0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan55 halaman

Tugas RPP Produktif

Modul ajar ini berfokus pada pemeliharaan baterai kendaraan ringan untuk siswa kelas XI di SMK. Pembelajaran menggunakan pendekatan Problem Based Learning dan mencakup identifikasi kemampuan awal siswa, tujuan pembelajaran, serta langkah-langkah praktis dalam perawatan baterai sesuai dengan prosedur keselamatan. Siswa diharapkan dapat memahami dan menerapkan perawatan baterai dengan benar, serta menyelesaikan masalah terkait baterai dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Tohadi Cakto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan55 halaman

Tugas RPP Produktif

Modul ajar ini berfokus pada pemeliharaan baterai kendaraan ringan untuk siswa kelas XI di SMK. Pembelajaran menggunakan pendekatan Problem Based Learning dan mencakup identifikasi kemampuan awal siswa, tujuan pembelajaran, serta langkah-langkah praktis dalam perawatan baterai sesuai dengan prosedur keselamatan. Siswa diharapkan dapat memahami dan menerapkan perawatan baterai dengan benar, serta menyelesaikan masalah terkait baterai dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Tohadi Cakto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Ajar

Fase F

Pemeliharaan
Elektrikal Kendaraan

PERAWATAN BATERAI

KELOMPOK 1

Teknik Otomotif
PERANGKAT PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI
PEMBELAJARAN UJI KINERJA PPG
SMK .GADO-GADO.
KINERJA PPG
Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME
Kewarganegaraan
Kesehatan 1
Kemandirian
√ Kolaborasi
√ Komunikasi DEEP LEARNING
MODUL AJAR PENDEKATAN
√ Penalaran Kritis
ELEKTRIKAL KENDARAAN
Kreativitas RINGAN KELAS XI
A. Identitas
Mata Pelajaran : MAPEL PRODUKTIF
Kelas : XI
Semester/Tahun Pelajaran : Ganjil 2025/2026
Lingkup Materi : Perawatan Baterai
Waktu JP : 2 x 45 menit (2JP)
B. Perencanaan Pembelajaran Mendalam
1. Identifikasi
a. Identifikasi Persiapan : Melalui Asesmen awal yang telah dilakukan dapat
Peserta didik diketahui bahwa peserta didik di SMK ......... memiliki
pemahaman yang beragam tentang materi elektrikal
kendaraan ringan. Hasil asesmen awal ini digunakan
untuk memetakan kemampuan awal peserta didik
sehingga memudahkan dalam merancang aktivitas
berbeda sesuai dengan tingkat capaian dan
perkembangan peserta didik. Selama pembelajaran
peserta didik akan diberikan ruang lebih untuk bebas
mengeksplor dan dapat saling bekerja sama dalam
menentukan dalam permasalahan pada LKPD dengan
proses bantuan scaffolding yang berbeda sesuai
kelompok mulai berkembang, sedang berkembang,
dan mahir.

b. Karakteristik Materi Melalui pembelajaran ini peserta didik mendapatkan


Pelajaran pemahaman bermakna tentang perawatan baterai dan
dapat menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan
sehari-hari yang berkaitan dengan baterai. Sebelum
mempelajari materi ini peserta didik diharapkanmemiliki
kompetensi awal seperti memahami fungsi baterai dan
memahami jenis-jenis baterai
c. Dimensi Profil Lulusan

2. Dimensi Pembelajaran
a. Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan
perawatan baterai, Setiap pekerjaan dilakukan sesuai
Prosedur Operasional Standar (POS).Penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD) atau peraturan keselamatan kerja
yang berlaku.
b. Lintas Disiplin Ilmu Mekanik / Mechanic, dengan mempelajari perawatan
yang Relevan baterai dapat merawat baterai pada kendaraan ringan.
PIPAS
c. Tujuan Pembelajaran Melalui model Problem Based Learning dengan
pembelajaran berdiferensiasi, peserta didik dapat :
1. Memahami cara perawatan baterai sesuai dengan SOP
dengan menggunakan APD yang benar dan mengikuti
peraturan keselamatan kerja yang berlaku

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
2

2. Melakukan proses perawatan baterai sesuai dengan


SOP dengan menggunakan APD yang benar dan
mengikuti peraturan keselamatan kerja yang berlaku
3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan baterai
d. Topik Pembelajaran Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan baterai.
yang kontekstual
Perhatikan gambar berikut!

Tanpa adanya materi tentang perawatan baterai mekanik


tidak akan bisa menentukan usia baterai yang ada pada
kendaraan, karena dalam suatu kendaraan baterai
merupakan komponen utama sebagai sumber arus listrik.
Oleh karena itu perawatan sistem baterai sangat
dibutuhkan oleh mekanik sebagai acuan kondisi baterai,
apabila baterai mengalami kerusakan atau berkurangnya
kualitas voltase maka akan berpengaruh terhadap
kendaraan tersebut dan menjadi permsalahan bagi
kendaraan tersebut
e. Kerangka Pembelajaran
1) Praktik Pedagogik  Model Pembelajaran : Problem Based Learning
 Metode pembelajaran : diskusi, tanya jawab,
persentasi.
 Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran
Mendalam dan Pembelajaran Diferensiasi
2) Kemitraan Mitra kerjasama untuk berkolaborasi dan berperan dalam
Pembelajaran pembelajaran guru bidang IPAS dan orang tua
3) Lingkugan Belajar Peserta didik akan dipetakan tempat duduknya untuk
mempermudah guru dalam membimbing dan
mengunjungi dalam menyelesaikan permasalahan yang
ada pada LKPD.
4) Pemanfaatan Digital Pemaparan materi menggunakan Laptop dan LCD,
siswa membuka materi pelajaran dan mengerjakan kuis
dengan HP.

3. Pengalaman Belajar
A. Langkah-langkah Pembelajaran
Alokasi
Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Waktu
a. Kegiatan Awal 1) Guru membuka pelajaran dengan memberi 5 Menit
salam dan menyapa peserta didik.
(Berkesadaran – fokus, konsentrasi, dan
perhatian)
2) Guru meminta ketua kelas untuk memimpin
doa. (Berkesadaran – fokus, konsentrasi,
dan perhatian)
3) Guru menanyakan kabar dan mengecek
kehadiran peserta didik. (Berkesadaran –
fokus, konsentrasi, dan perhatian)

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
3

4) Guru meminta peserta didik untuk


menyiapkan diri kerapihan, kebersihan dan
perlengkapan belajar. (Berkesadaran –
fokus, konsentrasi, dan perhatian)
5) Guru menyampaikan topik yang akan
dipelajari yaitu perawatan baterai.
(Berkesadaran – fokus, konsentrasi, dan
perhatian)
6) Guru memotivasi peserta didik dengan
menyampaikan tujuan pembelajaran.
(Bermakna – pembelajar sepanjang hayat)
7) Guru menyampaikan tentang kegiatan yang
akan dilakukan peserta didik dalam
pembelajaran. (Menggembirakan – aktifitas
pembelajaran yang menarik)
8) Guru memberikan gambaran tebtabg
manfaat atau kegunaan mempelajari materi
perawatan baterai. (Bermakna –
Kontekstual)
9) Guru meberikan motivasi / ice breaking
untuk memberikan semangat kepada peserta
didik. (Menggembirakan – lingkungan
pembelajaran yang interktif)
10) Guru mengajukan pertanyaan kepada
peserta didik terkait materi baterai.
(Bermakna – Keterkaitan
dengan
materi
sebelumnya)(Bernalar Kritis)
b. Kegiatan Inti a. Memahami (Bermakna-Menggembirakan) 20 Menit
Fase 1: Orientasi 1) Guru menampilkan permasalahan
Kepada Masalah kontekstual dan melakukan pertanyaan
pematik yang berkaitan dengan materi
pada slide persentasi.
2) Guru memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengeksplorasi dan
menanggapi pertanyaan berkaitan dengan
permasalahan yang ditampilkan dengan
pemahaman peserta didik.
(Komunikasi)(Bernalar Kritis)
3) Guru memberikan orientasi terbimbing
kepada peserta didik berupa pertanyaan
dan materi yang akan diajukan.

