Beyond
the visual
PRESENTED BY
EVAN IMRAN
Meet the Creator
EVAN IMRAN, atau yang akrab disapa Evan,
adalah founder dari exploretegal yang berdiri
sejak tahun 2014.
Berawal dari latar belakangnya sebagai fotografer
di Semarang, Evan kemudian membangun exploretegal
sebagai akun yang mewadahi dan berbagi karya berupa
foto tentang Tegal.
Seiring waktu, exploretegal terus berkembang tidak
hanya pada konten foto, tetapi juga merambah ke video.
Saat ini, Evan bersama beberapa tim aktif memproduksi
berbagai konten kreatif untuk memperkenalkan Tegal
dari berbagai sudut pandang.
Storyline
Storyline adalah salah satu bagian
paling penting dalam pembuatan
konten karena menentukan seberapa
jelas dan detail sebuah film akan
dibuat. Semakin jelas storyline,
semakin mudaih proses produksi
dijalankan. Storyline membantu
kreator memahami alur cerita, visual
yang dibutuhkan, narasi yang akan
disampaikan, hingga durasi setiap
adegan.
ALUR CERITA
NARASI ATAU DIALOG
KONSEP VISUAL
ADEGAN (SCENE)
Part of
ASET VISUAL
Storyline
TIMELINE ATAU DURASI
Komponen
Dasar Storyline
Storyline terdiri dari beberapa elemen utama:
• Scene atau adegan
• Audio, seperti narasi, dialog, atau voice over
• Visual assets, seperti teks, gambar, video
pendukung, logo, dan ilustrasi
Fungsi
Storyline
Menjadi acuan saat produksi agar proses lebih efisien
• Membantu komunikasi antara kreator, klien, dan tim produksi
• Membuat alur video lebih jelas dan terarah
• Mengurangi revisi karena konsep sudah tersusun sejak awal
Alur Pembuatan
Konten
PENGEMBANGAN IDE
PRA-PRODUKSI
PRODUKSI
POST-PRODUKSI
Alur Pembuatan
Konten
Tahap awal dimulai dari mencari dan
mengembangkan ide. Ide bisa datang dari
1. PENGEMBANGAN IDE pengalaman pribadi, fenomena sosial,
tren, atau kebutuhan klien.
Pada tahap ini penting menentukan:
Tujuan konten
Target audiens
Pesan utama yang ingin disampaikan
Alur Pembuatan
02
Konten Tahap persiapan sebelum shooting dilakukan. Ini adalah
tahap paling penting karena menentukan kelancaran
produksi.
Yang dilakukan pada tahap ini:
• Breakdown naskah
2. PRA-PRODUKSI Memecah isi cerita menjadi kebutuhan teknis seperti
lokasi, properti, talent, dan shot.
• Casting
Menentukan talent atau pemeran yang sesuai karakter.
• Hunting lokasi
Mencari lokasi yang sesuai dengan konsep visual.
• Storyboard, Photoboard, Moodboard
Storyboard:
Gambaran visual per scene dalam bentuk
sketsa atau urutan shot.
Photoboard:
Referensi visual menggunakan foto nyata
PERBEDAAN sebagai acuan angle, pose, atau framing.
Moodboard:
Kumpulan referensi warna, tone,
pencahayaan, wardrobe, dan suasana
visual untuk menentukan mood film.
Storyboard
Moodboard
Alur Pembuatan
02
Konten
Tahap pelaksanaan shooting.
3. PRODUKSI Yang dilakukan:
• Pengambilan gambar (shooting)
• Directing talent
• Pengaturan lighting dan audio
• Manajemen kru dan alat produksi
Di tahap produksi, teamwork sangat penting karena
semua divisi saling berkaitan.
Alur Pembuatan
Konten Tahap penyempurnaan hasil shooting menjadi karya utuh.
Yang dilakukan:
• Editing
• Visual effect
Penambahan efek visual untuk mendukung cerita.
4. POST-PRODUKSI
• Color grading
Proses pewarnaan untuk menentukan mood film.
Contoh:
Warm tone → hangat dan nostalgia
Cool tone → sedih atau misterius
• Sound effect & audio mixing
Menambahkan efek suara, ambience, dan musik agar
video terasa lebih hidup.
A-roll:
Footage utama yang berisi narasi atau inti
pembicaraan.
WAJIB KAMU TAU!
B-roll:
Footage tambahan untuk memperkuat
visual dan membuat video lebih menarik.
Color
Grading
Every video tells a story.