LAPORAN PELAYANAN PITC DAN PMTC
TAHUN 2025
DISUSUN OLEH:
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...................................................................................................i
GLOSARIUM.................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................…….1
A. Latar Belakang..................................................................................................................2
1. Tugas Pokok dan Fungsi..........................................................................2
2. Identifikasi Masalah...............................................................................3
B. Tujuan...............................................................................................................................3
1. Tujuan Umum.......................................................................................3
2. Tujuan Khusus......................................................................................3
BAB II KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN...................................5
BAB III CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN................................................7
BAB IV SASARAN.........................................................................................8
A. Sasaran program ..............................................................................................................8
BAB V PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN...................9
BAB VI PENUTUP.......................................................................................10
Lampiran 1...................................................................................................11
i
GLOSARIUM
HIV Human Immunodeficiency Virus
AIDS Acquired Immunodeficiency Syndrome
VCT Voluntary Counseling and Testing
ART Anti Retroviral Teraphy
PMTC Prevention Mother to Child Transmision
IO Infeksi Oportunistik
ODHA Orang Dengan HIV/AIDS
IDU Injection Drug Use
ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN
HIV-AIDS masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, w
alaupun angka insiden dan kematian mengalami kecenderungan penur
unan dalam 10 tahun terakhir. Secara global, epidemi HIV mengalami
penurunan sekitar 33% sejak tahun 2001, sehingga pada tahun 2012 d
iperkirakan terjadi sekitar 2.3 juta infeksi baru pada dewasa dan anak.
Kematian yang dikaitkan dengan AIDS menurun sampai 30% sejak 200
5 karena peningkatan akses pengobatan ARV, termasuk kematian yan
g dikaitkan dengan TBC, juga menurun sampai 30% sejak 2004.
Indonesia berupaya untuk mencapai Ending AIDS pada tahun 2030
sebagai bentuk komitmen bersama negara-negara lain di dunia. Beber
apa langkah strategis dilakukan untuk mencapaitarget indikator SDG’s,
RPJMN, Renstra, triple 95, dan pencapaian Three Zeroes. Triple 95 artin
ya 95 (persen) orang estimasi ODHA (orang dengan HIV/AIDS) yang ad
a di Indonesia mengetahui status HIV-nya. 95 persen orang yang meng
etahui status HIV-nya dalam pengobatan ARV. Dan 95 persen orang ya
ng dalam pengobatan ARV berhasil menekan jumlah virusnya. Adapun
Three Zeroes, yaitu tidak ada infeksi baru HIV, kemudian tidak ada ke
matian akibat AIDS, dan yang terakhir tidak ada stigma dan diskrimina
si untuk mencapai eliminasi HIV pada 2030 mendatang.
Penyebaran virus HIV/AIDS di DKI Jakarta semakin mengkhawatirka
n. Seperti tidak mengenal batasan umur, virus mematikan ini menyasa
r berbagai lapisan masyarakat dan strata sosial. Mulai anak-anak, rema
ja, mahasiswa, lelaki dan perempuan dewasa, sampai ibu rumah tangg
a masuk dalam daftar panjang para penderita. Biro Pusat Statistik Kem
enkes menyebutkan pada triwulan I 2017 terdapat 46.758 kasus HIV d
an 8.769 kasus AIDS di DKI Jakarta, dengan 6000 kasus infeksi baru di
tahun 2017.
Masalah HIV bukan lagi masalah kesehatan semata akan tetapi tela
h menjadi masalah sosial yang sangat kompleks. Upaya pencegahan d
an penanggulangannya memerlukan pendekatan dan diselenggarakan
oleh berbagai pihak. Pemerintah berperan sebagai pemimmpin upaya
pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS baik di pusat maupun di da
erah. Menyelenggarakan upaya pencegahan dan penanngulangan HIV/
AIDS ini, mengharuskannya adanya koordinasi yang baik sejak perenca
naan sampai evaluasinya. Memperhatikan kecendrungan epedemi HIV/
AIDS dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, upaya pencegahan da
n penanggulangan di Indonesia akan memakan waktu yang cukup lam
a.
1
Oleh sebab itu, upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS h
arus dapat dijamin kesinambungannya sangat ditentukan oleh komitm
en politik, kepemimpinan yang kuat dan tersedianya dana yang terus
menerus, perawatan, sarana dan prasarana yang digunakan. Manajem
en secara terarah dan terorganisir, guna kelancaran tugas dan optimali
sasi kerja dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit ter
utama setiap unit pelayanan maka diperlukan suatu program kerja ata
u kerangka acuan program kerja penanggung jawab program. Dimana
suatu kegiatan yang terprogram, terinci dan bersrategi dalam setiap k
egiatan yang dipimpin dapat mencapai tujuan umum dan khusus sesua
i dengan program kerja tersebut.
A. LATAR BELAKANG
Rumah Sakit merupakan salah satu sarana untuk memberikan pela
yanan kesehatan kepada masyarakat yang memiliki peran srategis dal
am meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebagai tujuan untuk
meningkatkan derajat kesehatan yang optimal, oleh karena itu rumah
sakit dituntun untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai den
gan standar yang ditetapkan. Dengan memberikan pelayanan VCT, AR
T, PMTC, PITCT, IO, ODHA dengan faktor resiko IDU dan penunjang di R
umah Sakit.
