0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan112 halaman

Batch 2

Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA) untuk Muhammad Falah Alfarizqi di Kober Cahaya Hati mencakup penilaian kualitatif dalam berbagai aspek perkembangan, termasuk agama, budi pekerti, dan literasi. Anak menunjukkan kemajuan baik dalam interaksi sosial dan kegiatan pembelajaran, meskipun masih memerlukan pendampingan untuk meningkatkan fokus dan manajemen waktu. Buku LPPA ini berfungsi sebagai dokumentasi pencapaian kompetensi anak selama tahun ajaran 2025-2026.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan112 halaman

Batch 2

Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA) untuk Muhammad Falah Alfarizqi di Kober Cahaya Hati mencakup penilaian kualitatif dalam berbagai aspek perkembangan, termasuk agama, budi pekerti, dan literasi. Anak menunjukkan kemajuan baik dalam interaksi sosial dan kegiatan pembelajaran, meskipun masih memerlukan pendampingan untuk meningkatkan fokus dan manajemen waktu. Buku LPPA ini berfungsi sebagai dokumentasi pencapaian kompetensi anak selama tahun ajaran 2025-2026.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

*

LAPORAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK


(LPPA)
KOBER CAHAYA HATI

MUHAMMAD FALAH ALFARIZQI


NISN/NIPD : 3203823659

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Tahun ajaran
2025-2026
1. Raport PAUD yang selanjutnya disebut buku Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA)
Kurikulum Merdeka Belajar PAUD dipergunakan selama anak didik mengikuti seluruh program
pembelajaran di Kober Cahaya Hati
2. Apabila anak didik pindah sekolah, buku LPPA dibawa oleh anak didik yang bersangkutan untuk
dipergunakan di sekolah baru sebagai bukti pencapaian kompetensi dengan meninggalkan arsip di
sekolah asal;
3. Apabila buku LPPA hilang, dapat diganti dengan buku LPPA pengganti dan diisi dengan nilai-nilai
yang dikutip dari buku induk sekolah asal anak didik dan disahkan oleh kepala sekolah bersangkutan;
4. Identitas satuan PAUD dan identitas anak didik diisi sesuai dengan data riil lembaga dan data anak
didik bersangkutan;
5. Penilaian perkembangan anak didik dilakukan secara kualitatif selama anak didik mengikuti pendidikan
di Kelompok Bermain berdasarkan catatan anekdot, skala capaian harian, dan catatan hasil karya.
6. Buku LPPA harus dilengkapi pas foto terbaru ukuran 3 x 4 cm, dan pengisiannya dilakukan oleh wali
kelas berkoordinasi dengan guru pendidik, diisi dengan cara memberikan Keterangan Nilai Kualitatif,
dan narasi / uraian / deskripsi pada setiap aspek perkembangan yang berisi catatan penting berkaitan
dengan anak didik.
7. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari–hari dalam kelas yang direkam dalam
catatan hasil belajar harian siswa (Ceklis, Foto Berseri, Hasil Karya, dan Catatan Anekdot).
1. Buku laporan perkembangan ini digunakan selama anak didik mengikuti program Pendidikan

di Kober Cahaya Hati

2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap

kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik), C

(Cukup), dan D (Kurang).

3. Untuk melaporkan perkembangan dalam kegiatan ekstrakulikuler menggunakan sistem

penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A

(Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

4. Untuk melaporkan perkembangan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan implementasi

pembelajaran mendalam (Deep Leraning) masih menggunakan sistem penilaian kualitatif

untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B

(Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

5. Buku laporan perkembangan ini disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka Pendekatan

Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta

dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa dalam

aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan Pengembangan

proyek.

6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang

direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Muhammad Falah Alfarizqi
2. Tempat/Tgl Lahir : Cimahi, 15 Maret 2020
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Anak ke :3
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Kp. Sayuran 06/07 Cijerah,
Bandung Kulon, Kota Bandung

B. DATA ORANG TUA


1. Ayah / Wali
Nama Ayah/Wali : Devi Muhammad Rizal
Pekerjaan/Wali : Karyawan Swasta
2. Ibu/Wali
Nama Ibu/Wali : Lilis Suhartini
Pekerjaan Ibu/Wali : Mengurus Rumah Tangga

Bandung, 19 Desember 2025


Kepala Satuan Pendidikan

Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.


LAPORAN CAPAIAN PEMBELAJARAN ANAK
( LCPA )

Nama Siswa : Muhammad Falah Alfarizqi


Tahun Pelajaran : 2025/2026
Semester : GANJIL
Kelompok/kelas :A
Fase : FONDASI

AGAMA DAN BUDI PEKERTI

Anak menunjukkan sikap santun dan penuh hormat kepada guru dalam setiap kegiatan

pembelajaran maupun interaksi sehari-hari. Dalam hubungan sosial dengan teman sebaya, anak

tampak memiliki rasa kasih sayang, kepedulian, serta mampu membangun interaksi yang

harmonis. Dari aspek nilai agama dan budi pekerti, anak mampu memahami serta mengingat

materi pembelajaran yang diberikan, seperti doa-doa harian dan surat-surat pendek, sehingga

terlihat adanya pembiasaan perilaku religius dalam aktivitas hariannya. Namun demikian, dalam

pelaksanaan kegiatan keagamaan secara bersama, anak masih mengalami kesulitan dalam menjaga

fokus. Anak sering kali asyik bermain atau berbincang saat doa bersama, sehingga kurang

mengikuti kegiatan dengan tertib dan terkadang mengganggu teman di sekitarnya.

Di samping itu, anak memiliki keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai

kegiatan kelas. Anak menunjukkan kemauan untuk terlibat, meskipun masih memerlukan

dukungan dalam meningkatkan kepercayaan diri agar lebih yakin terhadap kemampuan yang

dimiliki. Penguatan positif dan pendampingan yang konsisten diharapkan dapat membantu anak

mengekspresikan potensi dirinya secara lebih optimal.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek nilai

agama, budi pekerti, interaksi sosial, serta keberanian untuk tampil. Dengan pendampingan

berkelanjutan, khususnya dalam melatih fokus, disiplin mengikuti kegiatan keagamaan, dan

meningkatkan rasa percaya diri, anak berpotensi mencapai perkembangan yang lebih matang dan

seimbang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini.


DOKUMENTASI KEGIATAN
AGAMA DAN BUDI PEKERTI
JATI DIRI

Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang baik dalam mengikuti berbagai

kegiatan di sekolah. Anak tampak aktif dan antusias dalam mencoba hal-hal baru, baik dalam

kegiatan bermain maupun pembelajaran bersama teman sebaya. Anak mampu

mengungkapkan pendapat dan perasaannya dengan cukup baik serta menunjukkan rasa ingin

tahu yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Dalam pelaksanaan pembelajaran, anak telah

mampu mengikuti kegiatan secara mandiri dan memahami arahan yang diberikan. Namun

demikian, dalam proses pengerjaan tugas, anak cenderung lebih banyak berbincang terlebih

dahulu sebelum menyelesaikannya, sehingga waktu penyelesaian tugas sering kali lebih

lama dibandingkan dengan teman-temannya. Oleh karena itu, anak masih memerlukan

pendampingan untuk meningkatkan fokus dan pengelolaan waktu selama kegiatan

pembelajaran.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek

kepercayaan diri, kemandirian, dan partisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Anak mampu

mengikuti pembelajaran secara mandiri serta aktif dalam mengekspresikan pendapat dan

rasa ingin tahunya. Namun, anak masih memerlukan pembiasaan dalam menjaga fokus dan

mengatur waktu saat mengerjakan tugas agar dapat menyelesaikan kegiatan belajar dengan

lebih efektif..

Pendampingan selanjutnya difokuskan pada penguatan kemampuan konsentrasi dan

manajemen waktu melalui pemberian arahan yang jelas, pembiasaan aturan selama kegiatan

belajar, serta penguatan positif saat anak mampu menyelesaikan tugas tepat waktu. Guru

juga dapat memberikan batasan waktu yang terukur, variasi metode pembelajaran, serta

pendampingan secara bertahap agar anak terbiasa bekerja lebih fokus tanpa mengurangi

kepercayaan diri dan semangat belajarnya.


DOKUMENTASI JATI DIRI
DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA SAINS TEKNOLOGI
REKAYASA DAN SENI

Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak

tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,

mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif

membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat

menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar

mengajukan pertanyaan dan mencoba berbagai aktivitas, seperti mencampur warna,

mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.

Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan

hubungan sebab–akibat dengan cukup baik.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam pengenalan

dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.

Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat

mengikuti kegiatan pembelajaran secara lebih konsisten dan fokus.

Pendampingan lanjutan dilakukan dengan menyediakan kegiatan literasi dan

STEAM yang terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif

dan motorik sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh

konkret, serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi

tantangan. Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian

kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat

mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pengendalian emosi

anak secara optimal.


DOKUMENTASI DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA
SAINS TEKNOLOGI REKAYASA DAN SENI
DESKRIPSI PENGEMBANGAN PROJEK
(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)

Pada proyek pembelajaran bertema “Menjaga Kebersihan Gigi”, anak

menunjukkan antusiasme dalam mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan

menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui

bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi

bersama.

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

Anak mulai menunjukkan kebiasaan bersyukur atas kesehatan yang diberikan

Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah

belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar

menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang

sehat.

2. Berkebinekaan Global

Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara

dan berpendapat ketika berdiskusi tentang kebiasaan menjaga kebersihan diri di

rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap

sehat, meskipun memiliki kebiasaan yang berbeda-beda.

3. Kolaborasi

Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.

Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling

mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja

sama ini mulai tumbuh dengan baik.

4. Kemandirian

Anak mulai menunjukkan kemandirian dalam melakukan kegiatan menjaga

kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak

dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan

melakukannya dengan percaya diri.


5. Penalaran Kritis

Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu

menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan

gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau

makan permen terus nanti gigi jadi sakit.”

6. Kreatifitas

Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat

dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna

dan menempel gambar dengan rapi sesuai imajinasinya.

7. Komunikasi

Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan

di sekolah maupun di rumah. Anak juga mulai bangga menggunakan bahasa

Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter

gigi.

8. Kesehatan

Anak menunjukkan rasa peduli terhadap teman dan lingkungan dengan

mengingatkan teman untuk tidak membuang sampah sembarangan setelah kegiatan

makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan

lingkungan membantu semua orang menjadi sehat.

DOKUMENTASI PENGEMBANGAN PROJEK


(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)
KEGIATAN 7 KEBIASAAN INDONESIA HEBAT

CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D
1. Bangun pagi ✔️

2. Beribadah ✔️

3. Berolahraga ✔️

4. Makan sehat dan bergizi ✔️

5. Gemar membaca ✔️

6. Bermasyarakat ✔️

7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

DOKUMENTASI G7KAIH
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM

CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D

1. MEMAHAMI ✔️

2. MENGAPLIKASI ✔️

3. MEREFLEKSI ✔️

Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

DATA TUMBUH KEMBANG ANAK

NO. KETERANGAN JUMLAH

1. Tinggi Badan 104 CM

2. Berat Badan 15,45 KG

PRESENSI KEHADIRAN

NO. KETERANGAN SEMESTER I

1. Sakit

2. Izin

3. Alpa/ Tanpa Keterangan

Bandung, 19 Desember 2025


Orang tua/ wali murid Guru Kelompok

---------------------------- (Ketrin Widiaastuti, S. H.)

Mengetahui,
Kepala Satuan Pendidikan

(Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.)


