TUGAS TUTORIAL SESI 1
(EKMA4413) / (Riset Operasi)/ / 3 SKS
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PERIODE 2026.1
1. Sebuah perusahaan teknologi sedang melakukan perencanaan bisnis dengan
mempertimbangkan berbagai kemungkinan tingkat permintaan pasar. Berdasarkan
data historis, diketahui bahwa probabilitas permintaan tinggi adalah 0,4, probabilitas
permintaan sedang sebesar 0,5, dan probabilitas permintaan rendah sebesar 0,1. Jika
pada kondisi permintaan tinggi perusahaan memperoleh keuntungan Rp50 juta, pada
permintaan sedang memperoleh Rp30 juta, dan pada permintaan rendah memperoleh
Rp10 juta, maka perusahaan ingin mengetahui berapa nilai ekspektasi keuntungan
yang dapat diperoleh. Hitunglah nilai harapan keuntungan tersebut dengan
menggunakan konsep probabilitas dalam pengambilan keputusan. (30)
2. Sebuah perusahaan jasa logistik sedang mengevaluasi waktu penggantian kendaraan
operasionalnya agar biaya yang dikeluarkan menjadi paling ekonomis. Harga
pembelian kendaraan sebesar Rp250.000.000. Setiap tahun nilai jual kendaraan
mengalami penurunan dan perusahaan juga harus menanggung biaya pemeliharaan
yang berbeda-beda. Pada tahun pertama kendaraan dapat dijual kembali seharga
Rp180.000.000 dengan biaya pemeliharaan Rp1.500.000, pada tahun kedua
Rp165.000.000 dengan biaya pemeliharaan Rp4.300.000, pada tahun ketiga
Rp150.000.000 dengan biaya pemeliharaan Rp8.800.000, dan pada tahun keempat
Rp135.000.000 dengan biaya pemeliharaan Rp15.000.000. Berdasarkan metode nilai
rata-rata tahunan, tentukan pada tahun ke berapa kendaraan sebaiknya diganti agar
perusahaan memperoleh biaya yang paling optimal. (30)
3. Sebuah perusahaan makanan cepat saji memiliki kebutuhan bahan baku sebanyak
1.800 unit per tahun. Harga setiap unit bahan baku adalah Rp12, biaya pemesanan
setiap kali melakukan pembelian sebesar Rp200, biaya penyimpanan per tahun
sebesar 25% dari harga barang, dan biaya kekurangan persediaan sebesar Rp5 per
unit per tahun. Dengan menggunakan pendekatan Economic Order Quantity (EOQ):
a. Tentukan jumlah pembelian optimal setiap kali pemesanan (20),
b. Jarak waktu optimal antar pemesanan (10),
c. Serta total biaya persediaan tahunan yang paling efisien (10).
JAWAB :
1. Untuk menghitung nilai harapan keuntungan (Expected Profit), kita menggunakan
konsep probabilitas dalam pengambilan keputusan. Nilai harapan adalah rata-rata
keuntungan yang diharapkan berdasarkan probabilitas setiap kemungkinan kejadian.
Rumus Nilai Harapan (Expected Value):**
Nilai Harapan} = ∑ (Pi \times Ri )
di mana:
- Pi = probabilitas kejadian ke- i
- Ri =ungan atau hasil dari kejadian ke- i
Data yang Diberikan:
Kondisi Permintaan Probabilitas (P) Keuntungan (R)
Tinggi 0,4 Rp50.000.000
Sedang 0,5 Rp30.000.000
Rendah 0,1 Rp10.000.000
Perhitungan:
Nilai Harapan = (0,4 x50.000.000) + (0,5 x 30.000.000) + (0,1 x 10.000.000)
= 20.000.000 + 15.000.000 + 1.000.000
= 36.000.000
Kesimpulan:
Nilai harapan keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan teknologi tersebut
adalah:
Rp36.000.000
Artinya, berdasarkan probabilitas permintaan pasar, perusahaan dapat diharapkan
memperoleh keuntungan sebesar Rp36 juta dalam kondisi rata-rata.
