Contoh RPP
Contoh RPP
Kompetensi Dasar
KD KODE Deskripsi Kompetensi dasar
Pengetahuan 3.4 Menganalisis proses pembentukan ikatan kimia pada beberapa senyawa
dalam kehidupan sehari-hari
Keterampilan 4.4 Mengintegrasikan proses pembentukan ikatan kimia pada beberapa
senyawa dalam kehidupan sehari-hari dengan electron valensi atom-atom
penyusunnya
B. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Nomor
Deskripsi Tujuan Pembelajaran
TP
3.4.1 Melalui diskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:
a. Menjelaskan kecendrungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan.
b. Menggambarkan lambang Lewis untuk unsur gas mulia (duplet dan oktet) dan
unsur bukan gas mulia.
c. Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion
3.4.2 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:
a. Menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen tunggal,rangkap dan rangkap tiga .
b. Menjelaskan proses terjadinya ikatan kovalen koordinasi.
3.4.3 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:
a. Meramalkan bentuk molekul.
d. Menentukan bentuk molekul berdasarkan ikatan yang terjadi.
3.4.4 Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:
a. Menjelaskan kepolaran dari beberapa senyawa
b. Menjelaskan hubungan bentuk molekul dengan kepolaran senyawa
3.4.5 Setelah disediakan alat dan bahan,peserta didik dapat:
a. Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat
fisik logam
3.4.6 Setelah disediakan alat dan bahan,peserta didik dapat:
a. Menghubungkan sifat fisis materi dan hubungannya dengan jenis ikatan kimianya
4.4.1 Setelah disediakan alat dan bahan,peserta didik dapat:
a. Menggambarkan bentuk-bentuk molekul
b. Menjelaskan proses pembentukan ikatan kimia pada kehidupan sehari-hari
c. Menentukan nama semyawa sederhana
4.2.2 Setelah disediakan alat dan bahan,peserta didik dapat:
a. Mengklasifikasikan senyawa polar dan non polar
b. Mengklasifikasikan sifat fisis materi
c. Menjelaskan gaya antar molekul
D. Materi Pembelajaran
2. InstrumenPenilaian
a. Pengetahuan
Instrumen Soal Pengetahuan
PENGETAHUAN
KUNCI SKOR
NO SOAL
JAWABAN MAKS.
SOAL PILIHAN BERGANDA
Jumlah elektron yang digunakan bersama bersama dalam molekul N 2
1. adalah e 20
a. 2 b. 3 c. 4 d. 5 e. 6
Kumpulan senyawa berikut yang semuanya mengandung ikatan
kovalen adalah:
2. c 20
a. HI, MgCl2, CH4 b. NaCl, KI, CaCl2 c. H2O, CO2, CH4
d. HI, H2O, NaCl e. HBr, NaBr, Br2
Asam Nitrat (HNO3) memiliki susunan elektron :
.. ..
H : O ∙∙ N : : O
∙∙ ∙∙
3. 1 :O: 2
3 b 20
¨
Pasangan kovalen koordinasi terletak pada nomor..…
a. 1 b. 2 c. 3
d. 1 and 3 e. 2 and 3
Keelektronegatifan unsur-unsur F, Cl, Br, dan H masing-masing
4. adalah: 4; 3; 2,8 dan 2,1 Senyawa manakah berikut ini yang paling d 20
bersifat polar:..
a. F2 b. HCl c. HBr d. HF e. H
Diantara senyawa berikut ini : yang tidak memenuhi kaidah oktet
adalah …
5. a 20
a. BCl3 b. NH3 c. CO2 d. N2 e. C2H2
NO SOAL KUNCI JAWABAN SKOR
MAKS.
SOAL ESSAY
1. Gambarkan bagaimana proses a. 6C : 2 4, Struktur lewis ∙ C ∙ ; 1H : 1,
terjadinya ikatan kovalen : Struktur lewis H∙
a. rangkap satu pada molekul CH4 H H
b. rangkap pada molekul O2 :
c. rangkap tiga pada molekul N2 H∙ ∙ C ∙ ∙H H C H CH4
:
H H
20
b. 8O : 2 6, Struktur Lewis : O :
¨
: O :: O : O= O O2
¨ ¨
c. 7N : 2 5, Struktur Lewis : N
N N: N N: N2
: O :: S: O : : O :: N∙∙ O
∙∙H
¨ ¨ ¨
5. Penyimpangan dari kaidah oktet a. BeCl2 BH3
dapat berupa : s
a. Tidak mencapai oktet, : Cl ∙ ∙ Be ∙ ∙ Cl : H∙∙ B ∙
b. Melampaui oktet ∙ H
tuliskan contoh masing – masing ¨ ¨ ∙∙
senyawa untuk penyimpangan H
tersebut Jumlah ev Be = 4 Jumlah ev B = 6
(tidak mencapai oktet) (tidak mencapai oktet)
20
b.
Cl:
: Cl : Jumlah ev P = 10
(melampaui okted oktet)
:: : P: ::
: Cl ˙ ˙ Cl :
¨ ¨
Kriteria Penskoran :
Jadi skor ideal = 100
𝐒𝐤𝐨𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧
𝐍𝐈𝐋𝐀𝐈 = 𝐗 𝟏𝟎𝟎
𝟏𝟎𝟎
.
PEMERINTAH KABUPATEN SIKKA
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMK NEGERI 3 MAUMERE
Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 17 Kec Alok Timur
Email : smknegeri3_maumere@[Link] Kode Pos 86111
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 3 MAUMERE
Mata Pelajaran : Fisika
Pertemuan Ke : 1 (satu) s/d 1 (satu)
Kelas/Semester : X / I (SATU)
Tahun Ajaran : 2022/2023
A. KOMPETENSI INTI
KI-3 : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan
bidang dan lingkup kajian/kerja Fisika pada tingkat teknis, spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional dan internasional.
KI-4 : Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat informasi dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah
sederhana sesuai dengan lingkup kajian/kerja Fisika.
Menampilkan kinerja di bawah dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif dan solutif
dalam ranah abstrak, terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah kongkrit terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah.
[Link] DASAR DAN INDIKATOR
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1 Menerapkan prinsipprinsip pengukuran\r\nbesaran fisis, angka\r\npenting dan notasi ilmiah\r\npada bidang 3.1.1 Memahami konsep besaran dan satuan
teknologi dan\r\nrekayasa
3.1.2 Mengidentifikasi besaran pokok dan
besaran turunan
4.1 Melakukan pengukuran\r\nbesaran fisis dengan\r\nmenggunakan peralatan dan\r\nteknik yang tepat 4.1.1 mengolah data hasil pengukuran
serta\r\nmengikuti aturan angka\r\npenting.
4.1.2 menyajikan hasil pengukuran
menggunakan alat ukur
[Link] PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan diskusi, menggali informasi dan praktikum, peserta didik mampu : secara cermat dan mandiri serta penuh rasa ingin tahu dan bertanggung jawab.
D. MATERI PEMBELAJARAN
Besaran dan Satuan
Pengukuran dan Alat Ukur
Angka Penting
E. PENDEKATAN, MODEL DAN METODE
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Cooperative Learning
Metode : Diskusi, Ceramah dan Praktikum
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN 1 ( 40 Menit )
Langkah-langkah pembelajaran Alokasi
waktu
a. Kegiatana Pendahuluan 5 menit
Motivasi dan Apersepsi:
- apa perbedaan antara panjang meja yang diukur
mistar dan jengkal?
Prasyarat pengetahuan:
- Apa yang dimaksud dengan besaran?
- Apakah perhitungan menggunakan jengkal sama
dengan mistar?
b. Kegiatan Inti 30
Eksplorasi menit
Dalam kegiatan eksplorasi :
Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan
kelompok. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Toleransi,
Mandiri, Demokratis, Komunikatif, Tanggung
Jawab.);
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan
pengertian besaran pokok dan besaran turunan. (nilai
yang ditanamkan: Jujur, Toleransi, Mandiri,
Demokratis, Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya
mengenai contoh turunan dan dimensinya. (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Toleransi, Mandiri, Demokratis,
Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk
menyebutkan contoh besaran turunan dan dimensinya.
(nilai yang ditanamkan: Jujur, Toleransi, Mandiri,
Demokratis, Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Peserta didik memperhatikan contoh soal mengenai
penulisan dimensi dari besaran turunan dan
pengkonfersian satuan yang disampaikan oleh guru.
(nilai yang ditanamkan: Jujur, Toleransi, Mandiri,
Demokratis, Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Guru memberikan beberapa soal mengenai konversi
satuan . (nilai yang ditanamkan: Jujur, Toleransi,
Mandiri, Demokratis, Komunikatif, Tanggung
Jawab.);
Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah
benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik
yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat
langsung memberikan bimbingan. (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Toleransi, Mandiri, Demokratis,
Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui
(nilai yang ditanamkan: Jujur, Toleransi, Mandiri,
Demokratis, Komunikatif, Tanggung Jawab.);
Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.
(nilai yang ditanamkan: Jujur, Toleransi, Mandiri,
Demokratis, Komunikatif, Tanggung Jawab.);
3
CONTOH RUBRIK PENILAIAN
SOAL KUNCI JAWABAN SKOR
Lengkapi tabel besaran pokok beserta satuan dan lambangnya BESARAN SIMBOL LAMBANG Jawaban benar
No SATUAN DIMENSI nilai 100
dibawah: POKOK BESARAN SATUAN
Besaran pokok ,
BESARAN SIMBOL LAMBANG 1 Panjang l Meter m [L] simbol benar
No SATUAN DIMENSI
POKOK BESARAN SATUAN satuan dan
2 Massa m Kilogram kg [M] lambang benar
1 ……… l Meter m …. tetapi dimensi
3 Waktu t Sekon s [T] salah nilai 80
2 Massa …. …… kg [M]
4 Kuat Arus I Ampere A [I]
3 Waktu …… Sekon …… [T] Jawaban tidak
Listrik lengkap nilai 50
4 ……. I Ampere ……. ……
5 Suhu T …… K …… 5 Suhu T Kelvin K [] Tidak menjawab
nilai 0
6 Intensitas …….. Candela ….. [J] 6 Intensitas I Candela Cd [J]
Cahaya Cahaya
7 …… n Mole ….. ….. 7 Jumlah Zat n Mole Mol [N]
A. Kompetensi Inti
KI-3 Pengetahuan
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian
Sejarah Indonesia pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan
potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakt nasional,
regional dan internasional
KI-4 Keterampilan
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian Sejarah
Indonesia. Menampilkan kinerja dibawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang
terukur sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja.
Menunjukan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung.
Menunjukan keterampilan, mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya disekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan
langsung.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran Problem Based Learning peserta didik dapat berpikir
secara kritis dan kreatif dalam menganalisis dan menyajikan materi tentangdampak
poltik, sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa,
lahirnya pergerakan nasional dan peristiwa sumpah pemuda dengan memiliki rasa
tanggung jawab, kerja sama dan percaya diri.
D. Materi Pembelajaran
1. Kebijakan Pemerintah Kolonial yang Memicu Perlawanan Lokal
2. Perlawanan terhadap Kolonialisme Sebelum Lahirnya Kesadaran Nasional
3. Lahirnya Pergerakan Nasional
4. Kolonialisme dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Politik, Sosial, dan Budaya
Masyarakat Indonesia Kini
E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan Pembelajaran : Pendekatan Saintifik
2. Model Pembelajaran : Problem Bassed Learning
3. Metode Pembelajaran : Diskusi, Tanya Jawab, Penugasan
F. Media dan Alat
Media : PPT
Alat : Leptop, LCD, Papan tulis, Spidol
G. Sumber Belajar
1. Buku Sejarah Indonesia Kelas X Penerbit Erlangga, Buku sumber yang relevan
dengan materi pembelajaran,
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejarah Indonesia: Buku Guru. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.
