0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas tentang konsep kehamilan, termasuk pengertian, proses, tanda-tanda, dan cara menentukan usia kehamilan. Selain itu, juga dijelaskan mengenai dukungan suami terhadap istri selama kehamilan yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi. Tanda bahaya kehamilan dan perubahan anatomi serta fisiologis pada ibu hamil juga diuraikan secara rinci.

Diunggah oleh

Lidia Rahmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas tentang konsep kehamilan, termasuk pengertian, proses, tanda-tanda, dan cara menentukan usia kehamilan. Selain itu, juga dijelaskan mengenai dukungan suami terhadap istri selama kehamilan yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi. Tanda bahaya kehamilan dan perubahan anatomi serta fisiologis pada ibu hamil juga diuraikan secara rinci.

Diunggah oleh

Lidia Rahmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Kehamilan
1. Pengertian Kehamilan

Perawatan selama kehamilan adalah untuk memfasilitasi yang sehat

dan positif bagi ibu maupun bayinya dengan cara membina hubungan saling

percaya antara ibu dan anak, mendeteksi komplikasi-komplikasi yang dapat

mengancam jiwa, mempersiapkan kelahiran, dan memberikan pendidikan.

Kehamilan adalah proses ilmiah yang mau tidak mau harus dihadapai seorang

wanita yang telah menikah. Dabn berbagai suka dan duka selama kehamilan

menjadi catatan penting dan kenangan indah yang tak mungkin terlupakan

bagi setiap pasangan begitu pula dengan proses persalinan dan pasca

persalinan (Sulissetyowati, 2011).

Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari

spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila

dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan

berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut

kalender internasional (Winkjosastro, 2009 dalam Anggraini, 2013).

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya

kehamilan normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari), dihitung

dari hari pertama haid terakhir (Saifuddin, 2006).

8
9

Winkjosastro (2009) kehamilan dibagi menjadi 3 trimester menurut

dari tuanya kehamilan, yaitu:

a. Kehamilan Trimester 1 berlangsung dalam 12 minggu

b. Kehamilan Trimester II berlangsung dalam 15 minggu (minggu ke 13-ke

27)

c. Kehamilan Trimester III berlangsung dalam 13 minggu (minggu ke-28

hingga ke-40)

Adapun menurut Salamah (2006), kehamilan dapat dibagi menjadi 3

periode, yaitu:

a. Trimester I dari minggu ke-1 sampai minggu ke-13

b. Trimester II dari minggu ke-14 sampai minggu ke 26

c. Trimester III dari minggu ke-27 sampai 38-40 (akhir kehamilan)

2. Proses Kehamilan

Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan

dan terdiri dari ovulasi pelepasan ovum, terjadi migrasi spermatozoa dan

ovum, terjadi konsepsi dan pembuahan zigot, terjadi nidasi (implantasi) pada

uterus, pembentukan plasenta serta tumbuh kembang hasil konsepsi sampai

aterm. (Manuaba, 2009 dalam Angraini, 2013)

Konsepsi merupakan persatuan antara sebuah telur dan sebuah

sperma sebagai pertanda sebuah awal dari kehamilan. Peristiwa ini bukan

merupakan peristiwa yang terpisah, akan tetapi berada pada suatu rangkaian

kejadian yang [Link]-kejadian itu adalah pembentukan


10

gamet (telur dan sperma), ovulasi (pelepasan telur), penggabungan gamet

dan implantasi embrio di dalam uterus. Jika peristiwa-peristiwa tersebut

berlangsung dengan baik maka proses perkembangan embrio dan janin dapat

dimulai. Seorang wanita setiap bulannya mengeluarkan 1 atau 2 sel telur

(ovum) dari indung telur (ovarium). Saat ovulasi, ovum keluar dari folikel

ovarium yang pecah. Kadar estrogen yang tinggi meningkatkan gerakan tuba

uterine, sehingga silia tuba tersebut dapat menangkap ovum dan

menggerakkannya sepanjang tuba menuju rongga rahim (Angraini, 2013)

Ovum dianggap subur selama 24 jam setelah ovulasi. Apabila tidak

difertilisasi oleh sperma , ovum berdegenerasi dan direabsorpsi. Ovum

dilindungi oleh dua lapisan jaringan pelindung, lapisan yang pertama berupa

membrane tebal tidak berbentuk, yang disebut zona pelusida. Lingkaran

yang paling luar adalah korona radiate , terdiri dari sel-sel oval yang

dipersatukan oleh asam hialuronat. Proses ejakulasi dalam berhubungan

seksual dalam kondisi normal mengakibatkan pengeluaran satu sendok teh

semen, yang mengandung 200-500 juta sperma, kedalam vagina. Sperma

adalah sel reproduksi utama dari laki-laki. Sperma berenang dengan gerakan

flagella pada ekornya (Angraini, 2013)

Beberapa sperma dapat mencapai tempat fertilisasi dalam lima menit,

akantetapi rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah empat sampai enam jam.

