0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan15 halaman

Proposal

Dokumen ini membahas penelitian mengenai pengendalian internal, moralitas individu, dan audit internal dalam konteks pencegahan kecurangan akuntansi di Pemerintahan Negeri Latuhalat, Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel tersebut dan mengisi kesenjangan literatur yang ada. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengelolaan keuangan publik dan kebijakan pemerintahan.

Diunggah oleh

jenmaulany0
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan15 halaman

Proposal

Dokumen ini membahas penelitian mengenai pengendalian internal, moralitas individu, dan audit internal dalam konteks pencegahan kecurangan akuntansi di Pemerintahan Negeri Latuhalat, Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel tersebut dan mengisi kesenjangan literatur yang ada. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengelolaan keuangan publik dan kebijakan pemerintahan.

Diunggah oleh

jenmaulany0
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI................................................................................................................................ 1
BAB I......................................................................................................................................... 2
PENDAHULUAN........................................................................................................................ 2
Latar Belakang Masalah Penelitian.......................................................................................2
1.2. Masalah Penelitian........................................................................................................ 3
1.2.1 Identifikasi Masalah.....................................................................................................3
1.2.2 Pembatasan Masalah.................................................................................................. 3
1.3 Rumusan Masalah Penelitian......................................................................................... 4
1.4 Tujuan Penelitian............................................................................................................4
1.5 Manfaat Penelitian......................................................................................................... 5
1.5.1 Manfaat Teoritis...........................................................................................................5
1.5.2 Manfaat Praktis........................................................................................................... 5
BAB II........................................................................................................................................ 6
LANDASAN TEORITIS................................................................................................................ 6
2.1 Tinjauan Pustaka.............................................................................................................6
Penelitian terdahulu.............................................................................................................6
2.2 Konsep dan Teori............................................................................................................ 9
Landasan teori......................................................................................................................9
2.3 Kerangka Teoritis.......................................................................................................... 11
2.4 Hipotesis Penelitian......................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................... 15

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian


Berdasarkan laporan Indonesia Corruption Watch, sektor desa termasuk salah satu sektor
yang masih rentan terhadap tindak korupsi dan penyalahgunaan dana desa oleh aparatur
pemerintah desa. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan pada tingkat desa
maupun negeri masih memiliki risiko terjadinya kecurangan akuntansi apabila
pengendalian internal dan pengawasan belum berjalan secara efektif.

Kecurangan akuntansi merupakan masalah serius yang mengancam integritas pengelolaan


keuangan, terutama di sektor publik. Kasus fraud di Indonesia masih tergolong tinggi,
dengan korupsi sebagai penyumbang kerugian terbesar, bahkan hingga ke tingkat
pemerintahan desa. Hal ini menunjukkan bahwa kecurangan akuntansi terjadi secara luas
dan sistemik.
Menurut teori Fraud Triangle hingga Fraud Hexagon, kecurangan dipengaruhi oleh
berbagai faktor seperti tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kapabilitas, ego, dan kolusi.
Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang efektif, salah satunya melalui
pengendalian internal yang kuat untuk memperkecil peluang terjadinya kecurangan.
Selain pengendalian internal, moralitas individu juga berperan penting dalam menekan
perilaku fraud. Individu dengan moralitas tinggi cenderung menghindari tindakan tidak
etis. Di sisi lain, audit internal memiliki fungsi strategis dalam mendeteksi dan mencegah
kecurangan melalui pengawasan organisasi.
Penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam. Ameilia dan Rahmawati (2020)
menemukan bahwa moralitas individu berpengaruh negatif terhadap kecurangan
akuntansi. Rahman (2020) menunjukkan bahwa pengendalian internal dan audit internal
berpengaruh positif dalam pencegahan fraud. Wijayanti dan Setyawan (2023) juga
menyimpulkan bahwa pengendalian internal efektif mencegah kecurangan. Namun,
Adiko dan Astuty (2019) dalam Ulum dan Suryatimur (2022) menemukan bahwa
pengendalian internal tidak berpengaruh signifikan, sehingga menunjukkan adanya
inkonsistensi hasil penelitian.
Selain itu, sebagian besar penelitian terdahulu belum mengkaji secara bersamaan
pengendalian internal dan moralitas individu dengan audit internal sebagai variabel

