0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan31 halaman

Chapter II

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk didirikan pada 1 November 1991 dan menjadi bank syariah pertama di Indonesia, mengalami tantangan besar selama krisis moneter 1998, tetapi berhasil bangkit dengan dukungan dari pemodal seperti Islamic Development Bank. Saat ini, Bank Muamalat melayani lebih dari 2,5 juta nasabah dengan jaringan luas di Indonesia dan luar negeri, serta berkomitmen untuk menyediakan layanan perbankan yang sesuai syariah. Visi Bank Muamalat adalah menjadi bank syariah utama di Indonesia, dengan misi sebagai role model lembaga keuangan syariah dunia.

Diunggah oleh

AHMAD RIZA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan31 halaman

Chapter II

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk didirikan pada 1 November 1991 dan menjadi bank syariah pertama di Indonesia, mengalami tantangan besar selama krisis moneter 1998, tetapi berhasil bangkit dengan dukungan dari pemodal seperti Islamic Development Bank. Saat ini, Bank Muamalat melayani lebih dari 2,5 juta nasabah dengan jaringan luas di Indonesia dan luar negeri, serta berkomitmen untuk menyediakan layanan perbankan yang sesuai syariah. Visi Bank Muamalat adalah menjadi bank syariah utama di Indonesia, dengan misi sebagai role model lembaga keuangan syariah dunia.

Diunggah oleh

AHMAD RIZA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, Tbk CABANG MEDAN

A. Sejarah Ringkas Perusahaan

1. Berdirinya PT. Bank Muamalat, Tbk

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk didirikan pada 24 Rabius Tsani 1412 H atau 1

Nopember 1991, diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah

Indonesia, dan memulai kegiatan operasinya pada 27 Syawwal 1412 H atau 1 Mei

1992. Dengan dukungan nyata dari eksponen Ikatan Cendekiawan Muslim se-

Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha Muslim, pendirian Bank Muamalat juga

menerima dukungan masyarakat, terbukti dari komitmen pembelian saham Perseroan

senilai Rp 84 miliar pada saat penandatanganan akta pendirian Perseroan.

Selanjutnya, pada acara silaturahmi peringatan pendirian tersebut di Istana Bogor,

diperoleh tambahan komitmen dari masyarakat Jawa Barat yang turut menanam

modal senilai Rp 106 miliar.

Pada tanggal 27 Oktober 1994, hanya dua tahun setelah didirikan, Bank

Muamalat berhasil menyandang predikat sebagai Bank Devisa. Pengakuan ini

semakin memperkokoh posisi Perseroan sebagai bank syariah pertama dan terkemuka

di Indonesia dengan beragam jasa maupun produk yang terus dikembangkan.

Pada akhir tahun 90an, Indonesia dilanda krisis moneter yang

memporakporandakan sebagian besar perekonomian Asia Tenggara. Sektor

perbankan nasional tergulung oleh kredit macet di segmen korporasi. Bank Muamalat

pun terimbas dampak krisis. Di tahun 1998, rasio pembiayaan macet (NPF) mencapai
lebih dari 60%. Perseroan mencatat rugi sebesar Rp 105 miliar. Ekuitas mencapai

titik terendah, yaitu Rp 39,3 miliar, kurang dari sepertiga modal setor awal.

Dalam upaya memperkuat permodalannya, Bank Muamalat mencari pemodal

yang potensial, dan ditanggapi secara positif oleh Islamic Development Bank (IDB)

yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi. Pada RUPS tanggal 21 Juni 1999 IDB

secara resmi menjadi salah satu pemegang saham Bank Muamalat. Oleh karenanya,

kurun waktu antara tahun 1999 dan 2002 merupakan masa-masa yang penuh

tantangan sekaligus keberhasilan bagi Bank Muamalat. Dalam kurun waktu tersebut,

Bank Muamalat berhasil membalikkan kondisi dari rugi menjadi laba berkat upaya

dan dedikasi setiap Kru Muamalat, ditunjang oleh kepemimpinan yang kuat, strategi

pengembangan usaha yang tepat, serta ketaatan terhadap pelaksanaan perbankan

syariah secara murni.

Melalui masa-masa sulit ini, Bank Muamalat berhasil bangkit dari keterpurukan.

Diawali dari pengangkatan kepengurusan baru dimana seluruh anggota Direksi

diangkat dari dalam tubuh Muamalat, Bank Muamalat kemudian menggelar rencana

kerja lima tahun dengan penekanan pada (i) tidak mengandalkan setoran modal

tambahan dari para pemegang saham, (ii) tidak melakukan PHK satu pun terhadap

sumber daya insani yang ada, dan dalam hal pemangkasan biaya, tidak memotong

hak Kru Muamalat sedikitpun, (iii) pemulihan kepercayaan dan rasa percaya diri Kru

Muamalat menjadi prioritas utama di tahun pertama kepengurusan Direksi baru, (iv)

peletakan landasan usaha baru dengan menegakkan disiplin kerja Muamalat menjadi

agenda utama di tahun kedua, dan (v) pembangunan tonggak-tonggak usaha dengan
menciptakan serta menumbuhkan peluang usaha menjadi sasaran Bank Muamalat

pada tahun ketiga dan seterusnya, yang akhirnya membawa Bank kita, dengan rahmat

Allah Rabbul Izzati, ke era pertumbuhan baru memasuki tahun 2004 dan seterusnya.