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
4

Fase 2: 4) Guru Membagi kelompok berdasarkan nilai 5 Menit


Mengorganisasikan asesmen diagnostik kognitif peserta didik.
peserta didik untuk Kategori kelompok :
belajar  Kelompok mulai berkembang
 Kelompok sedang berkembang
 Kelompok mahir
5) Guru memetakan tempat duduk kelompok
6) Guru membuat LKPD Tipe A untuk
kelompok mulai berkembang, LKPD Tipe
B untuk kelompok sedang berkembang,
dan LKPD Tipe C untuk kelompok mahir.

7) Guru meminta peserta didik dari


perwakilan kelompok diarahkan untuk
mengambil LKPD dan mengunduh E-
Modul pada barcode yang telah
disediakan. (Kolaborasi)
8) Guru mempersilahkan peserta didik
membagi peran dan tanggung jawab dalam
proses diskusi dan penyelesaian masalah
pada LKPD. (Kolaborasi)
9) Gurumemberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengumpulkan
informasi dari berbagai sumber E-Modul
yang disediakan oleh guru.
Fase 3: Membimbing b. Mengaplikasi (Bermakna-mengembirakan) 20 Menit
penyelidikan 10) Guru memberikan kesempatan kepada
individual maupun peserta didik kerjasama kelompok untuk
kelompok berdiskusi dalam menyelesaikan
permasalahan pada LKPD.
11) Guru melakukan bimbingan sesuai dengan
kebutuhan peserta didik.

Fase 4: Menyajikan c. Merefleksi (Berkesadaran-Bermakna) 10 Menit


hasil penyelesaian 12) Guru meminta peserta didik untuk menulis
masalah hasil diskusi di LKPD.
13) Guru mempersilahkan kelompok
mempersentasikan hasil diskusi kelompok
sesuai dengan LKPDnya masing-masing
kelompok.
14) Guru menjadi fasilitator dan memberikan
apresiasi kepada peserta didik yang aktif
menyampaikan pendapat.

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
5

Fase 5: Menganalisis 15) Guru memberikan kesempatan kepada 25 Menit


dan Mengevaluasi kelompok lain untuk memberikan
Proses Pemecahan tanggapan pada hasil persentasi.
Masalah (Komunikasi) (Bernalar Kritis)
16) Guru memberikan Konfirmasi dan
penguatan materi dari hasil persentasi dan
diskusi kelompok.
17) Guru membimbing peserta didik untuk
menyimpulkan hal-hal penting dalam
mempelajari perawatan sistem baterai.
(Berfikir Kritis)
18) Guru meminta setiap kelompok untuk
mengumpulkan LKPD hasil diskusi
kelompok pada guru.
19) Guru meminta peserta didik untuk
menscan barcode Quiz.
c. Kegiatan Penutup 1) Guru melakukan refleksi dan umpan balik 5 Menit
kegiatan pembelajaran.
(Menggembirakan- Tercapainya
keberhasilan belajar)
2) Guru menyampaikan materi yang akan
dipelajari pada pertemuan berikutnya.
(Berkesadaran – Keingintahuan terhadap
pengetahuan dan pengalaman baru)

3) Guru menutup pembelajaran berdoa dan


Salam
Asesmen
a. Asesmen for learning  Lembar Kerja Peserta Didik
 Lembar Penilaian Sikap
 Lembar Penilaian Persentasi
b. Asesmen of learning Lembar Kuis
Refleksi Guru dan Peserta Didik
a. Refleksi Guru Refleksi guru dapat dilakukan oleh guru itu sendiri ataupun
pengamatan dari teman sejawat, serta dilaksanakan untuk
mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran. (Lembar Refleksi Guru Terlampir)
b. Refkleksi Pesetra Didik Refleksi Peserta didik dilakukan oleh seluruh peserta didik
untuk mengetahui perasaan dan pengalaman belajar peserta
didik terhadap kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan , dengan cara mengisi lembar refleksi yang
telah dibagian guru. (Lembar refleksi peserta didik
terlampir)
LAMPIRAN
1. Asesmen (as learning, for learning, of learning)
 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
 Lembar penilaian sikap
 Lembar penilaian persentasi
 Lembar Soal Quis
2. Lembar Refleksi Guru dan Peserta Didik
3. E-Modul
4. Media Ajar /Slide PPT

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
6

Mengetahui : Purwakarta, Juli 2025


Plt Kepala sekolah Guru Pengajar

Mbak berek mas broooo


NIP.

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
6

LAMPIRAN

LEMBAR
KERJA
PESERTA
DIDIK (LKPD)

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


7

SMK ................

TEKNIK T
I P W
OTOMOTIR
N E a
G M k
K E t
A L u
T I
H 2
XI A
R x
A
A 4
N 5

B M
A E
T N
E I
R T
A
I

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
A. TUJUAN :
Setelah selesai melakukan paktek
siswa diharapkan dapat :

1. Memeriksa baterai sesuai dengan


prosedur yang benar
2. Memelihara baterai sesuai
dengan prosedur yang benar
3. Mengisi baterai sesuai dengan
prosedur yang benar
B. KESELAMATAN KERJA :
1. Jangan merokok atau membuat
bunga api unutk menghindari
bahaya meledak
2. Jika terjadi percikan cairan baterai
pada kulit atau pakaian segera
bilas dengan air
3. Jangan meletakkan kunci-kunci di
atas baterai untuk menghindari
agar tidak terjadi hubungan
singkat
C. ALAT DAN BAHAN KERJA
1. Baterai 12 V 5.
Air aki
2. Hidrometer 6.
Air
3. Tang 7.
Ember
4. Sikat pembersih
D. DASAR TEORI
Accu terdiri dari suatu bak ebonite
atau plastic. Bak ini dibagi menjadi
beberapa kamar (cell). Setiap sell
mempunyaitegangan 12 Volt. Maka
accu 6 V, terdiri dari 3 cell,
sedangakan accu 12 V, terdiri dari 6
cell

Accu mempunyai 2 buah kutub yaitu:

a. Kutub Positiva yang diberitanda +


= P = warna merah
b. Kutub Negative yang diberi tanda – = N = warna tak tentu, misalnya kuning atau
hijau Setiap cell accu berisi :

a. Plat-plat Positive, warna coklat,


dibuat dari timah hitam peroxyd
(PbO2).
b. Plat-plat Negative , warna abu-abu
muda, dibuat dari timah hitam
murni (Pb).
c. Antara plat-plat positive dan
negative diberi sekat dari fiber
atau glass woll.
d. Zat cair yaitu:
Accu zuur (H2SO4) = asam belerang encer gunanya untuk zat perantara aliran listrikdari palt-plat
positive dan plat-plat negative. Kecuali itu juga sebagai pemroses terjadinya penyimpangan dan
pengeluaran arus listrik.

E. LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat dan bahan ditempat
terbuka/ ruangan berventilasi
cukup
2. Periksa secara visual keadaan
PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA
PPG
baterai
3. Periksa tegangan menggunakan
multitester
4. Lakukan pengukuran berat jenis
cairan elektrolit
a. Buka tutup sel baterai. Bila terdapat uap gas pada sel baterai, biarkan uap keluar hingga sel
bateraibebas dari gas sebelum dilakukan pemeriksaan
b. Sipkan ujung hidrometer pada lubang salah satu baterai. Pijat karet penghisap dan bebaskan
secara perlahan hingga elektrolit masuk pada hidrometer. Pegang hidrometer secara vertikal
sehingga pelampung didalamnya tidak menyentuh/ menempel pada kaca. Goncangkan dengan
hati-hati bila penampung menyentuh/ menempel pada kaca hidrometer.
c. Baca penunjukan berat jenis elektrolit pada hidrometer. Yakinlah bahwa dalam pembacaan mata
kita harus lurus sejajar dengan penunjukan elektrolit
d. Kembalikan elektrolit yang sudah diperiksa pada sel baterai semula, lakukan untuk semua sel
baterai. Diskusikan bila ada perbedaan berat jenis pada setiap sel
e. Jika pemeriksaan berat jenis selesaipasang kembalitutup sel dan bersihkanbaterai dari cairan
elektrolit. Cucihidrometer dengan air bersih.
f. Bandingkan hasil pengukuran
dengan standar pengujian
baterai diskusikan bila ada
perbedaan
g. Berapa jam yang dibutuhkan
untuk pengisian lambat

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
8

F. TUGAS
1. Catat Semua Hasil Diskusi
2. Bagaimana Cara Merawat Aki
3. Apa Saja penyebab kerusakan baterai

PELATIHAN PEMBELAJARAN MENDALAM


9

SMK NEGERI 3 LINGGABUANA PURWAKARTA

TEKNIK JOB
TINGKAT XI PEMELIHARAAN BATERAI
OTOMOTIF 2 x 45 MENIT

DATA PRAKTEK

PERAWATAN BATERAI

Nama siswa :

Kelompok :

1. Keadaan visual
Ketinggian cairan elektrolit : kurang/ tepat/ lebih

Keadaan terminal : bagus/ terjadi korosi

Normalisasi batrai...............................(artikan)

2. Tegangan baterai.......................................v
3. Berat jenis cairan elektrolit
Baterai sel 1 =...............kg/l

sel 2 =....................kg/l

sel 3 =....................kg/l

sel 4 =....................kg/l

sel 5 =....................kg/l

sel 6 =....................kg/l

4. Waktu yang dibutuhkan pengisian lambat


kondisi kapasitas pengeluaran (Ah)
Lama pengisian (h)  Arus pengisian (A) (1,2 s/d1,5)

Ah = kapasitas baterai x prosesntase pemakaian Misal =

kapasitas baterai 40 Ah

= Berat jenis 1,16 kg/l (lihat grafik hubungan BD elektrolit dengan kapasitas baterai). Didapat
pengeluaran 50 %.

50%x 40 Ah = 20 Ah
1
A = Arus pengisian maksimumunutk pengisian lambat harus kurang dari kapasitas baterai
10
Misal = Kapasitas baterai 40 Ah
1
= x 40 = 4 A atau kurang
10
20
h =x (1,2 s/d 1,5)
4
= 5 x 1,2 s/d 5 x 1,5

= 6 s/d 7,5 jam

Catatan : ……………………………………………………………………….........................................................

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
10

LAMPIRAN

LEMBAR
PENILAIAN

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


11

LAMPIRAN
A. Asesmen Formatif
a. Penyusuna Penilaian

Materi Level
M I Item Soal
Pokok Kognitif
a n
p d
e i
l k
a
t
o
r
Elektrikal Peserta didik P Perhatikan Gambar Berikut ! C2
Kendaraa dapat e
Ringan Memahami r
cara perawatan a
baterai w
a
t
a
n

B
a
t
e
r
a
i
Sebutkan nama perawatan
pada baterai yang terdapat
p
a
d
a

n
o
m
o
r

g
a
m
b
a
r

d
i
a
t
a
s

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
?
Peserta didik J C3
dapat e
Melakukan l
proses a
perawatan s
baterai k
a
n

j
e
n
i
s

p
e
m
e
r
i
k
s
a
a
n
a
p
a

s
a
j
a

y
a
n
g

p
e
r
l
u

d
i
l
a
k
u
k
a
n

p
a
d
a

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
b
a
t
e
r
a
i

?
J C3
e
l
a
s
k
a
n

B
a
g
i
a
n
-
b
a
g
i
a
n
baterai yang perlu
mendapatkan pemeriksan
secara visual ?
Perhatikan Gambar berikut ! C3

Jelaskan bagaimana cara


mengukur teganga pada
baterai menggnakan
avometer ?

Peserta didik Suatu pagi hari, Pak Guru C4


Menyelesaikan hendak pergi kesekolah
masalah yang dengan menggunakan mobil,
berkaitan tetapi dikarenakan mobil
dengan baterai sudah tidak dipakai selama 1
bulan ketika hendak distarter,
mobil tersebut tidak bisa
nyala. Kondisi sekring tidak
putus, kondisi starter dan
pengisian masih baik. Apa
yang menyebabkan
kendaraan pak guru tidak
PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA
PPG
bisa hidup ? Langkah apa
yang harus dilakukan !

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
12

b. Kisi-kisi Penulisan Soal


KISI-KISI
Mata pelajaran : Elektrikal Kendaraan Ringan
Fase/Kelas : F / XI
Topik : Perawatan Baterai
Teknik Asesmen : Tes tertulis
Bentuk soal/Tes : Uraian
Instrumen Asesmen : Rubrik

Materi Bentuk Nomor


No Capaian IPK Indikator Soal Level
Pokok Soal Soal
1 Pada akhir fase F, Peserta didik Perawatan Diberikan C2 Uraian 1
peserta didik dapat Baterai Gambar
mampu melakukan memahami baterai peserta
perawatan baterai, cara didik dapat
Setiap pekerjaan perawatan memahami
dilakukan sesuai baterai perawatan
Prosedur baterai
Operasional
Standar
(POS).Penggunaan
Alat Pelindung
Diri (APD) atau
peraturan
keselamatan kerja
yang berlaku.
2 Peserta didik Diberikan C3 2
dapat jenis-jenis
melakukan pemeriksaan
proses yang
perawtan diperlukan
baterai pada baterai,
peserta didik
dapat
menjelaskan
jenis-jenis
pemeriksaan
yang
diperlukan
pada baterai
3 Diberikan C3 3
bagian-bagian
baterai yang
perlu
mendapatkan
pemeriksaan
secara visual,
peserta didik
dapat
menjelaskan
bagian-bagian
baterai uang
perlu
mendapatkan
pemeriksaan
secara visual

