0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan145 halaman

Dokumen RKT

Rencana Kerja Tahunan (RKT) SDIT Cendekia Taka Tanjung Selor disusun untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui perencanaan berbasis data dan sebagai pedoman pelaksanaan program sekolah selama tahun 2023-2024. RKT ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing. Dokumen ini juga mencakup evaluasi diri sekolah dan rencana kegiatan yang terintegrasi dengan visi dan misi sekolah.

Diunggah oleh

rahmah.9570
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan145 halaman

Dokumen RKT

Rencana Kerja Tahunan (RKT) SDIT Cendekia Taka Tanjung Selor disusun untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui perencanaan berbasis data dan sebagai pedoman pelaksanaan program sekolah selama tahun 2023-2024. RKT ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing. Dokumen ini juga mencakup evaluasi diri sekolah dan rencana kegiatan yang terintegrasi dengan visi dan misi sekolah.

Diunggah oleh

rahmah.9570
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA TAHUNAN

(RKT)
TAHUN 2023-2024

DISUSUN OLEH :
RAHMAT YULIANSYAH, [Link]
NPSN SEKOLAH : 69849420

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KECAMATAN TANJUNG SELOR


PEMERINTAH KABUPATEN BULUNGAN
SDIT CENDEKIA TAKA
2023

i
LEMBAR PENGESAHAN
RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2023
SDIT CENDEKIA TAKA TANJUNG SELOR

Rencana Kerja Tahunan (RKT) SDIT Cendekia Taka Tanjung Selor Kabupaten Bulungan telah disusun sesuai
mekanisme Perencanaan Berbasis data (PBD) dan merupakan penjabaran dari Rapor Pendidikan SDIT Islam
Assalam tahun 2021/2022 dan 2022/2023. Untuk selanjutnya RKT ini diimplementasikan pada Rencana Kegiatan
dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2023 dan tahun 2024, maka sebagai wujud legalitas RKT ini perlu
pengesahan dari pemangku kepentingan.

Bulungan, Juli 2023


Menyetujui, Yang mengesahkan,
Komite Sekolah Kepala Sekolah

Dedy Hidayat,S.E.,M.A.P. Rahmat Yuliansyah,[Link]

Mengetahui
Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Bulungan

Drs. SUPARMIN S
NIP.19680915 1999412 1 003

ii
KATA PENGANTAR
Berkat rahmat dan karunia-Nya semata, kami telah dapat menyusun rencana Kerja Tahunan
Kepala Sekolah, yang akan digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan program pendidikan.
Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk peningkatan
kemampuan dalam pengelolaan pendidikan di sekolah. Peningkatan tersebut akan berdampak positif,
yaitu makin meningkatnya efisiensi, mutu, dan perluasan pendidikan dasar.
Program Kerja Kepala Sekolah ini disusun sebagai penyesuaian dari Perencanaan Berbasis Data
(PBD) yang didasarkan pada rapor pendidikan Sekolah, serta digunakan sebagai pedoman dalam
melaksanakan kegiatan operasional di sekolah, sehingga akan memperlancar kerja Kepala Sekolah.
Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini melibatkan unsur yang terkait, yaitu unsur
Kepala Sekolah, Guru, tendik dan Pengurus Komite Sekolah, yang sebelumnya telah diuji
kelayakannya.
Program Kerja Kepala Sekolah ini meliputi:
1. Pendahuluan
2. Profil dan Rapor Pendidikan
3. Perencanaan Berbasis Data (PBD)
4. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
5. Jadwal Kegiatan Tahunan
6. Penutup
Dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini, kami sudah berusaha semaksimal
mungkin untuk menghindari kekurangan maupun kesalahan, namun demikian tentunya pasti masih
banyak terdapat kekurangan maupun kesalahan. Untuk itu kami sangat berterima kasih apabila dari
semua pihak sudi memberikan saran maupun kritik, demi kelancaran tugas yang kami emban.
Akhirnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung
kami, utamanya kepada Kepala Dinas, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Bekasi, Pengawas SD, Ketua MKKS Kecamatan Setu yang telah banyak memberikan
bimbingan dan petunjuk demi kelancaran penyusunan program kerja ini. Terima kasih

iii
Tim Penyusun

iv
DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN................................................................................... ii
KATA PENGANTAR........................................................................................... iii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................
A. Latar Belakang ..............................................................................
B. Dasar Hukum............................ ...................................................
C. Tujuan RKT...................................................................................
BAB II PROFIL SEKOLAH.........................................................................
A. Identitas Sekolah..........................................................................
B. Visi Misi SDIT Cendekia Taka Bulungan ......................................
C. Data Siswa SDIT Cendekia Taka Bulungan .......................................
D. Data Guru SDIT Cendekia Taka Bulungan ......................................
E. Sarpras..............................................................................................
F. Prestasi Sekolah.............................................................................
BAB III HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS)..........................
BAB IV PROGRAM KERJA TAHUNAN................................................... 33
BAB V PENUTUP........................................................................................... 37
A. Kesimpulan.......................................................................................... 37
B. Saran.................................................................................................... 37

C. Lampiran.................................................................................................

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam membangun sumber daya manusia
yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan
harus dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan agar mampu menjawab
tantangan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat. Sekolah sebagai lembaga
pendidikan memiliki peran strategis dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional melalui
penyelenggaraan pendidikan yang efektif, bermutu, dan berorientasi pada peserta didik.

Seiring dengan perkembangan kebijakan pendidikan nasional, pemerintah terus


melakukan berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan Standar Nasional
Pendidikan, implementasi kurikulum yang adaptif, peningkatan kompetensi pendidik dan
tenaga kependidikan, penguatan karakter peserta didik, digitalisasi pembelajaran, serta
penguatan tata kelola sekolah yang akuntabel dan berorientasi pada mutu.

Selain itu, pelaksanaan akreditasi sekolah melalui Instrumen Akreditasi Satuan


Pendidikan (IASP) terbaru menekankan pentingnya budaya mutu pada satuan pendidikan. IASP
tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga pada kinerja nyata sekolah
yang meliputi mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, manajemen sekolah,
kepemimpinan kepala sekolah, serta iklim lingkungan belajar yang aman, nyaman, religius, dan
berpihak kepada peserta didik.

Sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu, SDIT Cendekia Taka Tanjung Selor
memiliki komitmen untuk menyelenggarakan pendidikan yang memadukan keunggulan
akademik, pembentukan karakter Islami, serta pengembangan potensi peserta didik secara
optimal. Dalam pelaksanaannya, sekolah perlu memiliki perencanaan yang matang, terarah, dan
berkesinambungan agar seluruh program dan kegiatan dapat berjalan secara efektif serta sesuai
dengan visi, misi, dan tujuan sekolah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional, Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan, serta kebijakan terbaru
terkait penjaminan mutu pendidikan dan akreditasi sekolah, maka setiap satuan pendidikan
wajib menyusun dokumen perencanaan sekolah sebagai pedoman dalam pelaksanaan program
1
pendidikan.

Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan bagian penting dari implementasi Rencana
Kerja Sekolah (RKS) yang disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan program sekolah selama
satu tahun pelajaran. Dokumen ini memuat berbagai program prioritas sekolah yang disusun
berdasarkan evaluasi diri sekolah, kebutuhan satuan pendidikan, kondisi nyata sekolah, serta
target peningkatan mutu yang ingin dicapai.

Dengan tersusunnya Rencana Kerja Tahunan (RKT) SDIT Cendekia Taka Tanjung
Selor, diharapkan seluruh program sekolah dapat terlaksana secara efektif, efisien, terukur, dan
berkesinambungan sehingga mampu mendukung terciptanya budaya mutu sekolah,
meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta menghasilkan peserta didik yang beriman,
berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan berprestasi sesuai dengan profil pelajar Pancasila dan
karakter Islami.

B. Dasar Hukum

Landasan Yuridis dalam penyusunan RKT di Sdit Cendekia Taka Bulungan


dikembangkan, berlandaskan pada ketentuan peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
1. Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57 tahun 2021 tentang
Standar Nasional Pendidikan;
Pasal 28 berbunyi
 Perencanaan kegiatan Pendidikan bertujuan untuk peningkatan kualitas proses dan hasil
belajar secara berkelanjutan berdasarkan evaluasi diri Satuan Pendidikan.
 Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana kerja jangka pendek dan
rencana kerja jangka menengah.
Pasal 48 berbunyi:
 Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilaksanakan terhadap: a. pendidikan anak usia dini; dan b. pendidikan dasar dan
menengah.
 Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) bertujuan untuk perluasan akses dan peningkatan mutu layanan Pendidikan daerah
sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan dan program Pendidikan.
2. Permendikbud Ristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh

2
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Pasal 24 Berbunyi:
 Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan profil pendidikan
daerah.
 Evaluasi sistem pendidikan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan terhadap:
a. Pendidikan Anak Usia Dini; dan
b. Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Pasal 26 berbunyi:
 Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh
Pemerintah Daerah sebagai bahan untuk melakukan penyesuaian kebijakan dan
perencanaan program dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi, dan tata kelola
penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
Pasal 28
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
dimanfaatkan oleh Satuan Pendidikan untuk:
 Mengidentifikasi masalah pendidikan yang perlu mendapatkan prioritas berdasarkan
indikator dalam profil Satuan Pendidikan atau profil program pendidikan kesetaraan;
 Mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk menemukan akar masalah dan
merumuskan langkah perbaikan; dan
 Melakukan perencanaan program untuk mengatasi akar masala

Landasan filosofis dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) di SDIT Cendekia Taka
Bulungan berakar pada integrasi antara filosofi pendidikan nasional dengan nilai-nilai pendidikan Islam
yang holistik dan berkesinambungan. RKT disusun sebagai pedoman strategis sekolah dalam
mewujudkan visi, misi, serta tujuan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan generasi beriman,
berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
Sebagai Sekolah Islam Terpadu, SDIT Cendekia Taka Bulungan memandang bahwa seluruh
program dan kegiatan sekolah merupakan bagian dari ikhtiar pendidikan yang tidak hanya berorientasi
pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter Islami dan penguatan nilai-nilai
keimanan. Oleh karena itu, penyusunan RKT diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan
pendidikan yang religius, kondusif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.
3
Penyusunan RKT juga dilandasi pandangan bahwa peserta didik merupakan amanah sekaligus
generasi penerus bangsa yang memiliki potensi, bakat, dan karakter yang perlu dikembangkan secara
optimal. Melalui program-program yang terencana, sekolah berupaya memfasilitasi pengembangan
kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, sosial, dan keterampilan hidup peserta didik agar mampu
menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, serta bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, RKT disusun dengan semangat perbaikan mutu berkelanjutan (continuous
improvement) melalui budaya kerja yang kolaboratif, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada pelayanan
pendidikan terbaik. Seluruh program sekolah dirancang untuk mendukung terwujudnya Profil Pelajar
Pancasila yang berkarakter, cinta Al-Qur’an, memiliki kemampuan literasi dan numerasi, mampu
berkomunikasi dengan baik, peduli terhadap lingkungan, serta siap menghadapi tantangan
perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Dengan landasan filosofis tersebut, SDIT Cendekia Taka Bulungan berkomitmen


menjadikan RKT sebagai instrumen perencanaan yang mampu mengarahkan seluruh sumber
daya sekolah secara efektif dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan
berorientasi pada masa depan.

C. Tujuan RKT
Adapun tujuan dari pembuatan Rncana Kerja Tahunan ( RKT ) ini Adalah :
 Sebagai pedoman dan landasan kerja dalam pelaksanaan program sekolah, sehinggadapat
menjamin agar perubahan atau tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapatdicapai dengan tingkat
kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil.
 Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat, sehingga semua “Stake Holders“
sekolahmengetahui dan memahami tentang rencana implementasi sekolah.
 Mendukung koordinasi antar pelaku pendidikan di sekolah.
 Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah, antarsekolah
dan dinas pendidikan kabupaten/kota, dan antarwaktu.
 Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan
pengawasan.
 Menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien, efektif, berkeadilandan
berkelanjutan.
 Sebagai dasar dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi pada saat berlangsungnya kegiatan
dan akhir program.

4
BAB II

5
PROFIL SEKOLAH
A. Identitas Sekolah
Uraian Keterangan
Nama Sekolah : SDIT Cendekia Taka
Jenjang : Sekolah Dasar Islam Terpadu
Pendidikan (SDIT)
Status Sekolah : Swasta
: Tanjung Selor, Kabupaten
Alamat Sekolah
Bulungan
Kecamatan : Tanjung Selor
Kabupaten/Kota : Kabupaten Bulungan
Provinsi : Kalimantan Utara
Nama Yayasan : Yayasan Cendekia Taka
Tahun Pelajaran : 2025/2026
Kepala Sekolah : Rahmat Yuliansyah, [Link]
NPSN : 69849420
Akreditasi :C
Email Sekolah : sdit_cendekiataka@[Link]
Nomor Telepon : 055221906

Profil Singkat Sekolah

SDIT Cendekia Taka merupakan lembaga pendidikan dasar Islam terpadu


yang berkomitmen menyelenggarakan pendidikan berkualitas dengan
mengintegrasikan kurikulum nasional dan nilai-nilai keislaman. Sekolah berfokus
pada pembentukan karakter Islami, penguatan literasi Al-Qur’an, pengembangan
potensi akademik, serta keterampilan peserta didik agar mampu menjadi generasi
yang berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan berdaya saing.

Dalam pelaksanaan pendidikan, sekolah berupaya menciptakan lingkungan


belajar yang aktif, kreatif, inovatif, religius, dan menyenangkan guna mendukung
terwujudnya Profil Pelajar Pancasila yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

B. Visi misi SDIT Cendekia Taka


6
Visi Sdit Cendekia Taka Bulungan menggambarkan bagaimana peserta didik
menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang sekolah dan nilai-nilai yang dituju.
Selain itu visi merupakan sebuah kerangka utuh yang menggabungkan aspek
spiritual, intelektual, dan etika.

Kata Rabbani merujuk pada sosok yang memiliki keterikatan kuat dengan
Tuhan (Rabb), memiliki kedalaman ilmu agama, dan mengamalkannya dengan
ikhlas. Dengan Visi Operasional Menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai
pedoman hidup sehari-hari. Dengan harapan indikator keberhasilannya yakni Siswa
memiliki akidah yang lurus dan mantap, Terbiasa melaksanakan ibadah wajib dan
sunnah (seperti Shalat Dhuha, Puasa Sunnah dan Tilawah) tanpa paksaan, Memiliki
kesadaran bahwa setiap tindakan diawasi oleh Allah SWT (Muraqabah).

Generasi Cendekia dapat tercermin dari aspek intelektual dan kognitif,


Cendekia bermakna tajam pikiran, cerdas, terpelajar, dan memiliki kemampuan
berpikir kritis serta solutif terhadap perkembangan zaman. Dengan indikator
keberhasilan yaitu Memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang tinggi (sejalan
dengan standar Rapor Pendidikan), Mampu berpikir kritis (Critical Thinking) dalam
memecahkan masalah. Dan Memiliki rasa ingin tahu yang besar dan semangat
belajar sepanjang hayat (Long-life learner).

Generasi santun diartikan sebagai aspek etika dan sosial, santun mencakup
kehalusan budi pekerti, baik dalam tutur kata maupun tingkah laku (Akhlakul
Karimah) saat berinteraksi dengan sesama manusia dan lingkungan. dengan visi
Membentuk karakter siswa yang menghargai orang lain, rendah hati, dan mampu
menempatkan diri dengan baik di masyarakat.

Program dan kegiatan sekolah harus merujuk pada Visi yang telah
ditetapkan. Visi bukan hanya sekadar tulisan tanpa dipahami maknanya. Untuk
menginternalisasi visi pada setiap warga sekolah, maka visi perlu disosialisasikan
secara berkala. Tanpa pemahaman terhadap visi maka kegiatan yang dijalankan
menjadi tidak terarah “membentuk generasi rabbani,cendekia dan santun”

7
Data Keadaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Tempat
JK dan Status TMT.
No Nama Jabatan Pendidikan NO HP
Tanggal Guru Pegawai
Lahir
Tanjung
085386293613
Rahmat Selor S-I
Kepala
1 Yuliansyah, Sosial GTY
Sekolah 01/07/2009
[Link]. L 30/07/1988 Politik

Panca
081352012016
Teguh Waka Agung S-I
2 GTY
Santoso, SE L Sarpras 17/12/1987 Ekonomi 01/07/2009

Takkalasi S-I 085654035766


Firman, Waka Sosial
3 GTY 19/07/2010
[Link]. L Kesiswaan 03/07/1983 Politik

Masolo S-I 081254026156


Arianti, Koordinato
4 P 27/05/1978 PGSD GTY 09/10/2012
[Link]. r Qur'an

Arallae S-I 081250558974


Pend.
Fitrayani, Walas 1 Al
5 Agama GTY
[Link].I Ma'un
P 05/04/1986 Islam 09/10/2012

Long
085249569141
Beluah S-I
Fauziah
Pend.
6 Mawarnis, Guru PAI GTY
Agama
[Link].I
P 17/12/1990 Islam 01/07/2014

Lumajang
P.
7 Giran SMP PTY 081350937534
L Kebersihan 04/08/1970 27/07/2015

Maros S-I
Pend.
Rafi'ah, Walas VI
8 Agama GTY 081350205790
[Link].I Al Kautsar
P 18/12/1991 Islam 09/03/2015

Ponogoro SI
Tri Guru
9 P 05/09/1983 PGSD GTY 09/01/2018 081258803009
Widyawati Qur'an

Lubak
085211068891
Guru Pengantin S-I
10 Basri, SE GTY
L Qur'an 25/03/1998 Ekonomi 25/06/2018

Tanjung
Isman Nur Petugas Selor SMA
11 PTY
Riadi L Kebersihan 05/09/1998 19/06/2019 082351583652

Muara 8
Singan S-I
Abdan Sairi, Guru Pend.
12 GTY
[Link] Qur'an Agama 082254468233
L 28/01/1993 Islam 01/07/2018

Yara Tanjung
Aminah Walas III Selor S-I
13 GTY
Berdasarkan Visi di atas, maka menyusun Misi sebagai berikut:

1. Menjadi lembaga dakwah berbasis pendidikan

2. Membimbing siswa berakhlaq islami

3. Membimbing siswa senang berinteraksi dengan Al-Quran

4. Membimbing siswa memiliki keterampilan hidup

5. Menjadi sekolah islam yang peduli pada lingkungan

C. Data Guru SDIT Cendekia Taka

Berikut adalah data Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) :

 Jumlah Guru Tetap/ASN: ....... Orang

 Jumlah Guru Honorer: ....... Orang

 Jumlah Tenaga Kependidikan (TU/Pustakawan/Kebersihan): ....... Orang

 Kualifikasi Pendidikan: (S1/S2/S3).

