Batch 2
Batch 2
2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap
penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A
untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B
Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta
dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa dalam
aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan Pengembangan
proyek.
6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang
direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Muhammad Falah Alfarizqi
2. Tempat/Tgl Lahir : Cimahi, 15 Maret 2020
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Anak ke :3
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Kp. Sayuran 06/07 Cijerah,
Bandung Kulon, Kota Bandung
Anak menunjukkan sikap santun dan penuh hormat kepada guru dalam setiap kegiatan
pembelajaran maupun interaksi sehari-hari. Dalam hubungan sosial dengan teman sebaya, anak
tampak memiliki rasa kasih sayang, kepedulian, serta mampu membangun interaksi yang
harmonis. Dari aspek nilai agama dan budi pekerti, anak mampu memahami serta mengingat
materi pembelajaran yang diberikan, seperti doa-doa harian dan surat-surat pendek, sehingga
terlihat adanya pembiasaan perilaku religius dalam aktivitas hariannya. Namun demikian, dalam
pelaksanaan kegiatan keagamaan secara bersama, anak masih mengalami kesulitan dalam menjaga
fokus. Anak sering kali asyik bermain atau berbincang saat doa bersama, sehingga kurang
Di samping itu, anak memiliki keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai
kegiatan kelas. Anak menunjukkan kemauan untuk terlibat, meskipun masih memerlukan
dukungan dalam meningkatkan kepercayaan diri agar lebih yakin terhadap kemampuan yang
dimiliki. Penguatan positif dan pendampingan yang konsisten diharapkan dapat membantu anak
Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek nilai
agama, budi pekerti, interaksi sosial, serta keberanian untuk tampil. Dengan pendampingan
berkelanjutan, khususnya dalam melatih fokus, disiplin mengikuti kegiatan keagamaan, dan
meningkatkan rasa percaya diri, anak berpotensi mencapai perkembangan yang lebih matang dan
Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang baik dalam mengikuti berbagai
kegiatan di sekolah. Anak tampak aktif dan antusias dalam mencoba hal-hal baru, baik dalam
mengungkapkan pendapat dan perasaannya dengan cukup baik serta menunjukkan rasa ingin
tahu yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Dalam pelaksanaan pembelajaran, anak telah
mampu mengikuti kegiatan secara mandiri dan memahami arahan yang diberikan. Namun
demikian, dalam proses pengerjaan tugas, anak cenderung lebih banyak berbincang terlebih
dahulu sebelum menyelesaikannya, sehingga waktu penyelesaian tugas sering kali lebih
lama dibandingkan dengan teman-temannya. Oleh karena itu, anak masih memerlukan
pembelajaran.
kepercayaan diri, kemandirian, dan partisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Anak mampu
mengikuti pembelajaran secara mandiri serta aktif dalam mengekspresikan pendapat dan
rasa ingin tahunya. Namun, anak masih memerlukan pembiasaan dalam menjaga fokus dan
mengatur waktu saat mengerjakan tugas agar dapat menyelesaikan kegiatan belajar dengan
lebih efektif..
manajemen waktu melalui pemberian arahan yang jelas, pembiasaan aturan selama kegiatan
belajar, serta penguatan positif saat anak mampu menyelesaikan tugas tepat waktu. Guru
juga dapat memberikan batasan waktu yang terukur, variasi metode pembelajaran, serta
pendampingan secara bertahap agar anak terbiasa bekerja lebih fokus tanpa mengurangi
Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak
tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,
mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif
membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat
menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar
mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.
Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan
dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.
Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat
STEAM yang terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif
dan motorik sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh
konkret, serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi
tantangan. Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian
kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat
menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui
bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi
bersama.
1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah
belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar
menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang
sehat.
2. Berkebinekaan Global
Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara
rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap
3. Kolaborasi
Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.
Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling
mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja
4. Kemandirian
kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak
dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan
Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu
menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan
gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau
6. Kreatifitas
Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat
dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna
7. Komunikasi
Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan
Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter
gigi.
8. Kesehatan
makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan
CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. Bangun pagi ✔️
2. Beribadah ✔️
3. Berolahraga ✔️
5. Gemar membaca ✔️
6. Bermasyarakat ✔️
7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang
DOKUMENTASI G7KAIH
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM
CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. MEMAHAMI ✔️
2. MENGAPLIKASI ✔️
3. MEREFLEKSI ✔️
PRESENSI KEHADIRAN
1. Sakit
2. Izin
Mengetahui,
Kepala Satuan Pendidikan
2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap
penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A
untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B
Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta
dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa
dalam aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan
Pengembangan proyek.