Saat ini Bank Mumalat memberikan layanan bagi lebih dari 2,5 juta nasabah

melalui 275 gerai yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Jaringan BMI didukung

pula oleh aliansi melalui lebih dari 4000 Kantor Pos Online/SOPP di seluruh

Indonesia, 32.000 ATM, serta 95.000 merchant debet. BMI saat ini juga merupakan

satu-satunya bank syariah yang telah membuka cabang luar negeri, yaitu di Kuala

Lumpur, Malaysia. Untuk meningkatkan aksesibilitas nasabah di Malaysia, kerjasama

dijalankan dengan jaringan Malaysia Electronic Payment System (MEPS) sehingga

layanan BMI dapat diakses di lebih dari 2000 ATM di Malaysia. Sebagai Bank

Pertama Murni Syariah, bank muamalat berkomitmen untuk menghadirkan layanan

perbankan yang tidak hanya comply terhadap syariah, namun juga kompetitif dan

aksesibel bagi masyarakat hingga pelosok nusantara. Komitmen tersebut diapresiasi

oleh pemerintah, media massa, lembaga nasional dan internasional serta masyarakat

luas melalui lebih dari 70 award bergengsi yang diterima oleh BMI dalam 5 tahun

Terakhir. Penghargaan yang diterima antara lain sebagai Best Islamic Bank in

Indonesia 2009 oleh Islamic Finance News (Kuala Lumpur), sebagai Best Islamic

Financial Institution in Indonesia 2009 oleh Global Finance (New York) serta sebagai

The Best Islamic Finance House in Indonesia 2009 oleh Alpha South East Asia

(Hong Kong).
2. Visi dan Misi PT. Bank Muamalat Indonesia

VISI

Menjadi bank syariah utama di Indonesia, dominan di pasar spiritual, dikagumi di

pasar rasional.

MISI

“Menjadi ROLE MODEL lembaga keuangan syariah dunia dengan penekanan

pada semangat kewirausahaan, keunggulan manajemen, dan orientasi investasi yang

inovatif untuk memaksimalkan nilai bagi stakeholder”.

B. Struktur Organisasi Perusahaan

Dalam menciptakan suasana kerja yang terorganisir secara sistematis dan terpadu,

perlu adanya rencana kerja yang terarah serta pelaksanaan rencana kerja yang benar-

benar membidangi kerja. Untuk itu perlu adanya struktur organisasi karena dengan

adanya struktur organisasi yang jelas dan nyata akan menciptakan suatu ketegasan

dan pembatasan tanggung jawab bagi masing-masing bagian mulai dari pimpinan

sampai dengan bawahannya. Sehingga dengan adanya pembatasan tersebut para

pelaksana kewajiban akan dapat melaksanakan tugas yang diembannya dengan baik.

Struktur organisasi pada PT. Bank Muamalat Inodnesia,Tbk Cabang Medan

dapat dilihat pada lampiran.

Uraian Tugas

1. Manajer bisnis
Sebagai manajer bisnis memiliki tugas membawahi seluruh bagian yang ada dan

bertanggung jawab atas segala kegiatan yang menyangkut perkembangan dan

kelangsungan hidup banknya serta yang terpenting adalah menetapkan berbagai

kebijakan-kebijakan dan pengambilan keputusan-keputusan demi kemajuan Bank

Muamalat Indonesia Cabang Medan.

2. Manajer Operasional

Tugas :

a. Mengkoordinasikan pekerjaan dan staff di area customer service, kas dan penata

jasa agar menciptakan hasil yang optimal.

b. Menekan tingkat kesalahan pada titik nol, melalui review, pengarahan dan

pemberian training dengan mengacu pada prosedur.

c. Menciptakan suasana kerja yang harmonis dengan sesama karyawan, atasan dan

bagian lainnya.

d. Menciptakan sistem pendukung operasional yang tangguh sehingga mampu

memberikan pelayanan yang cepat, aman dan memuaskan bagi nasabah.

e. Mengatasi permasalahan yang terjadi di area operasional dengan mengacu pada

prosedur.

f. Bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan operasional cabang.

Bertanggungjawab terhadap berbagai bentuk laporan, seperti transaksi harian,

rekening nasabah dan neraca.

3. Residence auditor
Tugas :

a. Melakukan pengecekan atas kebenaran dan kelengkapan

b. Bertanggungjawab melaporkan hasil temuan zero defect ke kantor pusat sebulan

sekali.

c. Melakukan cash count di teller dan ruang main vault sebulan sekali.

d. Melakukan stock opname terhadap barang-barang persediaan sebulan sekali.

e. Memastikan pelaksanaan tugas-tugas di bagian operasi sesuai prosedur yang

berlaku.

f. Bertanggungjawab melakukan pemeriksaan ulang secara random terhadap data

pada statement rekening Koran sebelum dikirim dan dibuat laporan berita acara

pemeriksaannya.

g. Memeriksa dan mem-filing proof sheet si seluruh bagian.