Tenaga yang profesioanal mempunyai kedudukan yang penting dal
am menghasilkan kualitas pelayanan kesehatan. Memberikan pelayan
berdasarkan pendekatan bio-psikososial-spiritual merupakan pelayana
n yang dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan. Kinerja m
erupakan implementasi dari rencana yang telah disususn, implementa
si kinerja dilakukan dan dilaksanakan oleh sumber daya manusia yang
memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi dan pentingan. Penurunan
kinerja pelaksana akan mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan.
1. Tugas Pokok dan Fungsi Memberikan pelayanan penanggulangan H
IV/AIDS secara optimal yang meliputi :
a. Memberikan pelayanan konseling pra/pasca test pada pasien.
b. Memberikan pelayanan pengobatan ART dan tatalaksana IO
pada pasien.
c. Memberikan KIE pada klien maupun pengunjung RS.
d. Melaksanakan pengendalian mutu dan infeksi nasokomial
e. Mengelola pencatatan dan pelaporan klien HIV
f. Melaksanakan koordinasi dengan sudinkes Jakarta Selatan
terkait pendidikan dan pelatihan petugas terkait HIV/AIDS
2
g. Melakukan koordinasi dengan unit lain.
2. Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil eveluasi kinerja tahun 2020
adalah :
a. Belum adanya beberapa SPO Pelayanan terkait
penanggulangan HIV/AIDS
b. Belum maksimalnya pelayanan penanggulangan HIV/AIDS
terkait Pandemi Covid -19 baik dalam hal pelaksanaan
notifikasi pasien maupun pemberian edukasi yang optimal
pada pasien dan pengunjung.
c. Belum maksimalnya koordinasi dengan unit lain terkait
layanan HIV/AIDS
d. Belum adanya daftar layanan rujukan penangganan HIV/AIDS
di wilayah Jakarta.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Terselengaranya Penanggulangan HIV/AIDS yang sesuai standar.
2. Tujuan Khusus
a. Memberikan pelayanan konseling dan testing (VCT/PITC) yang te
rjamin kerahasiaannya.
b. Pencegahan dan mengurangi risiko penularan HIV dari Ibu ke Ba
yi (PMTC )
c. Menyediakan dan melaksanakan pelayanan perawatan dan duku
ngan dan pengobatan Anti Retro Viral (ART) dan Infeksi Oportuni
stik (IO) pada ODHA
d. Terselenggaranya rujukan pasien sesuai standar.
e. Menyiapkan data terkait pelayanan HIV/AIDS di RSUD Kebayoran
Baru.
f. Melaksanakan edukasi dan informasi terkait HIV pada pengunjun
g RS
3
BAB II
KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
A. Membuat/merevisi dan Menerapkan Standar Asuhan Pelayanan P
asien
Membuat/merevisi dan menerapkan standar prosedur operasional layana
n HIV/AIDS.
B. Menerapkan Sasaran Keselamatan Pasien
1. Identifikasi pasien
2. Menerapkan komunikasi efektif
3. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai
4. Kepastian tepat lokasi, tepat pasien dan tepat prosedur operasi
5. Pengurangan resiko infeksi
6. Pengurangan resiko pasien jatuh
C. Kegiatan Pokok
1. Menyusun dan merencanakan anggaran kerja HIV
2. Terlaksananya pelayanan konseling dan testing HIV
3. Terlaksananya pelayanan perawatan dan pengobatan ART dan IO
4. Terlaksananya pelayanan PMTC DAN PITC
5. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan dalam usaha penaggulangan
HIV/AIDS.
6. Pelaporan evaluasi kerja
D. Rincian Kegiatan
1. Menyusun dan merencanakan anggaran, kerja tim HIV
a. Membuat rancangan anggaran tiap tahun
b. Membuat kebutuhan sarana dan prasarana setiap tahun
2. Terlaksananya pelayanan konseling dan testing HIV
a. Mengadakan pelayanan konseling pra dan post test
b. Mengadakan pelayanan test HIV
c. Melakukan koordinasi dengan unit lain terkait PITC.