6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang
direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan
Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Muhammad Gavin Zulkarnain
2. Tempat/Tgl Lahir : Cimahi, 19 Februari 2020
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Anak ke :1
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Blok Sindang Sari Barat VI 02/027
Melong, Cimahi Selatan, Kota Cimahi
Anak menunjukkan sikap santun dan penuh hormat kepada guru dalam setiap kegiatan
pembelajaran maupun interaksi sehari-hari. Dalam hubungan sosial dengan teman sebaya, anak
tampak memiliki rasa kasih sayang, kepedulian, serta mampu membangun interaksi yang
harmonis. Dari aspek nilai agama dan budi pekerti, anak mampu memahami serta mengingat
materi pembelajaran yang diberikan, seperti doa-doa harian dan surat-surat pendek, sehingga
terlihat adanya pembiasaan perilaku religius dalam aktivitas hariannya. Namun demikian, dalam
pelaksanaan kegiatan keagamaan secara bersama, anak masih mengalami kesulitan dalam menjaga
fokus. Anak sering kali asyik bermain atau berbincang saat doa bersama, sehingga kurang
Di samping itu, anak memiliki keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai
kegiatan kelas. Anak menunjukkan kemauan untuk terlibat, meskipun masih memerlukan
dukungan dalam meningkatkan kepercayaan diri agar lebih yakin terhadap kemampuan yang
dimiliki. Penguatan positif dan pendampingan yang konsisten diharapkan dapat membantu anak
Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek nilai
agama, budi pekerti, interaksi sosial, serta keberanian untuk tampil. Dengan pendampingan
berkelanjutan, khususnya dalam melatih fokus, disiplin mengikuti kegiatan keagamaan, dan
meningkatkan rasa percaya diri, anak berpotensi mencapai perkembangan yang lebih matang dan
Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang baik dalam mengikuti berbagai
kegiatan di sekolah. Anak tampak aktif dan antusias dalam mencoba hal-hal baru, baik dalam
mengungkapkan pendapat dan perasaannya dengan cukup baik serta menunjukkan rasa ingin
tahu yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Dalam pelaksanaan pembelajaran, anak telah
mampu mengikuti kegiatan secara mandiri dan memahami arahan yang diberikan. Namun
demikian, dalam proses pengerjaan tugas, anak cenderung lebih banyak berbincang terlebih
dahulu sebelum menyelesaikannya, sehingga waktu penyelesaian tugas sering kali lebih
lama dibandingkan dengan teman-temannya. Oleh karena itu, anak masih memerlukan
pembelajaran.
kepercayaan diri, kemandirian, dan partisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Anak mampu
mengikuti pembelajaran secara mandiri serta aktif dalam mengekspresikan pendapat dan
rasa ingin tahunya. Namun, anak masih memerlukan pembiasaan dalam menjaga fokus dan
mengatur waktu saat mengerjakan tugas agar dapat menyelesaikan kegiatan belajar dengan
lebih efektif.
manajemen waktu melalui pemberian arahan yang jelas, pembiasaan aturan selama kegiatan
belajar, serta penguatan positif saat anak mampu menyelesaikan tugas tepat waktu. Guru
juga dapat memberikan batasan waktu yang terukur, variasi metode pembelajaran, serta
pendampingan secara bertahap agar anak terbiasa bekerja lebih fokus tanpa mengurangi
Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak
tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,
mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif
membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat
menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar
mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.
Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan
dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.
Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat
yang terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif dan
motorik sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh
konkret, serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi
tantangan. Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian
kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat
menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui
bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi
bersama.
1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah
belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai
belajar menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh
yang sehat.
2. Berkebinekaan Global
Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara
kebersihan diri di rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu
menjaga gigi agar tetap sehat, meskipun memiliki kebiasaan yang berbeda-beda.
3. Kolaborasi
Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi
bersama. Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan
saling mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan
4. Kemandirian
kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak
dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan
Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu
menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat
6. Kreatifitas
Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat
dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna
7. Komunikasi
bahasa Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke
dokter gigi.
8. Kesehatan
kegiatan makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri
CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. Bangun pagi ✔️
2. Beribadah ✔️
3. Berolahraga ✔️
5. Gemar membaca ✔️
6. Bermasyarakat ✔️
7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang
DOKUMENTASI G7KAIH
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM
CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. MEMAHAMI ✔️
2. MENGAPLIKASI ✔️
3. MEREFLEKSI ✔️
PRESENSI KEHADIRAN
1. Sakit
2. Izin
Mengetahui,
Kepala Satuan Pendidikan
2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk
setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik),
penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A
untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B
Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta
dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa
dalam aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan
Pengembangan proyek.
