Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA)
Volume 4, Nomor 1, Juni, 2023
eISSN: 2746-2137
pISSN: 2746-5330
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Labuhanbatu
Analisis Pengelolaan Keuangan Desa Berdasarkan Permendagri No. 20 Tahun 2018
Dalam Upaya Optimalisasi Dana Desa (Studi Kasus Pada Desa Pantis Kecamatan
Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara)
1
Desi Katriana Panjaitan, 2Mustapa Khamal Rokan, 3Laylan Syafina
1,3
Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri
Sumatera Utara Medan
2
Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri
Sumatera Utara Medan
Email : 1desicatrina@[Link], 2mustafarokan@[Link], 3laylansyafina@[Link]
Corresponding Mail Author: desicatrina@[Link]
Abstract : This study analyzes village financial management with laws and regulations that regulate
it. This research was conducted in Pantis Village, Pahae Julu District, North Tapanuli Regency. This
study aims to determine and analyze the suitability of village financial management and the principles
of financial management in Pantis Village, Pahae Julu District, North Tapanuli Regency with
Permendagri no. 20 of 2018. This type of research is a case study with a qualitative descriptive analysis
approach. Data is generated by distributing questionnaires, interviews, and documentation. The object
of this research is village financial management in Pantis Village. The results of this study indicate that
the financial management of Pantis village, starting from planning to village financial accountability
and the principles of village financial management in Pantis Village, are in accordance with
Permendagri no. 20 of 2018, but from the results of the questionnaire that researchers have distributed,
there are still some people who are still dissatisfied, especially with the performance of village officials
who are considered to be less transparent in managing village finances. To overcome these problems,
village leaders and officials should be more transparent and more open about managing village finances.
Keywords: Financial Management, Principle, Village Finance.
I. Pendahuluan
Dana desa merupakan dana yang berasal dari APBN yang diperuntukkan untuk
desa yang disalurkan dengan APBD yang didistribusikan untuk mendanai semua
aktivitas kepemerintahan, aktivitas pembangunan serta pembinaan masyarakat desa.
Dana desa berbeda dengan alokasi dana desa perbedaannya adalah pada asal dana
tersebut. Peningkatan ekonomi desa merupakan tujuan utama dari dana desa. Dengan
memanfaatkanserta mengalokasikan dana secara benar dan [Link] dana desa,
desa juga punya hasil pendapatan lain antara lain hasil usaha masyarakat desa, hasil
kerja dan swadaya masyarakat, gotong royong serta pajak dan bantuan dana dari
pemerintah daerah. Masih banyak desa miskin karena penggunaan dana desa tidak
tepat sasaran dan terfokus pada produk desa yang berkualitas. Sebagian besar dana
desa justru “beroperasi” diluar desa. Agar dana desa berdampak luas terhadap
peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, perlu segera dilakukan pembenahan.
1200 | P a g e
Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA)
Volume 4, Nomor 1, Juni, 2023
eISSN: 2746-2137
pISSN: 2746-5330
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Labuhanbatu
Tidak memenuhi syarat tersebut. Masalah utamanya adalah kesediaan tenaga kerja.
Masih banyak desa yang belum bisa menyusun peraturan desa (pendes) tentang
APBDesa desa untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Oleh karena
itu, kehadiran mediator desa sangatpenting.
Mengingat pentingnya pengelolaan kekayaan desa,maka pihak pemerintahan
desa harus mengatur kekayaan desa secara baik dan tepat sasaran danas pekekonomi
harus dikelola agar pemanfaatan kekayaan desa dapat mencapai kesejahteraan ekonomi
masyarakat [Link] keuangan bertujuan untuk menyajikan berita yang
berhubungan dengan keuangan, sistem kerja dan letak keuangan suatu instansi yang
berguna bagi semua pihak yng membutuhkan informasi keuangan. Laporan keuangan
yang telah selesai dibuat akuntan pada umumnya selalu berpedoman pada siklus
akuntansi yaitu transaksi, dokumen dasar, jurnal, akun, posting, buku besar sebagai
sebuah tahapan-tahapan yang mesti diikuti oleh akuntan dalam menyelesaikan laporan
[Link] Nomor 20 tahun 2018 adalah peraturan menteri mengenai revisi
pengelolaan keuangan yang dulunya ditetapkan di dalam peraturan no.113 tahun 2014.
