Modul Asisten Praktikum Manajemen Keuangan Perusahaan Prodi S1 Akuntansi
Universitas Padjadjaran 0
TIM PENYUSUN
Dosen Manajemen Keuangan Perusahaan
Citra Sukmadilaga, Ph.D., Ak. CA., CACP.,QRMP.,ERMCP, CWM
Prima Yusi Sari,SE., M.E., Ak.
Said Aryonindito, S.E., [Link].
Tettet Fitrijanti, Dr., S.E., [Link]., Ak., CA
Larasati Puspa Martani Sugianto, S.E., M.M
Asisten Praktikum Manajemen Keuangan Perusahaan
Aldrian Baihaqi
Maritza Salmanisa
Muhammad Rayhan Adhana
Ruth Yoselyn Br. Manihuruk
Callista Lucretia Saputra
Kenneth Lucius Philipus
Leon Anthony
Rayasha Mentari Amadhea
Modul Asisten Praktikum Manajemen Keuangan Perusahaan Prodi S1 Akuntansi
Universitas Padjadjaran 1
MODUL PERTEMUAN 10
MERGER, LBOs, DAN DIVESTITURE
1. Pengertian Merger
Mergerterjadiketikaduaperusahaanataulebihbergabungsecaramutual,denganmembentuk
entitas baru atau mempertahankan salahsatuperusahaan,umumnyaadalahperusahaanyang
lebih besar. Sebaliknya, Akuisisi secara umum diartikan sebagai transaksi pembelian atau
pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan oleh perusahaan lain. Ini adalah proses di
mana satu perusahaan memperoleh saham, aset, atau kendalipenuhatasoperasiperusahaan
lain.
2. Terminologi dalam Merger
Terminologi Pengertian
orporate
C ktivitas yang melibatkan ekspansi atau kontraksi atas operasi
A
Restructuring perusahaan atau terhadap struktur aset atau keuangannya.
olding
H erusahaan yang memiliki hak kontrol atas satu perusahaan atau
P
Company lebih.
Subsidiaries nak perusahaan merupakan perusahaan yang berada di bawah
A
pengendalianholding company.
cquiring
A erusahaan dalam transaksi merger yang melakukan akuisisi
P
Company perusahaan lain.
Target Company erusahaan dalam transaksi merger yang menjadi target acquiring
P
company.
Friendly Merger ransaksimergeryangdidukungolehmanajemenperusahaan target,
T
disetujui oleh pemegang saham, dan mudah diselesaikan.
Hostile ransaksimergeryangtidakdidukungolehmanajemen perusahaan
T
target sehingga memaksa acquiring company untuk mengambil
Merger
kontrol perusahaan dengan cara membeli sahamnya di bursa.
Strategic ransaksimergeryangdilakukanuntukmencapaieconomiesofscale
T
(meningkatkan produksi, menurunkan biaya, meningkatkan laba).
Merger
Modul Asisten Praktikum Manajemen Keuangan Perusahaan Prodi S1 Akuntansi
Universitas Padjadjaran 2
Financial ransaksi merger yang dilakukan dengan tujuan merestrukturisasi
T
perusahaan yang diakuisisi untuk meningkatkan arus kas dan
Merger
menyingkapkan potensi nilainya.
3. Motif dari Merger
Tujuan utama dari merger adalah memaksimalkan kekayaan pemegang saham (maximize
shareholdervalue).Halinitercermindarinaiknyahargasahamperusahaanpengakuisisisaat
melakukan atau menginisiasi merger. Berikut adalah motif-motif spesifik mengapa
perusahaan melakukan merger:
A. Pertumbuhan atau Diversifikasi (Growth or Diversification)
Mergermenjadijalanpintasbagiperusahaanyangingintumbuhcepat,baikdarisegiukuran,
pangsa pasar, maupun variasi produk. Carainidinilailebihefisiendanmurahdibandingkan
jika perusahaan harus membangun pabrik baru atau mengembangkan produk dari nol
(pertumbuhan organik), sekaligus mengurangi risiko kegagalan produk baru dan
menghilangkan pesaing.
