Pemerintah Aceh Dinas Pemuda Dan Olah Raga
Pemerintah Aceh Dinas Pemuda Dan Olah Raga
DAFTAR PASAL-PASAL
A. SPESIFIKASI UMUM
1. Lingkup Pekerjaan
3. Pekerjaan Persiapan
B. SPESIFIKASI TEKNIS
1. Pekerjaan Tanah/Urugan
2. Pekerjaan Pondasi
4. Pekerjaan Dinding
5. Pekerjaan Plesteran
6. Pekerjaan Lantai
7. Pekerjaan Kayu
8. Pekerjaan Langit-langit
1
SYARAT-SYARAT TEKNIS
A. SPESIKASI UMUM
1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan yang dilaksanakan pada Gedung Kempo, dengan rincian sebagai berikut :
1. PEKERJAAN PERSIAPAN;
4. PEKERJAAN PENGECATAN;
6. PEKERJAAN FASAD;
7. PEKERJAAN TAMAN;
Perincian bagian pekerjaan yang dilaksanakan didasarkan pada gambar rencana, BOQ dan
RKS yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari rencana kerja dan syarat-syarat ini.
Kecuali ditentukan lain dalam RKS ini, berlaku dan mengikat ketentuan-ketentuan tersebut
dibawah ini termasuk segala perubahan dan tambahannya.
2.1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 beserta lampiran-
lampiran dan Juknisnya.
2.3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/M/2018 Tahun 2018 tentang
Pedoman Pembangunan Bangunan Gedung Negara.
2.4. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung SNI:2847:2013
2.6. Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung Indonesia Untuk
Gedung SNI 1727:2013
2
2.7. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan
Non-Gedung tahun 2012 (SNI 1726-2012) & Tata Cara Perencanaan Ketahanan
Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI-03-1726-2002)
2.9. Keramik lantai keramik, mutu dan cara uji SNI 03-0106-1987
2.17. Peraturan Plumbing Indonesia SNI 03-6481-2000 dan SNI 03-7065-2005 tentang
Tata Cara Perencanaan Sistem Plumbing
2.18. Tata Cara Pengecatan Kayu Untuk Rumah dan Gedung SNI 2407-2008
2.19. Peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah setempat yang
bersangkutan dengan permasalahan bangunan.
Apabila penjelasan dalam RKS tidak sempurna atau belum lengkap sebagaimana
ketentuan dan syarat dalam peraturan diatas, maka Kontraktor Wajib mengikuti ketentuan
peraturan-peraturan yang disebutkan diatas.
3
3. PEKERJAAN PERSIAPAN
Meliputi Pekerjaan
3.2.1. Untuk Gudang dan Bangsal Kerja ; digunakan Rangka Kayu, dinding
papan dan atap seng
3.2.2. Untuk Direksi Keet ; digunakan bahan rangka kayu, dinding bata diplester
dan papan dicat dengan cat tembok, atap seng BJLS 030, plafond Asbes
Quality 1 x 1 m dan lantai beton tumbuk
3.2.3. Untuk penampungan air kerja disiapkan drum penampung, air harus
memenuhi kualitas yang ditentukan dalam SNI:2847:2013
3.2.4. Untuk papan nama kegiatan digunakan tiang dari kayu meranti dan
triplek dicat putih.
3.2.5. Bahan bouwplank dipakai tiang kayu meranti 5/7 dan papan meranti
ukuran 2/20 cm.
3.2.6. Untuk alat-alat kerja berupa kotak adukan, kotak takaran, gerobak
dorong dan lain-lain digunakan bahan kayu setempat.
4
Untuk gudang dan bangsal kerja dibuat bangunan sementara yang dapat
melindungi pekerja dari panas dan hujan. Bangunan ini harus dibongkar
setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.
Nama kegiatan
Pemilik kegiatan
Lokasi kegiatan
Tiang Bouwplank harus terpasang kuat, papan diketam halus dan lurus
pada sisi atasnya dan dipasang waterpass (timbang air) dengan sudut-
sudutnya harus siku.