Defenisi keuangan desa menurut permendagri 113/2014 ialah semua tugas dan
kewenangan yang dapat disetrakan dengan uang maupun semua yang berkaitan dengan
uang dan barang yang memiliki hubungan dengan tugas dan kewenangan desa.
II. Landasan Teori
Pengertian Desa
Desa merupakan sekumpulan penduduk yang taat akan hukum yang berlaku
dan mempunyai wilayah dan memiliki hak dalam mengelola dan mengatur semua hal
yang berhubungan dengan pemerintahan desa, kebutuhan masyarakat serta hak
individu lainnya yang dapat diterima oleh pemerintahan [Link] merupakan
sekumpulan masyarakat yang taat akan hukum yang memiliki struktur asli mengenai
asal usul setiap orang yang bersifat khusus. Sumber pemikiran tentang Pemerintah
Desa adalah keberagaman, kerjasama, aturan sendiri, demokrasi dan pemeberdayaan
masyarakat.
Sesuai perintah Permendagri nomor 113 tahun 2014 yakni : Desa merupakan
sekelompok masyarakat yang taat hukum yang mimiliki wilayah tertentu dan tempati
oleh banyak keluarga dengan otonomi (dipimpin oleh kepala desa), atau desa adalah
kumpulan tempat tinggal yang terletak diluar kota ataupun kesatuan. Permendagri
nomor 20 tahun 2018 mengenai perubahan pengelolaan dana desa. Keuangan desa
berdasarkan Permendagri nomor 20 tahun 2018 adalah semua tugas dan wewenang
yang bisa diukur sesuai dengan uang dan semua bentuk uang maupun barang yang
berkaitan dengan penyelenggaraan tugas dan wewenang desa.
Berdasarkan UU no. 6 Tahun 2014, Desa merupakan tradisi, atau desa juga bisa
disebut sebagai sekumpulan orang yang taat akan hukum dan memiliki wilayah
tertentu serta memiliki tugas dan kewajiban untuk mengeola serta mengatur semua
urusan pemerintahan dan keperuan masyarakat. Di kelolanya desa berdasarkan UU
no.32 tahun 2004 mengenai pemerintahan daerah, menunjukkan keinginan politik
pemerintahan desa dalam upaya untuk membuat desa sebagai media pembangunan.
Berdasarkan tipologinya desa bisa dikelompokkan ke dalam 3 bagian yakni :
1201 | P a g e
Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA)
Volume 4, Nomor 1, Juni, 2023
eISSN: 2746-2137
pISSN: 2746-5330
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Labuhanbatu
1. Desa tertinggal atau sangat tertinggal, yang menunjukkan hal mengenai alat
pendukung pemerintahan dalam memenuhi kebutuhan dan jalan hidup
masyarakat desa.
2. Desa berkembang, yang menunjukkan hal mengenai pelayanan publik dan
pendidikan dasar maupun kesehatan.
3. Desa maju atau mandiri, yang menunjukkan hal yang menjadikan kelengkapan
peralatan desa yang berpengaruh terhadap perekonomian desa.
Desa mmemiliki pengertian secara universal yaitu merupakan sebuah ciri yang
memiliki sifat umum, ada disemua tempat diseluruh penjuru bumi, sebagai kelompok
kecil yang berhubungan dengan aspek tertentu sebagai rumah ataupun bergantung
pada hasil pertanian.
Adapun tujuan dibentuknya desa adalah untuk memajukan keahlian
pelaksanaan pemerintah serta memajukan pelayanan kepada penduduk supaya sama
dengan perkembangan sert kemajuan pembangunan. Ada beberapa syarat yang wajib
dipatuhi untuk pembentukan desa agar sama dengan UU nomor 6 tahun 2014 tentang
desa yakni :
1. Batasan umur induk minimal lima tahun dihitung mulai dari awal
pembentukan.