B. Sinergi (Synergy)
Tujuannyaadalahmenciptakaneconomiesofscaledengancaramengurangibiayaoperasional
gabungan. Sinergi membuat nilai gabungan dua perusahaan menjadi lebih besar dibanding
jika berdiri masing-masing (efek 1+1 > 2).
C. Penggalangan Dana (Fundraising)
Perusahaan bergabung untuk memperkuat posisi keuangan agar lebih mudah mendapatkan
pinjaman dengan bunga rendah. Biasanya, ini dilakukan dengan mengakuisisi perusahaan
yang punya banyak uang tunai (cash-rich) tapi hutangnya sedikit. Hasilnya, rasio utang
perusahaan gabungan menjadi lebih sehat dan kapasitas meminjam dana eksternal meningkat.
D. Peningkatan Keahlian Manajerial atau Teknologi
Terkadang perusahaan punya potensi besar tapi tidak punya SDM ahli atau teknologi yang
mendukung. Dengan melakukan merger, perusahaan bisalangsungmendapatkantenagaahli
manajerialatauteknologiproduksiyangdibutuhkandariperusahaantargettanpaharusrepot
melatih atau riset dari awal.
Modul Asisten Praktikum Manajemen Keuangan Perusahaan Prodi S1 Akuntansi
Universitas Padjadjaran 3
E. Pertimbangan Pajak (Tax Considerations)
Motif ini memanfaatkan fasilitas tax loss carryforward. Artinya, jika sebuah perusahaan
mengakuisisi perusahaan lain yang sedang merugi, kerugian tersebut bisa dipakai untuk
memotongbebanpajakataslabaperusahaangabungandimasadepan.Hasilnya,labasetelah
pajak (earningafter-tax) menjadi lebih besar.
F. Peningkatan Likuiditas Pemilik (Increased OwnershipLiquidity)
Merger bisa mengubah kepemilikan saham menjadi lebih likuid (mudah diuangkan). Ini
sering terjadiketikaperusahaanprivat/kecilbergabungdenganperusahaanpublikyanglebih
besar.
G. Pertahanan Terhadap Pengambilalihan (Defense againstTakeover)
Perusahaansengajamengakuisisiperusahaanlainsebagaistrategipertahanandiri.Tujuannya
adalah membuat struktur keuangan perusahaan menjadi rumit/terlalu besar, sehingga pihak
lain yang berniat melakukan pengambilalihan paksa (hostile takeover) akan kesulitan atau
enggan melanjutkannya.
4. Jenis - Jenis Merger
Jenis Merger Pengertian
Horizontal Merger antara perusahaan yang memiliki lini usaha yang sama
Merger atau saling bersaing (setara atau sederajat). Contoh: Holcim
Indonesia bergabung dengan Semen Indonesia pada tahun 2019.
Kedua perusahaan sama sama bergerak di lini bisnis semen.
Vertical Merger antara perusahaan yang memiliki hubungan supplier dan
Merger customer (atas ke bawah). Contoh: Disney sebagai distributor
animasi merger dengan Pixar sebuahperusahanproduksianimasi,
DisneymengamankanpasokankontenberkualitastinggidariPixar
untukdidistribusikanmelaluijaringanbioskopdanchannelDisney.
Hubungannya adalah Distributor membeli Supplier konten.
Congeneric Mergerperusahaan-perusahaandenganliniindustriyangsamatapi
Merger bukan produsen produk yang sama dan tidak memiliki hubungan
Modul Asisten Praktikum Manajemen Keuangan Perusahaan Prodi S1 Akuntansi
Universitas Padjadjaran 4
pemasok/pelanggan. Contoh: Kaltim Prima Coal, sebuah
perusahaan penambang batubara, bergabung dengan Bumi
Resources (BUMI), sebuah perusahaan penghasil energi (minyak
bumi dan gas) pada tahun 2003.
