0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan8 halaman

BAB2

Dokumen ini memberikan gambaran umum tentang proyek pembangunan Gedung BAU Extension di Universitas Muhammadiyah Malang, termasuk informasi mengenai pemilik, kontraktor, lokasi, dan nilai kontrak. Proyek ini melibatkan berbagai lingkup pekerjaan seperti persiapan, struktur, arsitektur, dan mekanikal elektrikal, dengan masa kontrak selama 105 hari. Selain itu, dokumen juga menjelaskan detail tentang pekerjaan tanah, pondasi, sloof, dan kolom dalam konstruksi gedung tersebut.

Diunggah oleh

ajinmakansusah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan8 halaman

BAB2

Dokumen ini memberikan gambaran umum tentang proyek pembangunan Gedung BAU Extension di Universitas Muhammadiyah Malang, termasuk informasi mengenai pemilik, kontraktor, lokasi, dan nilai kontrak. Proyek ini melibatkan berbagai lingkup pekerjaan seperti persiapan, struktur, arsitektur, dan mekanikal elektrikal, dengan masa kontrak selama 105 hari. Selain itu, dokumen juga menjelaskan detail tentang pekerjaan tanah, pondasi, sloof, dan kolom dalam konstruksi gedung tersebut.

Diunggah oleh

ajinmakansusah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

GAMBARAN UMUM PROYEK


2.1 Gambaran Umum Proyek.
Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Nyata, tedapat data informasi proyek yang
didapatkan untuk memenuhi syarat laporan kegiatan Praktek Kerja Nyata. Adapun data dari
Proyek Gedung BAU Extension UMM sebagai berikut:

Nama Proyek : Gedung BAU Extension

Pemilik Proyek : Universitas Muhammadiyah Malang

Lokasi Proyek : Jl. Raya Tlogomas No.246 (0341) 464318

Luas Bangunan : 468 m2.

Kontraktor Pelaksana : PT. Indonesia Cahaya Semesta

Konsultan Perencana :

Konsultan Pengawas : PT. BP2K

Jenis/Lingkup pekerjaan : Proyek Pembangunan Gedung BAU Extension

Kontrak : Unit Price

Nilai Kontrak : Rp. [Link],64

Masa kontrak : 105 (seratus lima) Hari Kalender.


Lokasi pembangunan
Gedung BAU Extension

Gambar 2. 1 Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Pembangunan BAU Extension

2.2 Data Proyek.


Pembangunan gedung BAU Extension oleh PT. Indonesia Cahaya Semesta ini dimulai
dari pembersihan lahan, pelaksanaan hingga pekerjaan finishing. Di proyek ini terdisi dari
kontraktor pelaksana, konsultan perencana, drafter, administrasi teknik, mandor, kepala
tukang, kepala tukang besi, kepala tukang kayu, ahli K3, ME (Mekanikal Elektrikal)

2.2.1 Tinjauan Umum Pekerjaan Proyek


Dalam pelaksanaannya, pekerjaan Proyek Pembangunan Gedung BAU Extension
UMM terbagi menjadi beberapa lingkup pekerjaan, dengan item pekerjaan yang berbeda-
beda tiap lingkupnya. Item pekerjaan akan diuraikan sebagai berikut :

1. Pekerjaan Persiapan

Pekerjaan persiapan terdiri dari :

