0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan62 halaman

PLTN

Dokumen ini menjelaskan tentang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), termasuk struktur atom, sifat uranium, proses penambangan dan pengayaan uranium, serta reaksi nuklir yang terjadi dalam reaktor. PLTN menggunakan berbagai jenis reaktor seperti PWR dan BWR untuk menghasilkan energi listrik dari reaksi fisi uranium. Selain itu, dokumen ini juga membahas komponen reaktor dan bahan bakar nuklir yang digunakan dalam proses tersebut.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan62 halaman

PLTN

Dokumen ini menjelaskan tentang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), termasuk struktur atom, sifat uranium, proses penambangan dan pengayaan uranium, serta reaksi nuklir yang terjadi dalam reaktor. PLTN menggunakan berbagai jenis reaktor seperti PWR dan BWR untuk menghasilkan energi listrik dari reaksi fisi uranium. Selain itu, dokumen ini juga membahas komponen reaktor dan bahan bakar nuklir yang digunakan dalam proses tersebut.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

(PLTN)
Struktur atom bahan material
Suatu bahan (material) tersusun
atas molekul – molekul, dimana
molekul ini terdiri dari atom-
atom. Sebuah atom terdiri dari
inti (nucleus) yang dikelilingi
oleh electron – electron
bermuatan negatif yang
bergerak secara elips mengitari
inti atom. Elektron-elektron ini
terikat secara kuat pada inti
atom. Inti atom terdiri atas
proton (bermuatan positif) dan
netron (tak bermuatan).
Uranium
• Uranium adalah suatu unsur kimia
dalam tabel periodik yang memiliki
lambang U dan nomor atom 92. Ia
merupakan logam Radioaktif bewarna
putih keperakan yang termasuk dalam
deret aktinida di dalam tabel periodik.
Uranium memiliki 92 proton dan 92
elektron, dengan elektron valensi 6.
Inti uranium mengikat sebanyak 141
sampai dengan 146 neutron,
sehingganya terdapat 6 isotop
uranium. Isotop yang paling umum
adalah uranium-238 (146 neutron) dan
uranium-235 (143 neutron). Semua
isotop uranium tidak stabil dan bersifat
radioaktif lemah
Uranium
Uranium yang dapat dijumpai secara alami adalah
uranium:
• 92U238 (99,2739–99,2752%),
• 92U235 (0,7198–0,7202%),
• 92U234 (0,0050–0,0059%).
• Uranium meluruh secara lambat dengan
memancarkan partikel alfa. Umur paruh uranium-
238 adalah sekitar 4,47 miliar tahun, sedangkan
untuk uranium-235 adalah 704 juta tahun.
Atom 92U238
• Atom 92U238 memiliki 92 proton, 143 neutron
dan 92 elektron. - atom tersebut memiliki
nomor atom 92. Sehingga atom tersebut
memiliki 92 buah proton di inti atom. - atom
tersebut memiliki nomor massa 235. Sehingga
jumlah total proton dan neutron di inti atom
adalah 235 buah.
Tambang Uranium
• Uranium ditemukan dalam
jumlah kecil di sebagian
besar batuan, dan bahkan di
air laut. Tambang uranium
beroperasi di banyak negara,
tetapi lebih dari 85%
uranium diproduksi di enam
negara: Kazakhstan, Kanada,
Australia, Namibia, Nigeria,
dan Rusia.
Penambangan uranium
• Secara historis, tambang konvensional
(misalnya lubang terbuka atau bawah tanah)
adalah sumber utama uranium. Setelah
penambangan, bijih dihancurkan di pabrik, di
mana air ditambahkan untuk menghasilkan
bubur partikel bijih halus dan bahan lainnya.
Bubur dilarutkan dengan asam sulfat atau
larutan alkali untuk melarutkan uranium,
meninggalkan sisa batuan dan mineral lainnya
yang tidak larut.
Penambangan uranium
• Namun, lebih dari separuh tambang
uranium dunia sekarang menggunakan
metode yang disebut in-situ leaching
di mana penambangan dilakukan
tanpa gangguan tanah yang berarti. Air
yang disuntikkan dengan oksigen (atau
alkali, asam atau larutan pengoksidasi
lainnya) disirkulasikan melalui bijih
uranium, mengekstraksi uranium.
Solusi uranium kemudian dipompa ke
permukaan. Larutan uranium dari
tambang kemudian dipisahkan,
disaring dan dikeringkan untuk
menghasilkan konsentrat uranium
oksida, yang sering disebut sebagai
‘Yelowcake'.
Pengayaan Uranium
• Sebagian besar reaktor tenaga nuklir menggunakan
isotop uranium-235 sebagai bahan bakar; namun,
hanya 0,7% dari uranium alam yang ditambang dan
oleh karena itu harus ditingkatkan melalui proses yang
disebut pengayaan. Hal ini meningkatkan konsentrasi
uranium-235 dari 0,7% menjadi antara 3% dan 5%,
yang merupakan tingkat yang digunakan di sebagian
besar reaktor.
• Proses pengayaan membutuhkan uranium dalam
bentuk gas. Hal ini dicapai melalui proses yang disebut
konversi, di mana uranium oksida diubah menjadi
senyawa yang berbeda (uranium heksafluorida) yang
merupakan gas pada suhu yang relatif rendah.
Pengayaan Uranium

