0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan29 halaman

Analisa Rasio

Analisis rasio adalah metode perbandingan antara pos-pos keuangan yang memiliki hubungan signifikan untuk menilai kinerja perusahaan. Terdapat berbagai jenis rasio, termasuk rasio likuiditas, struktur modal, aktivitas, rentabilitas, dan ukuran pasar, yang masing-masing memberikan wawasan berbeda tentang kesehatan keuangan perusahaan. Namun, analisis rasio juga memiliki keterbatasan, seperti kesulitan dalam memilih rasio yang tepat dan perbedaan standar akuntansi antar perusahaan.

Diunggah oleh

jenmaulany0
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan29 halaman

Analisa Rasio

Analisis rasio adalah metode perbandingan antara pos-pos keuangan yang memiliki hubungan signifikan untuk menilai kinerja perusahaan. Terdapat berbagai jenis rasio, termasuk rasio likuiditas, struktur modal, aktivitas, rentabilitas, dan ukuran pasar, yang masing-masing memberikan wawasan berbeda tentang kesehatan keuangan perusahaan. Namun, analisis rasio juga memiliki keterbatasan, seperti kesulitan dalam memilih rasio yang tepat dan perbedaan standar akuntansi antar perusahaan.

Diunggah oleh

jenmaulany0
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS RASIO

Analisis rasio (Ratio Analysis) merupakan perbandingan antara pos-


pos tertentu dengan pos lain yang memiliki hubungan segnifikan (berarti).
Dan salah satu analisis paling popular dan banyak digunakan. Misalnya
terdapat hubungan antara harga jual prodak terhadap biaya prodak,
sebaliknya tidak ada hubungan yang jelas antara biaya transport dengan
surat berharga. Dan rasio keuangan ini menyederhanakan hubungan
antara pos tertentu dengan pos lainnya. Dengan adanya penyederhanaan
ini maka dapat dinilai hubungan antara pos dan dapat dibandingkan
dengan rasio lain sehingga dapat memberikan penilaian.

Adanya keterbatasan analisa rasio adalah:


1. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang akan digunakan untuk
kepentingan pemakainya.
2. Adanya dua atau lebih perusahaan yang dibandingkan tetapi teknik dan
standar akuntansinya yang dipakai berbeda, maka dipastikan tidak
tepat analisis rasionya.
3. Jika data yang tersedia tidak sinkron ataupun tidak tersedia, maka sulit
untuk menghitung rasionya.
Adapun rasio yang sangat femeliar adalah :
1. Rasio likuiditas (Likuidity Ratio), yaitu rasio yang menggambarkan
kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek atau
utang lancarnya pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva
lancar, maka perhitungan rasio diperoleh dari aktiva lancar dibandingkan
dengan kewajiban lancar. Semakin tinggi rasio ini semakin baik artinya
aktiva lancar dapat menutupi kewajiban lancar yang disebut likuid. Akan
tetapi terlalu tinggi rasio ini juga tidak baik, karena perusahaan tidak
dapat mengelola aktiva lancar dengn efektif. Rasio likuiditas terdiri dari :

a. Rasio lancar (Current ratio)= 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙


𝑥 100%
𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛
𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

𝑋
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 −(𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 +𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑏𝑎𝑦𝑎𝑟 𝑑𝑖𝑚𝑢𝑘𝑎 )

100%
b. Rasio cepat (Quick ratio)=
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

1
𝐾𝑎𝑠

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛
c. Rasio kas (Cash ratio)=
𝑙𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟
x 100%

2. Rasio struktur modal dan Solvabilitas (Capital structure and


Solvency) yaitu rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan
dalam pelunasan hutang atau kewajiban jangka panjangnya apabila
perusahaan dilikuidasi. Semakin kecil rasionya maka perusahaan semakin
baik. Karena adanya pengurangan atau lebih sedikit kewajiban jangka
panjangnya dari modal dan aktiva. Maka dapat disimpulkan dasar
perhitungan rasio ini adalah perbandingan kewajiban perusahaan dengan
modal atau aktiva. Rasio struktur modal dan solvabilitas terdiri dari :
a. Rasio total utang terhadap modal (Total debt to equity ratio) =

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑡𝑎𝑢


𝑘𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛
𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠
= x 100%