2. Metode nilai rata-rata tahunan dilakukan dengan menghitung:
Biaya Rata-rata Tahunan = Penyusutan} + Total Biaya Pemeliharaan
Umur Kendaraan
Dengan: Penyusutan = Harga Beli - Nilai Jual
Diketahui:
• Harga beli kendaraan = Rp250.000.000
Tahun ke-1
Nilai jual = Rp180.000.000
Biaya pemeliharaan = Rp1.500.000
Penyusutan: 250.000.000 - 180.000.000 = 70.000.000
Total biaya:70.000.000 + 1.500.000 = 71.500.000
Rata-rata tahunan:
71.500.000
1 = 71.500.000
Tahun ke-2
Nilai jual = Rp165.000.000
Total pemeliharaan: 1.500.000 + 4.300.000 = 5.800.000
Penyusutan: 250.000.000 - 165.000.000 = 85.000.000
Total biaya: 85.000.000 + 5.800.000 = 90.800.000
Rata-rata tahunan:
90.800.000
2 = 45.400.000
Tahun ke-3
Nilai jual = Rp150.000.000
Total pemeliharaan: 1.500.000 + 4.300.000 + 8.800.000 = 14.600.000
Penyusutan: 250.000.000 - 150.000.000 = 100.000.000
Total biaya: 100.000.000 + 14.600.000 = 114.600.000
Rata-rata tahunan:
114.600.000
3 = 38.200.000
Tahun ke-4
Nilai jual = Rp135.000.000
Total pemeliharaan: 1.500.000 + 4.300.000 + 8.800.000 + 15.000.000 = 29.600.000
Penyusutan: 250.000.000 - 135.000.000 = 115.000.000
Total biaya: 115.000.000 + 29.600.000 = 144.600.000
Rata-rata tahunan:
46.000.000
= 36.150.000
4
Tabel Ringkasan
Tahun Total Biaya Rata rata Tahunan
1 Rp71.500.000 Rp71.500.000
2 Rp90.800.000 Rp45.400.000
3 Rp114.600.000 Rp38.200.000
4 Rp144.600.000 Rp36.150.000
Kesimpulan
Biaya rata-rata tahunan paling kecil terjadi pada tahun ke-4, yaitu sebesar:
Rp36.150.000
Jadi, kendaraan sebaiknya diganti pada:
akhir tahun ke-4
agar perusahaan memperoleh biaya operasional yang paling ekonomis.
3. a. EOQ adalah metode yang digunakan untuk menentukan jumlah pesanan optimal
agar total biaya persediaan (pemesanan + penyimpanan) menjadi minimal.
Diketahui:
- Permintaan per tahun (D) = 1.800 unit
- Harga per unit (P) = Rp12
- Biaya pemesanan (S) = Rp200
- Biaya penyimpanan (H) = 25% dari harga barang = 0.25 × 12 = Rp3 per unit per
- Biaya kekurangan (K) = Rp5 per unit per tahun
- Biaya kekurangan tidak diberikan dalam soal, jadi kita akan mengabaikan (karena
tidak disebutkan dalam soal bagian (a)).
Rumus EOQ (tanpa biaya kekurangan):
√2𝐷𝑆
EOQ = 𝐻
Langkah-langkah perhitungan:
1. Hitung 2DS:
2 x DxS = 2 x 1.800 x 200 = 720.000
2. Hitung H:
H=3
3. Hitung EOQ:
√720.000
EOQ= = √240.000 = 489.898
3
Jawaban:
a. Jumlah pembelian optimal setiap kali pemesanan (EOQ):
490 unit
Catatan: Karena jumlah unit tidak bisa pecahan, maka jumlah optimal adalah 490 unit.
Penjelasan:
- Dengan memesan 490 unit setiap kali, perusahaan dapat meminimalkan total biaya
pemesanan dan penyimpanan.
- Jika memesan lebih sedikit dari EOQ, biaya pemesanan akan meningkat.
- Jika memesan lebih banyak dari EOQ, biaya penyimpanan akan meningkat.
