BAB 6
PENGUKURAN TITIK DETAIL
(THEODOLITE)
6.1 Teori Dasar
Surveying atau pengukuran tanah merupakan cabang ilmu yang mempelajari cara
menentukan posisi suatu objek dalam ruang tiga dimensi, baik di atas maupun di
bawah permukaan bumi, mencakup elemen alami dan buatan. Hasil dari proses ini
dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk representasi, seperti peta kontur, skema
rancangan, maupun model digital yang dikenal dengan istilah Digital Ground
Model (DGM). Selain untuk pemetaan, kegiatan surveying juga digunakan dalam
proyek konstruksi guna mengontrol dan memverifikasi posisi elemen bangunan,
serta memantau perubahan struktural, deformasi tanah, kontur wilayah, atau bahkan
penampang sungai.
Dalam praktiknya, digunakan berbagai instrumen seperti waterpass, theodolite, dan
total station. Untuk pengukuran titik detail pada kegiatan ini, instrumen yang
digunakan adalah theodolite. Alat ini mampu mengukur sudut mendatar dan tegak
secara presisi, berbeda dari waterpass yang hanya mengukur sudut horizontal.
Theodolite memungkinkan pembacaan sudut hingga satuan detik dan tergolong
canggih di antara alat survey lainnya. Secara fisik, alat ini terdiri dari teleskop yang
dipasang di atas alas berbentuk lingkaran yang bisa diputar terhadap sumbu
vertikal, memungkinkan pembacaan sudut horizontal dengan mudah.
Sebaliknya, metode tachymetri melibatkan penggunaan alat optik, elektronik,
maupun digital. Proses pengukuran dimulai dari pemasangan instrumen di atas titik
referensi dan penempatan rambu pada titik target. Setelah alat siap, dilakukan
pencatatan awal, pengamatan azimuth, serta pencatatan hasil pada rambu dengan
nilai BT, BA, BB, dan sudut kemiringan. Dasar dari metode ini adalah prinsip
kesebangunan segitiga, di mana sisi-sisi yang searah memiliki rasio yang sama.
Karena kondisi medan sering kali tidak datar, pengukuran dilakukan dengan garis
bidik miring yang kemudian dikonversi ke jarak horizontal dan vertikal. Dalam
BAB 6 PENGUKURAN TITIK DETAIL ( THEODOLITE )
prosesnya, transit dipasang di titik tertentu, sementara rambu dipegang pada titik
target, dan pembacaan dilakukan melalui benang silang tengah. Sudut vertikal
(kemiringan) dibaca sebagai sudut a. Tinggi alat ukur dalam metode ini diukur dari
titik tempat alat berdiri, bukan dari ketinggian terhadap datum sebagaimana pada
waterpass. Tachymetri sangat efisien untuk mengumpulkan data topografi dalam
jumlah besar, baik secara horizontal maupun vertikal. Di area urban, metode ini
mempercepat proses pengukuran dibandingkan metode manual pencatatan dan
sketsa.
Kegiatan surveying menjadi bagian penting dalam setiap tahapan perencanaan
pembangunan, baik untuk keperluan infrastruktur jalan, jembatan, gedung, maupun
sistem irigasi. Dengan melakukan pengukuran yang akurat, para insinyur dapat
mengetahui kondisi nyata di lapangan sebelum memulai proses desain. Tidak hanya
sebatas pada proses awal, pengukuran juga dilakukan secara berkala untuk
memastikan kesesuaian antara rancangan dan realisasi fisik bangunan. Oleh karena
itu, peran ahli survei sangat krusial dalam mendukung keberhasilan proyek
konstruksi.
Di era modern, teknologi dalam bidang surveying mengalami perkembangan pesat.
Salah satu inovasinya adalah penggunaan alat ukur berbasis Global Positioning
System (GPS) yang memungkinkan penentuan posisi dengan ketelitian tinggi dalam
waktu yang singkat. Teknologi ini sangat membantu ketika melakukan pemetaan
wilayah yang luas dan sulit dijangkau secara manual. Selain itu, penggunaan drone
dalam pemetaan topografi juga semakin populer. Dengan kamera resolusi tinggi
dan sistem navigasi otomatis, drone dapat merekam data kontur secara efisien dan
menghasilkan orthophoto atau peta digital dari udara. Integrasi teknologi digital
dengan perangkat lunak pemetaan seperti AutoCAD, ArcGIS, dan Civil 3D juga
membawa perubahan besar dalam dunia surveying. Data hasil pengukuran dari
lapangan dapat langsung diproses dan divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi.