2
b. Rasio utang jangka panjang terhadap modal (Long term debt to equity ratio total) =
𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎
𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔
𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠
= x 100%

c. Rasio total utang terhadap total aktiva (Total debt to total assets) =

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙
𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑋 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙
=
𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎

d. Rasio kelipatan bunga yang dihasilkan (Times interest earnet ratio) =


𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑑𝑎𝑛
𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎
= x 100%

2. Rasio Aktivitas (Aktivity ratio) yaitu rasio yang menggambarkan


kemampuan perusahaan memanfaatkan atau menggunakan aktiva yang
dimiliki dalam memperoleh penghasilan melalui penjualan. Rasio ini tidak
mengukur tinggi rendahnya rasio yang dihitung untuk mengetahui baik
atau tidaknya keuangan perusahaan. Dimana rasio aktivitas ini mengukur
kinerja manajemen dalam menjalankan perusahaan untuk mencapai
target atau sasaran yang telah direncanakan. Rasio ini bukandalam
persentase, melainkan berapa kali atau berapa hari. Rasio aktivitas terdiri
dari :
a. Perputaran piutang (Account receivable turn over)
𝑃 𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑘𝑟𝑒𝑑𝑖𝑡 (𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 )
=𝑃𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑔𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑡𝑎 𝑢 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑟𝑎𝑡𝑎 −𝑟𝑎𝑡𝑎
Jika tidak diketahui jumlah penjualan kredit atau penjualan tunai
maka digunakan penjualan. Dan jika tersedi data piutang awal dan pitang
akhir, maka piutang rata-rata piutang awal ditambah piutang akhir dibagi
dua. Maka dengan rumus dibawah ini :
Hari rata-rata penagihan piutang (Debt of receivable collection)
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑡𝑎 ℎ𝑢𝑛
(360ℎ )
𝑃𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
= Atau

Hari rata-rata penagihan piutang (Debt of receivable collection)

𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑟𝑎𝑡𝑎 −𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑥 360 ℎ𝑎𝑟𝑖


=𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑟𝑒𝑑𝑖𝑡 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
b. Perputaran persediaan (Inventory turn over)
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
= 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑎 −𝑟𝑎𝑡𝑎

3
Hari rata-rata untuk penjualan persediaan, maka dengan rumus
dibawah ini : Perputaran penjualan persediaan (Day to sell inventory)
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑎 −𝑟𝑎𝑡𝑎
=𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑋 360 ℎ𝑎𝑟𝑖
[Link] modal kerja (Working capital turn over)

𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖 ℎ
=𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖 ℎ 𝑟𝑎𝑡𝑎 −𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎
Modal kerja bersih adalah total aktiva lancar dikurangi total kewajiban lancar.
Modal kerja bersih rata-rata adalah modal kerja bersih awal ditambah
modal kerja bersih akhir dibagi dua.
d. Perputaran total aktiva (Total assets turn over)
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
𝑏𝑒𝑠𝑖 ℎ
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙
= Atau
𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
Perputara aktiva tetap saja dihitung , rumusnya :
Perputaran aktiva tetap (Fixed assets turn over)
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖 ℎ
= 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝

Penjualan bersih dalam menghitung rasio ini adalah penjualan kotor


dikurangi retur penjualan dan potongan penjualan.
3. Rasio rentabilitas (Profitabilitas ratio) yaitu rasio yang menggambarkan
kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dengan menggunakan
asset atau modal perusahaan. Apabila rasio ini semakin tinggi maka
perusahaan semakin baik karena laba yang diperoleh semakin besar.
Rasio rentabilitas terdiri dari :
a. Rasio laba kotor (Gross profit margin)
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑘𝑜𝑡𝑜𝑟
=𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑥 100%
𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖 ℎ

b. Rasio laba bersih (Net profit margin)

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖 ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎


= 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘

𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖
x 100%

c. Rasio pengembalian modal (Return on equity)

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖 ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒 𝑙𝑎


=𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘

𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚
x 100%
𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎

4
4. Rasio ukuran pasar (Market measure ratio) yaitu rasio yang
menggambarkan ukuran kemampuan perusahaan dalam
mempertahankan dan meningkatkan harga pasar sahamnya di pasar
modal. Rasio ukuran pasar terdiri dari
:
a. Laba per lembar saham biasa (Earning per share-EPS)
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖 ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎 ℎ
𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚
= (Hasil dalam rupiah)
𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎

b. Rasio harga saham (Price earning ratio-P/E ratio)


𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎
= 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 𝑠𝑎ℎ𝑎 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 x 100%
c. Rasio imbal hasil deviden (Devidend yield ratio)
𝐷𝑒𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑡𝑢𝑛𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟
𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑎𝑠𝑎 𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟
= x 100%
𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎

d. Rasio pembayaran deviden (Devidend payout ratio)


𝐷𝑒𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑡𝑢𝑛𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟
𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟
= x 100%
𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎

C. Standar pengukuran rasio


Semua rasio yang digunakan harus memiliki standar pengukuran
rasio. Misalnya perusahaan sejenis yang terbaik atau rata-rata industri.
Penulis akan memberikan ilustrasi sebagai berikut :
Jenis rasio Perusahaan yang Rata-rata Baik atau
di analisis Industri Tidak baik
Current ratio 210% 200% Baik
Debt to equity ratio 80% 50% Tidak baik
Net profit margin ratio 25% 20% Baik
Total assets turn over 1,5 Kali 2 Kali Tidak baik
Days receivable collection 60 Hari 40 Hari Tidak baik
Days to sell inventory 70 Hari 45 Hari Tidak baik
Earning per share Rp. 12,000 Rp. 10,000 Baik

5
Contoh :
Laporan Neraca
31 Desember 2021 dan 31 Desember 2022
(Dalam jutaan
rupiah)
Aktiva 31 Des 2021 31 Des 2022
Aktiva Lancar
Kas 420 790
Investasi jangka panjang 960 650
Pitang dagang 1,000 1,200
Persediaan barang dagang 2,650 2,500
Total aktiva lancer 5,030 5,140
Aktiva tetap
Peralatan took 3,500 4,000
Peralatan kantor 500 450
Bangunan 6,750 6,250
Tanah 1,000 1,000
Total aktiva tetap 11,75 11,700
0
Total Aktiva 16,78 16,840
0
Kewajiban
Kewajiban Lancar
Utang dagang 1,900 1,640
Utang wessel 900 750
Utang pajak 120 260
Total utang lancer 2,920 2,650
Kewajiban tidak lancer
Utang obligasi 4,200 4,000
Total kewajiban 7,120 6,650
Modal pemegang saham
Saham biasa nominal(Rp. 0,05 per lembar) 4,750 4,750
Laba ditahan 4,910 5,440
Total modal pemegang saham 9,660 10,190
Total kewajiban dan equitas 16,78 16,840
0

PT ABC
Laporan laba-rugi
31 Desember 2021 dan 31 Desember 2022
(Dalam jutaan rupiah)

Akun 31 Des 2021 31 Des 2022


Penjualan bersih 20,750 24,860
Harga pokok penjualan 12,220 15,230
Laba kotor 8,530 9,630
Beban operasi
Beban iklan 1,000 1,450
Beban gaji bagian penjualan 2,800 2,400
Beban gaji bagian kantor 2,000 1,650
Beban asuransi 450 1,000
Beban perlengkapan 350 260
Beban penyusutan 750 850
Beban rupa-rupa 150 170
Total beban operasi 7,500 7,780
Laba bersih sebelum bunga
dan pajak 1,030 1,850
Beban bunga 460 440
Laba bersih sebelum pajak 570 1,410
Pajak penghasilan 190 470
Laba bersih setelah pajak 380 940

6
Diminta:
A. Menyusun analisis laporan keuangan comparative (Neraca dan laba-rugi)
B. Menyususun analisis laporan keuangan common size (Neraca dan laba-rugi)
C. Membuat analisis rasio untuk tahun 2016 yang terdiri dari yaitu
1. Rasio likuiditas, yaitu rasio lancar dan rasio cepat
2. Rasio struktur modal dan solvabilitas yaitu rasio utang jangka
panjang terhadap modal, rasio total utang terhadap modal, rasio
total utang terhadap total aktiva, rasio kelipatan bunga yang
dihasilkan
3. Rasio aktivitas, yaitu perputaran piutang, perputaran persediaan,
perputaran aktiva tetap dan hari rata-rata penagihan piutang
4. Rasio rentabilitas, yaitu rasio laba kotor, rasio pengembalian modal
5. Rasio ukuran pasar, yaitu laba per lembar saham biasa
[Link] analisa rasio nomor 3 hanya rasio lancar, rasio total utang terhadap
modal, perputaran piutang, rasio laba kotor dan laba per lembar saham
biasa. Diketahui sebagai pembanding dari rasio rata-rata industri secara
berurut yaitu 200 persen, 50 persen, 15 kali, 40 persen, dan Rp. 20.000
per lembar

