0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan15 halaman

Leasing

Dokumen ini membahas tentang leasing, termasuk pengertian, jenis-jenis leasing, dan analisis keputusan antara leasing dan membeli. Leasing adalah metode pembiayaan untuk menggunakan aset tanpa membeli, dengan dua pihak utama yaitu lessor dan lessee. Analisis dilakukan untuk menentukan alternatif terbaik antara leasing dan membeli berdasarkan perhitungan aliran kas dan nilai sekarang.

Diunggah oleh

anikaashaaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan15 halaman

Leasing

Dokumen ini membahas tentang leasing, termasuk pengertian, jenis-jenis leasing, dan analisis keputusan antara leasing dan membeli. Leasing adalah metode pembiayaan untuk menggunakan aset tanpa membeli, dengan dua pihak utama yaitu lessor dan lessee. Analisis dilakukan untuk menentukan alternatif terbaik antara leasing dan membeli berdasarkan perhitungan aliran kas dan nilai sekarang.

Diunggah oleh

anikaashaaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEASING

 Perkembangan kegiatan Leasing


 Pengertian leasing
 Jenis-Jenis leasing
 Keputusan leasing dibandingkan
dengan keputusan membeli
Perkembangan Kegiatan Sewa Guna usaha

• 25 September 1694 transaksi sewa guna usaha


mulai dipraktekan oleh Charles XI, yaitu
transaksi sewa guna usaha kapal
• Tahun 1877 sewa guna usaha pesawat telpon
oleh Bell Telephone Co.-USA; gerbong kereta
api oleh The Railroad Company Trust.
• IBM menggunakan cara leasing dan berhasil,
karena pembeli komputer merasa harga beli
sangat mahal dan risiko keusangan relatif besar.
• Di Indonesia lembaga leasing baru diijinkan
tahun 1974
Pengertian leasing

• Secara umum leasing dapat diartikan


pembiayaan peralatan/ barang modal
untuk digunakan pada produksi suatu
perusahaan baik secara langsung
maupun tidak langsung.
• Jadi leasing merupakan suatu cara untuk
dapat menggunakan suatu aktiva tanpa
harus membeli aktiva tersebut.
• Dua pihak utama yang terlibat dalam
leasing
• Lessor : pemilik aktiva
• Lessee : yang menggunakan aktiva
Jenis-jenis leasing
• Operating lease
– Lessor membeli peralatan kemudian
menyewakannya kepada lessee untuk jangka waktu
tertentu.
• Finance Lease
– Lessee menentukan sendiri jenis serta spesifikasi
dari peralatan yang dibutuhkan, kemudian
mengadakan negosiasi langsung dengan supplier
mengenai harga, serta lain-lain yang berkaitan
dengan pengoperasian peralatan. Lessor
membayar barang kepada supplier dan
menyewakannya kepada lessee
• Ada beberapa tipe Finance Lease
a. Sale and Leaseback
Lesse menjual peralatan yang dimiliki kepada lessor, kemudian
dilakukan kontrak lease atas peralatan yang sama antara lessor dan
lessee. Pembayaran rental sebesar harga peralatan saat dibeli
lessor ditambah keuntungan yang diperoleh lessor

b. Direct Lease
Disini perusahaan dapat menguunakan suatu aktiva tanpa harus
membeli aktiva tersebut, tetapi cukup menyewa aktiva tersebut di
produsennya.
c. Leveraged Leasing
Pada leverage lease, lessor hanya mebayar sebagian dari harga
peralatan sisanya meminjam dari pihak ketiga.
Langkah-langkah analisis untuk memilih leasing atau beli aktiva dengan
hutang

Alternatif Leasing (analisis cost of leasing)


• Mencari aliran kas keluar setelah pajak untuk setiap periode untuk
alternatif leasing
• menghitung present value dari aliran kas keluar berkaitan dengan
alternatif leasing

Alternatif Owning (analisis cost of owning)


• Mencari aliran kas keluar setelah pajak untuk setiap periode untuk
alternatif owning ( pembelian)
• Menghitung present value alternatif owning dengan menggunakan biaya
pinjaman setelah pajak sebagai tingkat diskonto rb = k (1-T)

• Menghitung NAL ( Net Advantage to Leasing)


NAL = PV cost of owning – PV cost of leasing)

NAL positif pilih leasing


NAL negatif pilih owning
CONTOH SOAL
PT. ASTAGA memiliki dua alternatif dalam membiayai peralatan
mesin barunya seharga Rp 60.000.000. tarif pajak sebesar
30 %
Alternatif pertama: Dengan leasing
lease payment setiap akhir tahun sebesar Rp 15.000.000.
Biaya pemeliharaan ditanggung lessor
Pada akhir masa leasing, lesse mau membeli aktiva dengan harga
Rp10.000.000

