dirumuskan terlalu umum dan
ambiguitas akan menyulitkan peneliti untuk menentukan konsep-konsep teoritis yang
ditelaah dan memilih metode pengujian data.
c. Tipe Masalah
Ada 4 tipe masalah dalam penelitian bisnis, yaitu :
1. Masalah terkini dalam organisasi dan membutuhkan solusi.
2. Area tertentu dalam organisasi yang memerlukan pembenahan atau perbaikan.
3. Persoalan-persoalan teoritis yang memerlukan penelitian untuk menjelaskan atau
memprediksi fenomena.
4. Pertanyaan penelitian yang memerlukan jawaban secara empiris.
d. Kriteria Masalah
Kriteria yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam penemuan masaah
penelitian, antara lain :
1) Bidang masalah dan topik yang menarik
2) Signifikasi secara teoritis atau praktis
3) Dapat diuji melalui pengumpulan dan analisis data
4) Sesuai dengan waktu dan biaya yang tersedia
e. Sumber Penemuan Masalah
Sumber utama yang dapat digunakan untuk menemukan masalah peneliatian berasal
dari literatur dan pengalaman.
1) Literatur yang dipublikasikan anatar lain berupa, buku, jurnal, text database.
2) Literatur yang tidak dipublikasikan, antara lain berupa : skripsi, tesis, disertasi,
paper, atau makalah-makalah seminar.
f. Metode Penemuan Masalah
Ide untuk menemukan masalah penelitian dapat preoleh melalui dua pendekatan
yaitu :
1) Pendekatan formal
Ada 6 metode pendekatan formal sebagai berikut :
1. Metode Analog (Analog Method): cara meneliti dengan membandingkan
sesuatu yang sulit dipahami dengan hal lain yang mirip dan lebih mudah
dimengerti.
2. Metode Renovasi (Renovation Method): cara mencari dan menawarkan
pembaruan atau perbaikan dari teori, konsep, metode, atau hasil penelitian
yang sudah ada sebelumnya.
3. Metode Dialektis (Dialectic Method): metode ini menentukan masalah
penelitian dengan mengajukan usulan pengembangan terhadap teori atau
metode yang telah ada.
4. Metode Morfologi (Morphology Method): metode formal yang digunakan
untuk menemukan masalah penelitian dengan menganalisis berbagai
kemungkinan kombinasi bidang masalah penelitian yang saling berhubungan
dalam bentuk matrik.
5. Metode Dekomposisi (Decomposition Method): Penelitian dilakukan dengan
cara membagi masalah kedalam elemen-elemen yang lebih spesisfik.
6. Metode Agregasi (Agregation Method): kebalikan dari metode dekomposisi,
yaitu menggunakan hasil penelitian atau teori dari berbagai bidang penelitian
yang berbeda untk menentukan suatu masalah penelitian yang lebih kompleks.
2) Pendekatan Informal
Ada 4 metode Informal sebagai berikut :
1. Metode perkiraan (Conjeturw Method): Metode ini menemukan masalah
penelitian bisnis berdasarkan intuisi pembuat Keputusan mengenai situasi
tertentu yang diperkirakan mempunyai potensi masalah. Penentuan masalah
dengan metode ini kurang didukung oleh bukti-bukti yang cukup, karena
hanya berdasarkan perkiraan pembuat Keputusan. Adapun faktor yang
mempengaruhi intuisi pebuat Keputusan antara lain: hubungannya dengan
lingkungan sekitar, imajinasi, persepsi, dan kemampuan membuat kebijakan
(judgment).
2. Metode Fenomenologi (Phenomenology Method): Metode ini menemukan
masalah penelitian berdasarkan hasil observasi terhadap fakta atau kejadian.
3. Metode consensus (Consessus Method): Ide masalah penelitian dapat
ditemukan berdasarkan adanya consensus atau konvensi dalam praktik bisnis.
4. Metode Pengalaman (Experiences Method) Masalah penelitian dapat
ditemukan berdasarkan pengalaman Perusahaan atau orang-orang dalam
Perusahaan.
2. PRELIMINARY RESEARCH
Pendahuluan penelitian dilakukan setelah kita menemukan masalah umum. Tujuannya
adalah supaya peneliti lebih paham masalah dan bisa mempersempitnya menjadi topik
yang jelas untuk diteliti. Penelitian ini juga membantu menjawab pertanyaan seperti: Apa
masalahnya? Kenapa masalah itu muncul? Apakah masalah ini penting? Dan apa
keuntungan jika masalah ini diselesaikan?
Informasi yang dibutuhkan biasanya dibagi dalam dua kelompok:
1. Informasi tentang organisasi dan lingkungan sekitarnya.
2. Informasi tentang topik yang ingin diteliti.
Informasi yang perlu dikumpulkan