7
Penyelesaian :
A. - Analisis Neraca Komparatif
PT. ABC
Laporan Neraca
31 Desember 2021 dan 31 Desember
2022
(Dalam jutaan rupiah)

Naik atau turun


Aktiva tahun 2022
Aktiva Lancar 31 Des 2021 31 Des 2022 Dalam rupiah
Kas 420 790 370
Investasi jangka panjang 960 650 (310)
Pitang dagang 1,000 1,200 200
Persediaan barang dagang 2,650 2,500 (150)
Total aktiva lancer 5,030 5,140 110
Aktiva tetap
Peralatan took 3,500 4,000 500
Peralatan kantor 500 450 (50
)
Bangunan 6,750 6,250 (500)
Tanah 1,000 1,000 -
Total aktiva tetap 11,750 11,700 (50
)
Total Aktiva 16,780 16,840 60
Kewajiban
Kewajiban Lancar
Utang dagang 1,900 1,640 (260)
Utang wessel 900 750 (150)
Utang pajak 120 260 140
Total utang lancar 2,920 2,650 (270)
Kewajiban tidak lancar
Utang obligasi 4,200 4,000 (200)
Total kewajiban 7,120 6,650 (470)
Modal pemegang saham
Saham biasa nominal(Rp. 0,05
per lembar) 4,750 4,750 -
Laba ditahan 4,910 5,440 530
Total modal pemegang saham 9,660 10,190 53
0
Total kewajiban dan equitas 16,780 16,840 60

8
- Analisis laba-rugi komparatif
PT ABC
Laporan laba-rugi
31 Desember 2021 dan 31 Desember
2022
(Dalam jutaan rupiah)
Naik atau turun tahun 2022
Akun 31 Des 2021 31 Des Dalam
2022 rupiah
Penjualan bersih 20,750 24,860 4,110
Harga pokok penjualan 12,220 15,230 3,010
Laba kotor 8,530 9,630 1,100
Beban operasi
Beban iklan 1,000 1,450 450
Beban gaji bagian penjualan 2,800 2,400 (400)
Beban gaji bagian kantor 2,000 1,650 (350)
Beban asuransi 450 1,000 550
Beban perlengkapan 350 260 (90)
Beban penyusutan 750 850 100
Beban rupa-rupa 150 170 20
Total beban operasi 7,500 7,780 280
Laba bersih sebelum bunga
dan pajak 1,030 1,850 820
Beban bunga 460 440 (20)
Laba bersih sebelum pajak 570 1,410 840
Pajak penghasilan 190 470 280
Laba bersih setelah pajak 38 940 560
0

9
B. - Analisa neraca Common size
PT. ABC
Laporan Neraca
31 Desember 2021 dan 31 Desember
2022
(Dalam jutaan rupiah)

Aktiva Persentase dari total


31 Des
Aktiva Lancar 31 Des 2021 31 Des 2022 2021 31 Des 2022

Kas 420 790 2.50 4.69


Investasi jangka panjang 960 650 5.72 3.86
Pitang dagang 1,000 1,200 5.96 7.13
Persediaan barang dagang 2,650 2,500 15.79 14.85

Total aktiva lancer 5,030 5,140 29.98 30.52


Aktiva tetap

Peralatan took 3,500 4,000 20.86 23.75

Peralatan kantor 500 450 2.98 2.67

Bangunan 6,750 6,250 40.23 37.11

Tanah 1,000 1,000 5.96 5.94

Total aktiva tetap 11,750 11,700 70.02 69.48

Total Aktiva 16,780 16,840 100.0 100.00


0
Kewajiban
Kewajiban Lancar

Utang dagang 1,900 1,640 11.32 9.74

Utang wessel 900 750 5.36 4.45

Utang pajak 120 260 0.72 1.54

Total utang lancar 2,920 2,650 17.40 15.74


Kewajiban tidak lancar

Utang obligasi 4,200 4,000 25.03 23.75

Total kewajiban 7,120 6,650 42.43 39.49


Modal pemegang saham

Saham biasa nominal(Rp. 0,05 per 4,750 4,750 28.31 28.21


lembar)
Laba ditahan 4,910 5,440 29.26 32.30

Total modal pemegang saham 9,660 10,190 57.57 60.51

Total kewajiban dan equitas 16,780 16,840 100.0 100.00


0

10
- Analisa laba-rugi common size
PT ABC
Laporan laba-rugi
31 Desember 2021 dan 31 Desember
2022
(Dalam jutaan rupiah)
Persentase dari pjlan bersih
Akun 31 Des 2021 31 Des 2022 31 Des 2021 31 Des 2022