Hal ini memberikan gambaran yang lebih jelas kepada perencana maupun
pelaksana proyek mengenai kondisi eksisting di lokasi pembangunan.
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH
2
KELOMPOK C4, 2025
BAB 6 PENGUKURAN TITIK DETAIL ( THEODOLITE )
6.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari pengukuran titik detail menggunakan alat Theodolite adalah
sebagai berikut ;
a. Untuk mendapatkan data-data detail situasi lapangan yang akan dipetakan.
b. Untuk Pemetaan detail situasi lapangan pada peta.
6.3 Alat – alat yang Digunakan
Berikut alat– alat yang digunakan saat melakukan percobaan pengukuran titik detail
pada Theodolite yaitu sebagai berikut ;
a. Pesawat Theodolite
b. Statif
c. Roll meter
d. Bak ukur/Rambu ukur
e. Payung
f. Patok
g. Kompas
h. Alat tulis
i. Nivo
j. Batu baterai A2
6.4 Langkah Kerja
Berikut langkah kerja saat melakukan praktikum pengukuran titik detail
menggunakan Theodolite adalah sebagai berikut ;
a. Menyiapkan alat-alat yang diperlukan pada lokasi pengukuran;
b. Menandai titik-titik detail yang akan diukur;
c. Mendirikan theodolite di titik-titik yang sama sesuai dengan pengukuran
polygon;
d. Pastikan agar pesawat tepat berada di tengah-tengah titik, lalu atur nivo dengan
3 sekrup penyetel A, B, dan C, agar posisi gelembung berada di tengah (seperti
pada bab pengukuran poligon tertutup);
e. Membuat sudut horizontal 0⁰ dengan cara yang sama seperti pada pengukuran
polygon;
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH
3
KELOMPOK C4, 2025
BAB 6 PENGUKURAN TITIK DETAIL ( THEODOLITE )
f. Mendirikan rambu ukur di titik detail yang telah ditandai dan pastikan nivo di
rambu ukur telah sentris;
g. Mengarahkan teropong ke rambu ukur;
h. Mengecangkan sekrup pengunci gerakan horizontal dan vertikal lalu mencatat
pembacaan benang atas (BA), benang tengah (BT), benang bawah (BB), sudut
vertikal dan horizontal pada blanko;
i. Mengarahkan teropong ke titik detail yang lain, lakukan hal yang sama sampai
seluruh detail yang didapat dari patok pertama diperoleh datanya;
j. Memindahkan theodolite ke titik kedua dan ulangi langkah di atas.
