0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan10 halaman

Asas 5

Kesejahteraan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan fisik dan emosional individu atau masyarakat, mencakup aspek material, spiritual, dan sosial. Terdapat berbagai indikator kesejahteraan seperti kesehatan, pendidikan, pendapatan, dan perumahan, yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan. Hambatan terhadap kesejahteraan sering kali disebabkan oleh ketergantungan ekonomi dan ketidakmampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan10 halaman

Asas 5

Kesejahteraan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan fisik dan emosional individu atau masyarakat, mencakup aspek material, spiritual, dan sosial. Terdapat berbagai indikator kesejahteraan seperti kesehatan, pendidikan, pendapatan, dan perumahan, yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan. Hambatan terhadap kesejahteraan sering kali disebabkan oleh ketergantungan ekonomi dan ketidakmampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kesejahteraan - Pengertian, Aspek,

Indikator dan Hambatan

Muchlisin Riadi
Updated: 21 Nov, 2023 •
Temukan lebih banyak
kesehatan
pendidikan
Kesehatan
Table of Contents

 Pengertian Kesejahteraan
 Jenis-jenis Kesejahteraan
 Aspek-aspek Kesejahteraan
 Indikator Kesejahteraan
 Hambatan Kesejahteraan

Kesejahteraan adalah suatu keadaan di masyarakat dimana terpenuhinya kebutuhan lahir,


seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan dan kesehatan serta kebutuhan batin seperti
keselamatan, kesusilaan, ketenteraman dan kebebasan berpendapat. Kesejahteraan merupakan
suatu hal yang bersifat subjektif, sehingga setiap keluarga atau individu di dalamnya yang
memiliki pedoman, tujuan, dan cara hidup yang berbeda akan memberikan nilai yang berbeda
tentang faktor-faktor yang menentukan tingkat kesejahteraan.

Temukan lebih banyak

Pendidikan

Sewa mobil korporat

Headphone Bluetooth

Kesejahteraan merupakan kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan
perempuan mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan
kehidupan yang bermartabat. Kesejahteraan juga diartikan sebagai kondisi terpenuhinya
kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu
mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.

Makanan
Kesejahteraan berasal dari kata sejahtera, yang artinya adalah suatu keadaan yang aman, sentosa,
dan makmur. Apabila kebutuhan akan keamanan, keselamatan dan kemakmuran ini dapat
terpenuhi, maka akan tercipta-lah kesejahteraan. Seseorang merasa hidupnya sejahtera apabila
merasa bahagia, merasa ter-cukupi terhadap apa yang mungkin sudah dicapai dalam batasan
hidupnya. Ia merasa jiwanya tenteram baik itu lahir maupun batin dan merasa adanya keadilan
dalam hidupnya, terlepas dari bahaya kemiskinan yang mengancam dan menyiksa.

Pengertian Kesejahteraan
Berikut definisi dan pengertian kesejahteraan dari beberapa sumber buku dan referensi:

Sumber Daya Pendidikan

Temukan lebih banyak

Perangkat lunak ponsel

Aksesori kamera

Paket telepon

 Menurut Basri (2005), kesejahteraan adalah setiap laki laki maupun perempuan, pemuda
dan anak kecil memiliki hak untuk hidup layak baik dari segi kesehatan, makanan,
minuman, perumahan, dan jasa sosial.
 Menurut Kusumawardhani (2014), kesejahteraan adalah rasa nyaman masyarakat karena
terpenuhinya keinginan lahir dan batin. Kesejahteraan lahir meliputi kesejahteraan
ekonomi sosial seperti kesejahteraan sandang, pangan, dan papan. Sedangkan
kesejahteraan batin, itu yang bersifat emosional, intelektual, dan spiritual masyarakat.
 Menurut Suharto (2008), kesejahteraan adalah suatu keadaan terpenuhinya segala bentuk
kebutuhan hidup, khususnya yang bersifat mendasar seperti makanan, pakaian,
perumahan, pendidikan dan perawatan kesehatan.
 Menurut Rambe (2008), kesejahteraan adalah suatu tata kehidupan dan penghidupan
sosial, material, maupun spiritual yang diliputi rasa keselamatan, kesusilaan dan
ketenteraman lahir batin yang memungkinkan setiap warga negara untuk mengadakan
usaha-usaha pemenuhan kebutuhan jasmani, rohani dan sosial.