• Heksafluorida uranium
dimasukkan ke dalam sentrifugal,
dengan ribuan tabung vertikal
berputar cepat yang memisahkan
uranium-235 dari isotop uranium-
238 yang sedikit lebih berat.
Sentrifugal memisahkan uranium
menjadi dua aliran: satu aliran
diperkaya dengan uranium-235;
yang lain terdiri dari 'ekor' yang
mengandung konsentrasi uranium-
235 yang lebih rendah, dan dikenal
sebagai depleted uranium (DU).
Siklus bahan bakar uranium
• Sumber tenaga pada pusat tenaga nuklir
adalah diperoleh atas dasar nilai kalor/ panas
1 kg bahan bakar atom (inti) Uranium dimana
apabila dibandingkan dengan pemakaian
batubara adalah setara dengan panas yang
dihasilkan oleh 4300 ton batubara.
Reaksi Nuklir
• Dalam fisika nuklir, sebuah reaksi nuklir adalah sebuah
proses dari dua nuklei atau partikel nuklir bertubrukan,
untuk memproduksi hasil yang berbeda dari produk
awal. Pada prinsipnya sebuah reaksi dapat melibatkan
lebih dari dua partikel yang bertubrukan, tetapi
kejadian tersebut sangat jarang. Bila partikel-partikel
tersebut bertabrakan dan berpisah tanpa berubah
(kecuali mungkin dalam level energi), proses ini disebut
tumbukan dan bukan sebuah reaksi.
• Ada dua jenis reaksi nuklir yaitu reaksi fisi dan reaksi
fusi
Reaksi Fusi
• Reaksi fusi
merupakan reaksi
nuklir yang
melibatkan
penggabungan inti-
inti atom ringan
menjadi inti yang
lebih berat dengan
melepaskan sejumlah
energi. Reaksi fusi
disebut juga dengan
reaksi termonuklir
karena pada proses
reaksi memerlukan
suhu yang sangat
tinggi.
Reaksi Fisi
• Reaksi fisi adalah pembelahan inti atom akibat
tumbukan dengan inti atom lainnya dan
menghasilkan energi dan atom baru yang
bermassa lebih kecil, serta radiasi
elektromagnetik.
Reaksi fisi uranium

Reaksi fisi uranium 92U235 (sebagai bahan bakar),


memerlukan netron yang ditumbukkan ke uranium tersebut
sehingga menghasilkan satu produk uranium baru yaitu
92U236, namun sifatnya tidak stabil sehingga akan
membelah menjadi 2 produk lain yaitu krypton (36Kr92) dan
Barium (56Ba141) serta menghasilkan 3 buah neutron baru.
Pada proses ini akan tercipta Energi (energi nuklir)
Reaksi Fisi Berantai