Conglomerate Merger antara perusahaan yang tidak saling terkait dan bersaing.
Merger Contoh: UnitedTractors(UNTR)mengakuisisisahamdiSupreme
Energy Sriwijaya (Panas Bumi) dan Stargate (Nikel). Ini adalah
strategi diversifikasi pendapatan non-batu bara. UNTR
mengalokasikan modal besar untuk masuk ke sektor panas bumi
(geothermal) dan nikel (bahan baku baterai kendaraan listrik)
sebagai langkah antisipasi masa depan di mana energi fosil akan
dikurangi.
5. LBOs dan Divestiture
A. Leveraged Buyouts (LBOs)
Leveraged Buyout (LBO) adalah teknik akuisisi di mana perusahaan pengakuisisi membeli
perusahaan target dengan menggunakan leverage (hutang) dalam jumlah sangat besar
(biasanya 90% atau lebih dari harga pembelian). Aset dari perusahaan target seringkali
dijadikan jaminan (collateral) untuk utang tersebut. Tujuan utamanya adalah mengubah
perusahaan publik menjadi perusahaan privat (tertutup) dengan struktur modal yang
didominasi utang. Harapannya, manajemen dapat memperbaiki kinerja operasionaldanarus
kas tanpa tekanan dari pasar saham,untukkemudianmembayarkembaliutangtersebutdari
aruskasyangdihasilkan.TidaksemuaperusahaancocokdilakukanLBO.Kandidatyangideal
biasanya memiliki tiga ciri utama:
1. Posisi Industri Kuat
Memiliki riwayat keuntungan yang solid dan ekspektasi pertumbuhan yang wajar.
2. Aset "Bankable"
Memiliki tingkat utang awal yang rendah namun punyatangible assetyang tinggi
untuk dijadikan jaminan pinjaman.
Modul Asisten Praktikum Manajemen Keuangan Perusahaan Prodi S1 Akuntansi
Universitas Padjadjaran 5
3. Arus Kas Stabil
Memiliki arus kas yang stabil dan dapat diprediksi untuk memastikan kemampuan
membayar bunga dan pokok utang yang besar.
B. Divestitures
Divestitureadalahkebalikandariakuisisi.Iniadalahstrategidimanaperusahaanmenjualatau
melepas sebagian unit bisnisnya, seperti divisi,anakperusahaan,liniproduk,atauasettetap
(pabrik/properti) kepada pihak lain. Berbeda dengan kebangkrutan, divestasi sering kali
dilakukan dengan alasan positif dan strategis, antara lain:
1. Fokus pada Bisnis Inti
Melepas unit bisnis yang tidak lagi sejalan dengan visi utama perusahaan
(streamlining).
2. Mendapatkan Dana Tunai
Mengubah aset menjadi uang tunai (cash) untuk membiayai ekspansi di lini produk
lain yang lebih menguntungkan.
3. Membuang Beban
Menjual unit operasi yang terus merugi atauberkinerjaburukagartidakmembebani
laporan keuangan konsolidasi.
6. Analisis dan Negosiasi Merger
A. Prosedur dalam menilai perusahaan target
erger biasanya ditangani oleh Investment Banker, dan dalam negosiasi biasanya melalui
M
prosedur sebagai berikut :
1. Tentukancash inflowyang didapat olehacquiring company.
2. Hitungpresent valuedaricash inflowtersebut.
3. Bandingkan biaya yang keluar (cash outflow) denganpresent value cash inflowtersebut.
B. Transaksistock swap
Stock swap adalah metode akuisisi dimana perusahaan pengakuisisi menukarkan saham
perusahaan target dengan saham perusahaannya sesuai dengan rasio yang telah disepakati.