6.5 Diagram Alir
Adapun diagram alir dalam praktikum ilmu ukur tanah modul Theodolite
pengukuran titik detail adalah sebagai berikut ;
MULAI
Siapkan alat-alat yang diperlukan pada lokasi pengukuran
Menandai titik-titik detail yang akan diukur dan membuat sketsa
gambaran kasar;
Mendirikan theodolit di titik-titik yang sama sesuai dengan pengukuran poligon;
Pastikan agar alat tepat berada di tengah titik, atur nivo dengan sekrup penyetel agar
posisi gelembung berada di tengah (seperti pada bab pengukuran poligon tertutup);
Membuat sudut horizontal 0º dengan cara yang sama seperti pada pengukuran
poligon;
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH
4
KELOMPOK C4, 2025
BAB 6 PENGUKURAN TITIK DETAIL ( THEODOLITE )
Mendirikan rambu ukur di titik yang akan dibuat detailnya, dan pastikan nivo pada
rambu ukur sudah sentris;
Mengarahkan teropong ke rambu ukur dan kencangkan sekrup pengunci horizontal
dan vertikal lalu catat bacaan benang atas (BA), dan benang bawah (BB), sudut
vertikal dan horizontal pada blanko;
Mengarahkan teropong ke titik detail yang lain, lakukan hal yang sama
sampai seluruh detail yang didapat dari patok pertama diperoleh datanya;
c
Menandai titik-titik detail yang akan diukur dan membuat sketsa gambaran kasar;
Data Pengamatan
Kesimpulan
SELESAI
Gambar 6.1 Diagram Alir Pengukuran Titik Detail
(Sumber:Modul Praktikum Ilmu Ukur Tanah, 2025)
6.6 Data Pengamatan dan Data Perhitungan
6.6.1 Data Pengamatan
Tabel 6.2 Pengukuran Titik Detail (Theodolite) P1. (Terlampir)
Tabel 6.3 Pengukuran Titik Detail (Theodolite) P2. (Terlampir)
Tabel 6.4 Pengukuran Titik Detail (Theodolite) P3. (Terlampir)
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH
5
KELOMPOK C4, 2025
BAB 6 PENGUKURAN TITIK DETAIL ( THEODOLITE )
6.6.2 Data Perhitungan
Dari percobaan pengukuran titik detail, dapat diperoleh data hasil percobaan yang
telah dilakukan sebagai berikut :
a. Titik P1 ke D1
BM = 26 m
Tinggi Alat = 1,39 m
Benang Atas (BA) = 2,010 m
Benang Bawah (BB) = 1,755 m
Horizontal = 7˚57’12”
Vertikal = 90˚10’0”
BA+BB
Benang Tengah (BT) =
2
2,010+1,755
=
2
= 1,883 m
Menit Detik
Sudut Horizontal (SH) = Radian + +
60 3600
57 12
=7+ +
60 3600
= 7,953˚
Menit Detik
Sudut Vertikal (SV) = Radian + +
60 3600
10 0
= 90 + +
60 3600
= 90,167˚
Sudut Azimuth = Sudut Horizontal
= 7,953˚
Jarak Optis = 100 × (BA-BB)
= 100 × (2,010 m – 1,755 m)
= 25,500 m
Jarak Datar = 100 × (BA-BB) × sin2 (Sudut Vertikal)
= 100 × (2,010 m – 1,755 m) × sin2 (90,167˚)
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH
6
KELOMPOK C4, 2025
BAB 6 PENGUKURAN TITIK DETAIL ( THEODOLITE )
= 25,500 m
Beda Tinggi (ΔH) = 0,5 (D × sin (2 × SV)) + (TA + BT)
= 0,5 (25,500 × sin (2 ×90,167˚)) + (1,39 +
1,883)
= -0,567 m
D sin Azimuth = (Jarak Datar) × (sin(Azimuth))
= (25,500) × (sin(7,953))
= 3,528m
D cos Azimuth = (Jarak Datar) × (cos(Azimuth))
= (25,500) × (cos(7,953))
= 25,255 m
Koordinat (X, Y)
X = koordinat sebelum + D sin Azimuth
= 2572 + (3,528 m)
= 2575,528 m
Y = koordinat sebelum + D cos Azimuth
= 3248 + 25,255 m
= 3273,255 m
Elevasi = Elevasi P1 + Beda Tinggi
= 26 + (-0,567 m)
= 25,433 m
Perhitungan Titik Detail P1 ke D2 – D20 terlampir
b. Titik P2 ke D21
BM = 25,323 m