H. Kegiatan Pembelajaran
Indikator:
3.6.1 Menjelaskan dampak penjajahan bangsa Eropa yang memicu perlawanan
bersenjata bangsa Indonesia
3.6.2 Menganalisis berbagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan bangsa Eropa di
Indonesia sebelum awal abad XX
4.6.1 Mengolah informasi tentang strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap
penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Belanda)
Pertemuan Ke 1 (3 x 45 menit) Alokasi Waktu
Kegiatan Pendahuluan 10 Menit
Guru
Orientasi
1. Guru memberi salam
2. Berdoa bersama
3. Guru memeriksa kehadiran siswa
4. Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik
untuk mengikuti proses pembelajaran
Apersepsi
1. Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan
dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan
kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan.
2. Mengaitkan materi kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan dengan pengalaman pesertda didik.
3. Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya
dengan pembelajaran yang akan dilakukan
Motivasi
Guru memberi motivasi belajar siswa secara kontekstual sesuai
manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari,
dengan memberikan contoh dan perbandingan local, nasional,
dan internasional
Pemberian Acuan
1. Guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan dicapai
2. Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
3. Guru menyampaikan kegiatan yang akan digunakan
Kegiatan Inti Alokasi Waktu
Sintak Model Kegiatan Model Pembelajaran
Pembelajaran
Mengorientasi Peserta 1. Guru mengarahkan peserta didik 15
didik pada masalah untuk mengamati gambar yang ada
pada halaman 220 pada buku
Sejarah Indonesia Kelas X dan
menjawab pertanyaan yang
diberikan oleh guru
2. Guru memberikan sebuah topik
masalah tentang kebijakan-
kebijakan yang memicu perlawanan
diberbagai daerah di Nusantara.
Mengorganisasikan 1. Siswa dibagi dalam 6 kelompok
kegiatan pembelajaran
2. Kelompok 1 mendiskusikan tentang
Perlawanan Kesultanan Demak
3. Kelompok 2 mendiskusikan tentang
Perlawanan Kesultanan Aceh
4. Kelompok 3 mendiskusikan tentang
Perlawanan Kesultanan Mataram
5. Kelompok 4 mendiskusikan tentang
Perlawanan Pattimura di Maluku
6. Kelompok 5 mendiskusikan tentang
perlawanan Pangeran Diponegoro
7. Kelompok 6 mendiskusikan tentang
Perang Padri
Setiap kelompok membahas tentang
latar belakang, jalannya perang dan
dampak perlawanan
Membimbing Siswa mengumpulkan informasi dari
penyelidikan mandiri dan
berbagai sumber dengan bimbingan
kelompok
guru
Mengembangkan dan Siswa membuat laporan atas hasil 35
menyajikan hasil karya
kerjanya
Menganalisis dan 1. Peserta didik mempresentasikan 15
mengevaluasi proses
hasil kerjanya
pemecahan masalah
2. Guru dan peserta didik
memberikan pertanyaan,
masukan kepada kelompok
3. Guru bersama peserta didik
menyimpulkan materi
Kegiatan Penutup 10
1. 1. Memberi panduan menyimpulkan hasil pembelajaran
2. 22. Meminta siswa menyampaikan pendapat atau perasaan atas
pembelajaran yang dilakukan
3. 3. Menyampaikan rencana kegiatan berikutnya
I. Penilaian Pembelajaran
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
2. Bentuk Penilaian
a. Observasi : Jurnal Guru
b. Tes tertulis : Uraian dan Lembar Kerja
3. Instrumen Penilaian (terlamapir)
1 Aidil Saputra
Alexander Juanditi
2 Medosiga
3 Elisabeth Novianti Gisi
4 Hikmatul Rizkia
5 Maria Diana Pale
Oktaviani Chelse
6 Lirong
Rubrik penilaian sikap
1) Sikap jujur
Indikator sikap sosial “ jujur”
Tidak berbohong
Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu
Tidak menyontek
Terus terang
Rubrik pemberian skor
A = jika peserta didik melakukan empat kegiatan tersebut
B= jika peserta didik melakukan tiga kegiatan tersebut
C= jika peserta didik melakukan dua kegiatan tersebut
D= jika peserta didik melakukan satu kegiatan tersebut
2) Sikap kerja sama
Indikator sikap sosial “kerja sama”
Peduli kepada sesama
Saling membantu dalam hal kebaikan
Saling menghargai atau toleran
Ramah dengan sesama
Rubrik pemberian skor:
A = jika peserta didik melakukan empat kegiatan tersebut
B = jika peserta didik melakukan tiga kegiatan tersebut
C= jika peserta didik melakukan dua kegiatan tersebut
D= jika peserta didik melakukan satu kegiatan tersebut
3) Sikap rasa ingin tahu
Indikator sikap “rasa ingin tahu”
Antusias mencari jawaban
Perhatian terhadap obyek yang diamati
Memberikan pertanyaan
Rubrik pemberian skor
A = jika peserta didik melakukan empat kegiatan tersebut
B = jika peserta didik melakukan tiga kegiatan tersebut
C = jika peserta didik melakukan dua kegiatan tersebut
D = jika peserta didik melakukan satu kegiatan tersebut
4) Sikap Tanggung Jawab
Indikator sikap sosial “tanggung jawab”
Melaksanakan tugas individu dengan baik.
Menerima risiko dari tindakan yang dilakukan.
Tidak menyalahkan/menuduh orang lain tanpa bukti akurat.
Mengembalikan barang pinjaman.
Rubrik pemberian skor:
A = jika peserta didik melakukan empat kegiatan tersebut
B = jika peserta didik melakukan tiga kegiatan tersebut
C = jika peserta didik melakukan dua kegiatan tersebut
D = jika peserta didik melakukan satu kegiatan tersebut
B. Kisi-kisi Penilaian Pengetahuan
Tes Tertulis
Kompetensi Dasar IPK Materi Indikator Soal Bentuk
Soal
3.6 menganalisis 3.6.1 Kebijakan Peserta didik dapat Uraian
dampak poltik, Menjelaskan pemerintah menjelaskan
sosial, budaya, dampak kolonial yang kebijakan-
ekonomi, dan penjajahan memicu kebijakan bangsa
pendidikan pada bangsa Eropa perlawanan Portugis yang
masa penjajahan yang memicu memicu
bangsa Eropa, perlawanan perlawanan
lahirnya bersenjata bangsa diberbagai daerah
pergerakan Indonesia di Indonesia
nasional dan
Peserta didik dapat Uraian
peristiwa sumpah
menjelaskan
pemuda
kebijakan-
kebijakan bangsa
Belanda yang
memicu
perlawanan di
berbagai daerah di
Indonesia
3.6.2Menganalisis Peserta didik dapat Uraian
berbagai bentuk menguraikan isi
perlawanan perjanjian Bongaya
terhadap
penjajahan bangsa
Eropa di Indonesia
sebelum awal
abad XX
C. Instrumen Penilaian Pengetahuan
1. Jelaskan dua alasan kebijakan monopoli perdagangan oleh Portugis di tentang oleh
kesultanan-kesultanan di Nusantara.
2. Tuliskan kebijakan- kebijakan VOC yang memicu perlawanan diberbagai daerah di
Indonesia
3. Tuliskan isi Perjanjian Bongaya.
D. Kunci Jawaban
No Kunci Jawaban Skor
1 Menyebabkan harga rempah-rempah turun sehingga menyebabkan 2
Jumlah 4
2 Monopoli perddagangan rempah-rempah 1
Campur tangan terhadap masalah internal kerajaan 1
Ekspansi wilayah demi melancarkan kebijakan pintu terbuka 1
Arogansi Belanda terhdapap kerajaan pribumi 1
Adanya praktik diskriminasi terhadap penduduk pribumi 1
Penderitaan rakyat akibat sistem Tanam Paksa, kebijakan Pintu 1
Terbuka, serta Politik Etis
Jumlah 6
3 Gowa mengakui monopoli perdagangan oleh VOC 1
Semua pihak Barat kecuali VOC harus meninggalkan wilayah 1
kekuasaan Gowa 1
Gowa diwajibkan untuk membayar kerugian Perang 1
Voc membangun benteng-benteng di Makassar
Jumlah 4
Jumlah skor keseluruhan 14
Nilai Perolehan
Nilai
No Bobot Skor Maksimal Skor Perolehan Perolehan
1. 30 4
2. 40 6
3. 30 4
100 14
Keterangan :
a. Keterampilan mengomunikasikan adalah kemampuan peserta didik untuk
mengungkapkan atau menyampaikan ide atau gagasan dengan bahasa lisan yang
efektif.
b. Keterampilan mendengarkan dipahami sebagai kemampuan peserta didik untuk
tidak menyela, memotong, atau menginterupsi pembicaraan seseorang ketika sedang
mengungkapkan gagasannya.
c. Kemampuan berargumentasi menunjukkan kemampuan peserta didik dalam
mengemukakan argumentasi logis ketika ada pihak yang bertanya atau
mempertanyakan gagasannya.
d. Kemampuan berkontribusi dimaksudkan sebagai kemampuan peserta didik
memberikan gagasan-gagasan yang mendukung atau mengarah ke penarikan
kesimpulan termasuk di dalamnya menghargai perbedaan pendapat.
a. Skor rentang antara 1 – 4
1 = Kurang; 3 = Baik
2 = Cukup 4 = Amat Baik
F. Penilaian presentasi
Jumlah
No Nama Menjelaskan Memvisualkan Merespon
Skor
1
2
Keterangan :
a. Keterampilan menjelaskan adalah kemampuan menyampaikan hasil observasi dan
diskusi secara meyakinkan.
b. Keterampilan memvisualisasikan berkaitan dengan kemampuan peserta didik
untuk membuat atau mengemas informasi seunik mungkin, semenarik mungkin, atau
sekreatif mungkin.
c. Keterampilan merespon adalah kemampuan peserta didik menyampaikan
tanggapan atas pertanyaan, bantahan, sanggahan dari pihak lain secara empatik.
d. Skor rentang antara 1 – 4
1. = Kurang; 3 = Baik
2. = Cukup 4 = Amat Baik
Materi Ajar
A. Berbagai Kebijakan Pemerintah Kolonial yang Memicu Perlawanan Lokal
1. Kebijakan Portugis
Sejak menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis bermaksud memonopoli perdagangan
di Nisantara. Kehadiran Portugis membawa dua pengaruh besar terhadap Nusantara, yaitu
dalam bentuk monopoli perdagangan rempah-rempah dan penyebaran agama Kristen.
Kedua hal ini menjadi pemicu perlawanan bersenjata kerajaan-kerajaan Islam terhadap
Portugis
a. Monopoli perdagangan rempah-rempah
Ancaman praktik monopoli serta ambisi Portugis memperluas pengaruh dan hegemoni
di Jawa membuat Kesultanan Demak melakukan serangan preventif ke Malaka pada
tahun 1513 dan 1521 dan ke Sunda Kelapa pada tahun 1526 dan 1527. Demak yang
berambisis menguasai seluruh Pulau Jawa, termasuk Pajajaran sebagai pintu masuk.
Karena alasan yang sama pula, yaitu moopoli perdagangan, kehadiran Portugis di
Maluku mendapat perlawanan dari rakyat dan Kesultanan Ternate. Kesultanan
Ternatemenganggap kebijakan monopoli bertentangan dengan praktik perdagangan
yang telah berabad-abad berlangsung di bumi Nusantara. Berhadapan dengan prakatik
monopoli, rakyat Maluku yang menggantungkan hidupnya pada pasar rempah-rempah
sangat dirugikan. Apalagi penerapan kebijakan itu disertai sikap aroganasi dan
kesewenang-wenangan, yang meruntuhkan harga diri dan martabat Kesultanan
Ternate.
2. Kebijakan VOC dan Pemerintah Kolonial Belanda
a. Monopoli perdagangan rempah-rempah
Dengan monopoli, harga dan jumlah produk petani sepertirempah-rempah ditemukan
oleh VOC. Sebagai bagian dari kebijakan itu, VOC menerapkan kebijakan ekstirpasi
dan Pelayaran Hongi. Monopoli peerdagangan merugikan rakyat Indonesia terutama di
Maluku. Kebijakan ekstirpasi dan Pelayaran Hongi juga memiliki dampak yang serius
yaitu runtuhnya wibawa dan martabat raja-raja pribumi karena wilayahnya dikuasai,
rajanya diasingkan karena menolak kemauan VOC dan kerajaan dipecah belah
b. Campur tangan terhadap masalah internal kerajaan
Campur tangan terhadap masalah internal kerajaan merupakan bagian dari upaya
melancarkan monopoli perdagangan. Intervansi itu umumnya terjadi ketika terjadi
perebutan takhta dalam istana.