Informasi latar belakang organisasi sangat penting untuk memahami masalah dengan lebih
baik dan membicarakannya secara tepat dengan manajer dan karyawan. Informasi ini juga
membantu merumuskan masalah secara jelas.

Beberapa informasi yang perlu dikumpulkan meliputi:

1. Sejarah dan asal-usul perusahaan, seperti kapan berdiri, bidang usaha, pertumbuhan,
kepemilikan, dan kontrol.

2. Ukuran perusahaan berdasarkan jumlah karyawan dan aset.

3. Tujuan dan ideologi perusahaan.

4. Lokasi perusahaan, apakah regional, nasional, atau lain.

5. Sumber daya perusahaan, termasuk sumber daya manusia.

6. Hubungan perusahaan dengan lembaga lain dan lingkungan luar.

7. Kondisi keuangan selama lima sampai sepuluh tahun terakhir.

8. Struktur organisasi, seperti peran, jumlah karyawan di tiap level, sistem komunikasi
dan kontrol, serta alur kerja.

9. Filosofi manajemen perusahaan.

Informasi ini bisa didapatkan melalui wawancara, dokumen perusahaan, dan arsip.
Data yang sudah tersedia dari sumber lain disebut data sekunder, seperti bulletin statistik,
publikasi pemerintah, situs web, dan internet. Namun, kualitas data sekunder perlu
diperiksa dengan hati-hati sebelum digunakan.

Kriteria Untuk Menilai Data Sekunder

1. Ketepatan waktu: pastikan data masih terbaru dengan memeriksa tanggal


pengumpulan.

2. Ketepatan data: perhatikan tujuan penyajian, siapa pengumpul data, metode


pengumpulan, kredibilitas penulis, serta konsistensinya dengan sumber lain.

3. Relevansi: data harus sesuai dengan tujuan penelitian dan pertanyaan riset.
4. Biaya: pertimbangkan apakah manfaat data sebanding dengan biaya, atau lebih baik
mengumpulkan data primer.

Pengumpulan data sekunder biasanya membantu di awal penelitian, tapi kadang


informasi terbaik didapat lewat wawancara, observasi, atau kuesioner. Data yang
dikumpulkan langsung untuk tujuan penelitian disebut data primer. Ada empat cara utama
mengumpulkan data primer, yaitu wawancara, observasi, kuesioner, dan eksperimen.

3. DEFINITING THE PROBLEM STATEMENT


Setelah mengumpulkan informasi pendahuluan, peneliti perlu mempersempit masalah
agar menjadi jelas, spesifik, dan fokus. Pernyataan masalah yang baik harus tegas, tidak
ambigu, dan mencakup tujuan penelitian serta pertanyaan penelitian, karena keduanya
saling terkait dan menjadi dasar penelitian yang efektif. Penelitian fundamental bertujuan
memperluas pengetahuan, sedangkan penelitian terapan fokus pada pemecahan masalah
spesifik, misalnya meneliti faktor yang meningkatkan komitmen karyawan untuk
menurunkan turnover, mengurangi absensi, dan meningkatkan kinerja.
Tujuan penelitian menjelaskan alasan penelitian dilakukan, sementara pertanyaan
penelitian memperjelas isu yang akan diselesaikan, membimbing proses pengumpulan dan
analisis data, serta menerjemahkan masalah organisasi menjadi kebutuhan informasi yang
spesifik. Dengan mengaitkan pertanyaan penelitian pada literatur terkait, area masalah
yang luas dapat difokuskan menjadi topik penelitian yang dapat diteliti.