*

LAPORAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK


(LPPA)
KOBER CAHAYA HATI

MUHAMMAD GAVIN ZULKARNAIN


NISN/NIPD : 3209892168

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Tahun ajaran
2025-2026
1. Raport PAUD yang selanjutnya disebut buku Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA)
Kurikulum Merdeka Belajar PAUD dipergunakan selama anak didik mengikuti seluruh program
pembelajaran di Kober Cahaya Hati
2. Apabila anak didik pindah sekolah, buku LPPA dibawa oleh anak didik yang bersangkutan untuk
dipergunakan di sekolah baru sebagai bukti pencapaian kompetensi dengan meninggalkan arsip di
sekolah asal;
3. Apabila buku LPPA hilang, dapat diganti dengan buku LPPA pengganti dan diisi dengan nilai-nilai
yang dikutip dari buku induk sekolah asal anak didik dan disahkan oleh kepala sekolah bersangkutan;
4. Identitas satuan PAUD dan identitas anak didik diisi sesuai dengan data riil lembaga dan data anak
didik bersangkutan;
5. Penilaian perkembangan anak didik dilakukan secara kualitatif selama anak didik mengikuti pendidikan
di Kelompok Bermain berdasarkan catatan anekdot, skala capaian harian, dan catatan hasil karya.
6. Buku LPPA harus dilengkapi pas foto terbaru ukuran 3 x 4 cm, dan pengisiannya dilakukan oleh wali
kelas berkoordinasi dengan guru pendidik, diisi dengan cara memberikan Keterangan Nilai Kualitatif,
dan narasi / uraian / deskripsi pada setiap aspek perkembangan yang berisi catatan penting berkaitan
dengan anak didik.
7. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari–hari dalam kelas yang direkam dalam
catatan hasil belajar harian siswa (Ceklis, Foto Berseri, Hasil Karya, dan Catatan Anekdot).
1. Buku laporan perkembangan ini digunakan selama anak didik mengikuti program Pendidikan

di Kober Cahaya Hati

2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap

kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik), C

(Cukup), dan D (Kurang).

3. Untuk melaporkan perkembangan dalam kegiatan ekstrakulikuler menggunakan sistem

penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A

(Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

4. Untuk melaporkan perkembangan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan implementasi

pembelajaran mendalam (Deep Leraning) masih menggunakan sistem penilaian kualitatif

untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B

(Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

5. Buku laporan perkembangan ini disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka Pendekatan

Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta

dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa

dalam aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan

Pengembangan proyek.

6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang

direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan

Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Muhammad Gavin Zulkarnain
2. Tempat/Tgl Lahir : Cimahi, 19 Februari 2020
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Anak ke :1
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Blok Sindang Sari Barat VI 02/027
Melong, Cimahi Selatan, Kota Cimahi

B. DATA ORANG TUA


1. Ayah / Wali
Nama Ayah/Wali : Riki Permana
Pekerjaan/Wali : Buruh Harian Lepas
2. Ibu/Wali
Nama Ibu/Wali : Siti Soleha
Pekerjaan Ibu/Wali : Mengurus Rumah Tangga

Bandung, 19 Desember 2025


Kepala Satuan Pendidikan

Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.


LAPORAN CAPAIAN PEMBELAJARAN ANAK
( LCPA )

Nama Siswa : Muhammad Gavin Zulkarnain


Tahun Pelajaran : 2025/2026
Semester : GANJIL
Kelompok/kelas :A
Fase : FONDASI

AGAMA DAN BUDI PEKERTI

Anak menunjukkan sikap santun dan penuh hormat kepada guru dalam setiap kegiatan

pembelajaran maupun interaksi sehari-hari. Dalam hubungan sosial dengan teman sebaya, anak

tampak memiliki rasa kasih sayang, kepedulian, serta mampu membangun interaksi yang

harmonis. Dari aspek nilai agama dan budi pekerti, anak mampu memahami serta mengingat

materi pembelajaran yang diberikan, seperti doa-doa harian dan surat-surat pendek, sehingga

terlihat adanya pembiasaan perilaku religius dalam aktivitas hariannya. Namun demikian, dalam

pelaksanaan kegiatan keagamaan secara bersama, anak masih mengalami kesulitan dalam menjaga

fokus. Anak sering kali asyik bermain atau berbincang saat doa bersama, sehingga kurang

mengikuti kegiatan dengan tertib dan terkadang mengganggu teman di sekitarnya.

Di samping itu, anak memiliki keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai

kegiatan kelas. Anak menunjukkan kemauan untuk terlibat, meskipun masih memerlukan

dukungan dalam meningkatkan kepercayaan diri agar lebih yakin terhadap kemampuan yang

dimiliki. Penguatan positif dan pendampingan yang konsisten diharapkan dapat membantu anak

mengekspresikan potensi dirinya secara lebih optimal.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek nilai

agama, budi pekerti, interaksi sosial, serta keberanian untuk tampil. Dengan pendampingan

berkelanjutan, khususnya dalam melatih fokus, disiplin mengikuti kegiatan keagamaan, dan

meningkatkan rasa percaya diri, anak berpotensi mencapai perkembangan yang lebih matang dan

seimbang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini.


DOKUMENTASI KEGIATAN
AGAMA DAN BUDI PEKERTI
JATI DIRI

Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang baik dalam mengikuti berbagai

kegiatan di sekolah. Anak tampak aktif dan antusias dalam mencoba hal-hal baru, baik dalam

kegiatan bermain maupun pembelajaran bersama teman sebaya. Anak mampu

mengungkapkan pendapat dan perasaannya dengan cukup baik serta menunjukkan rasa ingin

tahu yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Dalam pelaksanaan pembelajaran, anak telah

mampu mengikuti kegiatan secara mandiri dan memahami arahan yang diberikan. Namun

demikian, dalam proses pengerjaan tugas, anak cenderung lebih banyak berbincang terlebih

dahulu sebelum menyelesaikannya, sehingga waktu penyelesaian tugas sering kali lebih

lama dibandingkan dengan teman-temannya. Oleh karena itu, anak masih memerlukan

pendampingan untuk meningkatkan fokus dan pengelolaan waktu selama kegiatan

pembelajaran.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek

kepercayaan diri, kemandirian, dan partisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Anak mampu

mengikuti pembelajaran secara mandiri serta aktif dalam mengekspresikan pendapat dan

rasa ingin tahunya. Namun, anak masih memerlukan pembiasaan dalam menjaga fokus dan

mengatur waktu saat mengerjakan tugas agar dapat menyelesaikan kegiatan belajar dengan

lebih efektif.

Pendampingan selanjutnya difokuskan pada penguatan kemampuan konsentrasi dan

manajemen waktu melalui pemberian arahan yang jelas, pembiasaan aturan selama kegiatan

belajar, serta penguatan positif saat anak mampu menyelesaikan tugas tepat waktu. Guru

juga dapat memberikan batasan waktu yang terukur, variasi metode pembelajaran, serta

pendampingan secara bertahap agar anak terbiasa bekerja lebih fokus tanpa mengurangi

kepercayaan diri dan semangat belajarnya.


DOKUMENTASI JATI DIRI
DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA SAINS TEKNOLOGI
REKAYASA DAN SENI

Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak

tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,

mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif

membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat

menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar

mengajukan pertanyaan dan mencoba berbagai aktivitas, seperti mencampur warna,

mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.

Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan

hubungan sebab–akibat dengan cukup baik.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam pengenalan

dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.

Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat

mengikuti kegiatan pembelajaran secara lebih konsisten dan fokus.

Pendampingan lanjutan dilakukan dengan menyediakan kegiatan literasi dan STEAM

yang terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif dan

motorik sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh

konkret, serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi

tantangan. Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian

kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat

mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pengendalian emosi

anak secara optimal.


DOKUMENTASI DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA
SAINS TEKNOLOGI REKAYASA DAN SENI
DESKRIPSI PENGEMBANGAN PROJEK
(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)

Pada proyek pembelajaran bertema “Menjaga Kebersihan Gigi”, anak

menunjukkan antusiasme dalam mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan

menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui

bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi

bersama.

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

Anak mulai menunjukkan kebiasaan bersyukur atas kesehatan yang diberikan

Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah

belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai

belajar menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh

yang sehat.

2. Berkebinekaan Global

Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara

berbicara dan berpendapat ketika berdiskusi tentang kebiasaan menjaga

kebersihan diri di rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu

menjaga gigi agar tetap sehat, meskipun memiliki kebiasaan yang berbeda-beda.

3. Kolaborasi

Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi

bersama. Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan

saling mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan

bekerja sama ini mulai tumbuh dengan baik.

4. Kemandirian

Anak mulai menunjukkan kemandirian dalam melakukan kegiatan menjaga

kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak

dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan

melakukannya dengan percaya diri.


5. Penalaran Kritis

Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu

menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat

menyebabkan gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana,

misalnya “kalau makan permen terus nanti gigi jadi sakit.”

6. Kreatifitas

Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat

dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna

dan menempel gambar dengan rapi sesuai imajinasinya.

7. Komunikasi

Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang

diajarkan di sekolah maupun di rumah. Anak juga mulai bangga menggunakan

bahasa Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke

dokter gigi.

8. Kesehatan

Anak menunjukkan rasa peduli terhadap teman dan lingkungan dengan

mengingatkan teman untuk tidak membuang sampah sembarangan setelah

kegiatan makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri

dan lingkungan membantu semua orang menjadi sehat.

DOKUMENTASI PENGEMBANGAN PROJEK


(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)
KEGIATAN 7 KEBIASAAN INDONESIA HEBAT

CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D
1. Bangun pagi ✔️

2. Beribadah ✔️

3. Berolahraga ✔️

4. Makan sehat dan bergizi ✔️

5. Gemar membaca ✔️

6. Bermasyarakat ✔️

7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

DOKUMENTASI G7KAIH
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM

CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D

1. MEMAHAMI ✔️

2. MENGAPLIKASI ✔️

3. MEREFLEKSI ✔️

Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

DATA TUMBUH KEMBANG

NO. KETERANGAN JUMLAH

1. Tinggi Badan 109 CM

2. Berat Badan 16,25 KG

PRESENSI KEHADIRAN

NO. KETERANGAN SEMESTER I

1. Sakit

2. Izin

3. Alpa/ Tanpa Keterangan

Bandung, 19 Desember 2025


Orang tua/ wali murid Guru Kelompok

---------------------------- (Ketrin Widiaastuti, S. H.)

Mengetahui,
Kepala Satuan Pendidikan

(Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.)