Penjualan bersih 20,750 24,860 100.00 100.00

Harga pokok penjualan 12,220 15,230 58.89 61.26

Laba kotor 8,530 9,630 41.11 38.74


Beban operasi

Beban iklan 1,000 1,450 4.82 5.83

Beban gaji bagian penjualan 2,800 2,400 13.49 9.65

Beban gaji bagian kantor 2,000 1,650 9.64 6.64

Beban asuransi 450 1,000 2.17 4.02

Beban perlengkapan 350 260 1.69 1.05

Beban penyusutan 750 850 3.61 3.42

Beban rupa-rupa 150 170 0.72 0.68

Total beban operasi 7,500 7,780 36.14 31.30

Laba bersih sebelum bunga dan 1,030 1,850 4.96 7.44


pajak
Beban bunga 460 440 2.22 1.77

Laba bersih sebelum pajak 570 1,410 2.75 5.67

Pajak penghasilan 190 470 0.92 1.89

Laba bersih setelah pajak 380 940 1.83 3.78

Catatan : Jika ada retur penjualan dan pengurangan harga, maka persentase
pada penjuaan bersih tetap 100 persen, penjualan kotor dipastikan diatas 100
persen.

C. Analisa rasio tahun 2022


1. Rasio liquiditas

𝑋 100% = 194%
a. Quick ratio =
5.140
2.650

𝑋 100% = 100%
b. Quick ratio =
5.140−2.500
2.650

2. Rasio struktur modal dan solvabilitas

𝑋 100% = 39%
a. Long term debt to equity ratio
= 4.000
1.0190

b. Total debt to equity ratio = 10.190


6.650

11
𝑋 100% = 62%
c. Total debt to total assets =
6.650
16.84
0
𝑋 100% = 4%

𝑋 100% = 4 𝑘𝑎𝑙𝑖
d. Times interest earned ratio
= 1.850
440

12
3. Rasio aktivitas

= 23 𝑘𝑎𝑙𝑖
24.860
(1.000+12.000):2
a. Receivable turn over =

b. Inventory turn over = 1.530


(260+2.500):2 = 4kali
24.860
= 2𝑘𝑎𝑙𝑖
11.700
c. Fixed assets turn over =
360
= 16 ℎ𝑎𝑟𝑖
23
d. Day of receivable collection =

4. Rasio rentabilitas

𝑋 100% = 39%
a. Gross profit ratio =
9.630
24.86
𝑋 100% = 9%
0

b. Return on equity =
940
10.19
0

5. Rasio ukuran pasar

= 𝑅𝑝. 0,01 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑅𝑝. 10.000 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟


a. Earnings per share =
940
4.750

d. Pengukuran rasio PT. ABC terhadap rata-rata industri


Jenis rasio PT. ABC Rata-rata Sedang, baik
Industri dan buruk
Carrent ratio 194% 200% Sedang
Total debt to equity ratio 62% 50% Tidak baik
Receivable turn over 23 kali 15 kali Baik
Gross profit ratio 39% 40% Sedang
Earning per share Rp. 10.000 Rp. Buruk
20.000

13
Latihan :
1. Paparkan perbedaan analisis laporan keuangan komparatif dan
common size?
2. Jelaskan 5 jenis analisa rasio?
3. Analis keuangan diharuskan memahami penyusunan laporan
keuangan khususnya laporan neraca dan laporan laba-rugi, Jelaskan
alasannya?

14
Kasus:
PT. Emas Jakarta menyajikan laporan neraca dan laporan laba-rugi
untuk tahun 2000 dan 2001 adalah sebagai berikut :
PT . Bintang Emas Jakarta
Laporan
Neraca
31 Desember 2000 dan 31 Desember 2001