Campur tangan VOC juga tampak dalam hal pengangkatan pejabat- pejabat keratin
seperti patih ataupun penentuan kebijakan ekonomi- politik kerajaan
c. Ekspansi wilayah demi melancarkan kebijakan Pintu Terbuka
Sejak kebijakan Pintu Terbuka diberlakukan pada tahun 1870. Belanda gencar
melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah kerajaan yang sebelumnya independen.
Wilayah-wilayah diantaranya Tapanuli menjadi wilayah Kerajaaan Batak dan
Kalimantan bagian selatan yang menjadi wilayah kekuasaan Kesultanan Banjar.
d. Arogansi Belanda terhadap penduduk pribumi
Perang terhadap Belanda juga dilacarkan karena arogansi serta kesewenang-
wenangan Belanda terhadap bangsawan dan raja-raja pribumi. Belanda kerap
memperlakukan para bangsawan dan raja pribumi sebagai bawahan.
e. Adanya praktik diskriminasi terhadap penduduk pribumi
Pada masa colonial penduduk Indonesia digolong-golongkan atas dasar ras, dari yang
paling tinggi status social dan kedudukannya (orang Eropa) sampai yang paling
rendah (penduduk pribumi)
Golongan Eropa (Belanda, Inggris, Amerika, Belgia, Swiss, Prancis)
Orang-orang Indo (turunan pribumi danEropa)
Orang-orang keturunan Timur Asing (Cina)
Orang-orang pribumi (Indonesia), golongan Timur Asing (Tionghoa, India,
Arab) dan
Pembagian penduduk berdasarkan golongan ini memiliki kensekuensi tertentu baik
dalam bidang social, hukum, ekonomi maupun politik. Dalam bidang pendidikan,
misalnya mereka ditempatkan disekolah yang dikhususkan untuk mereka dan tidak
berbaur dengan penduduk pribumi ataupun golongan Timur Asing.
Golongan pribumi masih dibedakan lagi berdasarkan aspek keturunan, pekerjaan dan
pendidikan. Golongan bangsawan merupakan golongan tertinggi. Mereka adalah
raja/sultan dan keturunannya, para pejabat kerajaan, serta pejabat pribumi. Dibawah
mereka adalah wong cilik atau rakyat [Link] biasa adalah golongan yang
paling menderita dalam sistem sosial ini. Mereka dibebankan banyak kewajiban
termasuk pajak, namun nasibnya tidak diperhatikan pemerintah kolonial.
f. Penderitaan rakyat akibat sistem Tanam Paksa, Pintu Terbuka, serta Politik Etis
Ujung tombak dari setiap perlawanan yang domotori oleh para raja dan bangsawan itu
adalah rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia yang paling merasakan dampak negative
dari berbagai sikap dan kebijakan Belanda yang sewenang-wenang serta tak
berperikemanusiaan itu: monopoli perdagangan, pajak Tanam Paksa, kebijakan Pintu
Terbuka, dan Politik Etis.
secara cermat dan mandiri serta penuh rasa ingin tahu dan bertanggung jawab.
LANGKAH - LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 KD Pengetahuan
Kegiatan Aktifitas Pembelajaran Wakt
u
Langkah Kegiatan Pembelajaran Wakt
u
Pendahuluan [Link] didik bersama guru memulai pembelajaran dengan memberi salam dan berdoa. 5
Menit
2 Guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk tetap semangat belajar dan menjaga kesehatan.
· Suherli, dkk. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas X Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
· Internet
4.2.1 menyusun teks prosedur dengan memerhatikan strukturdan kebahasaan teks prosedur
secara cermat dan mandiri serta penuh rasa ingin tahu dan bertanggung jawab.
LANGKAH - LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
Kegiatan Aktifitas Pembelajaran Waktu
Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Peserta didik bersama guru memulai pembelajaran dengan memberi salam dan berdoa. 5
2. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk tetap semangat belajar dan menjaga kesehatan. Menit
3. Dengan bimbingan guru, peserta didik mereview pembelajaran sebelumnya dan mengaitkan dengan pembelajaran yang akan dilakukan
pada hari tersebut.
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Kegiatan Inti Mengorientasi peserta didik pada masalah
[Link] didik disajikan teks prosedurrnPesrta didik membaca teks
Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
[Link] didik dibagi dalam bentuk kelompok\r\nPendidik meminta peserta didik menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur
Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok
[Link] bimbingan pendidik peserta diidk menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur
Mengembangkan dan Menyajikan hasil karya
[Link] didik menyampaikan hasil analisisnya
Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah
[Link] membuat kesimpulan tehadap hasil analisis teks tersebut
Kegiatan Aktifitas Pembelajaran Waktu
Penutup [Link] didik beserta guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran hari ini. 5
[Link] menutup pelajaran Menit
Pertemuan 2
Kegiatan Aktifitas Pembelajaran Waktu
Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Peserta didik bersama guru memulai pembelajaran dengan memberi salam dan berdoa. 5
2. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk tetap semangat belajar dan menjaga kesehatan. Menit
3. Dengan bimbingan guru, peserta didik mereview pembelajaran sebelumnya dan mengaitkan dengan pembelajaran yang akan dilakukan
pada hari tersebut.
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Kegiatan Inti Mengorientasi peserta didik pada masalah 35
[Link] didik diarahkan pendidik untuk menentukan suatu prosedur kerja yang berkaitan dengan bidang ilmu keahlian
Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
[Link] didik diminta menentukan langkah-langkah kerja dari suatu kegiatan
[Link] didik diminta mengembagkan langkah –langkah kegitan atau prosedur kerja dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan teks prosedur
Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok
[Link] bimbingan pendidik peserta diidk mengembangkan isi teks prosedur sesuai dengan struktur dan kebahasaan yang tepat
Mengembangkan dan Menyajikan hasil karya
[Link] didik menyampaikan hasil kerjanya secara lisan atau tulis
Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah
[Link] membuat kesimpulan tehadap hasil kerja peserta didik
Kegiatan Aktifitas Pembelajaran Waktu
Penutup [Link] didik dan pendidik bersama menyimpulkan kegiatan pembelajaran hari ini 5
[Link] menutup pelajaran Menit
· Suherli, dkk. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas XI Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
· Internet
D. PENILAIAN
1. Sikap : Observasi, Penilaian diri & Peniliaian Antar Teman
2. Pengetahuan : Tes Tertulis
3. Keterampilan : Penilaian Unjuk Kerja
Portofolio
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran
discovery learning, peserta didik mengidentifikasi informasi (pendapat,
alternatif solusi dan simpulan terhadap suatu isu) dalam teks editorial
serta terampil menyeleksi ragam informasi sebagai bahan teks editorial
baik secara lisan maupun tulis dengan semangatdan percaya diri serta
kreatif selama proses pembelajaran.
C. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific Learning
Model Pembelajaran : Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dan Problem
Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah )/ projek
D. Media/alat, Bahan
Media :
➢ Worksheet atau lembar kerja (siswa)
➢ lembar penilaian
➢ Cetak: buku, modul, brosur, leaflet, dan gambar.
➢ Manusia dalam lingkungan: guru, pustakawan.
Alat/Bahan :
➢ Penggaris, spidol, papan tulis
➢ Laptop & infocus
➢ Audio: kaset dan CD.
➢ Audio-cetak: kaset atau CD audio yang dilengkapi dengan teks.
➢ Proyeksi visual diam: OUT dan film bingkai.
➢ Proyeksi audio visual: film dan bingkai (slide) bersuara.
➢ Audio visual gerak: VCD, DVD.
E. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan
Pendahuluan
Kegiatan Inti
7. Guru memberikan tayangan video editorial
dengan tautan
[Link]
8. Peserta didik mencermati tayangan yang diberikan oleh guru
9. Guru juga meminta peserta didik untuk membaca buku paket
bahasa Indonesiahalaman 86 s.d. 88
10. Peserta didik membaca buku paket dengan cermat.
11. Peserta mengerjakan latihan pada halaman 88 s.d. 89 dan
hasilnya dikumpulkan
12. Guru membagi beberapa kelompok
13. Peserta didik secara berkelompok diminta untuk mencari dua
buah teks editorial yang akan diidentifikasikan
14. Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi kedua
teks tersebut dandibandingkan.
15. Peserta didik secara berkelompok juga membedakan fakta dan
opini yang terdapatdalam kedua teks editorial tersebut
16. Peserta didik mempresentasi hasil kerja kelompok
17. Kelompok lain mengamati dan menanggapi hasil kerja kelompok
18. Setiap kelompok melaporkan perbaikan hasil diskusi berdasarkan
masukan-masukandari kelompok lain.
19. Hasil laporan diskusi kelompok diserahkan kepada guru
20. Guru bersama peserta didik mengevaluasi dan menyimpulkan
informasi (pendapat,alternatif solusi dan simpulan terhadap suatu
isu) dalam teks editorial
Kegiatan Penutup
21. Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari .
22. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi tentang
kegiatan pembelajaran dengan memberikan pertanyaan seperti
berikut :
a. Bagaimana kesan pembelajaran hari ini?
b. Apa manfaat pembelajaran hari ini?
23. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang aktif dan
memberi motivasi untuk yang lainnya.
24. Guru memberikan penguatan kepada peserta didik untuk
tetap semangat danmengikuti pembelajaran.
25. Guru mengajak peserta didik berdoa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran.
26. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam
F. SUMBER BELAJAR
Kosasih, E. 2007. 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan Bahasa Indonesia
untuk SMA/MA. Bandung: Yrama Widya.
Suryaman, M., Suherli, & Istiqomah. 2018. Bahasa Indonesia untuk
SMA/MA/SMK/MAKKelas XII. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.
Yustinah, 2017. Produktif Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
B. Pengayaan
5. Peta Konsep
Materi Ajar
1. Pengertian Teks Editorial
Teks editorial bisa disebut juga sebagai tajuk rencana. Teks editorial adalah artikel pokok
dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi dari media yang bersangkutan terhadap
suatu peristiwa yang menjadi sorotan. Teks ini biasanya diungkapkan fakta peristiwa atau
masalah aktual, penegasan pentingnya masalah, opini redaksi tentang masalah tersebut, kritik,
penilaian, dan saran atas maslaha, dan harapan redaksi akan peran serta pembaca. Berdasarkan
isi dan tujuannya, teks editorial tergolong jenis teks argumentatif seperti halnya eksposisi dan
teks ulasan. Editorial di surat kabar memiliki istilah yang berbeda-beda yaitu tajuk rencana,
dari redaksi, redaksi menulis, induk karangan, dan lain sebagainya.
2. Ciri-ciri teks editorial sebagai berikut.
1) tema bersifat luas, actual, dan factual.
2) berisi fakta, opini penulis yang sistematis dan rasional argumentative.
3) pada umumnya berisi isu/permasalahan, opini, solusi, dan simpulan.
Jadi, teks editorial adalah pandangan/pendapat/opini pimpinan redaksi media massa
mengenai isu/permasalahan sesuatu yang bersifat actual. Contoh: RUU KPK, Kebakaran
hutan di riau, Kerusuhan di papua, dll.
Latihan
1. Bacalah teks editorial “Pahlawan (bertopeng ) Buton Raya”, dengan saksama!
Identifikasi bagian isu, opini, solusi, dan kesimpulan pada teks tersebut!
2. Berdasarkan teks editorial “Pahlawan (bertopeng Buton Raya”, Identifikasi
ragam informasi pada tesk tersebut!
Pembahasan
1. bagian teks editorial
Nomor Urut Bagian Nomor
1 Isu 1, 2
2 Opini 3, 4
3 Solusi 5, 6
4 Simpulan 7
Instrumen Penilaian:
A. Kognitif
1. Kisi-kisi Penilaian Kognitif
Satuan pendidikan : SMK Negeri 3 Maumere
Kelas/Semester : XII /Ganjil
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Bentuk soal : Uraian
No KD Kls/smstr Materi Indikator Soal LK [Link] Bentuk
Soal
1 3.5 Teks Disajikan C4 1 Uraian
Mengidentifikasi Editorial sebuah teks
informasi editorial,
(pendapat, peserta
alternatif solusi didik
dan simpulan mengidentifi
terhadap suatu isu) kasi styuktur
dalam teks atau bagian
editorial
Disajikan C4 2 Uraian
sebuah teks
debat,
peserta
didik
menentukan
bagian tesis,
argumen,
dan
rekomendas
i.