*

LAPORAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK


(LPPA)
KOBER CAHAYA HATI

MALEEKA AZZAHRA DENILA


NISN/NIPD : 3208739411

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Tahun ajaran
2025-2026
1. Raport PAUD yang selanjutnya disebut buku Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA)
Kurikulum Merdeka Belajar PAUD dipergunakan selama anak didik mengikuti seluruh program
pembelajaran di Kober Cahaya Hati
2. Apabila anak didik pindah sekolah, buku LPPA dibawa oleh anak didik yang bersangkutan untuk
dipergunakan di sekolah baru sebagai bukti pencapaian kompetensi dengan meninggalkan arsip di
sekolah asal;
3. Apabila buku LPPA hilang, dapat diganti dengan buku LPPA pengganti dan diisi dengan nilai-nilai
yang dikutip dari buku induk sekolah asal anak didik dan disahkan oleh kepala sekolah bersangkutan;
4. Identitas satuan PAUD dan identitas anak didik diisi sesuai dengan data riil lembaga dan data anak
didik bersangkutan;
5. Penilaian perkembangan anak didik dilakukan secara kualitatif selama anak didik mengikuti pendidikan
di Kelompok Bermain berdasarkan catatan anekdot, skala capaian harian, dan catatan hasil karya.
6. Buku LPPA harus dilengkapi pas foto terbaru ukuran 3 x 4 cm, dan pengisiannya dilakukan oleh wali
kelas berkoordinasi dengan guru pendidik, diisi dengan cara memberikan Keterangan Nilai Kualitatif,
dan narasi / uraian / deskripsi pada setiap aspek perkembangan yang berisi catatan penting berkaitan
dengan anak didik.
7. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari–hari dalam kelas yang direkam dalam
catatan hasil belajar harian siswa (Ceklis, Foto Berseri, Hasil Karya, dan Catatan Anekdot).
1. Buku laporan perkembangan ini digunakan selama anak didik mengikuti program

Pendidikan di Kober Cahaya Hati

2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk

setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik),

C (Cukup), dan D (Kurang).

3. Untuk melaporkan perkembangan dalam kegiatan ekstrakulikuler menggunakan sistem

penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A

(Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

4. Untuk melaporkan perkembangan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan implementasi

pembelajaran mendalam (Deep Leraning) masih menggunakan sistem penilaian kualitatif

untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B

(Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

5. Buku laporan perkembangan ini disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka Pendekatan

Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta

dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa

dalam aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan

Pengembangan proyek.

6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang

direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan

Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Maleeka Azzahra Denila
2. Tempat/Tgl Lahir : Bandung, 13 Juni 2020
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Anak ke :2
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Jl. Holis Gg. Bapa Suti No. 44/81, 03/03 Cibuntu,
Bandung Kulon, Kota Bandung

B. DATA ORANG TUA


1. Ayah / Wali
Nama Ayah/Wali : Deni Supriatna
Pekerjaan/Wali : Buruh Harian Lepas
2. Ibu/Wali
Nama Ibu/Wali : Emi Liawati
Pekerjaan Ibu/Wali : Mengurus Rumah Tangga

Bandung, 19 Desember 2025


Kepala Kober Cahaya Hati

Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.


LAPORAN CAPAIAN PEMBELAJARAN ANAK
( LCPA )

Nama Siswa : Maleeka Azzahra Denila


Tahun Pelajaran : 2025/2026
Semester : GANJIL
Kelompok/kelas :A
Fase : FONDASI

AGAMA DAN BUDI PEKERTI

Anak menunjukkan sikap santun dan penuh hormat kepada guru dalam setiap

kegiatan pembelajaran maupun dalam interaksi sehari-hari. Dalam hubungan sosial

dengan teman sebaya, anak memperlihatkan rasa kasih sayang, kepedulian, serta

kemampuan membangun interaksi yang harmonis. Dari aspek nilai agama dan budi

pekerti, anak mampu memahami serta mengingat materi pembelajaran yang diberikan,

seperti doa-doa harian dan surat-surat pendek, sehingga tampak adanya pembiasaan

perilaku religius yang diterapkan secara konsisten dalam aktivitas hariannya. Anak juga

menunjukkan keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kelas,

meskipun pada beberapa kesempatan masih terlihat ragu dan membutuhkan dorongan

untuk lebih percaya diri.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek

nilai agama, budi pekerti, interaksi sosial, serta keberanian untuk tampil. Anak memiliki

potensi yang positif untuk berkembang lebih optimal apabila mendapatkan pendampingan

yang berkesinambungan.

Pendampingan lanjutan diarahkan pada penguatan rasa percaya diri dan

kemandirian anak melalui pemberian kesempatan tampil secara bertahap, penguatan

positif atas setiap usaha yang dilakukan, serta pembiasaan mengekspresikan pendapat dan

perasaan dengan cara yang tepat. Selain itu, guru dapat memberikan keteladanan,

pembiasaan disiplin, dan kegiatan keagamaan yang konsisten agar nilai-nilai agama dan

budi pekerti semakin tertanam dalam perilaku sehari-hari. Dengan pendampingan yang

terarah dan berkelanjutan, diharapkan anak mampu berkembang secara lebih matang dan

seimbang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini


DOKUMENTASI KEGIATAN
AGAMA DAN BUDI PEKERTI
JATI DIRI

Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang cukup baik dalam mengikuti

berbagai kegiatan di sekolah. Anak tampak aktif dan antusias dalam mencoba hal-hal baru,

baik dalam kegiatan bermain maupun pembelajaran bersama teman sebaya. Anak mampu

mengungkapkan pendapat dan perasaannya serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi

terhadap lingkungan sekitar. Dalam pelaksanaan pembelajaran, anak sudah mampu

mengikuti kegiatan dengan baik dan memahami arahan yang diberikan. Namun demikian,

pada situasi tertentu anak masih menunjukkan sikap sangat pemalu, khususnya ketika

diminta untuk berdiri atau tampil di depan teman-temannya. Anak tampak ragu dan merasa

takut melakukan kesalahan meskipun sebelumnya sudah berani maju.

Dalam interaksi sosial, anak cenderung bersikap selektif dalam memilih teman. Hal

ini juga terlihat saat kegiatan duduk atau bekerja secara berkelompok, di mana anak dapat

menangis dan menunjukkan penolakan apabila harus bergabung dengan teman yang dirasa

kurang dekat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan regulasi emosi anak masih

belum stabil dan memerlukan pendampingan lebih lanjut agar anak mampu menyesuaikan

diri, mengelola perasaan, serta berinteraksi secara lebih fleksibel dengan lingkungan

sosialnya.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang cukup baik dalam aspek

jati diri, khususnya pada kepercayaan diri, partisipasi dalam pembelajaran, dan kemampuan

mengungkapkan pendapat serta perasaan. Anak telah mampu mengikuti kegiatan

pembelajaran dengan baik dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi. Namun demikian,

anak masih menghadapi tantangan dalam aspek keberanian tampil di depan umum,

penyesuaian sosial, serta regulasi emosi yang belum stabil, terutama dalam situasi yang

menuntut interaksi dengan teman yang kurang dekat atau ketika menghadapi kekhawatiran

melakukan kesalahan.

Pendampingan lanjutan difokuskan pada penguatan regulasi emosi, keberanian, dan

kemampuan bersosialisasi anak. Guru perlu memberikan dukungan secara bertahap melalui

kegiatan yang mendorong anak tampil dalam kelompok kecil sebelum ke kelompok yang

lebih besar, serta memberikan penguatan positif atas setiap usaha yang dilakukan anak.

Selain itu, pembiasaan kerja kelompok yang terstruktur dengan pendampingan intensif,

penanaman rasa aman, serta keteladanan dalam menerima perbedaan diharapkan dapat
membantu anak beradaptasi secara lebih fleksibel. Dengan pendampingan yang konsisten

dan berkesinambungan, anak diharapkan mampu mengembangkan jati diri yang lebih

matang, percaya diri, dan stabil secara emosional sesuai dengan tahap perkembangan anak

usia dini.

DOKUMENTASI JATI DIRI


DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA SAINS TEKNOLOGI
REKAYASA DAN SENI

Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak

tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,

mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif

membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat

menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar

mengajukan pertanyaan dan mencoba berbagai aktivitas, seperti mencampur warna,

mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.

Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan

hubungan sebab–akibat dengan cukup baik.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam pengenalan

dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.

Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat

mengikuti kegiatan pembelajaran secara lebih konsisten dan fokus.

Pendampingan lanjutan dilakukan dengan menyediakan kegiatan literasi dan STEAM

yang terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif dan

motorik sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh

konkret, serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi

tantangan. Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian

kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat

mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pengendalian emosi

anak secara optimal.


DOKUMENTASI DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA
SAINS TEKNOLOGI REKAYASA DAN SENI
DESKRIPSI PENGEMBANGAN PROJEK
(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)

Pada proyek pembelajaran bertema “Menjaga Kebersihan Gigi”, anak

menunjukkan antusiasme dalam mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan

menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui

bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi

bersama.

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

Anak mulai menunjukkan kebiasaan bersyukur atas kesehatan yang diberikan

Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah

belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar

menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang

sehat.

2. Berkebinekaan Global

Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara

dan berpendapat ketika berdiskusi tentang kebiasaan menjaga kebersihan diri di

rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap

sehat, meskipun memiliki kebiasaan yang berbeda-beda.

3. Kolaborasi

Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.

Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling

mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja

sama ini mulai tumbuh dengan baik.

4. Kemandirian

Anak mulai menunjukkan kemandirian dalam melakukan kegiatan menjaga

kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak

dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan

melakukannya dengan percaya diri.


5. Penalaran Kritis

Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu

menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan

gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau

makan permen terus nanti gigi jadi sakit.”

6. Kreatifitas

Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat

dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna

dan menempel gambar dengan rapi sesuai imajinasinya.

7. Komunikasi

Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan

di sekolah maupun di rumah. Anak juga mulai bangga menggunakan bahasa

Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter

gigi.

8. Kesehatan

Anak menunjukkan rasa peduli terhadap teman dan lingkungan dengan

mengingatkan teman untuk tidak membuang sampah sembarangan setelah kegiatan

makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan

lingkungan membantu semua orang menjadi sehat.

DOKUMENTASI PENGEMBANGAN PROJEK


(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)
KEGIATAN 7 KEBIASAAN INDONESIA HEBAT

CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D
1. Bangun pagi ✔️

2. Beribadah ✔️

3. Berolahraga ✔️

4. Makan sehat dan bergizi ✔️


5. Gemar membaca ✔️

6. Bermasyarakat ✔️

7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

DOKUMENTASI G7KAIH
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM

CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D

1. MEMAHAMI ✔️

2. MENGAPLIKASI ✔️

3. MEREFLEKSI ✔️

Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

DATA TUMBUH KEMBANG ANAK

NO. KETERANGAN JUMLAH

1. Tinggi Badan 108 CM

2. Berat Badan 18,05 KG

PRESENSI KEHADIRAN

NO. KETERANGAN SEMESTER I

1. Sakit

2. Izin

3. Alpa/ Tanpa Keterangan

Bandung, 19 Desember 2025


Orang tua/ wali murid Guru Kelompok

---------------------------- (Ketrin Widiaastuti, S. H.)

Mengetahui,
Kepala Kober Cahaya Hati

(Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.)


*

LAPORAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK


(LPPA)
KOBER CAHAYA HATI

MAUDY PUTRI OKTAVIA


NISN/NIPD : 3208707108

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Tahun ajaran
2025-2026
1. Raport PAUD yang selanjutnya disebut buku Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA)
Kurikulum Merdeka Belajar PAUD dipergunakan selama anak didik mengikuti seluruh program
pembelajaran di Kober Cahaya Hati
2. Apabila anak didik pindah sekolah, buku LPPA dibawa oleh anak didik yang bersangkutan untuk
dipergunakan di sekolah baru sebagai bukti pencapaian kompetensi dengan meninggalkan arsip di
sekolah asal;
3. Apabila buku LPPA hilang, dapat diganti dengan buku LPPA pengganti dan diisi dengan nilai-nilai
yang dikutip dari buku induk sekolah asal anak didik dan disahkan oleh kepala sekolah bersangkutan;
4. Identitas satuan PAUD dan identitas anak didik diisi sesuai dengan data riil lembaga dan data anak
didik bersangkutan;
5. Penilaian perkembangan anak didik dilakukan secara kualitatif selama anak didik mengikuti pendidikan
di Kelompok Bermain berdasarkan catatan anekdot, skala capaian harian, dan catatan hasil karya.
6. Buku LPPA harus dilengkapi pas foto terbaru ukuran 3 x 4 cm, dan pengisiannya dilakukan oleh wali
kelas berkoordinasi dengan guru pendidik, diisi dengan cara memberikan Keterangan Nilai Kualitatif,
dan narasi / uraian / deskripsi pada setiap aspek perkembangan yang berisi catatan penting berkaitan
dengan anak didik.
7. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari–hari dalam kelas yang direkam dalam
catatan hasil belajar harian siswa (Ceklis, Foto Berseri, Hasil Karya, dan Catatan Anekdot).
1. Buku laporan perkembangan ini digunakan selama anak didik mengikuti program Pendidikan

di Kober Cahaya Hati

2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap

kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik), C

(Cukup), dan D (Kurang).