31 Des 31 Des
Pos-pos 2000 2001
Aktiva
Akun
Aktiva Lancar

Kas 20,500 15,000

Surat berharga 70,000 3,000

Piutang dagang 64,000 68,000

Persediaan barang dagang 84,000 90,000

Beban dibayar dimuka 6,000 5,800

Total aktiva lancar 244,500 181,800


Investasi jangka panjang

Investasi saham 80,000 -


Aktiva Tetap

Peralatan kantor 3,700 3,500

Peralatan toko 6,800 17,900

Bangunan 28,000 176,800

Tanah 20,000 50,000

Total aktiva tetap 58,500 248,200

Total aktiva 383,000 430,000


Kewajiban
Kewajiban lancar

Utang dagang - 5,000

Utang wesel 55,000 43,600

Utang gaji 5,000 4,800

Utang pajak 1,200 800

61,200 54,200
Kewajiban tidak lancar

Utang obligasi 10,000 60,000

Total kewajiban 71,200 114,200


Equitas

Saham biasa nilai nominal 0,01 per 250,000 250,000


lembar
Laba ditahan 61,800 65,800

Total equitas 311,800 315,800

Total kewajiban dan equitas 383,000 430,000

15
PT Bintang Emas Jakarta
Laporan Laba-Rugi
31 Desember 2000 dan 31 Desember 2001

31 Des
Pos-pas 2000 31 Des 2001

Penjualan kotor 853,000 973,500

Retur penjualan dan PH 10,200 13,500

Penjualan bersih 842,800 960,000

HPP 622,500 715,000

Laba kotor 220,300 245,000


Beban operasi
Beban penjualan

Beban iklan 5,000 7,500

Beban gaji penjualan 97,500 109,500

Beban perlengkapan toko 2,800 3,200

Beban penyusutan peralatan toko 1,700 2,400

Beban penyusutan bangunan 14,000 14,800


toko

121,000 137,400
Beban administrasi dan umum

Beban gaji bagian kantor 40,050 41,000

Beban perlengkapan kantor 1,250 1,300

Beban asuransi 1,200 1,600

Beban penyusutan peralatan 300 300


kantor
Beban penyusutan bangunan 1,500 2,850
kantor
Beban kerugian piutang 2,200 2,250

46,500 49,300

Total beban operasi (pemasaran) 167,500 186,700


Laba bersih sebelum bunga
dan pajak 52,800 58,300

Beban bunga 1,500 6,300

Laba bersih sebelum pajak 51,300 52,000

Pajak penghasilan 18,700 19,000

Laba bersih sesudah pajak 32,600 33,000

16
Diminta :
1. Menyusun analisis laporan keuangan komparatif (Neraca dan Laba-Rugi)
2. Menyusun laporan keuangan common size (Neraca dan Laba-Rugi)
3. Membuat analisis rasio tahun 2001 terdiri dari :
a. Rasio likuiditas yaitu current ratio, quick ratio, cash ratio
b. Rasio struktur modal dan solvabilitas yaitu total debt to equity
ratio, long term debt to equity ratio total, total debt to total
assets
c. Rasio aktivitas yaitu inventory turn over, receivable turn over,
dan assets turn over
d. Rasio ukuran pasar, yaitu earning debt share dan price earnings ratio

17
BAB 5
ANALISIS DUPONT

1. Pengertian
Dupont merupakan seorang pengusaha sukses yang terkenal,
orang tersebut memiliki produk berkualitas dan laris dalam penjualan di
pasar dan memiliki sasaran utamanya adalah pengembalian investasi
(Return on investment- ROI).
2. Kerangka analisis dupont
Dalam kerangka dupont ini dikatakan sangat terintegrasi artinya
tidak perlu detail seperti analis rasio.
Dibawah ini kita sajikan kerangka analisis dupont :
Penjuala
n bersih

Dikurangi Laba bersih


setelah
pajak
Total Biaya Dibagi Rasio
Laba
bersi
h
(PM)
Penjualan
Bersih Dikali ROI

Penjualan Perputaran
Bersih Total
Total aktiva Dibagi Aktiva
(TATO)
Lancar
Ditambah Total aktiva

Total aktiva
Tetap

3. Kunci agar kita memahami analisis rasio dan dupont


Analis pasti tidak sulit untuk menganalisis rasio, dan analisis dupont,
dikarenakan mereka atau analis tersebut mampu menyusun dan
memahami laporan keuangan, khususnya laporan neraca dan laporan
laba-rugi. Artinya analis memahami mengelompokkan pos-pos yang ada di
neraca (aktiva, kewajiban, dan modal) serta pos-pos laporan laba-rugi (
pendapatan dan beban-beban) dan ditekankan kepada analis harus dapat
memahami jenis rasio beserta rumus rasio tersebut.