3.3.6. Mobilisasi dan Demobilisasi Alat Bor Pile dan Alat Berat
5
B. SPESIFIKASI TEKNIS
4. PEKERJAAN TANAH/URUGAN
Lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan pada pekerjaan ini sudah harus
diperhitungkan jenis tanah yang dijumpai dilapangan seperti tanah pasir, gambut,
tanah keras (batuan), tanah liat dan lain sebagainya, yaitu :
4.1.1. Galian tanah untuk pekerjaan substruktur (pondasi tapak, pondasi batu
gunung/kali dan saluran keliling bangunan)
4.1.4. Timbunan tanah dan pasir bawah lantai, pondasi dan halaman gedung
termasuk pemadatannya.
4.1.6. Galian tanah diluar bangunan untuk mendapatkan peil lantai yang
disyaratkan
Untuk timbunan bekas galian pondasi, digunakan tanah bekas galian pondasi.
Untuk timbunan bawah lantai digunakan tanah dan pasir pasang kualitas baik.
Tanah Timbunan dan pasir urugan harus bersih dari kotoran-kotoran dan akar-
akar kayu, serta sampah lainnya.
6
Galian-galian untuk septicktank, saluran air hujan, saluran air kotor dan
air bersih dilaksanakan dengan ukuran yang ditetapkan dalam gambar
kerja dan gambar detail.
4.3.2. Galian diluar bangunan untuk mendapatkan tinggi lantai yang disyaratkan
dalam gambar. Penggalian tanah ini dimaksudkan untuk mendapatkan
kontur tanah yang disyaratkan dalam Site Plan.
4.3.3. Bila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan dalam
gambar, maka Kontraktor harus mengisi kelebihan galian tersebut
dengan pasir urug.
4.3.4. Pengurugan bekas galian pondasi, galian septicktank, galian saluran air
hujan, saluran air bersih dan saluran air kotor diurug lapis demi lapis
dengan ketebalan tiap lapis maksimum 15 cm. Tiap lapisan dipadatkan
dengan menumbuk lapisan tersebut, menggunakan alat tumbuk yang
baik. Setelah lapisan pertama padat, ditimbun dengan lapisan berikutnya
dan dipadatkan kembali seperti diatas. Demikian seterusnya dilakukan
sampai semua lubang bekas galian pondasi tertutup kembali.
4.3.5. Pengurugan dengan tanah timbun dibawah lantai dilakukan lapis demi
lapis hingga ketebalan 10 cm dibawah lantai, ditumbuk hingga padat.
Lapisan-lapisan urugan untuk ditumbuk ini dibuat maksimal 10 cm, dan
ditumbuk 5 kali tiap bidang tumbukan pada tiap-tiap lapis tersebut.
4.3.7. Dibawah pondasi, dan dibawah saluran air diurug dengan pasir pasangan
setebal 10 cm dan dipadatkan.
7
dan disetujui Direksi Pekerjaan sampai mencapai kepadatan yang
disyaratkan. Bahan untuk timbunan pada tempat-tempat yang sulit
dimasuki oleh alat pemadat normal harus dihampar dalam lapisan
mendatar dengan tebal gembur tidak lebih dari 10 cm dan seluruhnya
dipadatkan dengan menggunakan pemadat mekanis serta dilakukan
pemadatan setiap lapisan, maksimal per lapisan 25 cm.
5. PEKERJAAN PONDASI
5.2.1. Untuk pondasi plat beton bertulang digunakan bahan yang memenuhi
persyaratan yang diuraikan dalam pasal beton bertulang. Campuran yang
digunakan 1 Pc : 2 Ps : 3 Kr.
5.2.3. Untuk pondasi batu bata digunakan jenis batu bata setempat yang
berkualitas baik.
