0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan40 halaman

SK Renstra Puskesmas

Keputusan Kepala UPT Puskesmas Pacellekang menetapkan Rencana Strategi Puskesmas (Renstra) untuk periode 2021-2026, yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai program kesehatan. Dokumen ini mencakup latar belakang, landasan hukum, serta gambaran pelayanan dan struktur organisasi Puskesmas. Renstra ini diharapkan dapat menjamin kelangsungan pelayanan kesehatan meskipun terjadi pergantian pengelola.

Diunggah oleh

adamidrisnuh446
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan40 halaman

SK Renstra Puskesmas

Keputusan Kepala UPT Puskesmas Pacellekang menetapkan Rencana Strategi Puskesmas (Renstra) untuk periode 2021-2026, yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai program kesehatan. Dokumen ini mencakup latar belakang, landasan hukum, serta gambaran pelayanan dan struktur organisasi Puskesmas. Renstra ini diharapkan dapat menjamin kelangsungan pelayanan kesehatan meskipun terjadi pergantian pengelola.

Diunggah oleh

adamidrisnuh446
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN GOWA

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS PACELLEKANG
Jalan Poros Pa’bundukang Desa Pacellekang Kecamatan Pattallassang – 92171
E-mail : paccellekangpuskesmas@[Link]

KEPUTUSAN KEPALA UPT PUKESMAS PACELLEKANG


NOMOR :

TENTANG
RENCANA STRATEGI PUSKESMAS (RENSTRA)
UPT PUSKESMAS PACELLEKANG
TAHUN 2021-2026

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA UPT PUSKESMAS PACELLEKANG

Menimbang : a. bahwa dalam penyusunan perencanaan strategi lima


tahunan Puskesmas harus mengacu pada ketentuan
yang berlaku;

b. bahwa dalam penyusunan perencanaan strategi lima


tahunan Puskesmas harus mengacu pada ketentuan
yang berlaku;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana


dimaksud pada huruf a dan b, perlu ditetapkan
Keputusan Kepala Puskesmas tentang Rencana
Strategi Puskesmas (Renstra) UPT Puskesmas
Pacellekang.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun


2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor 43 tahun 2019, tentang Puskesmas.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS TENTANG


RENCANA STRATEGI PUSKESMAS (RENSTRA) UPT
PUSKESMAS PACELLEKANG

KESATU : Rencana Strategi Puskesmas (RENSTRA) UPT Puskesmas


Pacellekang sebagaimana tercantum dalam lampiran
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat
keputusan ini;
KEDUA : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat
kekeliruan akan diadakan perbaikan/perubahan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Pacellekang
pada tanggal : 04 Oktober 2021
KEPALA PUSKESMAS PACELLEKANG

GANDI ISWANTO
LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS
PACELLEKANG NOMOR 449.1/001/ADM-X/2021
TENTANG : RENCANA STRATEGI PUSKSMAS (RENSTRA)
UPT PUSKESMAS PACELLEKANG

RENCANA STRATEGI PUSKESMAS (RENSTRA)


UPT PUSKESMAS PACELLEKANG

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah
satu hak hidup rakyat yaitu hak untuk memperoleh kesehatan yang
sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Pembangunan
kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.
Pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan masih menghadapi
berbagai masalah yang belum sepenuhnya dapat diatasi sehingga
diperlukan pemantapan dan percepatan melalui sistem kesehatan
nasional sebagai pengelolaan kesehatan yang disertai berbagai terobosan
penting, antara lain program pengembangan Desa Siaga, Riset Kesehatan
Dasar (Riskesdas), Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
Komplikasi (P4K), upaya pelayanan kesehatan tradisional, alternatif dan
komplementer sebagai terobosan pemantapan dan percepatan
peningkatan pemeliharaan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya, dan program lainnya.
Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai salah satu jenis fasilitas
pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peranan yang penting
dalam sistem kesehatan nasional dan sistem kesehatan daerah
khususnya subsistem upaya kesehatan.
Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya, maka perlu adanya
dokumen Rencana Strategis (Renstra) untuk menjamin kelangsungan
pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan pada tiap tahunnya. Artinya
walaupun terjadi pergantian pengelola dan pelaksana kegiatan di
Puskesmas maka diharapkan pengembangan program/ kegiatan tetap
berjalan sesuai dengan rencana yang telah dirumuskan.
Renstra Puskesmas memuat seluruh kegiatan dalam Upaya Kesehatan
Wajib, Upaya Kesehatan Pengembangan dan Upaya Kesehatan
Penunjang. Adapun pendanaannya melalui rencana penerimaan
pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pemerintah Daerah,
Pemerintah serta sumber dana lainnya.
Perencanaan strategis Puskesmas disusun melalui 4 tahap, yaitu:
1. Tahap persiapan
2. Tahap analisa situasi
3. Tahap perumusan masalah
4. Tahap penyusunan rencana lima tahunan Puskesmas
Data yang dikumpulkan antara lain:
a. Data umum meliputi data geografi, kependudukan dan sosial ekonomi,
sumber daya kesehatan yang meliputi data sarana kesehatan dan data
sumber daya manusia.
b. Data derajat kesehatan yang meliputi angka kematian, data kesakitan
dan data status gizi.
c. Data tentang cakupan program kesehatan ibu anak dan keluarga
berencana, status gizi masyarakat, kegiatan promosi kesehatan,
kesehatan lingkungan, kegiatan pencegahan dan pengendalian
penyakit dan kegiatan pendukung lainnya.
Renstra ini disusun dengan tujuan antara lain : (a) untuk mewujudkan
masyarakat yang memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran,
kemauan, dan kemampuan hidup sehat; (b) mewujudkan masyarakat
yang mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu; (c)
mewujudkan masyarakat yang hidup dalam lingkungan sehat; dan (d)
mewujudkan masyarakat yang memiliki derajat kesehatan yang optimal,
baik individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.