1. Ratio of Exchange
Ratio of Exchange menentukan berapa banyak saham perusahaan pengakuisisi yang akan
diberikan untuk setiap satu lembar saham perusahaan target. Perusahaan pengakuisisi
Modul Asisten Praktikum Manajemen Keuangan Perusahaan Prodi S1 Akuntansi
Universitas Padjadjaran 6
biasanya harus menawarkan nilai yang lebih tinggi dari harga pasar saham target saat ini
(premium) agar penawaran menarik
𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒𝑝𝑒𝑟𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡𝐶𝑜𝑚𝑝𝑎𝑛𝑦
Ratio of Exchange= 𝑀𝑎𝑟𝑘𝑒𝑡𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒𝐴𝑐𝑞𝑢𝑖𝑟𝑖𝑛𝑔𝐶𝑜𝑚𝑝𝑎𝑛𝑦
2. EfekPrice to Earnings Ratio(P/E) terhadapEarningsper Share(EPS)
Merger dengan pertukaran saham akan mengubah struktur modal dan jumlah lembar saham
beredar, yang berdampak langsung pada EPS perusahaan gabungan.
Relationship between P/E paid and P/E of Effect of EPS
acquiring company Acquiring Target Company
Company
P/E Paid > P/E Acquiring Company Decrease Increase
P/E Paid = P/E Acquiring Company Constant Constant
P/E Paid < P/E Acquiring Company Increase Decrease
DampakjangkapanjangdarisuatumergerterhadapEPSperusahaansangattergantungpada
laju pertumbuhan pendapatan hasil dari penggabungan tersebut. Meskipun seringkali nilai
EPSperusahaanpadaperiodeawalsetelahmergermungkinmenurundibandingkansebelum
merger,namundalamjangkapanjang, nilaiEPScenderungmeningkat,memberikandampak
positif bagi perusahaan.
3. Ratio of exchange in market price
Harga pasar saham gabungan tidak selalu konstan. Perubahan harga dipengaruhi oleh
ekspektasi pasar terhadap laba masa depan dan perubahan risiko. Kita dapat menghitung
Market Price Ratio (MPR) untuk melihat berapa nilai pasar yang dipertukarkan.
𝑀𝑎𝑟𝑘𝑒𝑡𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒𝐴𝑐𝑞𝑢𝑖𝑟𝑖𝑛𝑔𝐶𝑜𝑚𝑝𝑎𝑛𝑦×𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜𝑜𝑓𝐸𝑥𝑐ℎ𝑎𝑛𝑔𝑒
𝑀𝑃𝑅 = 𝑀𝑎𝑟𝑘𝑒𝑡𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡𝐶𝑜𝑚𝑝𝑎𝑛𝑦
Contoh Soal:
Diketahui PT Calistung akan mengakuisisi PT Leon Jaya dengan ratio of exchange 2. PT
Calistung memiliki laba bersih sebesar $100.000 dan EPS sebesar $10. Sementara itu, PT
Leon Jaya memiliki laba bersih sebesar $50.000 dengan saham beredar sebanyak 5.000
lembar. Tentukan EPS PT Calistung (sebagai perusahaan pengakuisisi) dan EPS ekuivalen
untuk pemegang saham PT Leon Jaya setelah merger!
Modul Asisten Praktikum Manajemen Keuangan Perusahaan Prodi S1 Akuntansi
Universitas Padjadjaran 7
Jawab:
● Saham beredar PT Calistung sebelum merger = 10.000 lembar ($100.000 / $10)
● Total saham beredar setelah merger = 10.000 + (5.000 x 2) = 20.000 lembar
● EPS Konsolidasi (EPS PT Calistung setelah merger) = ($100.000 + $50.000) / 20.000
= $7,5
● EPS Ekuivalen pemegang saham PT Leon Jaya = $7,5 x 2 = $15
Modul Asisten Praktikum Manajemen Keuangan Perusahaan Prodi S1 Akuntansi
Universitas Padjadjaran 8