(2) Namun, pernahkah orang tua berpikir, seorang anak kelihatannya seperti nakal karena ada
dorongan dalam dirinya. Ia tidak bisa mengendalikan dorongan dirinya. Ia inginnya bergerak terus. Ia
tidak mampu duduk diam sebentar, atau konsentrasi sebentar. Menurut Jack Kern, profesor kinesiologi
dari University of Arkansas, Amerika Serikat, "Anak yang aktif secara fisik
memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik dan hal ini sangat mendukung prestasi akademiknya di
sekolah.”
(3) Memang, tidak banyak orang tua dan guru yang dapat memahami permasalahan anak. Bisa jadi
seorang anak mengalami gangguan konsentrasi lalu stigma anak nakal dan bodoh sudah terlanjur
menempel padanya. Jika buah anak-anak senang melompat, berlari, menari, berjoget, naik sepeda, dan
sebagainya, mungkin kecerdasan kinestetiknya bagus sehingga perlu distimulasi supaya berkembang
lebih maksimal. Selain itu, anak-anak juga cenderung bermain gawai yaitu bermain aneka permainan.
Anak perempuan yang menghabiskan satu jam atau lebih di media sosial sejak usia 10 tahun,
menunjukkan rendahnya kebahagiaan pada saat mereka mencapai usia 15 tahun.
(4) Banyak orang tua yang tidak paham, bahkan tidak peduli dengan kesulitan anak. Mereka justru
memperlakukan anak tidak sebagai mana mestinya. Bahkan yang lebih parah lagi, orang tua sering
kali salah menetapkan solusi atas permasalahan ini. Akbibatnya, anak bukan tambah berkembang,
malah makin menurun prestasinya.
(5) Sebenarnya anak yang tidak bisa diam dan sulit berkonsentrasi bukanlah anak nakal dan bodoh.
Anak seperti ini memang memiliki ciri tidak mampu bertahan lama mendengarkan guru mengajar.
Mengerjakan tugas pun tidak akan selesai. Jika kecerdasannnya diukur dari prestasi belajar, anak
model ini kerap dianggap sebagai anak bodoh. Padahal, ia bukan tidak mampumengerjakannya, tetapi
konsentrasinya yang mudah teralih. Ia tidak mampu berkonsentrasi dalam jangka waktu tertentu.
(6) Para orang tua kurang menyadari bahwa kemungkinan anak-anak model ini memang kurang dalam
hal akademis. Namun, mereka memiliki potensi lain yang belum tergali. Anak yang cenderung aktif
kemungkinan anak tersebut memiliki kecerdasan kinestetif.
(7) Oleh karena itu, tugas orang tua dan guru untuk mencari potensipotensi yang belum tergali pada
anak-anak seperti ini. Mereka juga perlu penanganan yang tepat agar kepandaian yang sesungguhnya
dapat tergali. Orang tua dan guru tidak perlu cemas dan khawatir menghadapi anak-anak seperti itu.
(8) Jadi, orang tua perlu menggali potensi anak yang masih terpendam.
(2) Namun, pernahkah orang tua berpikir, seorang anak kelihatannya seperti nakal karena ada
dorongan dalam dirinya. Ia tidak bisa mengendalikan dorongan dirinya. Ia inginnya bergerak terus. Ia
tidak mampu duduk diam sebentar, atau konsentrasi sebentar. Menurut Jack Kern, profesor kinesiologi
dari University of Arkansas, Amerika Serikat, "Anak yang aktif secara fisik
memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik dan hal ini sangat mendukung prestasi akademiknya di
sekolah.”
(3) Memang, tidak banyak orang tua dan guru yang dapat memahami permasalahan anak. Bisa jadi
seorang anak mengalami gangguan konsentrasi lalu stigma anak nakal dan bodoh sudah terlanjur
menempel padanya. Jika buah anak-anak senang melompat, berlari, menari, berjoget, naik sepeda, dan
sebagainya, mungkin kecerdasan kinestetiknya bagus sehingga perlu distimulasi supaya berkembang
lebih maksimal. Selain itu, anak-anak juga cenderung bermain gawai yaitu bermain aneka permainan.
Anak perempuan yang menghabiskan satu jam atau lebih di media sosial sejak usia 10 tahun,
menunjukkan rendahnya kebahagiaan pada saat mereka mencapai usia 15 tahun.
(4) Banyak orang tua yang tidak paham, bahkan tidak peduli dengan kesulitan anak. Mereka justru
memperlakukan anak tidak sebagai mana mestinya. Bahkan yang lebih parah lagi, orang tua sering
kali salah menetapkan solusi atas permasalahan ini. Akbibatnya, anak bukan tambah berkembang,
malah makin menurun prestasinya.
(5) Sebenarnya anak yang tidak bisa diam dan sulit berkonsentrasi bukanlah anak nakal dan bodoh.
Anak seperti ini memang memiliki ciri tidak mampu bertahan lama mendengarkan guru mengajar.
Mengerjakan tugas pun tidak akan selesai. Jika kecerdasannnya diukur dari prestasi belajar, anak
model ini kerap dianggap sebagai anak bodoh. Padahal, ia bukan tidak mampumengerjakannya, tetapi
konsentrasinya yang mudah teralih. Ia tidak mampu berkonsentrasi dalam jangka waktu tertentu.
(6) Para orang tua kurang menyadari bahwa kemungkinan anak-anak model ini memang kurang dalam
hal akademis. Namun, mereka memiliki potensi lain yang belum tergali. Anak yang cenderung aktif
kemungkinan anak tersebut memiliki kecerdasan kinestetif.
(7) Oleh karena itu, tugas orang tua dan guru untuk mencari potensipotensi yang belum tergali pada
anak-anak seperti ini. Mereka juga perlu penanganan yang tepat agar kepandaian yang sesungguhnya
dapat tergali. Orang tua dan guru tidak perlu cemas dan khawatir menghadapi anak-anak seperti itu.
(8) Jadi, orang tua perlu menggali potensi anak yang masih terpendam.
Kunci Jawaban
Ragam Informasi teks editorial di atas yaitu:
1. Data
- Anak perempuan yang menghabiskan satu jam atau lebih di media sosial
sejak usia 10 tahun, menunjukkan rendahnya kebahagiaan pada saat
mereka mencapai usia 15 tahun.
2. Opini
- Para orang tua kurang menyadari bahwa kemungkinan anak-anak model
ini memang kurang dalam hal akademis.
3. Fakta
- Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya bermasalah
4. Pendapat ahli
- Menurut Jack Kern, profesor kinesiologi dari University of Arkansas, Amerika
Serikat, "Anak yang aktif secara fisik memiliki tingkat konsentrasi yang lebih
baik dan hal ini sangat mendukung prestasi akademiknya di sekolah.”
Rubrik Penilaian Keterampilan
Aspek Yang Kriteria Skor Total
Dinilai Skor
Isu Peserta didik menuliskan 1 kalimat isu 2 2
teks editorial dengan benar
Peserta didik menuliskan 1 kalimat isu 1
teks editorial dengan salah
Opini Peserta didik menuliskan 1 kalimat 2 2
opini teks editorial dengan benar
Peserta didik menuliskan 1 kalimat 1
opini teks editorial dengan salah
Solusi Peserta didik menuliskan 1 kalimat 2 2
solusi teks editorial dengan benar
Peserta didik menuliskan 1 kalimat 1
solusi teks editorial dengan salah
Kesimpulan Peserta didik menuliskan 1 kalimat 2 2
kesimpulan teks editorial dengan benar
Peserta didik menuliskan 1 kalimat 1
kesimpulan teks editorial dengan salah
Skor Maksimal 8
A. KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
1
B. KOMPETENSI DASAR
1.1. Mensyukuri kesempatan dapat mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa
pengantar komunikasi internasional yang diwujudkan dalam semangat belajar.
2.3. Menunjukan perilaku tanggung jawab, peduli, kerjasama, dan cinta damai, dalam
melaksanakan komunikasi fungsional.
3.10. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan pada teks naratif
sederhana berbentuk legenda rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
4.15. Menangkap makna teks naratif lisan dan tulis berbentuk cerita pendek sederhana.
Pertemuan 1
1.1 Menunjukkan rasa syukur dapat mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa
pengantar komunikasi Internasional.
2.3 Menghargai perilaku tanggung jawab, peduli, kerjasama, dan cinta damai, dalam
melaksanakan komunikasi fungsional.
3.10.1 Mengidentifikasi generic structure (orientation, complication, resolution) dari
teks naratif berbentuk legenda rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
3.10.2 Menyebutkan generic structure (orientation, complication, resolution) dari teks
naratif berbentuk legenda rakyat, sesuai dengan konteks penggunaannya.
3.10.3 Menemukan informasi rinci dalam teks naratif berbentuk legenda rakyat, sesuai
dengan konteks penggunaannya.
Pertemuan II
1.1 Menunjukkan rasa syukur dapat mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa
pengantar komunikasi Internasional.
2.3 Menghargai perilaku tanggung jawab, peduli, kerjasama, dan cinta damai, dalam
melaksanakan komunikasi fungsional.
3.10.4 Menyebutkan unsur-unsur kebahasaan (noun, adjective, time connective,
conjunction, adverbs, action verb and saying verb) dari teks naratif berbentuk
legenda rakyat.
3.10.5 Menemukan ide pokok dari tiap-tiap paragraph dari teks naratif berbentuk
legenda rakyat.
2
Pertemuan III
1.1 Menunjukkan rasa syukur dapat mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa
pengantar komunikasi Internasional.
2.3 Menghargai perilaku tanggung jawab, peduli, kerjasama, dan cinta damai, dalam
melaksanakan komunikasi fungsional.
4.15.1 Menentukan tema dari teks naratif berbentuk cerita pendek sederhana.
4.15.2 Menentukan ide pokok dari teks naratif berbentuk cerita pendek sederhana.
4.15.3 Menemukan informasi rinci dari teks naratif berbentuk cerita pendek sederhana.
4.15.4 Menemukan pesan moral dari teks naratif berbentuk cerita pendek sederhana.
4.15.5 Menceritakan kembali cerita pendek sederhana dengan menggunakan kata-kata
sendiri.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan I
Pertemuan II
Pada akhir pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu :
1.1 Menunjukkan rasa syukur dapat mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa
pengantar komunikasi Internasional.
3
2.3 Menghargai perilaku tanggung jawab, peduli, kerjasama, dan cinta damai,
dalam melaksanakan komunikasi fungsional.
Pertemuan III
Pada akhir pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu :
1.1 Menunjukkan rasa syukur dapat mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa
pengantar komunikasi Internasional.
2.3 Menghargai perilaku tanggung jawab, peduli, kerjasama, dan cinta damai,
dalam melaksanakan komunikasi fungsional.
4.15.1 Menentukan tema dari teks naratif berbentuk cerita pendek sederhana.
4.15.2 Menentukan ide pokok dari teks naratif berbentuk cerita pendek sederhana.
4.15.3 Menemukan informasi rinci dari teks naratif berbentuk cerita pendek
sederhana.
4.15.4 Menemukan pesan moral dari teks naratif berbentuk cerita pendek sederhana.
4.15.5 Menceritakan kembali cerita pendek sederhana dengan menggunakan kata-kata
sendiri.
E. MATERI PEMBELAJARAN
Fungsi sosial
Meneladani nilai-nilai moral, cinta tanah air, menghargai budaya lain.
Struktur teks
4
b. Komplikasi terhadap tokoh utama.
Unsur kebahasaan
a. Kata-kata terkait karakter, watak, dan setting dalam legenda.
b. Noun, adjective, time connective, conjunction, adverbs, action verb and saying verb.
c. Ejaan dan tulisan tangan dan cetak yang jelas dan rapi.
d. Ucapan, tekanan kata, intonasi, ketika mempresentasikan secara lisan.
F. METODE PEMBELAJARAN
• Pendekatan : Scientific Approach.