2
moderasi, khususnya pada tingkat pemerintahan negeri. Padahal, audit internal berpotensi
memperkuat efektivitas pengendalian internal dan menjaga moralitas aparatur. Dalam
konteks pemerintahan

1.2. Masalah Penelitian


1.2.1 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka identifikasi masalah dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut:

1. Masih terdapat risiko kelemahan sistem pengendalian internal dalam pengelolaan


keuangan pemerintahan negeri yang dapat membuka peluang terjadinya kecurangan
akuntansi, terutama dalam proses pencatatan, pelaporan, dan penggunaan dana
desa/negeri.
2. Rendahnya moralitas individu pada sebagian aparatur pemerintah dapat memicu
perilaku tidak etis, seperti penyalahgunaan wewenang dan manipulasi laporan
keuangan, yang berpotensi meningkatkan kecenderungan kecurangan akuntansi
3. Fungsi audit internal pada pemerintahan negeri diduga belum berjalan secara optimal
dalam melakukan pengawasan, pendeteksian, dan pencegahan terhadap potensi
kecurangan akuntansi.
4. Masih kurangnya pemahaman mengenai peran audit internal dalam memperkuat
pengaruh pengendalian internal dan moralitas individu terhadap pencegahan
kecenderungan kecurangan akuntansi.
5. Penelitian mengenai pengendalian internal, moralitas individu, audit internal, dan
kecenderungan kecurangan akuntansi pada tingkat pemerintahan negeri di wilayah
Maluku, khususnya Negeri Latuhalat, masih terbatas sehingga perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut.

1.2.2 Pembatasan Masalah


Mengingat luasnya cakupan permasalahan yang dapat dikaji, penelitian ini membatasi ruang
lingkup sebagai berikut:

1. Variabel penelitian dibatasi pada pengendalian internal dan moralitas individu sebagai
variabel independen, kecenderungan kecurangan akuntansi sebagai variabel dependen,
serta audit internal sebagai variabel moderasi.
2. Lokasi penelitian dibatasi hanya pada Pemerintahan Negeri Latuhalat, Kecamatan
Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku.

3
3. Responden penelitian dibatasi pada aparatur/perangkat Negeri Latuhalat yang terlibat
langsung dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan negeri.
4. Periode penelitian dibatasi pada kondisi dan data yang relevan pada saat penelitian
dilaksanakan.
5. Kecenderungan kecurangan akuntansi yang dikaji dibatasi pada aspek manipulasi laporan
keuangan, penyalahgunaan aset, dan korupsi dalam lingkup pengelolaan keuangan negeri.

1.3 Rumusan Masalah Penelitian


Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah yang telah diuraikan, maka rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah pengendalian internal berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan


akuntansi pada Pemerintahan Negeri Latuhalat?
2. Apakah moralitas individu berpengaruh terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi
pada Pemerintahan Negeri Latuhalat?
3. Apakah audit internal memoderasi pengaruh pengendalian internal terhadap
kecenderungan kecurangan akuntansi pada Pemerintahan Negeri Latuhalat?
4. Apakah audit internal memoderasi pengaruh moralitas individu terhadap kecenderungan
kecurangan akuntansi pada Pemerintahan Negeri Latuhalat?

1.4 Tujuan Penelitian


Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini
adalah:

1. Untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh pengendalian internal terhadap


kecenderungan kecurangan akuntansi pada Pemerintahan Negeri Latuhalat.
2. Untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh moralitas individu terhadap
kecenderungan kecurangan akuntansi pada Pemerintahan Negeri Latuhalat.
3. Untuk menganalisis dan membuktikan peran audit internal dalam memoderasi pengaruh
pengendalian internal terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi pada Pemerintahan
Negeri Latuhalat.
4. Untuk menganalisis dan membuktikan peran audit internal dalam memoderasi pengaruh
moralitas individu terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi pada Pemerintahan
Negeri Latuhalat.

