RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM)
IDENTITAS Satuan Pendidikan: Nama satuan pendidikan (nama sekolah)
Penyusun: Nama Penyusun/Tim Penyusun
Tahun Penyusunan: Tahun penyusunan RPM
Mata Pelajaran: Mata pelajaran yang diajarkan dalam RPM
Materi Ajar: Materi ajar dari mata pelajaran yang akan diajarkan
Kelas/Semester: Kelas dan semester pembelajaran
Tahun Pelajaran: Tahun pelajaran berjalan
Alokasi Waktu: Jumlah alokasi waktu untuk menyelesaikan RPM dalam
penerapan prinsip dan pengalaman belajar mendalam
1. IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI KESIAPAN MURID
(Hasil analisis pengetahuan awal untuk mengetahui pemahaman awal
murid terhadap konsep yang akan dipelajari lalu hasilnya digunakan untuk
mengidentifikasi kesenjangan pemahaman yang mungkin muncul dan
menjadi hambatan dalam pembelajaran. Guru dapat menggunakan pre-test,
diskusi awal, pertanyaan pemantik, capaian pembelajaran sebelumnya,
raport, dll).
KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
(Karakteristik ini meliputi, Susunan materi dari yang paling sederhana ke
yang paling kompleks, atau dari yang mudah dipahami ke yang lebih sulit.
Seberapa jauh materi tersebut dijelaskan, apakah hanya konsep dasarnya
saja atau mencakup detail-detail yang lebih kompleks. Seberapa banyak
aspek atau topik yang dicakup dalam materi tersebut. Seberapa relevan
materi tersebut dengan kehidupan siswa dan seberapa mudah materi
tersebut dikaitkan dengan pengalaman mereka).
DIMENSI PROFIL LULUSAN
Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi
(Pilih Dimensi Profil Lulusan yang menjadi sasaran yang akan
dikembangkan dalam pembelajaran, dicentang beberapa diantaranya atau
ditulis yang berkenaan yang menjadi sasaran).
CAPAIAN PEMBELAJARAN
2. DESAIN PEMBELAJARAN
(Capaian pembelajaran yang terdapat dalam Keputusan
(Perancangan pengalaman Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen
belajar yang berpusat pada Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan,
siswa, bertujuan untuk Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 046/H/KR/2025
menciptakan pemahaman yang tahun 2025, menyesuaikan dengan jenjang dan mata
kokoh dan bermakna melalui pelajaran).
aktivitas terencana,
penggunaan skenario
kehidupan nyata, kesadaran TUJUAN PEMBELAJARAN
diri, kolaborasi, dan refleksi
aktif untuk mencapai (Tujuan pembelajaran diturunkan/dijabarkan dari capaian
pemahaman mendalam pembelajaran, jika menggunakan Taksonomi SOLO maka
tentang suatu materi dan tujuannya langsung diturunkan dari capaian
relevansinya dalam kehidupan pembelajaran. Namun jika menggunakan Taksonomi
siswa. Fokus pada Peserta BLOOM maka tujuan pembelajaran perlu dijabarkan
Didik, Kontekstualisasi, menjadi beberapa tujuan pembelajaran dengan
Berkesadaran, Bermakna dan memperhatikan kesesuaian tingkatan/level dengan
Menggembirakan dalam pengalaman belajar: Memahami, Mengaplikasikan dan
mengembangkan Keterampilan Merefleksikan. Tuliskan tujuan pembelajaran yang
Berpikir Tingkat Tinggi). mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup
materi dengan menggunakan kata kerja operasional yang
relevan).
PRAKTIK PEDAGOGIS
(Memilih model/strategi/metode yang mendorong
eksplorasi dan pemecahan masalah, untuk mencapai
tujuan pembelajaran agar murid aktif membangun
pemahaman mendalam, misalnya pembelajaran berbasis
proyek, pembelajaran inkuiri, dsb).
Pendekatan Pembelajaran : Cara umum atau sudut
pandang seorang guru memandang, mengatur, dan
memandu proses belajar-mengajar guna mencapai tujuan
kurikulum secara efektif. Contoh: Pendekatan
Pembelajaran Mendalam (PM).