• Reaksi berantai terjadi jika 3 buah netron yang tercipta akibat


tumbukan pertama, masing- masing mengalami tumbukan
dengan uranium 92U235 maka akan kembali menciptakan produk-
produk baru berupa 3 buah krypton, 3 buah barium dan 9 buah
neutron. Jika neutron-neutron tersebut kembali bertumbukan
dengan uranium maka dapat dihitungsecara sederhana akan ada
peningkatan jumlah reaksi fisi sesuai dengan deret geometris: 1,
3, 9, 27, 81, 243, 729, 2187, 6561, 19683, 59049, dan seterusnya.
Karena setiap terjadi reaksi fisi akan dibangkitkan energi, maka
energi tersebut juga akan meningkat sesuai dengan deret
geometris tadi.
Reaktor Nuklir
• Reaktor nuklir
adalah suatu
tempat atau
perangkat yang
digunakan untuk
membuat,
mengatur, dan
menjaga
kesinambungan
reaksi nuklir
berantai pada
laju yang tetap.
Reaktor Nuklir
Containment of Vessel Nuclear Reactor
Pengendalian jumlah neutron pada reaksi nuklir

• Batang kendali terbuat dari


bahan seperti boron yang
menyerap neutron, yang
mencegahnya membelah
lebih banyak atom uranium.
Menaikkan batang kendali
mempercepat reaksi
berantai dan
menurunkannya
memperlambat atau
bahkan menghentikannya.
PLTN
• Pada dasarnya PLTN merupakan pembangkit tenaga
thermal, dimana panas yang dihasilkan dari proses reaksi
nuklir digunakan untuk memproduksi uap panas untuk
memutar turbin uap. Turbin uap ini dikopel dengan
generator listrik sehingga menghasilkan energi listrik.
Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
PLTN diklasifikasikan berdasarkan jenis reactor yang
dipergunakannya, ada beberapa jenis reactor yaitu :

• Reaktor air ringan (Light Water Reactor / LWR)


• Reaktor air mendidih (boiling water reactors / BWR)
• Reaktor air tekan (pressurized water reactors / PWR)
• Reaktor air berat (heavy water reactors / HWR)
• Reaktor temperature tinggi (high temperature
reactors / HTR)
LWR Reactor (Reaktor Air Ringan)
• LWR menggunakan air
biasa sebagai pendingin
dan sekaligus digunakan
sebagai moderator. LWR
secara umum banyak
digunakan pada PLTN.
LWR dapat dibagi lagi
menjadi PWR
(Pressurezed Water
Reactor) dan BWR
(Boiled Water Reactor).
Pemakaian reaktor air
ringan menghendaki
bahan bakar uranium
yang diperkaya.
PLTN Reaktor air tekan
(Pressurezed Water Reactor / PWR)
Reaktor PWR merupakan jenis PLTN yang paling banyak digunakan di dunia. Sirkuit
terdiri dari 2 tingkat. Pertama sirkuit merupakan rangkaian air tekan dan kedua
merupakan uap-air. Media Air biasa H20 yang dipanaskan dalam reaktor dengan
bahan bakar U235 diperkaya hingga menjadi air panas bertekanan tinggi yang
dimasukkan ke generator uap (steam generator) guna memanaskan air pada
sirkuit kedua. Media air pada sirkuit kedua dipanaskan dalam generator uap hingga
menjadi uap panas yang diekspansikan ke turbin uap. Keuntungan : Pada sirkuit ke
dua tidak tercemar bahan radioaktif di antara jenis reaktor lainnya.
Keunggulan Reaktor PWR
a. Memiliki tingkat kestabilan sistem yang tinggi.
b. Memiliki dua siklus yaitu siklus di dalam reaktor dan di dalam steam generator.
c. Pada sirkuit ke dua tidak tercemar bahan radioaktif di antara jenis reaktor lainnya.
Kelemahan Reaktor PWR
a. Tekanan air pendingin harus bertekanan tinggi.
b. Biaya investasi cukup mahal karena harus menggunakan komponen yang tahan
tekanan tinggi.
c. Air pendingin menjadi korosif karena bertekanan tinggi.
PLTN Reaktor air tekan
(Pressurezed Water Reactor / PWR)
PLTN Reaktor air mendidih
(Boiling Water Reactor / BWR)