6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang
direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan
Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Maleeka Azzahra Denila
2. Tempat/Tgl Lahir : Bandung, 13 Juni 2020
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Anak ke :2
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Jl. Holis Gg. Bapa Suti No. 44/81, 03/03 Cibuntu,
Bandung Kulon, Kota Bandung
Anak menunjukkan sikap santun dan penuh hormat kepada guru dalam setiap
dengan teman sebaya, anak memperlihatkan rasa kasih sayang, kepedulian, serta
kemampuan membangun interaksi yang harmonis. Dari aspek nilai agama dan budi
pekerti, anak mampu memahami serta mengingat materi pembelajaran yang diberikan,
seperti doa-doa harian dan surat-surat pendek, sehingga tampak adanya pembiasaan
perilaku religius yang diterapkan secara konsisten dalam aktivitas hariannya. Anak juga
menunjukkan keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kelas,
meskipun pada beberapa kesempatan masih terlihat ragu dan membutuhkan dorongan
nilai agama, budi pekerti, interaksi sosial, serta keberanian untuk tampil. Anak memiliki
potensi yang positif untuk berkembang lebih optimal apabila mendapatkan pendampingan
yang berkesinambungan.
positif atas setiap usaha yang dilakukan, serta pembiasaan mengekspresikan pendapat dan
perasaan dengan cara yang tepat. Selain itu, guru dapat memberikan keteladanan,
pembiasaan disiplin, dan kegiatan keagamaan yang konsisten agar nilai-nilai agama dan
budi pekerti semakin tertanam dalam perilaku sehari-hari. Dengan pendampingan yang
terarah dan berkelanjutan, diharapkan anak mampu berkembang secara lebih matang dan
Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang cukup baik dalam mengikuti
berbagai kegiatan di sekolah. Anak tampak aktif dan antusias dalam mencoba hal-hal baru,
baik dalam kegiatan bermain maupun pembelajaran bersama teman sebaya. Anak mampu
mengungkapkan pendapat dan perasaannya serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi
mengikuti kegiatan dengan baik dan memahami arahan yang diberikan. Namun demikian,
pada situasi tertentu anak masih menunjukkan sikap sangat pemalu, khususnya ketika
diminta untuk berdiri atau tampil di depan teman-temannya. Anak tampak ragu dan merasa
Dalam interaksi sosial, anak cenderung bersikap selektif dalam memilih teman. Hal
ini juga terlihat saat kegiatan duduk atau bekerja secara berkelompok, di mana anak dapat
menangis dan menunjukkan penolakan apabila harus bergabung dengan teman yang dirasa
kurang dekat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan regulasi emosi anak masih
belum stabil dan memerlukan pendampingan lebih lanjut agar anak mampu menyesuaikan
diri, mengelola perasaan, serta berinteraksi secara lebih fleksibel dengan lingkungan
sosialnya.
Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang cukup baik dalam aspek
jati diri, khususnya pada kepercayaan diri, partisipasi dalam pembelajaran, dan kemampuan
pembelajaran dengan baik dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi. Namun demikian,
anak masih menghadapi tantangan dalam aspek keberanian tampil di depan umum,
penyesuaian sosial, serta regulasi emosi yang belum stabil, terutama dalam situasi yang
menuntut interaksi dengan teman yang kurang dekat atau ketika menghadapi kekhawatiran
melakukan kesalahan.
kemampuan bersosialisasi anak. Guru perlu memberikan dukungan secara bertahap melalui
kegiatan yang mendorong anak tampil dalam kelompok kecil sebelum ke kelompok yang
lebih besar, serta memberikan penguatan positif atas setiap usaha yang dilakukan anak.
Selain itu, pembiasaan kerja kelompok yang terstruktur dengan pendampingan intensif,
penanaman rasa aman, serta keteladanan dalam menerima perbedaan diharapkan dapat
membantu anak beradaptasi secara lebih fleksibel. Dengan pendampingan yang konsisten
dan berkesinambungan, anak diharapkan mampu mengembangkan jati diri yang lebih
matang, percaya diri, dan stabil secara emosional sesuai dengan tahap perkembangan anak
usia dini.
Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak
tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,
mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif
membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat
menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar
mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.
Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan
dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.
Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat
yang terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif dan
motorik sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh
konkret, serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi
tantangan. Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian
kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat
menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui
bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi
bersama.
1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah
belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar
menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang
sehat.
2. Berkebinekaan Global
Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara
rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap
3. Kolaborasi
Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.
Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling
mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja
4. Kemandirian
kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak
dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan
Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu
menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan
gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau
6. Kreatifitas
Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat
dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna
7. Komunikasi
Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan
Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter
gigi.
8. Kesehatan
makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan
CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. Bangun pagi ✔️
2. Beribadah ✔️
3. Berolahraga ✔️
6. Bermasyarakat ✔️
7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang
DOKUMENTASI G7KAIH
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM
CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. MEMAHAMI ✔️
2. MENGAPLIKASI ✔️
3. MEREFLEKSI ✔️
PRESENSI KEHADIRAN
1. Sakit
2. Izin
Mengetahui,
Kepala Kober Cahaya Hati
2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap
penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A
untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B
Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta
dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa
dalam aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan
Pengembangan proyek.
