TUGAS 1
ASESMEN DALAM PEMBELAJARAN SD
SPGK4304
Dosen Pengampu : SUKMA ELYANA, SE, [Link].
Disusun oleh :
LAILA NUR FAUZIAH
859908594
UPBJJ UT BANDAR LAMPUNG
POKJAR SIDOMULYO
Kerjakan Tugas 1. berikut dan upload sebelum waktu penutupan aplikasi tugas oleh sistem.
Beri nama File Anda sebagai berikut : Tugas 1_Kode MK_Nama Lengkap_NIM
TUGAS 1
1. Terdapat tiga pendekatan penilaian yang dapat digunakan, yaitu assessment of
learning (penilaian akhir pembelajaran), assessment for learning (penilaian untuk
pembelajaran), dan assessment as learning (penilaian sebagai pembelajaran). Jelaskan
berbedaan dari pendekatan assessment for learning dengan assessment as learning,
dan beri contoh dari masing-masing pendekatan tersebut ! (Skor 15)
Jawaban :
Perbedaan antara Assessment for Learning dan Assessment as Learning yaitu :
Assessment for Learning (AfL) Assessment for Learning atau penilaian untuk
pembelajaran adalah penilaian yang dilakukan oleh guru selama proses belajar mengajar
berlangsung. Fokus utama dari pendekatan ini adalah memberikan informasi kepada guru
mengenai sejauh mana siswa memahami materi yang sedang diajarkan. Hasil dari
penilaian ini digunakan oleh guru sebagai umpan balik untuk memperbaiki strategi
pengajaran, menentukan apakah suatu materi perlu diulang, atau memberikan bantuan
khusus kepada siswa yang tertinggal. Dalam pendekatan ini, guru memegang peran
utama dalam mengarahkan perbaikan.
Contoh dari Assessment for Learning adalah ketika seorang guru memberikan kuis
singkat atau mengajukan pertanyaan lisan di tengah penjelasan materi. Jika dari jawaban
siswa terlihat banyak yang belum paham, guru akan segera mengubah metode
penjelasannya agar lebih mudah dimengerti sebelum melanjutkan ke topik berikutnya.
Assessment as Learning (AaL) Assessment as Learning atau penilaian sebagai
pembelajaran juga dilakukan selama proses pembelajaran, namun pelaksana utamanya
adalah siswa itu sendiri. Dalam pendekatan ini, siswa dilibatkan secara aktif untuk
menilai hasil kerjanya atau hasil kerja temannya. Tujuannya adalah agar siswa memiliki
kemampuan metakognitif, yaitu kemampuan untuk menyadari sejauh mana mereka sudah
belajar, apa kekurangan mereka, dan bagaimana cara memperbaikinya secara mandiri.
Contoh dari Assessment as Learning adalah penggunaan lembar refleksi diri (self-
assessment) di mana siswa menuliskan apa yang sudah mereka pahami dan apa yang
masih sulit bagi mereka. Contoh lainnya adalah penilaian antarteman (peer-assessment),
di mana sesama siswa saling memberikan masukan pada tugas temannya berdasarkan
kriteria yang telah ditentukan.
Perbedaan Utama Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada peran siswa. Pada
Assessment for Learning, guru yang menggunakan data penilaian untuk memperbaiki
kualitas instruksi. Sedangkan pada Assessment as Learning, siswa yang menggunakan
proses penilaian tersebut sebagai bagian dari pengalaman belajar mereka untuk menjadi
pembelajar yang mandiri dan mampu mengevaluasi diri sendiri.