Tinggi Alat = 1,32 m
Benang Atas (BA) = 2,160 m
Benang Bawah (BB) = 1,645 m
Horizontal = 91˚42’39”
Vertikal = 90˚50’1”
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH
7
KELOMPOK C4, 2025
BAB 6 PENGUKURAN TITIK DETAIL ( THEODOLITE )
BA+BB
Benang Tengah (BT) =
2
2,160+1,645
= 2
= 1,903 m
Menit Detik
Sudut Horizontal (SH) = Radian + +
60 3600
42 39
= 91 +
60 3600
= 91,711˚
Menit Detik
Sudut Vertikal (SV) = Radian + +
60 3600
50 1
= 90 + +
60 3600
= 90,834˚
Sudut Azimuth = Sudut Azimuth Pn–Sudut Horizontal Pn +
Sudut Horizontal titik detail
= 334,213 – 45,667 + 91,711
= 380,257 ˚
Jarak Optis = 100 × (BA-BB)
= 100 × (2,160 m – 1,645 m)
= 51,500 m
Jarak Datar = 100 × (BA-BB) × sin2 (Sudut Vertikal)
= 100 × (2,160 m – 1,645 m) × sin2 (90,834˚)
= 51,489 m
Beda Tinggi (ΔH) = 0,5 (D × sin (2 × SV)) + (TA + BT)
= 0,5 (51,489 × sin (2 × 90,834˚)) +
(1,32+1,9025)
= -1,332 m
D sin Azimuth = (Jarak Datar) × (sin(Azimuth))
= (51,489) × (sin(91,711))
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH
8
KELOMPOK C4, 2025
BAB 6 PENGUKURAN TITIK DETAIL ( THEODOLITE )
= 17,827 m
D cos Azimuth = (Jarak Datar) × (cos(Azimuth))
= (51,489) × (cos(91,711))
= 48,304 m
Koordinat (X, Y)
X = koordinat sebelum + D sin Azimuth
= 2634,578 + (17,827 m)
= 2652,405
Y = koordinat sebelum + D cos Azimuth
= 3226,909+ (48,304 m)
= 3275,213 m
Elevasi = Elevasi P1 + Beda Tinggi
= 25,323+ (-1,332m)
= 23,991m
Perhitungan Titik Detail P2 ke D21 – D32 terlampir
c. Titik P3 ke D33
BM = 25,085 m
Tinggi Alat = 1,31 m
Benang Atas (BA) = 1,342 m
Benang Bawah (BB) = 1,255 m
Horizontal = 0˚48’1”
Vertikal = 90˚19’0”
BA+BB
Benang Tengah (BT) =
2
1,342 + 1,255
= `
2
= 1,299 m
Menit Detik
Sudut Horizontal (SH) = Radian + +
60 3600
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH
9
KELOMPOK C4, 2025
BAB 6 PENGUKURAN TITIK DETAIL ( THEODOLITE )
48 1
=0 +
60 3600
= 0,800˚
Menit Detik
Sudut Vertikal (SV) = Radian + +
60 3600
19 0
= 90 + +
60 3600
= 90,317˚
Sudut Azimuth = Sudut Azimuth Pn–Sudut Horizontal Pn +
Sudut Horizontal titik detail
= 255,1785 – 100,966 + 0,800
= 155,012˚
Jarak Optis = 100 × (BA-BB)
= 100 × (1,342 m – 1,255m)
= 8,700 m
Jarak Datar = 100 × (BA-BB) × sin2 (Sudut Vertikal)
= 100 × (1,342 m – 1,255 m) × sin2 (90,317˚)
= 8,700 m
Beda Tinggi (ΔH) = 0,5 (D × sin (2 × SV)) + (TA + BT)
= 0,5 (8,700× sin (90,317˚)) + (1,31+1,299)
= -0,037 m
D sin Azimuth = (Jarak Datar) × (sin(Azimuth))
= (8,700) × (sin(601,869))
= 3,675 m
D cos Azimuth = (Jarak Datar) × (cos(Azimuth))
= (8,700) × (cos(155,012))
= -7,885 m
Koordinat (X, Y)
X = 2618,399 + D sin Azimuth
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH
10
KELOMPOK C4, 2025
BAB 6 PENGUKURAN TITIK DETAIL ( THEODOLITE )
= 2618,399+ (3,675 m)
= 2622,074 m
Y = 3260,349 + D cos Azimuth
= 3248+ -7,885 m
= 3243,898 m
Elevasi = Elevasi P1 + Beda Tinggi
= 25,085+ (-0,037m)
= 25,048m
Perhitungan Titik Detail P3 ke D33 – D42 Terlampir
6.7 Kesimpulan dan Saran
6.7.1 Kesimpulan
Tabel 6.1 Kesimpulan Pengukuran Titik Detail Pada P1
Nomor Jarak Beda
Tinggi X Y Z Titik
STA Target Optis Datar
(m)
2572 3248 26 P1
D1 25,500 25,500 -1,957 3,528 25,255 -1,957 D1
D2 121,500 121,499 -2,963 121,444 -3,660 -2,963 D2
D3 37,800 37,799 -1,417 29,960 -23,048 -1,417 D3