6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang
direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan
Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Maudy Putri Oktavia
2. Tempat/Tgl Lahir : Cimahi, 29 Oktober 2020
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Anak ke :2
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Jl. Sindang Sari Barat VI No. 18, 02/027
Melong, Cimahi Selatan, Kota Cimahi
Anak menunjukkan sikap santun dan penuh hormat kepada guru dalam setiap kegiatan
pembelajaran maupun interaksi sehari-hari. Dalam hubungan sosial dengan teman sebaya, anak
tampak memiliki rasa kasih sayang, kepedulian, serta mampu membangun interaksi yang
harmonis. Dari aspek nilai agama dan budi pekerti, anak telah mampu memahami dan mengingat
sebagian materi pembelajaran yang diberikan, seperti doa-doa harian dan surat-surat pendek,
sehingga terlihat adanya upaya pembiasaan perilaku religius dalam aktivitas sehari-hari.
Namun demikian, anak masih mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian pada
kegiatan yang tidak melibatkan aktivitas fisik. Pada kegiatan yang menuntut anak untuk duduk
dengan tenang, seperti doa bersama, anak sudah mampu duduk mengikuti kegiatan, tetapi belum
dapat fokus mengikuti bacaan doa yang dilafalkan secara bersama-sama. Hal ini menunjukkan
Di samping itu, anak memiliki keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai
kegiatan kelas. Akan tetapi, anak masih memerlukan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan
diri agar lebih yakin terhadap kemampuan yang dimilikinya. Penguatan ini diharapkan dapat
Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek sikap,
interaksi sosial, serta keberanian untuk berpartisipasi. Dengan pendampingan yang berkelanjutan,
khususnya dalam melatih fokus, konsentrasi, dan kepercayaan diri, anak berpotensi mencapai
perkembangan yang lebih optimal dan seimbang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia
dini.
DOKUMENTASI KEGIATAN
AGAMA DAN BUDI PEKERTI
JATI DIRI
Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang cukup baik dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran. Hal ini terlihat dari kemampuannya menyelesaikan tugas-tugas yang
diberikan secara mandiri tanpa ketergantungan yang berlebihan pada bantuan guru. Anak
juga menunjukkan sikap terbuka terhadap hal-hal baru, memiliki kemauan untuk belajar,
serta menampilkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap lingkungan di sekitarnya, baik
cenderung kurang aktif dalam menyampaikan pendapat, ide, maupun perasaannya. Anak
lebih sering memilih untuk menyendiri dan menjaga jarak dari teman-temannya, sehingga
interaksi sosial yang terjalin masih terbatas. Kondisi ini menunjukkan perlunya
pendampingan dan stimulasi lanjutan agar anak merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam
Dari aspek perkembangan fisik, kemampuan stimulasi sensorik dan motorik anak
telah berkembang dengan cukup matang. Anak mampu melakukan berbagai aktivitas yang
melibatkan koordinasi gerak halus maupun kasar sesuai dengan tahap perkembangannya.
Secara keseluruhan, anak memiliki potensi perkembangan yang baik, dan dengan
komunikasi, diharapkan anak dapat berkembang secara lebih seimbang dan optimal.
Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak
tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,
mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif
membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat
menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar
mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.
Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan
dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.
Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat
STEAM yang terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif
dan motorik sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh
konkret, serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi
tantangan. Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian
kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat
menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui
bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi
bersama.
1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah
belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar
menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang
sehat.
2. Berkebinekaan Global
Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara
rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap
3. Kolaborasi
Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.
Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling
mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja
4. Kemandirian
kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak
dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan
Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu
menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan
gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau
6. Kreatifitas
Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat
dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna
7. Komunikasi
Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan
Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter
gigi.
8. Kesehatan
makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan
CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. Bangun pagi ✔️
2. Beribadah ✔️
3. Berolahraga ✔️
6. Bermasyarakat ✔️
7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang
CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. MEMAHAMI ✔️
2. MENGAPLIKASI ✔️
3. MEREFLEKSI ✔️
PRESENSI KEHADIRAN
1. Sakit
2. Izin
Mengetahui,
Kepala Kober Cahaya Hati
2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap
kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup),
dan D (Kurang).
kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik),
pembelajaran mendalam (Deep Leraning) masih menggunakan sistem penilaian kualitatif untuk
setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik), C
Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta dilengkapi
dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa dalam aspek Nilai
Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan Pengembangan proyek.