2. Buatlah soal objektif HOTS untuk tes hasil belajar ranah kognitif sebanyak 5 (lima) butir
soal lengkap dengan kuncinya. Soal tersebut dilengkapi dengan Kisi-Kisi Soal. Pada
kisi-kisi tercantum identitas mata pelajaran, kelas, semester, tahun pelajaran, kurikulum
yang digunakan, capaian pembelajaran/tujuan pembelajaran/kompetensi, materi yang
dibuat soalnya, level kognitif yang diukur, indikator soal, dan jumlah soal. Soal harus
dilengkapi dengan stimulus (dapat berupa teks, gambar, skenario, tabel, grafik, wacana,
dialog, video, atau permasalahan) dan kunci soal. (Skor 55)
Jawaban :
Berikut adalah penyusunan Kisi-kisi dan Butir Soal HOTS (Higher Order Thinking
Skills) untuk ranah kognitif (C4, C5, atau C6) yang dirancang untuk tingkat Sekolah
Dasar, sesuai dengan fokus bidang kependidikan Anda.
KISI-KISI SOAL TES HASIL BELAJAR
• Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
• Kelas / Semester: V (Lima) / I (Ganjil)
• Tahun Pelajaran: 2025/2026
• Kurikulum: Kurikulum Merdeka
• Jumlah Soal: 5 Butir
• Bentuk Soal: Pilihan Ganda (Objektif)
Capaian / Tujuan Level No.
No Materi Indikator Soal
Pembelajaran Kognitif Soal
Disajikan sebuah
Menganalisis
Rantai skenario perubahan
hubungan antar
Makanan & populasi, siswa dapat L3 (C4-
1 makhluk hidup 1
Jaring memprediksi dampak Analisis)
pada suatu
Makanan berantai pada
ekosistem.
organisme lain.
Disajikan narasi
Menelaah pengaruh
Keseimbangan tentang alih fungsi L3 (C5-
2 aktivitas manusia 2
Ekosistem lahan, siswa dapat Evaluasi)
terhadap
menyimpulkan
keseimbangan dampak jangka
lingkungan. panjang terhadap
biodiversitas.
Disajikan gambar
Menganalisis sifat- percobaan optik
sifat cahaya dan sederhana, siswa
Cahaya & L3 (C4-
3 keterkaitannya dapat menentukan 3
Penglihatan Analisis)
dengan indra sifat cahaya yang
penglihatan. bekerja dan
alasannya.
Disajikan tabel data
kualitas udara, siswa
Mengevaluasi cara Sistem
dapat memilih L3 (C5-
4 menjaga kesehatan Pernapasan 4
tindakan preventif Evaluasi)
organ pernapasan. Manusia
yang paling efektif
berdasarkan data.
Disajikan ilustrasi
penggunaan alat
Mengaitkan konsep
bantu (pesawat
gaya dan gerak Gaya dan L3 (C4-
5 sederhana), siswa 5
dalam kehidupan Gerak Analisis)
dapat menganalisis
sehari-hari.
keuntungan mekanis
yang dihasilkan.
INSTRUMEN SOAL HOTS
Soal 1 (Analisis)
Stimulus: Di sebuah ekosistem sawah terdapat populasi padi, belalang, katak, dan ular.
Akibat penggunaan pestisida yang berlebihan, populasi belalang menurun drastis dalam
waktu singkat.
Pertanyaan: Dampak yang paling mungkin terjadi pada keseimbangan ekosistem tersebut
adalah...
A. Populasi katak akan meningkat karena kompetisi makanan berkurang.
B. Populasi padi meningkat pesat sementara populasi katak menurun.
C. Populasi ular tidak terpengaruh karena ular tidak memakan belalang.
D. Populasi padi menurun karena belalang yang tersisa menjadi kebal.
Kunci: B
Soal 2 (Evaluasi)
Stimulus: Sebuah desa di lereng bukit melakukan penebangan pohon besar-besaran untuk
membangun area penginapan wisata. Mereka mengganti pohon-pohon hutan dengan
tanaman hias yang akarnya pendek.
Pertanyaan: Berdasarkan kondisi tersebut, risiko lingkungan terbesar yang dihadapi
penduduk desa saat musim hujan tiba adalah...