4. Umum dan Personalia

Tugas :

a. Tugas umumnya adalah melaksanakan aktivitas pemasaran pada umumnya sesuai

dengan kebutuhan calon nasabah dalam memasarkan produk dan jasa non bank

berikut pengawan dan pelayanan nasabah.

b. Tugas hariannya adalah melayani segala pembelian kebutuhan dan keperluan

kantor serta pencatatan transaksi yang dilakukan dengan bagian yang terkait,

melakukan penginputan dan pembebanan biaya yang terjadi dalam aktivitas

sehari-hari dan biaya-biaya transaksi yang terkait dengan Rekening Antar Bagian
Umum, melakukan pemeriksaan terhadap laporan security setiap awal hari kerja,

memeriksa kesiapan dan keberadaan kendaran kantor setiap hari kerja, melakukan

pengkoordinasian terhadap penggunaan kendaran kantor dalam kegiatan operasi

perusahaan sehari-hari, melakukan koordinasi dengan jajaran non banking bila

dianggap perlu, melakukan pengawasn terhadap kondisi kebersihan kantor, mem-

back up semua bagian dalam melaksanakan tugasnya masing-masing, mengontrol

penggunaan fasilitas kantor yang ada dengan pihak-pihak yang terkait dan upaya

efisiensinya, bertanggungjawab untuk menyimpan dan mengadministrasikan

catatan persediaan kartu ATM dan melakukan tugas yang diinstruksikan langsung

Manajer Operasional dalam kaitannya dengan sarana logistik.

c. Tugas mingguannya adalah melakukan pengecekan terhadap kondisi gedung

kantor baik gedung kantor cabang dan kantor kas, melakukan pengecekan

terhadap security pada pelaksanaan tugas malam hari, memastikan bahwa alarm

kantor berfungsi dengan baik, memastikan sistem CCTV berfungsi dengan baik,

melakukan pengecekan terhadap seluruh jaringan komputer dan komunikasi

dalam keadaan baik dan aman, melakukan perawatan terhadap peralatan kantor

yang tiba masa perawatannya, melakukan kontrol dan perawatan terhadap kantor

secara mendetail, melakukan pembebanan ATK dan barang cetakan yang telah

dipakai, melakukan pembebanan pengadaan persediaan barang dan ATK yang

stoknya telah menipis dan melakukan administrasi stok materai ke Kantor Pos

dalam hal persediaan materai tempel menipis.


d. Tugas bulanannya adalah melakukan respon atas RAK, baik dari pusat maupun

kantor cabang lainnya, melakukan pembayaran listrik, telepon dan air untuk

kantor cabang, kantor cabang, kantor kas dan rumah dinas, melakukan

pembebanan dalam biaya-biaya rutin dalam operasional perusahaan, melakukan

maintenance/arsip uang muka biaya, melakukan pembebanan ATK dan barang

cetakan sekaligus melakukan penghitungan secara menyeluruh dan pencatatan

barang yang kurang, meminta penyelesaian uang muka kepada seluruh bagian

yang terkait, membuat laporan proofsheet untuk beberapa sub-sub ledger tertentu

yang telah direkomendasikan oleh Manajer Operasional dan penanggungjawab

ATM.

5. Support Pembiayaan

Tugas :

a. Tugas hariannya adalah proses droping seluruh segmentasi, menerima,

menyimpan, mengeluarkan file pembiayaan dan dokumentasi dari loan document

dan safe keeping, memperbaharui file pembiayaan dari loan document dan safe

recorder, penanggungjawab dokumen pembiayaan cabang, pembantu tugas harian

Saksi Legal dan sebagai sekretaris.

b. Tugas bulanannya adalah membuat laporan Realisasi Droping, membuat laporan

Loan Document dan Safe Keeping, membuat laporan Reminder Sertifikat Jatuh
Tempo, membuat laporan Nominatif Pembiayaan, membuat dan mengirim LPBU

(SIK) ke Bank Indonesia.

6. Sekretaris

Tugas :

a. Tugas pokoknya adalah membantu keperluan administrasi Business Manager,

mempersiapkan surat-menyurat intern dan ekstern kantor cabang, menerima dan

filing surat-surat dari pihak ekstern, mengatur jadwal kegiatan Business Manager.

Memonitor surat/memo masuk yang belum di follow up.

b. Tugas mingguannya adalah mencatt hasil agenda rapat cabang atau atas

permintaan Business Manager.

c. Tugas bulanannya adalah me-review surat-surat intern maupun ekstern.

7. Customer Service

Tugas :

a. Melayani nasabah dalam aplikasi pembukaan dan pnutupan (tabungan, giro,

deposito)

b. Melayani dan menyelesaikan keluhan nasabah dengan segera dan benar.


8. Teller

Tugas :

a. Melayani penyetoran dan pembayaran tunai sehubungan transaksi.

b. Melakukan pembayaran dan penerimaan yang berhubungan dengan pembayaran

biaya bank, biaya personalia dan umum melalui counter bank.

c. Menyusun daftar penerimaan dan pengeluaran uang tunai dan melakukan

pencocokan saldo dengan fisik uang dan saldo pada neraca harian.

9. Personalia Back Office

Tugas :

a. Checker seluruh transaski dan otorisasi transaksi harian back office/devisa

dengan limit maksimum sebesar Rp. 150.000.000.

b. Memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh nasabah

c. Bertnggungjawab dan memonitor aktivitas back office agar berjalan dengan baik

C. Pengertian dan Jenis-jenis Pembiayaan

1. Pengertian Pembiayaan

Pada dasarnya tata cara pembiayaan Bank Konvensional dengan Bank Syariah

untuk hal-hal yang bersifat konsumtif sangat jauh berbeda secara prinsipil, meskipun

secara matematis, ada kemiripan di antara keduanya. Pada bank konvensional, kredit

yang digunakan adalah berdasarkan akad pinjaman, dimana nasabah memiliki


kewajiban untuk mengembalikan dana pinjaman tersebut beserta bunganya di

masa yang akan datang. Secara syariah, kelebihan atas pinjaman ini termasuk ke

dalam kategori riba, dimana Allah SWT secara tegas telah mengharamkannya (QS

2 : 275-281).

