Tugas RPP Produktif
Tugas RPP Produktif
Fase F
Pemeliharaan
Elektrikal Kendaraan
PERAWATAN BATERAI
KELOMPOK 1
Teknik Otomotif
PERANGKAT PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI
PEMBELAJARAN UJI KINERJA PPG
SMK .GADO-GADO.
KINERJA PPG
Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME
Kewarganegaraan
Kesehatan 1
Kemandirian
√ Kolaborasi
√ Komunikasi DEEP LEARNING
MODUL AJAR PENDEKATAN
√ Penalaran Kritis
ELEKTRIKAL KENDARAAN
Kreativitas RINGAN KELAS XI
A. Identitas
Mata Pelajaran : MAPEL PRODUKTIF
Kelas : XI
Semester/Tahun Pelajaran : Ganjil 2025/2026
Lingkup Materi : Perawatan Baterai
Waktu JP : 2 x 45 menit (2JP)
B. Perencanaan Pembelajaran Mendalam
1. Identifikasi
a. Identifikasi Persiapan : Melalui Asesmen awal yang telah dilakukan dapat
Peserta didik diketahui bahwa peserta didik di SMK ......... memiliki
pemahaman yang beragam tentang materi elektrikal
kendaraan ringan. Hasil asesmen awal ini digunakan
untuk memetakan kemampuan awal peserta didik
sehingga memudahkan dalam merancang aktivitas
berbeda sesuai dengan tingkat capaian dan
perkembangan peserta didik. Selama pembelajaran
peserta didik akan diberikan ruang lebih untuk bebas
mengeksplor dan dapat saling bekerja sama dalam
menentukan dalam permasalahan pada LKPD dengan
proses bantuan scaffolding yang berbeda sesuai
kelompok mulai berkembang, sedang berkembang,
dan mahir.
2. Dimensi Pembelajaran
a. Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan
perawatan baterai, Setiap pekerjaan dilakukan sesuai
Prosedur Operasional Standar (POS).Penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD) atau peraturan keselamatan kerja
yang berlaku.
b. Lintas Disiplin Ilmu Mekanik / Mechanic, dengan mempelajari perawatan
yang Relevan baterai dapat merawat baterai pada kendaraan ringan.
PIPAS
c. Tujuan Pembelajaran Melalui model Problem Based Learning dengan
pembelajaran berdiferensiasi, peserta didik dapat :
1. Memahami cara perawatan baterai sesuai dengan SOP
dengan menggunakan APD yang benar dan mengikuti
peraturan keselamatan kerja yang berlaku
3. Pengalaman Belajar
A. Langkah-langkah Pembelajaran
Alokasi
Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Waktu
a. Kegiatan Awal 1) Guru membuka pelajaran dengan memberi 5 Menit
salam dan menyapa peserta didik.
(Berkesadaran – fokus, konsentrasi, dan
perhatian)
2) Guru meminta ketua kelas untuk memimpin
doa. (Berkesadaran – fokus, konsentrasi,
dan perhatian)
3) Guru menanyakan kabar dan mengecek
kehadiran peserta didik. (Berkesadaran –
fokus, konsentrasi, dan perhatian)
LAMPIRAN
LEMBAR
KERJA
PESERTA
DIDIK (LKPD)
SMK ................
TEKNIK T
I P W
OTOMOTIR
N E a
G M k
K E t
A L u
T I
H 2
XI A
R x
A
A 4
N 5
B M
A E
T N
E I
R T
A
I
E. LANGKAH KERJA
1. Siapkan alat dan bahan ditempat
terbuka/ ruangan berventilasi
cukup
2. Periksa secara visual keadaan
PERANGKAT PEMBELAJARAN UJI KINERJA
PPG
baterai
3. Periksa tegangan menggunakan
multitester
4. Lakukan pengukuran berat jenis
cairan elektrolit
a. Buka tutup sel baterai. Bila terdapat uap gas pada sel baterai, biarkan uap keluar hingga sel
bateraibebas dari gas sebelum dilakukan pemeriksaan
b. Sipkan ujung hidrometer pada lubang salah satu baterai. Pijat karet penghisap dan bebaskan
secara perlahan hingga elektrolit masuk pada hidrometer. Pegang hidrometer secara vertikal
sehingga pelampung didalamnya tidak menyentuh/ menempel pada kaca. Goncangkan dengan
hati-hati bila penampung menyentuh/ menempel pada kaca hidrometer.