4
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Manfaat Teoritis
1. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu
akuntansi sektor publik, khususnya dalam kajian kecurangan akuntansi di tingkat
pemerintahan negeri di wilayah Maluku.
2. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkuat penerapan fraud triangle theory (Cressey,
1953) serta teori perkembangan moral kognitif (Kohlberg, 1969) dalam konteks
pemerintahan lokal, khususnya Negeri Latuhalat.
3. Penelitian ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan literatur (research gap) terkait kajian
kecurangan akuntansi di tingkat pemerintahan negeri di Provinsi Maluku yang masih
sangat terbatas.
4. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi dan bahan acuan bagi peneliti
selanjutnya yang mengkaji topik pengendalian internal, moralitas individu, audit internal,
dan kecenderungan kecurangan akuntansi di sektor publik.

1.5.2 Manfaat Praktis


1. Bagi Pemerintahan Negeri Latuhalat, hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan
evaluasi dalam memperkuat sistem pengendalian internal dan mengoptimalkan fungsi
audit internal guna meminimalkan kecenderungan kecurangan akuntansi dalam
pengelolaan keuangan negeri.
2. Bagi Pemerintah Kota Ambon dan Provinsi Maluku, penelitian ini diharapkan menjadi
dasar pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pengawasan keuangan dan pembinaan
aparatur pemerintahan negeri yang lebih efektif dan akuntabel.
3. Bagi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), penelitian ini dapat menjadi acuan
dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan audit internal di lingkungan
pemerintahan negeri se-Kota Ambon.
4. Bagi masyarakat Negeri Latuhalat, hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong
peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negeri sehingga
kepercayaan publik terhadap aparatur pemerintahan semakin meningkat.
5. Bagi akademisi dan mahasiswa, penelitian ini dapat dijadikan referensi ilmiah dalam
pengembangan kajian akuntansi forensik, audit sektor publik, dan tata kelola
pemerintahan daerah di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

5
BAB II
LANDASAN TEORITIS

2.1 Tinjauan Pustaka


 Penelitian terdahulu

N Peneliti Judul Variabel Metode Hasil Relevansi


o dan Penelitian Penelitian Penelitian Penelitian
Tahun
1 Fauziyah Pengaruh Model Kualitatif Pengendalia Sama-sama
dan Penerapan akuntansi deskriptif n internal membahas
Setyawan Model sektor berpengauh pengendalian
(2023) Akuntansi publik, positif internal
Sektor pengendali terhadap sebagai faktor
Publik Dan an internal, upaya pencegahan
Sistem pencegahan pencegahan fraud
Pengendali fraud fraud di
an Internal sektor publik
Terhadap
Upaya
Pencegahan
Fraud
2 Rahman Sistem Sistem Kuantitatif Pengendalia Menggunakan
(2020) Pengendali pengendali dengan n dan audit variabel
an Internal an internal, regresi internal pengendalian
Dan Peran audit linier berpengaruh internal dan
Audit internal, berganda positif audit internal
Internal pencegahan terhadap dalam sektor
Terhadap kecurangan pencegahan pemerintahan
Pencegahan kecurangan
Kecuranga
n
3 Wijayanti Liberature Pengendali Liberature Pengendalia Membahas

6
dan Review: an internal review n internal hubungan
Setyawan Analisis dan efektif pengendalian
(2023) Pengendali kecurangan mencegah internal
an Internal akuntansi kecurangan dengan
Dan Upaya akuntansi kecurangan
Pencegahan sektor publik akuntansi
Kecuranga
n Akuntansi
Sektor
Publik
4 Amelia Pengaruh Metode Moralitas Relevan karna
dan Moralitas deskriptif individu, sama-sama
Rahmawa Individu, dan efektivitas membahas
ti (2020) Efektifitas verivikatif pengendalia pengaruh
Pengendali dengan n internal, moralitas
an Internal, pendekatan dan individu dan
Kesesuaian kuantitatif kesesuaian pengendalian
Kompensas terhadap kompensasi internal
i dan 114 berpengaruh terhadap
Asimetri responden negatif kecurangan
Informasi dari 38 desa signifikan akuntansi
Terhadap di terhadap
Kecuranga Kabupaten kecurangan
n Akuntansi Kuningan akuntansi,
menggunak sedangkan
an analisis asimetri
regresi informasi
linier berpengaruh
berganda positif
signifikan
terhadap
kecurangan
akuntansi