5.3.2. Dibawah dasar pondasi didasari dengan pasir pasang setebal 10 cm dan
dipadatkan, sebagai lantai kerja. Diatas pasir, dipasang aanstamping,
untuk pondasi plat tapak beton bertulang, cyclopen beton dan pondasi
batu kali/batu belah, terdiri dari batu kali dan pasir pasang (pasangan
batu kosong). Lapisan ini juga harus dipadatkan, dengan menyiram air
diatasnya, sehingga pasir akan mengisi rongga-rongga batu kali tersebut.
Tebal lapisan dibuat sesuai dengan gambar detail pondasi.
8
5.3.3. Untuk pondasi dilaksanakan dengan ukuran sesuai gambar kerja dan
gambar detail. Campuran yang digunakan : Plat tapak beton adukan 1 Pc
: 2 Ps : 3 Kr. Pondasi beton cyclopen dibuat dengan adukan 1 Pc : 3 Ps :
5 Kr yang diisikan 30 % batu kali. Pondasi batu kali/belah dipasang
dengan perekat 1 Pc : 3 Ps. Pondasi batu bata dipasang dengan perekat
1 Pc : 4 Ps dan pada bagian sisi diplester kasar/brappen adukan 1 Pc : 3
Ps.
5.3.4. Untuk pondasi plat tapak beton bertulang Pedoman pelaksanaan, adukan
dan pembesian harus memenuhi pedoman pada pasal beton bertulang.
6.1.1. Beton bertulang dengan mutu beton f’c = 14,5 Mpa harus dibuat untuk
sloof, ring balok dan kolom praktis.
6.2. Bahan
6.2.1. Semen
Pasir beton harus berupa butir-butir tajam dan keras, bebas dari bahan-
bahan organis, lumpur dan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir
serta kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam
SNI:2847:2013.
9
6.2.3. Kerikil
Kerikil yang digunakan harus bersih dan bermutu baik, serta mempunyai
gradasi dan kekerasan sesuai yang disyaratkan dalam SNI:2847:2013.
6.2.4. Air
Air yang digunakan harus air tawar, tidak mengandung minyak, asam
alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat
merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini sebaiknya dipakai air
bersih yang dapat diminum.
Daya lekat baja tulangan harus dijaga dari kotoran, lemak, minyak,
karat lepas dan bahan lainnya.
Bahan yang digunakan untuk cetakan dan acuan harus bermutu baik
sehingga hasil akhir konstruksi mempunyai bentuk, ukuran dan batas-
batas yang sesuai dengan yang ditunjukkan oleh gambar rencana dan
uraian pekerjaan.
Mutu beton yang digunakan adalah f’c = 19,3 Mpa dan f’c = 14,5 Mpa.
10
bahan dan hasil pengujian percobaan campuran beton di laboratorium
berdasarkan kuat tekan beton untuk umur 7 dan 28 hari, kecuali
ditentukan untuk umur-umur yang lain oleh Direksi Pekerjaan. Proporsi
bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus memenuhi kriteria
teknis utama, yaitu kelecakan (workability), kekuatan (strength), dan
keawetan (durability).
6.3.1. Kecuali ditentukan lain dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini, maka
sebagai pedoman tetap dipakai SNI:2847:2013.
6.3.2. Pemborong wajib melaporkan secara tertulis pada Direksi apabila ada
perbedaan yang didapat dalam gambar konstruksi dan gambar arsitektur.
11
Tidak berakibat pemisah dan kehilangan bahan-bahan
6.3.4. Pengecoran
Beton yang sudah dicor harus dijaga agar tidak kehilangan kelembaban
untuk paling sedikit 14 (empat belas) hari. Untuk keperluan tersebut
ditetapkan cara sebagai berikut :
7. PEKERJAAN DINDING
12
7.2. Persyaratan Bahan
7.2.1. Bata
Mutu bahan yang digunakan dari jenis klas I menurut SNI 15-2094-2000
dengan bentuk standart batu bata adalah prisma empat persegi panjang,
bersudut siku-siku dan tajam, permukaannya rata dan tidak
menampakkan adanya retak-retak yang merugikan. Bata merah dibuat
dari tanah liat dengan atau campuran bahan lainnya, yang dibakar pada
suhu cukup tinggi hingga tidak hancur bila direndam air.