3. Untuk melaporkan perkembangan dalam kegiatan ekstrakulikuler menggunakan sistem

penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A

(Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

4. Untuk melaporkan perkembangan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan implementasi

pembelajaran mendalam (Deep Leraning) masih menggunakan sistem penilaian kualitatif

untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B

(Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

5. Buku laporan perkembangan ini disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka Pendekatan

Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta

dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa

dalam aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan

Pengembangan proyek.

6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang

direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan

Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Maudy Putri Oktavia
2. Tempat/Tgl Lahir : Cimahi, 29 Oktober 2020
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Anak ke :2
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Jl. Sindang Sari Barat VI No. 18, 02/027
Melong, Cimahi Selatan, Kota Cimahi

B. DATA ORANG TUA


1. Ayah / Wali
Nama Ayah/Wali : Madin
Pekerjaan/Wali : Sopir
2. Ibu/Wali
Nama Ibu/Wali : Nasiti
Pekerjaan Ibu/Wali : Mengurus Rumah Tangga

Bandung, 19 Desember 2025


Kepala Kober Cahaya Hati

Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.


LAPORAN CAPAIAN PEMBELAJARAN ANAK
( LCPA )

Nama Siswa : Maudy Putri Oktavia


Tahun Pelajaran : 2025/2026
Semester : GANJIL
Kelompok/kelas :A
Fase : FONDASI

AGAMA DAN BUDI PEKERTI

Anak menunjukkan sikap santun dan penuh hormat kepada guru dalam setiap kegiatan

pembelajaran maupun interaksi sehari-hari. Dalam hubungan sosial dengan teman sebaya, anak

tampak memiliki rasa kasih sayang, kepedulian, serta mampu membangun interaksi yang

harmonis. Dari aspek nilai agama dan budi pekerti, anak telah mampu memahami dan mengingat

sebagian materi pembelajaran yang diberikan, seperti doa-doa harian dan surat-surat pendek,

sehingga terlihat adanya upaya pembiasaan perilaku religius dalam aktivitas sehari-hari.

Namun demikian, anak masih mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian pada

kegiatan yang tidak melibatkan aktivitas fisik. Pada kegiatan yang menuntut anak untuk duduk

dengan tenang, seperti doa bersama, anak sudah mampu duduk mengikuti kegiatan, tetapi belum

dapat fokus mengikuti bacaan doa yang dilafalkan secara bersama-sama. Hal ini menunjukkan

bahwa kemampuan konsentrasi anak masih perlu distimulasi secara bertahap.

Di samping itu, anak memiliki keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai

kegiatan kelas. Akan tetapi, anak masih memerlukan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan

diri agar lebih yakin terhadap kemampuan yang dimilikinya. Penguatan ini diharapkan dapat

membantu anak mengekspresikan potensi dirinya secara lebih optimal.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek sikap,

interaksi sosial, serta keberanian untuk berpartisipasi. Dengan pendampingan yang berkelanjutan,

khususnya dalam melatih fokus, konsentrasi, dan kepercayaan diri, anak berpotensi mencapai

perkembangan yang lebih optimal dan seimbang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia

dini.
DOKUMENTASI KEGIATAN
AGAMA DAN BUDI PEKERTI
JATI DIRI

Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang cukup baik dalam mengikuti

kegiatan pembelajaran. Hal ini terlihat dari kemampuannya menyelesaikan tugas-tugas yang

diberikan secara mandiri tanpa ketergantungan yang berlebihan pada bantuan guru. Anak

juga menunjukkan sikap terbuka terhadap hal-hal baru, memiliki kemauan untuk belajar,

serta menampilkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap lingkungan di sekitarnya, baik

melalui pengamatan maupun eksplorasi sederhana.

Namun demikian, dalam aspek komunikasi dan sosial-emosional, anak masih

cenderung kurang aktif dalam menyampaikan pendapat, ide, maupun perasaannya. Anak

lebih sering memilih untuk menyendiri dan menjaga jarak dari teman-temannya, sehingga

interaksi sosial yang terjalin masih terbatas. Kondisi ini menunjukkan perlunya

pendampingan dan stimulasi lanjutan agar anak merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam

berinteraksi serta mengekspresikan diri di lingkungan sosialnya.

Dari aspek perkembangan fisik, kemampuan stimulasi sensorik dan motorik anak

telah berkembang dengan cukup matang. Anak mampu melakukan berbagai aktivitas yang

melibatkan koordinasi gerak halus maupun kasar sesuai dengan tahap perkembangannya.

Secara keseluruhan, anak memiliki potensi perkembangan yang baik, dan dengan

pendampingan yang konsisten, khususnya dalam penguatan kemampuan sosial dan

komunikasi, diharapkan anak dapat berkembang secara lebih seimbang dan optimal.

DOKUMENTASI JATI DIRI


DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA SAINS TEKNOLOGI
REKAYASA DAN SENI

Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak

tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,

mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif

membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat

menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar

mengajukan pertanyaan dan mencoba berbagai aktivitas, seperti mencampur warna,

mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.

Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan

hubungan sebab–akibat dengan cukup baik.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam pengenalan

dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.

Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat

mengikuti kegiatan pembelajaran secara lebih konsisten dan fokus.

Pendampingan lanjutan dilakukan dengan menyediakan kegiatan literasi dan

STEAM yang terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif

dan motorik sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh

konkret, serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi

tantangan. Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian

kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat

mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pengendalian emosi

anak secara optimal.


DOKUMENTASI DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA
SAINS TEKNOLOGI REKAYASA DAN SENI
DESKRIPSI PENGEMBANGAN PROJEK
(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)

Pada proyek pembelajaran bertema “Menjaga Kebersihan Gigi”, anak

menunjukkan antusiasme dalam mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan

menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui

bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi

bersama.

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

Anak mulai menunjukkan kebiasaan bersyukur atas kesehatan yang diberikan

Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah

belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar

menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang

sehat.

2. Berkebinekaan Global

Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara

dan berpendapat ketika berdiskusi tentang kebiasaan menjaga kebersihan diri di

rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap

sehat, meskipun memiliki kebiasaan yang berbeda-beda.

3. Kolaborasi

Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.

Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling

mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja

sama ini mulai tumbuh dengan baik.

4. Kemandirian

Anak mulai menunjukkan kemandirian dalam melakukan kegiatan menjaga

kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak

dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan

melakukannya dengan percaya diri.


5. Penalaran Kritis

Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu

menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan

gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau

makan permen terus nanti gigi jadi sakit.”

6. Kreatifitas

Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat

dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna

dan menempel gambar dengan rapi sesuai imajinasinya.

7. Komunikasi

Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan

di sekolah maupun di rumah. Anak juga mulai bangga menggunakan bahasa

Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter

gigi.

8. Kesehatan

Anak menunjukkan rasa peduli terhadap teman dan lingkungan dengan

mengingatkan teman untuk tidak membuang sampah sembarangan setelah kegiatan

makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan

lingkungan membantu semua orang menjadi sehat.

DOKUMENTASI PENGEMBANGAN PROJEK


(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)
KEGIATAN 7 KEBIASAAN INDONESIA HEBAT

CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D
1. Bangun pagi ✔️

2. Beribadah ✔️

3. Berolahraga ✔️

4. Makan sehat dan bergizi ✔️


5. Gemar membaca ✔️

6. Bermasyarakat ✔️

7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

KEGIATAN 7 KEBIASAAN INDONESIA HEBAT


IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM

CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D

1. MEMAHAMI ✔️

2. MENGAPLIKASI ✔️

3. MEREFLEKSI ✔️

Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

DATA TUMBUH KEMBANG ANAK

NO. KETERANGAN JUMLAH

1. Tinggi Badan 104 CM

2. Berat Badan 15,95 KG

PRESENSI KEHADIRAN

NO. KETERANGAN SEMESTER I

1. Sakit

2. Izin

3. Alpa/ Tanpa Keterangan

Bandung, 19 Desember 2025


Orang tua/ wali murid Guru Kelompok

---------------------------- (Ketrin Widiaastuti, S. H.)

Mengetahui,
Kepala Kober Cahaya Hati

(Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.)


*

LAPORAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK


(LPPA)
KOBER CAHAYA HATI

RASYAD ABBAD IBRAHIM WIJAYAN


NISN/NIPD : 3207381859

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Tahun ajaran
2025-2026
1. Raport PAUD yang selanjutnya disebut buku Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA)
Kurikulum Merdeka Belajar PAUD dipergunakan selama anak didik mengikuti seluruh program
pembelajaran di Kober Cahaya Hati
2. Apabila anak didik pindah sekolah, buku LPPA dibawa oleh anak didik yang bersangkutan untuk
dipergunakan di sekolah baru sebagai bukti pencapaian kompetensi dengan meninggalkan arsip di
sekolah asal;
3. Apabila buku LPPA hilang, dapat diganti dengan buku LPPA pengganti dan diisi dengan nilai-nilai
yang dikutip dari buku induk sekolah asal anak didik dan disahkan oleh kepala sekolah bersangkutan;
4. Identitas satuan PAUD dan identitas anak didik diisi sesuai dengan data riil lembaga dan data anak
didik bersangkutan;
5. Penilaian perkembangan anak didik dilakukan secara kualitatif selama anak didik mengikuti pendidikan
di Kelompok Bermain berdasarkan catatan anekdot, skala capaian harian, dan catatan hasil karya.
6. Buku LPPA harus dilengkapi pas foto terbaru ukuran 3 x 4 cm, dan pengisiannya dilakukan oleh wali
kelas berkoordinasi dengan guru pendidik, diisi dengan cara memberikan Keterangan Nilai Kualitatif,
dan narasi / uraian / deskripsi pada setiap aspek perkembangan yang berisi catatan penting berkaitan
dengan anak didik.
7. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari–hari dalam kelas yang direkam dalam
catatan hasil belajar harian siswa (Ceklis, Foto Berseri, Hasil Karya, dan Catatan Anekdot).
1. Buku laporan perkembangan ini digunakan selama anak didik mengikuti program Pendidikan di

Kober Cahaya Hati

2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap

kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup),

dan D (Kurang).

3. Untuk melaporkan perkembangan dalam kegiatan ekstrakulikuler menggunakan sistem penilaian

kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik),

B (Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

4. Untuk melaporkan perkembangan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan implementasi

pembelajaran mendalam (Deep Leraning) masih menggunakan sistem penilaian kualitatif untuk

setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik), C

(Cukup), dan D (Kurang).

5. Buku laporan perkembangan ini disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka Pendekatan

Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta dilengkapi

dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa dalam aspek Nilai

Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan Pengembangan proyek.