7
5 Ulum dan Peran Sistem Metode Sistem Relevan
Suryatim Sistem pengendali kualitatif pengendalia karena
ur (2022) Pengendali an internal, dengan n interval membahas
an Internal Good pendekatan yang peran
Dan Good Corporate studi terencana pengendalian
Corporate Governanc pustaka dan internal
Governanc e, (liberature terstruktur sebagai
e Dalam pencegahan review) dari dapat mekanisme
Upaya fraud penelitian mendeteksi pencegahan
Pencegahan terdahulu, serta fraud dalam
Fraud buku, berita, mencegah organisasi/sekt
dan fraud, dan or publik
referensi penerapan
terkait Good
Corporate
Governance
mampu
mempersem
pit peluang
terjadinya
fraud

Berdasarkan penelitian terdahulu, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa


pengendalian internal, moralitas individu, dan audit internal memiliki pengaruh terhadap
pencegahan maupun kecenderungan kecurangan akuntansi.

Namun, penelitian yang menguji audit internal sebagai variabel moderasi pada tingkat
pemerintahan negeri di wilayah maluku masih terbatas, sehingga penelitian ini penting untuk
dilakukan

8
2.2 Konsep dan Teori
 Landasan teori
1. Fraud Triangle Theory

Fraud Triangle Theory dikemukakan oleh Donald R. Cressey (1953) yang menyatakan bahwa
kecurangan terjadi karena adanya tiga elemen, yaitu:

 Tekanan (Pressure), yakni motivasi seseorang untuk melakukan kecurangan, baik


akibat tekanan keuangan pribadi maupun tekanan dari lingkungan kerja.
 Kesempatan (Opportunity), yakni kondisi yang memungkinkan seseorang melakukan
kecurangan, terutama ketika sistem pengendalian internal lemah dan pengawasan
tidak memadai.
 Rasionalisasi (Rationalization), yakni pembenaran yang dilakukan pelaku atas
tindakannya, yang erat kaitannya dengan rendahnya tingkat moralitas individu.

Relevansi teori ini dalam penelitian adalah bahwa pengendalian internal yang efektif dapat
menutup elemen kesempatan, sedangkan moralitas individu yang tinggi dapat mengeliminasi
elemen rasionalisasi, sehingga kecenderungan kecurangan akuntansi dapat ditekan.

2. Teori Perkembangan Moral Kognitif (Kohlberg)

Kohlberg (1969) menyatakan bahwa perkembangan moral seseorang berlangsung dalam tiga
tingkatan, yaitu tingkat pra-konvensional di mana individu bertindak berdasarkan
kepentingan pribadi, tingkat konvensional di mana individu mematuhi norma dan aturan
sosial, serta tingkat pasca-konvensional di mana individu memiliki prinsip etis yang mandiri
dan universal.

Relevansi teori ini adalah bahwa semakin tinggi tingkat moralitas aparatur Pemerintahan
Negeri Latuhalat, semakin kecil kecenderungan mereka untuk melakukan kecurangan
akuntansi.

3. Teori Keagenan (Agency Theory)

Jensen dan Meckling (1976) menjelaskan bahwa hubungan keagenan terjadi antara principal
sebagai pemberi wewenang dan agent sebagai pelaksana wewenang. Dalam konteks
pemerintahan, masyarakat bertindak sebagai principal dan aparatur pemerintahan sebagai
agent. Permasalahan keagenan muncul ketika terjadi asimetri informasi yang mendorong
agent untuk bertindak demi kepentingan pribadi, termasuk melakukan kecurangan.