A. Terjadinya polusi udara karena tanaman hias tidak menyerap CO2.
B. Meningkatnya debit air sungai secara drastis yang memicu banjir bandang dan longsor.
C. Menurunnya suhu udara di sekitar penginapan karena banyaknya tanaman hias.
D. Populasi hewan hutan akan berpindah ke tanaman hias tersebut.
Kunci: B
Soal 3 (Analisis)
Stimulus: [Gambar: Seseorang memasukkan pensil ke dalam gelas berisi air bening,
sehingga pensil tampak patah].
Pertanyaan: Mengapa fenomena pada gambar tersebut dapat terjadi?
A. Cahaya merambat lurus dari udara menuju air sehingga pensil terlihat patah.
B. Cahaya dipantulkan secara sempurna oleh permukaan air ke mata pengamat.
C. Cahaya mengalami pembiasan karena melewati dua medium dengan kerapatan yang
berbeda.
D. Cahaya menembus benda bening sehingga bentuk asli pensil berubah di dalam air.
Kunci: C
Soal 4 (Evaluasi)
Stimulus: Perhatikan tabel indeks kualitas udara (AQI) berikut!
• Kota A: AQI 45 (Baik)
• Kota B: AQI 155 (Tidak Sehat)
• Kota C: AQI 85 (Sedang)
Pertanyaan: Berdasarkan data tersebut, rekomendasi kesehatan yang paling tepat untuk
penduduk Kota B adalah...
A. Tetap melakukan aktivitas olahraga lari di luar ruangan seperti biasa.
B. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar dan mengurangi durasi kegiatan luar
ruangan.
C. Membuka semua jendela rumah agar sirkulasi udara luar masuk ke dalam.
D. Tidak perlu melakukan tindakan apapun karena indeks masih di bawah 200.
Kunci: B
Soal 5 (Analisis)
Stimulus: Seorang pekerja ingin menaikkan peti berat ke atas truk. Ia menggunakan
papan kayu panjang yang diletakkan miring dari lantai ke bak truk daripada
mengangkatnya langsung secara vertikal.
Pertanyaan: Keuntungan mekanis yang diperoleh pekerja dengan menggunakan strategi
tersebut adalah...
A. Berat peti menjadi berkurang sehingga beban yang dirasakan pekerja hilang.
B. Gaya yang dikeluarkan pekerja lebih kecil meskipun jarak tempuhnya menjadi lebih
jauh.
C. Waktu yang dibutuhkan untuk menaikkan peti menjadi jauh lebih singkat.
D. Energi yang dikeluarkan pekerja menjadi dua kali lipat lebih besar.
Kunci: B
Identitas Mata Pelajaran (Pelengkap)
• Mata Pelajaran: IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)
• Tujuan: Mengukur kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa terhadap
fenomena alam dan lingkungan.
• Metode Penilaian: Tes Formatif / Sumatif.
3. Buat soal uraian HOTS untuk hasil belajar ranah kognitif sebanyak 2 butir soal lengkap
beserta pedoman jawaban (pedoman penskoran). Soal tersebut dilengkapi dengan Kisi-
Kisi Soal. Pada kisi-kisi tercantum identitas mata pelajaran, kelas, semester, tahun
pelajaran, kurikulum yang digunakan, capaian pembelajaran/tujuan
pembelajaran/kompetensi, materi yang dibuat soalnya, level kognitif yang diukur,
indikator soal, dan jumlah soal. Soal harus dilengkapi dengan stimulus (dapat berupa
teks, gambar, skenario, tabel, grafik, wacana, dialog, video, atau permasalahan) dan
pedoman jawaban (pedoman penskoran) (Skor 30)
Jawaban :
Rancangan Kisi-kisi dan Butir Soal Uraian berbasis HOTS (Higher Order Thinking
Skills) untuk ranah kognitif beserta penskorannya.