Sperma akan tetap hidup di dalam system reproduksi wanita selama dua

sampai tiga hari. Pada saat sperma berjalan melalui tuba uterin, enzim-enzim
11

yang dihasilkan disana akan membantu kapasitasi sperma. Kapasitasi adalah

perubahan fisiologis yang membuat lapisan pelindung lepas dari kepala

sperma (akrosom), sehingga terbentuk lubang kecil di akrosom, yang

memungkinkan enzim (seperti hialurondonase) keluar. Enzim tersebut

dibutuhkan agar sperma dapat menembus lapisan pelindung ovum sebelum

fertilisasi. Proses fertilisasi ini berlangsung di ampula tuba (Angraini, 2013).

3. Tanda-Tanda Kehamilan

Menurut Manuaba (2010), untuk dapat menegakkan kehamilan

ditetapkan dengan melakukanpenilaian terhadap beberapa tanda dan gejala

kehamilan, yaitu sebagai berikut :

1. Tanda Dugaan Kehamilan

a) Amenorea

Pada wanita hamil terjadi konsepsi dan nidasi yang

menyebabkan tidak terjadi pembentukan Folikel de graff dan

ovulasi . Hal ini menyebabkan terjadinya amenorea pada seorang

wanita yang sedang hamil. Dengan mengetahui hari pertama haid

terakhir (HPHT) dengan perhitungan Neagle dapat ditentukan hari

perkiraan lahir (HPL)nyaitu dengan menambah tujuh pada hari,

mengurangi tiga pada bulan, dan menambah satu pada tahun.

b) Mual dan Muntah

c) Pengaruh estrogen dan progesteron menyebabkan pengeluaran asam

lambung yang berlebihan. Mual dan Muntah pada pagi hari disebut
12

morning sickness. Dalam batas yang fisiologis keadaan ini dapat

diatasi. Akibat mual dan muntah nafsu makan berkurang.

d) Ngidam

e) Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan yang

demikian disebut ngidam.

f) Sinkope atau pingsan

g) Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral)

menyebabkan iskema susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkope

atau pingsan. Keadaan ini menghilang setelah usia kehamilan 16

minggu.

h) Payudara Tegang

i) Pengaruh hormon estrogen, progesteron, dan somatomamotrofin

menimbulkan deposit lemak, air, dan garam pada payudara. Payudara

membesar dan tegang. Ujung saraf tertekan menyebabkan rasa sakit

terutama pada hamil pertama.

j) Sering Miksi (Sering BAK)

k) Desakan rahim kedepan menyebabkan kandung kemih cepat terasa

penuh dan sering miksi. Pada triwulan kedua, gejala ini sudah

menghilang.

l) Konstipasi atau Obstipasi

m) Pengaruh hormon progesteron dapat menghambat peristaltik usus,

menyebabkan kesulitan untuk buang air besar


13

n) Pigmentasi Kulit

o) Terdapat pigmentasi kulit disekitar pipi (cloasma gravidarum). Pada

dinding perut terdapat striae albican, striae livide dan linea nigra

semakin menghitam. Pada sekitar payudara terdapat hiperpigmintasi

pada bagian areola mammae, puting susu makin menonjol.

p) Epulis

q) Hipertrofi gusi yang disebut epuils, dapat terjadi saat kehamilan.

r) Varices

s) Karena pengaruh dari hormon estrogen dan progesteron terjadi

penampakan pembuluh darah vena, terutama bagi mereka yang

mempunyai bakat. Penampakan pembuluh darah terjadi pada sekitar

genetalia, kaki, betis, dan payudara. Penampakan pembuluh darah ini

menghilang setelah persalinan.