9
Relevansi teori ini adalah bahwa audit internal berperan sebagai mekanisme pengawasan
yang dapat meminimalkan perilaku oportunistik aparatur dan memoderasi hubungan antara
pengendalian internal serta moralitas individu dengan kecenderungan kecurangan akuntansi.

4. Pengendalian Internal

Berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2008, pengendalian internal adalah proses tindakan dan
kegiatan berkesinambungan yang dilakukan pimpinan dan seluruh pegawai untuk
memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang
efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan
terhadap peraturan perundang-undangan.

Menurut COSO (2013), pengendalian internal terdiri atas lima komponen yaitu lingkungan
pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta
pemantauan. Semakin efektif pengendalian internal diterapkan, semakin kecil peluang
terjadinya kecurangan akuntansi di lingkungan organisasi.

5. Moralitas Individu

Moralitas individu merupakan kapasitas seseorang dalam mempertimbangkan nilai etis dalam
setiap pengambilan keputusan (Kohlberg, 1969). Individu dengan moralitas tinggi cenderung
memiliki integritas yang kuat dan secara konsisten menolak tindakan yang bertentangan
dengan norma etika dan hukum, meskipun terdapat kesempatan untuk melakukannya.

Dalam konteks pemerintahan, aparatur dengan moralitas rendah lebih rentan melakukan
manipulasi laporan keuangan, penyalahgunaan aset, maupun korupsi. Sebaliknya, aparatur
dengan moralitas tinggi akan bertindak sesuai prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam
pengelolaan keuangan negeri.

6. Audit Internal

Menurut Institute of Internal Auditors (IIA), audit internal adalah aktivitas independen yang
memberikan keyakinan objektif dan konsultasi untuk menambah nilai serta meningkatkan
operasi organisasi. Berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2008 Pasal 11, peran audit internal
mencakup pemberian keyakinan atas efektivitas pencapaian tujuan organisasi, pemberian
peringatan dini atas risiko, serta pemeliharaan kualitas tata kelola instansi pemerintah.

10
Dalam penelitian ini, audit internal berperan sebagai variabel moderasi yang dapat
memperkuat atau memperlemah pengaruh pengendalian internal dan moralitas individu
terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi di Pemerintahan Negeri Latuhalat.

7. Kecenderungan Kecurangan Akuntansi

Menurut ACFE (2012), kecurangan akuntansi adalah tindakan yang sengaja dilakukan untuk
menggunakan sumber daya organisasi secara tidak wajar demi kepentingan pribadi.
Kecurangan akuntansi diklasifikasikan dalam tiga kategori yaitu penyalahgunaan aset,
kecurangan laporan keuangan, dan korupsi.

Kecenderungan kecurangan akuntansi dalam penelitian ini diukur berdasarkan sejauh mana
aparatur Pemerintahan Negeri Latuhalat memiliki niat atau kecenderungan untuk melakukan
salah satu dari ketiga kategori kecurangan tersebut dalam pengelolaan keuangan negeri.

2.3 Kerangka Teoritis


Penelitian ini mengkaji pengaruh pengendalian internal dan moralitas individu terhadap
kecenderungan kecurangan akuntansi dengan audit internal sebagai variabel moderasi pada
Pemerintahan Negeri Latuhalat. Kerangka pemikiran teoritis dibangun berdasarkan landasan
teori yang telah diuraikan sebelumnya.

Berdasarkan Fraud Triangle Theory (Cressey, 1953), kecurangan akuntansi terjadi


karena tiga elemen yaitu tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi. Dalam konteks
Pemerintahan Negeri Latuhalat, elemen kesempatan sangat dipengaruhi oleh seberapa kuat
sistem pengendalian internal yang diterapkan. Ketika pengendalian internal lemah, celah
untuk melakukan kecurangan semakin terbuka lebar. Sebaliknya, ketika pengendalian internal
diterapkan secara efektif melalui lima komponennya yakni lingkungan pengendalian,
penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan, maka
peluang terjadinya kecurangan akuntansi dapat diminimalisir secara signifikan. Dengan
demikian, pengendalian internal yang kuat diduga berpengaruh negatif terhadap
kecenderungan kecurangan akuntansi.

