PT.
HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA
PT. HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu aspek penting dalam opera-
sional perusahaan untuk melindungi tenaga kerja, aset perusahaan, lingkungan kerja, serta men-
jaga kelangsungan proses produksi. Tingginya potensi bahaya di lingkungan industri manufaktur
seperti bahaya mekanik, listrik, kebakaran, bahan kimia, ergonomi, dan perilaku tidak aman dapat
menyebabkan kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja apabila tidak dikendalikan dengan
baik.
Dalam rangka menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, nyaman, dan efisien, perusahaan
wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai Peratu-
ran Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3.
Program K3 disusun sebagai bentuk upaya pencegahan kecelakaan kerja, pengendalian risiko,
peningkatan budaya keselamatan kerja, serta pemenuhan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
1.2 Dasar Hukum
Program K3 ini mengacu pada:
a. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
b. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
c. PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3
d. Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja
e. Permenaker No. 8 Tahun 2010 tentang APD
f. Permenaker No. 186 Tahun 1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran
g. ISO 45001:2018 Sistem Manajemen K3
1.3 Tujuan Program
Tujuan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah menciptakan sistem kerja
yang aman, sehat, efisien, dan produktif melalui pengendalian potensi bahaya kerja, pencegahan
kecelakaan kerja, serta peningkatan kesadaran budaya keselamatan kerja di lingkungan
perusahaan. Secara rinci, tujuan program K3 meliputi:
1. Melindungi tenaga kerja dari risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK)
yang dapat timbul akibat proses kerja, penggunaan mesin, bahan kimia, listrik, kebakaran,
maupun lingkungan kerja.
2. Menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, nyaman, dan bebas dari potensi bahaya se-
hingga pekerja dapat bekerja dengan optimal.
3. Mengurangi angka kecelakaan kerja, insiden kerja, near miss, unsafe action, dan unsafe
condition melalui penerapan sistem pengendalian risiko yang efektif.
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA
PT. HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
4. Menjamin seluruh pekerja memahami dan mematuhi prosedur keselamatan kerja, instruksi
kerja, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar perusahaan.
5. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi pekerja di bidang K3 melalui
pelatihan, sosialisasi, safety induction, dan simulasi keadaan darurat.
6. Meningkatkan kesadaran serta membangun budaya K3 (safety culture) agar seluruh
pekerja memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri, rekan kerja, perusahaan,
dan lingkungan sekitar.
7. Mengendalikan potensi bahaya dan risiko kerja melalui kegiatan identifikasi bahaya, peni-
laian risiko, dan pengendalian risiko (HIRADC/JSA).
8. Menjamin kesiapan perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat seperti kebakaran,
ledakan, tumpahan bahan kimia, gempa bumi, maupun keadaan darurat lainnya.
9. Menjaga kesehatan pekerja melalui program pemeriksaan kesehatan kerja, pengendalian
faktor bahaya lingkungan kerja, serta pemantauan kesehatan berkala.
10. Melindungi aset perusahaan, mesin, peralatan, material, dan lingkungan kerja dari
kerusakan atau kerugian akibat kecelakaan kerja maupun keadaan darurat.
11. Memastikan seluruh aktivitas perusahaan telah sesuai dengan peraturan perundang-undan-
gan K3 yang berlaku, termasuk penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3).
12. Mendukung terciptanya produktivitas kerja yang optimal melalui kondisi kerja yang aman,
sehat, dan kondusif.
13. Mengurangi kerugian perusahaan akibat kecelakaan kerja seperti:
- Biaya pengobatan
- Kerusakan alat
- Kehilangan jam kerja
- Penurunan produktivitas
- Klaim asuransi
- Gangguan operasional
14. Meningkatkan citra dan reputasi perusahaan sebagai perusahaan yang peduli terhadap ke-
selamatan dan kesehatan kerja.
15. Menciptakan hubungan kerja yang harmonis antara manajemen dan pekerja melalui keter-
libatan aktif seluruh pihak dalam penerapan program K3.
16. Mendukung penerapan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam sistem
manajemen K3 perusahaan sesuai prinsip SMK3 dan ISO 45001.
17. Mewujudkan target perusahaan seperti:
- Zero Accident
- Zero Fatality
- Zero Occupational Disease
- Kepatuhan APD 100%
- Peningkatan budaya keselamatan kerja
18. Menjamin seluruh kontraktor, vendor, tamu, dan pihak eksternal yang berada di area pe-
rusahaan mematuhi standar keselamatan kerja perusahaan.
19. Meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap aktivitas kerja berisiko tinggi seperti:
- Hot work
- Working at height
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA
PT. HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
- Confined space
- Electrical work
- Lifting operation
20. Menjadikan K3 sebagai bagian dari budaya kerja dan tanggung jawab seluruh pekerja
dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.