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
13

4 Diberikan C3 4
gambar tentang
pengecekan
tegangan
baterai
menggunakan
avometer
peserta didik
dapat
menjelaskan
cara mengukur
tegangan pada
baterai
menggunakan
Avometer
5 Peserta didik Diberikan C4 5
dapat permasalahan
menyelesaikan kontekstual,
masalah Peserta didik
kontekstual dapat
yang berkaitan menyelesaiakan
dengan baterai masalah yang
berkaitan
dengan baterai

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
14

c. Kartu Soal
KARTU SOAL NOMOR 1
(URAIAN)
Mata Pelajaran : Elektrikal Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / 1
Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan perawatan baterai,
Setiap pekerjaan dilakukan sesuai Prosedur Operasional Standar
(POS).Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) atau peraturan
keselamatan kerja yang berlaku.
Materi Perawatan Baterai
Indikator Soal Diberikan Gambar baterai peserta didik dapat memahami perawatan
baterai.
Level Kognitif C2
Perhatikan Gambar Berikut !

Sebutkan nama perawatan pada baterai yang terdapat pada nomor gambar diatas ?

KARTU SOAL NOMOR 2


(URAIAN)
Mata Pelajaran : Elektrikal Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / 1
Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan perawatan baterai,
Setiap pekerjaan dilakukan sesuai Prosedur Operasional Standar
(POS).Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) atau peraturan
keselamatan kerja yang berlaku.
Materi Perawatan Baterai
Indikator Soal Diberikan jenis-jenis pemeriksaan yang diperlukan pada baterai, peserta
didik dapat menjelaskan jenis-jenis pemeriksaan yang diperlukan pada
baterai
Level Kognitif C3
Jelaskan jenis pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan pada baterai ?
KARTU SOAL NOMOR 3
(URAIAN)
Mata Pelajaran : Elektrikal Kendaraan
Ringan Kelas/Semester : XI / 1
Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan perawatan baterai,
Setiap pekerjaan dilakukan sesuai Prosedur Operasional Standar
(POS).Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) atau peraturan
keselamatan kerja yang berlaku.
Materi Perawatan Baterai
Indikator Soal Diberikan bagian-bagian baterai yang perlu mendapatkan pemeriksaan
secara visual, peserta didik dapat menjelaskan bagian-bagian baterai uang
perlu mendapatkan pemeriksaan secara visual
Level Kognitif C3
Jelaskan Bagian-bagian baterai yang perlu mendapatkan pemeriksan secara visual ?

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
15

KARTU SOAL NOMOR 4


(URAIAN)
Mata Pelajaran : Elektrikal Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / 1
Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan perawatan baterai,
Setiap pekerjaan dilakukan sesuai Prosedur Operasional Standar
(POS).Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) atau peraturan
keselamatan kerja yang berlaku.
Materi Perawatan Baterai
Indikator Soal Diberikan gambar tentang pengecekan tegangan baterai menggunakan
avometer peserta didik dapat menjelaskan cara mengukur tegangan pada
baterai menggunakan avometer.
Level Kognitif C3
Perhatikan Gambar Tersebut

Jelaskan bagaimana cara mengukur teganga pada baterai menggnakan avometer ?


KARTU SOAL NOMOR 5
(URAIAN)
Mata Pelajaran : Elektrikal Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / 1
Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan perawatan baterai,
Setiap pekerjaan dilakukan sesuai Prosedur Operasional Standar
(POS).Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) atau peraturan
keselamatan kerja yang berlaku.
Materi Perawatan Baterai
Indikator Soal Diberikan permasalahan kontekstual, Peserta didik dapat menyelesaiakan
masalah yang berkaitan dengan baterai.
Level Kognitif C4
Suatu pagi hari, Pak Guru hendak pergi kesekolah dengan menggunakan mobil, tetapi dikarenakan
mobil sudah tidak dipakai selama 1 bulan ketika hendak distarter, mobil tersebut tidak bisa nyala.
Kondisi sekring tidak putus, kondisi starter dan pengisian masih baik. Apa yang menyebabkan
kendaraan pak guru tidak bisa hidup ? Langkah apa yang harus dilakukan !

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
16

d. Rubrik Penskoran dan Penilaian


No
Alternatif Jawaban Skor
Soal
1 Diketahui 3

Pertanyaan :
Sebutkan nama perawatan pada baterai yang
terdapat pada nomor gambar diatas ?

Penyelesaian :
1. Pemeriksaan kabel terhadap lecet/luka,
sambungan dan lain-lain
2. Pemeriksaan terhadap kekencangan
pemegang atas dudukan baterai.
3. Pemeriksaan konektor atau klem baterai
terhadap kekendoran, korosi atau karat
4. Pemeriksaan jumlah elektrolit baterai
5. Pemeriksaan pada case / Rumah baterai
terhadap keretakan
2 Pertanyaan : 4
Jelaskan jenis pemeriksaan apa saja yang perlu
dilakukan pada baterai ?

Penyelesaian :
Jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan pada
baterai adalah pemeriksaan secara visual,
pemeriksaan berat jenis elektrolit dan pemeriksaan
Tegangan voltase pada baterai
3 Pertanyaan : 4
Jelaskan bagian-bagian baterai yang perlu
mendapatkan pemeriksaan secara visual.

Penyelesaian :
Bagian-bagian yang perlu pemeriksaan secara
visual terhadap baterai yaitu
1. Kotak Baterai
Pastikan kotak baterai tidak terdapat
retakan agar tidak terjadi kebocoran cairan
elektrolit
2. Sel-sel, terminal dan konektor
Pastikan terminal positif dan negativ tida
terdapat korosi yang menyebabkan
terhambatnya tegangan pada baterai.
3. Jumlah elektrolit
Pastikan jumlah cairan elektrolit berada
diantara Lower Level dan Upper Level,
dimana cairan tersebut jangan sampai

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
17

dibawah Lower Level atau melebihi batas


Upper Level.
4. Kabel Baterai
Pastikan Kabel baterai yang positf dan
negatif terbebas terhadap lecet.
5. Pemegang Baterai
Pastikan pemegang baterai dapat menehan
baterai dari guncangan yang dialami pada
kendaraan tersebut.
4 Diketahui 4

Pertanyaan :
Jelaskan bagaimana cara mengukur teganga pada
baterai menggnakan avometer ?

Penyelasaian :
Pada setiap sell baterai menghasilkan tegangan 2,1
volt. Apabila baterai mempunyai 6 buah sel maka
baterai akan menghasilkan tegangan 12,6 volt.
Untuk pemeriksaan tegangan baterai dapat
dilakukan dengan menggunakan volt meter.
Prosedur pengukurannya adalah dengan memasang
colok ukur pada terminal baterai dan avometer
akan menunjukkan tegangan baterai.

5 Pertanyaan : 5
Suatu pagi hari, Pak Guru hendak pergi kesekolah
dengan menggunakan mobil, tetapi dikarenakan
mobil sudah tidak dipakai selama 1 bulan ketika
hendak distarter, mobil tersebut tidak bisa nyala.
Kondisi sekring tidak putus, kondisi starter dan
pengisian masih baik. Apa yang menyebabkan
kendaraan pak guru tidak bisa hidup ? Langkah apa
yang harus dilakukan !