6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang direkam
didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Rasyad Abbad Ibrahim Wijayan
2. Tempat/Tgl Lahir : Subang, 5 Maret 2020
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Anak ke :2
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Gg. Manunggal IIC 04/07 Cijerah,
Bandung Kulon, Kota Bandung.
Anak menunjukkan semangat yang sangat baik dalam mengikuti seluruh kegiatan
sekolah. Anak tampak aktif dan memiliki energi yang tinggi dalam berpartisipasi,
khususnya pada kegiatan keagamaan seperti doa sebelum dan sesudah pembelajaran serta
diri. Dalam pelaksanaan kegiatan doa, anak sering kali berteriak dan bersikap usil,
meskipun telah diberikan pengingat secara berulang. Kondisi ini menunjukkan bahwa
anak masih perlu dibantu untuk memahami aturan, tata tertib, serta sikap yang tepat dalam
Dari aspek sikap dan budi pekerti, anak menunjukkan perilaku yang sopan dan
santun kepada guru. Anak selalu berupaya menghormati guru dalam setiap interaksi, baik
melalui sikap, tutur kata, maupun kepatuhan terhadap arahan yang diberikan.
semangat belajar, partisipasi dalam kegiatan sekolah, serta sikap hormat kepada guru.
Anak memiliki antusiasme yang tinggi dan motivasi yang positif dalam mengikuti
perilaku anak. Guru perlu memberikan arahan yang konsisten terkait aturan selama
kegiatan berlangsung, khususnya pada saat doa bersama. Pemberian contoh sikap yang
tepat, penguatan positif ketika anak mampu mengikuti kegiatan dengan tertib, serta
pengingat yang disampaikan secara tenang dan berulang sangat diperlukan. Selain itu,
kegiatan keagamaan dapat dikemas secara bertahap dan diselingi dengan aktivitas yang
sesuai dengan karakter anak yang aktif, sehingga anak tetap antusias namun mampu
diharapkan anak dapat menunjukkan sikap yang lebih tertib, tenang, dan sesuai dengan
DOKUMENTASI KEGIATAN
AGAMA DAN BUDI PEKERTI
JATI DIRI
Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang baik dalam berbagai kegiatan
pembelajaran. Semangatnya untuk tampil dan mengekspresikan bakat yang dimiliki menjadi
salah satu potensi yang patut diapresiasi. Meskipun pada beberapa kesempatan anak tampak
belum sepenuhnya memahami langkah yang harus dilakukan ketika berada di depan teman-
temannya, ia tetap menunjukkan keberanian untuk mencoba hal-hal baru tanpa rasa takut
melakukan kesalahan. Hal ini mencerminkan sikap pantang menyerah serta kemauan yang
memenuhi rasa ingin tahunya. Hal ini menunjukkan bahwa anak sedang membangun jati diri
sebagai individu yang ingin memahami lingkungan sekitarnya secara lebih mendalam. Sikap
menjadi bagian dari perkembangan karakter positif yang terus didukung dalam proses
pembelajaran.
regulasi emosi yang masih sangat kurang. Anak sering mengalami kesulitan dalam
mengendalikan emosi, baik saat menghadapi tantangan, menunggu giliran, maupun ketika
intensif untuk membantu anak mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara
tepat.
terutama dalam hal kepercayaan diri, keberanian bereksplorasi, serta kemauan untuk belajar.
emosi agar anak mampu mengelola perasaan dan perilakunya secara lebih adaptif. Dengan
menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, serta memiliki keseimbangan antara kemampuan
Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak
tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,
mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif
membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat
menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar
mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.
Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan
dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.
Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat
Pendampingan lanjutan dilakukan dengan menyediakan kegiatan literasi dan STEAM yang
terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif dan motorik
sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh konkret,
serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi tantangan.
Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian kesempatan
kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat mendukung
perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pengendalian emosi anak secara
optimal.
DOKUMENTASI DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA
SAINS TEKNOLOGI REKAYASA DAN SENI
DESKRIPSI PENGEMBANGAN PROJEK
(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)
menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui
bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi
bersama.
1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah
belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar
menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang
sehat.
2. Berkebinekaan Global
Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara
rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap
3. Kolaborasi
Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.
Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling
mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja
4. Kemandirian
kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak
dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan
Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu
menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan
gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau
6. Kreatifitas
Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat
dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna
7. Komunikasi
Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan
Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter
gigi.
8. Kesehatan
makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan
CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. Bangun pagi ✔️
2. Beribadah ✔️
3. Berolahraga ✔️
4. Makan sehat dan bergizi ✔️
5. Gemar membaca ✔️
6. Bermasyarakat ✔️
7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang
CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. MEMAHAMI ✔️
2. MENGAPLIKASI ✔️
3. MEREFLEKSI ✔️
2. Berat Badan 19 KG
PRESENSI KEHADIRAN
1. Sakit
2. Izin
Mengetahui,
Kepala Kober Cahaya Hati
2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap
penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A
untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B
Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta
dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa
dalam aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan
Pengembangan proyek.