6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang direkam

didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Rasyad Abbad Ibrahim Wijayan
2. Tempat/Tgl Lahir : Subang, 5 Maret 2020
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Anak ke :2
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Gg. Manunggal IIC 04/07 Cijerah,
Bandung Kulon, Kota Bandung.

B. DATA ORANG TUA


1. Ayah / Wali
Nama Ayah/Wali : Asep Yanyan Sumpena
Pekerjaan/Wali : Buruh Harian Lepas
2. Ibu/Wali
Nama Ibu/Wali : Selly Nurbayani
Pekerjaan Ibu/Wali : Mengurus Rumah Tangga

Bandung, 19 Desember 2025


Kepala Kober Cahaya Hati

Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.


LAPORAN CAPAIAN PEMBELAJARAN ANAK
( LCPA )

Nama Siswa : Rasyad Abbad Ibrahim Wijayan


Tahun Pelajaran : 2025/2026
Semester : GANJIL
Kelompok/kelas :A
Fase : FONDASI

AGAMA DAN BUDI PEKERTI

Anak menunjukkan semangat yang sangat baik dalam mengikuti seluruh kegiatan

sekolah. Anak tampak aktif dan memiliki energi yang tinggi dalam berpartisipasi,

khususnya pada kegiatan keagamaan seperti doa sebelum dan sesudah pembelajaran serta

kegiatan keagamaan bersama lainnya. Antusiasme anak terlihat konsisten dan

mencerminkan minat yang baik terhadap kegiatan yang dilaksanakan di sekolah.

Namun demikian, anak masih memerlukan bimbingan dalam aspek pengendalian

diri. Dalam pelaksanaan kegiatan doa, anak sering kali berteriak dan bersikap usil,

meskipun telah diberikan pengingat secara berulang. Kondisi ini menunjukkan bahwa

anak masih perlu dibantu untuk memahami aturan, tata tertib, serta sikap yang tepat dalam

kegiatan yang bersifat khidmat dan dilakukan secara bersama-sama.

Dari aspek sikap dan budi pekerti, anak menunjukkan perilaku yang sopan dan

santun kepada guru. Anak selalu berupaya menghormati guru dalam setiap interaksi, baik

melalui sikap, tutur kata, maupun kepatuhan terhadap arahan yang diberikan.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam hal

semangat belajar, partisipasi dalam kegiatan sekolah, serta sikap hormat kepada guru.

Anak memiliki antusiasme yang tinggi dan motivasi yang positif dalam mengikuti

kegiatan, namun masih memerlukan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan

pengendalian diri dan kepatuhan terhadap aturan dalam kegiatan bersama.

Pendampingan lanjutan difokuskan pada pembentukan disiplin dan pengendalian

perilaku anak. Guru perlu memberikan arahan yang konsisten terkait aturan selama

kegiatan berlangsung, khususnya pada saat doa bersama. Pemberian contoh sikap yang

tepat, penguatan positif ketika anak mampu mengikuti kegiatan dengan tertib, serta
pengingat yang disampaikan secara tenang dan berulang sangat diperlukan. Selain itu,

kegiatan keagamaan dapat dikemas secara bertahap dan diselingi dengan aktivitas yang

sesuai dengan karakter anak yang aktif, sehingga anak tetap antusias namun mampu

belajar mengontrol diri. Dengan pendampingan yang berkelanjutan dan konsisten,

diharapkan anak dapat menunjukkan sikap yang lebih tertib, tenang, dan sesuai dengan

nilai-nilai agama serta budi pekerti.

DOKUMENTASI KEGIATAN
AGAMA DAN BUDI PEKERTI
JATI DIRI

Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang baik dalam berbagai kegiatan

pembelajaran. Semangatnya untuk tampil dan mengekspresikan bakat yang dimiliki menjadi

salah satu potensi yang patut diapresiasi. Meskipun pada beberapa kesempatan anak tampak

belum sepenuhnya memahami langkah yang harus dilakukan ketika berada di depan teman-

temannya, ia tetap menunjukkan keberanian untuk mencoba hal-hal baru tanpa rasa takut

melakukan kesalahan. Hal ini mencerminkan sikap pantang menyerah serta kemauan yang

kuat untuk terus belajar dan berkembang.

Anak juga mampu mengemukakan pendapat serta mengajukan pertanyaan untuk

memenuhi rasa ingin tahunya. Hal ini menunjukkan bahwa anak sedang membangun jati diri

sebagai individu yang ingin memahami lingkungan sekitarnya secara lebih mendalam. Sikap

terbuka, keinginan untuk bereksplorasi, serta kemampuan berkomunikasi yang ditunjukkan

menjadi bagian dari perkembangan karakter positif yang terus didukung dalam proses

pembelajaran.

Namun demikian, dari aspek sosial-emosional, anak menunjukkan kemampuan

regulasi emosi yang masih sangat kurang. Anak sering mengalami kesulitan dalam

mengendalikan emosi, baik saat menghadapi tantangan, menunggu giliran, maupun ketika

keinginannya tidak terpenuhi. Respon emosional yang ditampilkan cenderung belum

proporsional dengan situasi yang dihadapi, sehingga masih memerlukan pendampingan

intensif untuk membantu anak mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara

tepat.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan jati diri yang positif,

terutama dalam hal kepercayaan diri, keberanian bereksplorasi, serta kemauan untuk belajar.

Namun, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan kemampuan regulasi

emosi agar anak mampu mengelola perasaan dan perilakunya secara lebih adaptif. Dengan

pendampingan yang konsisten dan berkelanjutan, diharapkan anak dapat berkembang

menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, serta memiliki keseimbangan antara kemampuan

kognitif, sosial, dan emosional.


DOKUMENTASI JATI DIRI
DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA SAINS TEKNOLOGI
REKAYASA DAN SENI

Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak

tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,

mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif

membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat

menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar

mengajukan pertanyaan dan mencoba berbagai aktivitas, seperti mencampur warna,

mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.

Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan

hubungan sebab–akibat dengan cukup baik.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam pengenalan

dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.

Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat

mengikuti kegiatan pembelajaran secara lebih konsisten dan fokus.

Pendampingan lanjutan dilakukan dengan menyediakan kegiatan literasi dan STEAM yang

terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif dan motorik

sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh konkret,

serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi tantangan.

Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian kesempatan

kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat mendukung

perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pengendalian emosi anak secara

optimal.
DOKUMENTASI DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA
SAINS TEKNOLOGI REKAYASA DAN SENI
DESKRIPSI PENGEMBANGAN PROJEK
(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)

Pada proyek pembelajaran bertema “Menjaga Kebersihan Gigi”, anak

menunjukkan antusiasme dalam mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan

menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui

bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi

bersama.

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

Anak mulai menunjukkan kebiasaan bersyukur atas kesehatan yang diberikan

Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah

belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar

menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang

sehat.

2. Berkebinekaan Global

Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara

dan berpendapat ketika berdiskusi tentang kebiasaan menjaga kebersihan diri di

rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap

sehat, meskipun memiliki kebiasaan yang berbeda-beda.

3. Kolaborasi

Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.

Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling

mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja

sama ini mulai tumbuh dengan baik.

4. Kemandirian

Anak mulai menunjukkan kemandirian dalam melakukan kegiatan menjaga

kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak

dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan

melakukannya dengan percaya diri.


5. Penalaran Kritis

Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu

menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan

gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau

makan permen terus nanti gigi jadi sakit.”

6. Kreatifitas

Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat

dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna

dan menempel gambar dengan rapi sesuai imajinasinya.

7. Komunikasi

Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan

di sekolah maupun di rumah. Anak juga mulai bangga menggunakan bahasa

Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter

gigi.

8. Kesehatan

Anak menunjukkan rasa peduli terhadap teman dan lingkungan dengan

mengingatkan teman untuk tidak membuang sampah sembarangan setelah kegiatan

makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan

lingkungan membantu semua orang menjadi sehat.

DOKUMENTASI PENGEMBANGAN PROJEK


(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)
KEGIATAN 7 KEBIASAAN INDONESIA HEBAT

CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D
1. Bangun pagi ✔️
2. Beribadah ✔️
3. Berolahraga ✔️
4. Makan sehat dan bergizi ✔️

5. Gemar membaca ✔️

6. Bermasyarakat ✔️
7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

KEGIATAN 7 KEBIASAAN INDONESIA HEBAT


IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM

CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D

1. MEMAHAMI ✔️

2. MENGAPLIKASI ✔️

3. MEREFLEKSI ✔️

Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

DATA TUMBUH KEMBANG

NO. KETERANGAN JUMLAH

1. Tinggi Badan 109 CM

2. Berat Badan 19 KG

PRESENSI KEHADIRAN

NO. KETERANGAN SEMESTER I

1. Sakit

2. Izin

3. Alpa/ Tanpa Keterangan

Bandung, 19 Desember 2025


Orang tua/ wali murid Guru Kelompok

---------------------------- (Ketrin Widiaastuti, S. H.)

Mengetahui,
Kepala Kober Cahaya Hati

(Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.)


*

LAPORAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK


(LPPA)
KOBER CAHAYA HATI

RAYYAN HAZARD ALFARIZKI


NISN/NIPD : 3197894349

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Tahun ajaran
2025-2026
1. Raport PAUD yang selanjutnya disebut buku Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA)
Kurikulum Merdeka Belajar PAUD dipergunakan selama anak didik mengikuti seluruh program
pembelajaran di Kober Cahaya Hati
2. Apabila anak didik pindah sekolah, buku LPPA dibawa oleh anak didik yang bersangkutan untuk
dipergunakan di sekolah baru sebagai bukti pencapaian kompetensi dengan meninggalkan arsip di
sekolah asal;
3. Apabila buku LPPA hilang, dapat diganti dengan buku LPPA pengganti dan diisi dengan nilai-nilai
yang dikutip dari buku induk sekolah asal anak didik dan disahkan oleh kepala sekolah bersangkutan;
4. Identitas satuan PAUD dan identitas anak didik diisi sesuai dengan data riil lembaga dan data anak
didik bersangkutan;
5. Penilaian perkembangan anak didik dilakukan secara kualitatif selama anak didik mengikuti pendidikan
di Kelompok Bermain berdasarkan catatan anekdot, skala capaian harian, dan catatan hasil karya.
6. Buku LPPA harus dilengkapi pas foto terbaru ukuran 3 x 4 cm, dan pengisiannya dilakukan oleh wali
kelas berkoordinasi dengan guru pendidik, diisi dengan cara memberikan Keterangan Nilai Kualitatif,
dan narasi / uraian / deskripsi pada setiap aspek perkembangan yang berisi catatan penting berkaitan
dengan anak didik.
7. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari–hari dalam kelas yang direkam dalam
catatan hasil belajar harian siswa (Ceklis, Foto Berseri, Hasil Karya, dan Catatan Anekdot).
1. Buku laporan perkembangan ini digunakan selama anak didik mengikuti program Pendidikan

di Kober Cahaya Hati

2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap

kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik), C

(Cukup), dan D (Kurang).

3. Untuk melaporkan perkembangan dalam kegiatan ekstrakulikuler menggunakan sistem

penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A

(Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

4. Untuk melaporkan perkembangan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan implementasi

pembelajaran mendalam (Deep Leraning) masih menggunakan sistem penilaian kualitatif

untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B

(Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

5. Buku laporan perkembangan ini disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka Pendekatan

Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta

dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa

dalam aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan

Pengembangan proyek.