KISI-KISI SOAL TES HASIL BELAJAR (URAIAN)
• Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
• Kelas / Semester: V (Lima) / I (Ganjil)
• Tahun Pelajaran: 2025/2026
• Kurikulum: Kurikulum Merdeka
• Jumlah Soal: 2 Butir
• Bentuk Soal: Uraian Bebas
Capaian / Tujuan Level
No Materi Indikator Soal No. Soal
Pembelajaran Kognitif
Disajikan sebuah kasus
Menganalisis peran ketidakseimbangan
jaringan makanan Ekosistem ekosistem akibat
L3 (C4 -
1 dalam menjaga & Jaring perburuan liar, siswa dapat 1
Analisis)
keseimbangan Makanan menganalisis dampak
ekosistem. berantai dan solusi
pemulihannya.
Mengevaluasi Disajikan ilustrasi
dampak perubahan perbandingan area resapan
L3 (C5 -
lingkungan air di kota dan desa, siswa
2 Siklus Air Evaluasi & 2
terhadap dapat mengevaluasi
C6 - Kreasi)
ketersediaan air penyebab krisis air dan
tanah. merancang solusi praktis.
INSTRUMEN SOAL URAIAN HOTS
Soal 1 (Analisis)Stimulus: Di sebuah ekosistem hutan, populasi burung hantu menurun
drastis karena diburu oleh manusia. Burung hantu adalah pemangsa utama tikus di hutan
tersebut. Penduduk desa di sekitar hutan mulai mengeluhkan banyaknya tikus yang
menyerang lumbung padi mereka. Di sisi lain, populasi pohon-pohon kecil di hutan mulai
tampak rusak karena kulit batangnya banyak dimakan oleh hewan pengerat.
Pertanyaan: Analisislah bagaimana hilangnya satu komponen (burung hantu) dapat
menyebabkan kekacauan di seluruh jaring-jaring makanan tersebut! Berikan solusi yang
paling efektif menurut Anda untuk memulihkan keseimbangan ekosistem itu tanpa
merusak populasi lainnya.
Soal 2 (Evaluasi & Kreasi)Stimulus: Perhatikan tabel perbedaan daya serap air pada
dua permukaan lahan berikut:
• Lahan A (Hutan/Taman): Mampu menyerap 80% air hujan ke dalam tanah.
• Lahan B (Beton/Aspal): Hanya mampu menyerap 10% air hujan ke dalam tanah;
sisanya menjadi air limpasan (banjir).
Di sebuah kota besar, lahan A semakin berkurang dan berubah menjadi lahan B. Hal ini
menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau panjang.
Pertanyaan: Berdasarkan data tersebut, evaluasilah mengapa pembangunan kota yang
masif dapat memicu krisis air bersih di masa depan! Rancanglah satu inovasi atau
tindakan nyata yang dapat dilakukan di rumah perkotaan agar tetap bisa membantu
penyerapan air ke dalam tanah.
PEDOMAN PENSKORAN
Pedoman Jawaban Soal 1
Kriteria Jawaban Skor Maksimal
Analisis Hubungan: Siswa menjelaskan bahwa penurunan burung
hantu menyebabkan ledakan populasi tikus (karena predator 5
berkurang).
Dampak Berantai: Siswa menjelaskan dampak terhadap komponen
5
lain (padi rusak, pohon hutan rusak) secara logis.
Solusi Tepat: Memberikan solusi berkelanjutan (misal: melarang
perburuan, reintroduksi burung hantu, atau membangun rumah 5
burung hantu/pagupon).
Total Skor Soal 1 15
Pedoman Jawaban Soal 2
Kriteria Jawaban Skor Maksimal
Evaluasi Penyebab: Siswa menjelaskan bahwa lahan beton
menghambat infiltrasi air ke akifer (cadangan air tanah), sehingga 5
siklus air terganggu.
Keterkaitan Data: Mengaitkan rendahnya daya serap lahan B
5
dengan minimnya cadangan air saat kemarau.
Rancangan Solusi: Mengusulkan ide kreatif seperti pembuatan
Lubang Biopori, Sumur Resapan, atau penggunaan Paving Block 5
berpori (Grass Block).
Total Skor Soal 2 15
Total Skor Keseluruhan: 30