Menurut Undang-Undang Perbankan No.10 Tahun 1998 Tentang Pokok-pokok

Perbankan :

“ Kredit adalah penyedia uang/tagihan-tagihan yang dapat dipersamakan


dengan itu berdasarkan persetujuan pinjam-meminjam antara bank dengan
pihak lain dalam hal mana pihak peminjam berkewajiban melunasi
utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga yang telah
ditetapkan.” ( Kasmir, 2008 : 102 )
Menurut Undang-undang No. 10 tahun 1998 , penyediaan dana untuk nasabahnya

tidak hanya dalam bentuk kredit, tetapi dapat juga berupa penyediaan berdasarkan

prinsip Syariah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Bank Indonesia :

“ Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah adalah penyedian uang/ tagihan


yang dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan
antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk
mengembambalikan uang/tagihan tersebut, setelah jangka waktu tertentu
dengan imbalan/bagi hasil.”( Kasmir, 2008 : 102)
Pada kesimpulannya yang menjadi perbedaan antara kredit yang diberikan oleh

Bank Konvensional dengan pembiayaan yang diberikan Oleh Bank Syariah adalah

terletak pada keuntungan yang diharapkan. Bagi prinsip Bank Konvensional

keuntungan yang diperoleh melalui bunga, sedangkan bagi prinsip Bank Syariah

berdasarkan prinsip bagi hasil.

2. Jenis-jenis Pembiayaan yang Disalurkan


Dengan pertimbangan sangat banyaknya jenis-jenis pembiayan yang tidak

mungkin dijabarkan satu-persatu, maka Adapun pembiayan yang disalurkan oleh PT.

Bank Muamalat Indonesia, Tbk Cabang Medan adalah :

1. Pembiayaan Konsumtif

1) Pembiayaan Hunian Syariah

Pembiayaan Hunian Syariah adalah produk pembiayaan yang akan membantu

Anda untuk memiliki rumah (ready stock/bekas), apartemen, ruko, rukan, kios

maupun pengalihan take-over KPR dari bank lain.

Peruntukkan :

Perorangan (WNI) cakap hukum yang berusia minimal 21 tahun atau maksimal 55

tahun untuk karyawan dan 60 tahun untuk wiraswasta atau profesional pada saat jatuh

tempo pembiayaan.

Persyaratan Calon Nasabah :

Perorangan (WNI) dengan semua jenis pekerjaan :

karyawan tetap, karyawan kontrak, wiraswasta, guru, dokter dan profesional lainnya

Persyaratan Administratif untuk Pengajuan :

1. Formulir permohonan pembiayaan untuk individu

2. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga

3. Fotocopy NPWP untuk plafond pembiayaan di atas Rp 100 juta


4. Fotocopy Surat Nikah (bila sudah menikah)

5. Asli slip gaji & surat keterangan kerja (untuk pegawai/karyawan)

6. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statement giro 3 bulan terakhir

7. Fotocopy rekening telepon dan listrik 3 bulan terakhir

8. Laporan keuangan atau laporan usaha (untuk wiraswasta dan profesional)

9. Fotocopy dokumen bangunan yang akan dibeli: SHM/SHGB, IMB dan denah

bangunan.

2) Automuamalat

Automuamalat adalah produk pembiayaan yang akan membantu Anda untuk

memiliki kendaraan bermotor. Produk ini adalah kerjasama Bank Muamalat dengan

Al-Ijarah Indonesia Finance (ALIF).

Peruntukkan :

1. Perorangan (WNI) cakap hukum yang berusia minimal 21 tahun atau maksimal

55 tahun pada saat jatuh tempo pembiayaan

2. Badan usaha yang memiliki legalitas di Indonesia, baik nasional maupun

multinasional

Persyaratan Calon Nasabah :


Perorangan (WNI) dengan semua jenis pekerjaan :

karyawan tetap, karyawan kontrak, wiraswasta, guru, dokter dan profesional lainnya

Persyaratan Administratif untuk Pengajuan :

• Individu

1. Formulir permohonan pembiayaan untuk individu

2. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga

3. Fotocopy NPWP

4. Fotocopy Surat Nikah (bila sudah menikah)

5. Asli slip gaji & surat keterangan kerja (untuk pegawai/karyawan)

6. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statement giro 3 bulan terakhir

7. Bukti asli pembayaran rekening telepon dan listrik 3 bulan terakhir

8. Fotocopy surat izin praktik (untuk profesional)

9. Fotocopy pembayaran PBB

• Institusi/Perusahaan

1. Surat permohonan pembiayaan dari manajemen/pengurus

2. NPWP institusi yang masih berlaku

3. Legalitas pendirian dan perubahannya (jika ada) dan pengesahannya

4. Izin-izin usaha : SIUP, TDP, SKD, SITU, dan lainnya (jika dibutuhkan) yang

masih berlaku*

5. Fotocopy pengurus/manajemen
3) Dana Talangan Porsi Haji

Dana Talangan Porsi Haji adalah pinjaman yang ditujukan untuk membantu Anda

mendapatkan porsi keberangkatan haji lebih awal, meskipun saldo tabungan Haji

Anda belum mencapai syarat pendaftaran porsi.