B. LANDASAN HUKUM
Peraturan perundangan yang digunakan sebagai pedoman dalam
penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Puskesmas adalah :
a. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
b. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-
Undang Noor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
c. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan
Lingkungan;
d. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat
Hidup Sehat;
e. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat;
f. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan
Keluarga;
g. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar
Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan;
h. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang
Puskesmas;

C. MAKSUD DAN TUJUAN


a) Maksud
Rencana Strategis (Renstra) Puskesmas DEF dimaksudkan untuk
menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi dengan
Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten ABC, antara Puskesmas
sesuai wilayah kerjanya, antar fungsi satuan kerja perangkat daerah di
lingkungan Pemerintah Kabupaten ABC, antara Pemerintah Daerah
dan Pemerintah, serta sebagai pedoman bagi seluruh personil
organisasi Puskesmas DEF dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran
yang telah ditetapkan untuk lima tahun mendatang melalui
pelaksanaan program dan kegiatan di bidang kesehatan.
b) Tujuan
Menjamin keselarasan antara program dan kegiatan Dinas
Kesehatan Kabupaten ABC dengan program dan kegiatan Puskesmas
DEF, sehingga akan bermanfaat bagi proses perencanaan,
penganggaran, pelaksanaan dan pertanggungjawaban bagi Puskesmas.
BAB II

GAMBARAN PELAYANAN PUSKESMAS

A. KONDISI UMUM
1. Keadaan Geografis

Puskesmas Pacellekang terletak di Kecamatan Pattallassang


yang beralamat di Jalan poros Pabundukang dengan luas wilayah
kerja keseluruhan 31.04km2. Wilayah kerja terdiri dari 3 desa yaitu
terdiri dari Desa Paacellekang, Desa Panaikang dan Desa Jene
Madinging
Batas wilayah kerja Puskesmas DEF adalah sebagai berikut :
- Utara : Kabupaten Maros
- Selatan : Desa Sunggumanai Kecamatan Pattallassang
- Timur : Kecamatan Parang loe
- Barat : Kecamatan Manggala ( Makassar )

Tabel 2.1
Luas Wilayah Menurut Desa/Kelurahan
Tahun 2022

No Desa/Kelurahan Luas Wilayah


(Km2)
1 Pacellekang 3.08
2 Panaikang 4.34
3 Jene Madinging 3.56
Jumlah 31.04

Gedung Puskesmas Pacellekang berdiri di atas tanah yang


memiliki luas lahan sebesar 1348 m2 dan luas gedung sebesar 209
m2 yang terdiri dari :

Gedung I : Ruang Pendaftaran dan Rekam Medik, Ruang


Pemeriksaan Umum, Ruang Imunisasi, Ruang Farmasi,
Ruang KIA/KB, Ruang Gigi dan Mulut, Ruang Tunggu,
Toilet, Ruang Laboratorium, Ruang Konseling Gizi,
Ruang Kesehatan Lingkungan dan promkes.
Gedung II Lantai 1 : UGD, Ruang Rawat Inap Umum, Ruang
Persalinan, Ruang Rawat Inap (nifas), Ruang Sterilisasi,
Toilet, Parkiran motor dan mobil.

Gedung II lantai 2 : Ruang Administrasi ( Keuangan & TU ), Ruang


Kepala Puskesmas, Aula, Toilet.

Gedung III : Ruang Tunggu Rawat Inap

Keseluruhan wilayah kerja Puskesmas Pacellekang memiliki


topografi dengan rata-rata ketinggian 900 meter dengan titik koordinat
yaitu garis lintang : 7.
2221, garis bujur : 110.3751.

2. Keadaan Demografis
Jumlah penduduk wilayah kerja Puskesmas Pacellekang tahun
2022 sebesar 33.642 jiwa yang terdiri dari 16.910 jiwa penduduk
berjenis kelamin laki-laki dan 16.732 jiwa penduduk berjenis
kelamin perempuan.
Jumlah penduduk berdasarkan wilayah yang ada di wilayah kerja
Puskesmas Pacellekang adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2
Jumlah Penduduk Menurut Desa/Kelurahan

NO DESA/KELURAHAN JUMLAH
PENDUDUK

1 Pacellekang 6034

2 Panaikang 7379

3 Jene Madinging 5183

Jumlah Kepala Keluarga yang ada di wilayah kerja Puskesmas


Pacellekang adalah sebagai berikut:
Tabel 2.3
Jumlah Kepala Keluarga Menurut Desa/Kelurahan

NO DESA/KELURAHAN JUMLAH KEPALA


KELUARGA

1 Pacellekang 2044

2 Panaikang 2569
3 Jene Madinging 1762

Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin yang ada di


wilayah kerja Puskesmas Pacellekang adalah sebagai berikut :
Tabel 2.4
Jumlah Penduduk Menurur Jenis Kelamin

NO DESA/KELURAHAN JENIS KELAMIN

L P

1 Pacellekang 2999 3035

2 Panaikang 3707 3672

3 Jene Madinging 2600 2583

B. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS


1. Tugas
Berdasarkan Peraturan Bupati ABC Nomor 107 Tahun 2020
tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta
Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Pada Dinas Kesehatan
Kabupaten ABC dalam pasal 4 disebutkan bahwa Puskesmas
mempunyai tugas melaksanakan kebijakan Kesehatan untuk
mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.
2. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, maka
Puskesmas Pacellekang menyelenggarakan fungsi :
a. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya
b. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya
c. Wahana pendidikan bidang kesehatan, wahana program
internship dan/atau sebagai jejaring rumah sakit pendidikan yang
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-
undangan
d. Pelaksanaan urusan administrasi umum, ketatalaksanaan,
kehumasan, kepegawaian, keuangan, dokumentasi, kearsipan,
perlengkapan/asset dan rumah tangga Puskesmas
e. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan Puskesmas
f. Pelaksanaan fungsi lain sesuai dengan ketentuan Peraturan
Perundang-undangan.

3. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab


a. Kepala Puskesmas
Kepala Puskesmas mempunyai tugas sebagai berikut :
1. Menyusun program kerja dan anggaran Puskesmas
2. Membagi tugas kepada bawahan dan mengarahkan
pelaksanaan kegiatan
3. Mengelola anggaran, sarana prasarana di Puskesmas sesuai
dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan
4. Mengelola pelayanan kesehatan di Puskesmas
5. Melaksanakan kegiatan pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya meliputi UKP, UKM, pemberdayaan masyarakat dan
pertolongan pertama pada kegawatdaruratan, pertolongan
pertama pada kegawatdaruratan pada obstrate neonatologi,
kejadian luar biasa dan musibah masal lainnya
6. Melaksanakan pelayanan kesehatan perorangan berupa
pelayanan yang bersifat dasar dengan tujuan untuk
menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan melalui
rawat jalan dan/rawat inap bagi Puskesmas yang
menyelenggarakan rawat inap.
7. Melaksanakan kegiatan operasional pelayanan kesehatan di
bidang pencegahan dan pemberantasan penyakit,
penyehatan lingkungan dan pemberantasan penyakit,
penyehatan lingkungan, promosi kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat serta pelayanan kesehatan di
Puskesmas
8. Mengkoordinasikan pemeliharaan sarana dan prasarana
Puskesmas sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-
undangan
9. Menyusun laporan kinerja Puskesmas
10. Merencanakan dan mengusulkan pembangunan dan
rehabilitasi gedung Puskesmas
11. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya manusia dan
rencana pendidikan berkelanjutan, orientasi serta program
pelatihan staf untuk peningkatan kompetensi
12. Melakukan pengadaan perbekalan farmasi/obat-obatan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
13. Melakukan koordinasi antar Puskesmas maupun lintas
sektoral berkaitan dengan upaya penanggulangan masalah
kesehatan dan upaya pemberdayaan dan pergerakan
masyarakat dalam pembangunan kesehatan
14. Melaksanakan pengelolaan sistem informasi Puskesmas
sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundangan-undangan
15. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan
kegiatan Puskesmas
16. Menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan
kegiatan Puskesmas
17. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan guna
kelancaran pelaksanaan tugas
18. Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
19. Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
b. Kepala Tata Usaha
Kepala Tata Usaha mempunyai tugas sebagai berikut :
1. Menyusun program kerja dan anggaran kegiatan tata usaha
Puskesmas
2. Menyiapkan bahan penyusunan program kerja dan
anggaran Puskesmas
3. Membagi tugas kepada bawahan dan mengarahkan
pelaksanaan kegiatan
4. Menyiapkan bahan dan melaksanakan pengelolaan
administrasi kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan
rumah tangga Puskesmas
5. Menyiapkan bahan penyusuan rencana kebutuhan sumber
daya manusia dan rencana pendidikan berkelanjutan,
orientasi serta program pelatihan staf untuk peningkatan
kompetensi
6. Menyiapkan bahan penyusunan usulan rencana
pembangunan dan rehabilitasi gedung Puskesmas
7. Melaksanakan kegiatan pemeliharaan sarana dan
prasarana Puskesmas
8. Menyiapkan bahan dan menyusun konsep Standar
Operasional Prosedur kegiatan Puskesmas
9. Mengelola manajemen risiko
10. Melaksanakan pengadaan barang dan risiko
11. Mendata, mengolah dan menyajikan data kegiatan dan
hasil penilaian capaian mutu dan kinerja Puskesmas
12. Merumuskan rencana tindak lanjut perbaikan mutu dan
kinerja Puskesmas
13. Menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan
kegiatan Puskesmas
14. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan
kegiatan tata usaha Puskesmas
15. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan
guna kelancaran pelaksanaan tugas
16. Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
c. Penanggungjawab UKM Essensial & Keperawatan
Kesehatan Masyarakat
1. Menyusun perencanaan berdasarkan analisis masalah
kesehatan masyarakat sesuai kebutuhan dan harapan
masyarakat
2. Melakukan pembinaan terhadap pelaksana program
esensial
3. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan
kegiatan serta tindak lanjut hasil
d. Penanggungjawab Jaringan Pelayanan Puskesmas dan
Jejaring Puskesmas
1. Mengendalikan pelayanan jaringan dan jejaring Puskesmas
Pacellekang
2. Melaksanakan tugas dinas lain yang ditugaskan oleh
pimpinan
e. Penanggungjawab UKM Pengembangan
1. Merencanakan dan mengevaluasi kegiatan di setiap seksi
dan unit di bidang UKM-P (Usaha Kesehatan Masyarakat
Pengembangan).
2. Mengkoordinir dan berperan aktif terhadap kegiatan di
setiap seksi dan unit di Bidang UKM-P.
f. Penanggungjawab UKP, Kefarmasian dan Laboratorium
1. Merencanakan dan mengevaluasi kegiatan di setiap seksi dan
unit di bidang UKP (Usaha Kesehatan Perorangan)
2. Mengkoordinir dan berperan aktif terhadap kegiatan di setiap
seksi dan unit di Bidang UKP.
g. Penanggung jawab Mutu
1. Menyusun kebijakan dan strategi manajemen mutu
2. Menjamin sistem manajemen mutu diperbaiki terus menerus
3. Menyusun program indicator mutu
4. Melakukan koordinasi dengan tim terkait dalam penyusunan
program peningkatan mutu
5. Memantau pelaksanaan seluruh program peningkatan mutu
6. Mengevaluasi pelaksanaan seluruh program peningkatan
mutu
7. Mensosialisasikan hasil pencapaian program peningkatan
mutu
8. Melaksanakan kegiatan rapat tinjauan manajemen
9. Melaporkan hasil/kinerja system manajemen mutu kepada
kepala Puskesmas
h. Penanggung jawab Bangunan, Prasarana dan Peralatan
1. Menyusun program kerja pemeliharaan bangunan, sarana dan
prasarana serta peralatan
2. Melakukan pemantauan pekerjaan pemeliharaan bangunan,
sarana dan prasarana serta peralatan apabila dikerjakan oleh
pihak ketiga
i. Koordinator Pembinaan Pengobatan Tradisional
1. Membuat perencanaan kegiatan pembinaan pengobatan
tradisional
2. Melakukan pembinaan dan pemantauan pengobatan
tradisional
3. Pencatatan dan pelaporan kegiatan pembinaan pengobatan
tradisional.
j. Koordinator Kesehatan Olah Raga
1. Menyusun rencana kegiatan kesehatan olah raga berdasarkan
data program puskesmas dan ketentuan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan pendataan kelompok olah raga.
3. Melaksanakan Pemeriksaan, Pengukuran Kebugaran,
Penyuluhan dan pembinaan Kepada Kelompok Olahraga.
4. Mengevaluasi hasil kegiatan kesehatan olah raga secara
keseluruhan.
5. Membuat catatan dan laporan kegiatan di bidang tugasnya
sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada
atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
7. Evaluasi hasil Kegiatan/Laporan.
k. Koordinator Kesehatan Kerja
1. Menyusun rencana kegiatan kesehatan kerja berdasarkan
data program puskesmas dan ketentuan yang berlaku sebagai
pedoman kerja.
2. Melaksanakan kegiatan pendataan kelompok kesehatan
kerja.
3. Melaksanakan Pemeriksaan,Penyuluhan dan pembinaan
kepada kelompok kerja
4. Mengevaluasi hasil kegiatan kesehatan kerja secara
keseluruhan.
5. Membuat catatan dan laporan kegiatan di bidang tugasnya
sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada
atasan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
7. Evaluasi hasil Kegiatan/Laporan.
[Link] Kesehatan Keluarga Bersifat UKM
1. Membuat rencana kerja program kesehatan ibu hamil, balita,
remaja, calon pengantin dan lanjut usia
2. Menjadi fasilitator dalam kegiatan kelas ibu hamil di dalam
dan luar gedung
3. Memberikan penyuluhan kepada ibu hamil
4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala
Puskesmas
[Link] Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
1. Mengadakan pengumpulan, pengolahan, analisis data
kesehatan secara sistematis dan terus menerus serta
diseminasi informasi tepat waktu kepada pihak-pihak yang
perlu mengetahui sehingga dapat diambil tindakan yang
tepat.
2. Memberikan pelayanan, pengobatan ISPA/DIARE terhadap
masyarakat
3. Memberikan pelayanan, pengobatan TB Paru terhadap
masyarakat
4. Memberikan pelayanan, pengobatan kusta terhadap
masyarakat.
5. Pencatatan dan pelaporan PTM dan PM
6. Kegiatan preventif dengan pemeriksaan berkala
n. Koordinator Perkesmas
1. Menyusun perencanaan kegiatan program perkesmas sebagai
bahan masukan pimpinan.
2. Melakukan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan perkesmas
baik untuk sasaran individu, keluarga, kelompok, institusi
maupun masyarakat.
3. Membagi tugas dan melaksanakan kegiatan perkesmas
termasuk skrining dan penyuluhan.
4. Membantu masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan,
bekerjasama dengan lintas program dan lintas sektoral
o. Koordinator Usaha Kesehatan Sekolah
1. Membuat perencanaan kegiatan UKS.
2. Melaksanakan kegiatan UKS.
3. Melaksanakan kegiatan pembinaan PHBS di sekolah.
p. Koordinator Pemeriksaan Umum
1. Mengkoordinir tenaga pelaksana di pemeriksaan umum.
2. Memastikan pelayanan sesuai dengan SOP.
3. Mengoptimalkan tenaga pelaksana yang ada di pemeriksaan
umum.
4. Melaksanakan sistem rujukan internal.
q. Koordinator Gawat Darurat
1. Mengkoordinir tenaga pelaksana kegiatan gawat darurat
2. Memastikan pelayanan sesuai dengan SOP.
3. Mengoptimalkan tenaga pelaksana kegiatan gawat darurat
4. Melaksanakan sistem rujukan internal dan eksternal.