D4 13,700 13,700 -2,054 -13,688 0,559 -2,054 D4
D5 48,400 48,399 -1,152 -26,605 40,430 -1,152 D5
D6 39,800 39,800 -1,345 2,725 39,706 -1,345 D6
D7 49,000 49,000 -1,412 3,717 48,859 -1,412 D7
D8 15,000 14,997 -1,916 -14,850 2,091 -1,916 D8
D9 43,000 42,989 -1,607 -40,102 15,488 -1,607 D9
D10 27,000 26,995 -0,698 -19,333 -18,841 -0,698 D10
P1 D11 15,500 15,500 -1,197 -5,221 -14,594 -1,197 D11
D12 32,300 32,299 -0,863 -14,942 -28,635 -0,863 D12
D13 38,200 38,200 -1,382 -3,577 -38,032 -1,382 D13
D14 127,000 127,000 -1,766 -2,862 -126,968 -1,766 D14
D15 34,200 34,200 -1,251 -4,446 -33,910 -1,251 D15
D16 27,000 27,000 -1,379 -4,654 -26,596 -1,379 D16
D17 17,000 17,000 -1,786 16,998 -0,211 -1,786 D17
D18 29,800 29,799 -1,731 29,282 5,527 -1,731 D18
D19 28,800 28,800 -2,181 25,836 12,724 -2,181 D19
D20 33,000 33,000 -1,935 26,014 20,305 -1,935 D20
∑
(Sumber : Hasil Analisis Kelompok C4, 2025)
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH
11
KELOMPOK C4, 2025
BAB 6 PENGUKURAN TITIK DETAIL ( THEODOLITE )
Tabel 6.2 Data Hasil Pengamatan Pengukuran Titik Detail Titik P2
Nomor Tinggi Jarak
X Y Z Titik
STA Target Alat (m) Optis Datar
2634,58 3226,91 25,323 P2
D21 51,500 51,489 2652,41 3275,21 23,991 D21
D22 58,000 57,997 2659,80 3279,14 24,455 D22
D23 25,700 25,697 2634,38 3252,61 24,815 D23
D24 15,000 14,999 2635,00 3241,90 25,061 D24
D25 37,000 37,000 2610,95 3255,38 25,138 D25
D26 48,000 47,999 2596,55 3256,20 24,987 D26
1,32
P2 D27 10,700 10,700 2624,06 3224,95 25,570 D27
D28 24,300 24,300 2611,51 3234,55 25,600 D28
D29 32,000 32,000 2602,64 3224,87 25,823 D29
D30 23,000 22,996 2615,01 3214,83 25,495 D30
D31 37,900 37,894 2662,95 3252,03 24,792 D31
D32 42,8 42,7974 2676,42 3217,92 25,743 D32
∑
(Sumber : Hasil Analisis Kelompok C4, 2025)
Tabel 6.2 Data Hasil Pengamatan Pengukuran Titik Detail Titik P3
Nomor Tinggi Jarak
X Y Z Titik
STA Target Alat (m) Optis Datar
2618,40 3260,35 25,085 P3
D33 8,700 8,700 0,122 8,699 -1,347 D33
D34 19,200 19,200 -15,108 11,849 -1,451 D34
D35 17,800 17,800 15,944 -7,914 -1,398 D35
D36 1,800 1,800 0,412 1,752 -1,407 D36
D37 19,200 19,200 -17,235 8,460 -1,528 D37
1,31
P3 D38 26,700 26,700 -26,612 2,159 -1,547 D38
D39 36,500 36,500 -36,495 -0,577 -1,744 D39
D40 29,800 29,799 -26,937 -12,744 -1,724 D40
D41 33,000 32,999 -24,741 -21,837 -1,658 D41
D42 35,300 35,300 -24,772 -25,148 -1,284 D42
∑
(Sumber : Hasil Analisis Kelompok C4, 2025)
Setelah dilakukan praktikum pengukuran titik detail, diperoleh data pada Tabel 6.1,
Tabel 6.2, dan Tabel 6.3 berupa koordinat dari titik X, titik Y, dan elevasi tanah (Z)
yang dilampirkan pada tabel diatas. Data – data koordinat titik X, titik Y dan elevasi
yang sudah diperoleh ini dapat digunakan sebagai titik-titik acuan untuk
menggambarkan detail situasi daerah yang telah dilakukan pengukuran. Namun,
dalam pelaksanaan praktikum ini terjadi beberapa kesalahan teknis, seperti kurang
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH
12
KELOMPOK C4, 2025
BAB 6 PENGUKURAN TITIK DETAIL ( THEODOLITE )
presisinya posisi alat theodolite dan ketidaktepatan pembacaan rambu ukur. Hal ini
menyababkan kualitas output data yang dihasilkan menjadi kurang optimal.
