Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Volume 6 Nomor 6, Desember 2024
e-ISSN 2715-6885; p-ISSN 2714-9757
[Link]
ANALISIS FAKTOR -FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN
LUKA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS UPDATE: SYSTEMATIC
LITERATURE REVIEW
Leticia Freitas Babo1, Abdul Muhith 2, Chilyatiz Zahro2, Siti Nur Hasina2
1
Program Studi Magister Terapan Keperawatam, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Nahdlatul
Ulama Surabaya, Jl. Raya Jemursari No.57, Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur 60237 , Indonesia
2
Nursing Department – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Jl. Raya Jemursari No.57, Jemur Wonosari,
Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur 60237, Indonesia
ABSTRAK
Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik, dimana pankreas tidak menghasilkan cukup
insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efisien yang
berlangsung lama. Hormon yang mengontrol gula dalam darah adalah insulin. Aktivitas fisik,
olahraga, perawatan kaki, menderita diabetes melitus yang lama, usia, dan riwayat luka adalah
faktor risiko luka pada penderita diabetes melitus. Tujuan sistematic literature review ini yaitu
untuk menganalisis faktor -faktor yang berhubungan dengan kejadian luka pada penderita
diabetes mellitus. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan database
jurnal dari Sage journals, Science Direct, Google Scholar dalam rentang 2020-2024 dengan kata
kunci “Diabetes, faktor resiko terjadinya luka diabetes” dan luka diabetik” didapatkan sebanyak 145
artikel. Pencarian artikel sesuai kriteria dan didapatkan 20 artikel yang siap untuk ditelaah. Artikel-
Artikel tersebut menjelaskan faktor -faktor yang berhubungan dengan kejadian luka pada penderita
diabetes mellitus.
Kata kunci: aktivitas fisik; lama menderita; perawatan kaki
ANALYSIS OF FACTORS RELATED TO THE EVENT OF WOUNDS IN DIABETES
MELLITUS PATIENT
ABSTRACT
Diabetes mellitus is a metabolic disease, where the pancreas does not produce enough insulin or when
the body cannot use the insulin produced efficiently for a long time. The hormone that controls blood
sugar is insulin. Physical activity, exercise, foot care, long-term diabetes mellitus, age, and history of
wounds are risk factors for wounds in diabetes mellitus sufferers. The aim of this systematic literature
review is to analyze the factors associated with the incidence of wounds in diabetes mellitus sufferers.
The method used was a literature review using journal databases from Sage journals, Science Direct,
Google Scholar in the 2020-2024 period with the keywords "Diabetes, risk factors for diabetic wounds"
and diabetic wounds" resulting in 145 articles. Search for articles according to the criteria and obtain
20 articles that are ready to be reviewed. These articles explain the factors associated with the
incidence of wounds in diabetes mellitus sufferers.
Keywords: foot care; long sufferin; physical activity.
PENDAHULUAN
International Diabetes Faderation (IDF) memperkirakan bahwa pada tahun 2021, sekitar 537
juta orang di seluruh dunia akan menderita diabetes. Jika tidak ada perawatan segera, DM
diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 643 juta orang pada tahun 2030 dan 783
juta orang pada tahun 2045. Selain itu, IDF menemukan sepuluh Negara dengan tingkat
kematian tertinggi. Cina, India, dan Pakistan menempati urutan teratas dengan 141 juta, 74
juta, dan 33 juta penderita DM, masing-masing. Indonesia berada di peringkat kelima dari
2889
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 6, Desember 2024
Global Health Science Group
sepuluh negara, dengan 19 juta penderita DM pada tahun 2021 (IDF, 2021). Penanganan
diabetes Juni 2024 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal 852 melitus terdiri dari empat
pilar: pendidikan, terapi nutrisi medis, latihan jasmani, dan intervensi farmakologis.
Pemberian obat antidiabetik adalah pilar farmakologis.