C. SUMBER DAYA PUSKESMAS PACELLEKANG


Puskesmas DEF memiliki sumber daya yang memadai baik berupa
sumber daya sarana dan prasarana maupun sumber daya manusia.
Sumber daya yang dimiliki oleh Puskesmas DEF antara lain:
1. Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu unsur
terpenting dalam organisasi. Suatu organisasi dapat berjalan
dengan baik jika memiliki SDM yang kompeten. SDM Kesehatan
yang memiliki kompetensi tentu akan menunjang keberhasilan
pelaksanaan kegiatan, program dan pelayanan kesehatan. Jenis
dan jumlah tenaga di Puskesmas Pacellekang tahun 2021 sebanyak
35 orang. Adapun jenis dan jumlah SDM di Puskesmas Pacellekang
tahun 2020 dapat dilihat pada table berikut ini:

Status Pegawai
No Jenis SDM Jumlah
ASN Non ASN

1 Dokter Umum 1 1 0

2 Dokter Gigi 1 1 0

3 Perawat 11 5 6

4 Terapis Gigi dan Mulut 0 0 0

5 Bidan 7 7 0

6 Apoteker 1 1 0

7 Asisten Apoteker 1 1 0

8 Kesehatan
1 1 0
Masyarakat

9 Tenaga Gizi 1 1 0

10 Tenaga ATLM 1 0 1

11 Kesehatan
1 1 0
Lingkungan

12 Adminstrasi Umum 1 1 0

2. Sumber Daya Sarana dan Prasarana Kesehatan


a. Sarana Kesehatan
Sarana kesehatan yang disajikan dalam bab ini meliputi sarana
Puskesmas dan beberapa sarana pelayanan kesehatan yang ada di
wilayah kerja Puskesmas Pacellekang. Sarana pelayanan kesehatan
yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pacellekang sampai dengan
tahun 2020 yang tercatat di Puskesmas DEF adalah sebagai berikut.

1. Peralatan dan Sarana Kesehatan


Untuk melaksanakan kegiatan operasional pelayanan
kesehatan, Puskesmas Pacellekang telah dilengkapi dengan
fasilitas pelayanan dalam gedung seperti pada tabel berikut :

No Ruangan Jumlah

1 Ruang Pendaftaran dan Rekam Medik 1

2 Ruang Pelayanan Pemeriksaan Umum 1

3 Ruang Pelayanan Kesehatan Gigi dan 1


Mulut

4 Ruang Pelayanan KIA, KB 1

5 Ruang Farmasi 1

7 Ruang Laboratorium 1

8 Ruang Aula 1

9 Gudang Umum 1

11 Ruang Kepala Puskesmas 1

12 Ruang Konseling Gizi dan Promkes 1

13 Ruang Kepala Puskesmas 1

14 Ruang UGD 1

15 Ruang Rawat Inap 2

16 Ruang Sterilisasi 1

17 Ruang Imunisasi 1

[Link] Penunjang

Dalam kegiatan pelayanan dan program, Puskesmas Pacellekang


didukung oleh sarana penunjang seperti berikut :