7.2.2. Pasir
Harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras, butir-butir harus
bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca,
seperti terik matahari dan hujan. Kadar lumpur tidak boleh melebihi 5 %
berat.
Adukan pasangan harus dibuat secara hati-hati, diaduk didalam bak kayu
yang memenuhi syarat. Mencampur semen dengan pasir harus dalam
keadaan kering yang kemudian diberi air sampai didapat campuran yang
plastis. Adukan yang telah mengering akibat tidak habis digunakan
sebelumnya, tidak boleh dicampur lagi dengan adukan yang baru.
7.3.3. Pengukuran
13
Pengukuran pasangan benang antara satu kali menaikkan benang
tidak boleh melebihi 30 cm, dari pasangan bata yang telah selesai.
7.3.4. Lapisan bata yang satu dengan lapisan bata diatasnya harus berbeda
setengah panjang bata. Bata setengah tidak dibenarkan digunakan
ditengah pasangan bata, kecuali pasangan bata sudut.
7.3.5. Pengakhiran sambungan pada satu hari kerja harus dibuat bertangga
menurun dan tidak tegak bergigi untuk menghindari retak dikemudian
hari. Pada tempat-tempat tertentu sesuai gambar diberi kolom-kolom
praktis yang ukurannya disesuaikan dengan tebal dinding.
7.3.6. Lubang untuk alat-alat listrik dan pipa yang ditanam didalam dinding,
harus dibuat pahatan secukupnya pada pasangan bata (sebelum
diplester).
7.3.8. Dalam mendirikan dinding yang kena udara terbuka, selama waktu hujan
lebat harus diberi perlindungan dengan menutup bagian atas dari tembok
dengan sesuatu penutup yang sesuai (plastik). Dinding yang telah
terpasang harus diberi perawatan dengan cara membasahinya secara
terus menerus paling sedikit 7 (tujuh ) hari setelah pemasangannya.
8. PEKERJAAN PLESTERAN
Pekerjaan plesteran dilakukan pada seluruh pasangan bata dan beton bertulang.
Bahan pasir, semen dan air mengikuti persyaratan yang telah digariskan dalam
pasal beton bertulang.
14
8.3.2. Adukan plesteran pasangan bata kedap air dipakai campuran 1 Pc : 2
Ps, sedangkan plesteran bata lainnya dipergunakan campuran 1 Pc : 4
Ps
8.3.3. Ketebalan plesteran pada semua bidang permukaan harus sama tebalnya
dan tidak diperbolehkan plesteran yang terlalu tipis dan terlalu tebal.
Ketebalan yang diperbolehkan berkisar antara 1,00 cm sampai 1,50 cm.
Untuk mencapai tebal plesteran yang rata sebaiknya diadakan
pemeriksaan secara silang dengan menggunakan mistar kayu panjang
yang digerakkan secara horizontal dan vertikal.
Pemasangan lantai dibuat untuk bagian depan lantai ruangan, teras depan dan
tangga teras. Pekerjaan lantai terdiri-dari :
10.2.1. Semua keramik yang digunakan untuk bangunan ini adalah Produksi
Dalam Negeri.
10.3.2. Pemeriksaan
15
Sebelum lantai dipasang, Kontraktor harus memeriksa semua pasangan
pipa-pipa, saluran-saluran dan lain sebagainya yang harus sudah
terpasang dengan baik sebelum pemasangan lantai dimulai.
10.3.3. Adukan
10.3.4. Pemasangan
Pekerjaan yang telah selesai tidak boleh ada retak, noda dan
cacat-cacat lainnya. Apabila terjadi cacat pada lantai, maka
bagian cacat tersebut harus dibongkar sampai berbentuk bujur
sangkar dan pasangan batu harus rata dengan sekitarnya.