Model Pembelajaran : Kerangka konseptual atau bingkai
(sintaks) yang menggambarkan keseluruhan pola dan
prosedur sistematis dari awal hingga akhir pembelajaran.
Contoh: Model problem-based learning (PBL).
Strategi Pembelajaran : Sistematika untuk mencapai
tujuan pembelajaran secara efisien. Contoh:
Pembelajaran langsung, discovery learning.
Metode Pembelajaran : Cara yang digunakan guru untuk
melaksanakan strategi pembelajaran. Contoh: Metode
ceramah, metode diskusi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
(Melibatkan berbagai pihak seperti guru lintas mata
pelajaran, orang tua, industri, atau komunitas untuk
memperkaya pengalaman belajar. Kolaborasi ini dapat
dilakukan melalui diskusi, mentoring, atau kunjungan
lapangan, dll).
Lingkungan Sekolah : Kemitraan antara guru dengan
siswa lintas kelas, guru dengan guru lintas mata
pelajaran, guru dengan TU, keamanan sekolah dan
sebagainya dalam lingkup sekolah.
Lingkungan Luar Sekolah : Kemitraan antara guru
dengan guru lain di luar sekolah, KKG, MGMP,
Komunitas guru, lintas sektoral dan stake holder dalam
lingkup satu profesi, dll.
Masyarakat : Kemitraan dengan tokoh masyarakat, dunia
usaha dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra
profesional.
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN
(Menciptakan ruang belajar yang mendukung eksplorasi
dan kolaborasi, baik dalam bentuk fisik (kelas interaktif,
laboratorium, ruang kreatif) maupun virtual (forum diskusi,
platform LMS).
Budaya Belajar : Budaya belajar dikembangkan agar
tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling
memuliakan. Contoh: pembiasaan saling menghormati
berpendapat dan menghargai keberagaman, kolaborasi
dan berbagi pengetahuan, penciptaan lingkungan belajar
yang aman dan menyenangkan.
Ruang Fisik : Fasilitas yang nyaman, kondusif, dan kaya
fasilitas, seperti perpustakaan yang lengkap, laboratorium
yang memfasilitasi praktik, ruang seni dan olahraga untuk
pengembangan minat bakat, serta taman bermain dan
ruang ibadah yang mendukung kesejahteraan holistik
siswa.
Ruang Virtual : Ruang virtual belajar yang memuliakan
adalah lingkungan belajar daring yang interaktif, inklusif,
dan suportif, menggunakan platform seperti Google
Classroom dan Rumah Belajar untuk memfasilitasi
kolaborasi, akses materi yang luas (video, audio, game).
PEMANFAATAN DIGITAL
(Menggunakan teknologi seperti e-learning, simulasi,
augmented reality (AR), dan kecerdasan buatan (AI)
untuk meningkatkan aksesibilitas, interaktivitas, dan
personalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan murid).
Perencanaan Pembelajaran : Media digital yang
digunakan dalam merancang pembelajaran.
Pelaksanaan Pembelajaran :
Media digital yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran.
Asesmen Pembelajaran : Media digital yang digunakan
dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran.
3. PENGALAMAN BELAJAR
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Memahami
(berkesadaran, bermakna, dan/atau (Pada tahap ini, peserta didik aktif terlibat dalam
menggembirakan) pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan
merefleksi dalam suasana yang saling memuliakan. Guru
Kegiatan pembelajaran yang menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran,
memfasilitasi peserta didik untuk bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan
terlibat aktif mengonstruksi pembelajaran. Pengalaman belajar dapat dilaksanakan
pengetahuan esensial, pengetahuan dalam satu kali pertemuan atau beberapa kali pertemuan
aplikatif, dan pengetahuan nilai dan menyesuaikan dengan cakupan kedalaman dan keluasan
karakter. materi merujuk pada hasil analisis jumlah alokasi JP).