18
Contoh analisis Dupont
Dalam laporan neraca saldo yang telah disesuikan perusahaan
dagang PT. ADIBA menyajikan data neraca dan laba-rugi tahun yang
berakhir 1 Desember 2015

Kas 100,000.000
Persediaan
barang dagang 200,000.000

Aktiva lancar 250,000.000

Peralatan 250,000.000

Bangunan 425,000.000

Tanah 200,000.000

Penjualan 620,000.000

Retur penjualan dan 40,000.000


PH
Harga pokok 1,200,000.00
penjualan 0
Beban operasi 738,000.000

Beban bunga 30,000.000

Pajak penghasilan 96,000.000

Modal saham biasa 600,000.000

Laba ditahan 350,000.000

Utang dagang 175,000.000

Utang lancar 50,000.000

Utang obligasi 250,000.000


Diminta :
1. Susun laporan neraca periode 31 Desember 2015
2. Susun laporan laba-rugi periode 31 Desember 2015
3. Hitung total biaya selama tahun 2015
4. Hitung ROI menggunakan kerangka analisis dupont
5. Diasumsikan ROI rata-rata industri 35% apakah PT. ADIBA
dikatakan baik atau tidak baik
19
Penyelesaian :
1. Laporan Neraca
PT. ADIBA
Laporan Neraca (Jutaan
rupiah)
31 Desember 2015
Aktiva lancar Kewajiban lancar

Kas 100 Utang dagang 175


Persediaan
barang dagang 200 Utang lancer 50

aktiva lancar 250 Total kewajiban 225


lancar
Total aktiva lancar 550 Kewajiban tidak
lancar
Aktiva tetap Utang obligasi 250

Peralatan 250 Total kewajiban 475


lancar
Bangunan 425 Equitas

Tanah 200 Modal saham biasa 600

Total aktiva tetap 875 Laba ditahan 350

Total equitas 950


Total kewajiban
Total Aktiva 1,425 dan equitas 1,425

20
2. Laporan laba-rugi
PT. ADIBA
Laporan Laba-Rugi (Jutaan
rupiah)
31 Desember
2015
Penjualan kotor 2,620

Retur penjualan & PH 40

Penjualan bersih 2,580

Harga pokok penjualan 1,200

Laba kotor 1,380

Beban operasi 738


Laba bersih sebelum
bunga & pajak 642

Beban bunga 30

Laba bersih sebelum pajak 612

Pajak penghasilan 96

Laba bersih sesudah pajak 516

3. Total biaya (dalam jutaan rupiah)


Harga
pokok 1,200
penjualan
Beban operasi 738

Beban bunga 30

Pajak 96
penghasilan
Total biaya 2,064

21
4. ROI, Analisis Dupont (Dalam jutaan rupiah)
Penjuala
n bersih
Rp.2.580
Laba
Dikurangi bersih
setelah
pajak
Total Biaya Rp. 516 Rasio
Laba
bersi
Rp. 2.064 Dibag h
i 20%
Penjuala
n
Bersih
Rp. Dikali ROI
2.580
36%
Penjuala Perputaran
n
Bersih
Rp.2.580 Total
Total Dibag Aktiva
aktiva i
Lancar
Rp.550 1,8 kali
Total
Ditambah aktiv
a
Rp.1.42
5
Total
aktiva
Tetap
Rp. 875

5. PT. ADIBA dinyatakan baik atau berhasil dengan ROI 36% artinya
diatas rata- rata industri

22
Latihan :
1. Jelaskan perbedaan analisa rasio dengan analisa dupont?
2. Seorang analis keuangan harus memahami analisa rasio dan analisa
dupont dalam penggolongan dan pengklasifikasian laporan neraca
dan laba-rugi jelaskan?
3. Buatlah kerangka analisis dupont?

Kasus:
Neraca saldo yangtelah disesuaikan pada [Link] di Semarang tahun
2012 adalah sebagai berikut :

Penjualan 1,310,000,00
0
Retur penjualan
dan pengurangan 20,000,000
harga
Harga pokok penjualan 600,000,000

Beban operasi 369,000,000

Beban bunga 15,000,000

Pajak penghasilan 48,000,000

Mdal saham biasa 300,000,000

Laba ditahan 125,000,000

utang dagang 87,500,000

Utang lancar 25,000,000

Utang obligasi 125,000,000


Persediaan
barang dagang 100,000,000

Aktiva lancar 75,000,000

Kas 50,000,000

Peralatan 125,000,000

Bangunan 212,500,000

23
Tanah 100,000,000

24
Diminta
1. Susunlah laba-rugi akhir tahun 2012 !
2. Sususnlah laporan neraca 31 Desenber 2012 !
3. Hitunglah ROI rata-rata industri adalah 38%, apakah PT. ABC
cukup baik atau tidak jelaskan!