Kesalahan tersebut berdampak pada akurasi perhitungan jarak, koordinat, serta
elevasi titik detail.
6.7.2 Saran
Setelah dilakukannya praktikum, adapun saran dari kegiatan praktikum
menggunakan alat theodolite sebagai berikut:
a. Pembacaan alat sebaiknya dilakukan dengan hati - hati karena akan
berpengaruh pada data yang didapa.
b. Pemasangan Theodolite harus sentris karena akan berpengaruh
pada bacaan benang.
c. Pastikan membaca rambu ukur dengan teliti dan akurat.
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH
13
KELOMPOK C4, 2025
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON - SURVEYING - INVESTIGASI TANAH - HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jenderal Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 085885837417
LAMPIRAN PENGUKURAN TITIK DETAIL
(THEODOLITE)
Tabel 6.4 Data Pengamatan Pengukuran Titik Detail Pada P1
Nomor Tinggi Benang Sudut Jarak
Sudut Sudut Beda D Sin D Cos
Horizontal Vertikal Azimuth X Y Z Titik
STA Target Alat (m) BA BT BB Horizontal Vertikal Optis Datar Tinggi (m) (Azimuth) (Azimuth)
∘ ' " ∘ ' "
2572,000 3248,000 26,000 P1
D1 2,01 1,883 1,755 7 57 12 90 10 0 7,953 90,167 7,953 25,500 25,500 -0,567 3,528 25,255 2575,528 3273,255 25,433 D1
D2 3,925 3,318 2,71 91 43 34 89 49 59 91,726 89,833 91,726 121,500 121,499 -1,573 121,444 -3,660 2693,444 3244,340 24,427 D2
D3 1,76 1,571 1,382 127 34 14 89 45 59 127,571 89,766 127,571 37,800 37,799 -0,027 29,960 -23,048 2601,960 3224,952 25,973 D3
D4 2,162 2,094 2,025 272 20 12 89 49 59 272,337 89,833 272,337 13,700 13,700 -0,664 -13,688 0,559 2558,312 3248,559 25,336 D4
D5 1,662 1,420 1,178 326 39 12 89 40 59 326,653 89,683 326,653 48,400 48,399 0,238 -26,605 40,430 2545,395 3288,430 26,238 D5
D6 1,66 1,461 1,262 3 55 34 89 49 59 3,926 89,833 3,926 39,800 39,800 0,045 2,725 39,706 2574,725 3287,706 26,045 D6
D7 1,7 1,455 1,21 4 21 2 89 56 59 4,351 89,950 4,351 49,000 49,000 -0,022 3,717 48,859 2575,717 3296,859 25,978 D7
D8 2,205 2,130 2,055 278 0 51 89 10 57 278,014 89,183 278,014 15,000 14,997 -0,526 -14,850 2,091 2557,150 3250,091 25,474 D8
D9 2,51 2,295 2,08 291 7 1 89 4 57 291,117 89,083 291,117 43,000 42,989 -0,217 -40,102 15,488 2531,898 3263,488 25,783 D9
D10 1,21 1,075 0,94 225 44 18 89 11 57 225,738 89,199 225,738 27,000 26,995 0,692 -19,333 -18,841 2552,667 3229,159 26,692 D10
1,390
P1 D11 1,315 1,238 1,16 199 41 0 89 50 57 199,683 89,849 199,683 15,500 15,500 0,193 -5,221 -14,594 2566,779 3233,406 26,193 D11
D12 1,185 1,024 0,862 207 33 19 89 42 57 207,555 89,716 207,555 32,300 32,299 0,527 -14,942 -28,635 2557,058 3219,365 26,527 D12
D13 1,562 1,371 1,18 185 22 25 90 1 0 185,374 90,017 185,374 38,200 38,200 0,008 -3,577 -38,032 2568,423 3209,968 26,008 D13