No Jenis Sarana/Prasarana Jumlah Ket

A. Sarana Non Medik

1. Ambulance 1 Baik

2 Mobil Jenasa 1 Baik

B. Sarana Penunjang

1 Komputer 5 Baik

2 Laptop 2 Baik
3 Alat Pemadam Kebakaran 3 Baik

4 Tabung Oksigen 5 Baik

5 Manometer/Flowmeter 2 Baik

6 Tangki Septik 1 Baik

7 TPS limbah B3/Infkesius 1 Baik

8 Jaringan Internet 1 Baik

9 Listrik PLN 1 Baik

D. CAPAIAN KINERJA PELAYANAN


1. Kinerja Pelayanan Kesehatan Puskesmas
a. Promosi Kesehatan

No Kegiatan Target Capaian

1 Cakupan rumah
100% 100%
tangga ber PHBS

2 Cakupan desa siaga


60% 0%
aktif

b. Kesehatan Lingkungan

No Kegiatan Target Capaian

1 Presentasi air minum


yang memenuhi 88% 100%
syarat kesehatan

2 Presentasi air bersih


yang memenuhi 88% 75%
syarat kesehatan

3 Persentasi penduduk
100% 100%
akses jamban sehat

4 Persentase Desa
100% 100%
SBS/ODF

5 Persentase cakupan
TTU yang memenuhi 88% 100%
syarat kesehatan

6 Persentase cakupan
TPM yang memenuhi 88% 87.8%
syarat kesehatan
c. Pemberantasan Penyakit Menular

No Kegiatan Target Capaian

1 CakupanDesa/
Keluarahan Universal
100% 100%
Child Immunization
(UCI)

2 Penemuan AFP
(Accute Flaccid
Paralysis) Rate per 100% 100%
100.000
penduduk<15 tahun

3 Cakupan bias Campak 95% 95%

4 Cakupan BIAS DT 95% 100%

5 Cakupan BIAS Td 95% 100%

6 Angka KIPI yang


95% -
ditangani

7 Penemuan dan
penanganan 100% 100%
penderita DBD

8 Cakupan
desa/kelurahan
mengalami KLB yang
100% -
dilakukan
penyelidikan
epidemiologi< 24 jam

9 Penemuan dan
Penanganan penderita 100% 100%
diare

10 Penemuan dan
penanganan
100% 100%
penderita pneumonia
Balita

11 Penemuan dan
penanganan pasien 100% 100%
baru TB BTA positif
d. Kesehatan Ibu dan Anak Termasuk KB
No Kegiatan Target Capaian

1 Cakupan komplikasi
kebidanan yang 100% 100%
ditangani

2 Cakupan neonatus
dengan komplikasi 100% 100%
yang ditangani

3 Cakupan peserta KB
80% 72.7%
Aktif

e. Gizi Masyarakat
No Kegiatan Target Capaian

1 Cakupan pemberian
makanan pendamping
ASI pada anak usia 6- 100% 100%
24 bulan keluarga
miskin

2 Cakupan balita gizi


buruk mendapat 100% -
perawatan

3 Cakupan pemberian
50% 70.6%
ASI eksklusif 0-6 bulan

4 Cakupan pemberian
kapsul vitamin A dosis
90% 100%
tinggi pada bayi usia
6-11 bulan

5 Cakupan pemberian
kapsul vitamin A dosis
95% 100%
tinggi pada bayi usia
6-59 bulan

6 Cakupan pemberian
kapsul vitamin A dosis 95% 99.6%
tinggi pada ibu nifas

7 Cakupan pemberian 98% 94.1%


Fe 90 tablet pada ibu
hamil

f. UKM Pengembangan

No. Kegiatan Cakupan

1 Upaya Kesehatan Usia Lanjut 59,99%

2 Upaya Kesehatan Kerja 100%

3 Upaya Kesehatan Olahraga 100%

g. Standar Pelayanan Minimal (SPM)


No Indikator SPM Target Capaian

1 Pelayanan Kesehatan Ibu


100% 94.87%
Hami

2 Pelayanan Kesehata Ibu


100% 100%
Bersalin

3 Pelayanan Kesehatan Bayi


100% 90.29%
Baru Lahir

4 Pelayanan Kesehatan Balita 100% 71.17%

5 Pelayanan Kesehatan Usia


100% 49.85%
Pendidikan Dasar

6 Pelayanan Kesehatan Usia


100% 100%
Produktif

7 Pelayanan Kesehata Lanjut


100% 59.99%
Usia

8 Pelayanan Kesehatan
100% 8.33%
Penderita Hipertensi

9 Pelayanan Kesehatan
100% 8.33%
Penderita Diabetes Mellitus

10 Pelayanan Kesehatan ODGJ 100% 100%


11 Pelayanan Kesehatan Orang
100% 100%
Terduga TB

12 Pelayanan Kesehatan Orang


100% 100%
Berisiko HIV

Dari capaian kinerja pelayanan Puskesmas Pacellekang tahun


2022 di atas berikut adalah rekapitulasi perhitungan cakupan
komponen kegiatan.
Rekapitulasi Perhitungan Cakupan Komponen Kegiatan
Kinerja Puskesmas pacellekang Tahun 2022
No Hasil Cakupan
. Komponen Kegiatan
1 Promosi Kesehatan 50%
2 Kesehatan Lingkungan 93,8%
Pemberantasan Penyakit
99,54%
3 Menular
Kesehatan Ibu dan Anak
90,9%
4 termasuk KB
5 Gizi Masyarakat 94,9%
6 Upaya Pengembangan 86,66%

Standar Pelayanan
73,56%
7 Minimal (SPM)

Berdasarkan data capaian kinerja tersebut dapat disimpulkan


bahwa kegiatan Promosi Kesehatan masih harus ditingkatkan.
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

A. IDENTIFIKASI MASALAH
Identifikasi masalah dilaksanakan dengan membuat daftar
masalah yang dikelompokkan menurut jenis upaya, target, pencapaian
dan masalah yang ditemukan. Identifikasi masalah Puskesmas
Pacellekang berasal dari kondisi pelayanan yang didasarkan pada
permasalahan-permasalahan dari kegiatan upaya kesehatan di wilayah
kerja Puskesmas Pacellekang yang tidak tercapai. Permasalahan-
permasalahan tersebut antara lain:
1. Upaya Kesehatan Wajib
a. Promosi Kesehatan
1). Desa Siaga Aktif (0%)
b. Kesehatan Lingkungan
1). Persentase Cakupan TPM yang memenuhi syarat kesehatan
(87,8%)
2). Persentase air bersih yang memenuhi syarat kesehatan
(75%)
c. Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB
1). Cakupan peserta KB aktif (72,7%)
2. Standar Pelayanan Minimal (SPM)
a. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil : 94.87%

b. Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir : 90.29%

c. Pelayanan Kesehatan Balita : 71.17%

d. Pelayanan Kesehatan Anak Usia Pendidikan Dasar : 49.85%

e. Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia : 59.99%

f. Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi : 8.33%

g. Pelayanan Kesehatan Penderita DM : 8.33%

B. PRIORITAS MASALAH

Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan,

antara hasil dengan target. Prioritas masalah adalah masalah yang

dinilai paling utama oleh organisasi tersebut. Setelah dilakukan

identifikasi masalah berdasarkan analissis situasi, cakupan masing-

masing program dan kondisi manajemen (sumber daya) kemudian

dilakukan pembahasan oleh tim kecil maka disepakati bahwa yang

menjadi prioritas masalah dari masing-masing program adalah sebagai

berikut :

a. Adanya kematian Ibu

b. Cakupan K4 masih rendah

c. Adanya kematian bayi

d. Pelayanan kesehatan penyakit tidak menular (hipertensi dan

diabetes mellitus)

e. FKD yang tidak aktif

Setelah dilakukan identifikasi dan pemilihan masalah pada


masing-masing program kemudian dilakukan penentuan prioritas
masalah. Penentuan prioritas masalah di UPTD Puskesmas Pacellekang
dengan menggunakan kriteria matriks yang dilakukan oleh tim
perencanaan dengan melihat masalah dari berbagai segi. Dari daftar
masalah kesehatan masyarakat yang ada di UPTD Puskesmas
Pacellekang kemudian daftar tersebut diberi skor untuk menentukan
masalah kesehatan apa yang akan diintervensi. Adapun hasil
brainstorming untuk menentukan prioritas masalah adalah sebagai
berikut :

MASALAH Urutan
NO U S G UxSxG
KESEHATAN Prioritas

1 Kematian ibu 5 5 5 125 I

Cakupan K4
2 4 3 4 48 IV
rendah

3 Kematian bayi 5 4 4 80 II

Cakupan
pelayanan
4 penderita penyakit 4 4 4 64 III
menular (HT dan
DM) rendah

FKD yang tidak


5 3 4 2 24 V
aktif

C. PENYEBAB MASALAH DAN ALTERNATIF PEMECAHAN

Setelah dilakukan penentuan prioritas masalah kemudian oleh tim


dilakukan identifikasi penyebab masalah. Identifikasi penyebab
masalah menggunakan metode brainstorming dan perangkat fishbone.
Adapun penyebab masalah masing-masing masalah adalah sebagai
berikut :
DIAGRAM ISHIKAWA/FISHBONE

Person Method Lingkun


gan
Tingkat Keluarga tidak
Penyuluhan
pengetahuan mendorong untuk
kurang melakukan
yang masih
rendah pemeriksaan
Kerjasama lintas
Malas control ke sektor belum
Pendidikan masih
fasyankes terintegrasi rendah

Kurang aktifnya peran Refreshing bidan Budaya perilaku


kader desa siaga masih percaya
mitos
Kematian

Ibu
Tidak ada ambulan desa
Ibu hamil tidak
memiliki jaminan

Tidak semua Terbatasnya anggaran


kebutuhan pasien untuk pelayanan
dapat dipenuhi di PKD kesehatan ibu hamil

Material Money
DIAGRAM ISHIKAWA/FISHBONE

Person Method Lingkun


gan
Deteksi dini Tingkar pendidikan
Penyuluhan
bumil risti oleh rendah
kurang
kader kurang

Kerjasama lintas Tingkat Ekonomi


Peran linsek kurang program belum rendah
terintegrasi

Tingkat pengetahuan 10T belum


rendah dijalankan Kematian
dengan baik
Bayi
Sarana dan prasarana promosi Dana Promosi
kesehatan masih kurang Kesehatan

Leaflet terbatas

Terbatasnya anggaran
Tidak ada untuk kunjungan
ambulan desa rumah

Material Money
DIAGRAM ISHIKAWA/FISHBONE

Person Method Lingkun


gan
Penderita minum Keluarga tidak
Penyuluhan
obat jika terasa mendorong untuk
kurang minum obat teratur
sakit saja

Kerjasama lintas Anggapan bahwa


Malas control ke sektor belum jika tidak pusing
fasyankes terintegrasi berarti tidak darah
tinggi
Pengetahuan hipertensi Pelaksanaan Peran Kader
dan DM kurang posbindu belum terkait PTM Cakupan pelayanan
sepenuhnya belum maksimal
penderita penyakit
tidak menular (PTM)
Sarana dan prasarana promosi Dana Promosi rendah
kesehatan masih kurang Kesehatan

Leaflet terbatas Tidak ada dana khusus


untuk posbindu

Kurangnya koordinasi
pemegang program
dengan pihak
manajemen Puskesmas

Material Money
DIAGRAM ISHIKAWA/FISHBONE

Person Method
Lingkun
gan
Adanya Tidak adanya
Penyuluhan
kehamilan yang dukungan dari
kurang keluarga
tak diinginkan

Kerjasama lintas Ada sasaran yang


Masih tingginya kasus sektor belum tidak tercatat
abortus terintegrasi

Pengetahuan kurang Peran Kader


Pelaksanaan kelas
bumil belum belum maksimal Cakupan K4
sepenuhnya
rendah
Sarana dan prasarana promosi Dana Promosi
kesehatan masih kurang Kesehatan

Leaflet terbatas Anggaran terbatas

Tidak memiliki
jaminan kesehatan

Material Money
DIAGRAM ISHIKAWA/FISHBONE

Person Method Lingkun


gan
Kemampuan Pelatihan kurang Tidak adanya
kader dalam untuk kader dukungan dari desa
manajerial masih
kurang
Kerjasama lintas
sektor belum Partisipasi
terintegrasi masyarakat

Pengetahuan kurang Peran Kader


belum maksimal

FKD tidak aktif


Sarana dan prasarana masih
kurang

Tidak adanya dana khusus


dari Desa

Material Money
BAB IV

RENCANA STRATEGIS

PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS

[Link] PENGEMBANGAN

Dalam rangka mendukung kelancaran pelayanan dasar di


Puskesmas Pacellekang selama kurun lima waktu kedepan dengan
melihat kondisi permasalahan dan alternatif pemecahan maka perlu
adanya rencana pengembangan sebagai berikut :