BWR merupakan jenis reaktor kedua yang paling banyak digunakan untuk PLTN
di seluruh dunia. Di dalam reaktor BWR, inti reaktor akan memanaskan air
biasa hingga berubah menjadi uap dan diekspansikan ke turbin uap , BWR
menggunakan air yang di destilasi dengan sistem closed loop. Tekanan air
dikontrol pada tekanan 1100 Psi dengan suhu 285°C.
Keunggulan Reaktor BWR :
a. Reaktor BWR hanya memiliki satu siklus dibandingkan dengan PWR.
b. Nilai investasi lebih rendah dibanding PWR.
c. Tekanan uap pada saat beroperasi hanya 1100 Psi.
Kekurangan Reaktor BWR :
a. Membentuk kandungan radioaktif pada turbin.
b. Peralatan tercemar bahan tadioaktif.
PLTN Reaktor air mendidih
(Boiling Water Reactor / BWR)
PLTN Reaktor Air Berat
(Pressurezed Heavy Water Reactor /PHWR)
Reaktor PHWR merupakan reaktor yang menggunakan uranium
sebagai bahan bakarnya. Jenis pendingin dan moderator yang
digunakan adalah Heavy Water (air berat) atau deuterium oxide (D2O).
Heavy Water adalah air yang memiliki isotop hidrogen lebih banyak
dari air biasa sehingga memiliki suhu didih yang lebih tinggi daripada
air biasa.
Suhu yang lebih tinggi ditujukan untuk meningkatkan tingkat efisiensi
reaktor.
Keunggulan Reaktor PHWR
a. Memiliki efisiensi yang lebih tinggi.
b. Dapat menggunakan uranium murni yang tidak diperkaya.
c. Daya yang dihasilkan lebih besar.
Kelemahan Reaktor PHWR
a. Harga Heavy Water yang relatif mahal.
b. Menggunakan bahan bakar lebih banyak daripada reaktor lain.
PHWRAir Berat
PLTN Reaktor
(Pressurezed Heavy Water Reactor /PHWR)
Advanced Gas Cooled Reactor (AGCR)

• AGR adalah jenis reaktor yang dikembangkan dan di gunakan di Inggris. Tingkat
efisiensi reaktor ini adalah 40,7 %. Jenis moderator yang digunakan adalah graphite
dan carbon dioxide sebagai sistem pendinginnya. Pada awalnya bahan bakar yang
digunakan adalah berylium namun dikarenakan berylium tidak stabil untuk
digunakan kemudian digunakan bahan bakar lain yaitu uranium.
• Keunggulan AGR
a. Memiliki efisiensi yang tinggi
b. Kapasitas pembangkitan energi listrik yang tinggi.
c. Tidak menimbulkan korosi atau karat.
d. Moderator jenis graphite lebih stabil pada suhu yang tinggi.
e. Gas karbon dioksida mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran.
Advanced Gas Cooled Reactor (AGCR)
Komponen – Komponen Reaktor Nuklir