Lingkup pekerjaan kayu meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat-alat bantu
yang diperlukan, sehingga konstruksi kayu dan besi selesai dilaksanakan. Bagian
Pekerjaannya adalah
16
11.2. Pesyaratan Bahan
11.2.1. Untuk kozen pintu dan jendela digunakan kayu klas I kualitas terbaik,
daun pintu dan jendela, listplank papan talang dan papan ruiter
digunakan kayu klas II kualitas terbaik.
11.2.2. Ukuran kayu yang tertera dalam gambar merupakan ukuran terpasang.
Kayu harus betul-betul kering, tidak keropos, lurus, tidak
cacat/bermata. Plat canal yang digunakan tidak keropos, lurus dan
tidak cacat.
11.2.3. Ukuran daun pintu plat teralis sesuai dengan gambar detail dan
merupakan ukuran bersih (ukuran jadi).
Daun pintu panil dibuat dengan kayu kelas II, pintu plat
menggunakan plat dengan ketebalan 4 mm dan disyaratkan agar
kontraktor memesan langsung pada tempat khusus pembuat
pintu atau pada toko. Tidak dibenarkan Kontraktor membuat
sendiri dilapangan pekerjaan.
17
Khusus untuk pintu KM/WC dan ruang cuci, pada bagian dalam
dilapisi dengan seng plat aluminium. Pelapisan dengan seng plat
aluminium ini harus rapi. Pada susut-sudut daun pintu tidak boleh
ada penonjolan seng plat. Apabila menurut penilaian pengawasan
pemasangan tidak rapi, maka pengawas berhak menolak daun
pintu tersebut.
11.3.3. Untuk semua daun pintu dan daun jendela digunakan kayu klas II
kualitas terbaik.
18
dengan spesifikasi pabrik. Khusus untuk rangka Hollow ini hal-hal yang
disebutkan diatas tidak mengikat dengan gambar bestek (harus
mengikuti desain pabrik/distributor).
13.3.2. Pemasangan rangka Hollow ini harus rapi dan waterpass. Kontraktor
bertanggung jawab atas kerapian pemasangan rangka ini.
13.3.3. Langit-langit gypsum dan PVC dipasang pada rangka ini, di lakukannya
dengan menggunakan paku skrup. Hasil akhir harus waterpass. Apabila
ada material plafond yang cacat, rusak harus diganti dengan material
yang baru.
13.3.4. Sambungan antar material plafond dipasang rapi, rapat dan didempul
pada sambungannya. Pada keliling ruangan yang berhubungan dengan
dinding dipasang lat profil sesuai dengan jenis material plafond dan
sesuai dengan gambar bestek.
Bagian pekerjaan yang dilaksanakan adalah membuat rangka atap dan menutup
semua bidang atap bangunan.
14.2.1. Untuk rangka atap digunakan rangka atap baja ringan yang dipesan
khusus dari pabrik/dialer penyedia barang. Untuk pemasangan material
rangka atap ini diwajibkan kepada kontraktor meminta sertifikat
spesifikasi pada saat pembelian pada Distributor/Agen.
14.2.2 Untuk penutup semua bidang atap digunakan spandex 0.35 mm, dan
untuk penutup bubungan digunakan bubungan dari bahan yang sama
dengan ukuran 0.35 mm. Untuk pemasangan bahan atap ini diwajibkan
Kontraktor meminta sertifikat spesifikasi pada saat pembelian pada
Distributor/Agen.
14.3.1. Untuk teknik pemasangan rangka atap baja ringan diminta kepada
penyedia barang/distributor untuk mendesain kembali bentuk kuda-
kuda, jarak titik buhul kuda-kuda dan jarak antara kuda-kuda yang satu
dengan yang lainnya serta jarak antar gording harus sesuai dengan
spesifikasi pabrik. Khusus untuk rangka atap ini hal-hal yang disebutkan
diatas tidak mengikat dengan gambar bestek (harus mengikuti desain
pabrik/distributor).