Kesehatan

Jenis-jenis Kesejahteraan
Menurut Asriyah (2007), kesejahteraan dibagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:

a. Kesejateraan pengorangan
Kesejahteraan perorangan adalah terpenuhinya kebutuhan dari warga bersangkutan, sepanjang
terpenuhinya kebutuhan ini tergantung dari faktor-faktor ekonomis. Kesejahteraan perorangan
selalu merupakan saldo dari utilities yang positif dan negatif. Utilities positif termasuk
kenikmatan yang diperoleh sang warga dari semua barang langka pada asasnya dapat memenuhi
kebutuhan manusiawi. Sedangkan untilities negatif termasuk biaya-biaya yang dibutuhkan untuk
memperoleh barang itu (seperti terbuang waktu senggang) dampak negatif dari perbuatan-
perbuatan warga lain (seperti dampak negatif terhadap lingkungan) dimana kesejahteraan
perorangan terbatas hanya pada kesejahteraan itu sendiri.

Keluarga

b. Kesejahteraan masyarakat

Temukan lebih banyak

Paket data

Aksesori tablet

Layanan cloud

Kesejahteraan masyarakat yang menyangkut kesejahteraan semua perorangan secara keseluruhan


anggota masyarakat, dalam hal ini kesejahteraan yang dimaksud adalah kesejahteraan
masyarakat, kesejahteraan dari beberapa individu atau kesejahteraan bersama.

Aspek-aspek Kesejahteraan
Kesejahteraan merupakan suatu kondisi dimana kebutuhan jasmani dan rohani dapat terpenuhi
dengan tepat sesuai dengan derajat kehidupan. Kesejahteraan memiliki beberapa aspek yang
mempengaruhi-nya, yaitu sebagai berikut:

Ilmu Sosial

a. Kependudukan

Penduduk adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh
bangunan fisik atau sensus, dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.
Kependudukan dapat diukur melalui beberapa indikator yaitu anggota rumah tangga, kepadatan
penduduk, rasio jenis kelamin, dan angka beban ketergantungan.

b. Pendidikan

Pendidikan adalah hak asasi manusia dan hak dari setiap penduduk untuk dapat membangun
potensinya melalui siklus pembelajaran. Setiap penduduk Indonesia memiliki pilihan untuk
mendapatkan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki
tanpa melihat posisi masyarakat (status sosial), status keuangan, identitas, agama dan area
geografis. Pendidikan dapat diukur melalui beberapa indikator yaitu pendidikan yang di-
tamatkan, angka melek huruf, angka putus sekolah, dan angka partisipasi sekolah. Semakin
rendah angka sekolah maka akan semakin sejahtera keadaan suatu daerah.

Makanan
Temukan lebih banyak
Layanan perbaikan ponsel
Pengisi daya nirkabel
Dudukan ponsel

c. Kesehatan

Kesehatan merupakan indikator kesejahteraan masyarakat dan sebagai indikator pencapaian


kemajuan pembangunan. Masyarakat yang sakit akan sulit mempertahankan kesejahteraan untuk
dirinya sendiri. Sehingga pembangunan dan upaya dibidang kesehatan diharapkan dapat
mencapai semua tingkat masyarakat dan tidak membeda-bedakan dalam penerapan-
nya. Kesehatan menjadi indikator kesejahteraan dapat dilihat melalui angka harapan hidup, bisa
atau tidaknya masyarakat melaksanakan kesehatan dan mampu atau tidaknya untuk mendanai
sepenuhnya pengobatan yang diperlukan.

Sumber Daya Pendidikan

d. Pendapatan

Pendapatan atau penghasilan merupakan indikator yang bisa dimanfaatkan untuk


menggambarkan kesejahteraan masyarakat. Adapun yang disebut pendapatan adalah semua
penghasilan yang diperoleh seseorang atau keluarga dalam jangka waktu tertentu. Pendapatan
terdiri dari gaji dari pekerjaan, gaji dari properti, misalnya, (sewa, bunga dan keuntungan) dan
pinjaman dari otoritas publik.