4. Menetukan Usia Kehamilan

Nirmala (2010), menentukan usia kehamilan sangat penting guna

memperkirakan persalina. Usia kehamilan dapat ditentukan dengan

a) Mempegunakan rumus negle

Rumus negle memperhitungkan usia kehamilan berlansung selama 288

hari. perhitungan kasarnya dapat di pakai dengan menentukan hari

pertama haid terakhir dan tambah 288 hari, menentukan hari pertama haid

terakhir di tambah 288 hari sehingga diperkirakan kelahiran bisa

ditetapkan.
14

b) Gerakan pertama fetus

Dengan memperkirakan terjadinya gerakan pertama kali fetus pada usia

kehamilan 16 minggu, perkiraan usia kehamilan bisa di tetapkan. Namun

diperkirakan kurang tepat

c) Perkiraan Tinggi fundus uteri

Mempergunakan tinggi fundus uteri untuk memperkirakan usia

kehamilan terutama tepat pada kehamilan yang petama. pada kehamilan

kedua dan seterusnya perkiraan ini kurang tepat

d) Penentuan usia kehamilan dengan ultrasonografi

Bila ragu-ragu bisa berkonsultasi untuk menetapkan persalinan.

Menetukan usia kehamilan melalui dengan cara mengukur bagian janin

yaitu:

a) Menentukan diameter kantong gestasi

b) menentukan jarak kepala sampai bokong

c) Menetukan jarak tulang bipariental

d) Menetukan lingkaran perut

e) Menetukan panjang tulang femur.

5. Tanda bahaya kehamilan

Empat tanda bahaya kehamilan (Bidanku, 2012) :

a) Perdarahan dari jalan lahir

b) Nyeri kepala yang sangat hebat

c) Gangguan pada penglihatan


15

d) Nyeri perut yang sangat hebat

Selain itu ada 18 hal yang harus diwaspadai dan harus melahirkan di

rumah sakit yaitu:

a) Pernah di operasi seksio sesaria (operasi caesar)

b) Perdarahan dari jalan lahir selain lendir bercampur darah

c) Persalinan kurang dari 37 minggu (kurang bulan)

d) Ketuban pecah disertai dengan keluar mekonial kental (cairan warna keruh)

e) Ketuban pecah disertai tidak terasa gerakan janin

f) Ketuban telah pecah lebih dari 24 jam atau ketuban pecah pada kemanilan

kurang bulan

g) Ada tanda gejala infeksi : Suhu tubuh tinggi, menggigil, nyeri perut dan

cairan ketuban yang berbau

h) Tekanan darah lebih dari 160/110

i) Tinggi fundus 41 cm atau lebih kehamilan kembar

j) Ada tanda gerakan janin berkurang (10 gerakan dalam 1 hari)

k) Kepala janin belum masuk panggul pada persalinan

l) Letakk sungsang, lintang/malang

m) Bagian terendah bukan kepala saja, tapi ada bagian lain misalnya

tangan/lengan

n) Tali pusat keluar sebelum bayi lahir

o) Syok

p) Anemia
16

q) Kuning

r) Kehamilan kembar

6. Menurut Asrinah (2010), Perubahan Anatomi Dan Adaptasi fisiologis pada ibu

hamil Trimester I, II, III.

1. Sistem Reproduksi

a) Uterus

Uterus merupakan organ yang telah dirancang sedemikian rupa,

baik struktur posisi, fungsi dan lain sebaginya sehingga betul-betul sesuai

dengan kepentingan proses fisiologis pembentukan manusia. pembesaran

uterus merupakan perubahan anatomis yang paling nyata pada ibu hamil.

b) Servik uterus

Bagian bawah uterus terdiri dari pars vaginalis

(berbatasan/menembus dinding dalam vagina) dan pars supra vaginalis.

terdiri dari tiga komponen utama; otot polos, jalinan jaringan ikat

(kolagen dan glikosamin), dan elastin.

c) Corpus uteri

Terdiri paling luar, lapisan serosa peritoneum yang melekat pada

ligamentum latum latu uteri di intra abdomen, tengah lapisan

muskuler/myometrium berupa otot polos tiga lapisan dari luar dalam arah

serabut otot longuitudinal anyaman dan sirkular serta dalam, lapisan

endometrium yang melapisi dinding kavum uteri menebal dan runtuh

sesuai sikluss haid akibat pengaruh hormone- hormone ovarium.


17

d) Ligamenta penyangga uteri

Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri ligamentum

katum cardinal, ligamentum ovarii, ligamentum sakrouterina

proparium,ligamnetum infudibulopelvicum, ligamnetum vesiko uetrina,

ligamnetum recto uterine.

e) Vaskularisasi uterine

Terutama dari uteriina cabang cabang uteri serta arteri ovaarika

cabang aota abdominalis.

f) Salping/tuba falopii

Embriogik uterus dan tuba berasal dari duktus mulleri.

g) Pars ismika (proksimal/isthmus)

Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfinger

utirotuba pengendali transfer gamet

h) Pars infudibulum (distal)

Dilengkapi dengan fimbrae serta ostium tubae abdominalis pada

ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium.

i) Masosalping

Jaringan ikat penyangga tuba (seperti, meseterium, pada usus.