D14 2,29 1,655 1,02 181 17 28 90 3 0 181,291 90,050 181,291 127,000 127,000 -0,376 -2,862 -126,968 2569,138 3121,032 25,624 D14
D15 1,442 1,271 1,1 187 28 11 89 57 59 187,470 89,966 187,470 34,200 34,200 0,139 -4,446 -33,910 2567,554 3214,090 26,139 D15
D16 1,49 1,355 1,22 189 55 30 90 3 0 189,925 90,050 189,925 27,000 27,000 0,011 -4,654 -26,596 2567,346 3221,404 26,011 D16
D17 1,95 1,865 1,78 90 42 42 89 43 58 90,712 89,733 90,712 17,000 17,000 -0,396 16,998 -0,211 2588,998 3247,789 25,604 D17
D18 2,08 1,931 1,782 79 18 42 89 36 59 79,312 89,616 79,312 29,800 29,799 -0,341 29,282 5,527 2601,282 3253,527 25,659 D18
D19 2,208 2,064 1,92 63 46 49 90 14 1 63,780 90,234 63,780 28,800 28,800 -0,791 25,836 12,724 2597,836 3260,724 25,209 D19
D20 2,08 1,915 1,75 52 1 33 90 2 2 52,026 90,034 52,026 33,000 33,000 -0,545 26,014 20,305 2598,014 3268,305 25,455 D20
∑
(Sumber : Hasil Analisis Kelompok C4, 2025)
Mengetahui
Asisten Laboratorium
Aisyah Agustin Purnomo
3336220086
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON - SURVEYING - INVESTIGASI TANAH - HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jenderal Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 085885837417
LAMPIRAN PENGUKURAN TITIK DETAIL
(THEODOLITE)
Tabel 6.5 Data Pengamatan Pengukuran Titik Detail Pada P2
Nomor Tinggi Benang Sudut Jarak
Sudut Sudut Beda D Sin D Cos
Horizontal Vertikal Azimuth X Y Z Titik
STA Target Alat (m) BA BT BB Horizontal Vertikal Optis Datar Tinggi (m) (Azimuth) (Azimuth)
∘ ' " ∘ ' "
45,667 334,213 2634,578 3226,909 25,323 P2
D21 2,16 1,903 1,645 91 42 39 90 50 1 91,711 90,834 380,257 51,500 51,489 -1,332 17,827 48,304 2652,405 3275,213 23,991 D21
D22 2,09 1,800 1,51 97 13 48 90 23 1 97,230 90,384 385,776 58,000 57,997 -0,868 25,221 52,227 2659,799 3279,136 24,455 D22
D23 1,695 1,567 1,438 71 0 28 90 35 2 71,008 90,584 359,554 25,700 25,697 -0,508 -0,200 25,697 2634,378 3252,606 24,815 D23
D24 1,565 1,490 1,415 73 4 35 90 21 2 73,076 90,351 361,623 15,000 14,999 -0,262 0,425 14,993 2635,003 3241,902 25,061 D24
D25 1,69 1,505 1,32 31 45 54 90 0 2 31,765 90,001 320,311 37,000 37,000 -0,185 -23,629 28,472 2610,949 3255,381 25,138 D25
D26 1,7 1,460 1,22 19 3 56 90 14 1 19,066 90,234 307,612 48,000 47,999 -0,336 -38,023 29,294 2596,555 3256,203 24,987 D26
1,32
P2 D27 1,105 1,052 0,998 330 52 57 90 7 1 330,883 90,117 619,429 10,700 10,700 0,247 -10,518 -1,963 2624,060 3224,946 25,570 D27
D28 1,065 0,944 0,822 359 46 9 90 14 1 359,769 90,234 648,315 24,300 24,300 0,277 -23,069 7,636 2611,509 3234,545 25,600 D28
D29 0,98 0,820 0,66 337 48 19 90 0 1 337,805 90,000 626,351 32,000 32,000 0,500 -31,935 -2,036 2602,643 3224,873 25,823 D29