1. Aspek Pelayanan

Pengembangan layanan upaya kesehatan masyarakat melalui


inovasi kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas Pacellekang antara
lain sebagai berikut :

No Pelayanan Keterangan

1 Kader Asuh Pendidikan dan pelatihan


untuk kader dalam upaya
untuk peningkatan
pengetahuan tentang
kesehatan

2 Labeling Tempat Dalam upaya


Obat menumbuhkan kesadaran
minum obat bagi pasien
HIV dan TB serta
mencegah pasien DO obat

3 Puskesmas Dalam upaya mewujudkan


Pariwisata kawasan pariwisata yang
sehat serta mewujudkan
budaya hidup sehat baik
bagi masyarakat dan
wisatawan
2. Aspek Sumber Daya

Pengembangan sumberdaya manusia di Puskesmas


Pacellekang dilakukan melalui pelatihan sesuai kompetensi dan
pemenuhan pengadaan pegawai. Jumlah tenaga kesehatan di
Puskesmas Pacellekang jika dibandingkan dengan ketentuan
standar ketenagaan Tahun 2021 adalah sebagai berikut :

Jumlah Tenaga Kesehatan Puskesmas Pacellekang dan


Standar Ketenagaan Puskesmas berdasarkan Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019

Standar
N Jumlah
Jenis Tenaga Ketenagaan
o Tenaga
Puskesmas

1 Dokter 2 1

2 Dokter Gigi 1 1

3 Perawat 5 5

4 Bidan 2 4

5 Tenaga Promosi Kesehatan


2 1
dan Ilmu Perilaku

6 Tenaga Sanitasi
2 1
Lingkungan

7 Nutritionist 2 1

8 Tenaga Apoteker dan/atau


3 1
tenaga teknis kefarmasian

9 Ahli Teknologi
2 1
Laboratorium Medik

Tenaga Non Kesehatan

10 Tenaga Sistem Informasi


1 1
Kesehatan

11 Tenaga Administrasi
1 1
Keuangan

12 Tenaga Ketatausahaan 1 1

13 Pekarya 1 1
Berdasarkan table diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sesuai
analisis jabatan yang dilakukan di Puskesmas Pacellekang bahwa
tenaga Bidan masih kurang dibandingan dengan standar ketengaan
Puskesmas menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun
2019.

Selain itu agar sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh
Puskesmas dapat memenuhi standar yang disyaratkan menurut
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 maka
pengembangan sumber daya manusia perlu dilakukan yaitu dengan
melakukan pelatihan sesuai dengan kompetensi antara lain dapat
dilihat pada table dibawah ini :

Daftar Kebutuhan Pelatihan Tenaga Kesehatan

di Puskesmas Pacellekang

Nama/Jenis Tenaga Kesehatan


No Manfaat
Pelatihan Kualifikasi Tujuan

1 Pelatihan Bidan Dapat Dapat


Jabfung Bidan memahami mengemban
tugas dan gankan
fungsi profesinya
sesuai sebagai
dengan bidan yang
jenjangnya terstandar
nasional

2 Pelatihan BTCLS Bidan Meningkatk Pasien gawat


an darurat bisa
pengetahua ditangani
n dan dengan
kemampua cepat dan
n bidan tepat
dalam
penatalaksa
naan pasien
gawat
darurat

3 Pelatihan Apoteker Meningkatk Dapat


Jabatan an mengemban
Fungsional pengetahua gankan
Apoteker n dan profesinya
kemampua sebagai
n apoteker apoteker
dalam yang
melaksanak terstandar
an nasional
kegiatanny
a

4 Pelatihan Sanitasi Meningkatk Dapat


Jabatan Lingkungan an mengemban
Fungsional pengetahua gankan
Tenaga Sanitasi n dan profesinya
Lingkungan kemampua sebagai
n tenaga tenaga
sanitasi sanitasi
lingkungan lingkungan
dalam yang
melaksanak terstandar
an nasional
kegiatanny
a

5 Pelatihan Perawat Meningkatk Dapat


Jabatan an mengemban
Fungsional pengetahua gankan
Perawat n dan profesinya
kemampua sebagai
n tenaga
Perawatdal sanitasi
am lingkungan
melaksanak yang
an terstandar
kegiatanny nasional
a

Pengembangan sarana dan prasarana pendukung pelayanan


Puskesmas oleh Puskesmas Pacellekang dilakukan melalui rehabilitasi
gedung/bangunan Puskesmas Pacellekang khususnya terkait dengan
sistem ventilasi, pencahayaan, dan sanitasi yang disesuaikan dengan
standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 dengan
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Sistem Penghawaan (Ventilasi)

1) Ventilasi merupakan proses untuk mensuplai udara segar ke


dalam bangunan gedung dalam jumlah yang sesuai
kebutuhan, bertujuan menghilangkan gas-gas yang tidak
menyenangkan, menghilangkan uap air yang berlebih dan
membantu mendapatkan kenyamanan termal.

2) Ventilasi ruangan pada bangunan Puskesmas, dapat berupa


ventilasi alami dan/ atau ventilasi mekanis. Jumlah bukaan
ventilasi alami tidak kurang dari 15% terhadap luas lantai
ruangan yang membutuhkan ventilasi. Sedangkan sistem
ventilasi mekanis diberikan jika ventilasi alami yang
memenuhi syarat tidak memadai.

3) Besarnya pertukaran udara yang disarankan untuk berbagai


fungsi ruangan di bangunan Puskesmas minimal 12x
pertukaran udara per jam dan untuk KM/WC 10x pertukaran
udara per jam.

4) Penghawaan/ventilasi dalam ruang perlu memperhatikan 3


(tiga) elemen dasar, yaitu:

(a) Jumlah udara luar berkualitas baik yang masuk dalam


ruang pada waktu tertentu.

(b) Arah umum aliran udara dalam gedung yang seharusnya


dari area bersih ke area terkontaminasi serta distribusi
udara luar ke setiap bagian dari ruangan dengan cara
yang efisien dan kontaminan airborne yang ada dalam
ruangan dialirkan ke luar dengan cara yang efisien.

(c) Setiap ruang diupayakan proses udara didalam ruangan


bergerak dan terjadi pertukaran antara udara didalam
ruang dengan udara dari luar.
(d) Pemilihan sistem ventilasi yang alami, mekanik atau
campuran, perlu memperhatikan kondisi lokal, seperti
struktur bangunan, cuaca, biaya dan kualitas udara luar.

b. Sistem Pencahayaan

1) Bangunan Puskesmas harus mempunyai pencahayaan alami


dan/ atau pencahayaan buatan.