Kesehatan

e. Konsumsi dan pengeluaran rumah tangga

Konsumsi dan pengeluaran rumah tangga adalah pengeluaran untuk keperluan rumah tangga
yang betul-betul dikonsumsi (dimakan/dipakai) atau dibayarkan tanpa memperhatikan asal
barang baik pembelian/produksi maupun pemberian/pembagian. Pengeluaran masyarakat
dikelompokkan menjadi dua yaitu pengeluaran pangan dan non pangan. Keseimbangan antara
pengeluaran pangan dan non pangan juga digunakan sebagai indikator untuk menentukan tingkat
kesejahteraan.

Keluarga

f. Ketenagakerjaan
Ketenagakerjaan adalah jumlah seluruh penduduk berumur lima belas tahun ke atas yang dapat
memproduksi barang dan jasa, jika ada permintaan terhadap tenaga kerja dan mereka mau
berpartisipasi dalam aktivitas tersebut. Bekerja adalah kegiatan melakukan pekerjaan dengan
maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit
selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan
berturut-turut dan tidak terputus.

Makanan

g. Perumahan dan lingkungan hidup

Perumahan dan lingkungan hidup adalah tempat berlindung yang mempunyai lantai, atap, dan
dinding baik tetap maupun sementara yang digunakan untuk tempat tinggal maupun bukan
tempat tinggal. Perumahan selain sebagai kebutuhan manusia juga memiliki peranan penting
dalam tugasnya sebagai pusat untuk pemeriksaan keluarga dan meningkatkan kualitas orang di
masa depan datang. Demikian juga, rumah merupakan penentu kesejahteraan masyarakat, di
mana rumah yang nyaman dan sehat adalah rumah yang mampu mendukung keadaan kesehatan
setiap penduduknya.

Indikator Kesejahteraan
Menurut Badan Pusat Statistik (2005), terdapat delapan indikator yang dapat digunakan untuk
mengetahui tingkat kesejahteraan, yaitu sebagai berikut:

Keluarga

a. Konsumsi dan pengeluaran

Indikator pengeluaran dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu:

1. Tinggi. Kesejahteraan seseorang berdasarkan tingkat konsumsi dan pengeluaran-nya


dapat dikatakan tinggi apabila pengeluaran keluarga terhitung per bulan sebesar > Rp.
5.000.000.
2. Sedang. Kriteria kesejahteraan ekonomi yang termasuk dalam kategori sedang apabila
pengeluaran keluarga per bulan sebesar Rp. 1.000.000 - Rp. 5.000.000.
3. Rendah. Kriteria kesejahteraan ekonomi jika dilihat dari tingkat konsumsi dan
pengeluaran termasuk dalam kategori rendah apabila pengeluaran keluarga per bulan
sebesar < Rp. 1.000.000.

Kesehatan

b. Keadaan tempat tinggal


Indikator tempat tinggal yang dinilai ada lima item yaitu jenis atap rumah, dinding, status
kepemilikan rumah, lantai dan luas lantai. Dari lima item tersebut kemudian akan dibagi ke
dalam tiga golongan yaitu:

1. Permanen. Kriteria permanen ditentukan oleh kualitas dinding, atap dan lantai.
Bangunan rumah permanen adalah rumah yang dindingnya terbuat dari tembok/kayu
kualitas tinggi, lantai terbuat dari ubin/keramik/kayu kualitas tinggi dan atapnya terbuat
dari seng/genteng/sirap/asbes.
2. Semi Permanen. Rumah semi permanen adalah rumah yang dindingnya setengah
tembok/bata tanpa plaster/kayu kualitas rendah, lantainya dari ubin/semen/kayu kualitas
rendah dan atapnya seng/genteng/sirap/asbes.
3. Non Permanen. Sedangkan rumah tidak permanen adalah rumah yang dindingnya sangat
sederhana (bambu/papan/daun) lantainya dari tanah dan atapnya dari daun-daunan atau
atap campuran genteng/seng bekas dan sejenisnya.

c. Fasilitas tempat tinggal

Indikator fasilitas tempat tinggal yang dinilai terdiri dari dua belas item, yaitu pekarangan, alat
elektronik, pendingin, penerangan, kendaraan yang dimiliki, bahan bakar untuk memasak,
sumber air bersih, fasilitas air minum, cara memperoleh air minum, sumber air minum, fasilitas
MCK, dan jarak MCK dari rumah. Dari dua belas item tersebut kemudian akan dibagi menjadi
tiga golongan yaitu:

Temukan lebih banyak

Perangkat wearable

Pelindung layar

Power bank

Related: Dimensi, Jenis, Ukuran dan Penyebab Kemiskinan

1. Lengkap. Indikator ini berarti apabila fasilitas tempat tinggal sudah mempunyai dua
belas item yang disebutkan di atas dengan kondisi baik atau layak pakai.
2. Cukup. Indikator ini berarti apabila fasilitas tempat tinggal mempunyai fasilitas
setidaknya lebih dari enam item yang disebutkan dengan kondisi layak pakai.
3. Kurang. Indikator ini berarti apabila fasilitas tempat tinggal mempunyai fasilitas kurang
dari dari enam item yang disebutkan dengan kondisi layak pakai.

d. Kesehatan

Indikator kesehatan anggota keluarga dibagi menjadi tiga golongan, yaitu:


Kesehatan

1. Bagus. Indikator ini menjelaskan bahwa setiap anggota keluarga setidaknya < 25%
kehidupan mereka yang berada dalam kondisi sakit.
2. Cukup. Indikator ini menjelaskan bahwa setiap anggota keluarga mempunyai
persentase kesehatan berada pada kisaran 25% - 50% dibandingkan dengan kondisi
sakit.
3. Kurang. Indikator ini menjelaskan bahwa setiap anggota keluarga mempunyai
persentase kesehatan di bawah rata-rata atau > 50% kehidupan mereka yang berada
dalam kondisi sakit.

e. Kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan

Indikator kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan terdiri dari lima item yaitu jarak rumah
sakit terdekat, jarak toko obat, penanganan obat-obatan, harga obat-obatan, dan alat kontrasepsi.
Dari lima item tersebut kemudian akan dibagi menjadi tiga golongan yaitu:

Keluarga

1. Mudah. Golongan ini berarti apabila lima item dari penjelasan di atas sudah terpenuhi
semua.
2. Cukup. Golongan ini berarti apabila lima item dari penjelasan di atas ada yang tidak
terpenuhi, namun tidak lebih dari dua item atau setidaknya tiga item dari indikator
kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan dapat terpenuhi.
3. Sulit. Golongan ini berarti apabila lima item dari penjelasan di atas lebih banyak yang
tidak terpenuhi atau lebih dari tiga item indikator tidak terpenuhi.

f. Kemudahan memasukkan anak ke jenjang pendidikan

Indikator kemudahan memasukkan anak ke jenjang pendidikan terdiri dari tiga item yaitu biaya
sekolah, jarak ke sekolah, dan proses penerimaan. Dari tiga item tersebut kemudian dibagi
menjadi tiga golongan, yaitu:

1. Mudah. Golongan ini berarti tiga indikator dari kemudahan memasukkan anak ke dalam
pendidikan sudah terpenuhi.
2. Cukup. Golongan ini berarti dari tiga indikator kemudahan memasukkan anak ke dalam
pendidikan salah satunya ada yang tidak terpenuhi.
3. Sulit. Golongan ini berarti tiga indikator dari kemudahan memasukkan anak ke dalam
pendidikan hanya satu indikator yang dapat dipenuhi.

Sumber Daya Pendidikan

g. Kemudahan mendapatkan transportasi


Indikator kemudahan mendapatkan transportasi terdiri tiga item, yaitu ongkos kendaraan,
fasilitas kendaraan, dan status kepemilikan kendaraan. Dari tiga item tersebut kemudian dibagi
menjadi tiga golongan, yaitu:

1. Mudah. Golongan ini menunjukkan bahwa tiga item dari kesejahteraan ekonomi
berdasarkan kemudahan mendapat transportasi sudah dapat terpenuhi semua.
2. Cukup. Golongan ini menunjukkan bahwa tiga item dari kesejahteraan ekonomi
berdasarkan kemudahan mendapat transportasi sudah ada salah satu indikator yang tidak
terpenuhi.
3. Sulit. Golongan ini menunjukkan bahwa tiga item dari kesejahteraan ekonomi
berdasarkan kemudahan mendapat transportasi hanya satu indikator yang terpenuhi.