Selain faktor sistem, faktor individu juga memegang peranan penting dalam
menentukan kecenderungan kecurangan akuntansi. Berdasarkan teori perkembangan moral
kognitif Kohlberg (1969), individu yang memiliki tingkat moralitas tinggi akan cenderung
bertindak berdasarkan prinsip etis yang kuat dan secara sadar menolak tindakan yang

11
bertentangan dengan norma dan hukum yang berlaku. Dalam Fraud Triangle Theory, elemen
rasionalisasi erat berkaitan dengan kondisi moral seseorang. Aparatur dengan moralitas
rendah lebih mudah membenarkan tindakan kecurangan yang dilakukannya, sedangkan
aparatur dengan moralitas tinggi tidak akan mencari pembenaran atas tindakan menyimpang.
Oleh karena itu, moralitas individu yang tinggi diduga berpengaruh negatif terhadap
kecenderungan kecurangan akuntansi.

Lebih lanjut, berdasarkan teori keagenan Jensen dan Meckling (1976), hubungan
antara pemerintah sebagai agent dan masyarakat sebagai principal rentan terhadap perilaku
oportunistik akibat adanya asimetri informasi. Dalam kondisi ini, keberadaan audit internal
yang efektif berperan sebagai mekanisme pengawasan yang dapat mengurangi asimetri

informasi dan mendorong agent untuk bertindak sesuai dengan kepentingan principal.
Audit internal yang kuat tidak hanya berfungsi mendeteksi kecurangan, tetapi juga
memperkuat dampak pengendalian internal dalam menekan kecenderungan kecurangan
akuntansi. Demikian pula, audit internal yang efektif dapat memperkuat pengaruh moralitas
individu dengan menciptakan iklim organisasi yang mendorong perilaku etis dan akuntabel.

Dengan demikian, hubungan antar variabel dalam penelitian ini dapat digambarkan
sebagai berikut. Pengendalian internal berpengaruh langsung terhadap kecenderungan
kecurangan akuntansi, dan pengaruh tersebut akan semakin kuat ketika dimoderasi oleh audit
internal yang efektif. Moralitas individu juga berpengaruh langsung terhadap kecenderungan
kecurangan akuntansi, dan pengaruh tersebut akan semakin diperkuat oleh keberadaan audit
internal yang optimal di lingkungan Pemerintahan Negeri Latuhalat.

PENGENDALIAN
INTERNAL (X1)
KECENDERUNGAN
AUDIT INTERNAL KECURANGAN AKUNTANSI
MORALITAS (Y)
INDIVIDU (X2)

Gambar Kerangka Konseptual

12
2.4 Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian yang masih perlu
dibuktikan secara empiris. Maka, dasar dari merumuskan hipotesis yaitu dengan berdasarkan
teori yang relevan, hasil penelitian terdahulu, serta dugaan hubungan antar variabel yang akan
diuji dalam penelitian. Berdasarkan kerangka pemikiran teoritis yang telah diuraikan, maka
hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
H1 : Pengendalian Internal Berpengaruh Negatif terhadap Kecenderungan
Kecurangan Akuntansi pada Pemerintahan Negeri Latuhalat

Pengendalian internal yang efektif dapat menutup celah kesempatan (opportunity) bagi
aparatur untuk melakukan kecurangan. Berdasarkan hasil penelitian Rahman (2020),
Wijayanti dan Setyawan (2023) yang menunjukkan bahwa pengendalian internal berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap kecurangan akuntansi, maka semakin kuat pengendalian
internal yang diterapkan, semakin rendah kecenderungan kecurangan akuntansi yang terjadi.

H2 : Moralitas Individu Berpengaruh Negatif terhadap Kecenderungan Kecurangan


Akuntansi pada Pemerintahan Negeri Latuhalat

Individu dengan tingkat moralitas yang tinggi tidak akan mencari pembenaran
(rationalization) atas tindakan kecurangan. Berdasarkan teori perkembangan moral kognitif
Kohlberg (1969) yang membuktikan bahwa moralitas manajemen berpengaruh signifikan
terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi, maka semakin tinggi moralitas individu
aparatur, semakin rendah kecenderungan kecurangan akuntansi yang terjadi.