Penyakit DM menyebabkan komplikasi pada berbagai organ tubuh. Komplikasi ini dapat
memengaruhi fungsi organ mata, kulit, otak, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh [Link]
satu komplikasi yang dapat terjadi pada penderita DM adalah munculnya luka DM atau
gangren dan ulkus. Kondisi ini dapat menyebabkan jaringan dan kulit di sekitar luka
membusuk, berbau, dan menghitam. Luka jangka panjang ini disebabkan oleh kerusakan saraf
dan sirkulasi darah yang buruk. Rusaknya saraf ini dapat menyebabkan kaki tidakterasa
sakit, perih, dan nyeri. Akibatnya, orang tidak akan merasakan apa-apa saat kaki
mereka sakit. Selain itu, diabetes dapat menyebabkan pembuluh darah di kaki
menyempit dan mengeras, menghambat dan memperburuk sirkulasi darah tubuh.
Sirkulasi darah yang buruk menyebabkan kaki diabetik tidak dapat melawan infeksi dan
penyembuhan luka (Hidhayah, Kamal, Hidayah, 2021Rasa sakit dan gesekan yang konstan
dapat menyebabkan luka DM. Luka sembuh secara fisiologis, artinya jaringan dan sel kulit
kembali cepat atau lambat. Luka dialami oleh sebagian besar pasien diabetes yang tidak
merawatnya dengan baik dan benar. Oleh karena itu, luka menjadi lebih sulit untuk sembuh
dan berkembang menjadi ulkus, yang berpotensi menyebabkan lebih banyak amputasi dan
bahkan kematian (Hidhayah et al., 2021).
Aktivitas fisik, olahraga, perawatan kaki, jangka waktu diabetes melitus yang lama, usia, dan
riwayat luka adalah faktor risiko luka pada penderita diabetes melitus. Berolahraga atau
melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan sirkulasi darah dan meningkatkan
sensitivitas terhadap insulin, yang pada gilirannya akan meningkatkan kadar glukosa
dalam darah (Hidhayah et al., 2021). Selain itu, individu yang berisiko mengalami luka
harus memahami efek dari perubahan, sehingga mereka harus melakukan perawatan kaki
yang tepat, yang mencakup perawatan kuku dan kulit, serta memantau kaki mereka setiap
hari. Menurut Noor, Suyanto, dan Aini (2022), sakit yang berlangsung lama merupakan
salah satu faktor yang menyebabkan luka diabetes melitus . Tujuan sistematic literature
review ini yaitu untuk menganalisis faktor -faktor yang berhubungan dengan kejadian
luka pada penderita diabetes mellitus
METODE
Pencarian artikel dilakukan pada bulan October 2024 dengan menggunakan database jurnal
dari Science Direct, sage jouranals, dan Google Scholar. Pencarian artikel jurnal dilakukan
secara sistematis dari 4 tahun terakhir yaitu 2020-2024 dengan kata kunci pencarian yaitu
“Diabetes” dan “Faktor Risiko Terjadinya luka Diabetes”. Untuk pencarian yang relevan.
Penilitian akan menyaring artikel secara keseluruan dari referensi yang dipilih tanpa
berkecuali judul dan abstrak, sehingga semakin banyak mendapatkan artikel yang relevan.
Kriteria inklusi: 1)Responden adalah pasien dengan luka diabetes; 2)Intervensi berfokus pada
faktor yang berhubungan dengan kejadian luka pada penderita diabetes; 3)Seleksi artikel tidak
membatasi pada metodologi, populasi dan hasil. Sedangkan kriteria eksklusi: 1)Penelitian
yang tidak berkaitan dengan faktor yang berhubungan dengan kejadian luka pada penderita
diabetes; 2)Penelitian yang tidak dilakukan pada pasien denga luka diabetes; 3)Penelitian
yang tidak dipublikasikan seperti karya ilmiah akhir (skripsi, thesis dan disertasi), abstrak,
konferensi dan laporan kasus. Artikel yang telah didapatkan dari database akan dilakukan
penilaianan dengan menggunakan metode DSVIA yang sesuai dengan kriteria inklusi dan
2890
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 6, Desember 2024
Global Health Science Group
eksklusi, yang berisi tentang 1) judul artikel, 2) penulis dan tahun publikasi artikel, 3)
Metodologi penelitian (populasi, sampel, intervensi dan analisis). Hasil penelitian.