6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang

direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan

Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Rayyan Hazard Alfarizki
2. Tempat/Tgl Lahir : Cimahi, 19 Mei 2020
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Anak ke :3
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Jl. Sindang Sari Barat No. 7 01/27 Melong,
Cimahi Selatan, Kota Cimahi

B. DATA ORANG TUA


1. Ayah / Wali
Nama Ayah/Wali : Choerul Mauludin
Pekerjaan/Wali : Karyawan Swasta
2. Ibu/Wali
Nama Ibu/Wali : Siti Fatimah
Pekerjaan Ibu/Wali : Mengurus Rumah Tangga

Bandung, 19 Desember 2025


Kepala Kober Cahaya Hati

Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.


LAPORAN CAPAIAN PEMBELAJARAN ANAK
( LCPA )

Nama Siswa : Rayyan Hazard Alfarizki


Tahun Pelajaran : 2025/2026
Semester : GANJIL
Kelompok/kelas :A
Fase : FONDASI

AGAMA DAN BUDI PEKERTI

Anak menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti setiap kegiatan di sekolah.

Ia tampak aktif dan penuh energi dalam berpartisipasi pada kegiatan keagamaan seperti

berdoa sebelum dan sesudah belajar serta mengikuti kegiatan ibadah bersama. Dalam

keseharian, anak menunjukkan sikap sopan kepada guru, mampu mendengarkan arahan

dengan baik, serta berusaha menghormati orang yang lebih tua.

Dalam kesehariannya, anak menunjukkan kemampuan yang baik dalam

memahami pembelajaran seperti doa harian dan surat pendek. Anak juga memiliki

keberanian untuk tampil di depan kelas. Dalam aspek budi pekerti, anak masih dalam

proses mengembangkan kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosinya. Ketika

merasa marah atau tidak nyaman terhadap kondisi dirinya, anak cenderung menarik diri

dan memilih untuk menyendiri. Ia belum berani menyampaikan perasaannya kepada guru,

sehingga membutuhkan pendampingan untuk belajar mengungkapkan emosi secara tepat

dan sehat. Perkembangan ini akan terus kami dukung agar anak mampu membangun

keberanian dalam berkomunikasi, serta dapat mengekspresikan kebutuhan dan

perasaannya dengan cara yang baik dan sesuai.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan semangat belajar yang tinggi, sikap sopan,

serta kemampuan yang baik dalam mengikuti kegiatan keagamaan dan pembelajaran di

kelas. Anak memiliki keberanian untuk tampil di depan, namun masih memerlukan

pendampingan dalam mengenali dan mengelola emosinya agar mampu mengekspresikan

perasaan dengan cara yang tepat dan sehat.

Pendampingan lanjutan difokuskan pada penguatan kemampuan sosial-emosional

anak, khususnya dalam mengenali dan mengelola emosi. Guru memberikan pendekatan
yang hangat dan empatik agar anak merasa aman untuk mengungkapkan perasaannya,

serta melatih anak mengekspresikan emosi secara verbal melalui pertanyaan sederhana,

cerita, atau bermain peran.

Keberanian anak untuk tampil dan berpartisipasi tetap didukung melalui

pemberian kesempatan yang konsisten disertai penguatan positif. Pembiasaan sikap sopan

dan keterlibatan dalam kegiatan keagamaan dipertahankan, serta didukung dengan kerja

sama antara guru dan orang tua agar pendampingan berjalan selaras. Dengan

pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan anak mampu mengekspresikan perasaan

dengan lebih tepat dan berkembang secara seimbang.

DOKUMENTASI KEGIATAN
AGAMA DAN BUDI PEKERTI
JATI DIRI

Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang cukup baik dalam berbagai

kegiatan pembelajaran. Semangatnya untuk tampil dan mengekspresikan bakat yang

dimiliki menjadi salah satu potensi yang patut diapresiasi. Namun, pada situasi tertentu anak

masih menunjukkan rasa takut melakukan kesalahan, sehingga sering kali mengurungkan

niat untuk tampil ke depan. Meskipun demikian, ketika mendapatkan dorongan dan

pendampingan, anak tetap berani mencoba hal-hal baru. Sikap ini mencerminkan adanya

kemauan untuk belajar dan berkembang, meskipun masih membutuhkan penguatan rasa

percaya diri.

Kemampuan komunikasi anak menunjukkan perkembangan yang semakin baik.

Anak mulai mampu mengemukakan pendapat serta mengajukan pertanyaan untuk

memenuhi rasa ingin tahunya. Sikap terbuka dan keinginan untuk bereksplorasi menjadi

bagian dari perkembangan karakter positif yang terus didukung.

Di sisi lain, kemampuan regulasi emosi anak masih belum stabil. Anak terkadang

mengalami kesulitan dalam mengelola perasaannya, terutama saat menghadapi tantangan

atau situasi yang membuatnya ragu. Meskipun demikian, anak tetap mampu bersikap

kooperatif dan telah menunjukkan kemauan untuk bermain serta berinteraksi bersama

teman-temannya.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan jati diri yang positif. Anak

mulai mengenali kemampuan dirinya, berani mengekspresikan pendapat, serta menunjukkan

kemajuan dalam berinteraksi sosial. Dengan pendampingan yang konsisten, khususnya

dalam penguatan kepercayaan diri dan pengelolaan emosi, diharapkan anak dapat tampil

lebih yakin dan berkembang secara optimal sesuai tahap perkembangannya.


DOKUMENTASI JATI DIRI
DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA SAINS TEKNOLOGI
REKAYASA DAN SENI

Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak

tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,

mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif

membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat

menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar

mengajukan pertanyaan dan mencoba berbagai aktivitas, seperti mencampur warna,

mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.

Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan

hubungan sebab–akibat dengan cukup baik.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam pengenalan

dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.

Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat

mengikuti kegiatan pembelajaran secara lebih konsisten dan fokus.

Pendampingan lanjutan dilakukan dengan menyediakan kegiatan literasi dan STEAM yang

terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif dan motorik

sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh konkret,

serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi tantangan.

Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian kesempatan

kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat mendukung

perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pengendalian emosi anak secara

optimal.
DOKUMENTASI DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA
SAINS TEKNOLOGI REKAYASA DAN SENI
DESKRIPSI PENGEMBANGAN PROJEK
(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)

Pada proyek pembelajaran bertema “Menjaga Kebersihan Gigi”, anak

menunjukkan antusiasme dalam mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan

menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui

bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi

bersama.

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

Anak mulai menunjukkan kebiasaan bersyukur atas kesehatan yang diberikan

Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah

belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar

menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang

sehat.

2. Berkebinekaan Global

Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara

dan berpendapat ketika berdiskusi tentang kebiasaan menjaga kebersihan diri di

rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap

sehat, meskipun memiliki kebiasaan yang berbeda-beda.

3. Kolaborasi

Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.

Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling

mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja

sama ini mulai tumbuh dengan baik.

4. Kemandirian

Anak mulai menunjukkan kemandirian dalam melakukan kegiatan menjaga

kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak

dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan

melakukannya dengan percaya diri.


5. Penalaran Kritis

Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu

menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan

gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau

makan permen terus nanti gigi jadi sakit.”

6. Kreatifitas

Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat

dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna

dan menempel gambar dengan rapi sesuai imajinasinya.

7. Komunikasi

Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan

di sekolah maupun di rumah. Anak juga mulai bangga menggunakan bahasa

Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter

gigi.

8. Kesehatan

Anak menunjukkan rasa peduli terhadap teman dan lingkungan dengan

mengingatkan teman untuk tidak membuang sampah sembarangan setelah kegiatan

makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan

lingkungan membantu semua orang menjadi sehat.

DOKUMENTASI PENGEMBANGAN PROJEK


(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)
KEGIATAN 7 KEBIASAAN INDONESIA HEBAT

CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D
1. Bangun pagi ✔️
2. Beribadah ✔️
3. Berolahraga ✔️
4. Makan sehat dan bergizi ✔️

5. Gemar membaca ✔️

6. Bermasyarakat ✔️
7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

DOKUMENTASI G7KAIH
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM

CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D

1. MEMAHAMI ✔️

2. MENGAPLIKASI ✔️

3. MEREFLEKSI ✔️

Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

DATA TUMBUH KEMBANG

NO. KETERANGAN JUMLAH

1. Tinggi Badan 109 CM

2. Berat Badan 11,70 KG

PRESENSI KEHADIRAN

NO. KETERANGAN SEMESTER I

1. Sakit …………………………Hari

2. Izin …………………………Hari

3. Alpa/ Tanpa Keterangan …………………………Hari

Bandung, 19 Desember 2025


Orang tua/ wali murid Guru Kelompok

---------------------------- (Ketrin Widiaastuti, S. H.)

Mengetahui,
Kepala Kober Cahaya Hati

(Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.)


*

LAPORAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK


(LPPA)
KOBER CAHAYA HATI

MUHAMMAD ZHAFRAN SAFARAZ


NISN/NIPD : 3197894349

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Tahun ajaran
2025-2026
1. Raport PAUD yang selanjutnya disebut buku Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA)
Kurikulum Merdeka Belajar PAUD dipergunakan selama anak didik mengikuti seluruh program
pembelajaran di Kober Cahaya Hati
2. Apabila anak didik pindah sekolah, buku LPPA dibawa oleh anak didik yang bersangkutan untuk
dipergunakan di sekolah baru sebagai bukti pencapaian kompetensi dengan meninggalkan arsip di
sekolah asal;
3. Apabila buku LPPA hilang, dapat diganti dengan buku LPPA pengganti dan diisi dengan nilai-nilai
yang dikutip dari buku induk sekolah asal anak didik dan disahkan oleh kepala sekolah bersangkutan;
4. Identitas satuan PAUD dan identitas anak didik diisi sesuai dengan data riil lembaga dan data anak
didik bersangkutan;
5. Penilaian perkembangan anak didik dilakukan secara kualitatif selama anak didik mengikuti pendidikan
di Kelompok Bermain berdasarkan catatan anekdot, skala capaian harian, dan catatan hasil karya.
6. Buku LPPA harus dilengkapi pas foto terbaru ukuran 3 x 4 cm, dan pengisiannya dilakukan oleh wali
kelas berkoordinasi dengan guru pendidik, diisi dengan cara memberikan Keterangan Nilai Kualitatif,
dan narasi / uraian / deskripsi pada setiap aspek perkembangan yang berisi catatan penting berkaitan
dengan anak didik.
7. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari–hari dalam kelas yang direkam dalam
catatan hasil belajar harian siswa (Ceklis, Foto Berseri, Hasil Karya, dan Catatan Anekdot).
1. Buku laporan perkembangan ini digunakan selama anak didik mengikuti program Pendidikan

di Kober Cahaya Hati

2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap

kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik), C

(Cukup), dan D (Kurang).

3. Untuk melaporkan perkembangan dalam kegiatan ekstrakulikuler menggunakan sistem

penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A

(Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

4. Untuk melaporkan perkembangan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan implementasi

pembelajaran mendalam (Deep Leraning) masih menggunakan sistem penilaian kualitatif

untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B

(Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

5. Buku laporan perkembangan ini disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka Pendekatan

Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta

dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa

dalam aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan

Pengembangan proyek.