Peruntukkan :

Perorangan (WNI) cakap hukum yang berusia minimal 21 tahun atau maksimal 55

tahun pada saat jatuh tempo pembiayaan

Persyaratan Calon Nasabah :

Perorangan (WNI) dengan semua jenis pekerjaan :

karyawan tetap, karyawan kontrak, wiraswasta, guru, dokter dan profesional lainnya.

Persyaratan Administratif untuk Pengajuan :

1. Memiliki Tabungan Haji Arafah dengan saldo minimum Rp 2,75 juta

2. Formulir permohonan pembiayaan untuk individu

3. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga

4. Fotocopy Surat Nikah (bila sudah menikah)

5. Asli slip gaji & surat keterangan kerja (untuk pegawai/karyawan)

6. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statement giro 3 bulan terakhir

7. Fotocopy rekening telepon dan listrik 3 bulan terakhir

8. Laporan keuangan atau laporan usaha (bagi wiraswasta dan profesional)


4) Pembiayaan Umroh Muamalat

Pembiayaan Umroh Muamalat adalah produk pembiayaan yang akan membantu

mewujudkan impian Anda untuk beribadah Umroh dalam waktu yang segera.

Peruntukkan :

Perorangan (WNI) cakap hukum yang berusia minimal 21 tahun atau maksimal 55

tahun pada saat jatuh tempo pembiayaan

Persyaratan Calon Nasabah :

Perorangan (WNI) dengan status pekerjaan karyawan tetap.

Persyaratan Administratif untuk Pengajuan :

1. Formulir permohonan pembiayaan untuk individu

2. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga

3. Fotocopy Surat Nikah (bila sudah menikah)

4. Asli slip gaji & surat keterangan kerja sebagai pegawai tetap

5. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statement giro 3 bulan terakhir

6. Fotocopy rekening telepon dan listrik 3 bulan terakhir

7. Menentukan biaya paket Umroh yang diajukan dan perusahaan travel yang

digunakan

4) Pembiayaan kepada Anggota Koperasi Karyawan/Guru/PNS


Pembiayaan konsumtif yang diperuntukkan bagi beragam jenis pembelian

konsumtif kepada karyawan/guru/PNS (selaku end user) melalui koperasi.

Peruntukkan :

Karyawan usia 18 tahun ke atas secara berkelompok yang diajukan oleh Koperasi

Karyawan.

Persyaratan Koperasi :

1. Berasal dari BUMN/BUMD, perusahaan multinasional, perusahaan terbuka (go

public), lembaga pemerintahan, yayasan/sekolah swasta yang memiliki

2. Pengurus atas nama koperasi bersedia menjadi avalist penuh atas pembiayaan

Bank yang disalurkan kepada anggota.

3. Perusahaan/lembaga tempat anggota koperasi bekerja telah beroperasi minimal 5

tahun.

4. Memiliki laporan keuangan koperasi yang sesuai standard dan membukukan laba

minimal 2 tahun terakhir.

Persyaratan Administratif untuk Pengajuan :

1. Surat pengajuan pembiayaan oleh pengurus


2. Surat kuasa pengajuan pembiayaan dari RAT kepada pengurus

3. NPWP institusi yang masih berlaku

4. Legalitas pendirian dan perubahannya (jika ada) dan pengesahannya

5. Izin-izin usaha : SIUP, TDP, SKD yang masih berlaku

6. Laporan keuangan 2 tahun terakhir

7. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statement giro 6 bulan terakhir

8. Daftar nominatif anggota yang akan menerima pembiayaan

9. Daftar spesifikasi kebutuhan per anggota yang akan menerima pembiayaan

10. Fotocopy KTP dan KK anggota yang mengajukan

11. Daftar data gaji anggota yang mengajukan

12. Copy slip gaji & surat keterangan kerja/SK sebagai pegawai/PNS

2. Pembiayaan Produktif

1) Pembiayaan Investasi

Pembiayaan Investasi adalah produk pembiayaan yang akan membantu kebutuhan

investasi usaha Anda sehingga mendukung rencana ekspansi yang telah Anda susun.

Peruntukkan :
Perorangan (WNI) pemilik usaha dan badan usaha yang memiliki legalitas di

Indonesia

Persyaratan Administratif untuk Pengajuan :

• Individu

1. Formulir permohonan pembiayaan untuk individu

2. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga

3. Fotocopy Surat Nikah (bila sudah menikah)

4. Fotocopy NPWP

5. Asli slip gaji & surat keterangan kerja (untuk pegawai/karyawan)

6. Laporan keuangan/ laporan usaha 2 tahun terakhir

7. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statement giro 6 bulan terakhir

8. Fotocopy rekening telepon dan listrik 3 bulan terakhir

9. Bukti legalitas jaminan (SHM/SHGB/BPKB/bilyet deposito/dll)

10. Daftar kebutuhan dan bukti penawaran atas pengadaan rencana investasi yang

diajukan

• Institusi/Perusahaan

1. Surat permohonan pembiayaan dari manajemen/pengurus

2. NPWP institusi yang masih berlaku

3. Legalitas pendirian dan perubahannya (jika ada) dan pengesahannya


4. Izin-izin usaha : SIUP, TDP, SKD, SITU, dan lainnya (jika dibutuhkan) yang

masih berlaku

5. Data-data pengurus perusahaan

6. Laporan keuangan 2 tahun terakhir

7. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statement giro 6 bulan terakhir

8. Bukti legalitas jaminan (SHM/SHGB/BPKB/ bilyet deposito/dll)

9. Daftar kebutuhan dan bukti penawaran atas pengadaan rencana investasi yang

diajukan

2) Pembiayaan Modal Kerja

Pembiayaan Modal Kerja adalah produk pembiayaan yang akan membantu

kebutuhan modal kerja usaha Anda sehingga kelancaran operasional dan rencana

pengembangan usaha Anda akan terjamin.