Masalah Bisnis Yang Diubah Menjadi Pernyataan Masalah

Pernyataan masalah
Masalah Tujuan penelitian Pertanyaan penelitian
Penundaan yang Tujuan studi ini dua arah: 1. Faktor apa saja yang
sering dan lama (1) mengidentifikasi faktor- memengaruhi
dapat menyebabkan faktor yang mempengaruhi persepsi pengalaman
frustrasi yang besar pengalaman menunggu menunggu
di antara penumpang penumpang dan penumpang maskapai
maskapai, yang (2) menyelidiki dan sejauh mana
berujung pada kemungkinan dampak faktor tersebut
perilaku berpindah menunggu terhadap memengaruhi
dan komunikasi kepuasan pelanggan dan persepsi waktu
mulut ke mulut yang evaluasi layanan. tunggu?
negatif. Perasaan dan 2. Apa konsekuensi
perilaku ini akhirnya afektif dari
berdampak negatif menunggu dan
pada kinerja dan bagaimana perasaan
profitabilitas memediasi hubungan
perusahaan. antara menunggu dan
evaluasi layanan?

3. Bagaimana variabel
situasional (seperti
waktu yang terisi)
memengaruhi reaksi
pelanggan terhadap
pengalaman
menunggu?

Pernyataan masalah harus menjelaskan mengapa (tujuan) dan apa (pertanyaan penelitian)
yang ingin diteliti. Pernyataan masalah yang baik harus relevan, layak, dan menarik. Relevan
berarti penting dari sudut pandang manajer atau akademis (misalnya masalah nyata,
pengetahuan belum lengkap, atau hasil penelitian bertentangan). Layak berarti memungkinkan
untuk dijawab dengan sumber daya, waktu, dan kemampuan yang ada; jangan terlalu luas.
Menarik berarti peneliti harus punya minat supaya tetap termotivasi selama penelitian yang
panjang.

Jenis pertanyaan dasar: eksploratif dan deskriptif

a. Pertanyaan penelitian Ekloratif


Pertanyaan eksploratif digunakan ketika:
 sedikit yang diketahui tentang topik.
 hasil penelitian sebelumnya tidak jelas atau terbatas.
 topik sangat kompleks.
 teori yang ada kurang memadai.

Penelitian eksploratif sering menggunakan metode kualitatif seperti wawancara,


diskusi informal, kelompok fokus, dan studi kasus. Penelitian ini bersifat fleksibel dan
fokusnya semakin sempit seiring waktu. Hasil penelitian eksploratif biasanya tidak
bisa digeneralisasi ke populasi luas.