c. Baca penunjukan berat jenis elektrolit pada hidrometer. Yakinlah bahwa dalam pembacaan mata
kita harus lurus sejajar dengan penunjukan elektrolit
d. Kembalikan elektrolit yang sudah diperiksa pada sel baterai semula, lakukan untuk semua sel
baterai. Diskusikan bila ada perbedaan berat jenis pada setiap sel
e. Jika pemeriksaan berat jenis selesaipasang kembalitutup sel dan bersihkanbaterai dari cairan
elektrolit. Cucihidrometer dengan air bersih.
f. Bandingkan hasil pengukuran
dengan standar pengujian
baterai diskusikan bila ada
perbedaan
g. Berapa jam yang dibutuhkan
untuk pengisian lambat
F. TUGAS
1. Catat Semua Hasil Diskusi
2. Bagaimana Cara Merawat Aki
3. Apa Saja penyebab kerusakan baterai
TEKNIK JOB
TINGKAT XI PEMELIHARAAN BATERAI
OTOMOTIF 2 x 45 MENIT
DATA PRAKTEK
PERAWATAN BATERAI
Nama siswa :
Kelompok :
1. Keadaan visual
Ketinggian cairan elektrolit : kurang/ tepat/ lebih
Normalisasi batrai...............................(artikan)
2. Tegangan baterai.......................................v
3. Berat jenis cairan elektrolit
Baterai sel 1 =...............kg/l
sel 2 =....................kg/l
sel 3 =....................kg/l
sel 4 =....................kg/l
sel 5 =....................kg/l
sel 6 =....................kg/l
kapasitas baterai 40 Ah
= Berat jenis 1,16 kg/l (lihat grafik hubungan BD elektrolit dengan kapasitas baterai). Didapat
pengeluaran 50 %.
50%x 40 Ah = 20 Ah
1
A = Arus pengisian maksimumunutk pengisian lambat harus kurang dari kapasitas baterai
10
Misal = Kapasitas baterai 40 Ah
1
= x 40 = 4 A atau kurang
10
20
h =x (1,2 s/d 1,5)
4
= 5 x 1,2 s/d 5 x 1,5
Catatan : ……………………………………………………………………….........................................................
LAMPIRAN
LEMBAR
PENILAIAN
LAMPIRAN
A. Asesmen Formatif
a. Penyusuna Penilaian
Materi Level
M I Item Soal
Pokok Kognitif
a n
p d
e i
l k
a
t
o
r
Elektrikal Peserta didik P Perhatikan Gambar Berikut ! C2
Kendaraa dapat e
Ringan Memahami r
cara perawatan a
baterai w
a
t
a
n
B
a
t
e
r
a
i
Sebutkan nama perawatan
pada baterai yang terdapat
p
a
d
a
n
o
m
o
r
g
a
m
b
a
r
d
i
a
t
a
s
j
e
n
i
s
p
e
m
e
r
i
k
s
a
a
n
a
p
a
s
a
j
a
y
a
n
g
p
e
r
l
u
d
i
l
a
k
u
k
a
n
p
a
d
a
?
J C3
e
l
a
s
k
a
n
B
a
g
i
a
n
-
b
a
g
i
a
n
baterai yang perlu
mendapatkan pemeriksan
secara visual ?
Perhatikan Gambar berikut ! C3
4 Diberikan C3 4
gambar tentang
pengecekan
tegangan
baterai
menggunakan
avometer
peserta didik
dapat
menjelaskan
cara mengukur
tegangan pada
baterai
menggunakan
Avometer
5 Peserta didik Diberikan C4 5
dapat permasalahan
menyelesaikan kontekstual,
masalah Peserta didik
kontekstual dapat
yang berkaitan menyelesaiakan
dengan baterai masalah yang
berkaitan
dengan baterai
c. Kartu Soal
KARTU SOAL NOMOR 1
(URAIAN)
Mata Pelajaran : Elektrikal Kendaraan Ringan
Kelas/Semester : XI / 1
Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan perawatan baterai,
Setiap pekerjaan dilakukan sesuai Prosedur Operasional Standar
(POS).Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) atau peraturan
keselamatan kerja yang berlaku.
Materi Perawatan Baterai
Indikator Soal Diberikan Gambar baterai peserta didik dapat memahami perawatan
baterai.
Level Kognitif C2
Perhatikan Gambar Berikut !
Sebutkan nama perawatan pada baterai yang terdapat pada nomor gambar diatas ?
Pertanyaan :
Sebutkan nama perawatan pada baterai yang
terdapat pada nomor gambar diatas ?
Penyelesaian :
1. Pemeriksaan kabel terhadap lecet/luka,
sambungan dan lain-lain
2. Pemeriksaan terhadap kekencangan
pemegang atas dudukan baterai.