Peruntukkan :

Perorangan (WNI) pemilik usaha dan badan usaha yang memiliki legalitas di

Indonesia

Persyaratan Administratif untuk Pengajuan :

• Individu

1. Formulir permohonan pembiayaan untuk individu

2. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga


3. Fotocopy Surat Nikah (bila sudah menikah)

4. Fotocopy NPWP

5. Asli slip gaji & surat keterangan kerja (untuk pegawai/karyawan)

6. Laporan keuangan/ laporan usaha 2 tahun terakhir

7. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statement giro 6 bulan terakhir

8. Fotocopy rekening telepon dan listrik 3 bulan terakhir

9. Bukti legalitas jaminan (SHM/SHGB/BPKB/bilyet deposito/dll)

• Institusi/Perusahaan

1. Surat permohonan pembiayaan dari manajemen/pengurus

2. NPWP institusi yang masih berlaku

3. Legalitas pendirian dan perubahannya (jika ada) dan pengesahannya

4. Izin-izin usaha : SIUP, TDP, SKD, SITU, dan lainnya (jika dibutuhkan) yang

masih berlaku

5. Data-data pengurus perusahaan

6. Laporan keuangan 2 tahun terakhir

7. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan/statement giro 6 bulan terakhir

8. Bukti legalitas jaminan (SHM/SHGB/BPKB/ bilyet deposito/dll)

9. Bukti-bukti purchase order atau Surat Perintah Kerja (SPK) jika ada.

D. Prosedur Penyaluran Pembiayaan


Prosedur penyaluran pembiayaan merupakan suatu sistematika sehubungan

dengan pengelolaan pembiayaan mulai dari tahap pengajuan berkas-berkas

pembiayaan yang diajukan sammpai dengan tahap pelaksanaan penyaluran

pembiayaan.

Adapun prosedur penyaluran pembiayaan pada PT. Bank Muamalat Indonesia,

Tbk Cabang Medan terdiri dari beberapa tahap, yaitu sebagai berikut :

1. Tahap Pengajuan berkas-berkas

Dalam hal ini pemohon pembiayaan mengajukan permohonan pengajuan untuk

memperoleh pembiayaan. Berkas-berkas itu sendiri berbeda antara Pegawai Negeri

dan Pegawai Swasta serta seorang Wiraswasta.

a. Bagi Pegawai Negeri

1) Fotocopy KTP Suami dan Istri masing-masing sebanyak dua lembar.

2) Fotocopy kartu keluarga

3) Fotocopy SK pengangkatan terakhir

4) Fotocopy kartu pegawai

5) Fotocopy jaminan (tanah, bangunan, kendaraan yang dimiliki)

6) Surat persetujuan suami/istri

7) Surat keterangan/rekomendasi perusahaan

b. Bagi Pegawai Swasta

1) Fotocopy KTP Suami dan Istri masing-masing sebanyak dua lembar

2) Fotocopy kartu keluarga


3) Fotocopy agunan, jika agunan tersebut berupa mobil atau sepeda motor maka

calon debitur harus melampirkan fhoto copy BPKP dan fhoto copy STNK,

jika agunan tersebut berupa tanah, maka debitur harus melampirkan fhoto

copy surat tanah tersebut dengan persyaratan bahwa pemilikan dari benda

yang dijadikan agunan harus kepunyaan pribadi.

c. Bagi Wiraswasta

1) Mengajukan proposal yang berisi tentang :

• Latar belakang perusahaan, seperti Riwayat Hidup Singkat Perusahaan, Jenis

Bidang Usaha, Identitas Perusahaan, Nama Pengurus berikut Pengetahuan dan

Pendidikannya, perkembangan perusahaan serta relasinya serta pihak pemerintah

maupun swasta termasuk pengalamannya dalam mengerjakan berbagai usahanya

selama ini.

• Maksud dan tujuan, apakah untuk memperbesar omset penjualan atau

meningkatkan kapasitas produksi atau mendirikan usaha baru serta tujuan lainnya.

• Besarnya kredit dan jangka waktu, dalam hal ini pemohon menentukan besarnya

jumlah pembiayaan yang ingin diperoleh dan jangka waktu pembayarannya serta

harus memberitahukan apa yang menjadi agunan dengan syarat agunan tersebut harus

di asuransikan terlebih dahulu.