 Sertifikasi: Jumlah guru bersertifikasi: ....... Orang.

D. Data Siswa SDIT Cendekia Taka

Berikut adalah data siswa (Tahun Pelajaran 2023/2024) :

 Jumlah Siswa Kelas 1 (3 Rombel): 90 Siswa

 Jumlah Siswa Kelas 2 (3 Rombel) : 82 Siswa

 Jumlah Siswa Kelas 3 (3 Rombel) : 67 Siswa

 Jumlah Siswa Kelas 4 (3 Rombel) : 76 Siswa

 Jumlah Siswa Kelas 5 (3 Rombel) : 84 Siswa

 Jumlah Siswa Kelas 6 (2 Rombel): 56 Siswa

 Total Siswa: 455 Siswa


9
 Rata-rata Siswa per Kelas: 30 Siswa

Berikut adalah data siswa (Tahun Pelajaran 2024/2025) :

 Jumlah Siswa Kelas 1 (3 Rombel): 87 Siswa

 Jumlah Siswa Kelas 2 (4 Rombel) : 94 Siswa

 Jumlah Siswa Kelas 3 (3 Rombel) : 81 Siswa

 Jumlah Siswa Kelas 4 (3 Rombel) : 66 Siswa

 Jumlah Siswa Kelas 5 (3 Rombel) : 73 Siswa

 Jumlah Siswa Kelas 6 (3 Rombel) : 85 Siswa

 Total Siswa: 486 Siswa

 Rata-rata Siswa per Kelas: 30 Siswa

E. Sarpras

Berdasarkan hasil observasi data sarana dan prasana Sdit Cendekia Taka
Bulungan di ketahui bahwa :
Sarana yang dimiliki oleh Sdit Cendekia Taka Bulungan sudah memadai
dalam mendukung peroses pembelajaran di sekolah. Hal ini terlihat dengan sarana
kelas yang sudah tersedia papan tulis, meja, kursi dan media pembelajaran / bahan
ajar yang belum mencukupi dengan jumlah siswa. Sarana penunjang lain yang
berbasis TIK Sdit Cendekia Taka Bulungan juga sudah tersedia 8 projektor, 5
Laptop dan 9 komputer
Prasarana yang dimiliki Sdit Cendekia Taka Bulungan terdiri dari ruang
kepala sekolah, ruang guru, 19 ruang kelas, ruang UKS/ibadah , ruang perpustakaan
,lapangan upacara, halaman untuk kegiatan olahraga dan aula utama untuk kegiatan
ibadah dan kegiatan PHBN maupun PHBI . Seluruh sarana tersebut dalam kondisi
yang cukup baik dan layak untuk digunakan.

F. Prestasi Sekolah

10
11
Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) merupakan bagian dari
analisis konteks satuan pendidikan yang bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi internal dan
eksternal sekolah sebagai dasar dalam penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan.

SDIT Cendekia Taka merupakan satuan pendidikan dasar berbasis Islam Terpadu yang
berkomitmen mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter Islami.
Dengan dukungan 52 orang guru dan tenaga kependidikan, sekolah berupaya memberikan
layanan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik.

Analisis ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi internal sekolah, potensi


sumber daya manusia, sarana prasarana, serta peluang dan tantangan lingkungan pendidikan.

a. Strength (Kekuatan)

Situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang dimiliki Sdit Cendekia Taka yang
bisa memberikan pengaruh positif pada saat ini atau pun di masa yang akan datang adalah
sebagai berikut :
1) Sumber Daya Manusia yang memadai
SDIT Cendekia Taka memiliki 52 orang guru dan tenaga kependidikan yang
mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran, pengelolaan sekolah, serta pembinaan
peserta didik.
2) Penerapan konsep pendidikan Islam Terpadu
Sekolah menerapkan integrasi antara kurikulum nasional dengan nilai-nilai keislaman
sehingga pembelajaran tidak hanya menekankan aspek akademik tetapi juga
pembentukan karakter dan akhlak mulia.
3) Program pembinaan karakter dan keagamaan
Terdapat berbagai kegiatan pembiasaan religius seperti kegiatan ibadah harian,
pembelajaran Al-Qur’an, dan pembinaan akhlak yang menjadi ciri khas sekolah.
4) Lingkungan sekolah yang kondusif
Lingkungan sekolah yang mendukung kegiatan belajar serta pembinaan karakter
peserta didik

12
5) Kegiatan sekolah yang aktif dan variatif
Sekolah menyelenggarakan berbagai kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, dan
kegiatan pengembangan diri yang mendukung potensi peserta didik.
6) Pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi
Sekolah memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan publikasi kegiatan
sekolah kepada masyarakat.
b. Weakness (Kelemahan)

Situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan yang bisa memberikan pengaruh
negatif pada saat ini atau pun di masa yang akan datang adalah sebagai berikut :
1) Akreditasi sekolah masih perlu ditingkatkan
Status akreditasi yang ada menunjukkan perlunya peningkatan kualitas dalam berbagai
aspek penyelenggaraan pendidikan.
2) Pengembangan sarana dan prasarana masih perlu ditingkatkan
Beberapa fasilitas pembelajaran masih perlu pengembangan untuk mendukung
pembelajaran yang lebih inovatif.
3) Manajemen pengembangan profesional guru
Peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan masih perlu diperkuat melalui
pelatihan dan pengembangan profesional.
4) Optimalisasi pemanfaatan teknologi pembelajaran
Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran masih perlu ditingkatkan agar lebih
adaptif terhadap perkembangan pendidikan digital.

13
c. Opportunity (Peluang)

Situasi atau kondisi yang merupakan peluang atau kesempatan

bisa memberikan peluang untuk berkembang di kemudian hari adalah sebagai berikut :
1) Meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan berbasis nilai Islam
Hal ini menjadi peluang bagi sekolah untuk terus mengembangkan layanan pendidikan yang
berkualitas.
2) Dukungan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan
Implementasi Kurikulum Merdeka memberikan peluang bagi sekolah untuk mengembangkan
pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik.
3) Pemanfaatan teknologi informasi dan media digital
Media digital dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pembelajaran, promosi sekolah, serta
komunikasi dengan orang tua.
4) Peluang kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan
Sekolah memiliki peluang menjalin kemitraan dengan lembaga pendidikan, lembaga keagamaan,
dan instansi terkait untuk meningkatkan kualitas program sekolah.

d. Threat (Ancaman)

Situasi atau kondisi yang merupakan ancaman atau tantangan yang akan dihadapi
SDIT Cendekia Taka yang bisa menghambat laju perkembangan satuan pendidikan adalah
sebagai berikut :

1. Persaingan antar lembaga pendidikan


Keberadaan sekolah lain baik negeri maupun swasta menuntut sekolah untuk terus meningkatkan
kualitas layanan pendidikan.
2. Perubahan kebijakan pendidikan nasional
Perubahan regulasi pendidikan dapat menuntut penyesuaian dalam pengelolaan kurikulum dan
manajemen sekolah.
3. Perkembangan teknologi yang sangat cepat
Jika tidak diikuti dengan peningkatan kompetensi guru dan fasilitas pembelajaran, sekolah dapat
tertinggal dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.

14
4. Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pendidikan
Masyarakat semakin selektif dalam memilih sekolah sehingga kualitas layanan pendidikan harus
terus ditingkatkan.

5. Karakteristik Peserta Didik

Berdasarkan hasil observasi, dan rapor pendidikan tahun 2024 ringkasan kualitas
pendidikan satuan pendidikan pada mutu hasil belajar peserta didik diketahui karakteristik
peserta didik Sdit Cendekia Taka Bulungan dari kompetensi atau kemampuan literasi, numerasi
dan indes karakter adalah:
Kemampuan Numerasi Sebagian besar peserta didik telah mencapai batas kompetensi
minimum untuk literasi membaca namun perlu upaya mendorong lebih banyak peserta didik
menjadi mahir
Kemampuan Numerasi, naik dari tahun sebellumnya peserta didik telah mencapai
kompetensi minimum untuk numerasi. Dengan sangat rendahnya kemampuan numerasi peserta
didik maka pada kompetensi numerasi akan lebih di tingkatkan dengan memaksimalkan proses
pembelajaran yang lebih interaktis efektif dan menyenagkan sehingga siswa dapat memahami
dan menguasai kompetensi numerasi, Proses belajar mengajar masih bersifat prosedural
(menghafal rumus) daripada pemahaman konsep yang mendalam begitupun guru fokus pada
modul peningkatan kompetensi numerasi dan cara mengajar matematika secara kontekstual.

15
Indeks Karakter, peserta didik terbiasa menerapkan nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang
berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global
dalam kehidupan sehari hari.

6. Karakteristik Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK)

Berdasar hasil observasi dari data Dapodik dan kodisi nyata diketahui bahwa karakteristik
GTK di Sdit Cendekia Taka Bulungan adalah
a. Seluruh guru Kelas Sdit Cendekia Taka sudah berkualifikasi akademik minimal
sarjana S1 berjumlah 19 orang
b. Guru Mata Pelajaran PAI berjumlah 6 orang, PJOK berjumlah 3 orang,Bahasa arab 2
orang, dan bahasa Inggris 3 orang.

c. Guru yang memiliki sertifikat pendidik berjumlah 23 guru

d. Guru yang mengajar Al Quran sejumlah 21


e. Memiliki tenaga adminstrasi dengan kualifikasi Sarjana S1 berjumlah 1 orang,
Tenaga Perpustakaan Kualifikasi S1 1 orang dan tenaga kebersihan kualifikasi
pendidikan SD dan SMA berjumlah 4 Orang.

7. Karakteristik Sosial dan Budaya

Berdasarkan hasil observasi dan hasil rapor pendidikan tahun 2024 diketahui secara
umum karekteristik sosial dan budaya pada Sdit Cendekia Taka Bulungan adalah:
Satuan pendidikan memiliki lingkungan sekolah yang aman, terlihat dari kesejahteraan
psikologis yang baik dan rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan
penyalahgunaan narkoba. Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga sekolah
dalam mencegah dan menangani kasus untuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan
sekolah. Budaya 5S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun yang dipadukan dengan ucapan
doa atau thoyyibah dengan Penekanan pada pembentukan karakter (adab sebelum ilmu) melalui
keteladanan dari seluruh warga sekolah.
Adanya program parenting berkala dan komunikasi intensif melalui buku penghubung
atau media digital untuk menyelaraskan pendidikan di sekolah dan di rumah yang bertujuan
menjalin sinergi antara pembiasaan di rumah dan disekolah. kemudian Rasa persaudaraan antar
16
siswa dipupuk melalui kegiatan seperti mabit (malam bina iman dan taqwa) dan fieldtrip
(wisata edukasi) sebagai salah satu program unggulan yang ada di sdit cendekia taka.
Peran Guru tidak hanya sebagai pengajar (mu'allim), tetapi juga sebagai pengasuh
(murabbi) dan teladan (uswah) dengan lingkungan fisik sebagai pendukung ibadah yaitu
(masjid/mushola yang representatif) .
Satuan pendidikan mulai mengembangkan suasana proses pembelajaran yang
menjunjung tinggi toleransi agama/kepercayaan dan budaya dengan Mengajarkan toleransi dan
penghormatan terhadap perbedaan pendapat (ikhtilaf) serta keberagaman suku bangsa di
Indonesia.

17
Satuan pendidikan dengan Iklim Inklusivitas mulai mengembangkan suasana proses
pembelajaran yang menyediakan layanan yang ramah bagi peserta didik dengan cerdas berbakat
istimewa

8. Sarana dan Prasarana

18
BAB II

VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH

D. VISI SDIT CENDEKIA TAKA BULUNGAN

Visi Sdit Cendekia Taka Bulungan menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi
subjek dalam tujuan jangka panjang sekolah dan nilai-nilai yang dituju. Selain itu visi
merupakan sebuah kerangka utuh yang menggabungkan aspek spiritual, intelektual, dan etika.

Kata Rabbani merujuk pada sosok yang memiliki keterikatan kuat dengan Tuhan (Rabb),
memiliki kedalaman ilmu agama, dan mengamalkannya dengan ikhlas. Dengan Visi
Operasional Menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup sehari-hari. Dengan
harapan indikator keberhasilannya yakni Siswa memiliki akidah yang lurus dan mantap,
Terbiasa melaksanakan ibadah wajib dan sunnah (seperti Shalat Dhuha, Puasa Sunnah dan
Tilawah) tanpa paksaan, Memiliki kesadaran bahwa setiap tindakan diawasi oleh Allah SWT
(Muraqabah).

Generasi Cendekia dapat tercermin dari aspek intelektual dan kognitif, Cendekia
bermakna tajam pikiran, cerdas, terpelajar, dan memiliki kemampuan berpikir kritis serta solutif
terhadap perkembangan zaman. Dengan indikator keberhasilan yaitu Memiliki kemampuan
literasi dan numerasi yang tinggi (sejalan dengan standar Rapor Pendidikan), Mampu berpikir
kritis (Critical Thinking) dalam memecahkan masalah. Dan Memiliki rasa ingin tahu yang besar
dan semangat belajar sepanjang hayat (Long-life learner).

Generasi santun diartikan sebagai aspek etika dan sosial, santun mencakup kehalusan budi
pekerti, baik dalam tutur kata maupun tingkah laku (Akhlakul Karimah) saat berinteraksi
dengan sesama manusia dan lingkungan. dengan visi Membentuk karakter siswa yang
menghargai orang lain, rendah hati, dan mampu menempatkan diri dengan baik di masyarakat.

program dan kegiatan sekolah harus merujuk pada Visi yang telah ditetapkan. Visi
bukan hanya sekadar tulisan tanpa dipahami maknanya. Untuk menginternalisasi visi pada
setiap warga sekolah, maka visi perlu disosialisasikan secara berkala. Tanpa pemahaman
terhadap visi maka kegiatan yang dijalankan menjadi tidak terarah
“membentuk generasi rabbani,cendekia dan santun”
19
E. MISI

Berdasarkan Visi di atas, maka menyusun Misi sebagai berikut:

a. Menjadi lembaga dakwah berbasis pendidikan

b. Membimbing siswa berakhlaq islami

c. Membimbing siswa senang berinteraksi dengan Al-Quran

d. Membimbing siswa memiliki keterampilan hidup

e. Menjadi sekolah islam yang peduli pada lingkungan

20
F. Tujuan

Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar


menjadi manusia yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis
serta bertanggung jawab.
Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut.

Merujuk pada tujuan pendidikan dasar tersebut , maka tujuan Sekolah Dasar Islam Terpadu
Cendekia Taka Bulungan adalah sebagai berikut :
1. Peserta didik beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia.

2. Memiliki dasar-dasar pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan untuk melanjutkan


pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.
3. Menumbuh kembangkan semangat dalam meraih prestasi akademik maupun non akademik

4. Memiliki kemandirian dalam mengembangkan diri secara terus menerus melalui kegiatan
pembiasaan
5. Mengembangkan bakat dan minat yang ada dalam diri peserta didik melalui kegiatan
ekstrakurikuler.
6. Memiliki sikap disiplin, jujur, gotong royong dan tanggung jawab dalam usaha peningkatan
pendidikan di sekolah.
7. Mengenal dan mencintai bangsa, masyarakat, dan kebudayaannya.