6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang
direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan
Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Rayyan Hazard Alfarizki
2. Tempat/Tgl Lahir : Cimahi, 19 Mei 2020
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Anak ke :3
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Jl. Sindang Sari Barat No. 7 01/27 Melong,
Cimahi Selatan, Kota Cimahi
Ia tampak aktif dan penuh energi dalam berpartisipasi pada kegiatan keagamaan seperti
berdoa sebelum dan sesudah belajar serta mengikuti kegiatan ibadah bersama. Dalam
keseharian, anak menunjukkan sikap sopan kepada guru, mampu mendengarkan arahan
memahami pembelajaran seperti doa harian dan surat pendek. Anak juga memiliki
keberanian untuk tampil di depan kelas. Dalam aspek budi pekerti, anak masih dalam
merasa marah atau tidak nyaman terhadap kondisi dirinya, anak cenderung menarik diri
dan memilih untuk menyendiri. Ia belum berani menyampaikan perasaannya kepada guru,
dan sehat. Perkembangan ini akan terus kami dukung agar anak mampu membangun
Secara keseluruhan, anak menunjukkan semangat belajar yang tinggi, sikap sopan,
serta kemampuan yang baik dalam mengikuti kegiatan keagamaan dan pembelajaran di
kelas. Anak memiliki keberanian untuk tampil di depan, namun masih memerlukan
anak, khususnya dalam mengenali dan mengelola emosi. Guru memberikan pendekatan
yang hangat dan empatik agar anak merasa aman untuk mengungkapkan perasaannya,
serta melatih anak mengekspresikan emosi secara verbal melalui pertanyaan sederhana,
pemberian kesempatan yang konsisten disertai penguatan positif. Pembiasaan sikap sopan
dan keterlibatan dalam kegiatan keagamaan dipertahankan, serta didukung dengan kerja
sama antara guru dan orang tua agar pendampingan berjalan selaras. Dengan
DOKUMENTASI KEGIATAN
AGAMA DAN BUDI PEKERTI
JATI DIRI
Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang cukup baik dalam berbagai
dimiliki menjadi salah satu potensi yang patut diapresiasi. Namun, pada situasi tertentu anak
masih menunjukkan rasa takut melakukan kesalahan, sehingga sering kali mengurungkan
niat untuk tampil ke depan. Meskipun demikian, ketika mendapatkan dorongan dan
pendampingan, anak tetap berani mencoba hal-hal baru. Sikap ini mencerminkan adanya
kemauan untuk belajar dan berkembang, meskipun masih membutuhkan penguatan rasa
percaya diri.
memenuhi rasa ingin tahunya. Sikap terbuka dan keinginan untuk bereksplorasi menjadi
Di sisi lain, kemampuan regulasi emosi anak masih belum stabil. Anak terkadang
atau situasi yang membuatnya ragu. Meskipun demikian, anak tetap mampu bersikap
kooperatif dan telah menunjukkan kemauan untuk bermain serta berinteraksi bersama
teman-temannya.
Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan jati diri yang positif. Anak
dalam penguatan kepercayaan diri dan pengelolaan emosi, diharapkan anak dapat tampil
Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak
tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,
mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif
membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat
menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar
mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.
Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan
dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.
Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat
Pendampingan lanjutan dilakukan dengan menyediakan kegiatan literasi dan STEAM yang
terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif dan motorik
sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh konkret,
serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi tantangan.
Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian kesempatan
kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat mendukung
perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pengendalian emosi anak secara
optimal.
DOKUMENTASI DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA
SAINS TEKNOLOGI REKAYASA DAN SENI
DESKRIPSI PENGEMBANGAN PROJEK
(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)
menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui
bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi
bersama.
1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah
belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar
menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang
sehat.
2. Berkebinekaan Global
Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara
rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap
3. Kolaborasi
Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.
Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling
mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja
4. Kemandirian
kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak
dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan
Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu
menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan
gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau
6. Kreatifitas
Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat
dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna
7. Komunikasi
Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan
Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter
gigi.
8. Kesehatan
makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan
CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. Bangun pagi ✔️
2. Beribadah ✔️
3. Berolahraga ✔️
4. Makan sehat dan bergizi ✔️
5. Gemar membaca ✔️
6. Bermasyarakat ✔️
7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang
DOKUMENTASI G7KAIH
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM
CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. MEMAHAMI ✔️
2. MENGAPLIKASI ✔️
3. MEREFLEKSI ✔️
PRESENSI KEHADIRAN
1. Sakit …………………………Hari
2. Izin …………………………Hari
Mengetahui,
Kepala Kober Cahaya Hati
2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap
penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A
untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B
Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta
dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa
dalam aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan
Pengembangan proyek.
