No 3 Perdes Sotk 2022 Fix
No 3 Perdes Sotk 2022 Fix
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN DESA TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA
KERJA PEMERINTAH DESA GUNUNGKARUNG
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud dengan:
1. Daerah adalah Kabupaten Kuningan.
2. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur
penyelenggara Pemerintahan Daerah.
3. Bupati adalah Bupati Kuningan.
4. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai Perangkat Daerah.
5. Camat adalah pimpinan kecamatan sebagai unsur Perangkat Daerah.
6. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang
berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan,
kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak
asal-usul dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem
pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan
kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
8. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dibantu Perangkat Desa sebagai unsur
penyelenggara Pemerintahan Desa.
9. Kepala Desa adalah pimpinan Pemerintah Desa yang mempunyai wewenang
tugas dan kewajiban untuk menyelenggarkan rumah tangga desanya dan
melaksanakan tugas dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah.
10 Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disingkat dengan BPD
. adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya
merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan
ditetapkan secara demokratis.
11 Perangkat Desa adalah pembantu Kepala Desa yang terdiri dari Sekretaris
. Desa, Kepala Urusan, Kepala Seksi, Kepala Dusun, dan Staf.
12 Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh
. Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BPD.
13 Program Kerja Tahunan Perangkat Desa yang selanjutnya disingkat PKT
. Perangkat Desa adalah Program Kerja yang disusun Perangkat Desa yang
berisi rencana kegiatan sesuai tugas dan fungsinya.
14 Laporan Pelaksanaan Tugas Perangkat Desa yang selanjutnya LPT Perangkat
. Desa adalah Laporan yang disusun Perangkat Desa yang berisi hasil
pelaksanaan tugas dan fungsinya.
15 Laporan Kinerja Kepala Desa yang selanjutnya disingkat LK Kepala Desa
. adalah Laporan yang disusun Kepala Desa yang berisi capaian kinerja Kepala
Desa dalam melaksanakan tugas pemerintah desa, pembangunan desa,
pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.
16 Dusun adalah bagian wilayah dalam desa yang merupakanlingkungan kerja
. Pemerintah Desa.
17 Lembaga Kemasyarakatan Desa yang selanjutnya disingkat LKD adalah
. lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan
merupakan mitra Pemerintah Desa dalam memberdayakan masyarakat.
18 Desa Swasembada, Desa Swakarya, Desa Swadaya adalah klasifikasi tingkat
. perkembangan desa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
mengatur tingkat perkembangan desa.
19 Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disebut APBDes
. adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa.
BAB II
STRUKTUR ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS
Bagian Kesatu
Struktur Organisasi
Pasal 2
(1 Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dibantu oleh Perangkat Desa.
)
(2 Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari:
)
[Link] Desa;
[Link] Kewilayahan; dan
[Link] Teknis.
(3 Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berkedudukan sebagai unsur
) pembantu Kepala Desa.
Pasal 3
(1 Sekretariat Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf a dipimpin
) oleh Sekretaris Desa dan dibantu oleh unsur staf sekretariat.
(2 Sekretariat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling banyak terdiri atas
) 3 (tiga) Urusan yaitu Urusan Tata Usaha dan Urnum, Urusan Keuangan, dan
Urusan Perencanaan, dan paling sedikit 2 (dua) Urusan yaitu Urusan Umum dan
Perencanaan, dan Urusan Keuangan.
(3 Masing-masing Urusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dipimpin oleh
) Kepala Urusan.
Pasal 4
(1 Pelaksana Kewilayahan sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 2 ayat (2) huruf b
) merupakan unsur pembantu Kepala Desa sebagai satuan tugas kewilayahan.
(2 Jumlah Pelaksana Kewilayahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan
) secara proporsional antara Pelaksana Kewilayahan yang dibutuhkan dengan
kemampuan keuangan desa serta memperhatikan luas wilayah kerja,
karakteristik geografis, jumlah kepadatan penduduk, serta sarana prasarana
penunjang tugas dengan jumlah paling banyak 5 (lima) orang Kepala Dusun.
(3 Tugas kewilayahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi,
) penyelenggaraan Pemerintahan Desa,
Pasal 5
(1 Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf c
) merupakan unsur pernbantu Kepala Desa sebagai pelaksana tugas operasional.