8. Melayani kepentingan pendidikan dengan menciptakan rasa aman, tentram dan kekeluargaan.

21
TUJUAN
JANGKA PANJANG JANGKA MENENGAH JANGKA PENDEK
 Menjadi sekolah Islam  Mewujudkan lulusan  Mengimplementasikan
terpadu unggulan di yang memiliki karakter pembelajaran berbasis
Kalimantan Utara islami kuat, disiplin, dan Kurikulum Merdeka secara
 Menghasilkan lulusan mandiri optimal di seluruh kelas
yang berakhlak mulia,  Menghasilkan peserta dengan pendekatan
berprestasi, dan didik dengan hafalan Al- diferensiasi
memiliki daya saing Qur’an minimal sesuai  Membudayakan nilai-nilai
global target sekolah ( 2–3 juz) keislaman melalui program
 Mencetak generasi  Meningkatkan prestasi Bina Pribadi Islami (BPI)
penghafal Al-Qur’an akademik dan non- dalam keseharian siswa
yang berkualitas dan akademik di tingkat  Meningkatkan kemampuan
berkarakter kabupaten/provinsi literasi dan numerasi peserta
pemimpin  Mengembangkan didik secara terukur
 Menjadi rujukan pembelajaran berbasis  Melaksanakan program
dalam pengembangan proyek (P5) yang tahsin dan tahfidz sesuai
pendidikan berbasis terintegrasi dengan nilai target capaian tiap jenjang
keislaman dan keislaman  Mengoptimalkan kegiatan
Kurikulum Merdeka  Meningkatkan kualitas pembelajaran bermakna
 Mengembangkan guru melalui pelatihan, melalui fieldtrip dan kelas
sistem pendidikan workshop, dan inspirasi
yang inovatif, adaptif, sertifikasi  Meningkatkan kompetensi
dan berkelanjutan  Memperkuat sinergi guru dalam penyusunan
 Membangun antara sekolah, orang ATP, modul ajar, dan
ekosistem pendidikan tua, dan masyarakat asesmen
yang kuat antara dalam pendidikan  Menata sistem asesmen
sekolah, keluarga, dan karakter (diagnostik, formatif,
masyarakat  Mengembangkan sumatif) yang efektif dan
 Menghasilkan alumni program unggulan berkelanjutan
yang berkontribusi sekolah agar lebih
positif di masyarakat terstruktur dan
22
berdampak
;./

Indikator Keberhasilan :
1. 80% siswa mencapai target hafalan
2. 90% guru menggunakan modul ajar sesuai standar
3. Minimal 5 prestasi tingkat daerah per tahun

23
BAB III
PENGGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

Sekolah Dasar Islam Terpadu Cendekia Taka Bulungan pada tahun pelajaran 2025 /
2026 kelas I sampai VI melaksanakan Kurikulum Merdeka, dalam mengorganisasikan
pembelajaran Sekolah Dasar Islam Terpadu Cendekia Taka Bulungan menyusun kurikulum
dengan cakupan yang sama yaitu: Intrakurikuler,Co Kurikuler dan ekstrakurikuler.

A. INTRAKURIKULER

Pengorganisasian pembelajaran Sekolah Dasar Islam Terpadu Cendekia Taka Bulungan


mengatur pembelajaran muatan kurikulum dalam satu rentang waktu 1 (satu) tahun.
Pengorganisasian ini pula termasuk pula mengatur beban belajar dalam struktur kurikulum,
muatan mata pelajaran dan area belajar, pengaturan waktu belajar, serta proses pembelajaran.

Kegiatan intrakurikuler di SDIT Cendekia Taka dirancang untuk membekali siswa


dengan kompetensi akademis yang kokoh sekaligus karakter Rabbani. Melalui pendekatan yang
berpusat pada siswa, guru berperan sebagai fasilitator yang mengintegrasikan kecakapan abad
ke-21 (kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi) dengan landasan adab Islam
yang santun.
Penyusunan struktur kurikulum merupakan hal penting di dalam mengorganisasikan
pembelajaran. Struktur kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh
peserta didik pada Sekolah Dasar Islam Terpadu Cendekia Taka Bulungan dalam kegiatan
pembelajaran dan merupakan aplikasi dari konsep pengorganisasian konten dan beban belajar.
Pengorganisasian pembelajaran bersifat fleksibel dengan memperhatikan karakteristik peserta
didik, lingkungan belajar Sekolah Dasar Islam Terpadu Cendekia Taka Bulungan
Sekolah Dasar Islam Terpadu Cendekia Taka Bulungan pada tahun pelajaran 2024/2025
dari kelas 1-6 melaksanakan kurikulum merdeka sesuai dengan sistem yang berlaku, Kegiatan
intrakurikuler di SDIT Cendekia Taka dilaksanakan secara reguler (mingguan) dengan
pendekatan mata pelajaran yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam. Setiap mata pelajaran
diarahkan untuk mengembangkan kompetensi literasi, numerasi, dan karakter secara seimbang.

24
1. Kurikulum Merdeka

Sdit Cendekia Taka mengorganisasikan muatan pembelajaran dengan


menggunakan pendekatan mata pelajaran dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka.
Struktur kurikulum Sdit Cendekia Taka untuk melaksanakan kurikulum merdeka pada Fase A
khusus Kelas I dan II dan Fase B khusus kelas IV. Fase C untuk Kelas V
. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik
muatan maupun waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek harus mengacu pada capaian profil
pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian
pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat
dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila
dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak
harus sama.

25
Sdit Cendekia Taka oleh karena menggunakan Kurikulum Merdeka maka dalam proses
pembelajarannya memilih pendekatan Mata Pelajaran untuk semua muatan kurikulumnya.
Dalam pendekatan mata pelajaran maka proses pembelajaran kelas 1-6 dilakukan terpisah
antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lain.
Pencapaian kompetensi siswa tiap mata pelajaran untuk kelas I sampai VI dalam
implementasi Kurikulum Merdeka di Sdit Cendekia Taka mengacu pada Capaian
Pembelajaran sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan
Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor
032/H/KR/2024 tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan
Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor
032/2024 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. Pengorganisasian Mata pelajaran
Kurikulum Merdeka pada kelas I,II,IV dan V mengacu pada ketentuan tersebut, sebagaimana
dapat disajikan pada tabel berikut ini.

2. 3 Pengorganisasian Mata Pelajaran Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2024/2025

Kelas dan alokasi waktu

IV V
Mata Pelajaran Intrak Jml Jp Jml Jp Jml Jp Jml Jp
Intraku
urikul P5 Per Per P5 Per Per
rikuler
er Minggu Tahun Minggu Tahun

A Mata Pelajaran
Utama
1 Pendidikan Agama dan 3 1 4 144 3 1 4 144
Budi Pekerti
2 Pendidikan Pancasila 4 1 5 180 4 1 5 180
3 Bahasa Indonesia 6 1 7 252 6 1 7 252
4 Matematika 5 1 6 216 5 1 6 216
5 Ilmu Pengetahuan 5 1 6 216 5 1 6 216
Alam dan sosial

26
6 Seni dan Budaya 3 1 4 144 3 1 4 144
(Musik, Rupa, Teater,
Tari)
7 Pendidikan Jasmani, 3 1 4 144 3 1 4 144
Olahraga dan
Kesehatan

8 Bahasa Inggris 2 - 2 72 2 - 2 72
B Kekhasan SDIT
1 Bina Pribadi Islami 1 - 1 36 1 - 1 36
2 Tahsin Tahfidz 1 - 1 36 1 - 1 36
Jumlah Jam Perminggu 33 7 40 1440 33 7 40 1440
Minggu Efektif Pertahun 36 36 36 36 36 36
Jumlah Jam Pertahun 1.188 252 1.440 1.188 252 1.440

Dalam pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompetensi/kemampuan


peserta agar optimal sesuai dengan Visi, Misi dan Tujuan maka Sdit Cendekia Taka
menerapkan berbagai metode, yaitu:
1) Menggunakan berbagai macam metode pembelajaran/pendekatan belajar sebagai wujud
Merdeka Belajar dan Merdeka Bermain. Dalam hal ini menitik beratkan pada Problem
Based Learning (Pembelajaran berbasis projek);
2) Menggunakan berbagai macam instrumen asesmen yang bermakna dalam menilai
progres dan capaian peserta didik. Dalam hal Sdit Cendekia Taka menggunakan
asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif dengan berbagai instrumen
seperti: portofolio, unjuk kerja, projek, tes lisan, dan tes tulis;
3) Melibatkan pendidik dalam proses desain asesmen dan moderasi hasil asesmen.

27
28
B. EKSTRAKURIKULER

Kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah mengembangkan potensi, bakat, minat,


kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal. Untuk
menyalurkan minat dan bakat siswa, ekstrakurikuler yang dilaksanakan Kewirausahaan antara
lain: Ekstrakurikuler
Eksrakurikuler merupakan kegiatan yang diikuti oleh semua siswa dari kelas I sampai

VI. Ekstarakurikuler yang dilaksanakan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa terdiri
dari beberapa bidang.

Tabel 3.5 Kegiatan Ekstrakurikuler

JENIS
KEGIATAN
NO BENTUK KEGIATAN INDIKATOR
EKSTRA
KURIKULER
1 Pramuka (Wajib) 1. Latihan Rutin Mempersiapkan peserta didik agar
2. Eksebisi memiliki sikap kepemimpinan,
3. Mengikuti Lomba kebhinekaan global, kemandirian,
kreatif, disiplin, tanggungjawab dan
semangat nasionalisme.
2 Panahan [Link] Rutin 1. Siswa mengenal dan menyenangi
[Link] kegiatan
[Link] Lomba 2. Mampu berprestasi dalam lomba
3 Badminton 1. Latihan berkala 1. Siswa mengenal dan menyenangi
2. Eksebisi kegiatan olah raga
2. Mampu berprestasi dalam lomba
4 Pencak Silat Latihan Rutin [Link] mengikuti latihan rutin untuk
Eksebisi mengasah skill
Mengikuti Lomba 1. [Link] mengikuti kompetisi

5 Sepak Bola Mini Latihan Rutin [Link] mengenal dan mempraktikkan


Eksebisi kegiatan sepak bola mini
Mengikuti Lomba 2. siswa mampu bersaing dalam
kompetisi yang diikuti
6 O2SN Latihan Rutin 1. Siswa mengikuti latihan rutin untuk
Eksebisi mengembangkan bakat
Mengikuti Lomba

7 English Club Latihan Rutin 1. Siswa mengasah bakat dalam praktik


Eksebisi berbahasa Inggris sehari-hari
Mengikuti Lomba 2. Siswa mengikuti kompetisi
29
JENIS
KEGIATAN
NO BENTUK KEGIATAN INDIKATOR
EKSTRA
KURIKULER

8 Arabic Club Latihan Rutin Siswa mengasah bakat dalam praktik


Eksebisi berbahasa Arab sehari-hari
Mengikuti Lomba 2. Siswa mengikuti kompetisi

C. PEMBIASAAN

Pembiasaan yang ditumbuhkan melalui kegiatan rutin, spontan, dan keteladanan yang
baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sedangkan pembiasaan melalui kegiatan terprogram
dilaksanakan secara bertahap disesuaikan dengan kalender pendidikan, semua guru
berpartisipasi aktif dalam membentuk watak, kepribadian dan kebiasaan positif. Pembiasaan ini
bertujuan membangun kedisiplinan dan keterikatan dengan nilai-nilai ketuhanan (Rabbani).
Pengembangan diri melalui kegiatan pembiasaan adalah membiasakan perilaku positif
tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan
perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-
ulang, baik dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Hal tersebut juga akan
menghasilkan suatu kompetensi. Pengembangan diri melalui pembiasaan ini dapat dilakukan
secara terjadwal / tidak terjadwal baik di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan pembiasaan
terdiri:

3.6 Bentuk Pembiasaan pengembangan karakter bangsa, ekonomi kreatif dan Religius

Nilai Karakter yang


No Jenis Aktivitas dan Pembiasaan
Dikembangkan
1 Penyambutan Siswa (Morning Greeting): Guru 5 S (senyum, sapa, salam,
menyambut siswa di gerbang dengan budaya 5S sopan dan santun )
(Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Siswa
mempraktikkan adab menjabat tangan guru (sesuai
mahram).
2 Ikrar dan Doa Pagi: Dilakukan bersama di lapangan atau Religius

30
kelas sebelum memulai pelajaran untuk menanamkan jiwa
nasionalisme dan semangat belajar.
3 Shalat Dhuha Berjamaah: Dilanjutkan dengan dzikir pagi Beriman ,Bertaqwa &
(Al-Ma’tsurat atau doa-doa harian). Rabbani
4 Murojaah pagi dan Asmaul Husna: Durasi 30-60 menit Beriman & Bertaqwa
setiap pagi untuk menjaga hafalan Al-Qur'an dan asmaul
husna
5 Mendengarkan tilawah siswa sebelum masuk kelas Beriman ,Bertaqwa &
Rabbani
6 Piket kebersihan kelas sebelum dan sesudah pembelajaran Peduli Lingkungan
7 Shalat Dzuhur & Ashar Berjamaah: Latihan Beriman ,Bertaqwa &
kepemimpinan dengan menjadwal siswa sebagai muadzin Rabbani
dan latihan melaksanakan sholat berjamaah dan tepat waktu
8 Infaq Jum'at: Melatih kedermawanan dan empati sejak Peduli Sesama
dini.
9 Jadwal kunjungan perpustakaan setiap hari. (Gerakan Gerakan literasi
Literasi Sekolah)
10 Cinta tanah air
Upacara Bendera: Menanamkan rasa cinta tanah air
(Nasionalisme-Religius).

Beriman ,Bertaqwa &


Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa):
11 Rabbani
Menginap di sekolah untuk latihan kemandirian,
shalat tahajud, dan pendalaman materi agama.

12 (Kejujuran/Siddiq)
Market Day: Praktik ekonomi syariah
(Kejujuran/Siddiq) yang juga mengasah
kemampuan Numerasi siswa dalam menghitung
transaksi.

31
Nilai Karakter yang
No Jenis Aktivitas dan Pembiasaan
Dikembangkan
13 Pembelajaran olah raga yang diawali dengan berbaris Religius dan disiplin
secara tertib dan berdoa.
14 Budaya antri dalam pelayanan di kantin, perpustakaan, dan Disiplin dan kerjasama
lain-lain
15 Pemberian reward bagi yang berprestasi dan punishment Menghargai prestasi
bagi yang melanggar.
16 Olah raga senam bersama setiap Jumat pagi(Normal) Kerja keras

32
A. PENGEMBANGAN DIRI

1. Pengembangan Diri Tidak Terprogram (Pembiasaan)

Kegiatan pengembangan diri secara Tidak Terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut:

Tabel 3.7 .Pengembangan Diri secara tidak terprogram


Kegiatan Contoh

1. Rutin, Pembiasaan salam kepada guru yang berada di pintu gerbang sekolah
yaitu (guru piket)
kegiat
Upacara Bendera setiap hari Senin.
an
yang
dilaku
kan
terjad
wal
Senam pagi setiap jumat

Gerakan Literasi Sekolah ,Membaca 15 menit setiap hari (didalam dan


diluar kelas)

Murajaah pagi durasi 30-60 menit setiap pagi untuk menjaga hafalan
Al-Qur'an.

Evaluasi hafalan asmaul husna setiap sekali sebulan yang dilakukan


secara serentak di lapangan seklah

Piket kelas

Berbaris didepan kelas sebelum masuk kelas.

Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas.

Sholat Dzuhur dan asar Berjamaah

33
Pesantren Kilat (Pada bulan Ramadhan)

Pelaksanaan Hari Besar Agama Islam

Peringatan hari Besar Nasional (contoh hari Kartini, Hari Kemerdekaan


RI, dll)

Pentas Seni / Festival Sekolah

Pembinaan Prestasi Siswa dalam mempersiapkan disetiap kegiatan


perlombaan

Kunjungan ke Sumber Belajar

Kegiatan Contoh

2. Spontan Memberi dan menjawab salam


, adalah Meminta maaf
kegiatan Berterima kasih
tidak
terjadw
al dalam
kejadian
khusus

Jujur apabila berbuat salah

Selalu mengembalikan bila menemukan benda atau uang.

Mengunjungi orang yang sakit

Membuang sampah pada tempatnya

Menolong orang yang sedang dalam kesusahan

Melerai pertengkaran

3. Ketelad Performan guru


anan, Mengambil sampah yang berserakan
adalah Cara berbicara sopan

34
kegiata
n dalam
bentuk
perilak
u
sehari-
hari
Mengucapkan terima kasih

Meminta maaf

Menghargai pendapat orang lain / teman

Memberikan kesempatan terhadap pendapat yang berbeda

Mendahulukan kesempatan kepada orang tua

Penugasan peserta didik secara bergilir

Menaati tata tertib (disiplin, taat waktu, taat pada peraturan)

Memberi salam ketika bertemu

Berpakaian rapi dan bersih

Menepati janji

Memberikan penghargaan kepada orang yang berprestasi

Beramal (dengan menyisihkan uang jajan siswa beramal setiap jumat)

35
Kegiatan Contoh

36
Berperilaku santun
Pengendalian diri yang baik
Memuji pada orang yang jujur
Mengakui kebenaran orang lain
Mengakui kesalahan diri sendiri
Berani mengambil keputusan
Berani berkata benar
Melindungi kaum yang lemah
Membantu kaum yang fakir
Sabar mendengarkan orang lain
Mengunjungi teman yang sakit
Membela kehormatan bangsa
Mengembalikan barang yang bukan miliknya
Budaya Antri
Mendamaikan

Penanaman Budaya Minat Baca / Baca Senyap sebelum Belajar


Pembiasaan 3 Menit (berdoa) Sebelum Senam

37
B. BEBAN BELAJAR

1. Beban belajar dalam Struktur Kurikulum Sdit Cendekia Taka termasuk kategori standar.
2. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam
struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam
pembelajaran per minggu secara keseluruhan lebih diprioritaskan mata pelajaran
tambahan BPI dan Tahsin tahfidz). Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan
mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi Daerah.
3. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk
Sdit Cendekia Taka antara 10 menit s.d 20 menit, dari waktu kegiatan tatap muka mata
pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan
kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
5. Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu pada setiap satuan pendidikan Sdit
Cendekia Taka adalah sebagai berikut: Jumlah jam pembelajaran tatap muka per
minggu untuk adalah:

a. Kelas I adalah 38 jam pembelajaran Per minggu

b. Kelas II adalah 38 jam pembelajaran Per minggu

c. Kelas III adalah 38 jam pembelajaran Per minggu

d. Kelas IV s.d. VI adalah 46/42 jam pembelajaran Per minggu

38
Beban belajar kegiatan tatap muka keseluruhan untuk setiap satuan pendidikan adalah sebagaimana
tertera pada Tabel berikut:

Tabel 3.8 Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka Keseluruhan untuk Sdit Cendekia Taka

Satu Jam Pem Jumlah jam Minggu Efektif Waktu


Kelas
belajaran Tatap pembelajaran Per-tahun Pembelajaran/
Muka/Menit Perminggu Ajaran Jam Per-tahun
I 35 36 36 1.152

II 35 36 36 1.188

III 35 34 36 1.224

IV 35 40 36 1.440

V 35 40 36 1.440

VI 35 40 36 1.440

39
Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi
pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar
kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik.

Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa


pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk
mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.

C. PENILAIAN

Sesuai Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 Penilaian pendidikan sebagai proses


pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar
peserta didik mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio,
Penilaian Harian , Penilaian Tengah semester , Penilaian akhir semester dan Ujian
Sekolah( US)
1. Penilaian Kurikulum Merdeka

a. Jenis Penilaian Kurikulum Merdeka

1. Asesmen sumatif
Penilaian berupa data kualitatif yang dilaksanakan secara periodik setiap
selesai satu atau lebih tujuan pembelajaran, hasil asesmen sumatif digunakan untuk
pelaporan hasil belajar (rapor). Hasil penilaian sumatif siswa terdapat 4 kualitas,
yaitu:
1) perlu bimbingan, 2) cukup, 3) baik, dan 4) sangat baik.

Penilaian berupa data kuantitatif pada setiap kualitas yang ada. Untuk
kriteria perlu bimbingan antara 0-60, kategori cukup antara 61-70, kriteria baik
antara 71-80, dan sangat baik antara 81-100.

2. Asesmen formatif

penilaian ini mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai


oleh peserta didik. Penilaian ini dilakukan pada awal pembelajaran dan saat
pembelajaran berlangsung .Hasil dari asesmen formatif digunakan untuk
pertimbangan deskripsi Capaian Kompetensi dalam rapor.
40
b. Cara penilaian kurikulum merdeka

1. Istrumen penilaian : rubrik, ceklis, catatan anekdotal, dan grafik perkembangan.

2. Instrumen penilaian berdasarkan teknik penilaian : observasi, kinerja, projek, portofolio,


tes tertulis, tes lisan, dan penugasan.
3. Laporan hasil belajar diperoleh dari data kuantitatif (asesmen sumatif) dan data
kualitatif (asesmen formatif)
4. Nilai rapor diperoleh dari nilai akhir sumatif lingkup materi, dan sumatif akhir semester.

5. Pembobotan dalam perhitungan nilai raport ditetapkan oleh Satuan Pendidikan

6. Nilai dibandingkan dengan tujuan capaian belajar, diberi tanda bintang jika nilai belum
memenuhi ketuntasan tujuan pembelajaran (istilah lainnya KKM).
7. Penilaian formatif bertujuan untuk pertimbangan deskripsi Capaian Kompetensi pada
rapor

D. KETUNTASAN BELAJAR

Kriteria Ketuntasan Minimal Mata Pelajaran/KKTP adalah kriteria paling rendah


untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. Kriteria Ketuntasan Minimal Mata
Pelajaran/KKTP harus ditetapkan diawal tahun ajaran oleh satuan pendidikan berdasarkan
hasil musyawarah guru.

Penyusunan Kriteria Ketuntasan Belajar dengan mempertimbangkan Kompleksitas


KD, Daya dukung, dan intake /kemampuan rata-rata peserta didik, serta tuntutan orang tua
yang mengacu pada persyaratan masuk kejenjang berikutnya (SMP

Sederajat) dengan kriteria sebagai berikut:

Tabel 3.9 Kriteria Ketuntasan Minimal Mata Pelajaran/KKTP

Kelas
No Mata Pelajaran
I II III IV V VI

1 Pendidikan Agama Islam (PAI) 79 79 79 79 79 79

2 Pendidikan Kewarganegaraan 73 75 75 70 70 72

41
3 Bahasa Indonesia 73 72 72 70 70 72

4 Matematika 73 73 70 70 70 70

Kelas
No Mata Pelajaran
I II III IV V VI

6 Ilmu Pengetahuan alam dan Sosial - - 70 70 70 72

7 Seni Budaya dan Keterampilan/ SBDP 71 78 75 70 75 72

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan 75 75 75 75 75 78


8
Kesehatan

B Pengembangan kurikulum :

a. Tahsin 70 72 70 70 70 70

b. Bahasa Inggris 70 71 70 70 70 70

c. Bahasa arab 70 70 70 70 70 70

42
Pendekatan yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik dalam proses
pembelajaran. Penilaian kenaikan kelas pun dirancang untuk lebih mencerminkan
perkembangan individu siswa secara holistik, bukan hanya pada aspek kognitif semata.
cara yang dapat digunakan untuk menentukan penilaian kenaikan kelas dalam
Kurikulum Merdeka ialah :

1. Laporan Kemajuan Belajar

 Meliputi: Pencapaian siswa pada semua mata pelajaran, ekstrakurikuler, dan prestasi
selama satu tahun ajaran.
 Tujuan: Memberikan gambaran menyeluruh tentang perkembangan siswa secara
akademik maupun non-akademik.

2. Penilaian Sumatif

 Berbasis: Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

 Tujuan: Mengukur pencapaian siswa terhadap tujuan pembelajaran yang telah


ditetapkan.

3. Penggunaan "Face" dalam Capaian Pembelajaran


 "Face" adalah singkatan dari: Fluency, Accuracy, Complexity, dan Engagement.

 Tujuan: Menilai kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa secara lancar, akurat,
kompleks, dan antusias.
a. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penilaian kenaikan kelas:
 Capaian Kompetensi: Faktor utama yang menentukan kenaikan kelas adalah sejauh
mana siswa mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.
 Proses Pembelajaran: Tidak hanya hasil akhir, tetapi juga proses pembelajaran siswa
selama satu tahun ajaran akan menjadi pertimbangan.
 Profil Pelajar Pancasila: Penilaian juga akan memperhatikan perkembangan siswa
dalam dimensi Profil Pelajar Pancasila, seperti beriman, bertakwa kepada Tuhan YME,
berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, dan bernalar kritis.

43
b. Penentuan Kenaikan Kelas
Penentuan siswa yang naik kelas dilakukan oleh sekolah dalam suatu rapat dewan guru
dengan pertimbangan Surat Keputusan Bersama, sikap/penilaian/budi pekerti dan
kehadiran siswa yang bersangkutan.

2. Kriteria Kelulusan
Sesuai dengan ketentuan PP19/2015 Pasal 72 Ayat (1) peserta didik dinyatakan
lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan Dasar setelah:

1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.

2. Memperoleh nilai minimal Baik untuk seluruh kelompok Mata Pelajaran : agama
dan Akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, jasmani, olahraga
dan kesehatan.
3. Lulus ujian sekolah/ujian nasional sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan
Nasional yang berlaku.
Penentuan kelulusan berdasar kan dari kreteria kelulusan yang meliputi:

- Penentuan siswa yang lulus dilakukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan nilai
raport,nilai ujian sekolah,sikap/prilaku/budi pekerti siswa yang bersangkutan dan
memenuhi kreteria kelulusan

- Siswa yang dinyatakan lulus diberi ijazah,dan raport sampai dengan semester 2 kelas
VI Sdit Cendekia Taka

Target kelulusan Siswa dan siswi Sdit Cendekia Taka dari adalah 100%.

3. Kecakapan Pribadi (Personal)


Kecakapan Pribadi dapat dikembangkan dan ditanamkan melalui kegiatan rutinitas antara
lain :
E. PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP
Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial,
kecakapan akademik dan kecakapan [Link] kecakapan merupakan bagian
integral dari semua mata pelajaran atau paket. Pendidikan kecakapan hidup di Sekolah
Dasar Standar Sdit Cendekia Takalebih menekankan kepada kecakapan non vokasional.

44
1) Memberi salam dan bersalaman kepada teman, guru, dan Tendik ketika tiba di
sekolah
2) Membaca doa sebelum dan sesudah belajar

3) Membaca Al Qur’an

4) Mengatur barang sendiri (tas, alat tulis)

5) Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

6) Mengelola waktu (belajar, bermain, istirahat)

7) Simulasi jual-beli sederhana

8) Proyek kelompok (misalnya membuat poster atau produk sederhana)

9) Mengenal berbagai profesi dari kegiatan fieldtrip (guru, dokter, petani, dll.)

10) Bermain peran (role play) tentang pekerjaan

11) Kegiatan kewirausahaan kecil (market day)

12) Bekerja sama dalam kelompok

13) Berkomunikasi dengan sopan

14) Belajar tanggung jawab (misalnya tugas piket)

1. Kecakapan Sosial

Untuk membekali dan menumbuh kembangkan kecakapan sosial siswa, sekolah


mengadakan kegiatan antara lain :

1) Mengumpulkan dana untuk teman sakit atau teman yang tertimpa musibah

2) Menjenguk teman yang sakit

3) Mengadakan kerja bakti ( Jum’at Bersih )

4) Menghargai pendapat teman dalam berdiskusi di kelas

5) Melaksanakan tugas piket kelas

6) Membantu teman yang sedang membutuhkan bantuan

45
2. Kecakapan Akademik

Kecakapan akademik ditanamkan dengan melalui berbagai kegiatan sbb:

1) Membaca lancar dan memahami isi bacaan


2) Menulis dengan struktur yang baik
3) Mampu menyampaikan pendapat secara lisan
4) Membaca Al-Qur’an dengan tartil
5) Menghafal (tahfidz) sesuai target kelas
6) Memahami konsep dasar berhitung
7) Mampu menyelesaikan soal logika sederhana
8) Menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari
9) Berpikir sistematis dan teliti
10) Menghafal Al-Qur’an sambil memahami makna sederhana
11) soal matematika berbasis konteks kehidupan sehari-hari
12) Praktikum sains sederhana dengan refleksi keimanan
13) Diskusi kelompok dengan penanaman adab berbicara

46
3. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal Dan Global

Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Meliputi :

a. Budaya Sekolah :

1). Shalat Berjamaah

2). Bina Pribadi Islami (Chacakter building)

3). Tahsin Tahfidz

b. Proses Belajar Mengajar :

1). Olimpiade/KSN :

- Matematika

- IPA

2). Ekstrakurikuler

- Pramuka, badminton,silat, english club, arabic club, sepak bola mini,panahan

47
BAB IV

PENJABARAN KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama
satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu
pembelajaran efektif dan hari libur.

Alokasi Waktu Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran
pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah
ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun
berikutnya.

Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran
pada setiap satuan pendidikan.

Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam
pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk
kegiatan pengembangan diri.

Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal
pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda
antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk
hari- hari besar nasional, dan hari libur.

48
Semester I Tahun Pelajaran 2025-2026

49
Semester 2 Tahun Pelajaran 2025 - 2026

33
34
Tabel 4.1 . Rekapitulasi Kalender Akademik Tahun Pelajaran 2024/2025

HARI
HARI HARI HARI
EFEKTIF
TAHUN BULAN KERJA LIBUR BELAJAR
SEMESTER

Juli 26 11 15
Agustus 27 1 26
September 26 1 25
Oktober 27 0 27
2024 131
November 26 0 26
Desember 26 14 12
Januari 27 6 21
Februari 24 0 24
Maret 26 11 15
April 26 6 20
2025 115
Mei 27 3 24
Juni 26 15 11
JUMLAH

314 68 246

Catatan :

Hari Efektif Semester I (Ganjil) = 131 hari


Hari Efektif Semester II (Genap) = 115
hari

35
BAB V
PERENCANAAN PEMBELAJARAN

A. PERENCANA PEMBELAJARAN LINGKUP SEKOLAH

Ruang lingkup rencana pembelajaran lingkup satuan pendidikan di Sdit Cendekia


Takameliputi penyusunan alur tujuan pembelajaran atau silabus perumusan dan penyusunan
alur dan tujuan pembelajaran atau silabus mata pelajaran berfungsi mengarahkan Sdit Cendekia
Takadalam merencanakan, mengimplementasi, dan mengevaluasi pembelajaran secara
keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis, konsisten, dan terukur.
Rencana pembelajaran lingkup sekolah pada Sdit Cendekia Takadisusun secara rutin
untuk memetakan dan merencanakan proses pembelajaran secara rimci. Rencana pembelajaran
merupakan penunjuk arah bagi kepala sekolah dan guru dalam pelaksanaan pembelajaran.
Pembelajaran berpusat pada peserta didik yang tetap mengusung kegiatan pembelajaran yang
menarik, menyenangkan dan memotivasi peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Tujuan dari penyusunan Rencana pembelajaran adalah sebagai berikut.

1. Pembelajaran menjadi lebih sistematis.

2. Memudahkan analisis keberhasilan belajar peserta didik.

3. Memudahkan guru dalam penyampaian materi ajar.

4. Mengatur pola pembelajaran.

Rencana pembelajaran terdiri dari alur tujuan pembelajaran/silabus dan modul


ajar/rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun rutin secara sederhana, aktual dan mudah
dipahami untuk mencapai tujuan pembelajaran yang akan dicapai sehingga melalui Rencananya
seorang guru bisa memastikan seluruh proses pembelajaran bisa efektif dan efisien.
Alur Tujuan Pembelajaran dibuat dalam bentuk matriks yang memuat alur tujuan
pembelajaran, materi ajar, kegiatan pembelajaran, penilaian dan sumber belajar.
1. Alur tujuan pembelajaran/Silabus disusun untuk menerjemahkan Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar (KI/KD) dan/atau capaian pembelajaran yang berfungsi
mengarahkan guru dalam merencanakan, mengimplementasi dan mengevaluasi
pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara

36
sistematis, konsisten, terarah dan terukur. Alur Tujuan Pembelajaran/Silabus mengurutkan
tujuan-tujuan pembelajaran sesuai kebutuhan, meskipun beberapa tujuan pembelajaran
harus menggunakan tahapan tertentu yang meliputi konten/ materi, keterampilan dan
konsep inti untuk mencapai Capaian Pembelajaran setiap fase dan menjelaskan
kedalaman setiap konten.
2. Materi ajar merupakan materi esensial yang telah disusun pada alur tujuan
pembelajaran.
3. Kegiatan pembelajaran dikemas secara umum sebagai acuan untuk menyusun rencana
pelaksaanaan pembelajaran.
4. Penilaian merupakan penilaian otentik yang memadukan dimensi sikap, pengetahuan
dan keterampilan selama dan setelah proses pembelajaran. Sumber belajar dipilah
sesuai kebutuhan peserta didik dan merupakan sumber belajar yang mudah digunakan,
berbasis lingkungan, dan mendukung pembelajaran yang kontekstial dan
menyenangkan.
Sdit Cendekia [Link] berbagai instrumen untuk mengukur ketercapaian
belajar siswa. Prinsip penilaian yang diterapkan adalah bukan sekadar untuk mendapatkan nilai
akhir, namun lebih ditekankan kepada perolehan data sampai sejauh mana pencapaian seorang
siswa untuk dapat dikembangkan potensinya lebih lanjut. Setelah melakukan beberapa
intervensi, guru melanjutkan proses penilaian untuk mengukur ketercapaian kompetensi yang
diharapkan.

Model alur tujuan pembelajaran/Silabus dan modul terdapat pada bagian lampiran, dan
selanjutnya dimuat dalam dokumen yangg berbedda sebagai bagian tidak terpisahkan dari
dokumen ini.
37
B. RENCANA PEMBELAJARAN LINGKUP KELAS

Modul Ajar disusun dalam bentuk sederhana dengan keterbacaan yang baik yang memuat
tiga poin utama dalam proses pembelajaran, yaitu tujuan pembelajaran, aktivitas atau kegiatan
pembelajaran dan penilaian. Tujuan pembelajaran merupakan penerjemahan tujuan capaian
pembelajaran yang dapat terukur pencapaian dan keberhasilannya. Kegiatan pembelajaran
disusun dalam langkah-langkah aktivitas peserta didik yang menarik dan menyiratkan model
dan strategi pembelajaran yang kontekstual dan menarik sesuai diferensiasi karakteristik peserta
didik serta mampu mengakomodir minat bakat peserta didik.
Dalam kegiatan pembelajaran dalam lingkup kelas di diintegrasikan penumbuhan dan
penguatan Profil Pelajar Pancasila. Selain itu, dalam kegiatan pembelajaran disusun prediksi
respon peserta didik sehingga menjaga alur pembelajaran yang tetap terkondisikan dengan baik.
Untuk penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan pasca pembelajaran yang dirancang
untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran baik dari dimensi sikap, pengetahuan dan
keterampilan.
Di akhir bagian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/Modul Ajar, terdapat kolom
refleksi untuk mengulas kekurangan dan kelebihan proses pembelajaran untuk perbaikan
pembelajaran selanjutnya. Hal ini menunjukkan bagaimana dokumen Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran sebagai dokumen yang hidup dan dinamis.
Model modul ajar pada Sdit Cendekia Taka terdapat pada bagian lampiran, dan
selanjutnya dimuat dalam dokumen yangg berbeda oleh masing-masing guru pengampu sebagai
bagian tidak terpisahkan dari dokumen ini.
Asesmen hasil belajar peserta didik terdiri atas Asesmen hasil belajar oleh pendidik,
Asesmen hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan Asesmen hasil belajar oleh pemerintah.
Asesmen hasil belajar oleh pendidik sebagai proses pengumpulan informasi dan data tentang
capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek
keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis yang bertujuan untuk:
1. memantau proses pembelajaran;

2. memetakan kemajuan belajar dan penguasaan kompetensi;

3. perbaikan atau pengayaan hasil belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil
belajar;
4. memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.