Penyelesaian :
Penyebab yang menyebabkan kendaraan Pak Guru
tidak bisa distater yaitu tegang voltase drop,
Langkah selanjutnya yaitu melakukan pemeriksaan
secara visual terhadap baterai tersebut, melakukan
Charge terhadap baterai tersebut biar optimal
kembali dan melakukan pemeriksaan kuantitas
cairan elktrolit bila diperlukan isi kembali cairan
elektrolit apabila cairan elektrolit mengalami
pengurangan.

Nilai = total skor x 5 = 20 x 5 = 100

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
18

B. Asesmen As Learning
B.1 Lembar Penilaian Sikap
1. Penyusunan Penilaian
Kriteria
Indikator Memerlukan Mulai Sangat
Berkembang
Bimbingan Berkembang Berkembang
Gotong Terlihat pasif Sedikit pasif Aktif saat Sangat aktif
Royong saat diskusi dalam diskusi saat diskusi
bekerjasama kelompok kelompok
Bernalar Memerlukan Sedikit malu Menyampaikan Mampu
Kritis arahan pendidik dalam pendapat menyampaikan
untuk menyampaikan dengan bahasa pendapat dan
menyampaikan pendapat dan jelas, tetapi saran dengan
pendapat dan saran terhadap belum bahasa yang
saran terhadap suatu memperbaiki jelas, sopan
suatu permasalahan saran/masukan sesuai dengan
permasalahan masalah
Kreatif Selalu meminta Sedikit Menciptakan Menciptakan
bantuan orang mendapatkan ide baru dalam berbagai ide
lain untuk bantuan dari mengerjakan baru dalam
menciptakan orang lain tugas dari guru mengerjakan
ide baru dalam untuk tanpa bantuan tugas tanpa
mengerjakan menciptakan dari orang lain bantuan dari
tugas dari guru ide baru dalam orang lain
mengerjakan
tugas dari guru
Mandiri Selalu meminta Menyelesaikan Menyelesaikan Mampu
bantuan orang tugas dari tugas dari menyelesaikan
lain untuk pendidik pendidik tanpa tugas tanpa
menyelesaikan dengan sedikit bantuan berbantuan
tugas bantuan orang dari orang lain orang lain
lain

Keterangan :
1 = Memerlukan bimbingan
2 = Mulai Berkembang
3 = Berkembang
4 = Sangat berkembang
Penskoran Observasi Penilaian Sikap
Nilai Maksimal = 4 + 4 + 4 + 4 = 16
Skor yang diperoleh
Nilai = Skor maksimal x 100

Kategori :

Sangat Baik 91-100


Baik 83-90
Cukup 75-82
Perlu Bimbingan <75

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
19

2. Daftar Penilaian Sikap

Daftar Penilaian Sikap Kelas XI


Kelas :
Materi :
Pertemuan Ke- :
Hari, Tanggal :

Nama Gotong Bernalar


Kreatif Mandiri Jumlah
No Peserta Royong Kritis Ket.
Skor
Didik 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
20

B.2 Lembar Penilaian Diskusi dan Presensi

Penilaian Diskusi Dan Persentasi

1. Rubrik Penilaian Diskusi dan Persentasi

Aspek yang Deskriptor (Skor)


dinilai 0 1 2 3
Tidak Sangat Kurang Bekerjasama
Kerjasama bekerjasama individual bekerjasama dengan baik
dalam dengan baik hanya dengan dengan teman-
sesama dengan bekerjasama kelompoknya temannya dan
anggota anggota dengan satu menjadi
kelompok kelompok orang fasilitator bagi
kelompoknya
Tidak bisa Tidak Kurang Menguasai materi
menguasai menguasai menguasai materi dengan baik dan
materi materi dan dan tidak tersusun, tidak
Penguasan persentasi membaca buku dengan membaca
Materi berisi buku
kutipan teori
yang
dibacakan
Tidak Menyampaik Menyampaikan Menyampaikan
menyampaik an materi materi tanpa materi tanpa
Penyampai an materi tetapi textbook tetapi textbook dan bisa
an materi tetxtbook bisa mengkomunikasi
mengkomunikasi kan dengan baik
kan dengan baik
Tidak Kurang Kurang percaya Percaya diri dan
percaya diri percaya diri diri tetapi bisa dapat
sehingga sehingga menyampaikan menyampaikan
Kepercaya
tidak dapat tidak bisa materi cukup baik materi dengan
an diri
menyampaik menyampaik baik
an materi an materi
dengan baik

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
21

Lembar Penilaian Diskusi dan Persentasi


Hari/Tanggal :
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
Topik/Materi :

Aspek Yang Dinilai


Nama Peserta
No Penguasan Penyampaian Percaya Skor
Didik Kerjasama
Materi Materi Diri
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
22

LAMPIRAN

LEMBAR
REFLEKSI GURU
REFLEKSI
SISWA

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


23

Lampiran
Lemb
ar
Reflek
si
Guru

Nama Guru :
Mata Pelajaran :
Materi :
Kelas :

 Apakah pembelajaran yang saya


lakukan telah sesuai dengan apa
yang saya rencanakan
?
Jawab :

 Apakah semua peserta didik aktif ?


Jawab :

 Apakah 100 % siswa mencapai tujuan pembelajaran? Jika tidak, berapa % kira-kira
yang mencapai tujuan pembelajaran?
Jawab :

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
24

Lembar Refleksi Peserta Didik

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
25

LAMPIRAN

MATERI
AJAR E-
MODUL

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


26

E-MODUL
PERAWATAN BATERAI

MATERI AJAR

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
27

PERAWATAN BATERAI

a. Uraian Materi
Baterai harus diperiksa secara periodik dan diuji kemampuannya.
Terdapat 3 kelompok pemeriksaan baterai yang sering dilakukan, yaitu:
Pemeriksaan Visual, Pemeriksaan elektrolit, Pemeriksaan tegangan

1) Pemeriksaan Visual Baterai


Bagian-bagian dari baterai yang perlu mendapatkan pemeriksaan
visual meliputi :

a) Kotak baterai
Kotak baterai sering mengalami kerusakan yang dapat didentifikasi
secara visual, jenis kerusakan kotak baterai antara lain: kotak retak
akibat benturan, mengembang akibat over charging, bocor akibat
keretakan atau mengembang.

Gambar 1.1 Kotak Baterai / Accu

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
28

Gambar 1.2 Pemeriksaan Bagian Baterai Secara Visual

b) Sel- sel baterai


Sel baterai sering mengalami gannguan yaitu sell yang
mengembang akibat over charging maupun mengkristal dan sel
yang rontok karena getaran, kualitas yang kurang baik maupun
usia baterai.
c) Terminal baterai dan konektor kabel
Terminal baterai dan konektor merupakan bagian baterai yang
sering mengalami kerusakan, bentuk kerusakan paling banyak
adalah korosi yang disebabkan oleh uap elektrolit baterai maupun
panas akibat kenektor kendor atau kotor.
d) Jumlah elektrolit
Jumlah elektrolik perlu diperiksa secara periodik. Bila pengisian
berlebihan (over charging) maka elektrolit cepat berkurang karena
penguapan berlebihan. Pemeriksaan jumlah elektrolit dapat dilakukan
dengan cepat karena kotak dibuat dari plastic transparant. Jumlah
elektrolit harus berada diantara garis

Upper Level dan Lower Level.

