0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Argumentative Text

Teks argumentasi adalah teks yang menyajikan argumen berdasarkan fakta dan logika untuk meyakinkan pembaca tentang validitas pendapat penulis. Teks ini berbeda dari teks eksposisi yang informatif dan teks persuasif yang emosional, serta memiliki struktur yang jelas dengan pengantar, isi, dan kesimpulan. Fungsi utama teks argumentasi adalah memengaruhi keputusan pembaca, menyajikan argumen terstruktur, dan mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda.

Diunggah oleh

Ryo B'yOu Gembel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Argumentative Text

Teks argumentasi adalah teks yang menyajikan argumen berdasarkan fakta dan logika untuk meyakinkan pembaca tentang validitas pendapat penulis. Teks ini berbeda dari teks eksposisi yang informatif dan teks persuasif yang emosional, serta memiliki struktur yang jelas dengan pengantar, isi, dan kesimpulan. Fungsi utama teks argumentasi adalah memengaruhi keputusan pembaca, menyajikan argumen terstruktur, dan mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda.

Diunggah oleh

Ryo B'yOu Gembel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengertian Teks Argumentasi (Argumentative Text Definition)

Argumentative text adalah teks yang membahas suatu topik atau pertanyaan dengan mengemban
gkan argumen berdasarkan fakta, data, logika, dan contoh yang relevan dari sudut pandang penulis.

Tujuan utama dari argumentative text adalah untuk meyakinkan pembaca atau pendengar bahwa,
pendapat penulis tentang sebuah topik bersifat valid dan absah.

Perbedaan Teks Argumentasi dengan Exposition Teks dan Persuasive Text

Dalam exposition text, penulis bisa menuangkan suatu informasi dari sebuah topik, tanpa harus m
emengaruhi pembaca.

Nah, yang cukup mirip adalah teks argumentasi dan persuasif. Namun, yang membedakan keduanya
adalah pendekatan dan segi bahasa.

Dalam argumentative text, penulis mendukung argumen dengan logika dan bukti, dan fokus pada
rational persuasion.

Sementara itu, teks persuasi mengandalkan bahasa emosional dan motivasi untuk memengaruhi pe
mbaca. Tulisan di dalamnya akan membujuk pembaca secara emosional melalui retorika, cerita, atau
imajinasi.

Jenis-Jenis Argumentative Text

Nah, berdasarkan bentuknya, teks argumentasi bisa dimuat dalam berbagai konsep. Contohnya ess
ay, opinion article, political speech, dan juga debate.

Based on the function, teks argumentatif dibagi menjadi dua jenis. Pertama, ada argumentative
text analytic, dan ada teks argumentasi hortatorik.

Biasanya, kedua teks ini dapat dibedakan melalui paragraf kesimpulan. Dalam teks analitik, penulis h
anya akan memberikan analisis objektif suatu topik secara mendalam.

Sementara itu, argumentative hortatory text bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar melakuk
an atau mengikuti suatu tindakan tertentu.

Fungsi Teks Argumentasi (Argumentative Text Purpose)

Ada beberapa fungsi dari argumentative text, yaitu:

 Memengaruhi pembaca untuk membuat keputusan yang tepat mengenai topik yang dibahas.
 Menegaskan posisi penulis dalam sebuah topik.
 Membujuk pembaca untuk menerima posisi penulis.
 Menyajikan argumen dan bukti secara terstruktur.
 Mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan memberikan kontra-argumen.
 Mengembangkan kemampuan berpikir kritis pembaca.
 Memfasilitasi diskusi dan debat tentang isu penting.
 Mendukung pengambilan keputusan dengan informasi yang relevan.
Ciri-Ciri Argumentative Text

Karakteristik yang dapat dilihat dari teks argumentasi adalah sebagai berikut:

1. Mempertimbangkan dan Membahas Argumen yang Berseberangan


Tak hanya fokus pada argumen yang mendukung posisi penulis, teks argumentasi tak jarang mencan
tumkan argumen yang bertentangan.

Di sini, kamu boleh mengidentifikasi argumen lawan, menyajikan pandangan tersebut dengan adil, da
n memberikan kontra-argumen untuk menunjukkan mengapa pandanganmu lebih valid atau kuat.

2. Dapat Menangani Berbagai Macam Topik

Ingin menulis isu tentang sosial, politik, ekonomi, atau topik lain yang berkaitan dengan akademik? B
oleh, guys.

Penulis dipersilakan mengeksplorasi isu dari berbagai bidang dengan cara yang terstruktur dan logis.

3. Tesis yang Jelas

Pada praktiknya, tulisanmu harus memiliki tesis yang jelas. Beritahu pembaca atau pendengar meng
enai pernyataan utama yang menjadi pusat argumen.

4. Argumentasi yang Kuat

Sesuai jenisnya, di teks ini, kamu wajib mengemukakan bukti yang solid, seperti data, fakta, statistik,
atau hasil penelitian.