• Metode : Task Based Learning.
• Teknik : Diskusi, Tanya Jawab.
G. MEDIA PEMBELAJARAN
• Media : Teks Naratif (Legenda Rakyat), Video.
• Alat : laptop, LCD, Papan Tulis, spidol.
• Sumber : Buku dan Internet.
H. LANGKAH–LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan I
1. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit)
• Guru bersama peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
• Guru mengecek kehadiran siswa.
• Guru memberikan motivasi dan inspirasi kepada peserta didik sebelum memulai
kegiatan pembelajaran.
• Guru mengajukan beberapa pertanyaan stimulasi yang berkaitan dengan materi
yang akan diajarkan.
Have you ever heard the legend of toba lake ?how does it story ?
• Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai.
2. Kegiatan Inti (70 Menit)
Observing
5
• Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
• Peserta didik membaca dan mempelajari sebuah teks naratif berbentuk legenda
rakyat yang sama (teks 1).
Questioning
• Peserta didik diberi kesempatan untuk berdiskusi bersama (menanya dan
merespon) terkait teks naratif berbentuk legenda rakyat yang telah dibaca dan
diamati (teks I).
Exploring
• Peserta didik menentukan generic structure (orientation, complication,
resolution) dari teks naratif berbentuk legenda rakyat (teks I).
• Peserta didik menyampaikan hasil pekerjaan mereka.
Associating
• Peserta didik menemukan informasi rinci (pengenalan tokoh, waktu, tempat
kejadian, masalah dan penyelesaian masalah) dari teks naratif (ke-2) berbentuk
legenda rakyat.
• Peserta didik menentukan generic structure (orientation, complication,
resolution) dari teks naratif (ke-2) berbentuk legenda rakyat.
• Peserta didik menemukan informasi rinci (pengenalan tokoh, waktu, tempat
kejadian, masalah dan penyelesaian masalah) dari teks naratif ke-1 berbentuk
legenda rakyat.
• Peserta didik membandingkan generic structure dan informasi rinci (pengenalan
tokoh, waktu, tempat kejadian, masalah dan penyelesaian masalah) dari 2 teks
naratif sebelumnya dengan hasil pekerjaan kelompok lain.
Communicating
• Peserta didik menyampaikan kembali hasil pekerjaan mereka terkait generic
structure dan informasi rinci (pengenalan tokoh, waktu, tempat kejadian,
masalah dan penyelesaian masalah) dari 2 teks naratif yang telah dianalisis.
• Peserta didik mendapatkan feedback dari guru.
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
• Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran.
• Peserta didik mendapat tugas individu berdasarkan kemampuan peserta didik
secara berimbang.
• Doa Penutup.
6
Pertemuan II
7
• Peserta didik menceritakan kembali menggunakan kata-kata sendiri terkait cerita
legenda rakyat dari masing-masing kelompok.
• Peserta didik mendapatkan feedback dari guru.
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
• Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran.
• Peserta didik mendapat tugas individu berdasarkan kemampuan peserta didik
secara berimbang.
• Doa Penutup.
Pertemuan III
1. Kegiatan Pendahuluan ( 10 menit)
• Guru bersama peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
• Guru mengecek kehadiran siswa.
• Guru mereview kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan
sebelumnya.
• Guru memberikan motivasi dan inspirasi kepada peserta didik sebelum memulai
kegiatan pembelajaran.
• Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai.
2. Kegiatan Inti (70 Menit)
Observing
• Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
• Peserta didik menonton sebuah video cerita naratif pendek sederhana berjudul
“Mount Tangkuban Perahu”.
Questioning
• Peserta didik diberi kesempatan untuk berdiskusi bersama (menanya dan
merespon) terkait video cerita naratif pendek sederhana.
Exploring
• Peserta didik menentukan tema berdasarkan cerita naratif dari video singkat yang
ditayangkan.
• Peserta didik menentukan informasi rinci (pengenalan tokoh, waktu, tempat
kejadian, masalah dan penyelesaian masalah) berdasarkan cerita naratif dari
video singkat yang ditayangkan.
8
• Peserta didik menentukan pesan moral yang tersirat dari video singkat yang
ditayangkan.
• Peserta didik menyampaikan hasil pekerjaan mereka terkait tema, informasi
rinci, dan pesan moral berdasarkan cerita naratif dari video singkat yang
ditayangkan.
Associating
• Peserta didik menentukan tema, informasi rinci, dan pesan moral dari teks naratif
berbentuk cerita pendek sederhana yang berbeda pada masing-masing kelompok.
• Peserta didik menyampaikan hasil pekerjaan mereka terkait tema, informasi
rinci, dan pesan moral dari teks naratif berbentuk cerita pendek sederhana.
• Peserta didik membandingkan hasil pekerjaan mereka terkait tema, informasi
rinci, dan pesan moral dari teks naratif berbentuk cerita pendek sederhana
dengan kelompok lain.
• Peserta didik merangkum hasil pekerjaan tiap-tiap kelompok yang memuat tema,
informasi rinci dan pesan moral.
Communicating
• Peserta didik menyampaikan kembali rangkuman hasil pekerjaan tiap-tiap
kelompok.
• Peserta didik mendapatkan feedback dari guru.
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
• Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran.
• Peserta didik mendapat tugas individu berdasarkan kemampuan peserta didik
secara berimbang.
• Doa Penutup.
9
1. Rasa hormat 5-1 Pengamatan Proses Lembar
2. Jujur 5-1 Pengamatan
3. Peduli 5-1
4. Berani 5-1
5. Percaya diri 5-1
6. Komunikatif 5-1
7. Peduli sesama 5-1
8. Ingin tahu 5-1
Ket. Scoring
5= Tidak pernah menunjukkan sikap tidak hormat, jujur, peduli, berani, percaya
diri, komunikatif, peduli sesama, ingin tahu.
4= Pernah menunjukkan sikap tidak hormat, jujur, peduli, berani, percaya diri,
komunikatif, peduli sesama, ingin tahu.
3= Beberapa kali menunjukan sikap tidak hormat, jujur, peduli, berani, percaya
diri, komunikatif, peduli sesama, ingin tahu.
2= Sering menunjukkan sikap tidak hormat, jujur, peduli, berani, percaya diri,
komunikatif, peduli sesama, ingin tahu.
1= Sangat sering menunjukkan sikap tidak hormat, jujur, peduli, berani, percaya
diri, komunikatif, peduli sesama, ingin tahu.
➢ Penilaian Pengetahuan
10
7. Pilihan kata (Diction) 5-1
Ket Scoring:
B. Kelancaran (Fluency)
5= sangat lancar
4=lancar
3=cukup lancar
2=kurang lancar
1=tidak lancer
C. Ketelitian ( Accuracy)
5=sangat teliti
4=teliti
3=cukup teliti
2=kurang teliti
1=tidak teliti
D. Pengucapan(Pronunciation)
5= hampir sempurna
4=ada kesalahan tapi tidak mengganggu makna
3=ada kesalahan dan mengganggu makna
2=banyak kesalahan dan mengganggu makna
1=terlalu banyak kesalahan sehingga sulit dipahami
11
E. Intonasi(Intonation)
5=hampir sempurna.
4=ada beberapa kesalahan tapi tidak mengganggu makna.
3=ada beberapa kesalahan dan mengganggu makna.
2=banyak kesalahan dan mengganggu makna.
1=terlalu banyak kesalahan sehingga sulit di pahami
F. Pemahaman(Understanding)
5= sangat memahami
4=memahami
3=cukup memahami
2=kurang memahami
1=tidak memahami
12
➢ Penilaian Tingkah laku/Praktek (Action)
13
2. Format Penilaian
FORMAT PENILAIAN INDIVIDU
Nama Kegiatan :
Tanggal Pelaksanaan :
Nama :
NIS :
Knowledge
1. Kosa kata (Vocabulary)
2. Kelancaran (Fluency)
3. Ketelitian (Accuracy)
4. Pengucapan (Pronunciation)
5. Intonasi (Intonation)
6. Pemahaman (Understanding)
7. Pilihan kata (Diction)
Attitude
1. Rasa hormat (Respect)
2. Jujur (Honest)
3. Peduli (Care)
4. Berani (Brave)
5. Percaya diri (Confidence)
6. Berkomunikasi baik (Communicative)
7. Peduli social (Social Awareness)
8. Ingin tahu (Curiosity)
Action
1. Kerja sama (Team Work)
2. Melakukan tindakan komunikasi
(Communicative Action)
TOTAL
RATA-RATA
14
FORMAT PENILAIAN PENGETAHUAN
Nama Kegiatan :
Tanggal Pelaksanaan :
Kelas :
15
FORMAT PENILAIAN SIKAP
Nama Kegiatan :
Tanggal Pelaksanaan :
Catatan
a) Aspek yang dinilai disesuaikan dengan jenis kegiatan yang dilaksanakan.
b) Range nilai bisa dari 1-5 (Sesuai Keterangan di atas) atau nilai 50-10.
16
FORMAT PENILAIAN ACTION
Nama Kegiatan :
Tanggal Pelaksanaan :
Kelas :
Catatan
a) Aspek yang dinilai disesuaikan dengan jenis kegiatan yang dilaksanakan.
b) Range nilai bisa dari 1-5 (Sesuai Keterangan di atas) atau nilai 50-10.
17
Mengetahui, Maumere, …… Juli 2022
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
18
BAHAN AJAR I
A.
1. Narrative Text
What is Narrative?
1. Definition of Narrative
Narrative is a text focusing specific participants. Social function is to tell stories or
past events and entertain the readers.
2. Generic Structure of Narrative
A narrative text consists of the following structure:
1. Orientation: Introducing the participants and informing the time and the place.
2. Complication: Describing the rising crises which the participants have to do with.
3. Resolution: Showing the way of participant to solve the crises, better or worse.
3. Language Features of Narrative
• Using processes verbs
• Using temporal conjunction
• Using Simple Past Tense
Small Notes
Narrative (Naratif, dongeng)
Ciri Umum:
(a) Tujuan Komunikatif Teks:
Menghibur pendengar atau pembaca (yang bertalian dengan pengalaman nyata, khayal atau
peristiwa pelik yang mengarah ke suatu krisis, yang pada akhirnya menemukan suatu
penyelesaian).
(b)Struktur Teks/Generic structure
• Orientation; Pengenalan tokoh, waktu, dan tempat terjadinya peristiwa.
• Complication; Masalah, konflik dalam cerita.
• Resolution; Penyelesaian masalah.
• Koda: perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita.
(c) Ciri Kebahasaan:
Menggunakan:
19
• nouns tertentu sebagai kata ganti orang, hewan dan benda tertentu dalam cerita, misalnya,
stepsisters, housework, dsb.
• adjectives yang membentuk noun phrase, misalnya, long black hair, two red apples, dsb.
• time connectives dan conjunctions untuk mengurutkan kejadian-kejadian, misalnya then,
before that, soon, dsb.
• adverbs dan adverbial phrases untuk menunjukkan lokasi kejadian atau peristiwa,
misalnya here, in the mountain, happily ever after,dsb.
• action verbs dalam past tense; stayed, climbed, dsb.
• saying verbs yang menandai ucapan seperti: said, told, promised, dan thinking verbs yang
menandai pikiran, persepsi atau perasaan tokoh dalam cerita, misalnya thought,
understood, felt, dsb.
20
Student Worksheet
21
3. Answer the questions based on the text!
a. Who are the participants in the story? What are their character?
Participant Character
d. Find out the problems (crisis) and its resolutions in the story!
Problems (crisis) Resolutions
One day, the people from the village of Mimika were very busy. They prepared twelve
boats and set off on a journey to find sago (traditional food of the people in the island of
Papua). After three days, their boats were filled with sago. But on their way back to the
village, they were attacked by a dragon. The dragon’s tail caused a big wave in the river. Most
of the villagers were drown, but there’s a woman who managed to save herself. She was
hanging to a tree log and finally arrives in a land.
The woman was the only survivor from the incident. She was pregnant. Her boat was
broken so she couldn’t go back to the village. The woman then lived in the forest near the
river. Later she gave birth to a son. She named her son Biwar. He grew up as a skillful hunter.
He can make various weapons, set traps to catch animals, and provided sufficient food for
both of them.