38
Konsep asesmen otentik yang dilakukan mengukur dimensi sikap, pengetahuan dan
keterampilan. Variasi bentuk asesmen akan lebih memperlihatkan kemampuan peserta didik.
Rubrik asesmen dibuat berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Materi pengayaan
hanya diperuntukkan peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dan bersifat
optional. Sedangkan remedial merupakan kegiatan wajib dilaksanakan sehingga pembelajaran
tetap berkelanjutan.
Asesmen hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar didasarkan pada
prinsip asesmen. Dimana asesmen dilakukan mempertimbangkan karakteristik peserta didik
pada setiap kelas berdasarkan pada hasil proses pembelajaran dalam mencapai semua aspek
kompetensi yang tertera pada tujuan pembelajaran sehingga jelas kemampuan yang akan diukur
dengan prosedur dan kriteria yang jelas. Prosedur asesmen, kriteria dan dasar pengambilan
keputusan terhadap hasil asesmen dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan. Asesmen di
Sdit Cendekia Takabersifat kontinuitas tidak tersekat per kelas, sehingga hasil asesmen
sebelumnya merupakan referensi untuk asesmen kemudian. Sistem asesmen yang sistematis
dan mengacu pada kriteria harus dapat dipertanggungjawabkan secara teknis, prosedur dan hasil
akhirnya.
Lingkup asesmen hasil belajar oleh pendidik mencakup aspek sikap, aspek pengetahuan,
dan aspek keterampilan. Adapun mekanisme asesmen hasil belajar oleh pendidik meliputi:
1. Rencana strategi asesmen oleh pendidik dilakukan pada saat penyusunan Modul
Ajar;
2. Asesmen Hasil Belajar oleh pendidik dilakukan untuk memantau proses,
kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan pengukuran
pencapaian satu atau lebih capaian pembelajaran;
3. Asesmen aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan sebagai sumber
informasi utama dan pelaporannya menjadi tanggungjawab wali kelas atau guru kelas;

4. Hasil asesmen pencapaian sikap oleh pendidik disampaikan dalam bentuk


deskripsi;
5. Asesmen aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan
penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai disampaikan dalam bentuk
deskripsi;
6. Asesmen keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau

39
teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai;

40
7. Hasil Asesmen pencapaian pengetahuan dan keterampilan oleh pendidik
disampaikan dalam bentuk angka dan/atau deskripsi.
Hasil asesmen kemudian dilakukan analisis atau evaluasi hasil belajar. Evaluasi ini
bertujuan untuk menentukan ketercapaian pemahaman peserta didik terhadap tujuan capaian
pembelajaran dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Analisis untuk pengetahuan juga dilakukan untuk menentukan umpan balik pasca
penilaian terhadap peserta didik, yaitu pelaksanaan program remedial dan pengayaan. Proses
evaluasi ini dilakukan baik setelah peserta didik mengerjakan post tes harian, penilaian harian,
dan penilaian akhir semester serta Asesmen akhir tahun.

41
BAB VI

PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL

Pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional Sdit Cendekia Taka dilakukan


secara internal oleh satuan pendidikan untuk memastikan pembelajaran berjalan sesuai rencana
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Proses ini dikelola oleh Kepala Sekolah dan/atau guru
yang dianggap sudah mampu untuk melakukan peran ini.
Evaluasi, pendampingan dan pengembangan profesional dilakukan secara bertahap dan
mandiri agar terjadi peningkatan kualitas secara berkelanjutan di satuan pendidikan, sesuai
dengan kemampuan satuan pendidikan. berkompetensi berdasarkan hasil pengamatan atau
evaluasi. Proses pendampingan dan pengembangan professional ini dilakukan melalui:
1. Program Regular Supervisi Sekolah, yang dilakukan minimal satu bulan sekali oleh
Kepala Sekolah;
2. Kegiatan ( KOMBEL) Kelompok Kerja Guru (KKG) Sdit Cendekia Taka

3. Pelaksanaan in-house training (IHT) atau focus group discussion (FGD), dilakukan
minimal enam bulan sekali atau sesuai kebutuhan dengan mengundang narasumber yang
berkompeten dari beberapa perguruan tinggi yang telah bekerja sama, instansi terkait
dan praktisi pendidikan.
Sdit Cendekia Taka melakukan evaluasi kurikulum secara regular, yaitu jangka pendek
minimal enam bulan atau satu tahun sekali dan jangka panjang 3 tahun sekali
dengan mempertimbangkan perubahan yang terjadi baik perubahan kebijakan maupun update
perkembangan terkini dalam proses pembelajaran. Evaluasi kurikulum dilakukan berdasarkan
hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan secara reflektif, yaitu:
1. Evaluasi Harian, dilakukan secara individual oleh guru setelah pembelajaran
berdasarkan catatan anekdotal selama proses pembelajaran, penilaian dan refleksi
ketercapaian tujuan pembelajaran. Hasil evaluasi ini digunakan untuk perbaikan
modul ajar pada hari berikutnya;
2. Evaluasi Per Unit Belajar, dilakukan secara kelompok (team teaching) setelah satu
unit pembelajaran atau tema selesai. Hasil ini digunakan untuk merefleksikan proses
belajar, ketercapaian tujuan dan melakukan perbaikan maupun penyesuaian terhadap
proses belajar dan perangkat ajar, yaitu alur tujuan pembelajaran dan modul ajar;
42
3. Evaluasi Per Semester, dilakukan secara kelompok team teaching) setelah satu
semester selesai. Evaluasi ini dilakukan berdasarkan refleksi pembelajaran dan hasil
asesmen peserta didik yang telah disampaikan pada laporan hasil belajar peserta
didik;
4. Evaluasi Per Tahun, merupakan refleksi ketercapaian profil lulusan, tujuan sekolah,
misi dan visi sekolah.
Pelaksanaan evaluasi kurikulum Sdit Cendekia Taka dilakukan oleh tim pengembang
kurikulum sekolah bersama kepala sekola dan komite sekolah serta pihak lainnya yang telah
mengadakan kerja sama dengan sekolah. Evaluasi dilaksanakan berdasarkan data yang telah
dikumpulkan pada evaluasi pembelajaran, hasil supervisi Kepala Sekolah, laporan kegiatan
Kelompok Kerja Guru, hasil kerja peserta didik dan kuesioner peserta didik dan orang tua.
Informasi yang berimbang dan berdasarkan data tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi
untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan sekolah kepada peserta didik, peningkatan
prestasi dan hubungan kerja sama dengan pihak lain.

43
BAB VII
PENUTUP

Kurikulum di satuan pendidikan Sdit Cendekia Takadisusun sebagai kerangka acuan


atau pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah tahun pelajaran 2024/2025.
Kurikulum di satuan pendidikan juga sebagai panduan ketercapaian pembelajaran bagi peserta
didik dan upaya guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
Kurikulum di satuan pendidikan Sdit Cendekia Takayang telah tersusun ini akan
berjalan lancar bila ada dukungan penuh dari semua pihak, yaitu kepala sekolah, guru, komite
sekolah dan stake holder yang ada. Mudah-mudahan dukungan dan partisipasi aktif semua
pihak dapat memajukan Sdit Cendekia Takasesuai dengan apa yang telah terumuskan dalam
visi, misi dan tujuan sekolah.
Kurikulum bersifat flaksibel dan dinamis, maka ide dan gagasan seluruh stakeholder
selama pelaksanaan akan menjadi bahan pertimbangan, untuk selanjutnya dijadikan sebagai
bahan masukan demi penyempurnaan dan perbaikan Kurikulum khususnya dan pelaksanaan
pendidikan di Sdit Cendekia Taka pada umumnya.

44
LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Kalender pendidikan

2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

3. Contoh Modul Ajar / RPP

4. SK. Pembagian Tugas Pendidik dan Tenaga Kependidikan

5. Undangan Rapat Pembahasan Kurikulum

6. SK Penunjukan Tim Pengembangan Kurikulum Merdeka (Daftar Hadir terlampir)


7. Notulen Rapat Pembahasan dan Penetapan Visi – Misi Sekolah
8. Instrumen Validasi
9. Tata tertib sekolah
Untuk menyesuaikan dokumen RKT SDIT dengan instrumen IASP terbaru dari Badan
Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah, isi RKT sebaiknya tidak hanya berisi program kerja
biasa, tetapi harus menunjukkan peningkatan mutu sekolah berdasarkan indikator
akreditasi.
Pedoman resmi akreditasi bisa dilihat di:
BAN-PDM Kemendikdasmen
Struktur RKT yang biasanya lebih cocok untuk IASP terbaru:

FORMAT RKT SDIT SESUAI IASP


HALAMAN AWAL
 Cover
 Lembar pengesahan
 Kata pengantar
 Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menjelaskan:
 kondisi sekolah,
 hasil evaluasi diri,
 kebutuhan peningkatan mutu,
 dasar penyusunan RKT.
B. Dasar Hukum
Contoh:
 UU Sistem Pendidikan Nasional
 Standar Nasional Pendidikan
 RKJM sekolah
 Hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
C. Tujuan RKT
Contoh:
 meningkatkan mutu pembelajaran,
 penguatan karakter Islami,
 peningkatan kompetensi guru,
 persiapan akreditasi.

BAB II PROFIL SEKOLAH


Isi:
 identitas sekolah,
 visi misi,
 data guru,
 data siswa,
 sarpras,
 prestasi sekolah.
BAB III HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS)
Ini penting untuk IASP terbaru.
Buat analisis:
Komponen Kondisi Saat Ini Permasalahan Tindak Lanjut
Mutu lulusan Baik Literasi rendah Program membaca
Proses pembelajaran Cukup Media belajar kurang Pelatihan guru

BAB IV PROGRAM KERJA TAHUNAN


Program dibuat berdasarkan indikator mutu.
Contoh tabel:
N Progra Sasara Penanggun Anggara
Tujuan Waktu
o m n g Jawab n
Meningkatkan
Supervi
kualitas Semeste Kepala
1 si Guru Rp...
pembelajara r1 sekolah
guru
n
2 Tahfidz Penguatan Siswa Oktobe Waka Rp...
camp karakter r Kesiswaa
N Progra Sasara Penanggun Anggara
Tujuan Waktu
o m n g Jawab n
islami n
Program sebaiknya mencakup:
 mutu lulusan,
 proses pembelajaran,
 kompetensi guru,
 budaya sekolah,
 sarpras,
 kemitraan,
 literasi,
 numerasi,
 karakter.

BAB V PENUTUP
Berisi harapan dan komitmen pelaksanaan program.

LAMPIRAN
 RKAS
 kalender pendidikan
 jadwal kegiatan
 SK tim penyusun
 notulen rapat
 berita acara penyusunan

Kalau mau, aku juga bisa bantu buat:


 template RKT SDIT lengkap siap edit Word,
 contoh program kerja yang cocok untuk akreditasi,
 indikator IASP terbaru yang harus masuk,
 atau format tabel otomatis yang rapi dan siap print.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
TAHUN PELAJARAN 2024/2025

Kelas : V (LIMA)
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN PANCASILA

CAPAIAN
ELEMEN KOMPETENSI KONTEN TUJUAN PEMBELAJARAN ATP JP
PEMBELAJARAN
PANCASILA Peserta didik memahami Memahami kronologi sejarah PK.5.1 SEMESTER 1
kronologi sejarah kelahiran Menjelaskan kelahiran Pancasila Peserta didik memahami PK.5.1
10 JP
Pancasila kronologi sejarah kelahiran PK.5.2
Pancasila
10 JP
PK.5.2 PK.5.3
Peserta didik menjelaskan
10 JP
kronologi sejarah kelahiran
Pancasila
Peserta didik meneladani Meneladani sikap para PK.5.3 PK.5.4 9 JP
sikap para perumus Menerapkan perumus Pancasila Peserta didik
PK.5.5 9 JP
Pancasila dan menerapkan meneladani sikap para
di lingkungan masyarakat perumus Pancasila
PK.5.6 11 JP
PK.5.4
Peserta didik menerapkan
PK.5.7 11 JP
sikap paraperumus
pancasila di lingkungan
masyarakat
Undang- Peserta didik menyajikan Menyajikan bentuk norma, PK.5.5
Undang hasil identifikasi bentuk- Mempresentasikan hak, dan Peserta didik menyajikan
Dasar Negara bentuk norma, hak, dan menceritakan kewajiban. hasil identifikasi bentuk-
Republik kewajiban dalam bentuk norma, hak, dan
kedudukannya
Indonesia kedudukannya sebagai kewajiban dalam
sebagai anggota
Tahun 1945 anggota keluarga, warga kedudukannya sebagai
keluarga, warga
sekolah, dan warga negara sekolah, dan warga anggota keluarga, warga
negara sekolah, dan warga negara
PK.5.6
Peserta didik
mempresentasikan hasil
identifikasi bentuk-bentuk
norma, hak, dan kewajiban
dalam kedudukannya
sebagai anggota keluarga,
warga sekolah, dan warga
negara
PK.5.7
Peserta didik menceritakan
hasil identifikasi bentuk-
bentuk norma, hak, dan
kewajiban dalam
kedudukannya sebagai
anggota keluarga, warga
sekolah, dan warga negara
Peserta didik Mempraktikkan kehidupan sehari- PK.5.8
mempraktikkan dalam hari Peserta didik mempraktikkan
kehidupan sehari-hari hasil identifikasi bentuk-
bentuk norma, hak, dan
kewajiban dalam
kedudukannya sebagai
anggota keluarga, warga
sekolah, dan warga negara
Bhinneka Peserta didik menyajikan Menyajikan sikap menghormati, PK.5.9 SEMESTER 2
Tunggal Ika hasil identifikasi sikap Mempresentasikan menjaga, dan Peserta didik menyajikan
12 JP
menghormati, menjaga, menceritakan melestarikan hasil identifikasi sikap PK.5.8
dan melestarikan keberagaman menghormati, menjaga,
dan
keberagaman budaya budaya melestarikan keberagaman PK.5.9 12 JP
budaya PK.5.10
PK.5.10 PK.5.11 12 JP
Peserta didik PK.5.12
mempresentasikan hasil PK.5.13 12 JP
identifikasi sikap
12 JP
menghormati, menjaga,
dan melestarikan
12 JP
keberagaman budaya
PK.5.11
Peserta didik menceritakan
hasil identifikasi sikap
menghormati, menjaga,
dan melestarikan
keberagaman budaya
Negara Peserta didik mengenal Mengenal wilayahnya dalam PK.5.12
Kesatuan wilayahnya dalam konteks menceritakan konteks Peserta didik mengenal
Republik kabupaten/kota, provinsi kabupaten/kota, wilayahnya dalam konteks
Indonesia sebagai provinsi sebagai kabupaten/kota, provinsi
bagian dari wilayah bagian dari sebagai bagian dari
Negara Kesatuan Republik wilayah Negara wilayah Negara Kesatuan
Indonesia; Kesatuan Republik Republik Indonesia;
Indonesia; PK.5.13
Peserta didik menceritakan
wilayahnya dalam konteks
kabupaten/kota, provinsi
sebagai bagian dari
wilayah Negara Kesatuan
Republik
Indonesia;
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
TAHUN PELAJARAN 2024/2025

Kelas : V (LIMA)
Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA

CAPAIAN
ELEMEN KOMPETENSI KONTEN TUJUAN PEMBELAJARAN ATP JP
PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu Menganalisis urutan proses BI.5.1 SEMESTER 1
menganalisis informasi Membandingkan kejadian dan Peserta didik mampu BI.5.1
15 JP
urutan proses kejadian nilainilai dari menganalisis informasi urutan
dan nilainilai dari berbagai tipe proses kejadian dan nilainilai BI.5.2
berbagai tipe teks nonfiksi teks nonfiksi dan dari berbagai tipe teks nonfiksi
15 JP
dan fiksi yang disajikan fiksi yang dan fiksi yang disajikan dalam
dalam bentuk lisan, teks disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks BI.5.3
aural (teks yang bentuk lisan, teks yang dibacakan dan/atau
15 JP
dibacakan dan/atau aural (teks yang didengar), dan audio.
Menyimak
BI.5.4
didengar), dan audio. dibacakan BI.5.2
dan/atau Peserta didik mampu
15 JP
didengar), dan membandingkan informasi
BI.5.5
audio. urutan proses kejadian dan
nilainilai dari berbagai tipe teks
15 JP
nonfiksi dan fiksi yang disajikan
BI.5.6
dalam bentuk lisan, teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau
didengar), dan audio. 15 JP
Peserta didik mampu Membaca kata-kata dengan BI.5.3
Membaca dan
membaca kata-kata berbagai pola Peserta didik mampu
Memirsa BI.5.7 15 JP
dengan berbagai kombinasi huruf membaca kata-kata dengan
pola dalam kata berbagai pola
kombinasi huruf dalam kombinasi huruf dalam kata
kata dengan fasih dan dengan fasih dan dengan fasih dan indah.
indah. indah.
Memahami informasi dan BI.5.4
Peserta didik mampu
mengidentifikasi kosakata baru Peserta didik mampu
memahami informasi dan
yang memiliki memahami informasi dan
kosakata baru yang
makna denotatif, kosakata baru yang
memiliki makna denotatif,
konotatif, dan memiliki makna denotatif,
konotatif, dan kiasan
kiasan konotatif, dan kiasan
untuk
objek, fenomena, BI.5.4
mengidentifikasi objek,
dan karakter Peserta didik
fenomena, dan karakter
mengidentifikasi objek,
fenomena, dan karakter
Menyampaikan menyampaikan BI.5.5
informasi secara Peserta didik mampu
Peserta didik mampu
lisan untuk tujuan menyampaikan informasi
menyampaikan informasi
menghibur dan secara lisan untuk tujuan
secara lisan untuk tujuan
meyakinkan mitra menghibur
menghibur dan
tutur sesuai BI.5.6
meyakinkan mitra tutur
kaidah dan Peserta didik mampu
sesuai kaidah dan
konteks meyakinkan mitra tutur
konteks.
Berbicara dan sesuai kaidah dan konteks
Mempresentasikan Peserta didik mampu Menggunakan kosakata baru BI.5.7
menggunakan kosakata yang memiliki Peserta didik mampu
baru yang memiliki makna denotatif, menggunakan kosakata baru
makna konotatif, dan yang memiliki makna denotatif,
denotatif, konotatif, kiasan konotatif, dan kiasan
dan kiasan
Peserta didik mampu Memilih kata yang tepat BI.5.8 SEMESTER II
memilih kata yang sesuai dengan Peserta didik mampu memilih
15 JP
tepat norma sosial kata yang tepat sesuai BI.5.8
sesuai dengan budaya dengan norma sosial budaya
norma sosial budaya
Peserta didik mampu Menulis teks sederhana BI.5.9
Menulis BI.5.9 15 JP
menulis berbagai teks berdasarkan Peserta didik mampu menulis
sederhana berdasarkan gagasan, hasil berbagai teks sederhana
gagasan, hasil pengamatan, berdasarkan gagasan, hasil
BI.5.10 15 JP
pengamatan, pengalaman, pengalaman, dan pengamatan, pengalaman, dan
dan imajinasi. imajinasi. imajinasi.
Menulis hubungan BI.5.10
BI.5.11 15 JP
Mengamati kausalitas (sebab Peserta didik mampu
BI.5.12
Menjelaskan akibat) untuk menuliskan hubungan
BI.5.13
meyakinkan kausalitas (sebab akibat) untuk
Peserta didik 15 JP
BI.5.14
pembaca. meyakinkan pembaca
mampu menuliskan
BI.5.11
hasil pengamatan
Peserta didik mampu
yang menjelaskan 15 JP
Mengamati hubungan
hubungan
kausalitas (sebab akibat) untuk
kausalitas (sebab
meyakinkan pembaca
akibat) untuk 15 JP
BI.5.12
meyakinkan pembaca.
Peserta didik mampu
Menjelaskan hubungan
kausalitas (sebab akibat) untuk
meyakinkan pembaca
Menggunakan kaidah BI.5.13
Menulis kebahasaan dan Peserta didik mampu
Peserta didik mampu
kesastraan menggunakan kaidah
menggunakan kaidah
teks sesuai kebahasaan dan kesastraan
kebahasaan dan
dengan konteks BI.5.14
kesastraan untuk menulis
dan norma sosial Peserta didik mampu
teks sesuai dengan
budaya. menulis teks sesuai dengan
konteks dan norma sosial
budaya. konteks dan norma sosial
budaya.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
TAHUN PELAJARAN 2024/2025