Argumentasi yang kuat juga harus menggunakan logika yang jelas dan analisis yang mendalam untu
k meyakinkan pembaca tentang validitas pandangan penulis.

5. Koherensi dan Kohesi

Koherensi mengacu pada keterhubungan dan konsistensi ide-ide dalam teks. Artinya, argumen-argu
men yang disajikan harus saling mendukung.

Di sisi lain, kohesi merujuk pada hubungan antara kalimat dan paragraf dalam teks. Dalam penulisan
nya, gunakan elemen seperti transisi, kata penghubung, dan referensi yang jelas untuk memastikan b
ahwa teks mengalir dengan baik dan mudah diikuti.

6. Objektivitas dan Subjektivitas

Meskipun teks argumen umumnya didasarkan pada data objektif, namun bisa juga mencerminkan po
int of view subjektif penulis.

Objektivitas dicapai dengan menyajikan data dan bukti yang dapat diverifikasi, sedangkan subjektivita
s muncul dalam interpretasi atau penilaian penulis tentang informasi tersebut.

Maka, penting bagi penulis untuk menyeimbangkan kedua aspek ini agar argumen tetap kredibel dan
meyakinkan.

Struktur Teks Argumentasi (Argumentative Text Structure)

Pastikan kamu mengemas teks argumentatif ke dalam 3 struktur, yaitu introduction, body of the p
aragraph, and conclusion. Cek penjelasannya di bawah ini!

1. Introduction and Thesis


Kamu bisa membuka teks argumentasi dengan introductory paragraph dan thesis. Ini merupakan
paragraf pengantar, di mana kamu perlu memberitahukan topik yang akan dibahas.

Pendahuluan dalam teks argumentasi harus singkat dan to-the-point. Tujuan utamanya adalah me
mberikan gambaran umum tentang situasi saat ini tanpa memasuki detail yang terlalu mendalam.

Supaya lebih eyecatchee, coba cantumkan angka statistik, anekdot singkat, atau fakta mengejutkan
yang bisa menarik perhatian pembaca.

Lalu, berikan sedikit pemaparan, mengapa poin tersebut relevan atau penting untuk disimak lebih dal
am oleh pembaca.

Selanjutnya, tutup paragraf ini dengan pernyataan thesis. Apa itu? Pernyataan tesis adalah klaim ya
ng dapat diperdebatkan dalam inti pembahasan.

Tujuan dari pernyataan tesis adalah memperkenalkan pembaca pada klaim yang akan coba didukun
g oleh penulis di seluruh bagian esai.

Catat ya, tesis bukanlah fakta atau sesuatu yang disetujui secara umum. Misalnya, ”Videogames ar
e a form of popular entertainment” bukanlah pernyataan tesis yang baik, karena fakta tersebut d
isetujui secara umum.

Alih-alih yang tadi, kamu bisa mengungkapkan statement begini, “Videogames are harmful to the
younger generation”. Tentunya kalimat tersebut better. Yap, karena ada banyak orang yang mun
gkin nggak setuju dengan pernyataan ini.

2. Body of The Paragraph

Tubuh atau inti teks bisa dibagi menjadi dua part, yaitu:

A. Paragraf Pertama: Isi

Di paragraf pertama, kamu dapat memaparkan argumen yang ingin ditanggapi. Tujuannya adalah unt
uk mengemukakan ide-ide, memicu diskusi, serta mengembangkan argumen-mu sendiri.

Untuk menyusun paragraf ini, gunakan konjungsi pertentangan, seperti “although” atau “even tho
ugh“.

Kuncinya, urutkan setiap argumen dengan sistem skala prioritas, dan mulailah dari yang paling utam
a.

Again, pastikan semuanya saling terkait, dibahas secara mendalam, tapi tidak bertele-tele atau bahk
an keluar dari konteks pembahasan.

B. Paragraf Kedua dan Selanjutnya

Di paragraf kedua, mulailah untuk membantah argumen yang telah dipaparkan di paragraf pertama.

Jika argumen atau ide yang kamu bahas terlalu panjang, maka cukup bagi ke dalam beberapa paragr
af. Di sini, kamu juga akan menuangkan berbagai data yang mendukung argumen-mu.

Di setiap paragraf berikutnya, kamu tak perlu membandingkan argumen baru dengan argumen di par
agraf lain.
Pastikan setiap paragraf baru dimulai dengan ide baru, dan dibahas sesuai alurnya.

3. Conclusion and Closing

Setiap teks akan selalu diakhiri dengan kesimpulan dan penutup. Sama seperti paragraf pembuka, ka
mu perlu menulis sesuatu yang memberi dampak besar untuk pembaca.

Coba untuk sentuh sisi emosional pembaca, dan menyoroti poin-poin penting dari argumen yang sud
ah kamu uraikan sebelumnya.

Ingat, jangan memasukkan ide-ide baru di sini. Nanti pembaca malah bingung, guys. Jadi, sebaiknya
tuliskan poin-poin penting sebelumnya secara menonjol, sehingga berkesan bagi audience.