One day he brought some fish for their food. When his mother saw him bringing fish,
she asked where Biwar got them. He said it was from the river. The mother was still afraid of
the dragon, so she forbade Biwar to go near the river again. She also told him about his father
and the villagers that were killed by the dragon, "Your father was killed by the dragon. I'm the
only one survived from the [Link]'s why we live alone here, Son." Biwar then decided
to hunt the dragon so that he and his mother could go back to the village. He set traps near the
22
river. Then he made some noise by playing the tifa (traditional drums). Attracted by the noise,
the dragon came to Biwar.
When the dragon started to attack, Biwar pulled the rope that linked to his traps,
releasing spears that hit the dragon’s head directly. The dragon died instantly.
Biwar then came to his mother and told her about the death of the dragon. The next day, he
built a boat and set sail to return to the village. When they arrived in the village, all the people
were so happy to hear the news about the dragon’s death. Thanks to Biwar, they are not afraid
to sail in the river anymore.***
23
e) How the dragon was killed?
f) Find out the problems (crisis) and its resolutions in the story!
Problems (crisis) Resolutions
2nd Meeting
(Text 1)Read the text below!
GROUP 1
Once, there was a kingdom in Priangan Land. Lived a happy family. They were a father in
form of dog,his name is Tumang, a mother which was called is Dayang Sumbi, and a child
which was called Sangkuriang.
One day, Dayang Sumbi asked her son to go hunting with his lovely dog, Tumang. After
hunting all day, Sangkuriang began desperate and worried because he hunted no deer. Then
he thought to shot his own dog. Then he took the dog liver and carried home.
Soon Dayang Sumbi found out that it was not deer lever but Tumang's, his own dog. So, She
was very angry and hit Sangkuriang's head. In that incident, Sangkuriang got wounded and
scared then cast away from their home.
Years go by, Sangkuriang had travel many places and finally arrived at a village. He met a
beautiful woman and felt in love with her. When they were discussing their wedding plans,
The woman looked at the wound in Sangkuriang's head. It matched to her son's wound who
had left several years earlier. Soon she realized that she felt in love with her own son.
She couldn't marry him but how to say it. Then, she found the way. She needed a lake and a
boat for celebrating their wedding day. Sangkuriang had to make them in one night. He built a
24
lake. With a dawn just moment away and the boat was almost complete. Dayang Sumbi had
to stop it. Then, she lit up the eastern horizon with flashes of light. It made the cock crowed
for a new day.
Sangkuriang failed to marry her. She was very angry and kicked the boat. It felt over and
became the mountain of Tangkuban Perahu Bandung.
1. Find out difficult words!
Difficult word Meaning
Paragraph I
Paragraph II
Paragraph III
Paragraph IV
GROUP 2
Once upon a time, there was a man who was living in north Sumatra. He lived in a simple hut
in a farming field. He did some gardening and fishing for his daily life.
One day, while the man was fishing, he caught a big golden fish in his trap. It was the biggest
catch which he ever had in his life. Surprisingly, this fish turned into a beautiful princess. He
felt in love with her and proposed her to be his wife. She said; “Yes, but you have to promise
not to tell anyone about the secret that I was once a fish, otherwise there will be a huge
disaster”. The man made the deal and they got married, lived happily and had a daughter.
Few years later, this daughter would help bringing lunch to her father out in the fields. One
day, his daughter was so hungry and she ate his father’s lunch. Unfortunately, he found out
and got furious, and shouted; “You damned daughter of a fish”. The daughter ran home and
asked her mother. The mother started crying, felt sad that her husband had broke his promise.
Then she told her daughter to run up the hills because a huge disaster was about to come.
When her daughter left, she prayed. Soon there was a big earthquake followed by non-stop
pouring rain. The whole area got flooded and became Toba Lake. She turned into a fish again
and the man became the island of Samosir.
1. Find out difficult words!
Difficult word Meaning
Paragraph II
Paragraph III
Paragraph IV
GROUP 3
27
A long time ago, there were two animals, Sura and Baya. Sura was the name of a
shark and Baya was a crocodile. They lived in a sea.
Once Sura and Baya were looking for some food. Suddenly, Baya saw a goat.
“Yummy, this is my lunch,” said Baya.
“No way! This is my lunch. You are greedy” said Sura. Then they fought for the goat.
After several hours, they were very tired.
Feeling tired of fighting, they lived in the different places. Sura lived in the water
and Baya lived in the land. The border was the beach, so they would never fight again.
One day, Sura went to the land and looked for some food in the river. He was
very hungry and there was not much food in the sea. Baya was very angry when he
knew that Sura broke the promise.
They fought again. They both hit each other. Sura bit Baya's tail. Baya did the
same thing to Sura. He bit very hard until Sura finally gave up and went back to the sea.
Baya was happy.
Paragraph I
There were two animals named Sura and Baya.
Paragraph II
They fought for the goat
Paragraph III Feeling tired of the fighting, they lived in the different places.
Paragraph IV Sura broke the promise and Baya was very angry.
Paragraph V They fought again.
28
3. Identify language features of the text!
Time Action Saying Verb
Noun Adjective Connective&Conjunc Adverbs Verb
tion
29
3rd meeting
1. a. Who are the participants in the story? What are their character?
Participant Character
30
KEY ANSWER
1st Meeting
Text I
1. Generic structure and language feature analysis:
b. Setting
Place Time
In Laos, in the field, Every morning, every evening, one day
c. Because the man was afraid of the tiger attacking his buffalo when he went home.
d. Problems and resolution:
Problems/Crisis Resolutions
1. The tiger wanted to know The farmer hit the tiger
more about the farmer and
the buffalo.
2. The tiger wanted to know
31
about the farmer’s
intelligence.
Text II
32
3. Answer questions based on the text:
a) Villagers, a woman (biwar’s mother), Biwar, a dragon.
b) Their boat were attacked by a dragon.
c) Biwar.
d) Biwar set traps near the river. Then he made some noise by playing the tifa
(traditional drums). Attracted by the noise, the dragon came to Biwar.
When the dragon started to attack, Biwar pulled the rope that linked to his
traps, releasing spears that hit the dragon’s head directly
e) Problems and solution:
Problem Resolution
❖ They were attacked ❖ There’s a woman who
by a dragon. managed to save herself.
❖ They all drown. ❖ She was hanging to a tree
❖ Their boat was log and finally arrives in a
broken land, woman then lived in
❖ The villigers and his the forest near the river,
father were killed ❖ Biwar then decided to hunt
by the dragon, the dragon so that he and
❖ Attracted by the his mother could go back to
noise. the village.
❖ The dragon came to ❖ He set traps near the river.
Biwar and started to ❖ Then he made some noise
attack. by playing the tifa
(traditional drums).
❖ Biwar pulled the rope that
linked to his traps, releasing
spears that hit the dragon’s
head directly.
❖ The dragon died instantly.
2nd Meeting
GROUP 1
33
Paragraph III Sangkuriang felt in love with Dayang Sumbi.
Paragraph IV Sangkuriang failed to marry Dayang Sumbi.
GROUP II
Time
Noun Adjective Connective & Adverbs Action Verb Saying Verb
conjunction
34
A man, Angry, Once, one day, Sumatera, Fishing, promise, Said, tell,
fish(princess, beautiful. after, then, forest, broke, help, made. shouted,
his wife), their years go by. home, Asked,
daughter. village. told.
Group III
Paragraph I
There were two animals named Sura and Baya.
Paragraph II
They fought for the goat
Paragraph III Feeling tired of the fighting, they lived in the different places.
Paragraph IV Sura broke the promise and Baya was very angry.
Paragraph V They fought again.
Time
Noun Adjective Connective & Adverbs Action Verb Saying Verb
conjunction
A man, Angry, Once, one day, Sumatera, Fishing, promise, Said, tell,
35
fish(princess, beautiful. after, then, forest, broke, help, made. shouted,
his wife), their years go by. home, Asked,
daughter. village. told.
3rd meeting
36
✓ She realized that she felt in love flashes of light. It made the cock
with her own son. crowed for a new day.
✓ With a dawn just moment away
and the boat was almost
completed.
Post test
37
was Princess Roro Jonggrang, the daughter of Prabu Baka. Bandung Bondowoso insisted to
38
2. Who was Rara Jonggrang?
❖ Rara jonggrang was very famous in the land was the daughter of Prabu Baka, and evil
king.
3. Who was Prabu Baka?
❖ Prabu Baka was the father of Rara Jonggrang.
4. Whom did Bandung Bondowoso fall in love with?
❖ Roro Jonggrang
39
legend of Roro Jonggrang and Bandung Bondowoso. Bandung
Bondowoso
Long time ago, there was a king named Prabu Baka who
ruled Prambanan. The king was a fierce and powerful giant.
Unfortunately, he was defeated by King Pengging in a war.
To gain his victory, King Pengging asked help to a very
powerful man, Bondowoso, who was known as Bandung
Bondowoso because he had a supernatural
weapon,[Link] the permission of King Pengging,
Bandung Bondowoso lived in Prambanan Palace. In that Complications
palace, Bandung Bondowoso saw a very beautiful princess 1. King Pengging
and fell in love with her. She was Princess Roro Jonggrang, defeated Prabu
the daughter of Prabu Baka. Bandung Bondowoso insisted Baka and became
to marry [Link] Jonggrang was afraid to the king of
refuse the proposal, yet she did not want to accept it. She Prambanan
decided to accept the proposal if Bandung Bondowoso was 2. Bandung
able to fulfil the condition she gave. The condition was Bondowoso fell in
Bandung Bondowoso should build her a thousand temples love with Roro
and two deep wells in one night. Bandung Bondowoso Jonggrang and
accepted the condition half-heartedly. He asked help to his proposed her
father, who was also very powerful and had supernatural 3. Roro Jonggrang
spirit army. accept the proposal
In the decided day, Bandung Bondowoso, his army, and the if Bandung
spirits started to build the temples. Their speed in building Bondowoso was
the temples and wells was beyond everyone’s imagination. able to build one
After four in the morning, they only had five temples to be thousand temples
done. The wells also were almost done. and two wells in
Knowing that Bandung Bondowoso would succeed, the one night
people in Prambanan Palace panicked. They woke the girls 4. With help from
and ordered them to pound rice and scattered fragrant spirits, Bandung
flowers. The spirits heard the sound of mortar and smelled Bondowoso almost
the flower fragrance. They thought it was noon already and succeeded but the
stopped their work. It remained one temple to be done but people in
without the help from the spirits Bandung Bondowoso Prambanan Temple
would not be able to finish it. failed him.
40
all girls living in Prambanan, no one would ever propose Bandung
them until they died. Roro Jonggrang herself was cursed Bondowoso cursed
into a statue. The statue lied in a big temple called Roro the girls and Roro
Jonggrang Temple. The temples surrounding was named Jonggrang.
Candi Sewu, which means a thousand of temples.
41
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) 5
A. Kompetensi Inti
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui penggalian informasi, diskusi kelompok dan pemberian latihan, peserta didik
dapat mengidentifikasi, membedakan, menggunakan dan menemukan fungsi sosial,
struktur teks dan unsur kebahasaan serta menuliskan undangan resmi lisan dan tulis
dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar
dan sesuai konteks dengan kreatif, mandiri, tanggung jawab serta dapat bekerjasama.