2. Banyak/jumlah penduduk
3. Kawasan kerja yang mempunyai jalan kendaraan ke wilayah sekitar.
4. Sosial budaya yang dapat menciptakan kedamaian hidup bermasyarakat sesuai
dengan adat yang berlaku di desa
5. mempunyai kekayaan yang mencakup sumber daya manusia,sumber daya alam
serta kekayaan ekonomi masyarakat.
6. Ukuran kawasan desa yang telah ditetapkan dalam bentuk peta yang sudah
7. Disah kan pemerintah Kabupaten/kota.
8. Alternatif untuk pemerintahan desa serta pemberdayaan.
9. Adanya dana operasional, sumber penghasilan tetap serta biaya tambahan
lainnya untuk operator pemerintahan desa sesuai dengan peraturan yang
berlaku.
Siklus Pengelolaan Keuangan Desa
Tiap proses pengelolaan keuangan desa mempunyai beragam ketentuan yang
wajib ditetapkan dan dilakukan berdasarkan waktu yang telah ditetapkan. Maka
pemerintahan desa wajib memiliki tatanan lembaga pengelolaan keuangan, susunan
hak dan wewenang serta patokan yang menjadi titik tumpu dalam aktivitas
pengelolaan keuangan desa. Maka untuk melakukan pengeolaan keuangan desa dengan
optimal maka harus di dukung oleh sumber daya yang baikdan bermutu dan susunan
keuangan yang tepat.
Untuk menyusun perencanaan, pengendalian dan juga pengambilan keputusan
menjadi alat untuk melakukan evaluasi atas biaya yang terjadi pada tingkat aktivitas
yang berbeda.
1202 | P a g e
Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA)
Volume 4, Nomor 1, Juni, 2023
eISSN: 2746-2137
pISSN: 2746-5330
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Labuhanbatu
1. Perencanaan
Pemerintahan desa membuat rencana pembangunan desa yang setara dengan
tugasnya dengan menuju kepada rencana pembangunan kabupaten dan kota.
Perencanaan pembangunan desa dibuat untuk memastikan hubungan dan
ketepatan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan.
2. Pelaksanaan
Terdapat prinsip umum yang harus di ikuti dalam pelaksanaan keuangan desa
seperti pemasukan dan pengeluaran desa. Prinsip selanjutnya ialah semuua
pemasukan dan pengeluaran desa dilakukan melalui rekening kas desa.
Pencairan dana harus disetujui oleh kepala desa dn bendahara desa.
3. Penatausahaan Keuangan Desa
Dalam melakukan penatausahaan kepala desa harus terlebih dahulu
menetapkan bendahara desa. Bendahara desa harus melakukan pencatatan
khusus mengenai penatausahaan keuangan. Penetapan bendahara desa wajib
dilaksanakan sebelum dimulainya tahun anggaran baru serta sesuai dengan
keputusan kepala desa. Untuk menerima, menyimpan, menyetorkan,
menatausahakan, membayar, dan mempertanggungjawabkan keuangan desa,
kepala desa menunjuk orang yang mampu menjadi bendahara dalam rangka
pelaksanaan APBDesa.
Bendahara desa harus membuat pencatatan atas semua transaksi yang terjadi
berupa pemasukan maupun pengeluaran. Bendahara desa harus membuat pencatatan
secara teratur dan rapi terhadap transaksi yang terjadi. Penatausahaan keuangan desa
yang dibuat oleh bendahara desa dilaksanakan dengan cara sederhana seperti
pembukuan sebelum menggunakan jurnal akuntansi. Bendahara desa harus bisa
mempertanggungjawabkan catatan uang dengan laporan pertanggungjawaban yang
diberikan tiap bulan kepada kepala desa dan maksimal 10 bulan selanjutnya.