Alternatif kedua: Borrowing and buying


Perusahaan akan meminjam uang untuk jangka waktu 5 tahun.
Suku bunga pinjaman 10 %
Mesin akan didepresiasi dengan metode garis lurus selama 5
tahun.
Biaya pemeliharaan Rp 3.750.000 pertahun selama 5 tahun.
Tentukan alternatif mana yang dipilih
Alternatif Leasing

Mencari aliran kas keluar setelah pajak untuk


setiap periode untuk alternatif leasing

Aliran kas keluar setelah pajak setiap periode


untuk alternatif leasing.
Aliran kas keluar setelah pajak
= Rp 15.000.000 ( 1- T)
= Rp 15.000.000 ( 1- 30%)
= Rp 15.000.000 ( 0,70 )
= Rp 10.500.000
PV Cost of Leasing

Akhir Aliran Kas keluar PVIF (k= 7 %) Present value aliran


tahun setelah pajak rb =10% (1-30%)= 7 % kas keluar
( 1) (2) (3) = (1 ) x (2)

1 Rp 10.500.000 0,9346 Rp 9.813.300


2 Rp 10.500.000 0,8734 9.170.700
3 Rp 10.500.000 0,8163 8.571.150
4 Rp 10.500.000 0,7629 8.010.450
5 Rp 20.500.000*) 0,7130 14.616.500
PV cost Rp 50.182.100
of
leasing
• catatan*)Pengeluran kas untuk tahun kelima
sebesar Rp 20.500.000 , karena perusahaan
akan membeli aktiva tersebut dengan harga Rp
10.000.000 , berarti pengeluaran kas selain
untuk pembayaran leasing ( Rp 10.500.000 )
juga mengeluarkan dana untuk membeli aktiva
tersebut sebesar Rp 10.000.000 ( sehingga
pengeluaran kas menjadi Rp 10.000.000 + Rp
10.500.000 = Rp 20.500.000 )
Alternatif Owning
• Mencari aliran kas keluar setelah pajak untuk setiap periode untuk
alternatif owning ( pembelian)
• Aliran kas keluar setelah pajak setiap periode untuk alternatif owning
meliputi :
1. Besar biaya investasi awal tahun (Net purchase price) sebesar Rp
60.000.000
2. Besar biaya pemeliharaan (maintenance cost) : Rp 3.750.000
3. Penghematan pajak dari biaya pemeliharaan ( maintenance tax saving) :
tarif pajak X Biaya pemeliharaan
– 30% x Rp 3.750.000 = Rp 1.125.000
Hitung Besar biaya penyusutan *)
– Biaya penyusutan (dengan metode penyusutan garis lurus) =
Rp60.000.000/5= Rp 12.000.000
4. Penghematan pajak dari biaya penyusutan (Depresiasi tax saving) = tarif
pajak x biaya penyusutan
– 30 % x Rp 12.000.000 = Rp 3.600.000
5. Hitung Net cash flow : Biaya dikurang dengan penghematan pajak
[Link] PV net cash flow : arus kas x PVIF
• *) Catatan Penting: Biaya penyusutan ini
bukan merupakan aliran kas keluar tetapi
dapat menghemat pajak. Penghematan
pajak ini akan mengurangi besar aliran
kas keluar.
PV cost of owning

keterangan tahun
0 1 2 3 4 5
[Link] Purchase 60.000.000
price
[Link] 3.750.000 3.750.000 3.750.000 3.750.000 3.750.000
cost
[Link] (1.125.000) (1.125.000) (1.125.000) (1.125.000) (1.125.000)
tax saving
4. Depresiasi (3.600.000) (3.600.000) (3.600.000) (3.600.000) (3.600.000)
tax saving

[Link] Cash (975.000) (975.000) ( 975.000) ( 975.000) ( 975.000)


Flow
PVIF , 7 % 1 0,9346 0,8734 0,8163 0,7629 0,7130

[Link] net cash 60.000.000 (911.235) (851.565) ( 795.893) ( 743.828) (695.175)


flow

PV Cost of owning =60.000.000-3.998.696 = Rp 56.001.304


Net Advantage to Leasing (NAL)

• Menghitung NAL ( Net Advantage


to Leasing)
NAL = PV cost of owning – PV cost
of leasing)
NAL = Rp 56.001.304 - Rp 50.182.100
= Rp 5.819.204
NAL Positif : pilih alternatif
leasing

Anda mungkin juga menyukai