D. Materi Pembelajaran
Mengetahui
Kepala SMK Negeri 3 Maumere Guru Bidang Studi
Level Bentuk
Kompetensi Dasar IPK Materi Indikator Soal
Kognitif soal
3.16 Menganalisis 3.16.1. Teks undangan resmi Disajikan dua L2 Tertulis
fungsi sosial, Membedakan sederhana jenis undangan
struktur teks, dan struktur teks dan peserta didik
unsur kebahasaan unsur dapat
beberapa teks kebahasaan teks menemukan
khusus dalam khusus dalam perbedaan
bentuk undangan bentuk undangan dengan tepat.
resmi dengan resmi.
memberi dan 3.16. 2 Disajikan
meminta informasi Menggunakan undangan
terkait kegiatan struktur teks dan peserta didik
sekolah/tempat unsur dapat
kerja sesuai dengan kebahasaan menggunakan L2 Tertulis
konteks dalam struktur teks
penggunaannya melengkapi teks undangan
undangan dengan tepat
b. Soal Kompetensi Pengetahuan
IPK 3.16.1 Membedakan struktur teks dan unsur kebahasaan teks khusus dalam bentuk
undangan resmi
11.30
Getting Married
You are cordially invited to celebrate the wedding of
Sara Elisabeth Johnson
And
Thomas Cage Willington
On Tuesday afternoon June the 2nd at four o’clock
Thirty-five East Oliver Avenue
Followed by reception
R.S.V.P
213.555.1821
Since 1961
March 10,2010
Ikenna Achilihu
211 East Frenchmans Bend Road
Monroe, LA 71203
Dear Ikenna,
Congratulation! It is with great pleasure that we invite you to begin training in Sierra Leone foe
Peace Corps service. You will be joining thousands of Americans who are building stronger
communities around the world. This call to action gives you the opportunity to learn new skill and
to find the best in yourself.
The next is up to you. Please carefully read the enclosed Volunteer Assignment Description,
Welcome Book, and other important details about Peace Corps service. Please consider the project
description and primary assignment duties carefully when making your decision. In accepting this
assignment, you are making a commitment to the project, the country, and the Peace Corps.
Please call us within ten days regarding your decision to accept or decline our invitation. If we don’t
hear from you within this period, the assignment may be offered to another applicant.
Sincerely,
Amanda
Amanda Mendelson
VRS/Placement Unit
Enclosures
Sierra Leone
IPK 3.16.2 Menggunakan struktur teks dan unsur kebahasaan dalam melengkapi teks undangan
At 3 p.m.
Tangerang Selatan
Complete the following informal wedding invitation based on the above invitation.
……………………. (1)
………………….... (2)
November 30th,2018
Dear Miss. Davina Tjaraka,
We are happy to share with you that our ………. (3) is to be married on ………. (4) to ………. (5)
It would be very pleased if you could attend the wedding ceremony and feast. The weeding feast will be held
at ………. (6) at …… (7)
I hope that you will give me pleasure of your company on the wedding day.
Yours sincerely,
…………. (8)
c. Pedoman Penilaian Pengetahuan/Penskoran
IPK 3. 16.1 Membedakan struktur teks dan unsur kebahasaan teks khusus dalam bentuk
undangan resmi
No Penyelesaian Skor
1. Personal Invitation letter (1)
2. Personal Invitation letter (1)
1 0-4
3. Personal Invitation letter (1)
4. Oficial Invitation letter (1)
Letter 1 is about the invitation to follow the inauguration of the
president & vice president of the United States
Letter 2 is about invitation to present the wedding celebration of
2 Sara Elisabeth Johnson and Thomas Gade Willoughby 0-4
Letter 3 is about invitation to present the wedding ceremony of
Prince William and Catherine Middleton
Letter 4 is about invitation to begin training in Sierra Lione
3 Yes, I have. Meeting event 0-2
Skor maksimal 10
IPK 3.16.2 Menggunakan struktur teks dan unsur kebahasaan dalam melengkapi teks
undangan
No Penyelesaian Skor
1 Kuningan 1
2 East Jakarta 1
3 daughter 1
5 Lucas Sinatrya 1
Jumlah 8
No Penyelesaian Skor
1 Terdapat 14 struktur surat resmi 14
2 Terdapat 13 struktur surat resmi 13
3 Terdapat 12 struktur surat resmi 12
4 Terdapat 11struktur surat resmi 11
5 Terdapat 10 struktur surat resmi 10
6 Terdapat 9 struktur surat resmi 9
7 Terdapat 8 struktur surat resmi 8
8 Terdapat 7 struktur surat resmi 7
9 Terdapat 6 struktur surat resmi 6
10 Terdapat 5 struktur surat resmi 5
11 Terdapat 4 struktur surat resmi 4
12 Terdapat 3 struktur surat resmi 3
13 Terdapat 2 struktur surat resmi 2
14 Terdapat 1 struktur surat resmi 1
Skor maksimal 14
UNIT 3
A. Social Function (Fungsi Sosial)
B. Language features
Formula Examples
Why don’t we + verb 1 + ? Why don’t we go to out for dinner?
Let’s + verb 1 Let’s get a doughnut
Sometimes people use suggestion forms in more informal situations to invite other
people to join them in doing something. These forms include ‘let’s do’, ‘how about
/what about doing’ and ‘shall we’.
Examples:
A. Doni : Let’s go out on the town tomorrow morning!
Oka : Sure. Let’s do that.
B. Lia : Shall we get some dinner tonight?
Nina : That sound good.
A. Kompetensi Inti
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang
kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
3.24. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks
interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi
dan meminta informasi terkait hubungan sebab akibat, sesuai dengan
konteks penggunaannya. (Perhatikan unsur kebahasaan (because of ..., due
to ..., thanks to ...)
4.24 Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan
tindakan memberi dan meminta informasi terkait hubungan sebab akibat,
dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan
yang benar dan sesuai konteks.
C. Indikator
3.24.1 Mengidentifikasi fungsi social, struktur teks dan unsur kebahasaan teks
interaksi transaksional yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
informasi terkait hubungan sebab akibat ( cause and effect )
3.24.3 Menganalisis fungsi social, struktur teks dan unsur kebahasaan teks
interaksi transaksional yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
informasi terkait hubungan sebab akibat ( cause and effect )
D. Tujuan Pembelajaran:
1. Melalui pembelajaran berbasis Problem- based learning peserta didik dapat
mengidentifikasi dan Menganalisis dialog yang melibatkan tindakan memberi
dan meminta informasi terkait hubungan sebab akibat sesuai dengan konteks,
unsur dan struktur kebahasaan dan penggunaanya.
2. Melalui pemberian latihan dan diskusi peserta didik dapat menyusun serta
Menyajikan dialog yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi
terkait hubungan sebab akibat sesuai dengan konteks , unsur dan struktur
kebahasaan dan penggunaanya.
E. Materi Pembelajaran
1. Social function:
To sustain interpersonal relationships others people
2. Structure text:
Media
• PPT Materi
• Video percakapan
• Audio
• Lembar Kerja Siswa (Worksheet)
Sumber Belajar
• E- Modul Bahasa Inggris
• Buku Teks Pendamping Bahasa Inggris SMK Kelas XII
• Referensi internet: [Link]
dalam-bahasa-inggris
• [Link]
• Kamus
H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1
No IPK
IPK
3.24.1 Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis
yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
informasi terkait hubungan sebab akibat, sesuai dengan
konteks penggunaannya
No IPK
IPK
3.24.2 Membedakan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis
yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
informasi terkait hubungan sebab akibat, sesuai dengan
konteks penggunaannya
Pertemuan ke-1
No IPK
IPK
3.24.3 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis
yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
informasi terkait hubungan sebab akibat, sesuai dengan
konteks penggunaannya
Pertemuan ke-2
No IPK
IPK
4.24.1 Menyusun teks transaksional pendek sederhana tentang
hubungan sebab akibat sesuai dengan konteks
penggunaannya.
No IPK
IPK
4.24.2 Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis
yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
informasi terkait hubungan sebab akibat, sesuai dengan
konteks penggunaannya
(menit)
Mengorganisasikan Menanya:
peserta didik untuk
belajar ▪ Guru memberikan kesempatan pada
peserta didik untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin pertanyaan yang
berkaitan dengan teks atau video
percakapan yang disajikan dan akan
dijawab melalui kegiatan belajar.
Penutup 20
menit
▪ Refleksi: Guru membuka diskusi
untuk melakukan refleksi
terhadap semua kegiatan yang
telah dilakukan.
▪ Menyampaikan rencana
pembelajaran selanjutnya
Pertemuan ke – 2
Mengorganisasikan Menanya:
peserta didik untuk
belajar ▪ Guru memberikan kesempatan pada
peserta didik untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin pertanyaan yang
berkaitan dengan teks atau video
percakapan yang disajikan dan akan
dijawab melalui kegiatan belajar.
J. Penilaian
Penilaian Pengetahuan
KISI –KISI SOAL PENGETAHUAN
No Bentuk
No Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal
Soal Soal
Cause and Effect Disajikan sebuah 1, 2, PG
1 3.24. Menganalisis fungsi sosial,
contoh kasus 3, 4,5
struktur teks, dan unsur tentang cause
kebahasaan teks interaksi dan effect siswa
transaksional lisan dan dapat
tulis yang melibatkan menentukan
tindakan memberi dan jawaban yang
meminta informasi terkait sesuai.
hubungan sebab akibat,
sesuai dengan konteks
penggunaannya.
Kunci
No Soal Skor
Jawaban
1 Read the cause in this situation and choose the effect. B 1
2 Read the cause and choose the effect. She was in a hurry D 1
Kunci
No Soal Skor
Jawaban
riding her bike, so she carried her viola across the
handlebars. She failed, She didn’t see the rock on the street
in front of her.
A) The viola did not fall off the bike.
B) The rock did not get in the girl's way.
C) The girl got off her bike to take a break.
D) The girl fell off of her bike
3 B 1
Look at the picture and choose the best cause for the
stated effect. Effect = The toast was ready to eat, since
steam was coming from the toaster.
4 Read the cause and choose the effect. Dani held her burger A 1
Look at the picture and choose the best cause for the stated
effect. Effect = The cops are chasing a criminal.
Speaking Rubrik
Tata Bahasa Hampir tidak ada Terjadi beberapa Banyak terjadi Tata bahasa sangat
(Grammar) kekeliruan tata kekeliruan tata kekeliruan tata buruk sehingga
Bahasa bahasa, tetapi bahasa yang percakapan sangat
tidak berpengaruh mempengaruhi sulit dipahami
terhadap arti arti dan sering kali
harus menyusun
ulang kalimat
percakapan
Kelancaran Dialog lancar, Tidak terlalu Sering ragu dan Sering berhenti
lancar karena berhenti karena dan diam selama dialog
(Fluency) sangat sedikit menemui keterbatasan sehingga
Menemui kesulitan bahasa Bahasa dailog tidak
Kesulitan tercipta
Speaking rubrik
Pengetahuan (Knowledge)
Nama Kosakat Kelancar Ketelit Pengucapa Intonasi Pem Pilihan
No
(Name) a an ian n (Intonatio aha Kata
(Vocabul (Fluency) (Accura (Pronunciati n) man (Diction)
ary) cy) on) Unde
rstan
ding)
1
2
3
4
5
6
Ide Penulisan
Ide yang dipilih orisinal, ide
Hanya memenuhi 1 atau
sangat sesuai dengan genre
Hanya memenuhi 3 dari 4 Hanya memenuhi 2 dari 4 bahkan tidak memenuhi
yang dipilih, ide
ketentuan yang ditetapkan ketentuan yang ditetapkan sama sekali 4 ketentuan
dikembangkan dengan tepat
yang telah ditetapkan
dan terarah
Organisasi/ Struktur
Teks dan Isi Teks sesuai dengan genre
yang dipilih, ketentuan dan
ciri- ciri genre yang dipilih Hanya memenuhi 1 atau
diikuti dengan sempurna, Hanya memenuhi 3 dari 4 Hanya memenuhi 2 dari 4 bahkan tidak memnuhi
ide penulisan dan informasi ketentuan yang ditetapkan ketentuan yang ditetapkan semua kriteria yang
yang disajikan sangat ditetapkan
relevan, isi teks sangat
mudah dipahami.