(2 Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling banyak terdiri
) atas 3 (tiga) Seksi yaitu Seksi Pemerintahan, Seksi Kesejahteraan dan Seksi
Pelayanan, paling sedikit 2 (dua) Seksi yaitu Seksi Pemerintahan, serta Seksi
Kesejahteraan dan Pelayanan.
(3 Masing-masing Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dipimpin Oleh Kepala
) Seksi.
Bagian Kedua
Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas
Pasal 6
(1 Kepala Desa berkedudukan sebagai Kepala Pemerintah Desa yang memimpin
) penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
(2 Kepala Desa bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan
) pembangunan, pernbinaan kernasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.
(3 Untuk melaksanakan tugas sebagairnana dimaksud pada ayat (2) Kepala Desa
) memilikifungsi sebagai berikut:
a. Menyelenggarakan Pernerintahan Desa, seperti tata praja Pernerintahan,
penetapan peraturan di desa, pembinaan masalah pertanahan, pembinaan
ketentraman dan ketertiban, melakukan upaya perlindungan masyarakat,
administrasi kependudukan,dan penataan dan pengelolaan wilayah;
b Melaksanakan pembangunan, seperti pembangunan sarana prasarana
. perdesaan, dan pernbangunan bidang pendidikan, kesehatan;
c. Pembinaan kernasyarakatan, seperti pelaksanaan hak dan kewajiban
masyarakat, partisipasi masyarakat, sosial budaya masyarakat,
keagamaan, dan ketenagakerjaan;
d Pemberdayaan masyarakat, seperti tugas sosialisasi dan motivasi
. masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup,
pemberdayaan keluarga, pernuda, olahraga, dan karang taruna; dan
e. Menjaga hubungan kemitraan dengan lembaga masyarakat dan lembaga
Iainnya.
Pasal 7
Pasal 8
(1 Kepala Urusan berkedudukan sebagai unsur staf sekretariat.
)
(2 Kepala Urusan mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris Desa dalam
) urusan pelayanan administrasi pendukung pelaksanaan tugas-tugas
pemerintahan.
Pasal 9
(1 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat
) (2), Kepala Urusan Umum mempunyai fungsi:
a. Pengelolaan dan pembinaan administrasi urnum dan kepegawaian;
b. Pemberian dukungan administratif bagi unit organisasi di lingkungan
Pemerintah Desa; dan
c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa dan Sekretaris
Desa.
(2 Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dirnaksud pada ayat (1), Kepala
) urusan Umum mempunyai uraian tugas;
a. Melaksanakan urusan ketatausahaan seperti tata naskah, administrasi
surat menyurat, arsip, dan ekspedisi;
b. Melaksanakan penataan administrasi perangkat desa;
c. Melaksanakan pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor
Desa;
d. Menyiapkan kegiatan rapat;
e. Melaksanakan pengadministrasian asset dan inventarisasi aset dan
bertindak sebagai operator aplikasi aset Desa
f. Melaksanakan penyiapan perjalanan dinas;
g. Melaksanakan pelayanan dan urnum;
h Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Sekretaris dalam
perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan penyelenggaraan pemerintahan
Desa;
i. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada
Sekretaris Desa; dan
j. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Desa
dan Sekretaris Desa.
Pasal 10
(1 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat
) (2), Kepala Urusan Keuangan mempunyai fungsi:
a. Pengelolaan dan pembinaan administrasi keuangan;
b. Pemberian dukungan administratif di bidang keuaganbagi unit organisasi di
lingkungan Pemerintah Desa; dan
c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala
Desa dan Sekretaris Desa.
(2 Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala
) urusan Keuangan mempunyai uraian tugas .
a. Melaksanakan urusan keuangan seperti pengurusan administrasi
keuangan, administrasi sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran;
b. Melaksanakan verifikasi administrasi keuangan, dan administrasi
penghasilan Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, dan lembaga
pemerintahan desa lainnya;
c. Melaksanakan tugas sebagai bendahara Desa;
d. Melaksanakan tugas sebagai pemungut dan penyetor pajakpajak dalam
pelaksanaan APBDesa;
e. Melaksanakan tugas sebagai operator aplikasi keuangan Desa;
f. Mengumpulkan bahan-bahan dalam penyusunan APBDesa;
g. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Sekretaris dalam
perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan penyelenggaraan pemerintahan
Desa;
h. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada
Sekretaris Desa; dan
i. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Desa
dan Sekretaris Desa.