3. Terlaksananya pelayanan perawatan dan pengobatan ART
a. Menyediakan dan melaksanakan pelayanan perawatan dan pengob
atan (ART) sesuai kebutuhan individu
b. Melaksanakan pelayanan Infeksi Oportunistik (IO),
c. Melakukan koordinasi dengan DPJP terkait pelayanan, perawatan d
an pengobatan
4. Terlaksananya pelayanan Prevention Mother to Child Transmision (PMT
C DAN PITCT)
4
a. Skrining ibu akan kebutuhan tes HIV
b. Konseling pra dan post tes ibu hamil
c. Pelayanan ibu hamil positif HIV
d. Pencegahan bayi teertular dari ibu HIV positif
e. KIE ibu hamil terkait HIV
5. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan dalam usaha pencegahan dan
penganggulangan HIV/AIDS
a. Mengevaluai pelayanan HIV tiap 3 bulan
b. Mengadakan evaluasi program setiap akhir tahun
6. Melakukan pencatatan dan pelaporan
a. Penginputan data layanan setiap bulan
b. Pelaporan data layanan setiap tahun
5
BAB III
CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Mengadakan rapat Tim secara rutin
Menginventaris kebutuhan anggota tim
Menyusun kegiatan yang direncanakan
Menyerahkan rancangan anggaran ke tim perencana
Melakukan pelayanan konseling dan testing HIV
Berkoordinasi terkait layanan di Unit Rawat Jalan, UGD dan Raw
at Inap
Berkoordinasi dengan laboratorium
Melakukan pelayanan perawatan dan pengobatan ART dan IO
Berkoordinasi terkait layanan di Unit Rawat Jalan, IGD dan Raw
at Inap
Berkoordinasi dengan laboratorium, Rekam medik dan penunja
ng lainnya
Melakukan pelayanan PMTC DAN PITC dan PITC
Berkoordinasi terkait layanan di Unit Rawat Jalan, khususnya po
li Kebidanan dan kandungan dan Kamar bersalin
Berkoordinasi dengan laboratorium, Rekam medik dan penunja
ng lainnya
Menerapkan layanan PMTC DAN PITC sesuai standar pada ibu h
amil yang ditemukan hasil positif
Melakukan Monitoring dan evaluasi kegiatan
Berkoordinasi dengan tim Penanggulangan HIV setiap bulan
Menginventaris permasalahan dan mencari solusi
Melakukan pencatatan dan pelaporan
Petugas RR melakukan penginputan data secara rutin
Petugas RR berkoordinasi permasalahan dalam proses penginp
utan data
6
BAB IV
SASARAN
Terlaksananya Program HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah Kebayoran B
aru. Di mana pasien dengan HIV/AIDS dapat terdiagnosis dan mendapatkan
penanganan maupun pengobatan yang baik sesuai SOP Rumah Sakit. Sehing
ga dapat meningkatkan angka cakupan VCT/PITC HIV dan meningkatkan ang
ka keberhasilan dalam penanganan dan pengobatan pasien HIV/AIDS.
B. Sasaran program dengan melibatkan :
1. Seluruh unit yang terkait di rumah sakit
Seluruh unit yang terkait seperti UGD, Rawat jalan dan Rawat Inap
dilibatkan dalam penanggulangan HIV/AIDS khususnya dalam
penemuan pasien HIV.
2. Seluruh Tim Penanggulangan HIV/AIDS
Seluruh Tim Penanggulangan HIV/AIDS rumah sakit dilibatkan dalam p
eningkatan mutu pelayanan dengan meningkatkan pengetahuan angg
ota tim dengan memfasilitasi pelatihan yang di khususkan dalam Pena
nggulangan HIV/AIDS
7
BAB VI
PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
1. Pencatatan data pasien yang melakukan konseling dan tes maupun
yang melakukan terapi ARV pada system Kesehatan yang ada
sesuai standar
2. Pelaporan kasus HIV direkap setiap bulan dengan melaporkan
secara online ke ARK dan SIHA (Sistem Informasi HIV/AIDS) dan
pelaporan offline kepada Direktur RSUD Kebayoran Baru.
3. Laporan evaluasi kegiatan penyelenggaraan penangulangan
HIV/AIDS dilakukan setiap tahun.
8
BAB VII
PENUTUP
Demikian Pedoman Program Kerja Tim Penanggulangan HIV/AIDS RSU
D Kebayoran Baru ini dibuat untuk mendukung terciptanya pelayanan yang p
aripurna dan bermutu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di
Indonesia dan dapat menjadi pedoman kerja bagi petugas kesehatan saat m
emberikan pelayanan Penanggulangan HIV/AIDS.
Jakarta, 02 Januari 2025
Mengetahui Dibuat Oleh
Plt. Kasie Pelayanan Medis dan Penanggung Jawab HIV
Keperawatan RSUD Kebayoran Baru RSUD Kebayoran Baru
dr. Dina Nurdjanah, MPH dr. Annisa Hidayati Priyono
NIP. 198001192010012018 NIP. 10208819950429202307037
9
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN 2025
N BULAN
KEGIATAN
O 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Perencanaan anggaran kerja HIV V
2 Pelayanan konseling dan testing (VCT) V V V V V V V V V V V V
4 Pelayanan perawatan dan pengobatan (ART) V V V V V V V V V V V V
5 Pelayanan Infeksi Oportunistik (IO) V V V V V V V V V V V V
Pelayanan Prevention Mother to Child Transmision (PMTC V V V V V V V V V V V V
6
DAN PITCT)
Penyuluhan pasien dan keluarga/mitra V V V V V V V V V V V V
7
8 Penyuluhan pengunjung RS V V V V V V V V V V V V
9 Pencatatan dan pengumpulan data hasil kegiatan V V V V V V V V V V V V
10 Evaluasi kegiatan dengan tim HIV V V V V
11 Pelaporan pelayanan dengan Pimpinan RS V
10