Tata Bahasa
Perbendaharaan Kata
Kalimat-kalimat yang
digunakan sangat efektif,
menggunakan variasi Hanya memenuhi 1 atau
leksikal dengan benar, Hanya memenuhi 3 dari 4 Hanya memenuhi 2 dari 4 bahkan tidak memenuhi
menguasai bentuk kata dan ketentuan yang ditetapkan ketentuan yang ditetapkan semua kriteria yang
idiom dengan benar dan ditetapkan
efektif, istilah- istilah
digunakan dengan benar
1. Angelina 4 3 3 2 12
2. Muhammad Naufal 4 3 3 4 14
3. Teguh 3 4 4 3 14
• Skor maksimal/ideal adalah hasil perkalian skor tertinggi (4) dengan jumlah aspek
yang ditetapkan (ada 4 aspek). Jadi, skor maksimal/ideal= 4x4 = 16. Sehingga
perhitungan nilai akhir siswa adalah:
12
1. Muhammad Naufal : × 100 = 75
16
14
2. Angelina: × 100 = 87,5
16
Mengetahui Maumere, Juli 2022
Kepala SMK Negeri 3 Maumere Guru Mata Pelajaran
B. MATERI POKOK
o Bilangan Berpangkat
o Bentuk Akar
o Logaritma
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan diskusi, menggali informasi , peserta didik mampu :
Menerapkan konsep bilangan berpangkat, bentuk akar, dan logaritma dalam menyelesaikan masalah
Menyajikan penyelesaian masalah bilangan berpangkat, bentuk akar, dan logaritma secara cermat
dan mandiri serta penuh rasa ingin tahu dan bertanggung jawab.
LANGKAH - LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Aktifitas Pembelajaran Waktu
Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Peserta didik bersama guru memulai pembelajaran dengan memberi salam dan berdoa. 5
2. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk tetap semangat belajar dan Menit
menjaga kesehatan.
3. Dengan bimbingan guru, peserta didik mereview pembelajaran sebelumnya dan
mengaitkan dengan pembelajaran yang akan dilakukan pada hari tersebut.
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Kegiatan Inti Mengorientasi peserta didik pada masalah 5 Menit
dalam mengamati cara Menerapkan konsep bilangan berpangkat, bentuk akar, dan logaritma
dalam menyelesaikan masalah
Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran 5 Menit
dalam mengumpulkan data untuk penyelesaian masalah pada konsep bilangan berpangkat,
bentuk akar, dan logaritma
Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok 5 Menit
dalam pengumulan data untuk penyelesaian soal tersebut
Mengembangkan dan Menyajikan hasil karya 10
dengan cara menyelesaikan soal sesuai dengan langkah-langkah penyelesaian bilangan Menit
berpangkat, bentuk akar, dan logaritma
Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah 10
dengan memberikan penilaian terhadap hasil kerja soal tersebut . Menit
Penutup 1. Peserta didik beserta guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran hari ini. 5
2. Guru menutup pelajaran Menit
D. MATERI PEMBELAJARAN
o Bilangan Berpangkat
Jika 𝑎 bilangan real dan 𝑛 bilangan bulat positif, maka pangkat 𝑛 dari 𝑎 ditulis 𝑎𝑛
Didefinisikan sebagai berikut.
𝑎 .𝑎 .𝑎 .𝑎 .….𝑎 . 𝑎
⏟
sebanyak n
𝑎𝑛 dibaca 𝑎 pangkat 𝑛 dengan 𝑎 merupakan bilangan pokok atau dasar dan 𝑛 disebut
pangkat atau eksponen.
Sifat-sifat bilangan brpangkat.
Untuk 𝑎, 𝑏 bilangan real, 𝑚, 𝑛 bilangan bulat positif, 𝑎 ≠ 0, 𝑏 ≠ 0.
𝑎 𝑚 𝑎𝑚
1. 𝑎𝑚 . 𝑎𝑛 = 𝑎𝑚+𝑛 5. (𝑏 ) = 𝑎𝑛
𝑎𝑚 𝑚−𝑛 0
2. =𝑎 ,𝑚 > 𝑛 6. 𝑎 = 1
𝑎𝑛
1
3. (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚𝑛 7. 𝑎−𝑚 = 𝑎𝑚
𝑚
𝑛
4. (𝑎 . 𝑏)𝑚 = 𝑎𝑚 . 𝑏𝑚 8. 𝑎 𝑛 = √𝑎𝑚 , 𝑛 ≥ 2
o Bentuk Akar
Bentuk akar adalah akar dari suatu bilangan yang nilainya memuat tidak terhingga
banyaknya angka di belakang koma dan tidak berulang. Contohnya adalah √2, √3, √50,
dan lain sebagainya
Operasi pada bentuk akar.
1. Penjumlahan dan Pengurangan
Bentuk akar dapat dijumlahkan atau dikurangkan jika bentuk akarnya sejenis
𝑎 √𝑐 + 𝑏 √ 𝑐 = ( 𝑎 + 𝑏 ) √𝑐
𝑎 √𝑐 − 𝑏 √ 𝑐 = ( 𝑎 − 𝑏 ) √𝑐
dengan 𝑎, 𝑏 bilangan real dan 𝑐 bilangan rasional nonnegatif.
2. Perkalian bilangan real dengan bentuk akar
𝑎 . 𝑏 √𝑐 = 𝑎𝑏√𝑐
dengan 𝑎, 𝑏 bilangan real dan 𝑐 bilangan rasional nonnegatif.
3. Perkalian bentuk akar dengan bentuk akar
√𝑎 . √𝑏 = √𝑎. 𝑏 dan 𝑐√𝑑 . 𝑒√𝑓 = 𝑐𝑒√𝑑𝑓
dengan 𝑐, 𝑒 bilangan real dan 𝑎, 𝑏, 𝑑, 𝑓 bilangan rasional nonnegatif
4. Pembagian bentuk akar
𝑎 𝑎 √𝑏 𝑎
a. = . = 𝑏 √𝑏
√𝑏 √𝑏 √𝑏
dengan 𝑎 bilangan real dan 𝑏 bilangan rasional nonnegatif
𝑐 𝑐 𝑎−√𝑏 𝑐(𝑎−√𝑏)
b. = 𝑎+√𝑏 . 𝑎−√𝑏 =
𝑎+√𝑏 𝑎 2 −𝑏
dengan 𝑎, 𝑐 bilangan real dan 𝑏 bilangan rasional nonnegatif
𝑐 𝑐 √𝑎−√𝑏 𝑐(√𝑎−√𝑏)
c. = . =
√𝑎+√𝑏 √𝑎+√𝑏 √𝑎−√𝑏 𝑎−𝑏
dengan 𝑐 bilangan real dan 𝑎, 𝑏 bilangan rasional nonnegtaif
o Logaritma
Logaritma merupakan invers dari eksponen
𝑎𝑐 = 𝑏 ⇔ 𝑎log 𝑏 = 𝑐
Sifat-sifat logaritma.
𝑚 a
1. 𝑝𝑙𝑜𝑔(𝑎 .𝑏) = 𝑝log 𝑎 + 𝑝log 𝑏 6. 𝑎𝑛 𝑙𝑜𝑔𝑏𝑚 = . log b
𝑛
𝑎
2. p
log(𝑏 ) = plog a – plog b 7. 𝑎𝑎 log 𝑏 = b
3. p
log 𝑎𝑛 = n . plog a 8. plog 1 = 0
𝑝
4. a
log b = 𝑝log 𝑏 9. alog a = 1
log 𝑎
1 b
5. = log a 10. plog a . alog b = plog b
𝑎log 𝑏
F. PENILAIAN
1. Sikap : Jujur, Tanggung Jawab, Ingin Tahu, Cermat
2. Pengetahuan : Tes Tertulis
3. Ketrampilan : Penilaian Unjuk Kerja
KOMPETENSI KEAHLIHAN
PROGRAM KEAHLIHAN :
KELAS/ SEMESTER : /
MATA PELAJARAN :
TAHUN PELAJARAN : 2022 / 2023
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 3 Maumere Satuan Pendidikan : Smk Negeri 3 Maumere
Mata Pelajaran : Matematika Mata Pelajaran : Matematika
Alokasi Waktu : 4 X 45 Menit Alokasi Waktu : 4 X 45 Menit
Penutup 1. Peserta didik beserta guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran hari ini. 5
2. Guru menutup pelajaran Menit
D. MATERI PEMBELAJARAN
UKURAN PEMUSATAN DATA
1. Rataan hitung (mean)
Mean ( 𝑥̅ ) adalah nilai rata-rata yang dirumuskan sebagai berikut.
a. Mean data tunggal
𝒙𝟏 +𝒙𝟐 +𝒙𝟑 +⋯+𝒙𝒏
𝒙̅ = 𝒏
Dengan:
𝑥𝑛 = data ke- n
𝑛 = banyak data
b. Mean data berkelompok
𝒏
𝒇𝒊 ∙ 𝒙𝒊
𝒙̅ = ∑
𝒇𝒊
𝒊=𝒏
Dengan:
𝑓𝑖 = frekuensi kelas ke-i
𝑥𝑖 = nilai tengah kelas ke-i
𝐵𝑎𝑡𝑎𝑠 𝐵𝑎𝑤𝑎ℎ + 𝐵𝑎𝑡𝑎𝑠 𝐴𝑡𝑎𝑠
(𝑥𝑖 = )
2
𝑛 = banyak kelas interval
2. Median
Median (𝑀𝑒 ) adalah ukuran tengah dari sekelompok data yang telah diurutkan menurut besarnya.
a. Mean data tunggal
Misalkan 𝑥1 , 𝑥2, 𝑥3, … 𝑥𝑛 merupakan n datum terurut. Untuk menentukan mediannya adalah
sebagai berikut:
𝒏+𝟏
1) Jika n ganjil, maka median (𝑴𝒆 ) = 𝑿𝒏+𝟏 , dengan 𝑿𝒏+𝟏 adalah datum ke- 𝟐
𝟐 𝟐
𝟏
2) Jika n genap, maka median (𝑴𝒆 ) = 𝟐
(𝑿𝒏 + 𝑿𝒏+𝟏 ),
𝟐 𝟐
Dengan:
𝑀𝑒 = Median
𝑡𝑏 = tepi bawah
𝑛 = jumlah frekuensi
𝑓𝑘 = jumlah frekuensi sebelum kelas Median
𝑝 = panjang kelas
𝑓𝑀𝑒 = frekuensi kelas Median
3. Modus
Modus (𝑀𝑂 ) adalah datum yang paling sering muncul atau datum yang memiliki frekuensi
terbesar.
a. Modus data tunggal
𝑴𝑶 = 𝒏𝒊𝒍𝒂𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒓𝒊𝒏𝒈 𝒎𝒖𝒏𝒄𝒖𝒍
b. Modus data berkelompok
𝒅𝟏
𝑴𝑶 = 𝒕 𝒃 + ( )𝒑
𝒅𝟏 + 𝒅𝟐
Dengan:
𝑀𝑂 = modus
𝑡𝑏 = tepi bawah
𝑑1 = frekuensi kelas modus – frekuensi sebelum frekuensi modus
𝑑2 = frekuensi kelas modus – frekuensi sesudah frekuensi modus
p = interval kelas
E. MEDIA/ALAT, BAHAN, DAN SUMBER BELAJAR
1. Media/Alat:Koneksi Internet, Laptop, LCD Proyektor, Papan Tulis
2. Bahan :Spidol, Kertas
3. Sumber Belajar:
Buku Matematika K-13 KI-KD 2018 untuk SMK/MAK kelas XII, Penerbit Erlangga
Internet ([Link]
F. PENILAIAN
1. Sikap : Jurnal BDR
2. Pengetahuan:Tes Tertulis
3. Keterampilan: Penilaian Unjuk Kerja
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan diskusi, menggali informasi , peserta didik mampu :
Menentukan turunan fungsi aljabar menggunakan definisi limit fungsi atau sifat-sifat turunan fungsi
serta penerapannya
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan turunan fungsi aljabar
secara cermat dan mandiri serta penuh rasa ingin tahu dan bertanggung jawab.
LANGKAH - LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Aktifitas Pembelajaran Waktu
Langkah Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Peserta didik bersama guru memulai pembelajaran dengan memberi salam dan berdoa. 5
2. Guru memberikan mo vasi kepada peserta didik untuk tetap semangat belajar dan Menit
menjaga kesehatan.
3. Dengan bimbingan guru, peserta didik mereview pembelajaran sebelumnya dan
mengaitkan dengan pembelajaran yang akan dilakukan pada hari tersebut.
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
D. PENILAIAN
1. Sikap : Observasi, Penilaian diri & Peniliaian Antar Teman
2. Pengetahuan : Tes Tertulis
3. Keterampilan : Penilaian Unjuk Kerja
KOMPETENSI KEAHLIHAN
PROGRAM KEAHLIHAN :
KELAS/ SEMESTER : /
MATA PELAJARAN :
TAHUN PELAJARAN : 2022 / 2023
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36