18

B. Dukungan Suami Terahadap Kehamilan Istri

1. Pengertian Suami

Suami adalah orang pertama dan utama dalam memberi dorongan

kepada istri sebelum pihak lain turut memberi dorongan, dukungan dan

perhatian seorang suami terhadap istri yang sedang hamil yang akan

membawa dampak bagi sikap bayi (Dagun, 2007).

Respon suami terhadap kehamilan istri yang dapat menyebabkan

adanya ketenangan batin dan perasaan senang dalam diri istri (Dagun, 2007).

Peran pasangan dalam kehamilan dapat sebagai orang yang memberi asuhan,

sebagai orang yang menanggapi terhadap perasaan rentan wanita hamil, baik

aspek biologis maupun dalam hubunganya dengan ibunya sendiri (Bobak dkk,

2006).

Dukungan dan peran serta suami selama kehamilan meningkatkan

kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan persalinan bahkan dapat

memicu produksi ASI. Tugas suami yaitu memberikan perhatian dan

membina hubungan baik dengan istri, sehingga istri mengkonsultasikan setiap

masalah yang dialaminya selama kehamilan. Penelitian yang dimuat dalam

artikel ”What Your Partner Might Need From You During Pregnancy”

terbitan Allina Hospitals dan Clinics (2001), Amerika Serikat, mengatakan

keberhasilan seorang istri dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk bayinya

kelak sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan suami

dalam masa kehamilan. Contoh dukungan suami selama kehamilan antara lain
19

mengajak istri jalan-jalan ringan, menemani istri memeriksakan

kehamilannya, tidak membuat masalah dalam berkomunikasi.

2. Macam-macam Dukungan Suami

a. Dukungan Psikologi

Mencakup ungkapan empati, kepedulian dan perhatian orang yang

bersangkutan. Misalnya menemani istri saat pergi periksa kehamilan,

dengan begini suami sudah mengikuti perkembangan kehamilan istri.

Perhatian yang cukup dari suami akan membuat ibu tenang sehingga

berpengaruh positif terhadap bayi yang dikandungnya (Musbikin, 2008).

b. Dukungan Sosial

Dukungan sosial adalah dukungan yang bersifat nyata dan dalam

bentuk materi semisal kesiapan finansial, karenanya sejak mengetahui

istrinya hamil, suami harus segera menyisihkan dana khusus untuk

keperluan ini, sehingga saat melahirkan telah tersedia dana yang

dibutuhkan (Musbikin, 2008).

c. Dukungan Informasi

Suami harus memberikan perhatian penuh kepada masalah

kehamilan istrinya, misalnya berdiskusi mengenai perkembangan yang

terjadi, yaitu mencari informasi mengenai kehamilan dari media cetak

maupun dari tenaga kesehatan (Musbikin, 2008). Disinilah suami akan

mengambil peran besar dalam turut menjaga kesehatan kejiwaaan istrinya

agar tetap stabil, tenang dan bahagia (Arief, 2008)


20

d. Dukungan Lingkungan

Dukungan lingkungan yaitu diberikan ketika kehamilan sudah tua,

misalnya ketika ibu tidak bisa bekerja terlalu berat suami bisa nmembantu

ibu mengurus rumah tangga, perlakuan ini dapat menyebabkan perasaan

senang dalam diri istri, dan istri ahirnya menjadi lebih mudah

menyesuaikan diri dalam menjalani kehamilanya (Arief, 2008).

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan (kepedulian) suami

Menurut Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2008, menyimpulkan beberapa

faktor yang mempengaruhi dukungan suami dalam perlindungan kesehatan

reproduksi istri (ibu), antara lain adalah:

a. Budaya

Diberbagai wilayah di Indonesia terutama di dalam masyarakat yang

masih tradisioanal (Patrilineal), menganggap istri adalah konco

wingking, yang artinya bahwa kaum wanita tidak sederajat dengan kaum

pria, dan wanita hanyalah bertugas untuk melayani kebutuhan dan

keinginan suami saja. Anggapan seperti ini mempengaruhi perlakuan

suami terhadap kesehatan reproduksi istri.