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
29

e) Kabel Baterai
Kabel baterai dialiri arus yang sangat besar, saat mesin distarter
besar arus dapat mencapai 250 – 500 A, tergantung dari daya
motor starter, dengan arus sebesar itu kabel akan panas. Panas pada
kabel menyebabkan sifat elastis kabel menurun, isolator muda
pecah dan terkupas, hal ini terjadi terutama pada isolator dekat
dengan terminal baterai.
f) Pemegang Baterai
Pemegang baterai harus dapat mengikat baterai dengan kuat agar
goncangan baterai dapat dihindari, sehingga usia baterai dapat
lebih lama. Gangguan pada pemegang baterai antara lain kendor
akibat mur pengikat karat untuk itu lindungi mur dengan
mengoleskan vaselin/ grease.
2) Pemeriksaan Elektrolit
Jumlah elektrolit baterai harus selalu dikontrol, jumlah yang baik
adalah diantara tanda batas Upper Level dengan Lower Level. Jumlah
elektrolit yang kurang menyebabkan sel baterai cepat rusak, sedang
jumlah elektrolit berlebihan menyebabkan tumpahnya elektrolit saat
batarai panas akibat pengisian atau pengosongan berlebihan. Akibat
proses penguapan saat pengisian memungkinkan jumlah elektrolit
berkurang, untuk menambah jumlah elektrolit yang kurang cukup
dengan menambah H2O atau terjual dengan nama Air [Link]
elektrolit cepat berkurang dapat disebabkan oleh overcharging, oleh
karena bila berkurangnya elektrolit tidak wajar maka periksa dan
setel arus pengisian. Keretakan baterai dapat pula menyebabkan
elektrolit cepat berkurang, selain itu cairan elektrolit dapat mengenai
bagian kendaraan, karena cairan bersifat korosif maka bagian
kendaraan yang terkena elektrolit akan korosi.

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
30

Langkah melakukan pengukuran elektrolit baterai adalah:


a) Lepas terminal baterai negatif.
b) Lepas sumbat baterai dan tempatkan dalam wadah agar
tidak tercecer.
c) Masukkan thermometer pada lubang baterai.
d) Masukkan ujung hydrometer ke dalam lubang baterai.
e) Pompa hidromenter sampai elektrolit masuk ke
dalam hydrometer dan pemberat terangkat.
f) Tanpa mengangkat hydrometer baca berat jenis elektrolit
baterai dan baca temperature elektrolit baterai.
g) Catat hasil pembacaan, lakukan hal yang sama untuk sel
baterai yang lain.

Gambar 1.3. Memeriksa Elektrolit


Seperti yang telah diterangkan dalam kegiatan belajar 2, rumus untuk
mengkoreksi hasil pengukuran adalah:
S 20 ºC = St + 0,0007 x (t - 20)
S 20 ºC = berat jenis pada temperatur
20 ºC St = Nilai pengukuran berat jenis
T = Temperatur elektrolit saat pengukuran

Contoh:
Tentukan berat jenis baterai bila hasil pengukuran pada
temperatur 0ºC, menunjukkan berat jenis 1,260.
S 20 ºC= St + 0,0007 x t - 20)
= 1,260 + 0,0007 x ( 0 – 20)
= 1,260 – 0,0014
= 1,246

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
31

Tindakan yang harus dilakukan terkait hasil pengukuran elektrolit adalah


sebagai berikut:
Tabel 1. Tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil pengukuran
berat jenis elektrolit

HASIL TINDAKAN
PENGUKURAN
1.280 Atau lebih Tambahkan air suling agar berat jenis
berkurang
1.220 – 1.270 Tidak Perlu Tindakan
1.210 atau kurang Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis.
Bila masih dibawah 1.210 ganti baterai.
Perbedaan antar sel Tidak perlu tindakan
kurang dari 0.040
Perbedaan berat jenis Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis.
antar sel 0.040 atau Bila berat jenis antar sel melebihi 0.030,
lebih setel berat jenis. Bila tidak bisa dilakukan,
ganti baterai

Terdapat beberapa produsen baterai menggunakan indicator berat


jenis baterai yang menjadi satu kesatuan dengan sumbat baterai, atau
dipasang satu indicator tersendiri. Adanya indicator berat jenis baterai
membuat perawatan lebih mudah, karena saat perawatan
pemeriksaan berat jenis membutuhkan waktu yang cukup lama, dan
bila tidak dilakukan degan hati-hati elektrolit dapat tumpah/ menetes
pada kendaraan.
Indikator pada baterai jenis ini mempunyai 3 warna, yaitu:
a) Warna hijau (green) , sebagai indikasi baterai masih baik
b) Warna hijau gelap (dark green) , sebagai indikasi baterai
perlu diperiksa elektrolitnya dan diisi
c) Kuning (yellow), sebagai indikasi baterai perlu diganti.

Gambar 1.4 Baterai Dengan Indicator Berat Jenis

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
32

2)Pemeriksaan tegangan baterai


Pada setiap sell baterai menghasilkan tegangan 2,1 volt. Apabila
baterai mempunyai 6 buah sel maka baterai akan menghasilkan
tegangan 12,6 volt. Untuk pemeriksaan tegangan baterai dapat
dilakukan dengan menggunakan volt meter. Prosedur pengukurannya
adalah dengan memasang colok ukur pada terminal baterai dan
avometer akan menunjukkan tegangan baterai. Disamping itu dapat
juga dilakukan pengukuran tegangan pada masing-masing sel dengan
menggunkaan sell tester. Pada sel tester akan terbaca tegangan pada
masing- masing sel sehingga dapat diketahui sel mana yang rusak
apabila terjadi kerusakan pada sel baterai.

Gambar 1.5 Mengukur Tegangan Baterai

Pengisian baterai
Dari pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai dapat diketahui kondisi
penyimpanan arus listrik pada baterai. Apabila berat jenis baterai
berkurang maka perlu dilakukan pengisian ulang pada baterai yaitu
dengan melakukan proses Charging. Penentuan besar arus dan lama
waktu yang dibutuhkan untuk pengisian baterai dapat diketahui
melalui data hasil pengukuran berat jenis elektrolit. Hubungan berat
jenis dan kapasitas adalah sebagai berikut:

Gambar 15. Grafik Hubungan Berat Jenis Dengan Kapasitas Baterai

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
33

Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui prosentase kondisi baterai


atau tingkat kehilangan listrik. Dengan demikian dapat diketahui
bahwa perubahan berat jenis elektrolit mempengaruhi kapasitas
baterai.
Contoh :
Sebuah baterai berkapasitas 50 AH dengan berat jenis terkoreksi pada
suhu 200C adalah 1,18. Besarnya kehilangan muatan adalah sebesar
40%. (lihat grafik).

Pengisian / Charging
Pengisian baterai dapat dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu:

a. Pengisian Normal
b. Pengisian Cepat
Pengisian Normal
Pengisian normal adalah pengisian dengan besar arus yang normal,
besar arus pengisian normal sebesar 10 % dari kapasitas baterai.
Contoh baterai 100 AH maka besar arus pengisian 100 x 10/100 = 10
Amper.