• Komponen – komponen reaktor nuklir


tergantung pada jenis reaktor :
1. PWR Reactor
2. BWR Reactor
3. PHWR Reactor
4. AGCR Reactor
Bahan Bakar Nuklir
• Bahan bakar Uranium adalah bahan bakar
dasar. Biasanya pelet uranium oksida (UO2)
disusun dalam tabung membentuk batang
bahan bakar. Batang-batang tersebut disusun
menjadi rakitan bahan bakar di teras reaktor.*
Dalam PWR kelas 1000 MWe mungkin ada
51.000 batang bahan bakar dengan lebih dari
18 juta pelet.
Pelet Uranium
• Uranium yang diperkaya diangkut ke
pabrik fabrikasi bahan bakar di mana ia
diubah menjadi bubuk uranium dioksida.
Serbuk ini kemudian ditekan hingga
membentuk pelet bahan bakar kecil dan
dipanaskan hingga menjadi bahan
keramik yang keras. Pelet kemudian
dimasukkan ke dalam tabung tipis yang
dikenal sebagai batang bahan bakar, yang
kemudian dikelompokkan bersama untuk
membentuk rakitan bahan bakar. Jumlah
batang bahan bakar yang digunakan
untuk membuat setiap perakitan bahan
bakar berkisar dari sekitar 90 hingga lebih
dari 200, tergantung pada jenis reaktor.
Setelah dimuat, bahan bakar biasanya
tetap berada di inti reaktor selama
beberapa tahun
Batang uranium
• Sekitar 27 ton uranium – sekitar 18 juta
pelet bahan bakar yang ditempatkan di
lebih dari 50.000 batang bahan bakar –
diperlukan setiap tahun untuk reaktor air
bertekanan 1000 MWe. Sebaliknya,
pembangkit listrik tenaga batu bara
dengan ukuran yang setara membutuhkan
lebih dari 2.5 juta ton batu bara untuk
menghasilkan listrik sebanyak itu.
• Rakitan bahan bakar, biasanya sepanjang
beberapa meter, dapat menghabiskan
waktu bertahun-tahun di dalam reaktor,
menghasilkan sejumlah besar listrik
rendah karbon
Nuclear Fuel Core
Moderator
• Moderator reaktor nuklir adalah
zat yang memperlambat
neutron. Dalam reaktor nuklir
tradisional, moderator sama
dengan pendingin berupa air.
Ketika neutron cepat menumbuk
atom hidrogen dalam H2O,
maka akan melambat (seperti
bola bilyar yang menabrak yang
lain). Ada moderator bagus
lainnya seperti grafit, berilium,
dan banyak lagi.
Moderator
Beberapa jenis moderator
Moderator
• Air digunakan
sebagai
pendingin
(coolant) dan
sekaligus
digunakan
sebagai
moderator
Moderator
menggunakan
zat berbeda
dengan
coolant yang
menggunakan
air
Control rod (Batang Kendali)