Hambatan Kesejahteraan
Menurut Hidayat (2014), masalah-masalah kesejahteraan umumnya disebabkan oleh beberapa
kondisi, antara lain yaitu sebagai berikut:

a. Ketergantungan ekonomi

Ketergantungan ekonomi merupakan hambatan utama yang menyebabkan adanya berbagai


masalah. Hal ini dapat dilihat pada kesulitan yang dialami individu, kelompok dan masyarakat.
Sebab dari Ketergantungan ekonomi sebagian besar disebabkan kurangnya pendapatan sehingga
tidak dapat memenuhi standar kehidupan minimal dalam kehidupannya, atau ketidakmampuan
mengelola pendapatan mereka yang seharusnya dapat mencukupi. Dari hambatan tersebut dapat
menimbulkan berbagai masalah sosial antara lain kemiskinan.

b. Ketidakmampuan menyesuaikan diri

Ketidakmampuan menyesuaikan diri ini timbul dari masalah kemiskinan dan emosional, yaitu
ketidakmampuan menyesuaikan diri. Hal ini merupakan jenis hambatan yang dikenal dengan
istilah hambatan sosial psikologis. Masalah yang dapat timbul dari permasalahan ini antara lain:
seseorang mengalami perubahan, baik sikap maupun perilakunya dalam berinteraksi dengan
orang lain dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku di lingkungan
tertentu. Masalah-masalah penyesuaian diri dapat menimbulkan berbagai bentuk masalah seperti
kenakalan remaja, pelacuran dan lain sebagainya.

c. Kesehatan yang buruk

Kesehatan yang buruk dapat disebabkan beberapa faktor: lingkungan yang buruk atau kotor,
adanya berbagai penyakit dan ketidakmengertian anggota masyarakat itu sendiri. Ketiga faktor
tersebut berkaitan pula dengan kemiskinan dan kurangnya pendidikan. Persoalan-persoalan yang
bersumber dari berbagai faktor diatas dapat menimbulkan berbagai masalah yang berhubungan
dengan penyakit-penyakit menular, kekurangan gizi, yang akhirnya menuju kematian.

Kesehatan
d. Rekreasi dan pengisian waktu senggang

Rekreasi dan pengisian waktu senggang merupakan kebutuhan yang fundamental bagi kehidupan
seseorang serta memiliki fungsi-fungsi lain untuk memberikan keseimbangan dalam kehidupan
seseorang, pembebasan dari suasana rutin yang terus menerus, penyegaran dari beban pikiran
dan tanggung jawab yang berat, atau perasaan jenuh selama bekerja di kantor. Perlunya
memperhatikan rekreasi dan pengisian waktu luang yang positif setiap ada waktu luang yang
digunakan dengan baik sifatnya cenderung digunakan secara negatif. Pada akhirnya dapat
menimbulkan berbagai macam masalah seperti kenakalan remaja, perkelahian, penyalahgunaan
narkoba, pembunuhan, pencurian dan perampokan.

Keluarga

e. Kondisi Sosial

Kondisi sosial, penyediaan dan pengelolaan pelayanan sosial yang kurang atau tidak baik
misalnya keadaan lingkungan pergaulan yang buruk sehingga dapat dengan kuat mempengaruhi
kepribadian individu. Demikian pula halnya dengan penyediaan dan pengelolaan pelayanan
sosial yang kurang atau tidak baik, akan mengakibatkan hasil pelayanan yang kurang memadai
terhadap para pengguna pelayanan tersebut. Misalnya, kurangnya kualitas pelayanan rumah
sakit, kurangnya sarana pendidikan yang memadai dan sebagainya. Masalah-masalah dapat
ditimbulkan oleh kondisi sosial, pelayanan yang kurang atau tidak baik dapat menjangkau
penerima pelayanan.

Related Posts
 Vandalisme (Pengertian, Jenis dan Penyebab)
By Muchlisin Riadi•09 Nov, 2022


Permasalahan dan Perlindungan Daerah Pantai
By Muchlisin Riadi•15 Sep, 2021

Tujuan, Prinsip dan Tahapan Pemberdayaan Masyarakat
By Muchlisin Riadi•15 Sep, 2021


Definisi, fungsi dan bentuk keluarga
By Muchlisin Riadi•15 Sep, 2021

Temukan lebih banyak


Kartu SIM
Ponsel bekas
Perangkat gaming
© 2025 - [Link]

Anda mungkin juga menyukai