b. Pendapatan

Pada masyarakat kebanyakan, 75%-100% penghasilanya di pergunakan

untuk membiayai keperluan hidupnya. Sehingga pada akhirnya ibu hamil

tidak mempunyai kemampuan untuk membayar. Secara konkrit dapat

dikemukakan bahwa pemberdayaan suami perlu dikaitkan dengan


21

pemberdayaan ekonomi keluarga sehingga kepala keluarga tidak

mempunyai alasan untuk tidak memperhatikan kesehatan istrinya.

c. Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan akan mempengaruhi wawasan dan pengetahuan

suami sebagai kepala rumah tangga. Semakin rendah pengetahuan suami

maka akses terhadap informasi kesehatan istrinya akan berkurang

sehingga suami akan kesulitan untuk mengambil keputusan secara efektif.

4. Dukungan Suami Saat Istri Hamil

Menurut Erni (2014), Dukungan Suami Saat istri hamil

a. Dukungan Suami saat Istri Hamil harus dilakukan, dengan tujuan untuk

meringankan beban psikis saat istri hamil. Hal ini juga merupakan salah

satu kunci agar ibu hamil merasa nyaman dan mampu memelihara energi

positif. Adapun beberapa Dukungan Suami untuk Istri yang sedang hamil

adalah sebagai berikut:

b. Bersama dengan Istri menyusun rencana Kehamilan dan persalinan,

terutama masalah pemilihan dokter untuk pemeriksaan kehamilan dan

tempat proses persalinan. Hal ini termasuk mempersiapkan dana untuk

persalinan dengan kemungkinan proses persalinan dengan Operasi Caesar.

c. Tidak merokok , meski sebelumnya merupakan perokok berat juga

sebaiknya dilakukan. Hal ini dikarenakan kandungan nikotin dalam rokok


22

dapat memicu efek negative untuk janin, karena dapat menyebabkan

kelahiran dengan berat bedan rendah dan masalah kesehatan yang lain.

d. Memperhatikan makanan Ibu Hamil, memang sebaiknya dilakukan suami.

Pastikan anda memberikan uang belanja yang cukup untuk meningkatkan

gizi istri anda saat hamil ingatkan istri anda untuk mengkonsumi asam

folat 400 mikrogram per hari yang bisa didapatkan dari susu ibu hamil

atau suplemen, disertai konsumsi sayuran hijau seperti brokoli, kacang-

kacangan, bayam, dan hati.

e. Mengingatkan untuk istirahat yang cukup kepada istri saat hamil. Hal ini

dikarenakan jam biologis yang berubah dapat memengaruhi produksi

hormon yang otomatis akan memengaruhi janin. Beberapa ibu hamil

mengalami sulit tidur baik itu malam atau siang hari.

f. Mengajak berolahraga, agar istri anda teta sehat, bugar, serta metabolisme

tubuh berjalan baik dan otot-otot tetap terlatih. Dengan menemani istri

anda saat berjalan kaki, berenang, yoga, senam hamil dan lainnya maka

semangatnya akan bertambah.

g. Berempati saat Istri Hamil mengalami mual dan muntah dengan

membuatkan teh hangat, mengupaskan jeruk, dan cara lain yang bisa

mengurangi mual saat hamil.

h. Bijak menyikapi perilaku mengidam dengan menuruti atau memberikan

pengertian secara baik-baik apabila mengidamnya berlebihan, agar istri

anda tidak emosi.


23

i. Mendampingi saat periksa kehamilan, bertujuan untuk memberikan

dukungan dan perhatian pada ibu hami, mengetahui pertumbuhan janin,

mengetahui gejala yang mungkin dialami istri, dan apa saja yang perlu

dilakukan untuk menjaga kondisi istri yang sedang hamil. Anda sebagai

suami juga bisa membantu istri menyiapkan pertanyaan mengenai

kehamilan agar tidak lupa atau terlewat saat konsultasi dengan bidan atau

dokter.

j. Membantu menstimulasi janin, dengan cara mengajak bicara janin,

memperdengarkan musik atau nyanyian, membacakan cerita, menepuk-

nepuk dan mengelus-elus perut istri lembut serta cara stimulasi yang aman

lainnya.

k. Memijat Istri hamil yang dilakukan oleh suami dapat menurunkan resiko

depresi, kecemasan, nyeri serta perasaan negatif saat hamil terutama saat

proses menjelang persalinan.

l. Mendampingi saat persalinan, memungkinkan anda sebagai suami

memotivasi dan menguatkan istri agar proses persalinan berjalan lancar

dan mengurangi rasa takut dan sakit kepada istri.

Anda mungkin juga menyukai