6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang

direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan

Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Muhammad Zhafran Safaraz
2. Tempat/Tgl Lahir : Bandung, 21 September 2020
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Anak ke :5
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Jl. Cibuntu Timur 05/04 Warung Muncang,
Bandung Kulon, Kota Bandung

B. DATA ORANG TUA


1. Ayah / Wali
Nama Ayah/Wali : Misman
Pekerjaan/Wali : Wiraswasta
2. Ibu/Wali
Nama Ibu/Wali : Rusmiyati
Pekerjaan Ibu/Wali : Mengurus Rumah Tangga

Bandung, 19 Desember 2025


Kepala Kober Cahaya Hati

Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.


LAPORAN CAPAIAN PEMBELAJARAN ANAK
( LCPA )

Nama Siswa : Muhammad Zhafran Safaraz


Tahun Pelajaran : 2025/2026
Semester : GANJIL
Kelompok/kelas :A
Fase : FONDASI

AGAMA DAN BUDI PEKERTI

Anak berusaha menunjukan sifat sopan dan santun kepada guru dalam setiap kegiatan

pembelajaran. Anak menunjukkan sikap santun dan penuh hormat kepada guru dalam setiap

kegiatan pembelajaran maupun interaksi sehari-hari. Dalam hubungan sosial dengan teman

sebaya, anak tampak memiliki rasa kasih sayang dan kepedulian, serta mampu membangun

interaksi yang cukup harmonis. Dari aspek nilai agama dan budi pekerti, anak telah mampu

mengikuti kegiatan keagamaan dengan baik. Anak dapat membacakan doa-doa harian, hadis,

serta surat-surat pilihan sesuai dengan pembelajaran yang diberikan, sehingga terlihat adanya

pembiasaan perilaku religius dalam aktivitas sehari-hari.

Namun demikian, pada pelaksanaan kegiatan keagamaan, anak terkadang menunjukkan

perilaku usil dengan mengganggu teman, yang dapat menyebabkan terganggunya kelancaran

kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa anak masih memerlukan pendampingan dalam

pengendalian diri dan pemahaman terhadap aturan serta sikap yang tepat saat mengikuti kegiatan

bersama.

Di samping itu, anak memiliki keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai

kegiatan kelas. Akan tetapi, anak masih memerlukan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan

diri agar lebih yakin terhadap kemampuan yang dimiliki. Penguatan secara konsisten diharapkan

dapat membantu anak mengekspresikan potensi dirinya secara lebih optimal.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek nilai

agama, budi pekerti, interaksi sosial, serta keberanian untuk berpartisipasi. Dengan pendampingan

yang berkelanjutan, khususnya dalam melatih pengendalian diri dan meningkatkan rasa percaya

diri, anak berpotensi mencapai perkembangan yang lebih matang dan seimbang sesuai dengan

tahap perkembangan anak usia dini.


DOKUMENTASI KEGIATAN
AGAMA DAN BUDI PEKERTI
JATI DIRI

Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang sangat baik dalam mengikuti

setiap kegiatan di sekolah. Ia tampak aktif dan bersemangat dalam mencoba berbagai hal

baru, baik dalam kegiatan bermain maupun belajar. Anak berani mengungkapkan pendapat

dan perasaannya, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap lingkungan di

sekitarnya. Sikap ini mencerminkan motivasi belajar yang positif dan kesiapan anak untuk

mengeksplorasi pengalaman baru.

Namun demikian, kemampuan regulasi emosi anak masih belum stabil. Ketika anak

merasa marah, sedih, atau kesal, ia sering kali belum mampu menerima nasihat secara

langsung. Meskipun demikian, melalui pengarahan yang disampaikan dengan sabar dan

konsisten, anak mulai dapat memahami dan mengikuti arahan guru dengan lebih baik. Hal

ini menunjukkan bahwa anak memiliki potensi untuk mengembangkan kemampuan

pengelolaan emosi secara bertahap.

Dari aspek perkembangan fisik, kemampuan stimulasi dan motorik anak telah

berkembang dengan cukup matang. Anak menunjukkan kemampuan menangkap dan

memahami hal-hal baru dengan relatif cepat, serta mampu menyesuaikan diri dalam berbagai

aktivitas yang melibatkan koordinasi gerak. Secara keseluruhan, anak memiliki potensi

perkembangan yang baik dan dengan pendampingan yang berkelanjutan, khususnya dalam

penguatan regulasi emosi, diharapkan anak dapat berkembang secara optimal dan seimbang

sesuai dengan tahap perkembangannya.

Pendampingan lanjutan difokuskan pada penguatan kemampuan regulasi emosi

tanpa menghambat kepercayaan diri dan semangat eksplorasi anak. Guru perlu memberikan

pendekatan yang tenang, konsisten, dan empatik saat anak mengalami emosi negatif, serta

membantu anak menamai perasaan yang dirasakannya agar ia belajar mengenali emosinya

sendiri.

Kegiatan pembelajaran dapat disertai dengan latihan pengendalian emosi sederhana,

seperti menunggu giliran, bernapas perlahan, atau memilih sudut tenang ketika anak mulai

merasa kesal. Penguatan positif perlu diberikan setiap kali anak mampu mengikuti arahan

dan menenangkan diri.

Selain itu, stimulasi kognitif dan motorik yang sudah baik tetap dipertahankan

melalui aktivitas eksploratif dan pembelajaran aktif agar anak tetap termotivasi. Kolaborasi
dengan orang tua juga diperlukan untuk menerapkan pola pendampingan yang selaras di

rumah dan di sekolah. Dengan pendampingan yang konsisten, anak diharapkan mampu

mengelola emosi dengan lebih baik serta berkembang secara seimbang sesuai tahap

perkembangannya.

DOKUMENTASI JATI DIRI


DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA SAINS TEKNOLOGI
REKAYASA DAN SENI

Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak

tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,

mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif

membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat

menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar

mengajukan pertanyaan dan mencoba berbagai aktivitas, seperti mencampur warna,

mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.

Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan

hubungan sebab–akibat dengan cukup baik.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam pengenalan

dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.

Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat

mengikuti kegiatan pembelajaran secara lebih konsisten dan fokus.

Pendampingan lanjutan dilakukan dengan menyediakan kegiatan literasi dan

STEAM yang terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif

dan motorik sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh

konkret, serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi

tantangan. Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian

kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat

mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pengendalian emosi

anak secara optimal.


DOKUMENTASI DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA
SAINS TEKNOLOGI REKAYASA DAN SENI
DESKRIPSI PENGEMBANGAN PROJEK
(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)

Pada proyek pembelajaran bertema “Menjaga Kebersihan Gigi”, anak

menunjukkan antusiasme dalam mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan

menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui

bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi

bersama.

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

Anak mulai menunjukkan kebiasaan bersyukur atas kesehatan yang diberikan

Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah

belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar

menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang

sehat.

2. Berkebinekaan Global

Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara

dan berpendapat ketika berdiskusi tentang kebiasaan menjaga kebersihan diri di

rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap

sehat, meskipun memiliki kebiasaan yang berbeda-beda.

3. Kolaborasi

Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.

Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling

mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja

sama ini mulai tumbuh dengan baik.

4. Kemandirian

Anak mulai menunjukkan kemandirian dalam melakukan kegiatan menjaga

kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak

dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan

melakukannya dengan percaya diri.


5. Penalaran Kritis

Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu

menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan

gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau

makan permen terus nanti gigi jadi sakit.”

6. Kreatifitas

Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat

dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna

dan menempel gambar dengan rapi sesuai imajinasinya.

7. Komunikasi

Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan

di sekolah maupun di rumah. Anak juga mulai bangga menggunakan bahasa

Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter

gigi.

8. Kesehatan

Anak menunjukkan rasa peduli terhadap teman dan lingkungan dengan

mengingatkan teman untuk tidak membuang sampah sembarangan setelah kegiatan

makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan

lingkungan membantu semua orang menjadi sehat.

DOKUMENTASI PENGEMBANGAN PROJEK


(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)
KEGIATAN 7 KEBIASAAN INDONESIA HEBAT

CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D
1. Bangun pagi ✔️

2. Beribadah ✔️

3. Berolahraga ✔️

4. Makan sehat dan bergizi ✔️

5. Gemar membaca ✔️

6. Bermasyarakat ✔️

7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM

CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D

1. MEMAHAMI ✔️

2. MENGAPLIKASI ✔️

3. MEREFLEKSI ✔️

Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang


DATA TUMBUH KEMBANG ANAK

NO. KETERANGAN JUMLAH

1. Tinggi Badan CM

2. Berat Badan KG

PRESENSI KEHADIRAN

NO. KETERANGAN SEMESTER I

1. Sakit

2. Izin

3. Alpa/ Tanpa Keterangan

Bandung, 19 Desember 2025


Orang tua/ wali murid Guru Kelompok

---------------------------- (Ketrin Widiaastuti, S. H.)

Mengetahui,
Kepala Kober Cahaya Hati

(Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.)


*

LAPORAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK


(LPPA)
KOBER CAHAYA HATI

EVANO DEWANGGA APRILIANSYAH RAMADHAN


NISN/NIPD : -

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Tahun ajaran
2025-2026
1. Raport PAUD yang selanjutnya disebut buku Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA)
Kurikulum Merdeka Belajar PAUD dipergunakan selama anak didik mengikuti seluruh program
pembelajaran di Kober Cahaya Hati
2. Apabila anak didik pindah sekolah, buku LPPA dibawa oleh anak didik yang bersangkutan untuk
dipergunakan di sekolah baru sebagai bukti pencapaian kompetensi dengan meninggalkan arsip di
sekolah asal;
3. Apabila buku LPPA hilang, dapat diganti dengan buku LPPA pengganti dan diisi dengan nilai-nilai
yang dikutip dari buku induk sekolah asal anak didik dan disahkan oleh kepala sekolah bersangkutan;
4. Identitas satuan PAUD dan identitas anak didik diisi sesuai dengan data riil lembaga dan data anak
didik bersangkutan;
5. Penilaian perkembangan anak didik dilakukan secara kualitatif selama anak didik mengikuti pendidikan
di Kelompok Bermain berdasarkan catatan anekdot, skala capaian harian, dan catatan hasil karya.
6. Buku LPPA harus dilengkapi pas foto terbaru ukuran 3 x 4 cm, dan pengisiannya dilakukan oleh wali
kelas berkoordinasi dengan guru pendidik, diisi dengan cara memberikan Keterangan Nilai Kualitatif,
dan narasi / uraian / deskripsi pada setiap aspek perkembangan yang berisi catatan penting berkaitan
dengan anak didik.
7. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari–hari dalam kelas yang direkam dalam
catatan hasil belajar harian siswa (Ceklis, Foto Berseri, Hasil Karya, dan Catatan Anekdot).
1. Buku laporan perkembangan ini digunakan selama anak didik mengikuti program Pendidikan

di Kober Cahaya Hati

2. Untuk melaporkan capaian Pendidikan anak digunakan sistem penilaian kualitatif untuk setiap

kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B (Baik), C

(Cukup), dan D (Kurang).

3. Untuk melaporkan perkembangan dalam kegiatan ekstrakulikuler menggunakan sistem

penilaian kualitatif untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A

(Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

4. Untuk melaporkan perkembangan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan implementasi

pembelajaran mendalam (Deep Leraning) masih menggunakan sistem penilaian kualitatif

untuk setiap kemampuan dengan menggunakan empat kategori, yaitu A (Sangat Baik), B

(Baik), C (Cukup), dan D (Kurang).

5. Buku laporan perkembangan ini disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka Pendekatan

Mendalam (Deep Learning) yang berpedoman pada 8 Dimensi Profil Lulusan serta

dilengkapi dengan catatan guru yang secara diskriptif menjelaskan perkembangan siswa

dalam aspek Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, Literasi dan STEAM, dan

Pengembangan proyek.