2) Melampirkan dokumen-dokumen yang meliputi :

a. Fotocopy Akta Notaris, dipergunakan untuk perusahaan yang berbentuk

Perseroan Terbatas atau Yayasan


b. Fotocopy Tanda Daftar Perusahaan

c. Fotocopy Nomor Pokok Wwajib Pajak (NPWP)

d. Surat Pengesahan dari Departemen Kehakiman

e. Neraca dan Laporan Rugi/Laba

2. Tahap Penilaian Pembiayaan

Bank meneliti apa, bagaimana dan siapa calon peminjamnya, sehingga untuk

menentukan nilai pembiayaan pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Cabang

Medan menggunakan analisis 5C ( Kasmir ; 2008 : 117 )

1) Character ( watak )

Karakter ini menyangkut tanggungjawab moral calon debitur dalam upaya untuk

membayar kembali sejumlah pokok peminjamannya. Karakter identik dengan aspek

psikologis moral dan itikad baik nasabah serta komitmennya untuk pengakuan utang

berikut upaya pelunasannya.

Karakter dari seorang calon pemohon ini dapat diketahui dari :

 Riwayat Hidup

 Cara / Pola Hidup

 Sikap / sifat pemohon pembiayaan

2) Capacity ( Kemampuan )

Kemampuan si pemohon untuk memperoleh pembiayaan, memanfaatkannya dan

membayarnya kembali.
3) Capital ( Modal )

Yaitu jumlah dana (modal) sendiri yang dimiliki saat permohonan diajukan.

Penyelidikan terhadap modal dari permohonan pembiayaan tidak hanya dilihat dari

besar kecilnya modal, tetapi bagaimana distribusi modal tersebut di tempatkan oleh si

pemohon, cukupkah modal yang tersedia sehingga segala sumber-sumber produksi

bergerak secara efektif dan efesien. Penggunaan modal juga diteliti untuk mengetahui

apakah modal berjalan dengan baik sehingga perusahaan dapat berjalan lancar.

4) Colleteral (Jaminan)

Yaitu barang-barang yang digunakan sebagai jaminan atas barang telah diterima.

Jaminan ini diperlukan agar pembiayaan yang diberikan oleh bank terjamin

pengambilannya.

Adapun syarat-syarat barang yang dapat dijadikan jaminan adalah :

 Memiliki harga pasar

 Tidak dalam keadaan sedang dijaminkan

 Memiliki bukti-bukti kepemilikan

 Memiliki nilai yang cukup untuk menjamin pembiayaan

Harga dari suatu barang jaminan ditentukan oleh :

 Sifat barang
 Jenis barang

 Stabilitas harga barang

 Luasnya pasar

5) Condition of Economy (Kondisi Ekonomi)

Condition of Economic yaitu situasi dan kondisi politik, sosial, ekonomi, budaya

yang mempengaruhi keadaan perekonomian pada suatu saat yang kemungkinan juga

mempengaruhi kelancaran perusahaan calon debitur. Setidaknya perlu diyakini bahwa

dalam masa kredit usaha calon debitur masih prosfektif. Keyakinan atas hal ini dapat

diperoleh melalui penelitian terhadap :

1. keadaan konjungtur,

2. peratuaran-peratuaran pemerintah,

3. situasi, politik dan perekonomian dunia,

4. keadaan lain yang mempengaruhi pemasaran.

Dari prinsip 5C diatas, yang paling perlu mendapat perhatian adalah Character, dan

apabila prinsip ini tidak dipenuhi maka prinsip lainnya menjadi tidak berarti, dengan

perkataan lain permohonan pembiayaannya harus ditolak.

3. Tahap Pencairan Informasi Debitur

a. Penyelidikan berkas pinjaman, tujuannya adalah untuk mengetahui apakah berkas

yang diajukan sudah lengkap sesuai persyaratan dan sudah benar termasuk

menyelidiki keabsahan berkas.


b. Interview dengan pemohon pembiayaan, merupakan penyelidikan dimana calon

peminjam langsung berhadapan pihak bank. Tujuannya adalah untuk meyakinkan

pihak bank apakah berkas-berkas tersebut telah sesuai dengan persyaratan yang

ditentukan bank. Interview ini juga untuk mengetahui kerugian dan kebutuhan

nasabah sebenarnya. Dua hal penting yang harus diketahui dari interview adalah

tujuan penggunaan kredit dan bagaimana rencana pengambilan pembiayaan

tersebut. Hal lain yang perlu diketahui dari interview ini adalah mengenai usaha

nasabah ( dalam bidang apa perusahaan bergerak dan bagaimana produksi yang

diusahakan ) dan mengenai situasi perdagangan nasabah serta bagaimana

persaingannya.

4. Tahap Analisa Pembiayaan

Pada tahap ini dilakukan kegiatan pemeriksaan ke lokasi dengan meninjau

berbagai objek yang akan dijadikan usaha atau jaminan.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui tentang :

a. Kebenaran atas keterangan tentang bidang usaha nasabah, izin usahanya, Akta

Perusahaan dan lain sebagainya.

b. Kelancaran usaha yang diketahui dari data tentang perkembangan usahanya.

c. Kualitas dari barang-barang yang diproduksi atau barang-barang yang

diperdagangkan, juga tentang harganya apakah cocok dengan harga pasarnya.

d. Kemampuan dan pengetahuan Manajemen dalam bidang usahanya tersebut.

e. Lokasi perusahaan, apakah mendekati pasar atau mendekati sumber bahan mentah

/ lokasi kerja.
Pada saat melakukan pengecekan ke lapangan, hendaknya para debitur tidak

memberitahukannya kepada nasabah, sehingga apa yang dilihat di lapangan sesuai

dengan konsisi yang sebenarnya. Hasil yang diperoleh kemudian dicocokkan dengan

hasil dari interview, apabila terdapat ketidaksesuaian maka pihak bank melakukan

perbaikan terhadap berkas tersebut. Kegiatan pemeriksaan atau survey kelapangan

dilakukan oleh petugas lapangan atau Accont Officer dan Kepala bagian Pembiayaan

atau Manajer Operasional.