Language Features (Kaidah Kebahasaan) Argumentative Text

Setelah generic structure, kunci selanjutnya untuk membuat teks argumentasi yang ciamik adalah
memahami kaidah kebahasaan. Cek language features-nya di bawah ini:

1. Use Conjunction (Kata Penghubung)

Sesuai fungsinya, conjunction dapat menyambungkan ide atau argumen dalam teks, sehingga alur
nya bisa saling tersambung dan lebih mudah diikuti pembaca. Contoh conjunction-nya yaitu becau
se,therefore,however, dan although.

Contoh kalimat:

The policy was implemented because it addresses the root cause of the problem.

2. Use Emphatic Statements (Kalimat Penegasan)

Kalimat penegasan digunakan untuk menekankan poin penting dalam argumen. Tujuannya adalah u
ntuk memastikan bahwa pembaca memperhatikan dan mengingat poin-poin kunci yang disampaikan.
Contohnya seperti clearly, undoubtedly, certainly, obviously.

Contoh penerapannya dalam kalimat:

Clearly, the evidence supports the conclusion that immediate action is necessary.

3. Use Evaluative Language (Bahasa Evaluatif)

Jika kamu ingin mengevaluasi ide, argumen, atau bukti yang ada dalam teks, gunakanlah evaluativ
e language. Misalnya argue, claim, suggest, assert.

Contoh kalimatnya:

The author argues that the new law will significantly improve public safety.

4. Use Transition Words (Kata Transisi)

Selain konjungsi, sebuah teks bisa menjadi kohesif dan koheren dengan adanya transition words.

Kata transisi berfungsi untuk menghubungkan paragraf atau kalimat, supaya pembaca dapat mengik
uti perubahan ide atau argumen dengan mudah. Contohnya firstly, in addition, on the other han
d, furthermore.
Contoh kalimat:

Firstly, we must consider the economic impact of the decision.

5. Use Persuasive Language (Gaya Bahasa Persuasif)

Supaya pembaca yakin dan setuju dengan argumen penulis, kamu perlu menyusun tulisan gaya bah
asa persuasif.

Dalam bahasa Inggris, contohnya adalah must, need to, it is essential that, should. Example:

We must take immediate action to prevent further damage to the environment.

6. Use Emotive Words (Gunakan Kata-kata Emosional)

Yuk, ciptakan dampak emosional pada pembaca melalui emotive words. Misalnya outraged, hea
rtbroken, inspiring, alarming.

Contoh kalimat:

The community was outraged by the unjust treatment of the workers.

7. Use Simple Present Tense

Kenapa harus simple present tense? Sebab, kamu perlu menyampaikan fakta atau argumen yang
berlaku di masa sekarang.

Hal ini membuat teks jadi terasa lebih relevan. Nah, kamu tentunya sudah tahu kalau ciri khas dari si
mple present tense adalah selalu menggunakan verb 1, atau memakai verb are, is, do, does.

Berikut contoh kalimatnya:

The data clearly shows that regular exercise improves mental health.

Langkah Menulis Argumentative Text Beserta Tipsnya

Kalau sudah memahami struktur dan kaidah bahasanya, lanjut pahami langkah-langkah start menulis.
Here we go~

1. Do a Deep Research

Sebelum mulai menulis, lakukan riset mendalam tentang topik yang hendak kamu bahas. Kumpulkan
informasi dari berbagai sumber terpercaya, seperti buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan berita y
ang valid.

Guys, riset yang kuat akan memberikan fondasi yang kokoh. So, kamu nggak boleh malas membaca
ya!

Tips, saat melakukan riset, pastikan kamu menyimpan catatan sumber dan referensi yang ada. Usah
akan untuk double atau triple check, make sure semua informasi yang kamu dapat sudah akurat
dan kredibel.

Sebagai contoh, kalau kamu ingin membahas dampak perubahan iklim, maka cari dan gunakan data
dari badan lingkungan terpercaya atau jurnal ilmiah.
2. Create an Outline and Write the Draft

Setelah riset selesai, buatlah kerangka (outline). Tentukan tesis, serta susun argumen yang akan ka
mu kembangkan. Dengan kerangka yang jelas, proses penulisan akan menjadi lebih terarah dan efisi
en.

Tips, pada saat menulis draft pertama, fokuslah untuk menulis sesuai urutan kerangka yang telah dib
uat. Di tahap ini, kamu nggak perlu terlalu khawatir dengan kesempurnaan kalimat. Just keep writin
g!

3. Edit and Proofread

Setelah draf pertama selesai, luangkan waktu untuk mengedit dan memeriksa hasil karyamu. Cek tat
a bahasa, ejaan, dan tanda baca yang ada.

Bila perlu, sempurnakan kalimat dan paragraf yang terlihat belum jelas dan efektif. Tipsnya, bacalah t
eks-mu beberapa kali. Jika memungkinkan, kamu bisa meminta orang lain untuk memberi saran.

Anda mungkin juga menyukai