Pelaporan
Menurut standar akuntansi keuangan yang dikeluarkan oleh IAI tujuan lapoan
keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja,
serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah
besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Kerangka Teoritis
Optimalisasi dana desa diberikan pemerintahan kota semakin meningkat dari
waktu ke waktu. Hal ini bertujuan untuk membantu kelancaran pengembangan desa
perbatasan dengan cara swasembada ekonomi berdasarkan empat rancangan :desa
provinsi, pembangunan kawasan tertinggal serta pemukiman kembali. Dari beberapa
teori yang dikemukakan, oleh karena bisa dibuat sebuah bagan konseptual yang
memiliki fungsi untuk pedoman tahapan pikir dan awal penelitian,sebagai berikut :
1203 | P a g e
Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA)
Volume 4, Nomor 1, Juni, 2023
eISSN: 2746-2137
pISSN: 2746-5330
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Labuhanbatu
Gambar 1. Kerangka Teoritis
III. Metode Penelitian
Pendekatan Peneltian
Pendekatan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif karena memiliki
karakteristik sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif. Penelitian yang memiliki
tujuan agar dapat mempelajari peristiwa mengenai apa yang dihadapi subjek penelitian
seperti : tingkah laku, tanggapan, dukungan, perbuatan, dll, secara holistic, serta
dengan usaha yang deskriptif yang berbentuk kata-kata serta kalimat, dalam satu
kontens tertentu yang natural serta dengan mengambil kegunaan dari beragam cara
alami atau disebut sebagai penelitian kualitatif
Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif.
Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu memberi
gambaran dengan tertata berdasarkan fakta maupun karakter objek atau subjek yang
diamati dengan efisien.
Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang dipergunakan dalm penuisan artikel ini ialah Data pokok dan
pendukung.
1. Data Primer
Ialah sumber data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti sedangkan data
pendukung merupakan sumber yang diperoleh peneliti dengan cara tidak
[Link] yang akan menjadi data primer pada penelitian ini ialah
wawancara dengan pimpinan dan juga aparatur desa maupun masyarakat.
2. Data Sekunder
Pada penelitian ini ialah surat bukti, pencatatan atau laporan historis, artikel
atau koran, yang sudah tertata secara sistematis yang telah di publikasikan
ataupun yang belum tentang pengelolaan keuangan desa dalam upaya
optimalisasi dana desa.
1204 | P a g e
Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA)
Volume 4, Nomor 1, Juni, 2023
eISSN: 2746-2137
pISSN: 2746-5330
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Labuhanbatu
3. Sumber Data
Sumber data pada penelitian ini ialah data yang disusun dan berbentuk kata,
kalimat yang mengandung arti. Seperti: hasil wawancara, pemgamatan atau
observasi, faktur, penjualan, semua jenis surat, catatan hasil musyawarah, pesan
singkat, ataupun yang berbentuk catatan kegiatan pada Desa Pantis.
Metode Pengumpulan Data
Pada penelitian ini, peneliti memakai cara mengumpulkan data dengan
melakukan wawancara, observasi serta dokumentasi. Dibawah ini adalah cara agar
memperoleh data primer dan data sekunder.
1. Wawancara
Wawancara adalah jenis cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data yang
sering digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitin ini,
wawancara dilakukan dengan teknik wawancara langsung baik secara
sistematis maupun tidak dengan pemimpin dan perangkat desa dan masyarakat
tentang pengelolaan keungan desa dalam upaya optimalisasi dana desa di desa
Pantis Kecamatan Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara.
2. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan cara pengumpulan data yang tidak langsung diberikan
kepada subjek penelitian, akan tetapi lewat dokumen. Teknik dokumentasi
adalah pendukung atas pemakaian teknik observasi maupun wawancara pada
penelitian [Link] data yang dilaksanakan dengan cara
dokumentasi yang dibantu dari data sekunder yang berkaitan dengan
pengelolaan keuangan desa dalam upaya optimalisasi dana desa di desa Pantis,
Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara.