19
14.3.2. Tiap sambungan diberi tindisan sesuai dengan spesifikasi pabrik.
Minimal tindisan antara satu lembaran dengan lembaran lainnya 15 cm
atau 1.5 alur. Alur harus dipasang merata (tidak bolak balik), sehingga
hasil akhir pasangan akan rapi.
14.3.3. Bubungan ditutup dengan bubungan zinc alume. Tindisan antara satu
lembaran bubungan dengan lembaran bubungan lainnya harus sesuai
dengan persyaratan pabrik.
15.2.2. Kunci pintu dipasang sekualitas merek Yalee 2 (dua) slaag (dua kali
putar) atau yang setara. Untuk gembok digunakan kualitas No. 1. (viro
italy)
15.2.3. Grendel (sloot), Tarikan jendela dan hak angin berkualitas baik. Untuk
grendel pintu plat dan teralis menggunakan grendel khusus.
15.3.1. Setiap daun pintu dipasang kunci tanam 2 ( dua ) slaag merk Yalee,
yang berkualitas baik.
15.3.2 Engsel pintu dipasang 3 (tiga) buah setiap lembaran daun pintu.
Pemasangan dilakukan dengan mur khusus untuk pintu, tidak
dibenarkan melengketkan engsel ke pintu dan ke kozen dengan
menggunakan paku. Penguncian mur harus dilakukan dengan
memutarkan dengan obeng, sehingga seluruh batang masuk dan
menempelkan kuat ke kayu yang dipasang.
20
15.3.3. Untuk alat-alat tersebut diatas sebelum dipasang Kontraktor wajib
memperlihatkan contoh terlebih dahulu untuk diminta persetujuan
Direksi atau Pemberi Tugas.
15.3.4. Apabila pada waktu pemasangan alat-alat tersebut tidak sesuai dengan
yang disyaratkan, maka Direksi berhak untuk menyuruh bongkar
kembali dan diganti dengan alat-alat yang disyaratkan atas biaya
Kontraktor.
15.3.5 Grendel dan gembok dipasang 1 (satu) buah untuk setiap daun jendela.
Pasangan harus rapi dan dapat bekerja dengan baik.
Pelaksanaan pekerjaan meliputi pipa air kotor, pipa air bersih, septicktank,
resapan dan box control yang terhubung keseluruh bangunan samapi dengan
pembuangan akhir.
16.2.1. Pipa PVC diameter 4”, Pipa Galvanis 4”, diameter 1/2" dan diameter
3/4" untuk keperluan air bersih digunakan merk WAPIN atau sekualitas
dengan tekanan kerja 7 Kg/cm2. Alat penyambung digunakan dari
jenis bahan yang sama dengan bahan untuk pipa.
16.2.4. Saringan air kotor/floor drain dari plat galvanis kualitas baik.
16.2.5. Pembersihan septicktank, bak kontrol dari kotoran limbah manusia dan
lumpur.
16.3.2. Air diambil dari sumber air (sumur gali/sumur bor/PDAM) dengan
menggunakan pompa elektrik. Pengambilan air tersebut dihubungkan
dari pompa ke tempat air memakai pipa PVC diameter 4”. Dari water
21
tanker disalurkan ke dinding terdekat tempat pemakaian air dengan
menggunakan pipa PVC 4".
Dari sini digunakan shock 1/2" - 3/4" untuk merubah besaran pipa ke
1/2". Pipa 1/2" ditanam didalam dinding, dikeluarkan pada tempat-
tempat yang dibutuhkan, dan disini digunakan kran air diameter 1/2".
Pipa pengambilan dan pipa distribusi harus ditanam didalam tanah.
16.3.5. Air kotor dari KM dialirkan dengan pipa beton diameter 1/2 - 20
cm dan diameter 20 cm kesaluran terdekat.