HASIL
Pencarian artikel penelitian internasional didapatkan dari Science Direct, Google Schoolar dan
Sage journal. Dari hasil pencarian diidentifikasi lanjut sesuai dengan kriteria inklusi dan
eksklusi maka diperoleh 20 artikel.
Gambar 1. Bagan Pencarian Artikel
PEMBAHASAN
Hasil penelitan 20 jurnal yang ditelaah terbukti bahwa aktivitas fisik, olahraga, perawatan
kaki, menderita diabetes melitus yang lama, usia, dan riwayat luka adalah faktor risiko
luka pada penderita diabetes melitus. Penyakit DM menyebabkan komplikasi pada
berbagai organ tubuh. Komplikasi ini dapat memengaruhi fungsi organ mata, kulit, otak,
ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh [Link] satu komplikasi yang dapat terjadi pada
penderita DM adalah munculnya luka DM atau gangren dan ulkus. Kondisi ini dapat
menyebabkan jaringan dan kulit di sekitar luka membusuk, berbau, dan menghitam. Luka
jangka panjang ini disebabkan oleh kerusakan saraf dan sirkulasi darah yang buruk.
Rusaknya saraf ini dapat menyebabkan kaki tidakterasa sakit, perih, dan nyeri.
Akibatnya, orang tidak akan merasakan apa-apa saat kaki mereka sakit. Selain itu,
diabetes dapat menyebabkan pembuluh darah di kaki menyempit dan mengeras,
menghambat dan memperburuk sirkulasi darah tubuh. Sirkulasi darah yang buruk
menyebabkan kaki diabetik tidak dapat melawan infeksi dan penyembuhan luka (Hidhayah,
Kamal, Hidayah, 2021).
2891
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 6, Desember 2024
Global Health Science Group
SIMPULAN
Sistematic Literature Review ini menunjukan bahwa bahwa aktivitas fisik, olahraga,
perawatan kaki, menderita diabetes melitus yang lama, usia, dan riwayat luka adalah
faktor risiko luka pada penderita diabetes melitus.
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, A., Merdekawati, D., & Aminah, S. (2020). Faktor resiko kaki diabetik pada diabetes
mellitus tipe 2. Riset Informasi Kesehatan, 9(1),
[Link]://[Link]/10.30644/rik.v9i1.391
Ayu, A. P., Wijayanti, I. G. A. S. P. W., & Mas’adah. (2024). Pengaruh Training Foot Care
Terhadap Kejadian Ulkus Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus. Indonesian
Health Issue, 3(1), 44–[Link]://[Link]/10.47134/inhis.v3i1.59
Bachri, Y. B., Prima, R., & Putri, S. A. (2022). Faktor-Faktor Resiko Yang Berhubungan
Dengan Kejadian UlkusKaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rsud Prof. Dr.
[Link], Sm Batusangkar Tahun 2022. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(1), 4739–4750.
Barbieri, B., Silva, A., Morari, J., Zanchetta, F. C., Oliveira, B., Trott, A., Araújo, E. P.,
Paula, G., de Oliveira, B. G. R. B., Pires, B. M. F. B., & Lima, M. H. M. (2024).
Wound fluid sampling methods and analysis of cytokine mRNA expression in ulcers
from patients with diabetes mellitus. Regenerative Therapy, 26, 425–431.
[Link]
Belakang, A. L. (2023). Analisis Faktor-Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian
Ulkus Diabetikum pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUP Dr. Sardjito Ilda
Yatul Hayani, Aviria Ermamilia, [Link]., Dietisien., [Link]; Martalena Br. Purba, MCN,
Ph.D;Prof. Dr. Susetyowati,.
Budiman, R. A., Nasir, P., Putra, F. M., & Rajab, R. (2024). Faktor Risiko Terjadinya Ulkus
Diabetik di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar Tahun 2020-2022. Jurnal
Pendidikan Tambusai, 8(1), 10970–10975.
[Link]
Dharmawati, A. P. (2019). Gambaran Perilaku Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus
Tipe 2 Di RS Tingkat III Baladhika Husada Jember. Digital Repository Universitas
Jember.