Mengaplikasi
(berkesadaran, bermakna, dan/atau PERTEMUAN PERTAMA
menggembirakan)
ALOKASI WAKTU : ..............JP
Kegiatan yang mengondisikan
pengalaman belajar yang menunjukan Kegiatan Awal
aktivitas peserta didik mengaplikasi
pemahaman secara kontekstual atau (Aktivitas untuk mempersiapkan mental, keterampilan, dan
kehidupan nyata. sikap siswa serta menarik minat dan memotivasi siswa
Merefleksi agar siap menerima pelajaran baru. Seperti memberi
salam, memeriksa kehadiran, memberikan apersepsi,
(berkesadaran, bermakna, dan/atau menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menanyakan
menggembirakan) pengalaman siswa yang berkaitan dengan materi
pelajaran).
Kegiatan yang mampu memfasilitasi
peserta didik mengevaluasi dan
memaknai proses serta hasil
pembelajaran serta mengelola proses
belajarnya secara mandiri.
Kegiatan Inti
(Aktivitas atau tahapan utama dan terpenting dalam proses
belajar mengajar di mana peserta didik secara aktif terlibat
dalam kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran,
melalui berbagai metode dan aktivitas seperti diskusi,
pengamatan, latihan, dan pemecahan masalah, yang
dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang
memuliakan, mendalam, bermakna dan mendorong
kemandirian peserta didik).
Kegiatan Akhir
(Aktivitas yang dilakukan di penghujung sesi belajar untuk
merangkum, mengevaluasi, dan memberikan tindak lanjut
terhadap materi yang telah dipelajari. Tujuannya adalah
untuk memastikan pemahaman siswa tercapai,
memberikan umpan balik kepada guru, dan menentukan
langkah selanjutnya dalam proses belajar mengajar).
PERTEMUAN KEDUA (Opsional)
ALOKASI WAKTU : ..............JP
Kegiatan Awal
Kegiatan Inti
Kegiatan Akhir
PERTEMUAN KETIGA (Opsional)
ALOKASI WAKTU : ..............JP
Kegiatan Awal
Kegiatan Inti
Kegiatan Akhir5
4. ASESMEN PEMBELAJARAN
(1) Memahami sejauh mana Assessment as Learning :
kedalaman pemahaman telah
dicapai. Asesmen Formatif yaitu asesmen yang bertujuan untuk
memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan
(2) Merancang aktivitas belajar yang murid untuk memperbaiki proses belajar. Asesmen formatif
mendorong siswa untuk naik ke berupa:
tingkat pemahaman yang lebih
kompleks. Asesmen di awal pembelajaran yang dilakukan untuk
mengetahui kesiapan murid untuk mempelajari materi ajar
(3) Memberikan umpan balik yang dan mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan.
lebih tepat sasaran berdasarkan level
pemahaman. Asesmen di dalam proses pembelajaran yang dilakukan
selama proses pembelajaran untuk mengetahui
perkembangan murid dan sekaligus pemberian umpan
balik yang cepat.
Assessment for Learning :
Asesmen Formatif yaitu asesmen yang bertujuan untuk
memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan
murid untuk memperbaiki proses belajar. Asesmen formatif
berupa:
Asesmen di awal pembelajaran yang dilakukan untuk
mengetahui kesiapan murid untuk mempelajari materi ajar
dan mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan.
Asesmen di dalam proses pembelajaran yang dilakukan
selama proses pembelajaran untuk mengetahui
perkembangan murid dan sekaligus pemberian umpan
balik yang cepat.
Assessment of Learning :
Asesmen Sumatif yaitu asesmen yang dilakukan untuk
memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran. Untuk
menilai pencapaian hasil belajar murid sebagai dasar
penentuan kenaikan kelas dan kelulusan dari satuan
pendidikan.
Mengetahui, ......................................., ...........................2026
Kepala Sekolah Guru Kelas/Mapel
(Tanda Tangan) (Tanda Tangan)
NIP. .................................................. NIP. .......................................................
LAMPIRAN-LAMPIRAN:
1. MATERI AJAR
2. MEDIA AJAR
3. LKPD
4. GAME EDUKASI
5. ASESMEN