2) Pencahayaan harus terdistribusikan rata dalam ruangan.

3) Lampu-lampu yang digunakan diusahakan dari jenis hemat


energi. Adapun tingkat pencahayaan yang direkomendasikan
adalah sebagai berikut:

(a) Ruangan administrasi kantor, ruangan Kepala Puskesmas,


ruangan rapat, ruangan pendaftaran dan rekam medik,
ruangan pemeriksaan umum, ruangan Kesehatan Ibu dan
Anak (KIA), KB dan imunisasi, ruangan kesehatan gigi
dan mulut, ruangan ASI, ruangan promosi kesehatan,
ruang farmasi, ruangan rawat inap, ruangan rawat pasca
persalinan. Tingkat pencahayaan 200 Lux.

(b) Laboratorium, ruangan tindakan, ruang gawat darurat.


Tingkat pencahayaan 300 Lux.

(c) Dapur, ruangan tunggu, gudang umum, KM/WC, ruangan


sterilisasi, ruangan cuci linen. Tingkat pencahayaan 100
Lux.

c. Sistem Sanitasi

Sistem sanitasi Puskesmas terdiri dari sistem air bersih, sistem


pembuangan air kotor dan/atau air limbah, kotoran dan sampah,
serta penyaluran air hujan.

1) Sistem Air Bersih

(a) Sistem air bersih harus direncanakan dan dipasang


dengan mempertimbangkan sumber air bersih dan
sistem pengalirannya.

(b) Sumber air bersih dapat diperoleh langsung dari sumber


air berlangganan dan/atau sumber air lainnya dengan
baku mutu yang memenuhi dan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.

2) Sistem Penyaluran Air Kotor dan/atau Air Limbah

(a) Tersedia sistem pengolahan air limbah yang memenuhi


persyaratan kesehatan.

(b) Saluran air limbah harus kedap air, bersih dari sampah
dan dilengkapi penutup dengan bak kontrol untuk
menjaga kemiringan saluran minimal 1%.

(c) Di dalam sistem penyaluran air kotor dan/atau air


limbah dari ruang penyelenggaraan makanan
disediakan perangkap lemak untuk memisahkan
dan/atau menyaring kotoran/lemak.

3) Sistem Pembuangan Limbah Infeksius dan Non Infeksius

(a) Sistem pembuangan limbah infeksius dan non infeksius


harus direncanakan dan dipasang dengan
mempertimbangkan fasilitas pewadahan, Tempat
Penampungan Sementara (TPS), dan pengolahannya.

(b) Pertimbangan jenis pewadahan dan pengolahan limbah


infeksius dan non infeksius diwujudkan dalam bentuk
penempatan pewadahan dan/atau pengolahannya yang
tidak mengganggu kesehatan penghuni, masyarakat dan
lingkungannya serta tidak mengundang datangnya
vektor/binatang penyebar penyakit.

(c) Pertimbangan fasilitas Tempat Penampungan Sementara


(TPS) yang terpisah diwujudkan dalam bentuk
penyediaan Tempat Penampungan Sementara (TPS)
limbah infeksius dan non infeksius, yang diperhitungkan
berdasarkan fungsi bangunan, jumlah penghuni, dan
volume limbah.

(d) Ketentuan lebih lanjut mengenai tatacara perencanaan,


pemasangan, dan pengolahan fasilitas pembuangan
limbah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

1. Strategi

Strategi organisasi guna mendukung pengembangan pelayanan


kesehatan di Puskesmas Pacellekang :

a) Melakukan kerjasama dengan pihak-pihak atau instansi seperti


rumah sakit, laboratorium kesehatan daerah (labkesda) dan
rumah sakit.

b) Melakukan rehabilitasi gedung/bangunan terkait dengan system


ventilasi, pencahayaan dan sanitasi agar sesuai dengan standar
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019

c) Melakukan pengadaan pegawai untuk memenuhi Sumber Daya


Manusia (SDM) yang ada di Puskesmas Pacellekang

d) Melakukan pelatihan untuk mengembangkan kompetensi yang


dimiliki oleh tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas
Pacellekang.

2. Arah Kebijakan

Arah kebijakan yang akan diambil oleh Puskesmas Pacellekang


untuk dapat melaksanakan strategi diatas antara lain :

a) Meningkatkan kepuasan Puskesmas

b) Meningkatkan fasilitas kesehatan

c) Meningkatkan tenaga kesehatan yang berizin


BAB V

PENUTUP

Puskesmas adalah unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten


Gowa, yang merupakan ujung tombak penyelenggara pelayanan kesehatan
dasar bagi masyarakat di wilayah kerjanya. Untuk mendukung keberhasilan
penyelenggaraan Puskesmas perlu dikelola melalui pencapaian manajemen
Puskesmas secara optimal.

Manajemen Puskesmas merupakan suatu siklus yang tidak terputus,


artinya evaluasi hasil kinerja/ kegiatan yang dilaksanakan harus dapat
digunakan untuk menyusun perencanaan yang akan datang, dan selanjutnya
perencanaan yang dibuat dapat dipantau dan dinilai hasilnya.

Rencana Strategis (Renstra) sebagai perencanaan strategis/


perencanaan lima tahunan tingkat Puskesmas di Puskesmas Pacellekang
tahun 2021 – 2026, yang memuat rencana pengembangan layanan, strategi
dan arah kebijakan, rencana program dan kegiatan, dan rencana keuangan.
Renstra ini disusun dengan berpedoman pada Renstra Dinas Kesehatan
Kabupaten Gowa untuk menjamin kelangsungan pelaksanaan kegiatan
pelayanan kesehatan pada tiap tahunnya.

Dengan adanya dokumen ini diharapkan walaupun terjadi pergantian


pengelola dan pelaksana kegiatan di Puskesmas maka diharapkan
pengembangan program/ kegiatan tetap berjalan sesuai dengan rencana
yang telah dirumuskan.

Ditetapkan di : Pacellekang
pada tanggal : 04 Oktober 2021
KEPALA PUSKESMAS PACELLEKANG

GANDI ISWANTO

Anda mungkin juga menyukai