Efendi, P., Heryati, K., & Buston, E. (2020). Faktor Yang Mempengaruhi Lama
Penyembuhan Ganggren Pasien Diabetes Mellitus Di Klinik Alfacare. MNJ (Mahakam
Nursing Journal), 2(7), 286. [Link]
Enikmawati, A., Fernanda, P. A., Apriastuti, N. I., & Enawati, S. (2024). Diet Compliance in
Diabetes Mellitus Patients and The Diabetic Ulcer Wound Healing Process. Prosiding
19th Urecol: Seri MIPA Dan Kesehatan, 263–271.
Erna Susilowati, Puguh Santoso, Moh, A. (2019). Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya
Luka Pada Penderita Diabetes Melitus Tinjauan Literatur. Jurnal Penelitian Perawat
Profesional, 3(November), 89–94.
[Link]
Fitriani. (2021). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Ulkus Diabetik Pada Pasien
2892
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 6, Desember 2024
Global Health Science Group
Diabetes Melitus. Fitriani, 5(3), 248–253.
(Hayani & Ermamilia, 2023)Hayani, I. Y., & Ermamilia, A. (2023). Skripsi Analisis Faktor-
Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Tipe 2 Di Rsup Dr . Sardjito Disusun Oleh :
Ilda Yatul Hayani Fakultas Kedokteran , Kesehatan Masyarakat Dan ii. 1–2.
Hastuti, R. (2018). Faktor Resiko Ulkus Diabetik Pada penderita diabetes militus. Jurnal
Kesehatan, 4, 7516–7529.
Hidayat, R., Hisni, D., & Farikha, I. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan
Penundaan Penyembuhan Luka Pada Pasien Luka Kaki Diabetik Di Wocare Center.
Malahayati Nursing Journal, 4(6), 1451–1460.
Hidhayah, D. A., Kamal, S., & Hidayah, N. (2021). Hubungan lama sakit dengan kejadian
luka pada penderita Diabetes Melitus di Kabupaten Magelang. Borobudur Nursing
Review, 1(1), 1–11.
[Link]
IDF. (2019). “IDF Diabetes Atlas. International”. International Diabetes Federation.
BELGIUM
Irianti, Weni. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Risiko Ulkus Kaki Diabetik
Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit dr. Soebandi Jember. Universitas
Jember
Mamurani, D. A. P., Jamaluddin, M., & Mutmainna, A. (2023). Analisis Faktor Risiko
Terjadinya Luka Kaki Diabetik Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Klinik
Perawatan Luka ETN Centre Dan RSUD Kota Makassar. JIMPK : Jurnal Ilmiah
Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 3, 19–28.
Putra, S., & Susilawati. (2022). Pengaruh Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi di
Indonesia (A: Systematic Review). JurnalPendidikanTambusai, 6, 15794–15798.
Saputra, M. K. F., Masdarwati, M., Lala, N. N., Tondok, S. B., & Pannyiwi, R. (2023).
Analysis of the Occurrence of Diabetic Wounds in People with Diabetes Mellitus.
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 143–149.
[Link]
Sulistiani, I., & Djamaluddin, N. (2024). Analisis Faktor - Faktor Yang Berhubungan dengan
Kejadian Luka pada Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Keperawatan, 16(2), 851–856.
Supardi, E. (2023). Faktor Penyebab Terjadinya Luka Kaki Diabetes Mellitus Di Klinik
Perawatan Luka Makassar. Garuda Pelamonia, 5(2).
[Link]
Trisnawati. (2019). Factors Related To the Occurrence of Diabetic Ulcuses in Patients With
Diabetes Melitus. Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences, 4(2), 85–94.
Utami Cahyaningtyas, & Rini Werdiningsih. (2022). Analisis Faktor Lama Penyembuhan
Kaki Diabetes/Ulkus Diabetikum Pada Pasien Dm Tipe 2. Jurnal Media Administrasi,
7(1), 28–39. [Link]
WHO. (2019).Classification of Diabetes Mellitus 2019. Classification of diabetes Melitus.
2893
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 6 No 6, Desember 2024
Global Health Science Group
[Link]
2894