- Pengukuran dan bouwplank

- Membuat papan nama proyek 80x120 cm dari bahan seng


- Air kerja

- Mobilisasis, Demobilisasi dan Sewa Peralatan

- Dll

2. Pekerjaan Struktur

2.1 Pekerjaan Tanah dan Pondasi

2.2 Pekerjaan Beton Bertulang ( Sloof, Kolom lantai 1, Balok lantai 2, Kolom
Lantai 2, Balok Atap)

3. Pekerjaan Arsitektur

3.1 Pekerjaan Pasangan

3.2 Pekerjaan Kusen, Pintu, Jendela dan Atap

3.3 Pekerjaan Besi

3.4 Pekerjaan Pengecatan

4. Pekerjaan Mekanikal Elektrikal

4.1 Pekerjaan Elektrikal

4.2 Pekerjaan Panel

4.3 Pekerjaan Kabel Feeder

4.4 Sambungan Daya Dari PLN

4.5 Pekerjaan Fire Alarm

4.6 Pekerjaan Instalasi Komputer dan LAN

4.7 Pekerjaan Instalasi CCTV

4.8 Pekerjaan Kabel Tray

4.9 Pekerjaan Lift

4.10 Pekerjaan Hydrant dan Sprinkler


2.3 Batasan Obyek Yang Diamati

Waktu pelaksanaan Praktek Kerja Nyata selama 1 bulan dimulai dari tanggal 18 Januari
2022 s/d 18 Februari 2023. Selama 1 bulan yang dapat kami amati dari Proyek Pembangunan
Gedung BAU extension adalah sebagai berikut:

1. Pekerjaan Tanah Dan Pondasi


2. Pekerjaan Sloof

3. Pekerjaan Kolom Lantai 1

2.4 Lingkup pekerjaan

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan Proyek Pembangunan Gedung BAU Extension .


terbagi menjadi beberapa lingkup pekerjaan, dengan item pekerjaan yang berbeda-beda tiap
lingkupnya. Item pekerjaan akan diuraikan dalam su bbab berdasarkan lingkup pekerjaannya.

2.4.1 Pekerjaan Tanah Dan Pondasi.

Dalam pekerjaan tanah dan pondasi terdapat beberapa progress galian, urugan dan
tanah yang mana nantinya akan menjadi tempat diletakannya fondasi. Secara umum
Pekerjaan galian tanah adalah sebuah proses pemindahan suatu bagian permukaan tanah dari
satu lokasi ke lokasi lainnya, dan akhirnya terbentuk sebuah kondisi fisik permukaan tanah
yang baru, sedangkan urugan tanah pengurugan tanah adalah pekerjaan yang bertujuan
memindahkan tanah ke suatu lokasi untuk membentuk atau mencapai ketinggian tanah
tertentu sesuai kebutuhan. Pekerjaan pengurugan banyak dilakukan untuk infrastruktur
bangunan.

Fondasi adalah struktur bangunan paling bawah dan dasar yang berfungsi
menyalurkan beban dari struktur diatasnya ke lapisan tanah pendukung atau batuan yang
berada di bawahnya. Sebagai elemen struktur bawah bangunan dan bagian terendah dari
sebuah bangunan, maka pondasi langsung berhubungan dengan tanah. Cara kerja pondasi
adalah menahan beban dari bangunan diatasnya lalu disalurkan melalui elemen struktur
horizontal atau vertika yang selanjutnya beban tersebut dilanjutkan ke tanah dasar.
Perencanaan pondasi harus didasari beberapa aspek, diantaranya:

 Fungsi dari bangunan.


 Jenis tanah.
 Kedalaman tanah keras pendukung pondasi.
 Aspek biaya (finansial).