3. Pemeriksaan konektor atau klem baterai
terhadap kekendoran, korosi atau karat
4. Pemeriksaan jumlah elektrolit baterai
5. Pemeriksaan pada case / Rumah baterai
terhadap keretakan
2 Pertanyaan : 4
Jelaskan jenis pemeriksaan apa saja yang perlu
dilakukan pada baterai ?
Penyelesaian :
Jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan pada
baterai adalah pemeriksaan secara visual,
pemeriksaan berat jenis elektrolit dan pemeriksaan
Tegangan voltase pada baterai
3 Pertanyaan : 4
Jelaskan bagian-bagian baterai yang perlu
mendapatkan pemeriksaan secara visual.
Penyelesaian :
Bagian-bagian yang perlu pemeriksaan secara
visual terhadap baterai yaitu
1. Kotak Baterai
Pastikan kotak baterai tidak terdapat
retakan agar tidak terjadi kebocoran cairan
elektrolit
2. Sel-sel, terminal dan konektor
Pastikan terminal positif dan negativ tida
terdapat korosi yang menyebabkan
terhambatnya tegangan pada baterai.
3. Jumlah elektrolit
Pastikan jumlah cairan elektrolit berada
diantara Lower Level dan Upper Level,
dimana cairan tersebut jangan sampai
Pertanyaan :
Jelaskan bagaimana cara mengukur teganga pada
baterai menggnakan avometer ?
Penyelasaian :
Pada setiap sell baterai menghasilkan tegangan 2,1
volt. Apabila baterai mempunyai 6 buah sel maka
baterai akan menghasilkan tegangan 12,6 volt.
Untuk pemeriksaan tegangan baterai dapat
dilakukan dengan menggunakan volt meter.
Prosedur pengukurannya adalah dengan memasang
colok ukur pada terminal baterai dan avometer
akan menunjukkan tegangan baterai.
5 Pertanyaan : 5
Suatu pagi hari, Pak Guru hendak pergi kesekolah
dengan menggunakan mobil, tetapi dikarenakan
mobil sudah tidak dipakai selama 1 bulan ketika
hendak distarter, mobil tersebut tidak bisa nyala.
Kondisi sekring tidak putus, kondisi starter dan
pengisian masih baik. Apa yang menyebabkan
kendaraan pak guru tidak bisa hidup ? Langkah apa
yang harus dilakukan !
Penyelesaian :
Penyebab yang menyebabkan kendaraan Pak Guru
tidak bisa distater yaitu tegang voltase drop,
Langkah selanjutnya yaitu melakukan pemeriksaan
secara visual terhadap baterai tersebut, melakukan
Charge terhadap baterai tersebut biar optimal
kembali dan melakukan pemeriksaan kuantitas
cairan elktrolit bila diperlukan isi kembali cairan
elektrolit apabila cairan elektrolit mengalami
pengurangan.
B. Asesmen As Learning
B.1 Lembar Penilaian Sikap
1. Penyusunan Penilaian
Kriteria
Indikator Memerlukan Mulai Sangat
Berkembang
Bimbingan Berkembang Berkembang
Gotong Terlihat pasif Sedikit pasif Aktif saat Sangat aktif
Royong saat diskusi dalam diskusi saat diskusi
bekerjasama kelompok kelompok
Bernalar Memerlukan Sedikit malu Menyampaikan Mampu
Kritis arahan pendidik dalam pendapat menyampaikan
untuk menyampaikan dengan bahasa pendapat dan
menyampaikan pendapat dan jelas, tetapi saran dengan
pendapat dan saran terhadap belum bahasa yang
saran terhadap suatu memperbaiki jelas, sopan
suatu permasalahan saran/masukan sesuai dengan
permasalahan masalah
Kreatif Selalu meminta Sedikit Menciptakan Menciptakan
bantuan orang mendapatkan ide baru dalam berbagai ide
lain untuk bantuan dari mengerjakan baru dalam
menciptakan orang lain tugas dari guru mengerjakan
ide baru dalam untuk tanpa bantuan tugas tanpa
mengerjakan menciptakan dari orang lain bantuan dari
tugas dari guru ide baru dalam orang lain
mengerjakan
tugas dari guru
Mandiri Selalu meminta Menyelesaikan Menyelesaikan Mampu
bantuan orang tugas dari tugas dari menyelesaikan
lain untuk pendidik pendidik tanpa tugas tanpa
menyelesaikan dengan sedikit bantuan berbantuan
tugas bantuan orang dari orang lain orang lain
lain
Keterangan :
1 = Memerlukan bimbingan
2 = Mulai Berkembang
3 = Berkembang
4 = Sangat berkembang
Penskoran Observasi Penilaian Sikap
Nilai Maksimal = 4 + 4 + 4 + 4 = 16
Skor yang diperoleh
Nilai = Skor maksimal x 100
Kategori :
LAMPIRAN
LEMBAR
REFLEKSI GURU
REFLEKSI
SISWA
Lampiran
Lemb
ar
Reflek
si
Guru
Nama Guru :
Mata Pelajaran :
Materi :
Kelas :
Apakah 100 % siswa mencapai tujuan pembelajaran? Jika tidak, berapa % kira-kira
yang mencapai tujuan pembelajaran?