IV. Hasil Dan Pembahasan
Hasil Penelitian
Dalam hal ini yang akan dibahas disini adalah hasil penelitian yang telah
dilakukan oleh peneliti, dimana hasil penelitian ini adalah pengumpulan data yang
diperoleh peneliti melalui penyebaran angket kepada para responden yang dimana
responden dari angket tersebut terdiri dari perangkat desa, perwakilan BPD,
Perwakilan masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat. Selanjutnya teknik pengambilan
data dilakukan melalui wawancara terhadap informan dengan mewawancarai kepala
desa, sekretaris desa, kaur pemerintahan, dan operator desa, serta melihat dokumen-
dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan desa di desa Pantis Kecamatan
Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara yang kemudian informasi dirangkum dan diolah
kembali.
Penelitian yang dilaksanakan di desa Pantis dimulai pada tanggal 20 Mei 2022
sampai pada tanggal 30 Mei 2022. Dalam proses pengambilan data, hal yang pertama
dilakukan peneliti adalah berkunjung ke kantor kepala desa untuk menjumpai kepala
desa sekaligus menyerahkan surat pengantar izin untuk melakukan riset dan
memperkenalkan diri (jumat, 20 Mei 2022) dengan pengambilan data terdiri dari
penyebaran angket melalui google form ,wawancara dan dokumentasi.
Pengelolaan keuangan desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan,
pelaporan dan pertanggungjawaban dapat diambil kesimpulan.
1205 | P a g e
Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA)
Volume 4, Nomor 1, Juni, 2023
eISSN: 2746-2137
pISSN: 2746-5330
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Labuhanbatu
Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya tentang hasil perbandingan
perencanaan keuangan desa dengan perencanaan keuangan berdasarkan Permendagri
no. 20 Tahun 2018 dapat diketahui bahwa sudah sesuai dan telah menerapkan
perencanaan keuangan berdasarkan Permendagri no.20 Tahun 2018
Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya tentang hasil perbandingan
pelaksanaan keuangan desa dengan pelaksanaan keuangan berdasarkan Permendagri
no. 20 Tahun 2018 dapat diketahui bahwa sudah sesuai dan telah menerapkan
pelaksanaan keuangan berdasarkan Permendagri no.20 Tahun 2018
Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya hasil perbandingan penatausahaan
keuangan desa dengan penatausahaan keuangan berdasarkan Permendagri no. 20
Tahun 2018 dapat diketahui bahwa sudah sesuai dan telah menerapkan pernatausahaan
keuangan berdasarkan Permendagri no.20 Tahun 2018.
Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya pelaporan keuangan desa dengan
pelaporan keuangan berdasarkan Permendagri no. 20 Tahun 2018 dapat diketahui
bahwa sudah sesuai dan telah menerapkan pelaporan keuangan berdasarkan
Permendagri no.20 Tahun 2018 .
Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya hasil perbandingan
pertanggungjawaban keuangan desa dengan pertanggungjawaban keuangan
berdasarkan Permendagri no. 20 Tahun 2018 dapat diketahui bahwa sudah sesuai dan
telah menerapkan pertnggungjawaban keuangan berdasarkan Permendagri no.20
Tahun 2018.
V. Kesimpulan Dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya,pengelolaan keuangan desa Pantis
yaitu sebagai berikut:
1. Proses pelaksanaan pengelolaan keuangan desa dari perencanaan sampai
pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa di desa pantis ini sudah sesuai
dengan Permendagri no. 20 Tahun 2018 yaitu dapat dilihat dari hasil angket
yang telah dibagikan dan juga dari wawancara terhadap beberapa penduduk di
desa Pantis. Dimana hasil dari pernyataan mereka tersebut telah membuktikan
adanya kesesuaian terhadap permendagri no. 20 Tahun 2018 yang mana dari
hasil pernyataan mereka tersebut menyatakan bahwa tingkat pengelolaan
keuangan di desa Pantis sudah dikategorikan tinggi atau baik begitu juga
dengan hasil wawancara yang telah dilaksanakan mengatakan bahwa
pengelolaan keuangan desa Pantis sudah dilaksanakan dengan baik.