Syarat Umum Pembuatan Pondasi Bangunan


Pembuatan pondasi tidak bisa dibuat sembarangan. Selain didasari pada beberapa aspek yang
telah disebutkan sebelumnya, pondasi juga harus memenuhi syarat-syarat lainnya,
diantaranya:
 Kedalaman pondasi harus memadai dan mampu menghindarkan pergerakan tanah
lateral dari bawah pondasi.
 Sistem pondasi harus aman terhadap penggulingan, rotasi, penggelinciran atau
pergeseran tanah.
 Sistem pondasi harus aman terhadap korosi atau kerusakan yang disebabkan oleh
bahan berbahaya yang terdapat di dalam tanah.
 Pondasi harus mampu beradaptasi terhadap beberapa perubahan geometri konstruksi
atau lapangan selama proses pelaksanaan perlu dilakukan.
 Harus memenuhi syarat standar untuk perlindungan lingkungan.
 Jika kondisi tanah keras terletak pada permukaan tanah atau 2-3 meter di bawah
permukaan tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi dangkal.
 Kalau tanah keras terletak pada kedalaman sekitar 10 meter atau lebih di bawah
permukaan tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi tiang mini pile, pondasi
sumuran atau pondasi bored pile.
 Jika tanah keras terletak pada kedalaman 20 meter atau lebih di bawah permukaan
tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi tiang pancang atau pondasi bored pile.
2.4.2 Pekerjaan Sloof
Sloof adalah struktur dari bangunan yang terletak di atas pondasi dan memiliki fungsi
untuk meratakan beban pondasi. Fungsi lain yang tak kalah penting dari sloof adalah sebagai
pengunci dinding sehingga jika terjadi pergeseran tanah, maka dinding tidak mudah roboh.
Oleh karenanya, sloof bisa dibilang berfungsi untuk memikul beban dinding, sehingga
dinding tersebut duduk pada struktur yang kuat agar tidak terjadi penurunan dan pergerakan
yang bisa mengakibatkan dinding rumah menjadi retak atau pecah.

Fungsi sloof adalah sebagai pengunci dinding sehingga jika terjadi pergeseran tanah,
maka dinding tidak mudah roboh. Laman Expert Civil menjelaskan, fungsi sloof sangat
penting dalam struktur bangunan, yakni bertindak sebagai balok pengikat yang berguna untuk
menahan semua tegangan akibat eksentrisitas elemen vertikal (kolom) pada pondasi suatu
bangunan. Sloof juga berfungsi sebagai elemen pengikat untuk mengurangi panjang kolom
yang ditumpu dengan tanpa penyangga. Selain itu, fungsi terakhir dari sloof adalah penopang
dinding atau bagian partisi lainnya, serta sebagai elemen pengikat untuk melindungi
penurunan antara pondasi dan strata.
Oleh karenanya, tujuan pemakaian sloof adalah tak lain guna menahan beban yang ada di atas
pondasi seperti dinding, jendela, kusen untuk di salurkan ke ujung-ujungnya atau ke bagian
pondasi sehingga pondasi tidak langsung menerima beban dari atas. Berikut sejumlah fungsi
dari sloof, diantaranya:

 Sloof tidak menerima beban lantai dan bertindak sebagai elemen length-
breaking untuk kolom, dalam kondisi di mana lantai berada pada tingkat yang lebih
tinggi dari ketinggian umum.
 Sloof membawa kompresi aksial
 Sloof mentransfer beban kasau (kayu/bambu) ke kolom
 Sloof menghubungkan pondasi kolom atau tiang pancang
 Sloof menahan tulangan longitudinal pada posisi semula ketika beton dicor
 Sloof menjaga pijakan menyebar di posisinya masing-masing saat ada gempa bumi
 Sloof berfungsi sebagai grade beam yang mendistribusikan kembali beban vertikal
melalui momen dan geser pada saat terjadi penurunan
 Sloof berfungsi sebagai pijakan untuk menopang dinding dalam atau luar
 Sloof berfungsi sebagai grade beam di atas pondasi tiang untuk menyambung tiang-
tiang dan menopang bangunan di atasnya

2.4.3 Pekerjaan Kolom Lantai 1


1. Pekerjaan Konstruksi Kolom
Pada proyek Apartement kolom yang digunakan ada 2 bentuk, yaitu persegi dan silender.
Prosedur pelaksanaan pekerjaan kolom dalam proyek ini secara keseluruhan sama, meskipun
dimensi dan jumlah tulangan pada masing-masing tipe kolom [Link] teknis
pada pekerjaan kolom adalah sebagai berikut:
 Penentuan As kolom
Titik-titik dari as kolom diperoleh dari hasil pengukuran dan pematokan. Hal ini
disesuaikan dengan gambar yang telah direncanakan. Cara menentukan as kolom
membutuhkan alat-alat seperti: theodolit, meteran, tinta, sipatan dll.
Proses pelaksanaan:
o Penentuan as kolom dengan Theodolit dan waterpass berdasarkan shop
drawing dengan menggunakan acuan yang telah ditentukan bersama dari titik
BM (Bench Mark) Jakarta.
o Buat as kolom dari garis pinjaman
o Pemasangan patok as bangunan/kolom (tanda berupa garis dari sipatan).
o Pembesian kolom
Proses pekerjaan pembesian dalam proyek ini adalah sebagai berikut:
o Pembesian atau perakitan tulangan kolom adalah precast atau dikerjakan di
tempat lain yang lebih aman
o Perakitan tulangan kolom harus sesuai dengan gambar kerja.

o Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama. Sebelum pemasangan


sengkang, terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan utama dengan kapur.
o Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara tulangan
utama dan sengkang diikat oleh kawat dengan sistem silang.
o Setelah tulangan selesai dirakit, untuk besi tulangan precast diangkut dengan
menggunakan Tower Crane ke lokasi yang akan dipasang.
o Setelah besi terpasang pada posisinya dan cukup kaku, lalu dipasang beton
deking sesuai ketentuan. Beton deking ini berfungsi sebagai selimut beton.
 Penentuan As kolom
o Pemasangan Bekisting Kolom
o Pemasangan bekisting kolom dilaksanakan apabila pelaksanaan pembesian
tulangan telah selesai dilaksanakan.
Berikut ini adalah uraian singkat mengenai proses pembuatan bekisting kolom:
o Bersihkan area kolom dan marking posisi bekisting kolom.
o Membuat garis pinjaman dengan menggunakan sipatan dari as kolom
sebelumnya sampai dengan kolom berikutnya dengan berjarak 100cm dari
masing-masing as kolom.
o Setelah mendapat garis pinjaman, lalu buat tanda kolom pada lantai sesuai
dengan dimensi kolom yang akan dibuat, tanda ini berfungsi sebagai acuan
dalam penempatan bekisting kolom.
o Marking sepatu kolom sebagai tempat bekisting
o Pasang sepatu kolom pada tulangan utama atau tulangan sengkang.
o Pasang sepatu kolom dengan marking yang ada.
o Atur kelurusan bekisting kolom dengan memutar push pull.
o Setelah tahapan diatas telah dikerjakan, maka kolom tersebut siap dicor.
 Pengecoran Kolom
Langkah kerja pekerjaan pengecoran kolom adalah sebagai berikut:
o Persiapan pengecoran
Sebelum dilaksanakan pengecoran, kolom yang akan dicor harus benar-benar
bersih dari kotoran agar tidak membahayakan konstruksi dan menghindari
kerusakan beton.
o Pelaksanaan pengecoran
Pengecoran dilakukan dengan menggunakan bucket cor yang dihubungkan
dengan pipa tremi dengan kapasitas bucket sampai 0,9m3. Bucket tersebut
diangkut dengan menggunakan Tower crane untuk memudahkan pengerjaan.
o Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk
menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat
mengurangi mutu beton. Selama proses pengecoran berlangsung, pemadatan
beotn menggunakan vibrator. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan
rongga-rongga udara serta untuk mencapai pemadatan yang maksimal.

 Pembongakaran Bekisting Kolom


Setelah pengecoran selesai, maka dapat dilakukan pembongkaran bekisting. Proses
pembongkarannya adalah sebagai berikut:
o Setelah beton berumur 8 jam, maka bekisting kolom sudah dapat dibongkar.
o Pertama-tama, plywood dipukul-pukul dengan menggunakan palu agar lekatan
beton pada plywood dapat terlepas.
o Kendorkan push pull (penyangga bekisting), lalu lepas push pull.
o Kendorkan baut-baut yang ada pada bekisting kolom, sehingga
rangkaian/panel bekisting terlepas.
o Panel bekisting yang telah terlepas, atau setelah dibongkar segera diangkat
dengan tower crane ke lokasi pabrikasi awal.

Anda mungkin juga menyukai