Untuk menentukan lamanya waktu pengisian dapat digunakan rumus


seperti berikut :

Tingkat kehilangan muatan (AH)


Waktu pengisian = X 1,2 ~1.5
Besar arus pengisian

Nilai 1,2 ~ 1.5 adalah faktor koreksi terhadap hambatan- hambatan


yang ditimbulkan oleh penghantar serta perubahan temperature akibat
pengisian.

Contoh:
Hasil pengukuran baterai dengan kapasitas 100 AH menunjukan berat
jenis 1,18 pada temperature 20 ºC. Apabila data ini dibandingkan
dengan grafik hubungan berat jenis dengan kapasitas diketahui
bahwa pada saat itu energi yang hilang dan perlu perlu diisi sebesar
40 %. atau sebesar:

100 x 40% = 40 AH.


Besar arus pengisian normal adalah : 10% X 100AH = 10 Amper
Waktu pengisian yang dibutuhkan adalah : (40 AH/10A) x 1,5 = 6
jam.

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
34

Prosedur pengisian:
Pengisian dengan satu baterai

a) Buka sumbat bateri tempatkan sumbat pada wadah khusus agar


tidak tercecer. Pelepasan sumbat ini dengan tujuan untuk sirkulasi
uap yang dihasilkan elektrolit saat pengisian, dan menghindari
tekanan pada sel baterai akibat gas yang dihasilkan.
b) Hubungkan kabel positip baterai dengan klem positip battery
charger dan terminal negatif dengen klem negatif. Hati-hati jangan
sampai terbalik, bila terbalik akan timbul percikan api, bila dipaksa
baterai akan rusak, pad a battery charger model tertentu dilengkapi
dengan indicator, dimana bila pemasangan terbalik akan muncul
bunyi peringatan.

Gambar 1.6. Mengisi Baterai


c) Hubungkan battery charger dengan sumber listrik 220 V
d) Pilih selector tegangan sesuai dengan tegangan baterai, misal
baterai 12 V maka selector digerakan kearah 12 V.
e) Hidupkan battery charger, dan setel besar arus sesuai dengan
kapasitas normal pengisian baterai, missal : baterai 100 AH
pengisian normal sebesar 10 A.
f) Setel waktu yang diperlukan untuk pengisian (untuk battery
charging yang dilengkapi timer), bila tidak dilengkapi maka catat
waktu mulai proses pengisian.

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
35

Gambar 1.7, panel pada baterai charger

g) Bila pengisian sudah selasai, maka matikan battery charger,


h) Lepas klep battery charger pada terminal baterai, lakukan terminal
negatip dahulu, klem jangan dilepas saat battery charge masih
hidup, sebab akan terjadi percikan api pada terminal sat dilepas dan
menimbulkan ledakan pada baterai akibat uap baterai terbakar.
Uap baterai adalah gas hydrogen yang mudah terbakar dan mudah
meledak.

i) Pasang papan peringatan pada daerah yang digunakan untuk


pengisian. Ventilasi pada ruang pengisian harus cukup, untuk
menghidarai meningkatnya kosentrasi hydrogen pada ruangan, sehingga
potensi menimbulkan ledakan atau kebakaran.
Pengisian lebih dari satu baterai

Pengisian baterai yang lebih dari satu buah dapat dilakukan dengan
dua metode, yaitu merangkai secara Paralel dan Merangkai secara
seri. Prosedur pengisian secara parallel adalah seperti berikut :

a) Buka sumbat bateri (vent caps) tempatkan sumbat pada wadah


khusus agar tidak tercecer. Pelepasan sumbat ini dengan tujuan
untuk sirkulasi uap yang dihasilkan elektrolit saat pengisian, dan
menghindarai tekanan pada sel baterai akibat gas yang dihasilkan

Gambar 1.8, Mengisi Baterai Dengan Rangkaian Parallel


b) Hubungkan kabel positip baterai 1 dengan terminal positip baterai
2 kemudian hubungkan dengan klem positip battery charger.
Demikian pula untuk terminal negatip. Hati-hati jangan sampai
terbalik, bila terbalik akan timbul percikan api, bila dipaksa baterai
akan rusak, pada battery charger model tertentu dilengkapi dengan
indicator, dimana bila pemasangan terbalik akan muncul bunyi
peringatan.

c) Hubungkan battery charger dengan sumber listrik 220 V

d) Pilih selector tegangan sesuai dengan tegangan baterai, misal baterai

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
36

12 V maka selector digerakan kearah 12 V.


e) Hidupkan battery charger, dan setel besar arus sesuai dengan
kapasitas baterai
Besar arus merupakan jumlah arus yang dibutuhkan untuk baterai 1
dan baterai 2. Misalnya untuk mengisi dua baterai 50 AH
dibutuhkan arus pengisian sebesar 10% x(2 x50)) = 10 A., mengisi
baterai 50 AH dan 40 AH maka diperlukan arus sebesar 10 % x
(40+50) = 9 A.

f) Setel waktu yang diperlukan untuk pengisian (untuk battery


charging yang dilengkapi timer), bila tidak dilengkapi maka catat
waktu mulai proses pengisian. Waktu yang diperlukan sesuai dari
hasil pengukuran berat jenis elektrolit masing- masing baterai.
g) Bila pengisian sudah selasai, matikan battery charger
h) Lepas klep battery charger pada terminal baterai, lakukan terminal
negatip dahulu, klem jangan dilepas saat battery charger masih
hidup, sebab akan terjadi percikan api pada terminal saat dilepas
dan menimbulkan ledakan pada baterai akibat uap baterai terbakar.
Uap baterai adalah gas hydrogen yang mudah terbakar dan mudah
meledak.

i) Buka sumbat bateri tempatkan sumbat pada wadah kusus agar


tidak tercecer. Pelepasan sumbat ini dengan tujuan untuk sirkulasi
uap yang dihasilkan elektrolit saat pengisian, dan menghindarai
tekanan pada sel baterai akibat gas yang dihasilkan.

Gambar 1.9, Mengisi Baterai Dengan Rangkaian Seri

j) Hubungkan kabel positif baterai 1 dengan terminal positip baterai


2 kemudian hubungkan dengan klem positip battery charger.
Demikian pula untuk termianal negatip. Hati-hati jangan sampai
terbalik, bila terbalik akan timbul percikan api, bila dipaksa baterai
akan rusak, pada battery charger model tertentu dilengkapi dengan
indikator, dimana bila pemasangan terbalik akan muncul bunyi

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
37

peringatan.
k) Hubungkan battery charger dengan sumber listrik 220 V
l) Pilih selector tegangan sesuai dengan total tegangan baterai, misal
2 baterai 12 V dirangkai seri maka tegangan menjadi 24 V maka
selector digerakan kearah 24V.
m) Hidupkan battery charger, dan setel besar arus sesuai
dengan kapasitas baterai yang paling kecil. Misalkan besar untuk
mengisi dua baterai 50 AH dibutuhkan arus pengisian sebesar 10%
x 50 = 5 A., mengisi baterai 50 AH dan 40 AH maka diperlukan
arus sebesar yang digunakan 10 % x 40 AH = 4 A.
Setel waktu yang diperlukan untuk pengisian (untuk battery charging
yang dilengkapi timer), bila tidak dilengkapi maka catat waktu
mulai proses pengisian. Waktu yang diperlukan sesuai dari hasil
pengukuran berat jenis elektrolit masing- masing baterai.
n) Bila pengisian sudah selasai, maka mematikan battery charger,
o) Lepas klep battery charger pada terminal baterai, lakukan terminal
negatip dahulu, klem jangan dilepas saat battery charge masi
hidup, sebab akan terjadi percikan api pada terminal saat dilepas
dan menimbulkan ledakan pada baterai akibat uap baterai terbakar.
Uap baterai adalah gas hydrogen yang mudah terbakar dan mudah
meledak.
Metode mengisi baterai lebih dari satu memiliki kelemahan dan
kelebihan masing-masing.