Kelas : V (LIMA)
Mata Pelajaran : MATEMATIKA

CAPAIAN
ELEMEN KOMPETENSI KONTEN TUJUAN PEMBELAJARAN ATP JP
PEMBELAJARAN
Bilangan Peserta didik dapat Menunjukkan bilangan (number MT.5.1 SEMESTER 1
menunjukkan Memahami sense) pada Peserta didik dapat MT.5.1
9 JP
pemahaman dan intuisi bilangan menunjukkan intuisi bilangan
bilangan (number sense) cacah sampai (number sense) pada bilangan MT.5.2
pada bilangan 1.000.000. cacah sampai 1.000.000.
9 JP
cacah sampai 1.000.000. MT.5.2
Peserta didik dapat memahami
MT.5.3 9 JP
intuisi bilangan (number sense)
pada bilangan cacah sampai
1.000.000.
Peserta didik dapat Membaca komposisi dan MT.5.3
MT.5.4 9 JP
membaca, menulis, Menulis dekomposisi Peserta didik dapat
menentukan nilai Menentukkan bilangan cacah membaca komposisi dan
tempat, membandingkan, Membandingkan sampai 1.000.000. dekomposisi bilangan cacah
MT.5.5 9 JP
mengurutkan, melakukan Mengurutkan sampai 1.000.000.
komposisi dan melakukan MT.5.4
dekomposisi bilangan Peserta didik dapat menulis
MT.5.6 9 JP
tersebut komposisi dan dekomposisi
bilangan cacah sampai
MT.5.7 9 JP
1.000.000.
MT.5.5
Peserta didik dapat MT.5.8 9 JP
menentukan komposisi dan
dekomposisi bilangan cacah MT.5.9 9 JP
sampai 1.000.000.
MT.5.6 MT.5.10 9 JP
Peserta didik dapat
membandingkan komposisi dan
dekomposisi bilangan cacah
sampai 1.000.000.
MT.5.7
Peserta didik dapat
mengurutkan komposisi dan
dekomposisi bilangan cacah
sampai 1.000.000.
MT.5.8
Peserta didik dapat
melakukan komposisi dan
dekomposisi bilangan cacah
sampai
1.000.000.
Peserta didik dapat menyelesaikan Uang, operasi MT.5.9
dapat menyelesaikan penjumlahan, Peserta didik dapat dapat
masalah yang berkaitan pengurangan, menyelesaikan masalah yang
dengan uang. Mereka perkalian, dan berkaitan dengan uang.
dapat melakukan operasi pembagian Mereka dapat melakukan
penjumlahan, bilangan cacah operasi penjumlahan,
pengurangan, perkalian, sampai 100.000 pengurangan, perkalian, dan
dan pembagian bilangan pembagian bilangan cacah
cacah sampai 100.000 sampai 100.000
Peserta didik dapat Menyelesaikan KPK dan FPB MT.5.10
menyelesaikan masalah Peserta didik dapat
yang berkaitan dengan menyelesaikan masalah yang
KPK dan FPB berkaitan dengan KPK dan FPB
Aljabar Peserta didik dapat Mengisi nilai yang belum MT.5.11
mengisi nilai yang belum diketahui dalam Peserta didik dapat mengisi
diketahui dalam sebuah kalimat nilai yang belum diketahui
sebuah kalimat matematika yang dalam sebuah kalimat
matematika yang berkaitan dengan matematika yang berkaitan
berkaitan dengan penjumlahan, dengan penjumlahan,
penjumlahan, pengurangan, pengurangan, perkalian, dan
pengurangan, perkalian, perkalian, dan pembagian pada bilangan
dan pembagian pada pembagian pada cacah sampai 1000.
bilangan cacah sampai bilangan cacah
1000. sampai 1000.
Peserta didik dapat Mengidentifikasi pola bilangan MT.5.12 SEMESTER II
mengidentifikasi, meniru, Meniru membesar dan Peserta didik dapat MT.5.11
9 JP
dan Mengembangkan mengecil yang mengidentifikasi pola bilangan
mengembangkan pola melibatkan membesar dan mengecil yang MT.5.12
bilangan membesar dan perkalian dan melibatkan perkalian dan
9 JP
mengecil yang pembagian pembagian
melibatkan perkalian MT.5.13
dan Peserta didik dapat meniru pola
pembagian bilangan membesar dan
mengecil yang MT.5.13 9 JP
melibatkan perkalian dan
pembagian
Pengukuran Peserta didik dapat Menentukkan keliling dan luas MT.5.14 MT.5.14 9 JP
menentukan keliling dan berbagai bentuk Peserta didik dapat MT.5.15
luas berbagai bentuk bangun datar menentukan keliling dan luas MT.5.16
bangun datar (segitiga, (segitiga, berbagai bentuk bangun 9 JP
segiempat, segiempat, datar (segitiga, segiempat,
dan segi banyak) serta dan segi dan segi banyak) serta
9 JP
gabungannya banyak) serta gabungannya
gabungannya
Geometri Peserta didik dapat Mengkonstruksi bangun ruang MT.5.15
MT.5.17 9 JP
mengonstruksi dan Mengurai (kubus, balok, dan Peserta didik
mengurai bangun gabungannya) dan dapat
ruang mengenali mengonstruksi
(kubus, balok, dan bangun ruang (kubus, balok,
gabungannya) dan visualisasi spasial dan gabungannya) dan MT.5.18 9 JP
mengenali visualisasi (bagian depan, mengenali visualisasi spasial
spasial (bagian depan, atas, dan (bagian depan, atas, dan
atas, dan samping). samping). samping). MT.5.19 9 JP
MT.5.16
MT.5.20 9 JP
Peserta didik dapat
mengurai bangun ruang
(kubus, balok, dan
gabungannya) dan
mengenali visualisasi spasial
(bagian depan, atas, dan
samping).
Analisis Data Peserta didik dapat Mengurutkan data banyak MT.5.17
dan Peluang mengurutkan, Membandingkan benda Peserta didik dapat
membandingkan, Menyajikan dan data hasil mengurutkan data banyak
menyajikan, dan Menganalisis pengukuran dalam benda dan data hasil
menganalisis data banyak bentuk gambar, pengukuran dalam bentuk
benda dan data hasil piktogram, gambar, piktogram, diagram
pengukuran dalam diagram batang, batang, dan tabel frekuensi
bentuk gambar, dan tabel untuk mendapatkan informasi
piktogram, diagram frekuensi untuk MT.5.18
batang, dan tabel mendapatkan Peserta didik dapat
frekuensi untuk informasi membandingkan data banyak
mendapatkan informasi benda dan data hasil
pengukuran dalam bentuk
gambar, piktogram, diagram
batang, dan tabel frekuensi
untuk mendapatkan informasi
MT.5.19
Peserta didik dapat
menyajikan data banyak benda
dan data hasil pengukuran
dalam bentuk gambar,
piktogram, diagram batang,
dan tabel frekuensi
untuk mendapatkan informasi
MT.5.20
Peserta didik dapat
menganalisis data banyak
benda dan data hasil
pengukuran dalam bentuk
gambar, piktogram, diagram
batang, dan tabel frekuensi
untuk mendapatkan informasi
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
TAHUN PELAJARAN 2024/2025

Kelas : V (LIMA)
Mata Pelajaran :
IPAS

CAPAIAN
ELEMEN KOMPETENSI KONTEN TUJUAN PEMBELAJARAN ATP JP
PEMBELAJARAN
Peserta didik Memahami, sistem organ tubuh IPAS.5.1 SEMESTER 1
memahami sistem Membuat manusia yang Peserta didik memahami IPAS.5.1
15 JP
organ tubuh manusia dikaitkan dengan sistem organ tubuh manusia
yang dikaitkan dengan cara menjaga IPAS.5.2
cara menjaga kesehatan kesehatan tubuhnya Peserta didik memahami IPAS.5.2
tubuhnya cara menjaga kesehatan
15 JP
tubuhnya IPAS.5.3
peserta didik dapat
membuat alat sederhana
tentang organ
tubuh pada manusia
Peserta didik memahami Memahami, komponen biotik IPAS.5.4 IPAS.5.3 15 JP
Pemahaman IPAS
hubungan antar menyelidiki dan abiotik serta Peserta didik memahami
komponen biotik dan Membedakan pengaruhnya hubungan antar komponen
abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem biotik dan abiotik serta
terhadap ekosistem pengaruhnya terhadap IPAS.5.4 15 JP
ekosistem
IPAS.5.5
Peserta didik menyelidiki
IPAS.5.5 15 JP
hubungan antar komponen
biotik dan abiotik serta
pengaruhnya terhadap
ekosistem
IPAS.5.6
IPAS.5.6 15 JP
Peserta didik dapat
membedakan antara
komponen biotik dan
abiotik serta pengaruhnya
terhadap ekosistem
Peserta didik Menjelaskan, siklus air dan IPAS.5.7 SEMESTER 2
memahami siklus air mengaitkan kaitannya dengan Peserta didik dapat IPAS.5.7
15 JP
dan kaitannya dengan upaya menjaga menjelaskan siklus iair
upaya menjaga ketersediaan air IPAS.5.8
IPAS.5.8
ketersediaan air; Peserta didik dapat
mengaitkan siklus air
15 JP
dengan Upaya menjaga
ketersediaan
air
Peserta didik memahami fenomena IPAS.5.9
memahami fenomena gelombang bunyi Peserta didik memahami
IPAS.5.9 15 JP
gelombang bunyi dan dan cahaya fenomena gelombang bunyi
cahaya dalam dalam kehidupan dan cahaya dalam
kehidupan sehari-hari sehari- kehidupan sehari-hari
hari
Memahami penghematan energi IPAS.5.10
Peserta didik memahami
IPAS.5.10 15 JP
serta pemanfaatan Peserta didik memahami
upaya penghematan
sumber energi upaya penghematan energi
energi serta pemanfaatan
alternatif dari serta pemanfaatan sumber
sumber energi alternatif
sumber daya yang energi alternatif dari sumber
dari sumber daya yang
ada di sekitarnya daya yang ada di sekitarnya IPAS.5.11 15 JP
ada di sekitarnya sebagai
sebagai upaya sebagai upaya mitigasi
upaya mitigasi perubahan
mitigasi perubahan perubahan iklim
iklim
iklim
Peserta didik memahami Memahami letak dan kondisi IPAS.5.11 IPAS.5.12 15 JP
; letak dan kondisi geografis negara Peserta didik memahami ;
geografis negara Indonesia melalui letak dan kondisi geografis
Indonesia melalui peta peta negara Indonesia melalui
konvensional/digital; konvensional/digital; peta
konvensional/digital;
memahami IPAS.5.12
Peserta didik memahami
Peserta didik memahami
sejarah perjuangan para
sejarah perjuangan para
pahlawan di lingkungan
pahlawan di lingkungan
sekitar tempat tinggalnya
sekitar tempat tinggalnya

Mengetahui, Bulungan, 19 Agustus 2024


Kepala Sdit Cendekia Taka Guru Kelas III

Rahmat Yuliansyah [Link],Gr Rahmiyah [Link]


A. KOMPONEN INTI

Capaian Pembelajaran Fase C


Pada fase ini, peserta didik mampu:
Memahami dan menyajikan hubungan antarsila dalam Pancasila sebagai suatu
kesatuan yang utuh; mengidentifikasi dan menyajikan makna nilai-nilai Pancasila
sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara; menerapkan nilai-nilai
Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat; menganalisis dan
menyajikan hasil analisis bentuk-bentuk sederhana norma, aturan, hak, dan
kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan
bagian dari masyarakat; menganalisis secara sederhana dan menyajikan hasil
analisis pelaksanaan norma, aturan, hak, dan kewajiban sebagai anggota
keluarga, dan warga sekolah; melaksanakan kewajiban dan hak sebagai anggota
keluarga, warga sekolah, dan bagian dari masyarakat; dan mempraktikkan
membuat kesepakatan dan aturan bersama serta menaatinya dalam kehidupan
sehari-hari di keluarga dan di sekolah.
Menganalisis, menyajikan hasil analisis, menghormati, menjaga, dan
melestarikan keragaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di
lingkungan sekitarnya; mengenal wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota,
provinsi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah NKRI; dan
membangun kebersamaan, persatuan, dan
berkontribusi menciptakan kenyamanan di sekolah dan lingkungan sekitar

Fase B Berdasarkan Elemen


Pancasila Peserta didik mampu memahami dan menyajikan
hubungan antarsila dalam Pancasila sebagai suatu
kesatuan yang utuh. Peserta didik mampu
mengidentifikasi dan menyajikan makna nilai-nilai
Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan
bernegara. Peserta didik mampu menerapkan nilainilai
Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat.
Undang-Undang Peserta didik mampu menganalisis dan menyajikan hasil
Dasar Negara analisis bentuk-bentuk sederhana norma, aturan, hak,
Republik Indonesia dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota
Tahun 1945 keluarga, warga sekolah, dan bagian dari masyarakat.
Peserta didik mampu menganalisis secara sederhana
dan menyajikan hasil analisis pelaksanaan norma,
aturan, hak, dan kewajiban sebagai anggota keluarga,
dan warga sekolah. Peserta didik melaksanakan
kewajiban dan hak sebagai anggota keluarga, warga
sekolah, dan bagian dari masyarakat. Peserta didik
mampu mempraktikkan membuat kesepakatan dan
aturan bersama serta menaatinya dalam kehidupan
sehari-hari di
keluarga dan di sekolah.
Bhinneka Tunggal Ika Peserta didik mampu menganalisis, menyajikan hasil
analisis, menghormati, menjaga, dan melestarikan
keragaman budaya
dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan
sekitarnya.
Negara Kesatuan Peserta didik mampu mengenal wilayahnya dalam
Republik Indonesia konteks kabupaten/kota, provinsi sebagai bagian yang
tidak terpisahkan dari wilayah NKRI. Peserta didik
mampu membangun kebersamaan, persatuan, dan
berkontribusi menciptakan
kenyamanan di sekolah dan lingkungan sekitar.
Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menunjukkan dan menceritakan
perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai
suatu kesatuan dalam bentuk keimanan ketakwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Profil Pancasila  Beriman Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak
Mulia
 Berkebhinekaan Global
 Mandiri
 Bernalar
 Kritis
 Kreatif
Kata kunci Pancasila dalam Kehidupanku

Target Peserta Didik :


Peserta didik Reguler

Jumlah Siswa :
30 Peserta didik (dimodifikasi dalam pembagian jumlah anggota kelompok ketika
jumlah siswa sedikti atau lebih banyak)
Assesmen :
Guru menilai ketercapaian tujuan pembelajaran
- Asesmen individu
- Asesmen kelompok
Jenis Assesmen :
 Presentasi
 Produk
 Tertulis
 Unjuk Kerja
 Tertulis
Model Pembelajaran
 Tatap muka