Jawab :
LAMPIRAN
MATERI
AJAR E-
MODUL
E-MODUL
PERAWATAN BATERAI
MATERI AJAR
PERAWATAN BATERAI
a. Uraian Materi
Baterai harus diperiksa secara periodik dan diuji kemampuannya.
Terdapat 3 kelompok pemeriksaan baterai yang sering dilakukan, yaitu:
Pemeriksaan Visual, Pemeriksaan elektrolit, Pemeriksaan tegangan
a) Kotak baterai
Kotak baterai sering mengalami kerusakan yang dapat didentifikasi
secara visual, jenis kerusakan kotak baterai antara lain: kotak retak
akibat benturan, mengembang akibat over charging, bocor akibat
keretakan atau mengembang.
e) Kabel Baterai
Kabel baterai dialiri arus yang sangat besar, saat mesin distarter
besar arus dapat mencapai 250 – 500 A, tergantung dari daya
motor starter, dengan arus sebesar itu kabel akan panas. Panas pada
kabel menyebabkan sifat elastis kabel menurun, isolator muda
pecah dan terkupas, hal ini terjadi terutama pada isolator dekat
dengan terminal baterai.
f) Pemegang Baterai
Pemegang baterai harus dapat mengikat baterai dengan kuat agar
goncangan baterai dapat dihindari, sehingga usia baterai dapat
lebih lama. Gangguan pada pemegang baterai antara lain kendor
akibat mur pengikat karat untuk itu lindungi mur dengan
mengoleskan vaselin/ grease.
2) Pemeriksaan Elektrolit
Jumlah elektrolit baterai harus selalu dikontrol, jumlah yang baik
adalah diantara tanda batas Upper Level dengan Lower Level. Jumlah
elektrolit yang kurang menyebabkan sel baterai cepat rusak, sedang
jumlah elektrolit berlebihan menyebabkan tumpahnya elektrolit saat
batarai panas akibat pengisian atau pengosongan berlebihan. Akibat
proses penguapan saat pengisian memungkinkan jumlah elektrolit
berkurang, untuk menambah jumlah elektrolit yang kurang cukup
dengan menambah H2O atau terjual dengan nama Air [Link]
elektrolit cepat berkurang dapat disebabkan oleh overcharging, oleh
karena bila berkurangnya elektrolit tidak wajar maka periksa dan
setel arus pengisian. Keretakan baterai dapat pula menyebabkan
elektrolit cepat berkurang, selain itu cairan elektrolit dapat mengenai
bagian kendaraan, karena cairan bersifat korosif maka bagian
kendaraan yang terkena elektrolit akan korosi.
Contoh:
Tentukan berat jenis baterai bila hasil pengukuran pada
temperatur 0ºC, menunjukkan berat jenis 1,260.
S 20 ºC= St + 0,0007 x t - 20)
= 1,260 + 0,0007 x ( 0 – 20)
= 1,260 – 0,0014
= 1,246
HASIL TINDAKAN
PENGUKURAN
1.280 Atau lebih Tambahkan air suling agar berat jenis
berkurang
1.220 – 1.270 Tidak Perlu Tindakan
1.210 atau kurang Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis.
Bila masih dibawah 1.210 ganti baterai.
Perbedaan antar sel Tidak perlu tindakan
kurang dari 0.040
Perbedaan berat jenis Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis.
antar sel 0.040 atau Bila berat jenis antar sel melebihi 0.030,
lebih setel berat jenis. Bila tidak bisa dilakukan,
ganti baterai
Pengisian baterai
Dari pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai dapat diketahui kondisi
penyimpanan arus listrik pada baterai. Apabila berat jenis baterai
berkurang maka perlu dilakukan pengisian ulang pada baterai yaitu
dengan melakukan proses Charging. Penentuan besar arus dan lama
waktu yang dibutuhkan untuk pengisian baterai dapat diketahui
melalui data hasil pengukuran berat jenis elektrolit. Hubungan berat
jenis dan kapasitas adalah sebagai berikut:
Pengisian / Charging
Pengisian baterai dapat dikelompokan menjadi dua kelompok yaitu:
a. Pengisian Normal
b. Pengisian Cepat
Pengisian Normal
Pengisian normal adalah pengisian dengan besar arus yang normal,
besar arus pengisian normal sebesar 10 % dari kapasitas baterai.
