Kesehatan populasi : kesehatan suatu penduduk yang diukur
berdasarkan status kesehatan dan dipengaruhi oleh lingkungan
sosial, ekonomi, fisik dan pribadi.
Merrill (2016) : penyakit sebagai “gangguan, penghentian, atau
Pengertian gangguan fungsi tubuh, sistem atau organ.”
Morbiditas Weiss dan Koepsell (2014) : “hampir semua terdapat
penyimpangan/penyakit dari kesehatan yang sempurna.”
Porta (2014) : “setiap penyimpangan, subyektif atau obyektif dari
keadaan fisiologis atau kesejahteraan psikologis
[Link] Data Populasi
[Link] Medis
Sumber Data [Link] Morbiditas
Morbiditas [Link] Berkala
[Link] (perbandingan)
PENGUKURAN [Link] (proporsi)
MORBIDITAS
[Link] (kecepatan)
Skrining adalah “identifikasi
penyakit atau cacat yang tidak Tes skrining diterapkan pada
diketahui melalui penerapan tes, Tes skrining biasanya dilakukan populasi sehat untuk
pemeriksaan, atau prosedur lain sebelum, bukan setelah gejala mengidentifikasi penyakit
yang dapat diterapkan dengan muncul. sebelum gejala muncul sehingga
cepat dan murah pada populasi” dapat diobati sejak dini.
(Valanis 1999).
PERBEDAAN
SCREENING DIAGNOSTIC
Lebih sederhana, lebih cepat, dan tidak menyakitkan. Membutuhkan peralatan khusus yang mahal; lebih
memakan waktu; dan dapat menimbulkan rasa sakit,
ketidaknyamanan, atau risiko
Diterapkan pada populasi sehat untuk Diterapkan pada pasien dengan gejala untuk
mengidentifikasi penyakit sebelum gejala muncul menentukan diagnosis yang akurat
sehingga dapat diobati sejak dini.
Tidak perlu diperintahkan oleh dokter dan dapat Tes diagnostik harus diperintahkan oleh dokter
diperoleh di lingkungan non-medis
Dua pengukuran tes kualitas adalah validitas dan reliabilitas.
Validitas mengacu pada keakuratan suatu ukuran, seperti tes
penyaringan, yang mewakili fenomena tertentu.
Reliabilitas adalah pengukuran konsistensi. Tes skrining yang andal,
akan memberikan hasil yang sama terlepas dari berapa kali tes
SCREENING tersebut diulang. Reliabilitas Interrater mengukur sejauh mana
reviewer yang berbeda mendapatkan hasil yang sama dengan
penerapan pengujian tunggal atau ganda. Sedangkan Reliabilitas
intrarater mengacu pada konsistensi hasil tes yang ditemukan oleh
reviewer yang sama.
Tes skrining harus membedakan individu yang memiliki penyakit
(the true positives) dari mereka yang tidak (the true negatives) →
Harus meminimalkan jumlah individu yang tidak memiliki penyakit
tersebut tapi hasil tesnya positif (the false positives) dan mereka
yang memiliki penyakit tapi tesnya negatif (the false negatives).
Untuk memastikan bahwa mereka yang dites positif memang
benar-benar mengidap penyakit tersebut, kita harus menerima
SCREENING lebih banyak hasil negatif palsu (false negatives).
Sensitivitas mengukur proporsi mereka yang mengidap penyakit
tersebut dan hasil tesnya positif, sedangkan Spesifisitas mengukur
proporsi mereka yang tidak mengidap penyakit tersebut dan hasil
tesnya negatif. Jadi, sensitivitas adalah kemampuan tes untuk
mengidentifikasi siapa yang benar-benar sakit, sedangkan
spesifisitas adalah kemampuan tes untuk mengidentifikasi dengan
benar siapa yang sehat.
Skrining
Tabel Skrining Penyakit
Sensitivitas = a/(a+c)
Spesifisitas = d/(b+d)
False Positive (b) = b/(b+d)
False Negatif (c) = c/ (a+c)
Ukuran yang memeriksa
kemampuan tes untuk
memprediksi penyakit
Nilai Prediksi Nilai prediksi positif (PPV) adalah
proporsi mereka yang dites positif
dan yang benar-benar memiliki
penyakit tersebut.
Nilai prediksi negatif (NPV)
adalah proporsi mereka yang dites
negatif dan yang sebenarnya tidak
memiliki penyakit tersebut.
PPV = a/ (a+b)
NPV = d/ (c+d)
Sensitivitas, Spesifisitas, PPV, NPV berdasarkan
Prevalensi Penyakit
Jika diasumsikan 2.000 orang
dilakukan pengujian.
1.000 dengan penyakit
1.000 tanpa penyakit
Sensitivitas : 80%
Spesifisitas : 90% persen,
Rasio False positive 0,10 (10%)
Jumlah positif palsu meningkat seiring dengan menurunnya
Rasio false negative 0,20 (20%). tingkat prevalensi. Jika tingkat prevalensi adalah 1 persen, 198
orang akan salah diberi label sebagai positif palsu.
TERIMAKASIH