Ketersediaan Materi :
 Pengayaan untuk peserta didik berpencapaian tinggi:
YA/TIDAK
 Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit
memahami konsep:
YA/TIDAK
Kegiatan Pembelajaran Utama / Pengaturan peserta didik :
 Individu
 Berkelompok (Lebih dari dua orang)
Metode dan Model Pembelajaran :
Keteladanan, Diskusi, Presentasi
Media Pembelajaran
1. Laptop
2. Alat bantu audio (speaker)
3. Proyektor
4. Jaringan internet
5. Video yang berkaitan dengan contoh penerapan Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari yang diambil dari berbagai sumber di internet
6. Gambar yang berkaitan dengan contoh penerapan Pancasila dalam
kehidupan sehari- hari yang diambil dari berbagai sumber di internet
Materi Pembelajaran
Nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life) telah tumbuh dan
berkembang di dalam kehidupan bangsa Indonesia jauh sebelum Pancasila itu
sendiri disahkan sebagai dasar negara. Nilai-nilai tersebut tumbuh dan
berkembang membentuk ciri khas keadaban bangsa Indonesia yang
membedakannya dengan bangsa yang lainnya di dunia. Salah satu contoh nilai
Pancasila yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia adalah perilaku menghormati
orang yang lebih tua. Perilaku ini pun secara universal diakui dan diajarkan oleh
seluruh agama sebagai bentuk keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa. Tidak ada satu agama pun yang menghendaki perilaku tidak hormat
dari yang muda kepada yang lebih tua. Oleh sebab itu, perilaku menghormati
orang yang lebih tua merupakan salah satu ciri jiwa Pancasila yang harus dimiliki
oleh setiap orang

Perilaku menghormati orang yang lebih tua


sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila dapat ditemukan pada berbagai
lingkungan, terutama lingkungan keluarga. Dalam hal ini, keluarga
merupakan lingkungan primer yang memberikan pengetahuan dan teladan
kepada seorang anak akan pentingnya perilaku menghormati orang yang
lebih tua. Selain itu, keluarga juga merupakan lingkungan pertama bagi
anakuntuk memiliki keterampilan didalam menunjukan perilaku hormat
terhadap orang tua.
Selain di lingkungan keluarga, perilaku menghormati orang yang lebih tua juga
perlu ditumbuhkembangkan terhadap anak (peserta didik) di lingkungan sekolah,
baik di dalam kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler. Bahkan, upaya
menumbuhkembangkan perilaku hormat kepada orang yang lebih tua di sekolah
dapat dilakukan melalui pembiasaan- pembiasaan, misalnya budaya cium tangan
kepada guru. Selain itu, sikap hormat kepada orang tua juga perlu diupayakan
melalui mata pelajaran PPKn
Oleh karena itu, guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang
cukup baik agar mampu menyampaikan serta menstimulus peserta didik agar
lebih dapat memahami dan memaknai arti pentingsikap menghormati
orangyanglebihtua sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila di dalam
kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, guru harus menjadi teladan
sekaligus pembimbing di dalam mengarahkan
peserta didik agar selalu menyapa dan mencium tangan guru ketika bertemu
di sekolah, seperti yang ditampilkan oleh gambar di bawah ini
Gambar di atas merupakan ilustrasi yang menujukan sikap peserta didik yang
menghormati gurunya. Selain ilustrasi di atas, banyak sekali aktivitas di
sekolah yang menunjukan sikap hormat seorang peserta didik kepada
gurunya. Di dalam aktivitas pembelajaran pun, ilustrasi di atas dapat dijadikan
contoh oleh peserta didik di dalam memahami dan memaknai arti penting
sikap menghormati guru.
"Oapatkah para peserta didik sekalian menceritakan apa yang terlihat pada gambar?"
Pertanyaan ini dapat diajukan oleh guru sebagai stimulus bagi peserta didik
agar dapat menganalisis gambar yang memperlihatkan contoh penerapan
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, tepatnya di sekolah pada saat peserta
didik menjalankan perannya sebagai anggota atau bagian dari warga sekolah.
Setelah peserta didik menyampaikan pendapatnya, guru dapat memberikan
penegasan bahwa salah satu contoh penerapan Pancasila di sekolah adalah
dengan cara mencium tangan guru sebagai bentuk menghormati orang tua di
sekolah. Dengan bersikap hormat terhadap guru berarti peserta didik telah
menunjukkan cara bersikap yang berakhlak mulia dengan didasari keimanan
dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui sikap hormat terhadap guru
Sumber Belajar :
1. Sumber Utama
 Buku Pendidikan pancasila dan kewarganegaran kelas V SD

2. Sumber Alternatif
Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di
lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.
Persiapan Pembelajaran :
a. Memastikan semua sarana prasarana, alat, dan bahan tersedia
b. Memastikan kondisi kelas kondusif
c. Mempersiapkan bahan tayang
d. Mempersiapkan lembar kerja siswa
Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran :
Kegiatan Pembuka

 Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik maupun psikis untuk dapat
mengikuti pembelajaran dengan baik.
 Guru memberikan dorongan kepada peserta didik di kelas agar bersemangat
pada saat mengikuti pelajaran melalui apersepsi yang dapat membangkitkan
semangat belajar peserta didik.
 Peserta didik diberikan kesempatan untuk memimpin doa bersama sesuai
dengan agama dan kepercayaannya masing-masing sebelum pembelajaran
dilaksanakan.
 Setelah berdoa selesai, guru memberikan klarifikasi terhadap aktivitas
pembuka tersebut dengan mengaitkannya dengan materi dan kegiatan belajar
yang akan dilaksanakan.
 Peserta didik bersama dengan guru mendiskusikan tujuan dan rencana
kegiatan pembelajaran.
Kegiatan Inti

 Peserta didik diarahkan untuk menyimak tayangan yang ditampilkan oleh guru
melalui gambar atau video tentang contoh penerapan Pancasila dalam
kehidupanGuru dapat mencari video tersebut melalui youtube dengan
menggunakan kata kunci penelusuran "video pembelajaran contoh penerapan
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari".
 Peserta didik diberikan kesempatan secara demokratis untuk
mengemukakan analisis
sederhana dan pendapatnya terkait gambar atau video yang ditampilkan oleh
guru.
 Guru memberikan pertanyaan penegasan berupa: "Apakah gambar atau video
yang ditampilkan tadi merupakan contoh penerapan Pancasila? Sikap apa yang
dapat diteladani dari video yang Bapak/lbu tampilkan? Bagaimana cara untuk
berperilaku beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui
penerapan nilai-nilai Pancasila?"
 Pesertadidik membuat kelompoksecaraheterogen,untuk melakukan
pengamatan sikap dan perilaku yang dapat diteladani dari guru dan seluruh
unsur sekolah.
 Guru memberikan arahan dan bimbingan kepada setiap kelompok dengan
penuh perhatian, kasih, dan saling menghargai sebagai bentuk keteladanan
yang diberikan guru.
 Peserta didik dapat diarahkan oleh guru untuk melakukan proses pengamatan
di dalam kelas maupun di luar kelas untuk meneladani sikap guru, teman
maupun seluruh unsur sekolah lainnya yang berperilaku sesuai dengan nilai-
nilai Pancasila.
 Peserta didik menceritakan hasil dari pengamatan terkait sikap dan perilaku
yang dapat diteladani guru maupun teman satu kelompoknya
Kegiatan Penutup

 Guru mengapresiasi seluruh cerita yang disampaikan oleh setiap peserta didik.
 Guru memberikan klarinkasi atas seluruh cerita yang disampaikan oleh
peserta didik.
 Peserta didik dan guru memberikan refleksi berupa penegasan bahwa
perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang dapat diteladani
merupakan perwujudan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa.
 Peserta didik diarahkan agar senantiasa menghormati siapapun sebagai
habituasi penerapan Pancasila pada kehidupan peserta didik sehari-hari baik di
rumah, sekolah maupun di tempat lainnya.
 Guru memberikan pesan agar pada saat pulang ke rumah setiap peserta didik
dapat beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Mengucapkan salam pada saat masuk rumah dan mencium tangan kedua
orang tua sebagai langkah sederhana bagi peserta didik untuk mengamalkan
Pancasila di rumah. (Guru dapat memberikan pesan lain yang mudah dan
mungkin dapat dilakukan oleh peserta didik serta relevan dengan pengalaman
belajar yang sudah dilaksanakan).
 Guru menutup pelajaran dan secara bergantian memberikan kesempatan
kepada peserta didik lain untuk memimpin doa bersama setelah selesai
pembelajaran
Pembelajaran Alternatif
Guru yang mengalami kendala dalam mempersiapkan media pembelajaran serta
langkah- langkah pembelajaran yang tertulis di atas, dapat menggunakan
alternatif sebagai berikut

 Guru menampilkan gambar contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai


Pancasila sebagai bentuk keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa.
 Guru bercerita secara verbal tentang contoh perilaku penerapan nilai-nilai
Pancasila sebagai bentuk keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa menggunakan berbagai sumber referensi yang dimiliki oleh guru.
 Guru dapat mengarahkan peserta didik untuk meneladani perilaku orang-orang
yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan rumah dan masyarakat.

Pelaksanaan Asesmen
Sikap
 Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada
jurnal, baik sikap positif dan negatif.
 Melakukan penilaian antarteman.
 Mengamati refleksi peserta didik.

Pengetahuan
 Memberikan tugas tertulis, lisan, dan tes tertulis

Keterampilan
 Presentasi
 Proyek
 Portofolio
Pengayaan dan Remedial
Pengayaan: Remedial
 Pengayaan diberikan untuk  Remedial dapat diberikan kepada
menambah wawasan peserta didik peserta didik yang capaian
mengenai materi pembelajaran kompetensi dasarnya (KD) belum
yang dapat diberikan kepada tuntas.
peserta didik yang telah tuntas  Guru memberi semangat kepada
mencapai kompetensi dasar (KD). peserta didik yang belum tuntas.
 Pengayaan dapat ditagihkan atau  Guru akan memberikan tugas
tidak ditagihkan, sesuai bagi
kesepakatan peserta didik yang belum tuntas
dalam bentuk pembelajaran ulang,
bimbingan
dengan peserta didik. perorangan, belajar kelompok,
 Berdasarkan hasil analisis penilaian, pemanfaatan tutor sebaya bagi
peserta didik yang sudah peserta didik yang belum
mencapai ketuntasan belajar mencapai ketuntasan belajar
diberi kegiatan pembelajaran sesuai hasil analisis penilaian.
pengayaan untuk perluasan atau
pendalaman materi
Kriteria Penilaian :
 Penilaian proses: berupa catatan/deskripsi kerja saat diskusi kelompok.
 Penilaian Akhir: Skor nilai 10-100
Penilaian :

Refleksi Guru:
Kriteria Penilaian
Kriteria Baik Kurang Tidak
Sekali Baik Baik Baik
(Skor (Skor 3) (Skor 2) (Skor 1)
4)
Kemampuan menyebutkan
beberapa
contoh nyata penerapan Pancasila
dalam kehidupan sehari-harinya
Kemampuan menunjukkan
penerapan Pancasila dalam
kehidupan sehari- harinya
Kemampuan menyajikan
beberapa contoh nyata

No Pertanyaan Jawaban
1 Apakah pemilihan media pembelajaran
relevan dengan upaya pencapaian tujuan
pembelajaran?
2 Apakah model pembelajaran yang
digunakan mampu mencapai tujuan
pembelajaran?
3 Apakah kegiatan pembelajaran yang dilakukan
dapat mengembangkan kompetensi sikap
spiritual peserta didik?
4 Apakah pelaksanaan pembelajaran tidak
keluar dari norma-norma?
5 Apakah pelaksanan pembelajaran 1 dapat
memberikan semangat kepada peserta didik
Refleksi Peserta Didik:

Pilih salah satu


Ya Tidak Capaian Hasil Belajar
Saya dapat menyebutkan beberapa contoh nyata
penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya
Saya dapat menunjukkan penerapan Pancasila dalam
kehidupan sehari- harinya
Saya dapat menyajikan beberapa contoh nyata penerapan
Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya

Tugas Penyajian Hasil Pengamatan


Nama Penilai:
Nama Teman yang Dinilai:
Pilih salah satu
Ya Tidak Capaian Hasil Belajar
Kemampuan menyebutkan beberapa contoh nyata
penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya
Kemampuan menunjukkan penerapan Pancasila dalam
kehidupan sehari- harinya
Kemampuan menyajikan beberapa contoh nyata
penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya

B. LAMPIRAN

Lembar Kerja :

Halo, peserta didik SD Kelas V, pada kegiatan pembelajaran 1 ini kalian dapat
mencari berbagai macam sikap positif yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat
berdasarkan aspek-aspek yang ada pada tabel 1.2. Kalian dapat mencari secara
berkelompok dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap orang
tua, adik atau kakak, guru dan orang-orang di lingkungan sekitar kalian. Setelah
menemukan perilaku tersebut kalian dapat menuliskan pada Lembar Kerja
Peserta Didik dan meneladani perilaku positif tersebut dalam kehidupan kalian.
Selamat beraktivitas!
Bahan Bacaan Peserta Didik :

Halo, peserta didik SD Kelas V. Penguatan nilai-nilai Pancasila secara utuh


dapat diterapkan oleh kita sebagai anggota keluarga, pelajar, dan bagian dari
masyarakat. Bahkan lebih jauh daripada itu, ketika kalian sudah bekerja dan
memiliki profesi di bidangapa pun,nilai-nilai Pancasila harus kita
pegangsecarateguhuntuk menjalankan kehidupan sebagai manusia dan
warga negara Indonesia.
Perilaku yang sesuai dengan Pancasila, dapat kalian lakukan dengan
mengembangkan karakter religius yaitu melaksanakan ajaran agama dan
kepercayaannya masing- masing, mengembangkan karakter nasionalisme
dengan cara menjunjungtingginilai semangat kebangsaan Indonesia.
Patriotisme, menjunjung tinggi kecintaan terhadap tanah air & mampu
mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Toleransi &
berperilaku menghargai orang lain dalam kehidupan sehari-hari di tengah
perbedaan
yang ada di lingkungan kalian
Glosarium
Demokrasi
Bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah
dengan perantaraan wakilnya; pemerintahan rakyat

Gotong Royong
Sebuah aktivitas yang mencerminkan bekerja secara bersama-sama untuk
mencapai suatu hasil yang didambakan Kewarganegaraan Hal yang
berhubungan dengan warga negara dan atau keanggotaan sebagai warga
negara

Kewajiban
Segala sesuatu yang wajib dilaksanakan atau dilakukan

Hak
Segala sesuatu yang boleh dilaksanakan atau di dapatkan

Jati Diri
Suatu hal yang ada di dalam diri kita, yang meliputi karakter, sifat, watak dan
kepribadian nya

Musyawarah
Pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian
masalah, perundingan, perembukan musyawarah.

Aspek Penerapan Pancasila

Religius

Nasionalisme

Tanpa Pamrih

Menghargai Orang Lain

Musyawarah Mufakat
Negara
Suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua
individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independen.

Norma
Seperangkat aturan atau pedoman sosial yangkhusus mengenai tingkah laku,
sikap, dan perbuatan yang boleh atau tidak boleh dilakukan sebagai patokan
perilaku dalam suatu kelompok masyarakat tertentu.

Pancasila
Dasar negara serta falsafah bangsa dan negara Republik Indonesia yang terdiri
atas lima sila, Pandangan hidup dan kepribadian bangsa yang nilai-nilainya
bersifat nasional yang mendasari kebudayaan bangsa, maka nilai-nilai tersebut
merupakan perwujudan dari cita- cita hidup bangsa

Warga Negara
Penduduk sebuah negara atau bangsa berdasarkan keturunan, tempat
kelahiran, dan sebagainya yang mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai
seorang warga dari negara
itu.
Daftar Pustaka:

Alfian. (1986). Masalah dan Prospek Pembangunan Politik Indonesia Kumpulan Karangan.
Jakarta: Gramedia

Budiardjo, M. (2008). Dasar-Dasar I/mu Politik Edisi. Jakarta: PT. Gramedia


Pustaka Utama

Budiman, A. (2000). Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta: PT Gramedia Pustaka


Utama

Kaelan. (2013). Negara Kebangsaan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma Kaelan. (2002).

Pendidikan Pancasi/a. Yogyakarta: Paradigma

Latif, Y. (2015). Negara Paripurna Hitorisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila.


Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Mengetahui, Tapaktuan, 01 Agustus 2024

Kepala SDN 3 Tapaktuan Guru Kelas V


Ramadhan [Link] Yenni Afrida [Link]

NIP: 196810162003121002 NIP3K :198604102024212007


PEMERINTAH KABUPATEN ACEH SELATAN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 3 TAPAKTUAN
Jalan Syeh Habib Mustafa No.33 Lhok Bengkuang Tapaktuan Kab. Aceh Selatan

email : sdn3tapaktuan@[Link] kode POS : 23715

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 3 TAPAKTUAN
KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH
SELATAN NOMOR :422.1/ 88 / 2024
TENTANG
PEMBAGIAN TUGAS GURU DALAM KEGIATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR
ATAU BIMBINGAN DAN PENYULUHAN
TAHUN PELAJARAN 2024 / 2025

KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 3 TAPAKTUAN


Menimbang : Bahwa dalam rangka memperlancar pelaksanaan Proses Pembelajaran di
Sdit Cendekia Takaperlu menetapkan pembagian tugas guru.