Kelebihan utama pengisian dengan parallel adalah:

a) Tegangan pengisian rendah yaitu 12 V, sehingga rancangan trafo


yang digunakan lebih sederhana.
b) Tetap aman meskipun kapasitas baterai tidak sama.
Kelemahan:

a) Tidak mampu menentukan dengan pasti berapa besar arus yang


mengalir ke tiap baterai, sehingga sulit menentukan waktu
pengisian yang tepat.

b) Arus listrik yang dialirkan merupakan arus total pengisian,


sehingga arusnya yang mengalir cukup besar sehingga kabel
maupun klem ‘buaya’ untuk pengisian harus berukuran besar.

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
38

Kelebihan rangkaian seri:

a) Mampu menentukan dengan pasti berapa besar arus yang


mengalir ke tiap baterai, sehingga dapat menentukan waktu
pengisian dengan tepat.
b) Arus listrik yang dialirkan besarnya sama untuk semua baterai,
sehingga muda ditentukan waktu pengisiannya.
c) Besar arus pengisian normal berdasarkan kapasitas baterai yang
paling kecil, sehingga arus pengisian kecil dan kabel maupun
klem buaya yang digunakan untuk pengisian dapat dengan ukuran
lebih kecil.
Kelemahan:

a) Tegangan pengisian merupakan total tegangan baterai yang diisi,


misal 4 baterai 12V, berarti tegangan pengisian sebesar 48 V.

b) Tidak tepat digunakan untuk baterai yang kapasitasnya bervariasi,


sebab harus mengikuti arus pengisian baterai yang kapasitas kecil,
sehingga untuk baterai yang kapasitasnya besar waktu pengisian
terlalu lama, dan bila mengikuti baterai kapasitas besar maka pada
baterai yang kapasitasnya kecil akan mengalami over charging
sehingga baterai cepat rusak. Dengan demikian metode ini kurang
tepat untuk baterai dengan kapasitas yang jauh berbeda.
Pengisian Cepat
Pengisian cepat adalah pengisian dengan arus yang sangat besar. Besar
pengisian tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas baterai, dengan
demikian untuk baterai 100 AH, besar arus pengisian tidak boleh
melebihi 50 A. Prosedur pengisian cepat sebenarnya sama dengan
pengisian normal, yang berbeda adalah besar arus pengisian yang
diatur sangat besar. Selain itu juga faktor resiko yang jauh lebih
besar, sehingga harus dilakukan dengan ektra hati-hati. Contoh saat
pengisian normal sumbat baterai tidak dilepas tidak menimbulkan
masalah yang serius sebab temperatur pengisian relatif rendah
sehingga uap elektrolit sangat kecil, berbeda dengan pengisian cepat
dimana arus yang besar menyebabkan temperatur elektrolit sangat
tinggi sehingga penguapan sangat besar, bila sumbat tidak dilepas
kotak baterai dapat melengkung akibat tekanan gas dalam sel baterai
yang tidak mampu keluar akibat lubang ventilasi kurang.
Pengisian cepat sering dilakukan untuk membantu kendaraan yang

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
39

mogok atau sedang dalam proses perbaikan, sehingga baterai tidak


diturunkan dari kendaraan. Pada kasus pengisian cepat di atas
kendaraan yang perlu diingat adalah melepas kabel baterai negatif
sebelum melakukan pengisian, hal ini disebabkan saat pengisian cepat
tegangan dari battery charging lebih besar dari pengisian normal,
kondisi ini berpotensi merusak komponen elektronik dan diode pada
alternator.

Untuk menentukan besarnya arus pengisian pada pengisian cepat


dapat dilakukan dengan menggunkan rumus berikut :

Tingkat kehilangan muatan (AH)


Arus pengisian A
=
1 + waktu pengisian (H)

Waktu pengisian yang tersedia 0,5 – 1 jam

Contoh :
Sebuah baterai 100AH membutuhkan pengisian cepat dengan berat
jenis terkoreksi pada suhu 200C adalah 1,20. Waktu pengisian yang
tersedia 0,5 jam.

Dari grafik dapat diketahui tingkat kehilangan muatan pada baterai


adalah sebesar 30% yaitu 30Amper. Maka besar arus pengisian yang
harus diisikan adalah :

30 (AH)
Arus pengisian A
=
1 + 0,5 (H)
Arus Pengisian = 30 Amper

Pengisian baterai yang baik akan ditandai dengan munculnya


gelembung-gelembung udara dari dalam sel baterai. Frekwensi
gelembung udara tersebut bergantung pada besar kecil arus pengisian.
Disamping itu berat jenis elektrolit juga akan berubah sesuai dengan
kenaikan tegangan pada baterai.

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
40

b. Rangkuman 3
Pemeriksaan baterai pada kendaraan terdiri atas pemeriksaan
visual, pemeriksaan elektrolit baterai dan pemeriksaan tegangan baterai.
Pemeriksaan visual pada baterai meliputi pemeriksaan kotak baterai, sel-
sel, terminal dan konektor, jumlah elektrolit , kabel baterai dan pemegang
baterai.
Pemeriksaan elektrolit merupakan pemeriksaan terhadap berat
jenis baterai yang dapat menggambarkan tentang kondisi baterai atau
besarnya kehilangan muatan pada [Link] beberapa baterai yang
dilengkapi dengan indicator warna, warna hijau menunjukkan baterai
masih baik, warna hijau gelap menunjukkan baterai perlu diisi dan warna
kuning menunjukkan kondisi baterai yang perlu diganti. Pengisian
baterai dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengisian normal dan
pengisian cepat. Pada pengisian normal besar arus pengisian adalah 10%
dari kapasitas baterai. Untuk pengisian cepat, besar arus pengisian tidak
boleh melebihi 50% kapasitas baterai. Pengisian cepat dilakukan untuk
kondisi darurat.
Melakukan pengisian baterai merupakan upaya mengoptimalkan
kemampuan baterai, sehingga perlu ditentukan lebih dahulu besar arus
dan lama waktu pengisian.
Cara pengisian dengan menggunakan baterai charger dapat dilakukan
untuk lebih dari satu baterai dengan cara penyambungan seri atau
parallel. Kedua cara penyambungan ini masing-masing mempunyai
keuntungan dan kerugian.

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
41

LAMPIRAN

MEDIA AJAR
SLIDE PPT

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


42

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
43

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
44

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
45

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
46

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
47

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG
48

PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA


PPG

Anda mungkin juga menyukai