b. Pertanyaan penelitian Deskriptif


Studi deskriptif bertujuan menggambarkan topik yang diteliti. Bisa menggunakan data
kuantitatif (misalnya angka penjualan, tingkat kepuasan) atau kualitatif (misalnya
proses pengambilan keputusan, penyelesaian konflik). Kadang berfokus pada
hubungan antar variabel (studi korelasional), tapi korelasi tidak berarti sebab-akibat.
Studi deskriptif membantu:
1. Memahami karakteristik kelompok atau situasi.
2. Memikirkan aspek secara sistematis.
3. Memberi ide untuk riset lanjutan.
4. Membantu membuat keputusan sederhana terkait bisnis.
c. Pertanyaan penelitian kausal
Penelitian kausal bertujuan mengetahui apakah satu variabel menyebabkan
perubahan pada variabel lain. Peneliti mencoba mencari faktor penyebab suatu
masalah. Contoh pertanyaannya: "Apakah sistem penghargaan memengaruhi
produktivitas?" atau "Bagaimana nilai yang dirasakan memengaruhi niat beli
konsumen?".
Untuk membuktikan hubungan kausal, ada 4 syarat penting:
 Variabel penyebab dan variabel yang dipengaruhi harus saling terkait.
 Variabel penyebab harus terjadi sebelum variabel yang dipengaruhi.
 Tidak boleh ada faktor lain yang menyebabkan perubahan.
 Harus ada penjelasan logis kenapa variabel penyebab memengaruhi variabel lain.
Desain eksperimen biasanya digunakan untuk membuktikan hubungan kausal ini.

4. THE RESEARCH PROPOSAL


Sebelum melakukan penelitian, peneliti dan pihak yang memberi izin harus sepakat
tentang masalah yang akan diteliti, metode yang dipakai, waktu penelitian, dan biayanya.
Ini untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.
Hal ini biasanya dilakukan dengan membuat proposal penelitian yang harus disetujui oleh
sponsor, yang memberikan izin untuk melanjutkan penelitian.
Proposal penelitian berisi:
1. Judul sementara.
2. Latar belakang penelitian.
3. Pernyataan masalah, termasuk tujuan dan pertanyaan penelitian.
4. Lingkup penelitian.
5. Pentingnya penelitian.
6. Rencana penelitian, meliputi jenis penelitian, cara pengumpulan data, cara mengambil
sampel, dan cara analisis data.
7. Jadwal penelitian, termasuk kapan laporan akan diserahkan.
8. Rincian anggaran biaya.
9. Daftar pustaka.
Proposal ini kemudian diajukan ke manajer untuk diperiksa, diperbaiki jika perlu, atau
disetujui.

5. IMPLIKASI MANAJERIAL
Manajer sering salah mengira gejala sebagai masalah utama dan kecewa ketika solusi
gagal. Penting untuk memahami sebab, masalah, dan akibat agar bisa menemukan
masalah sebenarnya. Masukan manajer membantu peneliti memperjelas dan
mempersempit masalah menjadi topik yang bisa diteliti. Manajer yang sadar pentingnya
definisi masalah akan bekerja sama dengan peneliti sejak awal. Manajer harus tetap
terlibat selama penelitian untuk memastikan tujuan tercapai dan meningkatkan kualitas
hasil.

6. ISU ETIS PADA TAHAP AWAL PENYELIDIKAN

1. Informasi awal dikumpulkan untuk mempersempit masalah, sering melalui wawancara


dengan pengambil keputusan, manajer, dan karyawan.
2. Setelah masalah didefinisikan, peneliti harus menilai kemampuan dan sumber daya;
jika tidak memadai, sebaiknya menolak proyek.
3. Jika penelitian dilanjutkan, karyawan perlu diberi tahu tentang studi, terutama yang
akan diwawancarai, tanpa harus diberi alasan detail agar jawaban tidak bias.
4. Peneliti harus menjamin kerahasiaan jawaban karyawan dan memastikan tidak ada
informasi individu yang dibocorkan.
5. Karyawan tidak boleh dipaksa ikut serta dan harus dilindungi dari bahaya fisik
maupun psikologis.
6. Hak atas privasi dan kerahasiaan responden harus dijaga.
7. Informasi tidak boleh diperoleh dengan cara menipu.

DAFTAR PUSTAKA

Uma Sekaran and Roger Bougie, Research Method for Business, 7th edition, NY: John Wiley
& Sons, Inc. 2016

Indriantoro, Nur dan Bamabang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis, Yogyakarta: BPFE-
Yogyakarta, 2016

Anda mungkin juga menyukai