22
Isolasi 2 lapis menyelubungi inti
Isolasi PVC, luas penampang minimum yang boleh digunakan 2,5 mm2
Steker stop kontak dan saklar dari bahan ebonit kualitas baik.
Body dari plat besi, tebal minimum 0,9 mm, dicat putih didepan,
abu-abu dibelakang.
Fitting :
17.2.5. Panel box yang dilengkapi fuse, switch untuk pembagian group
pemasangan instalasi listrik, Produksi dalam Negeri (nasional) atau
sekualitas, dengan arde (pentanahan) dari kabel B.C.
23
Tegangan : 220 volt, phase, 50 hz
Sekering BOX
Warna : Abu-abu
17.3. Penggunaan
17.4.1. Pemasangan instalasi listrik dan tata letak titik lampu/stop kontak serta
jenis armatur lampu yang dipakai harus dikerjakan sesuai dengan
gambar instalasi listrik. Sedangkan sistim pemasangan pipa-pipa listrik
pada dinding maupun beton harus ditanam (sistem inbouw) dan
penarikan kabel (jaringan kabel) diatas plafond diikat dengan isolator
khusus dengan jarak 1,00 atau 1,20 m, atau jaringan kabel diatas
plafond tersebut dimasukan dalam pipa PVC. Khusus untuk instalasi
stop kontak harus dilengkapi kabel arde (pertanahan) sesuai dengan
peraturan yang berlaku (mencapai dan terendam air tanah).
24
17.4.2. Pemasangan instalasi listrik berikut penggunaan bahan/komponen-
komponennya harus disesuaikan dengan sistem tegangan lokal 220 Volt.
18.1.1. Meni kayu untuk bidang kozen yang melekat ketembok, sambungan-
sambungan konstruksi kayu pada kuda-kuda dan lain-lain.
18.1.3. Cat kayu untuk bidang-bidang kayu kozen yang nampak, daun pintu
panel dan ventilasi kayu, listplank dan list plafond, serta dinding papan
yang dapat dibuka dan plafond lambrisering.
18.1.4. Cat tembok untuk dinding yang diplester, bidang-bidang beton dan
plafond gypsum.
18.2.1. Meni kayu dan besi sekualitas Kuda Terbang, Platon atau Ftalit.
18.3.3. Pekerjaan cat kayu harus dilakukan lapis demi lapis dengan
memperhatikan waktu pengeringan jenis bahan yang digunakan.
25
Urutan pekerjaan sebagai berikut :
Apabila tidak ditentukan lain oleh Pemberi Tugas maka digunakan warna sebagai
berikut :
18.4.1. Dinding dalam/luar digunakan warna primrose 302 dari daftar warna
cat Dulux.
18.4.2. Kosen pintu dan jendela digunakan warna Candy Brown 925 dari daftar
warna cat Kuda Terbang atau yang sekualitas.
18.4.3. Daun pintu Panel dan plafond lambrisering digunakan warna Candy
Brown 925 dari daftar warna cat Kuda Terbang atau yang sekualitas.
26
nan, sehingga pada saat serah terima dilaksanakan, bangunan dalam
keadaan bersih dan rapi.
20.2. Kontraktor diwajibkan membuat foto kemajuan pekerjaan dari 0 % sampai 100%
yang dapat dilihat dari semua arah bangunan. Pengulangan foto harus dilakukan
pada sisi yang sama secara berurutan sehingga akan jelas terlihat sisi tersebut
dari permulaan pekerjaan sampai akhir pekerjaan.
20.3. Apabila ada pekerjaan yang tidak tersebutkan dalam uraian ini, yang ternyata
pekerjaan tersebut harus ada agar memndapatkan hasil akhir yang sempurna,
maka pekerjaan tersebut harus dilaksanakan oleh Kontraktor atas perintah tertulis
dari Pengguna Anggaran.
20.4. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini menjadi pedoman dan harus ditaati
oleh Kontraktor dan Pengguna Anggaran dalam melaksanakan pekerjaan ini.
27
Menyetujui, Dibuat Oleh :
28