0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

CPIB

CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) adalah pedoman penting untuk menjamin mutu dan kesehatan benih ikan, mengurangi risiko penyakit, serta meningkatkan kepercayaan pasar. Proses sertifikasi CPIB meliputi pendaftaran, pembinaan, audit internal dan eksternal, serta penerbitan sertifikat yang berlaku selama 3 tahun. Standar CPIB mencakup aspek seperti manajemen kualitas air, kesehatan ikan, dan dokumentasi kegiatan.

Diunggah oleh

syawalina fitria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

CPIB

CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) adalah pedoman penting untuk menjamin mutu dan kesehatan benih ikan, mengurangi risiko penyakit, serta meningkatkan kepercayaan pasar. Proses sertifikasi CPIB meliputi pendaftaran, pembinaan, audit internal dan eksternal, serta penerbitan sertifikat yang berlaku selama 3 tahun. Standar CPIB mencakup aspek seperti manajemen kualitas air, kesehatan ikan, dan dokumentasi kegiatan.

Diunggah oleh

syawalina fitria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CPIB CPIB sangat penting karena:

1. Menjamin kualitas benih


o Benih ikan yang dihasilkan lebih sehat, seragam,
dan tumbuh optimal.
- CPIB adalah singkatan dari Cara
2. Mengurangi risiko penyakit
Pembenihan Ikan yang Baik,
yaitu pedoman teknis dan o Dengan pengelolaan air, pakan, dan sanitasi yang
manajemen yang harus diterapkan baik, penyebaran penyakit dapat diminimalkan.
dalam kegiatan pembenihan ikan 3. Meningkatkan kepercayaan pasar
atau udang untuk menjamin mutu,
kesehatan, keamanan hayati, dan o Pembeli, terutama ekspor, lebih percaya pada
kelestarian lingkungan. benih bersertifikat CPIB.
4. Mendukung keberlanjutan budidaya

- Pedoman ini disusun oleh o Penggunaan sumber daya dan induk dilakukan
Kementerian Kelautan dan secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan.
Perikanan (KKP) sebagai bagian 5. Menjadi syarat legalitas usaha
dari sistem jaminan mutu di bidang
perikanan budidaya.- o Beberapa regulasi dan kerjasama bisnis (terutama
ekspor) mewajibkan sertifikasi CPIB.
Cara Mendapatkan Sertifikasi CPIB
Untuk memperoleh Sertifikasi CPIB, unit pembenihan harus mengikuti tahapan berikut:
1. Pendaftaran
o Mengajukan permohonan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten atau langsung ke
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB).
2. Pembinaan & Bimbingan Teknis
o Tim dari pemerintah memberikan pembinaan agar unit mampu memenuhi standar CPIB (misalnya: kualitas
air, sanitasi, sistem pencatatan, pengelolaan induk dan larva).
3. Audit Internal
o Unit melakukan evaluasi mandiri terhadap pemenuhan standar CPIB.
4. Audit Eksternal
o Dilakukan oleh tim auditor independen yang ditunjuk oleh DJPB. Aspek yang diperiksa antara lain:
o Kesehatan ikan, manajemen pakan, biosekuriti, dan pencatatan teknis.
5. Penerbitan Sertifikat
o Jika lulus audit, unit akan mendapatkan Sertifikat CPIB yang berlaku selama 3 tahun dan dapat
diperpanjang melalui audit ulang.
Standar CPIB mencakup beberapa aspek, antara lain:
• Lokasi dan lingkungan
• Sumber air dan manajemen kualitas air
• Manajemen induk dan benih
• Kesehatan ikan dan biosekuriti
• Higiene dan sanitasi
• Dokumentasi dan pencatatan kegiatan
Contoh Dokumen Checklist CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik)

CHECKLIST PENILAIAN MANDIRI CPIB – UNIT PEMBENIHAN IKAN

No Aspek yang Dinilai Kriteria Penilaian Ya/Tidak Keterangan


Lokasi Unit Tidak tergenang, tidak
1
Pembenihan rawan banjir
Air bersih, tidak
2 Sumber Air
tercemar
Tersedia kolam tandon,
3 Biosekuriti
sistem filtrasi
Asal jelas, sehat,
4 Induk
bersertifikat jika ada
Terjamin mutunya,
5 Pakan Induk
sesuai tahap fisiologis
Pengelolaan Terprogram dan
6
Pemijahan tercatat
Pemantauan rutin, ada
7 Kesehatan Ikan
pencegahan penyakit
Tersedia tempat cuci
8 Sanitasi dan Higiene
alat, disinfeksi
Ada pengelolaan
9 Limbah
limbah air/organik
Pencatatan harian dan
10 Catatan Produksi
laporan produksi
FORMAT JURNAL KEGIATAN HARIAN UNIT PEMBENIHAN

Kegiatan Jumlah Induk Kualitas Air (pH,


Tanggal Nama Kolam Jenis Ikan Volume Air Keterangan
Pembenihan Jantan/Betina DO, suhu)

Disarankan pencatatan dilakukan setiap hari, terutama saat masa pemijahan, penetasan, dan
pemeliharaan larva.
Contoh: Template SOP PEMBENIHAN IKAN NILA
1. Tujuan
Menstandarkan prosedur pemijahan, penetasan, dan
pemeliharaan benih ikan nila agar efisien dan sesuai
D. Penetasan
CPIB.
2. Ruang Lingkup
• Suhu air 27–30°C, DO > 5 mg/L
Prosedur ini berlaku untuk semua staf teknis yang terlibat • Lama penetasan ± 72 jam
dalam kegiatan pembenihan di unit kerja. • Bersihkan sisa cangkang secara berkala
3. Prosedur Kerja E. Pemeliharaan Larva
A. Pemilihan Induk • Setelah kuning telur habis, beri pakan
• Pilih induk berumur >8 bulan, bobot >250 g alami (artemia/cacing sutra)
• Pastikan bebas dari penyakit • Ganti air 30% setiap hari
• Lakukan pemisahan jantan dan betina • Pantau pertumbuhan dan mortalitas
B. Pemijahan
F. Pencatatan
• Gunakan kolam atau hapa pemijahan
• Perbandingan jantan:betina = 1:2
• Semua tahapan dicatat dalam format
• Biarkan pemijahan alami selama 2–3 hari harian
C. Pengambilan Telur 4. Evaluasi dan Perbaikan
• Lakukan pengambilan telur dari mulut induk betina • SOP direview 1 tahun sekali atau setelah
jika menggunakan sistem mouthbrooder kejadian luar biasa (KLB penyakit,
• Pindahkan ke wadah inkubasi dengan aerasi halus mortalitas tinggi)

Anda mungkin juga menyukai