2. Pengoptimalan pengelolaan dana desa di desa Pantis sudah baik dan sesuai
dengan perencanaan dibuktikan dengan tanggapan masyarakat dan adanya
pembangunan desa dan menciptakan masyarakat yang produktif hal ini terjadi
karena asas pengelolaan keuangan desa Pantis sudah sesuai dengan asas
transparansi,akuntabel,partisispasi,tertib dan disiplin anggaran serta sesuai
dengan aturan yang telah ditetapkan berdasarkan Permendagri no.20 Tahun
2018
1206 | P a g e
Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA)
Volume 4, Nomor 1, Juni, 2023
eISSN: 2746-2137
pISSN: 2746-5330
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Labuhanbatu
Saran
Berdasarkan pembahasan dan jawaban dari para responden melalui angket yang
disebarkan oleh peneliti maka peneliti memberikan saran sebagai berikut :
1. Para pemangku kepentingan desa (kepala desa,BPD,Lembaga Desa,Tokoh
Masyarakat) harus aktif dalam memberikan pelatihan-pelatihan dan
pemahaman kepada masyarakat tentang cara pengelolaan keuangan desa yang
baik dan benar agar masyarakat seluruhnya dapat mengetahui dan mengerti
proses pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan di desa dengan baik dan benar.
2. Sebaiknya diperjelas lagi tugas-tugas setiap perangkat desa, agar setiap
perangkat desa bekerja sesuai tugasnya masing-masing.
3. Sebaiknya perangkat desa lebih transparan dan juga lebih terbuka tentang
pengelolaan keuangan desa,karena dari jawaban angket masih ada responden
atau masyarakat yang masih kurang puas terhadap kinerja dan transparansi
perangkat desa mengenai pengelolaan dana desa.
VI. Daftar Pustaka
Al-Qur’an dan Terjemahannya. (Jakarta: Departemen Agama RI, 2005)
Alfurkaniati,[Link] Akuntansi 1 Edisi [Link]:PENERBIT
MADENATERA
Andri soemitra.2009. Bank dan Lembaga Keuangan [Link] :PRENADAMEDIA
GROUP.
Ariko, H. (2014). ANALISIS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA PETALABUMI
KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU (Doctoral
dissertation, Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).
Aryani, D., & Werastuti, D. N. S. (2020). Pengaruh Kompetensi Aparatur Pemerintah
Desa, Efektivitas Kinerja Pendamping Lokal Desa Dan Keterlibatan Masyarakat
Terhadap Pengoptimalan Pengelolaan Dana Desa. JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Akuntansi) Undiksha, 11(2), 178-190.
Ayustia, R., & Situmorang, D. M. (2020). Optimalisasi Dana Desa di Daerah
Perbatasan. Management and Sustainable Development Journal, 2(1), 1-14.
Barti, H. H., & Priyadi, M. P. (2020). OPTIMALISASI PENGGUNAAN DANA DESA
TERHADAP PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA. Jurnal Ilmu dan
Riset Akuntansi (JIRA), 9(8).
Dewanti, E. D. W. (2015). Analisis Perencanaan Pengelolaan Keuangan Desa Di Desa
Boreng (Studi Kasus pada Desa Boreng Kecamatan Lumajang Kabupaten
Lumajang).
DEWI, L. R. (2020). STRATEGI PENGOPTIMALAN ALOKASI DANA DESA
SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA
SUMBEREJO KECAMATAN DURENAN KABUPATEN TRENGGALEK.
