0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan2 halaman

Caca

Dokumen ini menggambarkan kisah Aini, seorang korban bullying oleh Angelita dan teman-temannya di sekolah. Viyolin dan Aditia berinisiatif untuk melaporkan tindakan bullying tersebut kepada guru, yang kemudian mengintervensi dan meminta pelaku untuk meminta maaf. Pesan moral yang disampaikan adalah pentingnya bersuara melawan bullying dan menjadi pembela bagi yang teraniaya.

Diunggah oleh

ayyanahumaira0
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan2 halaman

Caca

Dokumen ini menggambarkan kisah Aini, seorang korban bullying oleh Angelita dan teman-temannya di sekolah. Viyolin dan Aditia berinisiatif untuk melaporkan tindakan bullying tersebut kepada guru, yang kemudian mengintervensi dan meminta pelaku untuk meminta maaf. Pesan moral yang disampaikan adalah pentingnya bersuara melawan bullying dan menjadi pembela bagi yang teraniaya.

Diunggah oleh

ayyanahumaira0
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Judul: "Berani Bersuara

"Tokoh & Karakter


Aini (Korban) : Pendiam, pintar, pemalu.

Angelita (Pelaku Utama) : Angkuh, populer, manipulatif.

Syifa (Pengikut) : Ikut-ikutan angelita, cerewet.

Vanesa (Pengikut) : Suka meledek, kasar.

Irvan (Saksi Pasif) : Takut pada angelita, diam saja.

Viyolin (Pembela) : Berani, peduli.

Aditia (Pembela) : Tegas, jujur.

Fadli ( Pak Guru ) : Bijak, tegas.

[ADEGAN 1]
Latar: Ruang kelas saat jam istirahat. Aini sedang membaca buku di meja. Angelita, syifa,
dan vanesa menghampiri.

Angelita : (Menggebrak meja aini ) "Wah, lihat si Culun lagi sok pintar. Baca buku apa
sih? Buku cara jadi cupu?

"Syifa : (Tertawa) "Paling buku tentang cara biar nggak punya teman, njel.

"Aini: (Takut, menunduk) "Aku... aku cuma baca, njel.

"Vanesa: (Mengambil buku aini dan melemparnya) "Nggak usah belagu lo! Kerjain tugas
bahasa Indonesia gue sekarang!

"Irvan: (Hanya melihat dari kejauhan, diam saja karena takut).

[ADEGAN 2]
Latar: Kantin sekolah. Viyolin dan aditia melihat kejadian di kelas tadi.

Viyolin: "Keterlaluan banget sih angelita dan gengnya. Aini diganggu terus tiap hari.

"Aditia : "Iya, aku nggak tahan lihatnya. Tapi, kita takut kalau dilaporkan, nanti kita yang
kena bully.
"Viyolin: "Tapi kalau didiamkan, dampaknya ke mental aini bisa parah, dit . Bullying
verbal dan fisik itu bahaya!

"Aditia : "Oke, aku setuju. Kita harus lapor ke pak guru fadli, tapi kita butuh bukti.

"[ADEGAN 3]
Latar: Belakang sekolah. Angelita sedang memojokkan aini.

Angelita: "Mana tugas gue? Lama banget!"

Aini : "Belum selesai, njel. Tadi aku dikasih tugas tambahan sama guru.

"Vanesa: (Mendorong aini) "Alasan aja lo!

"Viyolin: (Datang bersama aditia dan bapak guru fadli ) "Stop, anglita! Jangan kasar!

"Pak guru fadli : (Tegas) "angelita, vanesa, syifa ! Ikut bapak ke ruang BK sekarang!

"Syifa : "Tapi Bu, tadi cuma bercanda...

"Bapak guru fadli : "Berulang kali menyakiti fisik dan psikis itu bukan bercanda!

"[ADEGAN 4]Latar: Kelas, keesokan harinya. Suasana canggung.

Bapak guru fadli : "Anak-anak, bullying tidak dibenarkan. Angelita, vanesa, syifa, minta
maaf pada aini dan janji tidak mengulanginya.

"Angelita : (Menunduk, malu) "aini, aku minta maaf ya. Aku salah.

"Aini: "Iya, aku maafin.

"Viyolin: "aini, maaf ya aku baru berani bela sekarang.

"Aditia : "Mulai sekarang, kita temenan ya!

"Irvan: "Maafin aku juga ya, aini. Aku kemarin cuma berani diam.

"(Semua bersalaman, suasana menjadi kondusif).

Pesan Moral Bullying adalah tindakan salah. Jangan takut bersuara, karena diam hanya
akan memperpanjang penindasan. Jadilah pembela, bukan penonton.

Anda mungkin juga menyukai