25
BAB 6
ANALISA IMPAS (BREAK EVEN POINT ANALIYSIS)

1. Pengertian

Analisa impas atau break even point merupakan analisis yang


terkait atau ada hubungannya dengan biaya, volume dan laba akhirnya
dapat mengukur kinerja perusahaan. Dimana analisis ini tidak
memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau laba sama dengan nol.
Seorang menejer memiliki fungsi dalam perencanaan, sehingga
ada rencana dalam analisis break even point atau analisis impas.
Adapun manfaat yang kita peroleh dari analisa ini adalah
1. Menetapkan target penjualan (Sales target) dengan proyeksi laba
yang diharapkan
2. Adanya ramalan penjualan atau forces sales yang diperkenankan
berkurang atau turun namun perusahaan dalam kondisi aman
3. Melihat indikasi perusahaan, apakah sebaiknya ditutupatau tidak
4. Adanya prediksi perubahan biaya, agar perusahaan tetap kompetitif
dengan pesaingnya

2. Asumsi dasar yang digunakan :


Dalam asumsi analisis impas harga jual tidak berubah-ubah, biaya
yang digunakan ada 2 yaitu:
1. Biaya tetap (Fixed cost-FC)
Jenis biaya (Fixed cost-FC) adalah jenis biaya yang jumlah totalnya tetap
atau konstan sampai dengan kapasitas tertentu. Artinya adanya biaya
tetap selalu tetap tidak dipengaruhi perubahan kapasitas produksi atau
penjualan.
2. Biaya variable (Variabel cost-VC) adalah jenis biaya yang jumlah
totalnya berubah-ubah secara proporsional atas perubahan kapasitas
produksi atau penjualan.

26
Contoh :
Produksi Biaya campuran
2500 Unit 150.000.000
3.200 Unit 173.000.000
5000 Unit 180.000.000
Diminta :
Menghitung biaya variable per unit dan jumlah biaya tetap dengan metode
titik
tertinggi dan terendah (metode high and low point
method) Penyelesaian :
Biaya variable
Produksi Biaya
campuran
Titik tertinggi 5.000 unit 180.000.000
Titik terendah 2.500 unit 150.000.000
Selisih 2.500 unit 30.000.000

30.000.000
= Rp. 12.000
2.500 𝑢𝑛𝑖𝑡
Maka : Biaya variabel perunit =

Biaya tetap
Titik tertinggi 5000 Unit Biaya campuran Rp.
180.000.000 Biaya variabel (5000 X 12.000)
60.000.000
Biaya tetap 120.000.000
Atau
Titik terendah 2.500 unit Biaya campuran Rp.
150.000.000 Biaya variabel (2.500 X 12.000) Rp.
30.000.000
Biaya tetap Rp.120.000.000

3. Keterbatasan analisis impas


Ada 2 keterbatasan analisi impas :
1. Harga jual tidak selamanya liniear atau tidak berubah
2. Kenyataannya, biaya variabel tidak proporsional atas perubahan
kapasitas. Demikian juga biaya tetap tidak selamanya konstan.
27
Latihan :
1. Paparkan yang dimaksud dengan penjualan inpas?
2. Tuliskan manfaat dari analisis inpas?
3. Jelaskan pengertian biaya tetap dan biaya variabel dan beri contohnya?

Kasus :
PT. Bintang, menghasilkan 3 jenis produk,yaitu produk A, B dan C data-
data penjualan dan biaya tahun 2011, yaitu :
Keterangan Produk A Produk B Produk C
Unit yang dijual 10000 unit 6000 unit 4000 unit

Harga penjualan per unit 3,000 5,000 10,000

Biaya variabel per unit 1,800 2,500 6,000

Biaya per tahun 10,000,000 12,000,000 13,000,000

Ditanya :
a. Hitungklah penjualan BEP total, baik dalam unit maupun rupiah!
b. Hitunglah penjualan BEP,masing-masing produk, baik dalam unit
maupun rupiah

28
29

Anda mungkin juga menyukai