Contoh baterai 100 AH maka besar arus pengisian 100 x 10/100 = 10
Amper.
Contoh:
Hasil pengukuran baterai dengan kapasitas 100 AH menunjukan berat
jenis 1,18 pada temperature 20 ºC. Apabila data ini dibandingkan
dengan grafik hubungan berat jenis dengan kapasitas diketahui
bahwa pada saat itu energi yang hilang dan perlu perlu diisi sebesar
40 %. atau sebesar:
Prosedur pengisian:
Pengisian dengan satu baterai
Pengisian baterai yang lebih dari satu buah dapat dilakukan dengan
dua metode, yaitu merangkai secara Paralel dan Merangkai secara
seri. Prosedur pengisian secara parallel adalah seperti berikut :
peringatan.
k) Hubungkan battery charger dengan sumber listrik 220 V
l) Pilih selector tegangan sesuai dengan total tegangan baterai, misal
2 baterai 12 V dirangkai seri maka tegangan menjadi 24 V maka
selector digerakan kearah 24V.
m) Hidupkan battery charger, dan setel besar arus sesuai
dengan kapasitas baterai yang paling kecil. Misalkan besar untuk
mengisi dua baterai 50 AH dibutuhkan arus pengisian sebesar 10%
x 50 = 5 A., mengisi baterai 50 AH dan 40 AH maka diperlukan
arus sebesar yang digunakan 10 % x 40 AH = 4 A.
Setel waktu yang diperlukan untuk pengisian (untuk battery charging
yang dilengkapi timer), bila tidak dilengkapi maka catat waktu
mulai proses pengisian. Waktu yang diperlukan sesuai dari hasil
pengukuran berat jenis elektrolit masing- masing baterai.
n) Bila pengisian sudah selasai, maka mematikan battery charger,
o) Lepas klep battery charger pada terminal baterai, lakukan terminal
negatip dahulu, klem jangan dilepas saat battery charge masi
hidup, sebab akan terjadi percikan api pada terminal saat dilepas
dan menimbulkan ledakan pada baterai akibat uap baterai terbakar.
Uap baterai adalah gas hydrogen yang mudah terbakar dan mudah
meledak.
Metode mengisi baterai lebih dari satu memiliki kelemahan dan
kelebihan masing-masing.
Contoh :
Sebuah baterai 100AH membutuhkan pengisian cepat dengan berat
jenis terkoreksi pada suhu 200C adalah 1,20. Waktu pengisian yang
tersedia 0,5 jam.
30 (AH)
Arus pengisian A
=
1 + 0,5 (H)
Arus Pengisian = 30 Amper
b. Rangkuman 3
Pemeriksaan baterai pada kendaraan terdiri atas pemeriksaan
visual, pemeriksaan elektrolit baterai dan pemeriksaan tegangan baterai.
Pemeriksaan visual pada baterai meliputi pemeriksaan kotak baterai, sel-
sel, terminal dan konektor, jumlah elektrolit , kabel baterai dan pemegang
baterai.
Pemeriksaan elektrolit merupakan pemeriksaan terhadap berat
jenis baterai yang dapat menggambarkan tentang kondisi baterai atau
besarnya kehilangan muatan pada [Link] beberapa baterai yang
dilengkapi dengan indicator warna, warna hijau menunjukkan baterai
masih baik, warna hijau gelap menunjukkan baterai perlu diisi dan warna
kuning menunjukkan kondisi baterai yang perlu diganti. Pengisian
baterai dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengisian normal dan
pengisian cepat. Pada pengisian normal besar arus pengisian adalah 10%
dari kapasitas baterai. Untuk pengisian cepat, besar arus pengisian tidak
boleh melebihi 50% kapasitas baterai. Pengisian cepat dilakukan untuk
kondisi darurat.
Melakukan pengisian baterai merupakan upaya mengoptimalkan
kemampuan baterai, sehingga perlu ditentukan lebih dahulu besar arus
dan lama waktu pengisian.
Cara pengisian dengan menggunakan baterai charger dapat dilakukan
untuk lebih dari satu baterai dengan cara penyambungan seri atau
parallel. Kedua cara penyambungan ini masing-masing mempunyai
keuntungan dan kerugian.
LAMPIRAN
MEDIA AJAR
SLIDE PPT