D30 0,962 0,847 0,732 309 46 24 90 45 0 309,773 90,750 598,320 23,000 22,996 0,172 -19,569 -12,077 2615,009 3214,832 25,495 D30
D31 1,567 1,378 1,188 119 55 40 90 43 0 119,928 90,717 408,474 37,900 37,894 -0,531 28,370 25,122 2662,948 3252,031 24,792 D31
D32 1,45 1,236 1,022 173 35 6 89 32 59 173,585 89,5497 462,131 42,8 42,7974 0,420 41,842 -8,994 2676,420 3217,915 25,743 D32
∑
(Sumber : Hasil Analisis Kelompok C4, 2025)
Mengetahui
Asisten Laboratorium
Aisyah Agustin Purnomo
3336220086
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON - SURVEYING - INVESTIGASI TANAH - HIDROLIKA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jenderal Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 085885837417
LAMPIRAN PENGUKURAN TITIK DETAIL
(THEODOLITE)
Tabel 6.6 Data Pengamatan Pengukuran Titik Detail Pada P3
Nomor Tinggi Benang Sudut Jarak
Sudut Sudut Beda D Sin D Cos
Horizontal Vertikal Azimuth X Y Z Titik
STA Target Alat (m) BA BT BB Horizontal Vertikal Optis Datar Tinggi (m) (Azimuth) (Azimuth)
∘ ' " ∘ ' "
100,96667 255,178519 2618,399 3260,349 25,085 P3
D33 1,342 1,299 1,255 0 48 1 90 19 0 0,800 90,317 155,012 8,700 8,700 -0,037 3,675 -7,885 2622,074 3252,464 25,048 D33
D34 1,502 1,406 1,31 308 6 27 90 8 0 308,108 90,133 462,319 19,200 19,200 -0,131 18,758 -4,096 2637,157 3256,253 24,954 D34
D35 1,42 1,331 1,242 116 23 54 90 13 0 116,398 90,217 270,610 17,800 17,800 -0,078 -17,799 0,190 2600,600 3260,539 25,007 D35
D36 1,408 1,399 1,39 13 13 52 90 15 0 13,231 90,250 167,443 1,800 1,800 -0,087 0,391 -1,757 2618,790 3258,592 24,998 D36
D37 1,585 1,489 1,393 296 8 43 90 7 0 296,145 90,117 450,357 19,200 19,200 -0,208 19,200 -0,120 2637,599 3260,229 24,877 D37
1,31
P3 D38 1,642 1,509 1,375 274 38 21 90 5 0 274,639 90,083 428,851 26,700 26,700 -0,227 24,902 9,633 2643,301 3269,982 24,858 D38
D39 1,81 1,628 1,445 269 5 39 90 11 0 269,094 90,183 423,306 36,500 36,500 -0,424 32,609 16,397 2651,008 3276,746 24,661 D39
D40 1,743 1,594 1,445 244 40 50 90 15 0 244,681 90,250 398,892 29,800 29,799 -0,404 18,710 23,194 2637,109 3283,543 24,681 D40
D41 1,66 1,495 1,33 228 34 5 90 17 0 228,568 90,283 382,780 33,000 32,999 -0,338 12,777 30,425 2631,176 3290,774 24,747 D41
D42 1,348 1,172 0,995 224 34 6 90 11 0 224,568 90,183 378,780 35,300 35,300 0,036 11,364 33,420 2629,763 3293,769 25,121 D42
∑
(Sumber : Hasil Analisis Kelompok C4, 2025)
Mengetahui
Asisten Laboratorium
Aisyah Agustin Purnomo
3336220086
LABORATORIUM JURUSAN TEKNIK SIPIL
BAHAN & BETON - SURVEYING - INVESTIGASI TANAH - HIDROLIKA FAKULTAS
TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl. Jenderal Sudirman KM.3 Cilegon Tlp. 085885837417