5. Tahap Pelaksanaan Pembiayaan

Setelah dilakukan pengecekan ulang, pihak bank memutuskan apakah debitur

berhak mendapat pembiayaan atau tidak. Keputusan pelaksanaan pembiayaan

dilakukan oleh Manajer Operasional dan Kepala bagian Pembiayaan dalam suatu

rapat tentang pembiayaan tersebut. Hal ini mencakup jumlah uang yang dapat

dijadikan pembiayaan sesuai dengan jangka waktu pembiayaan, selanjutnya pihak

bank melakukan perjanjian secara tertulis dengan pihak debitur. Penandatangan

dilaksanakan antara pihak bank dan debitur secara langsung atau melalui notaries.

Setelah dilakukan penandatangan tersebut, maka pencairan dana tersebut baru dapat

dilakukan oleh pihak bank.

E. Upaya Penanggulangan Pembiayaan Yang Bermasalah

Jika dana yang disalurkan mengalami kemacetan, maka langkah yang dilakukan

oleh pihak bank adalah berupaya untuk menyelamatkan pembiayaan tesebut dengan

berbagai cara tergantung dari penyebab kredit menjadi macet.


Dalam perbankan syariah bila pihak bank mengalami kerugian, maka akibat dari

kerugian tersebut akan ditanggung bersama, dimana pihak bank maupun nasabah

tidak memperoleh bagi hail sama sekali.

Adapun berbagai cara dalam penyelamatan dana pembiayaan yang macet dapat

dilakukan dengan berbagai cara, antara lain, yaitu :

1) Rescheduling ( Penjadwalan Kembali )

Merupakan suatu tindakan yang diambil dengan cara memperpanjang jangka

waktu pembiayaan atau jangka waktu angsuran. Dalam hal ini debitur diberikan

keringan dalam hal tenggat waktu pembayaran dana pembiayaan, misalnya

perpanjangan tenggat waktu pembayaran dari awalnya enam bulan menjadi satu

tahun, sehingga debitur mempunyai waktu yang lebih lama untuk mengembalikan

dana tersebut.

Dalam hal memperpanjang angsuran juga hampir memiliki kemiripin dengan

perpanjangan tenggat waktu pembayaran dana. Dalam hal ini jumlah angsurannya

juga diperpanjang, misalnya dari 36 kali menjadi 48 kali. Hal ini tentu saja jumlah

angsuran pun menjadi mengecil seiring dengan penambahan jumlah angsuran.

2) Recondicioning (Penataan Kembali)

Merupakan kebijaksanaan yang diberikan kepada debitur berupa perubahan /

seluruh syarat-syarat pembiayaan, namun tidak menyangkut perubahan plafond

kredit, yang mencakup : jadwal pembayaran dan jangka waktu.

3) Restructuring
Merupakan tindakan bank kepada nasabah dengan cara menambah modal nasabah

dengan pertimbangan nasabah memang membutuhkan tambahan dana dan usaha yang

dibiayai memang masih layak.

Tindakan ini meliputi :

a. Menambah jumlah pembiayaan

b. Menambah equity

 Dengan menyetor uang tunai

 Tambahan dari pemilik

4) Kombinasi

Merupakan kombinasi dari ketiga jenis yang sebelumnya telah dibahas, misalnya

seorang debitur dapat diselamatkan dengan kombinasi antara rescheduling dengan

restructuring, misalnya jangka waktu diperpanjang.

5) Penyitaan jaminan

Apabila nasabah sudah benar-benar tidak mempunyai iktikad baik atau pun sudah

tidak mampu lagi untuk membayar semua utang-utangnya maka, tindakan bank

adalah menyita jaminan yang telah digunakan oleh nasabah

F. Sistem Pengawasan Internal Penyaluran Pembiayaan


Pengawasan internal penyaluran pembiayaan dilakukan oleh bagian operasional

untuk memberikan jaminan agar tercapainya tujuan perusahaan dengan memastikan

bahwa :

1) Prosedur penyaluran pembiayaan telah sesuai dengan asas penyaluran yang sehat

dan asas ke hati-hatian

2) Memastikan bahwa telah ada pengamanan resiko da tujuan pembiayaan

Adapun prosedur pengawasan internal pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk

Cabang Medan penyaluran pembiayaannya secara garis besar dibagi menjadi tiga

tahap, yaitu :

1) Pengawasan yang dilakukan pada saat permohonan mulai diajukan oleh nasabah

sampai pembiayaan tersebut direalisasikan atau dibayar oleh kasir.

2) Pengawasan terhadap kelengkapan atau pengarsipan surat berharga sehungan

dengan pejanjian pembiayaan, dimana surat-surat berharga ini harus disimpan

dalam lemari tahan api dan terkunci serta disusun sesuai abjad.

3) Pengawasan terhadap pelaksanaan pembukuan di koordinir oleh kepala bagian

operasional untuk mengetahui bahwa pengisian kartu buku besar dan buku besar

pembantu telah lengkap diisi dan mengenai semua kegiatan pencatatan transaksi

pembiayaan telah dilakukan dengan benar.

Anda mungkin juga menyukai