H3 : Audit Internal Memoderasi Pengaruh Pengendalian Internal terhadap


Kecenderungan Kecurangan Akuntansi pada Pemerintahan Negeri Latuhalat

Audit internal yang efektif dapat memperkuat dampak pengendalian internal dalam menekan
kecenderungan kecurangan akuntansi. Berdasarkan teori keagenan dan hasil penelitian
Rahman (2020) yang menunjukkan bahwa peran audit internal berpengaruh positif terhadap
pencegahan kecurangan, maka semakin efektif audit internal, semakin kuat pengaruh
pengendalian internal dalam menekan kecenderungan kecurangan akuntansi di Pemerintahan
Negeri Latuhalat.

13
H4 : Audit Internal Memoderasi Pengaruh Moralitas Individu terhadap
Kecenderungan Kecurangan Akuntansi pada Pemerintahan Negeri Latuhalat

Audit internal yang optimal dapat menciptakan iklim organisasi yang mendorong perilaku
etis dan akuntabel, sehingga memperkuat pengaruh moralitas individu dalam menekan
kecenderungan kecurangan akuntansi. Berdasarkan teori keagenan Jensen dan Meckling
(1976) dan dukungan hasil penelitian terdahulu, maka semakin efektif audit internal, semakin
kuat pengaruh moralitas individu dalam menekan kecenderungan kecurangan akuntansi di
Pemerintahan Negeri Latuhalat.

14
DAFTAR PUSTAKA

Association of Certified Fraud Examiners (ACFE). (2012). Report to the Nations


on Occupational Fraud and Abuse. Austin: ACFE.
Cressey, D. R. (1953). Other People's Money: A Study in the Social Psychology of
Embezzlement. Glencoe: Free Press.
Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO).
(2013). Internal Control – Integrated Framework. New York: COSO.
Fauziyah, A., & Setyawan, S. (2023). Pengaruh Penerapan Model Akuntansi
Sektor Publik dan Sistem Pengendalian Internal terhadap Upaya Pencegahan
Fraud. Transekonomika: Akuntansi, Bisnis dan Keuangan, 3(1).
Institute of Internal Auditors (IIA). (2017). International Standards for the
Professional Practice of Internal Auditing. Lake Mary: IIA.
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the Firm: Managerial
Behavior, Agency Costs and Ownership Structure. Journal of Financial
Economics, 3(4), 305–360.
Kohlberg, L. (1969). Stage and Sequence: The Cognitive-Developmental
Approach to Socialization. In D. A. Goslin (Ed.), Handbook of Socialization
Theory and Research (pp. 347–480). Chicago: Rand McNally.
Lestari, N. K. L., & Supadmi, N. L. (2017). Pengaruh Pengendalian Internal,
Integritas dan Asimetri Informasi pada Kecurangan Akuntansi. E-Jurnal
Akuntansi, 21(1), 389–417.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem
Pengendalian Intern Pemerintah.
Rahman, K. G. (2020). Sistem Pengendalian Internal dan Peran Audit Internal
terhadap Pencegahan Kecurangan. Bongaya Journal for Research in
Accounting, 3(1), 20–27.
Rahmi, F., & Sovia, A. (2017). Dampak Sistem Pengendalian Internal, Perilaku
Tidak Etis, dan Moralitas Manajemen terhadap Kecenderungan Kecurangan
Akuntansi pada Perusahaan Developer di Pekanbaru. Jurnal Al-Iqtishad,
13(1), 48–66.
Wijayanti, R. P., & Setyawan, S. (2023). Literature Review: Analisis Pengendalian
Internal dan Upaya Pencegahan Kecurangan Akuntansi Sektor Publik.
Transekonomika: Akuntansi, Bisnis dan Keuangan, 3(1), 1–11.

15

Anda mungkin juga menyukai