6. Sumber penilaian terhadap anak didik adalah pengamatan sehari-hari didalam kelas yang

direkam didalam catatan harian siswa ( Catatan Anekdot, Hasil Karya, Foto Berseri, dan

Ceklis)
A. DATA PRIBADI SISWA
1. Nama lengkap anak/siswa : Evano Dewangga Apriliansyah Ramadhan
2. Tempat/Tgl Lahir : Kabupaten Cilacap, 13 Oktober 2020
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Anak ke :3
5. Agama : Islam
6. Kewarganegaraan : Indonesia
7. Alamat : Jl. Sindang Sari Barat Ruko Baja Blok A,
Melong, Cimahi Selatan, Kota Cimahi

B. DATA ORANG TUA


1. Ayah / Wali
Nama Ayah/Wali : Asmono
Pekerjaan/Wali : Buruh Harian Lepas
2. Ibu/Wali
Nama Ibu/Wali : Anti Widiastuti
Pekerjaan Ibu/Wali : Mengurus Rumah Tangga

Bandung, 19 Desember 2025


Kepala Kober Cahaya Hati

Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.


LAPORAN CAPAIAN PEMBELAJARAN ANAK
( LCPA )

Nama Siswa : Evano Dewangga Apriliansyah Ramadhan


Tahun Pelajaran : 2025/2026
Semester : GANJIL
Kelompok/kelas :A
Fase : FONDASI

AGAMA DAN BUDI PEKERTI

Anak menunjukkan sikap santun dan penuh hormat kepada guru dalam setiap kegiatan

pembelajaran maupun interaksi sehari-hari. Dalam hubungan sosial dengan teman sebaya, anak

tampak memiliki rasa kasih sayang, kepedulian, serta mampu membangun interaksi yang

harmonis. Dari aspek nilai agama dan budi pekerti, anak mulai menunjukkan perkembangan dalam

mengikuti kegiatan keagamaan, khususnya kegiatan berdoa. Anak sudah mampu mengikuti

kegiatan doa bersama meskipun dalam durasi yang belum lama, namun hal tersebut menunjukkan

adanya perkembangan positif dan proses pembiasaan yang terus berjalan.

Di samping itu, anak memiliki keberanian untuk tampil dan berpartisipasi dalam berbagai

kegiatan kelas. Namun, anak masih memerlukan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan

dirinya agar lebih yakin terhadap kemampuan yang dimiliki. Penguatan ini diharapkan dapat

membantu anak mengekspresikan potensi dirinya secara lebih optimal.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek nilai

agama dan budi pekerti, interaksi sosial, serta keberanian untuk berpartisipasi. Dengan

pendampingan yang berkelanjutan, khususnya dalam memperkuat pembiasaan kegiatan berdoa

dan meningkatkan rasa percaya diri, anak berpotensi mencapai perkembangan yang lebih matang

dan seimbang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini.


DOKUMENTASI KEGIATAN
AGAMA DAN BUDI PEKERTI
JATI DIRI

Anak menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang baik dalam mengikuti berbagai

kegiatan di sekolah. Ia tampak aktif dan bersemangat untuk mencoba hal-hal baru, baik

dalam kegiatan bermain maupun belajar bersama teman-temannya. Anak berani

mengungkapkan pendapat dan perasaannya, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi

terhadap lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan pembelajaran, anak telah menunjukkan perkembangan yang positif.

Anak sudah mampu mengikuti kegiatan belajar dengan duduk di kursi hingga tugas selesai,

meskipun masih memerlukan pendampingan. Perkembangan ini menunjukkan adanya

peningkatan kemampuan fokus dan kesiapan belajar anak.

Namun demikian, kemampuan regulasi emosi anak masih belum stabil. Anak

terkadang masih menunjukkan respon emosi yang kuat, namun saat ini anak mulai merasa

lebih nyaman dengan teman-temannya sehingga perilaku tantrum tidak lagi muncul secara

terus-menerus. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan dalam aspek sosial-emosional yang

perlu terus diperkuat.

Dari aspek perkembangan fisik, kemampuan stimulasi dan motorik anak masih

belum berkembang secara optimal. Anak masih memerlukan pendampingan dan stimulasi

lanjutan untuk mendukung kematangan motorik sesuai dengan tahap perkembangannya.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan potensi perkembangan yang baik, dan dengan

pendampingan yang konsisten serta berkelanjutan, diharapkan anak dapat berkembang

secara lebih seimbang pada seluruh aspek perkembangan.

Pendampingan lanjutan jati diri anak difokuskan pada penguatan kepercayaan diri,

kemandirian, dan kemampuan mengenali serta mengelola emosi. Guru memberikan

pendekatan yang hangat dan konsisten agar anak merasa aman mengekspresikan diri, disertai

penguatan positif atas setiap usaha yang ditunjukkan.

Interaksi sosial dilatih secara bertahap melalui kegiatan kelompok kecil, serta

didukung dengan stimulasi motorik yang terarah. Dengan pendampingan yang berkelanjutan

dan kerja sama dengan orang tua, diharapkan jati diri anak berkembang secara lebih optimal

dan seimbang.
DOKUMENTASI JATI DIRI
DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA SAINS TEKNOLOGI
REKAYASA DAN SENI

Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan literasi dan STEAM. Anak

tampak sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas, seperti membaca gambar,

mengenal huruf, berhitung, serta melakukan percobaan sederhana. Karakter anak yang aktif

membuatnya cepat merespons hal-hal baru dan menunjukkan rasa ingin tahu yang besar saat

menjelajahi lingkungan sekitar. Dalam kegiatan sains dan eksplorasi, anak gemar

mengajukan pertanyaan dan mencoba berbagai aktivitas, seperti mencampur warna,

mengamati benda di sekitarnya, serta bermain balok untuk membangun berbagai bentuk.

Melalui kegiatan tersebut, anak mulai mampu mengenal konsep dasar berhitung, pola, dan

hubungan sebab–akibat dengan cukup baik.

Secara keseluruhan, anak menunjukkan perkembangan yang baik dalam pengenalan

dasar literasi dan STEAM serta memiliki potensi yang kuat dalam berpikir kritis dan kreatif.

Namun, anak masih memerlukan pendampingan dalam mengelola emosi agar dapat

mengikuti kegiatan pembelajaran secara lebih konsisten dan fokus.

Pendampingan lanjutan dilakukan dengan menyediakan kegiatan literasi dan

STEAM yang terstruktur, bertahap, dan tetap menarik, serta melibatkan aktivitas eksploratif

dan motorik sesuai dengan karakter anak. Guru dapat memberikan arahan yang jelas, contoh

konkret, serta penguatan positif untuk membantu anak mengelola emosi saat menghadapi

tantangan. Selain itu, pembiasaan refleksi sederhana setelah kegiatan dan pemberian

kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali hasil eksplorasinya diharapkan dapat

mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pengendalian emosi

anak secara optimal.


DOKUMENTASI DASAR -DASAR LITERASI MATEMATIKA
SAINS TEKNOLOGI REKAYASA DAN SENI
DESKRIPSI PENGEMBANGAN PROJEK
(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)

Pada proyek pembelajaran bertema “Menjaga Kebersihan Gigi”, anak

menunjukkan antusiasme dalam mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan

menjaga kesehatan dan kebersihan diri, khususnya pada gigi. Anak belajar melalui

bermain, bercerita, bernyanyi, dan kegiatan praktek sederhana seperti menggosok gigi

bersama.

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

Anak mulai menunjukkan kebiasaan bersyukur atas kesehatan yang diberikan

Tuhan serta menghargai ciptaan-Nya. Saat kegiatan doa sebelum dan sesudah

belajar, anak mengikuti dengan tertib dan penuh perhatian. Anak juga mulai belajar

menjaga kebersihan tubuh dan gigi sebagai wujud rasa syukur atas tubuh yang

sehat.

2. Berkebinekaan Global

Anak belajar bekerja sama dan menghargai perbedaan teman dalam cara berbicara

dan berpendapat ketika berdiskusi tentang kebiasaan menjaga kebersihan diri di

rumah. Anak mulai memahami bahwa semua teman perlu menjaga gigi agar tetap

sehat, meskipun memiliki kebiasaan yang berbeda-beda.

3. Kolaborasi

Anak tampak senang bekerja sama saat kegiatan praktik menggosok gigi bersama.

Anak dengan senang hati membantu teman mengambil peralatan dan saling

mengingatkan untuk berkumur dengan benar. Sikap saling membantu dan bekerja

sama ini mulai tumbuh dengan baik.

4. Kemandirian

Anak mulai menunjukkan kemandirian dalam melakukan kegiatan menjaga

kebersihan diri, seperti mencuci tangan dan menggosok gigi tanpa banyak

dibimbing. Anak juga berusaha menyiapkan perlengkapan sikat gigi sendiri dan

melakukannya dengan percaya diri.


5. Penalaran Kritis

Dalam kegiatan mengenal makanan sehat dan tidak sehat bagi gigi, anak mampu

menyebutkan contoh makanan yang baik untuk gigi serta yang dapat menyebabkan

gigi rusak. Anak mulai mampu menjelaskan alasan sederhana, misalnya “kalau

makan permen terus nanti gigi jadi sakit.”

6. Kreatifitas

Anak menunjukkan kreativitas saat membuat karya kolase bergambar gigi sehat

dan gigi berlubang menggunakan berbagai bahan. Anak mampu memilih warna

dan menempel gambar dengan rapi sesuai imajinasinya.

7. Komunikasi

Anak belajar menghargai kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan yang diajarkan

di sekolah maupun di rumah. Anak juga mulai bangga menggunakan bahasa

Indonesia dengan sopan saat berbagi cerita tentang pengalaman pergi ke dokter

gigi.

8. Kesehatan

Anak menunjukkan rasa peduli terhadap teman dan lingkungan dengan

mengingatkan teman untuk tidak membuang sampah sembarangan setelah kegiatan

makan bersama. Anak mulai memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan

lingkungan membantu semua orang menjadi sehat.

DOKUMENTASI PENGEMBANGAN PROJEK


(MENJAGA KEBERSIHAN GIGI)
KEGIATAN 7 KEBIASAAN INDONESIA HEBAT

CAPAIAN
NO. BIDANG PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D
1. Bangun pagi ✔️

2. Beribadah ✔️

3. Berolahraga ✔️

4. Makan sehat dan bergizi ✔️


5. Gemar membaca ✔️

6. Bermasyarakat ✔️

7. Tidur cepat ✔️
Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

DOKUMENTASI G7KAIH
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM

CAPAIAN
NO. ASPEK PENGEMBANGAN PERKEMBANGAN

A B C D

1. MEMAHAMI ✔️

2. MENGAPLIKASI ✔️

3. MEREFLEKSI ✔️

Ket: A = Sangat Baik B = Baik C = Cukup D = Kurang

DATA TUMBUH KEMBANG ANAK

NO. KETERANGAN JUMLAH

1. Tinggi Badan 108 CM

2. Berat Badan 18,35 KG

PRESENSI KEHADIRAN

NO. KETERANGAN SEMESTER I

1. Sakit

2. Izin

3. Alpa/ Tanpa Keterangan

Bandung, Desember 2025


Orang tua/ wali murid Guru Kelompok

---------------------------- (Ketrin Widiaastuti, S. H.)

Mengetahui,
Kepala Kober Cahaya Hati

(Hj. Yanti Kusmayanti, S. Pd.)

Anda mungkin juga menyukai