1.4 Sasaran Program K3
Sasaran Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah target atau hasil yang ingin
dicapai perusahaan dalam penerapan program K3 untuk menciptakan tempat kerja yang aman,
sehat, dan produktif. Sasaran program K3 meliputi:
a) Mencapai Zero Accident
Perusahaan menargetkan tidak terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan cedera
ringan, cedera berat, maupun kematian selama aktivitas operasional berlangsung.
Bentuk Pencapaian
- Tidak ada lost time injury
- Tidak ada fatality
- Menurunnya angka kecelakaan kerja
Upaya yang Dilakukan
- Safety induction
- Pengawasan kerja
- Inspeksi rutin
- Penggunaan APD
- Pelatihan K3
b) Mengurangi Unsafe Action dan Unsafe Condition
Perusahaan menargetkan penurunan tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman
yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja.
Contoh Unsafe Action
- Tidak memakai APD
- Bekerja tidak sesuai SOP
- Bergurau saat bekerja
Contoh Unsafe Condition
- Kabel berserakan
- Kebocoran oli & Jalur evakuasi terhalang
Bentuk Pencapaian
- Penurunan temuan unsafe action
- Penurunan temuan unsafe condition
- Peningkatan kepatuhan pekerja
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA
PT. HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
c) Meningkatkan Kepatuhan Penggunaan APD
Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan APD sesuai risiko pekerjaan.
Sasaran
- Kepatuhan penggunaan APD mencapai 100%
- Tidak ada pekerja memasuki area kerja tanpa APD
Upaya
- Inspeksi APD harian
- Sosialisasi APD
- Pemberian sanksi pelanggaran
d) Menurunkan Angka Penyakit Akibat Kerja (PAK)
Perusahaan menargetkan pengurangan penyakit akibat paparan kerja seperti
kebisingan, debu, bahan kimia, ergonomi, dan getaran.
Bentuk Pencapaian
- Tidak ada pekerja terkena PAK
- Hasil MCU dalam batas normal
- Pengendalian lingkungan kerja berjalan baik
Upaya
- Pemeriksaan kesehatan berkala
- Pengukuran lingkungan kerja
- Penggunaan APD
- Pengendalian sumber bahaya
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA
PT. HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
e) Meningkatkan Kompetensi Pekerja di Bidang K3
Seluruh pekerja harus memahami prosedur keselamatan kerja sesuai jenis pekerjaannya.
Sasaran
- Seluruh pekerja mengikuti training K3
- Operator memiliki sertifikasi sesuai bidang kerja
Upaya
- Pelatihan K3 berkala
- Safety talk
- Simulasi emergency
- Sertifikasi operator
f) Meningkatkan Kesadaran dan Budaya K3
Membangun perilaku kerja aman agar K3 menjadi budaya kerja perusahaan.
Bentuk Pencapaian
- Pekerja aktif melaporkan bahaya
- Pekerja saling mengingatkan penggunaan APD
- Meningkatnya partisipasi program K3
Upaya
- Kampanye K3
- Safety briefing
- Bulan K3 Nasional
- Reward pekerja teladan K3
g) Menjamin Kepatuhan terhadap Peraturan K3
Perusahaan harus memenuhi seluruh peraturan dan standar K3 yang berlaku.
Sasaran
- Tidak ada pelanggaran regulasi K3
- Lulus audit SMK3
- Seluruh izin dan sertifikasi K3 lengkap
Upaya
- Audit internal
- Evaluasi regulasi
- Pemenuhan dokumen K3
- Pemeriksaan berkala
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA
PT. HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
h) Meningkatkan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat
Perusahaan harus siap menghadapi kondisi darurat seperti kebakaran, gempa bumi,
ledakan, dan tumpahan bahan kimia.
Sasaran
- Seluruh pekerja memahami prosedur evakuasi
- Tim emergency siap bertugas
- Sarana emergency berfungsi baik
Upaya
- Simulasi keadaan darurat
- Pemeriksaan APAR dan hydrant
- Pelatihan fire fighting
i) Menjaga Keamanan Aset dan Lingkungan Kerja
Program K3 bertujuan melindungi mesin, peralatan, material, dan lingkungan kerja dari
kerusakan akibat kecelakaan.
Sasaran
- Tidak terjadi kerusakan besar akibat kecelakaan
- Area kerja tetap aman dan tertata
Upaya
- Preventive maintenance
- Housekeeping 5R
- Inspeksi peralatan
j) Meningkatkan Produktivitas Kerja
Lingkungan kerja yang aman dan sehat dapat meningkatkan kenyamanan dan
produktivitas pekerja.
Sasaran
- Menurunnya kehilangan jam kerja
- Produksi berjalan lancar
- Efisiensi kerja meningkat
Upaya
- Pengendalian risiko kerja
- Pengurangan kecelakaan
- Peningkatan kondisi lingkungan kerja
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA
PT. HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
1.5 Ruang Lingkup
Program K3 berlaku untuk:
- Seluruh pekerja perusahaan
- Kontraktor
- Vendor
- Tamu perusahaan
- Seluruh area kerja perusahaan
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA
PT. HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
BAB II
IDENTITAS PERUSAHAAN
2.1 Identitas Perusahaan
Nama : PT. HLJ Indonesia Industrial
Bidang : Bergerak di bidang usaha yang mengkhususkan diri dalam
memproduksi dan memasok produk berbahan dasar kelapa
berkualitas tinggi.