• Di pembangkit listrik tenaga nuklir, batang kendali ditempatkan di


antara batang bahan bakar nuklir, moderator dan kemudian batang
kendali. Batang kendali ini dioperasikan baik secara otomatis atau
manual. (Untuk memulai atau menghentikan reaksi berantai). Di
pembangkit listrik tenaga nuklir fungsi utama batang kendali adalah
untuk mengontrol rantai reaksi. Jika batang kendali dimasukkan
maka ia menyerap neutron yang bergerak bebas & hentikan reaksi
berantai, jika tidak dimasukkan reaksi berantai sedang dalam
proses, berarti berantai reaksi berlanjut. Tingkat stabil atau untuk
menghentikan reaksi berantai dipertahankan melalui batang
kendali. Batang kendali terbuat dari kadmium, boron (paduan)
dengan baja atau aluminium)
• Batang kendali dibuat dengan bahan penyerap neutron seperti
kadmium, hafnium atau boron, dan dimasukkan atau ditarik dari inti
untuk mengontrol laju reaksi, atau untuk menghentikannya.
Batang Kendali
Reflector
• Neutron yang dihasilkan dari proses fisi
sebagian besar diserap oleh moderator,
batang bahan bakar, dan bahan
lainnya. Sebagian lagi meninggalkan
reaktor inti, sehingga menimbulkan
rugi-rugi, oleh karena itu digunakan
reflektor untuk mengembalikan
neutrok ke inti.
Reflector
Bejana Reaktor
• Bejana reaktor nuklir
adalah wadah (container)
dengan dinding yang
sangat kuat yang
digunakan untuk tempat
pengendalian reaksi fisi
nuklir. Didalamnya
terdapat batang bahan
bakar, batang kontrol,
moderator, dsb.
Steam Generator
• Steam Generatpr
adalah alat
Pembangkit uap
adalah melalui
sistem penukar
panas (heat
exchanger) yang
digunakan untuk
mengubah air
menjadi uap dari
panas yang
dihasilkan dalam
inti reaktor
nuklir.
Cooling Tower
• Menara
pendingin
adalah
perangkat yang
membuang
limbah panas ke
atmosfer
melalui
pendinginan
aliran
pendingin,
biasanya aliran
air ke suhu yang
lebih rendah.
Condenser
• Kondensor adalah
suatu alat yang
digunakan untuk
mengubah uap dari
turbin uap hingga
menjadi air dengan
bantuan air pendingin
utama. Uap bekas
dari turbin uap yang
panas dimasukkan ke
dalam kondensor
yang memperoleh
pendingingan dari air
pendingin utama.
Sehingga terjadilah
perpindahan panas,
untuk itu alat ini
disebut penukar kalor.
Steam turbine & Generator
• Turbin uap untuk
pembangkit listrik
tenaga nuklir
menggunakan bilah
tahap terakhir yang
sangat panjang (LSB),
dengan turbin
tekanan tinggi (HP),
turbin tekanan
rendah (LP) dan
generator diatur
sepanjang satu rotor,
menghasilkan hingga
1.800 MW. Turbin
dirancang agar
sangat aman dan
andal dengan
efisiensi tertinggi di
industri.
Pemilihan lokasi PLTN
• Ketersediaan air, digunakan untuk membangkitkan uap
panas dan pendinginan
• Tersedia tempat pembuangan limbah nuklir. Limbah harus
ditanam dalam tanah dengan kedalaman yang cukup dari
permukaan tanah agar tidak terjadi pencemaran. Lokasi
penanaman juga harus jauh dari area pemukiman dan
pantai,
• Lokasi PLTN jauh dari area pemukiman penduduk karena
bahaya radioaktif nuklir
• Lokasi PLTN secara geografis terbebas dari daerah
berpotensi terjadinya gempa bumi, karena untuk mencegah
meledaknya reaktor nuklir yang dapat membahayakan
kesehatan manusia
Keuntungan PLTN
• Bangunan PLTN menempati lahan lebih sedikit
dibandingkan pembangkit konvensional
lainnya untuk kapasitas yang sama sehingga
tidak memerlukan lahan yang luas
• Tidak memerlukan banyak air
• Tidak membutuhkan bahan bakar dalam
jumlah besar. 1 kg Uranium setara dengan
panas yang dihasilkan oleh 4300 ton batubara.
• Proses produksi tidak menghasilkan abu
Kerugian PLTN
• Tidak mudah mendapatkan bahan bakar uranium dan harganya sangat mahal
• Biaya awal pembangunan cukup tinggi
• Pembangunan dan pengujian cukup kompleks
• Hasil reaksi fisi menghasilkan polusi radioaktif yang tinggi
• Biaya maintenance tinggi.
• Memerlukan tenaga – tenaga ahli dibidang nuklir untuk pengoperasian dan
pemeliharaan PLTN
• Fluktuasi beban yang tiba-tiba tidak dapat dipenuhi secara efisien oleh pembangkit
nuklir
• Problem terbesar adalah masalah limbah nuklir yang harus ditangani dengan
serius. Limbah harus ditanam dikedalaman tertentu agar tidak menimbulkan
pencemaran radioaktif
• Teknologi pengayaan sangat penting untuk pemrosesan & fabrikasi bahan bakar
• Tidak cocok untuk variable load karena respon kendali yang lambat
Pembuangan Limbah Nuklir
Pembuangan Limbah Nuklir
Penguburan Limbah Nuklir
Bencana Reaktor Nuklir Fukushima Jepang

• Gempa bumu
menyebabkan reaktor
nuklir yang ada di
Fukushima meledak.
Ledakan dipicu oleh
terjadinya kerusakan
akibat gempa pada
batang pendingin
reaktor, sehingga
terjadilah peningkatan
suhu yang sangat drastis
dan pada akhirnya
menyulut ledakan
reaktor

Anda mungkin juga menyukai