Mengingat : 1. Undang – Undang Nomor 02 Tahun 1989;


2. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1989;
3. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 84 Tahun
1993;
4. Keputusan Badan Standar Kurikulum,dan Asesmen Pendidikan dan
Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi No.022 / H/
2023
5. Keputusan Mentri Riset dan Teknologi No. 56 /M /2022 dan Keputusan
Kepala Badan Standar Kurikulum,Asesmen Pendidikan NO.044 / H /KR /
2022 Tentang Pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun
Ajaran 2023 / 2024
6. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala
Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 0433/P 1993, No.25
Tahun 1993;

MEMUTUSKAN
Menetapkan

Pertama : Pembagian tugas guru dalam kegiatan proses belajar mengajar atau
bimbingan dan konseling pada tahun pelajaran seperti tersebut pada
lampiran keputusan ini.
Kedua : Menugaskan guru untuk melaksanakan tugas bimbingan seperti tersebut
pada lampiran keputusan ini.
Ketiga : Masing-masing melaporkan pelaksanaan tugasnya secara tertulis dan
berkala kepada kepala sekolah.
Keempat : Segala biaya yang timbul akibat pelaksanaan keputusan ini dibebankan
kepada anggaran yang sesuai.
Kelima : Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan diperbaiki
sebagaimana mestinya.
Keenam : Hal – hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan diatur lebih lanjut.

Ditetapkan di : Tapaktuan
Pada Tanggal : 22 Juli 2024
Kepala Sekolah

RAMADHAN, [Link]
Pembina / IV.a
NIP. 19681016200312 1 002
Lampiran : Keputusan Kepala Sdit Cendekia
TakaNomor : 422.1 / 88 / 2024
Tanggal : 22 Juli 2023

PEMBAGIAN TUGAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR


SEKOLAH DASAR NEGERI 3 TAPAKTUAN
TAHUN 2024 / 2025

Gol/ Jenis Tugas Jumlah


No NAMA / NIP Jabatan Ket
Ruang Guru Mengajar Jam
Ramadhan, [Link].
Kepala
1 19681016200312 1 001 IV/a Guru Pembina - - Kepsek
Sekolah
Nurdin,
Guru Pembina Gr. Mapel
2 19670921 198801 1 001 IV/a Guru PJOK Kelas I - VI 24
Tk. I PJOK
Muhammad Salim, [Link].
3 III/d Guru Penata Guru Kelas Kelas VI 28 Gr. Kelas
19690913 200801 1 001
Rismaika, S,Pd. Guru
4 IX Guru Kelas Kelas III 28 Gr. Kelas
19861011201504 1 001 Ahli Pertama

Suryati, S,[Link] Guru


5 IX Guru Kelas Kelas II 24 Gr. Kelas
19811007200421 2 007 Ahli Pertama
Yenni Afrida, S,Pd. IX Guru
6 Guru Kelas Kelas V 28 Gr. Kelas
19860410200421 2 007 Ahli Pertama

Guru Gr. PAI


7 - GTT Kelas III-VI 16
USWATUL HASANAH,[Link].I Bhakti

Guru Kelas I – II 8 Gr. PAI +


8 Husnul Hidayati,[Link] - GTT
Bhakti III -VI 8 BTQ
Guru GR.
9 Nurbaiti, [Link] - GTT Kelas I 22
Bhakti Kelas

Guru
10 Anisa Safitri, [Link] - GTT Kelas IV 12 Gr. Kelas
Bakti
8 [Link]
Guru Kelas III-VI
11 Pia Ade Kartika, [Link] - GTT
[Link]
Bakti
4
SENI
Guru
12 Agustia Rahmi, [Link] - GTT Kelas IV 12 Gr Kelas
Bakti

222
Jumlah :
Ditetapkan di : Tapaktuan
Pada Tanggal : 22 Juli 2024
Kepala Sekolah

RAMADHAN, [Link]
Pembina IV/a
NIP. 19681016 200312 1 002
Tembusan :
1. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Selatan
2. Pengawas Pembina SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
3. Arsip
PEMERINTAH KABUPATEN ACEH SELATAN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 3 TAPAKTUAN
nJala
TR. Syeh Habib Mustafa No. 033 Lhok Bengkuang - Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan
email : sdn3tapaktuan@[Link] kode POS : 23715

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI 3 TAPAKTUAN
Nomor : 422.2/ 89 /2024 T E
NTANG
PEMBERLAKUAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN K-13 DAN IMPLEMENTASI
KURIKULUM MERDEKA PADA
SDIT CENDEKIA TAKAKEC. TAPAKTUAN KAB. ACEH SELATAN TAHUN
PELAJARAN 2024-2025

Menimbang : Bahwa dalam rangka memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar di Sdit
Cendekia TakaKecamatan Tapaktuan maka perlu menetapkan pemberlakuan
Kurikulum 2013 untuk kelas III, VI ,dan Kurikulum Merdeka untuk Kelas I dan
IV,dan Klas II dan V pada SD Negeri 3 TapaktuanKecamatan Tapaktuan
Kabupaten Aceh Selatan.

Mengingat : [Link]-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.


[Link] No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
[Link] No. 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.22 tentang Standar Isi untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
5.
Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
[Link] No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses.
[Link] No. 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi.
[Link] No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian.
[Link] No. 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar Dan Struktur
Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.

Memperhati1. Program Kerja Kepala Sdit Cendekia TakaKecamatan Tapaktuan baik Program 4
kan : tahun (2023 - 2027) dan Program 1 tahun (2024/2025).
2. Hasil Rapat Guru Sdit Cendekia TakaTapaktuan tentang Penyusunan
Kurikulum Satuan Pendidikan dengan mengimplementasikan Kurikulum 2013 dan
Kurikulum Merdeka serta nilai Panca Sila, pendidikan karakter
bangsa,Literasi dengan pendekatan belajar aktif dan pemberlakuannya.

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU : Kurikulum 2013 dan Kurikulum merdeka ini berlaku untuk Tahun Pelajaran 2024-
2025 dan, apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan ditinjau kembali
sebagaimana mestinya.
KEDUA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Tapaktuan Pada


tanggal : 18 Juni 2024
Kepala Sekolah

RAMADHAN, S,Pd
Pembina / IV a
NIP. 19681016200312 1 002

KURIKULUM SDN 3 TAPAKTUAN


LAMPIRAN : Surat Keputusan Kepala SDN 3 Tapaktuan
Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh
Selatan Nomor 422.2 /89 /2024 Tentang
Nama-Nama Tim Pengembang Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan SDN 3
Tapaktuan Kec. Tapaktuan.

Penasehat : Farniati, [Link] NIP.196810121987022001 Pengawas Binaan SD

Ketua 1 RamadhanI, S,Pd NIP.196810162003121002 Kepala Sekolah


2. Zuherdi - Komite Sekolah
3. Suriati , [Link] NIP.19811007200421 2 004 Guru Kelas 2

4. Nurbaiti,A [Link] - Guru Kelas 1

5 Nurdin NIP.19670921 198801 1 001 Guru P J O K

6 Muhammad Salim, [Link]. NIP.19690913 198801 1 001 Guru Kelas 6

7 NI P3K. Guru Kelas 3


Rismaika,[Link]
198606092023212020
8 Husnul Hidayati - Guru Kelas I
Guru Pendidikan
9 Uswatul Hasanah, S,Pd -
Agama Islam
10 Yenni Afrida,[Link] - Guru Kelas 5
11 Agustia Rahmi,[Link] Guru Kelas 4
12 Anisa Safitri,[Link] - Guru Honor
13 Pia Ade Kartika,[Link] - Guru Honor
14 Elvina.S - Operator Sekolah

Kepala SD Negeri 3 Tapaktuan


RAMADHAN [Link]
Pembina / IVa
NIP. 19681016200312 1 002

KURIKULUM SDN 3 TAPAKTUAN


PEMERINTAH KABUPATEN ACEH SELATAN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 3 TAPAKTUAN
Jln. Syeh Habib Mustafa,No.033 Lhok Bengkuang- Kecamatan Tapaktuan Kab. Aceh Selatan

NOTULEN RAPAT

Hari/Tanggal : Sabtu , 29 Juli


2024 Waktu : 09..00 s/d selesai
Tempat : SD Negeri 3 Tapaktuan

Agenda : Rapat Penetapan Visi dan Misi


Sekolah Pimpinan Rapat : RAMADHAN, [Link] (Kepala
Sekolah)
Peserta : Komite Sekolah dan seluruh dewan guru beserta
staf Hadir : 14 Orang
Tidak Hadir : - Orang

Keterangan : Daftar Hadir Terlampir

Hasil Rapat :

Visi harus dapat memberikan panduan/arahan serta motivasi. Visi harus tampak realistis,
kredibel dan atraktif. Sebaiknya mudah dipahami, relatif singkat, ideal, dan berfokus pada
mutu, serta memotivasi setiap pemangku [Link] hal tersebut maka visi
dan misi sekolah yang baru berdasarkan hasi rapat ini adalah”

Visi :

TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA TUHAN YANG
MAHA ESA, BERKARAKTER ,BERPRESTASI , MENYENANGKAN

Misi :

1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Menanamkan karakter disiplin,jujur,gotong royong dan tanggung jawab

3. Meningkatkan prestasi dalam semua mata pelajaran akademik maupun non akademik

4. Melaksanakan pembelajaran yang aktif ,kreatif dan menyenangkan

5. Membina kemandirian peserta didik dalam pengembangan diri melalui kegiatan


pembiasaan
6. Meningkatkan pembinaan bakat dan keterampilan melalui kegiatan ekstrakurikuler.

7. Menumbuhkembangkan kerjasama antara sekolah dengan lingkungan masyarakat.


Tujuan :

1. Peserta didik beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia.

2. Memiliki dasar-dasar pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan untuk


melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.
3. Menumbuh kembangkan semangat dalam meraih prestasi akademik maupun non akademik

4. Memiliki kemandirian dalam mengembangkan diri secara terus menerus melalui


kegiatan pembiasaan
5. Mengembangkan bakat dan minat yang ada dalam diri peserta didik melalui
kegiatan ekstrakurikuler.
6. Memiliki sikap disiplin ,jujur ,gotong royong dan tanggung jawab dalam usaha
peningkatan pendidikan di sekolah.
7. Mengenal dan mencintai bangsa, masyarakat, dan kebudayaannya.

8. Melayani kepentingan pendidikan dengan menciptakan rasa aman, tentram


dan kekeluargaan.

Mengetahui, Tapaktuan, 29 Juli 2024


Komite Sekolah Kepala Sekolah

ZUHERDI RAMADHAN, [Link]


NIP. 19681016200312 1 002
PENETAPAN VISI MISI
INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN I KTSP/K-13 DAN
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA ( I K M )

Nama Sekolah : SD Negeri 3 Tapaktuan Nama Petugas Validasi :Parniati, [Link]


NIP. : 196810162003121002 NIP. : 196303071984101001
Nama Kepala Sekolah : Ramadhan, [Link] Jabatan : Pengawas
Pembina Alamat Sekolah : [Link] Habib Mustafa No.033 Tanggal
Validasi : 12 Juli 2023
Gp. Lhok Bengkuang
[Link]
DOKUMEN I

Penilaian
No Komponen KTSP/Indikator Catatan
Ya Tdk
COVER/HALAMAN JUDUL
1. Logo sekolah dan atau daerah √
2. Judul: Kurikulum Sekolah (SD) √
3. Tahun Pelajaran √
4. Alamat sekolah √
LEMBAR PENGESAHAN
1. Rumusan kalimat pengesahan √
2. Tanda tangan kepala sekolah dan stempel/cap sekolah √
3. Tanda tangan ketua komite sekolah dan stempel/cap Komite

Sekolah
4. Tempat untuk tanda tangan kepala/ pejabat dinas pendidikan

kabupaten
DAFTAR ISI
Kesesuaian dengan halaman √
I PENDAHULUAN
A Rasional
1. Latar belakang memuat:
- kondisi nyata √
- kondisi ideal √

5 KURIKULUM SDN 3
4 TAPAKTUAN
- Potensi dan karakteristik satuan pendidikan √
2. Mencantumkan dasar hukum yang relevan
- Undang-undang No 20 Tahun 2003 √
- PP No 19 Tahun 2005 √
- Permendikbudristek No.56 Tahun 2022
- Permendiknas No 41 Tahun 2007
- Permendikbud No.54, 64, 65, 66 Tahun 2013 √
- Permendikbud No. 57, 61, 62, 63 dan 79 Tahun 2014
- Permendikbud No. 20, 21, 22, 23,24 dan 25 Tahun 2016
- Peraturan Daerah yang relevan √

5 KURIKULUM SDN 3
4 TAPAKTUAN
Penilaian
No Komponen KTSP/Indikator Catatan
Ya Tdk
III VISI, MISI dan TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN
A Visi Satuan Pendidikan
1. Ringkas dan mudah dipahami √
Mengacu pada tujuan pendidikan menengah yaitu untuk
meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, √
2.
serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan
lebih lanjut.
Mengacu tuntutan SKL Satuan Pendidikan, sebagaimana tercantum
3. pada Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006/ Permendikbud No.54 √
th. 2013
Berorientasi pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan √
4.

kepentingan peserta didik .

5. Berorientasi pada kepentingan daerah, nasional dan internasional. √


Berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan √
6.

seni.
Memberi inspirasi dan tantangan dalam meningkatkan prestasi √
7.

secara berkelanjutan untuk mencapai keunggulan


Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga satuan
8. pendidikan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil √
pendidikan
Mengarahkan langkah-langkah strategis yang konsisten dengan √
9.

penjabaran misi satuan pendidikan.


B Misi Satuan Pendidikan
Menjabarkan pencapaian visi dalam bentuk pernyataan yang terukur
dan dapat dicapai sesuai dengan skala prioritas, mencakup:
1. Seluruh indikator visi √
2 Sebagian dari indikator visi

5 KURIKULUM SDN 3
7 TAPAKTUAN
C Tujuan Satuan Pendidikan
Menjabarkan pencapaian misi dalam bentuk pernyataan yang terukur
dan dapat dicapai sesuai dengan skala prioritas, mencakup:
1. Seluruh indikator misi √
2 Sebagian dari indikator misi
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULER SATUAN
III
PENDIDIKAN
A Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan, memuat:
Daftar mata pelajaran dan muatan lokal sesuai dengan standar isi √
1.

Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka


Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan dengan √
2

standar isi, kebutuhan peserta didik dan sekolah dengan total

5 KURIKULUM SDN 3
7 TAPAKTUAN
Penilaian
No Komponen KTSP/Indikator Catatan
Ya Tdk
waktu 32 - 38 Per minggu
Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan dengan
3 kebutuhan peserta didik dan sekolah dengan memanfaatkan √
tambahan 2 Jam per minggu.
B Program Muatan Lokal, mencantumkan:
Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang dilaksanakan √
1.

sesuai dengan kebijakan daerah


Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang dilaksanakan √
2.

sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan karakteristik sekolah.


Daftar SK / KI dan KD Muatan Lokal yang dikembangkan oleh √
4.

sekolah
5. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program muatan lokal √
C Kegiatan Ekstrakurikuler, mencantumkan:
1. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program
layanan konseling dan atau layanan akademik/belajar, sosial √
dan pengembangan karier peserta didik
2. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program

pengembangan bakat, minat dan prestasi peserta didik.
D Pengaturan Beban Belajar, mencantumkan:
1. Uraian tentang rasionalisasi pemanfaatan tambahan 2 (dua) jam

pelajaran per minggu
2. Uraian tentang pengaturan alokasi waktu pembelajaran per jam
tatap muka, jumlah jam pelajaran per minggu, jumlah minggu

efektif per tahun pelajaran, jumlah jam pelajaran per tahun.
3. Uraian tentang pemanfaatan 40% dari jumlah waktu kegiatan
tatap muka pada mata pelajaran tertentu, untuk penugasan √

56 KURIKULUM SDN 3
TAPAKTUAN
terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT).
4. Uraian tentang pelaksanaan program percepatan bagi siswa yang

memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa (bila ada).
E Ketuntasan Belajar, mencantumkan:
1. Daftar kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk semua mata

pelajaran pada setiap tingkatan kelas.
2. Uraian tentang mekanisme dan prosedur penentuan KKM √
3. Uraian tentang upaya sekolah dalam meningkatkan KKM untuk

mencapai KKM ideal (100%)
F Kenaikan Kelas mencantumkan:
1. Kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kebutuhan sekolah dan

mengacu pada aturan yang berlaku.

Penilaian
No Komponen KTSP/Indikator Catatan
Ya Tdk
2. Uraian tentang pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa (ulangan
harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan
ulangan kenaikan kelas), sesuai dengan ketentuan yang diatur

dalam Standar Penilaian Pendidikan.
3. Uraian tentang mekanisme dan prosedur pelaporan hasil belajar

peserta didik
G Kelulusan, mencantumkan:
1. Kriteria kelulusan berdasar pada ketentuan PP 19/2005 Pasal 72

ayat 1/ PP. 32 th. 2013
2. Uraian tentang pelaksanaan ujian nasional dan ujian sekolah √
3. Target kelulusan yang akan dicapai oleh sekolah √
4. Uraian tentang program-program sekolah dalam meningkatkan

kualitas lulusan.

57 KURIKULUM SDN 3
TAPAKTUAN
Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Berbasis Keunggulan
H
Lokal dan Global, mencantumkan:
1. Uraian tentang penerapan pendidikan kecakapan hidup. √
2. Uraian tentang penyelenggaraan pendidikan berbasis keunggulan

lokal
3. Uraian tentang upaya sekolah dalam menuju pendidikan

berwawasan global.
IV KALENDER PENDIDIKAN, Mencantumkan:
1. Pengaturan tentang permulaan tahun pelajaran. √
2. Jumlah minggu efektif belajar satu tahun pelajaran √
3. Jadwal waktu libur (jeda tengah semester, antar semester, libur
akhir tahun pelajara, libur keagamaan, hari libur nasional dan √
hari libur khusus)
LAMPIRAN

1. SK Tim Pengembang Kurikulum √

2. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) √

3. Silabus

1. Silabus Mata Pelajaran Kelas I,II,III,IV,dan VI Kurikulum 2013 √

4. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013

58 KURIKULUM SDN 3
TAPAKTUAN

Anda mungkin juga menyukai