Dinayandra, T. 2017. Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di
Desa Sekunyit Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur. Institut Agama Islam Negeri
Bengkulu
Edy Supriadi, Pertanggungjawaban Kepala Desa Dalam Pengelolaan Keuangan Desa Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, jurnal, 2015
1207 | P a g e
Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA)
Volume 4, Nomor 1, Juni, 2023
eISSN: 2746-2137
pISSN: 2746-5330
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Labuhanbatu
Ghofar Shidiq, Teori Maqashid Al-Syari’ah Dalam Hukum Islam, Jurnal Vol. XLIV No. 118,
2009
Gulo, E., Arfianti, D., & Pane, Y. (2020). Analisis Pengelolaan Keuangan Desa. Jurnal
Akuntansi Bisnis Eka Prasetya (Eka Prasetya Journal of Accounting Studies), 6(1), 1-14.
Hamdani, I. (2018). Analisis Pengelolaan Keuangan Desa: Studi Kasus di Desa Sukanagara
Kecamatan Cisompet Kabupaten Garut (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung
Djati Bandung).
Hendra Harmain, Pengantar Akuntansi 1 (Medan:Madenatera,2017)h. .23
Ibnu Hajar, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan, (Jakarta:Raja
Grafindo Persada, 1996), h. 62.
Kamilah dkk.2018. Akuntansi Biaya (Medan:Madenatera,2018),h.53
Mamuaya, J. V., Sabijono, H., & Gamaliel, H. (2017). Analisis Pengelolaan Keuangan
Desa Berdasarkan Permendagri No. 113 Tahun 2014 (Studi Kasus di Desa Adow
Kecamatan Pinolosian Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan). Jurnal
EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 5(2).
Marshallino Jordy Wantah, Analisis Penerapan PSAK No.1 Dalam Penyusunan Laporan
Keuangan Sebagai Bentuk Pelaporan Keuangan di Perum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo,
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, Volume 15 No. 04 Tahun 2015,H.75
Pardede, Tiffani Monalisa 2018. Efektifitas Audit Internal Pada PT. (Persero) Pelabuhan
Indonesia I Medan. Program Studi Akuntansi Keuangan Publik Jurusan
Akuntansi Politeknik Negeri Medan. Medan.
Riyani, N., & Sumardjoko, B. (2016). Analisis Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus di Desa
Singopuran Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016) (Doctoral
dissertation, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA).
Rizki, Y. (2021). Analisis pengelolaan keuangan di Desa Tumpang berdasarkan Permendagri Nomor
20 Tahun 2018 (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik
Ibrahim).
Rokan, Mustafa Kamal (2015) Hukum ekonomi adat di Sumatera Utara. Manhaji dan
Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara, Medan. ISBN 978-602-
72997-8-8
Sasongko, R. W. (2019). Kebijakan Alokasi Dana Desa (Add) Dalam Rangka
Mengoptimalkan Pembangunan Desa. VISIONER: Jurnal Pemerintahan Daerah di
Indonesia, 11(4), 455-462.
Suparno [Link], .Pembangunan Desa, (Jakarta: Erlangga,2001)
Sugiyono, Metode penelitian Kuantitatif,Kualitatif,dan R&D, (Bandung: Alfabeta,2016)h.117.
Syawaluddin. Panjaitan,wawancara, Desa Pantis, Selasa,14 Desember 2021
Tarigan, Azhari Akmal(2019) Pengantar Teologi Ekonomi. FEBI UIN-SU Press,Medan.
ISBN 978-602-7266-95-7
Tim Fokusmedia, Undang-Undang Desa dan Peraturan Pelaksanaannya, (Bandung: Fokus
Media, 2014),h.3
Widjaja, HAW. 2003. Otonomi desa Merupakan otonomi Asli Bulat dan Utuh, Jakarta: Pt. Raja
Grafindo, persada.
1208 | P a g e
Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (EBMA)
Volume 4, Nomor 1, Juni, 2023
eISSN: 2746-2137
pISSN: 2746-5330
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Labuhanbatu
ZALUKHU, O. (2020). ANALISIS MUSYAWARAH PEMBANGUNAN DESA
UNTUK MENGOPTIMALKAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DALAM
PEMBANGUNAN INFRANSTRUKTUR DESA (Studi Pada Desa Orahili
Kecamatan Namehalu Esiwa Kabupaten Nias Utara).
1209 | P a g e