Alamat : Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai,
Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Jumlah Karyawan : 400 Orang
Jam Kerja : a. Karyawan Kantor
Mulai Kerja : (08:00-16:00)- Istirahat (12:00-13:00)
b. Karyawan Produksi
Shift 1 : (08:00-16:00)- Istirahat (12:00-13:00)
(10:00-18:00)- Istirahat (13:00-14:00)
Shift 2 : (16:00-24:00)- Istirahat (19:00-20:00)
(20:00-04:00)- Istirahat (23:00-24:30)
Shift 3 : (24:00-08:00)- Istirahat (04:00-05:00)
Penanggung Jawab : Oktavianus Simarmata
2.2 Struktur Pembentukan Panitia P2K3
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA
PT. HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
BAB III
PROGRAM K3 PERUSAHAAN
3.1 Program Safety Induction
Safety induction adalah program pengenalan dasar K3 kepada pekerja baru, kontraktor, vendor,
maupun tamu sebelum memasuki area kerja.
a. Tujuan
Memberikan pemahaman dasar K3 kepada pekerja baru, tamu, dan kontraktor sebelum
memasuki area kerja.
b. Maksud Program
Agar seluruh orang yang masuk ke area perusahaan memahami:
- Potensi bahaya kerja
- Jalur evakuasi
- Penggunaan APD
- Titik kumpul darurat
- Prosedur keadaan darurat
- Kebijakan K3 perusahaan
c. Pelaksanaan
- Dilakukan sebelum bekerja
- Menggunakan video, presentasi, dan simulasi lapangan
- Durasi ±1–2 jam
- Dilaksanakan oleh Departemen HSE
- Wajib diikuti seluruh pekerja baru dan tamu
d. Anggaran Hitungan 1 Tahun
Kebutuhan Biaya Keterangan
Banner & Rambu Rp. 1.500.000 Banner & Rambu K3
Konsumsi Pelatihan Rp. 2.000.000 Air Mineral
Modul Induction & Form Rp. 1.000.000
Media Training Rp. 1.000.000
Total Rp. 5.500.000
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA
PT. HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
3.2 Program Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD)
APD adalah alat yang digunakan pekerja untuk melindungi diri dari potensi bahaya kerja.
a. Tujuan
Melindungi pekerja dari cedera dan penyakit akibat kerja.
b. Maksud Program
Menjamin seluruh pekerja menggunakan APD sesuai risiko kerja.
c. Pelaksanaan
- Pembagian APD setiap Tahun
- Inspeksi penggunaan APD harian
- Penggantian APD Rusak
d. Ruang Lingkup
1. Pelindung Kepala
Hairnet/penutup kepala food grade
Safety helmet bila terdapat aktivitas loading/unloading atau area
utilitas.
2. Pelindung Mata dan Wajah
Safety goggles
Face shield untuk area panas/pembersihan
3. Masker Medis/ Masker food grade
4. Sarung Tangan
Cut resistant gloves : Pemarutan/Pisau
Food grade gloves : Produksi
Heat resistant gloves : Area Panas
5. Pelindung Pendengaran
Earplug (Area penggunaan : Mesin parut, grinder, mesin press)
Earmuff (Area penggunaan : Mesin parut, grinder, mesin press)
Jika kebisingan > 85 dBA sesuai ketentuan Kementerian Ketenagakerjaan
Republik Indonesia maka wajib digunakan.
6. Pelindung Badan / Pakaian Kerja
Seragam kerja lengan panjang.
Apron waterproof.
Celemek food grade.
7. Sepatu Safety
Sepatu boot karet food grade.
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA
PT. HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
Tahapan Produksi APD Wajib
Pemecahan kelapa Helm, sarung tangan, safety shoes
Pemarutan Hairnet, masker, goggles, earplug, safety
shoes
Penghalusan/grinder Masker, earplug, goggles
Pemerasan santan Sarung tangan food grade, apron
Pemanasan/pasteurisasi Face shield, heat gloves, apron
Cleaning sanitasi Chemical gloves, goggles, boots
Pengemasan Hairnet, masker, sarung tangan food grade
e. Anggaran
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA
PT. HLJ INDONESIA INDUSTRIAL
3.3 Program Inspeksi K3
a. Tujuan
Mengidentifikasi kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman.
b. Maksud Program
Mencegah kecelakaan kerja melalui inspeksi rutin.
c. Pelaksanaan
Inspeksi mingguan (diluar jadwal setiap hari yang sudah ditentukan)
Checklist area produksi
Pemeriksaan APAR, hydrant, mesin, listrik
Pelaporan temuan dan tindak lanjut
Jl. Ahmad Yani LK III Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, INDONESIA