6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang
direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan
Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Muhammad Zhafran Safaraz
2. Tempat/Tgl Lahir : Bandung, 21 September 2020
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Anak ke :5
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Jl. Cibuntu Timur 05/04 Warung Muncang,
Bandung Kulon, Kota Bandung
Anak berusaha menunjukan sifat sopan dan santun kepada guru dalam setiap kegiatan
pembelajaran. Anak menunjukkan sikap santun dan penuh hormat kepada guru dalam setiap
kegiatan pembelajaran maupun interaksi sehari-hari. Dalam hubungan sosial dengan teman
sebaya, anak tampak memiliki rasa kasih sayang dan kepedulian, serta mampu membangun
interaksi yang cukup harmonis. Dari aspek nilai agama dan budi pekerti, anak telah mampu
mengikuti kegiatan keagamaan dengan baik. Anak dapat membacakan doa-doa harian, hadis,
serta surat-surat pilihan sesuai dengan pembelajaran yang diberikan, sehingga terlihat adanya
perilaku usil dengan mengganggu teman, yang dapat menyebabkan terganggunya kelancaran
kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa anak masih memerlukan pendampingan dalam
pengendalian diri dan pemahaman terhadap aturan serta sikap yang tepat saat mengikuti kegiatan
bersama.
Di samping itu, anak memiliki keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai
kegiatan kelas. Akan tetapi, anak masih memerlukan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan
diri agar lebih yakin terhadap kemampuan yang dimiliki. Penguatan secara konsisten diharapkan
Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek nilai
agama, budi pekerti, interaksi sosial, serta keberanian untuk berpartisipasi. Dengan pendampingan
yang berkelanjutan, khususnya dalam melatih pengendalian diri dan meningkatkan rasa percaya
diri, anak berpotensi mencapai perkembangan yang lebih matang dan seimbang sesuai dengan
Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang sangat baik dalam mengikuti
setiap kegiatan di sekolah. Ia tampak aktif dan bersemangat dalam mencoba berbagai hal
baru, baik dalam kegiatan bermain maupun belajar. Anak berani mengungkapkan pendapat
dan perasaannya, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap lingkungan di
sekitarnya. Sikap ini mencerminkan motivasi belajar yang positif dan kesiapan anak untuk
Namun demikian, kemampuan regulasi emosi anak masih belum stabil. Ketika anak
merasa marah, sedih, atau kesal, ia sering kali belum mampu menerima nasihat secara
langsung. Meskipun demikian, melalui pengarahan yang disampaikan dengan sabar dan
konsisten, anak mulai dapat memahami dan mengikuti arahan guru dengan lebih baik. Hal
Dari aspek perkembangan fisik, kemampuan stimulasi dan motorik anak telah
memahami hal-hal baru dengan relatif cepat, serta mampu menyesuaikan diri dalam berbagai
aktivitas yang melibatkan koordinasi gerak. Secara keseluruhan, anak memiliki potensi
perkembangan yang baik dan dengan pendampingan yang berkelanjutan, khususnya dalam
penguatan regulasi emosi, diharapkan anak dapat berkembang secara optimal dan seimbang
tanpa menghambat kepercayaan diri dan semangat eksplorasi anak. Guru perlu memberikan
pendekatan yang tenang, konsisten, dan empatik saat anak mengalami emosi negatif, serta
membantu anak menamai perasaan yang dirasakannya agar ia belajar mengenali emosinya
sendiri.
seperti menunggu giliran, bernapas perlahan, atau memilih sudut tenang ketika anak mulai
merasa kesal. Penguatan positif perlu diberikan setiap kali anak mampu mengikuti arahan
Selain itu, stimulasi kognitif dan motorik yang sudah baik tetap dipertahankan
melalui aktivitas eksploratif dan pembelajaran aktif agar anak tetap termotivasi. Kolaborasi
dengan orang tua juga diperlukan untuk menerapkan pola pendampingan yang selaras di
rumah dan di sekolah. Dengan pendampingan yang konsisten, anak diharapkan mampu
mengelola emosi dengan lebih baik serta berkembang secara seimbang sesuai tahap
perkembangannya.
Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak
tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,
mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif
membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat
menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar
mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.
Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan
dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.
Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat
STEAM yang terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif
dan motorik sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh
konkret, serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi
tantangan. Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian
kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat
menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui
bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi
bersama.
1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah
belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar
menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang
sehat.
2. Berkebinekaan Global
Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara
rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap
3. Kolaborasi
Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.
Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling
mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja
4. Kemandirian
kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak
dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan
Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu
menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan
gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau
6. Kreatifitas
Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat
dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna
7. Komunikasi
Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan
Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter
gigi.
8. Kesehatan
makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan
CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. Bangun pagi ✔️
2. Beribadah ✔️
3. Berolahraga ✔️
5. Gemar membaca ✔️
6. Bermasyarakat ✔️
7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang
CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. MEMAHAMI ✔️
2. MENGAPLIKASI ✔️
3. MEREFLEKSI ✔️
1. Tinggi Badan CM
2. Berat Badan KG
PRESENSI KEHADIRAN
1. Sakit
2. Izin
Mengetahui,
Kepala Kober Cahaya Hati
2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap
penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A
untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B
Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta
dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa
dalam aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan
Pengembangan proyek.
6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang
direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan
Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Evano Dewangga Apriliansyah Ramadhan
2. Tempat/Tgl Lahir : Kabupaten Cilacap, 13 Oktober 2020
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Anak ke :3
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Jl. Sindang Sari Barat Ruko Baja Blok A,
Melong, Cimahi Selatan, Kota Cimahi
Anak menunjukkan sikap santun dan penuh hormat kepada guru dalam setiap kegiatan
pembelajaran maupun interaksi sehari-hari. Dalam hubungan sosial dengan teman sebaya, anak
tampak memiliki rasa kasih sayang, kepedulian, serta mampu membangun interaksi yang
harmonis. Dari aspek nilai agama dan budi pekerti, anak mulai menunjukkan perkembangan dalam
mengikuti kegiatan keagamaan, khususnya kegiatan berdoa. Anak sudah mampu mengikuti
kegiatan doa bersama meskipun dalam durasi yang belum lama, namun hal tersebut menunjukkan
Di samping itu, anak memiliki keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai
kegiatan kelas. Namun, anak masih memerlukan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan
dirinya agar lebih yakin terhadap kemampuan yang dimiliki. Penguatan ini diharapkan dapat
Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek nilai
agama dan budi pekerti, interaksi sosial, serta keberanian untuk berpartisipasi. Dengan
dan meningkatkan rasa percaya diri, anak berpotensi mencapai perkembangan yang lebih matang
Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang baik dalam mengikuti berbagai
kegiatan di sekolah. Ia tampak aktif dan bersemangat untuk mencoba hal-hal baru, baik
mengungkapkan pendapat dan perasaannya, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi
Anak sudah mampu mengikuti kegiatan belajar dengan duduk di kursi hingga tugas selesai,
Namun demikian, kemampuan regulasi emosi anak masih belum stabil. Anak
terkadang masih menunjukkan respon emosi yang kuat, namun saat ini anak mulai merasa
lebih nyaman dengan teman-temannya sehingga perilaku tantrum tidak lagi muncul secara
terus-menerus. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan dalam aspek sosial-emosional yang
Dari aspek perkembangan fisik, kemampuan stimulasi dan motorik anak masih
belum berkembang secara optimal. Anak masih memerlukan pendampingan dan stimulasi
Secara keseluruhan, anak menunjukkan potensi perkembangan yang baik, dan dengan
Pendampingan lanjutan jati diri anak difokuskan pada penguatan kepercayaan diri,
pendekatan yang hangat dan konsisten agar anak merasa aman mengekspresikan diri, disertai
Interaksi sosial dilatih secara bertahap melalui kegiatan kelompok kecil, serta
didukung dengan stimulasi motorik yang terarah. Dengan pendampingan yang berkelanjutan
dan kerja sama dengan orang tua, diharapkan jati diri anak berkembang secara lebih optimal
dan seimbang.
DOKUMENTASI JATI DIRI
DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA SAINS TEKNOLOGI
REKAYASA DAN SENI
Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak
tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,
mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif
membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat
menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar
mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.
Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan
dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.
Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat
STEAM yang terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif
dan motorik sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh
konkret, serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi
tantangan. Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian
kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat
menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui
bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi
bersama.
1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah
belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar
menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang
sehat.
2. Berkebinekaan Global
Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara
rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap
3. Kolaborasi
Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.
Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling
mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja
4. Kemandirian
kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak
dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan
Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu
menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan
gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau
6. Kreatifitas
Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat
dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna
7. Komunikasi
Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan
Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter
gigi.
8. Kesehatan
makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan
CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. Bangun pagi ✔️
2. Beribadah ✔️
3. Berolahraga ✔️
6. Bermasyarakat ✔️
7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang
DOKUMENTASI G7KAIH
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM
CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN
A B C D
1. MEMAHAMI ✔️
2. MENGAPLIKASI ✔️
3. MEREFLEKSI ✔️
PRESENSI KEHADIRAN
1. Sakit
2. Izin
Mengetahui,
Kepala Kober Cahaya Hati