Jenis , Fungsi, dan Cara Kerja Transistor
Oleh Admin_AlfStudio Juli 26, 2020 Posting Komentar
Banyak sekali orang yang tidak tahu bahwa transistor merupakan salah satu penemuan
paling revolusioner dalam sejarah dimana hampir semua peralatan elektronik
menggunakan transistor seperti Komputer, Televisi, Audio Amplifier, Ponsel, Audio
Player, konsol Game, Video Player, Power Supply dan lain-lain. Bahkan di dalam prosesor
yang kita kenal sekarang terdapat kurang lebih 2 miliar transistor.
Pengertian Transistor
Apa itu transistor? Transistor adalah sebuah komponen elektronika yang mempunyai
berbagai macam fungsi diantaranya sebagai saklar , penguat sinyal, osilator, modulator
dan sebagainya. Komponen elektronika ini terbuat dari bahan semikonduktor seperti
silikon.
Transistor juga menjadi dasar dari gerbang logika yang kita kenal sekarang
dimana kumpulan mosfet berubah menjadi IC ( Integrated Circuit ), dan kumpulan dari IC
berubah menjadi sebuah Mikroprosesor.
Simbol dan Jenis transistor
Secara garis besar transistor dibagi menjadi dua yaitu :
Transistor Bipolar / BJT (Bipolar Juction Transistor) dan Transistor Efek Medan / FET (Field
Effect Transistor)
Bipolar Transistor (BJT) terdiri dari :
NPN arti npn (Negatif - Positif - Negatif)
PNP arti pnp (Positif - Negatif - Positif)
Field Effect Transistor / Transistor Efek Medan terdiri dari :
JFET
MOSFET
UJT
Transistor selalu punya tiga 3 elektroda atau tiga kaki yaitu pada transistor BJT kaki
Basis, Emitor dan Kolektor sementara pada transitor Efek Medan yaitu kaki Gate, Source
dan Drain.
Fungsi Transistor
Sebagai saklar
Rangkaian di atas adalah salah satu rangkaian dasar transistor yang berfungsi sebagai
saklar. Seperti yang kita ketahui bahwa transistor memerlukan sebuah pemicu agar
dapat mengalirkan arus dan pemicu tsb adalah arus pada basis. Ketika basis dialiri arus
minimal (sesuai datasheet) maka kaki Emitor-Kolektor akan berfungsi sebagai saklar
tertutup dan mengalirkan arus sehingga lampu dapat menyala.
Sebagai penguat arus
Salah satu prinsip kerja dari transistor BJT adalah arus kecil pada basis akan berubah
menjadi besar pada colektor. Hal tersebut dikarenakan pada transistor terdapat indikator
Hfe/penguatan dimana setiap transistor mempunyai nilai Hfe yang berbeda - beda.
Misalkan pada suatu transistor mempunyai Hfe 100 maka ketika arus yang mengalir
pada basis adalah 0,6 ampere maka arus yang mengalir pada colector menjadi 6
ampere.
Sebagai penguat amplifier sinyal
Rangkaian amplifier adalah suatu rangkaian untuk mengkonversi sinyal berukuran kecil
menjadi sinyal berukuran besar. Dari sinyal tersebut yang dibesarkan adalah
amplitudonya. Pada rangkaian diatas mikrofon berfungsi untuk merubah energi suara
menjadi energi listrik. Sementara itu earphone atau speaker berfungsi untuk merubah
energi listrik menjadi suara.
Cara kerja transistor
1. Pada transistor Bipolar
Pada transistor BJT cara kerjanya adalah :
ouput yang mengalir dari Emitor ke Kolektor ditentukan oleh besarnya arus yang
mengalir ke basis. Pada datasheet biasanya sudah tertera berapa arus minimal
pada basis untuk membuat Emitor dan Kolektor berfungsi seperti saklar tertutup.
Untuk lebih detail lagi prinsip kerja dari transistor BJT adalah berdasarkan konsep dari
bias maju dan bias mundur pada dioda. Seperti terlihat pada gambar kedua sisi dari
transistor adalah N dimana akan selalu mengalami bias mundur jika dialiri sumber. Untuk
itu kita perlu trigger (pemicu) untuk membuat elektron dapat bergerak dan pemicu itu
adalah bias maju. Jadi pada sisi P dihubungkan sisi positif sumber sehingga terciptalah
bias maju dan membuat elektron bergerak.
Ketika elektron sudah bergerak maka itu akan men-trigger (memicu) untuk semua
elektron dapat bergerak sehingga sisa elektron akan bergerak ke arah sumber yang lain.
2. Pada transistor Efek Medan
Seperti namanya pada transistor ini cara kerjanya menggunakan prinsip gaya tarik
medan magnet. Jadi ketika Ketika G (Gate) mempunyai sebuah tegangan maka akan
timbul medan magnet seperti pada gambar di bawah.
Ketika tercipta sebuah medan magnet maka itu akan menjadi trigger untuk elektron
dapat bergerak dari kutup negatif (-) ke positif (+). Tegangan minimal Gate (G) untuk
bisa membuat Source (S) dan Drain (D) berfungsi seperti saklar tertutup disebut dengan
tegangan threshold atau tegangan ambang.
Karakteristik Transistor
Pada dasarnya transistor mempunyai tiga daerah kerja yang merupakan karakteristiknya
yaitu :
• Daerah Potong (cutoff):
Daerah cutoff atau potong adalah ketika transistor (daerah Emitor-Kolektor) tidak
mengalirkan arus karena pada daerah basis tidak diberi arus. Akibatnya, tidak terjadi
pergerakan elektron, sehingga transistor berfungsi sebagai saklar terbuka.
• Daerah Saturasi
Daerah saturasi adalah suatu keadaan dimana arus kolektor (IC) mencapai nilai
maksimum. Ketika transistor dalam keadaan saturasi (jenuh) maka transistor berfungsi
sebagai saklar tertutup.
• Daerah Aktif
Daerah kerja aktif adalah daerah kerja transistor yang "normal", dimana ketika arus
Kolektor (IC) konstan terhadap berapapun nilai VCE.
• Daerah Breakdown
Deerah breakdown merupakan daerah yang tidak boleh terjadi pada transistor karena
dapat menyebabkan kerusakan. Kondisi ini terjadi ketika tegangan pada VCE transistor
melebihi batas sesuai datasheet.
Cara mengukur transistor
Kita dapat mengukur atau memeriksa apakah transistor masih berfungsi dengan
menggunakan multimeter. Untuk menguji apakah transistor dalam keadaan baik kita
tinggal mengukur tahanan pada kaki Basis(B)-Emitor(E) dan kaki Kolektor(C) - Basis (B).
Disini kami menggunakan Multimeter analog maka :
Cara Mengukur Transistor PNP dan NPN
1. Atur Posisi Saklar pada Posisi OHM (Ω) x1k.
2. Hubungkan probe warna Merah pada kaki Basis (B) dan probe Hitam pada kaki
Emitor (E), Jika jarum bergerak ke kanan menunjukan nilai tertentu, berarti
terdapat resistansi pada resistor yang menandakan bahwa resistor masih
berfungsi.
3. Kemudian hubungkan Probe Hitam pada kaki Kolektor (C), jika jarum bergerak ke
kanan menunjukan nilai resistansi, berarti transistor masih berfungsi.