- Jadi, 490 unit adalah jumlah optimal untuk pemesanan.
b. Untuk menentukan jarak waktu optimal antar pemesanan (yaitu interval waktu
antara dua pesanan), kita perlu terlebih dahulu menghitung EOQ (Economic Order
Quantity), yaitu jumlah pesanan optimal yang meminimalkan total biaya persediaan
(biaya pemesanan + biaya penyimpanan).
Diketahui:
- Permintaan tahunan (D) = 1.800 unit
- Harga per unit (P) = Rp12
- Biaya pemesanan (S) = Rp200
- Biaya penyimpanan (H) = 25% dari harga barang = 0.25 × 12 = Rp3 per unit per
tahun
- Biaya kekurangan (K) = Rp5 per unit per tahun (tidak diperlukan untuk EOQ biasa,
tetapi bisa digunakan untuk model EOQ dengan kekurangan)
Langkah 1: Hitung EOQ
Rumus EOQ:
√2𝐷𝑆
EOQ = 𝐻
Substitusi nilai:
√2 𝑥1800𝑥200 √720.000
= = √240000 ≈ 489.90 unit
3 3
Langkah 2: Hitung Jumlah Pemesanan Tahunan
𝐷 1800
Jumlah pemesanan per tahun 𝐸𝑂𝑄 = 489.90 ≈ 3.67 kali
Langkah 3: Hitung Jarak Waktu Optimal Antar Pemesanan
365 365
Jarak waktu optimal antar pemesanan Jumlah pemesanan per tahun = 3.67 ≈ 100 hari
Jawaban:
Jarak waktu optimal antar pemesanan adalah sekitar 100 hari.
Catatan:
- Jika ingin lebih akurat, bisa menggunakan 360 hari sebagai dasar perhitungan,
tergantung kebijakan perusahaan.
- Jika menggunakan 360 hari:
360
Jarak waktu optimal = 3.67 ≈ 98 hari
Jadi, jarak waktu optimal antar pemesanan sekitar 98–100 hari.
c. Untuk menentukan total biaya persediaan tahunan yang paling efisien dengan
menggunakan pendekatan Economic Order Quantity (EOQ), kita perlu menghitung
total biaya persediaan yang terdiri dari:
1. Biaya Pemesanan (Ordering Cost)
2. Biaya Penyimpanan (Holding Cost)
Diketahui:
- Permintaan tahunan (D) = 1.800 unit
- Harga per unit (P) = Rp12
- Biaya pemesanan (S) = Rp200
- Biaya penyimpanan (H) = 25% dari harga barang = 0.25 × 12 = Rp3 per unit per
tahun
- Biaya kekurangan (K) = Rp5 per unit per tahun (tidak diperlukan untuk EOQ biasa)
Langkah 1: Hitung EOQ (Economic Order Quantity)
√2𝐷𝑆 √2 𝑥1800𝑥200 √720.000
EOQ = = = = √240000 ≈ 489.90 unit
𝐻 3 3
Kita bulatkan ke 490 unit karena jumlah unit tidak bisa pecahan.
Langkah 2: Hitung Biaya Pemesanan Tahunan
𝐷 1800
Biaya Pemesanan 𝐸𝑂𝑄 x S x 200 ≈ 3.673 x 200 = 734.62
490
Langkah 3: Hitung Biaya Penyimpanan Tahunan
𝐸𝑂𝑄 490
Biaya Penyimpanan = xH= x 3 = 245 x 3 = 735
2 2
Langkah 4: Hitung Total Biaya Persediaan Tahunan
Total Biaya Persediaan = Biaya Pemesanan + Biaya Penyimpanan = 734.62 + 735
=1.469.62}
Jawaban:
c. Total biaya persediaan tahunan yang paling efisien:
{Rp1.469.62}
Catatan:
- Total biaya ini adalah minimum karena EOQ meminimalkan total biaya pemesanan
dan penyimpanan.
- Jika pesanan dilakukan dengan jumlah lain (lebih besar atau lebih kecil dari EOQ),
total biaya akan meningkat.