0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan1 halaman

K Means Clustering Python

K-means adalah metode clustering partitional yang membagi data ke dalam k cluster berdasarkan kemiripan. Algoritma ini melibatkan pemilihan centroid acak dan pengulangan penugasan titik data hingga konvergen. Pemilihan jumlah cluster optimal dapat dilakukan menggunakan Elbow method atau Silhouette coefficient, dan untuk klasifikasi, mode dari setiap cluster digunakan sebagai label prediksi.

Diunggah oleh

akusukareman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan1 halaman

K Means Clustering Python

K-means adalah metode clustering partitional yang membagi data ke dalam k cluster berdasarkan kemiripan. Algoritma ini melibatkan pemilihan centroid acak dan pengulangan penugasan titik data hingga konvergen. Pemilihan jumlah cluster optimal dapat dilakukan menggunakan Elbow method atau Silhouette coefficient, dan untuk klasifikasi, mode dari setiap cluster digunakan sebagai label prediksi.

Diunggah oleh

akusukareman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik Nama ___________________________

K-Means Clustering in Python (s.d. Mode for


NIM ___________________________
Classification)
[Link]/k-means-clustering-python Tanggal ___________________________

Pertanyaan Catatan
1. Apa itu clustering dan apa Clustering = teknik membagi data menjadi kelompok (cluster) di mana
kegunaannya? objek dalam satu cluster lebih mirip satu sama lain dibanding objek di
cluster lain. Dua kegunaan: 1) Meaningful -- memperluas pengetahuan
domain (contoh: segmentasi pasien). 2) Useful -- sebagai langkah
intermediate dalam pipeline data (contoh: segmentasi pelanggan untuk
targeted marketing).

2. Apa saja 3 jenis metode 1) Partitional (contoh: k-means): bagi data ke k cluster non-overlapping,
clustering dan perbedaannya? butuh k ditentukan user, nondeterministic, baik untuk cluster berbentuk
bulat. 2) Hierarchical (contoh: agglomerative): bangun hierarki cluster via
dendrogram, deterministic, mahal secara komputasi. 3) Density-based
(contoh: DBSCAN): cluster berdasarkan kepadatan titik, tidak butuh k,
tahan terhadap outlier, baik untuk cluster non-spherical.

3. Bagaimana algoritma k- 1) Pilih k centroid secara acak. 2) Assign setiap titik data ke centroid
means bekerja step by step? terdekat (membentuk k cluster). 3) Hitung ulang centroid = rata-rata semua
titik di tiap cluster. 4) Ulangi langkah 2-3 sampai centroid tidak berubah
(konvergen). Algoritma bersifat nondeterministic -- hasil bisa berbeda tiap
run karena inisialisasi centroid acak. Gunakan random_state untuk hasil
yang reproducible.

4. Bagaimana implementasi k- from [Link] import KMeans. Buat model: kmeans =


means pertama dengan scikit- KMeans(n_clusters=3, random_state=42). Fit: [Link](data). Hasil:
learn? kmeans.labels_ = label cluster tiap data point. kmeans.cluster_centers_ =
koordinat centroid. kmeans.inertia_ = total SSE (sum of squared errors) --
semakin kecil semakin baik. Prediksi data baru:
[Link](data_baru).

5. Bagaimana cara memilih Elbow method: plot inertia vs k, cari titik 'siku' di mana penurunan inertia
jumlah cluster k yang tepat? mulai melambat. Silhouette coefficient: mengukur seberapa mirip objek
dengan clusternya dibanding cluster lain. Nilai -1 sampai 1, semakin tinggi
semakin baik. from [Link] import silhouette_score. Jalankan k
dari 2 sampai n, pilih k dengan silhouette score tertinggi.

6. Apa itu Mode for Setelah clustering, label cluster bersifat arbitrer (angka 0,1,2 tidak punya
Classification dalam konteks makna inheren). Untuk klasifikasi, gunakan mode = nilai yang paling sering
k-means? muncul dalam tiap cluster. Dari true label yang ada di tiap cluster, ambil
label mayoritas sebagai 'class' cluster tersebut. Ini memungkinkan evaluasi
akurasi k-means sebagai classifier dengan membandingkan prediksi vs
label asli.

Rangkuman
K-means adalah metode partitional clustering unsupervised yang membagi data ke k cluster berdasarkan
kemiripan. Algoritma: pilih k centroid acak -> assign tiap titik ke centroid terdekat -> hitung ulang centroid ->
ulangi hingga konvergen. Implementasi scikit-learn: KMeans(n_clusters=k).fit(data), akses hasil
via .labels_, .cluster_centers_, .inertia_. Pilih k optimal dengan Elbow method (plot inertia) atau Silhouette
coefficient. Untuk klasifikasi, gunakan mode tiap cluster sebagai label prediksi.

Anda mungkin juga menyukai