Pasal 11
(1) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat
(2), Kepala Urusan Perencanaan mempunyai fungsi:
a. Pengkoordinasian urusan perencanaan Desa;
b. Pengumpulan bahan dalam rangka perencanaan dan pelaporan
pembangunan; dan
c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa dan Sekretaris
Desa.
(2) Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) , Kepala
urusan Perencanaan mempunyai uraian tugas
a. Mengoordinasikan urusan perencanaan seperti menyusun RPJMDesa,
RKPDesa serta menyusun rencana APBDesa;
b. Menginventarisir data-data dalam rangka pembangunan;
c. Melakukan monitoring dan evaluasi program; dan
d. Melaksanakan penyusunan laporan;
e. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Sekretaris dalam
perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan penyelenggaraan pemerintahan
Desa;
f. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada
Sekretaris Desa; dan
g. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Desa
dan Sekretaris Desa.
Pasal 12
(1) Kepala Seksi berkedudukan sebagai unsur pelaksana teknis;
(2) Kepala Seksi mempunyai tugas pokok membantu Kepala Desa sebagai pelaksana
tugas operasional.
Pasal 13
(1) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 12 ayat
(2), Kepala Seksi Pemerintahan mempunyai fungsi:
a. Pengooordianasian urusan pemerintah Desa dengan BPD;
b. Pengumpulan bahan dalam rangka perencanaan dan pelaporan
pembangunan di bidang Pemerintahan meliputi regulasi, pertanahan,
pembinaan ketentraman dan ketertiban, kependudukan, profil dan
perkembangan Desa, Pajak Bumi dan Bangunan dan perlindungan
masyarakat; dan
c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa.
(2) Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi
Pemerintahan mempunyai uraian tugas
a. Menyusun perencanaan di bidang pemerintahan;
b. Melaksanakan manajemen tata praja Pemerintahan;
c. Menyusun rancangan regulasi Desa;
d. Melaksanakan pembinaan masalah pertanahan dan adiministrasi
pertanahan;
e. Melaksanakan pembinaan ketentraman dan ketertiban;
f. Melaksanakan upaya perlindungan masyarakat;
g. Melaksanakan administrasi kependudukan;
h. Melaksanakan penataan dan pengelolaan wilayah;
i. Pendataan dan pengelolaan Profil Desa;
j. Melaksanakan administrasi Pajak Bumi dan Bangunan;
k. Melaksanakan kegiatan-kegiatan desa berdasarkan kewenangan desa dalarn
bidang pemerintahan.
l. Melaksnakan koordinasi dengan instansi terkait di bidang pemerintahan;
m Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Kepala Desa dalam
. perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan penyelenggaraan pemerintahan
Desa;
n. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala
Desa melalui Sekretaris Desa; dan
o. Melaksanakan tugas kedinasan Iainnya yang diberikan oleh Kepala Desa.
Pasal 14
(1) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat
(2), Kepala Seksi Kesejahteraan mempunyai fungsi:
a. Pengooordinasian kegiatan bidang kesejahteraan;
b. Pengooordinasian kegiatan bidang kesejahteraan;
c. Pengumpulan bahan dalam rangka perencanaan dan pelaporan
pembangunan di bidang sarana prasana, pendidikan, kesehatan, pemuda,
olah raga, pemberdayaan perempuan, ekonomi, politik, lingkungan hidup,
kesejateraan sosial dan perlindungan anak; dan
d. Pelaksanaan tugas Iain yang diberikan oleh Kepala Desa.
(2 Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat
) (1) Kepala Seksi Kesejahteraan mempunyai uraian tugas :
a. Menyusun perencanaan di bidang kesejahteraan;
b. Melaksanakan pembangunan sarana prasarana/ infrastrktur perdesaan dalam
lingkup kewenangan Desa,
c. Melaksanakan pembangunan bidang pendidikan umum dalam Lingkup
kewenangan Desa;
d. Melaksanakan pembangunan dan kesehatan;
e. Melaksanakan tugas sosialisasi serta motivasi masyarakat di bidang ekonomi,
politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, dan
karang taruna dan perlindungan anak.
f. Melaksanakan pembinaan kepada kelompok perempuan, pemuda, kelopok
tani dan kelompok Iain yang bergerak di bidang kesejahteraan;
g. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatankan kapasitas
masyarakat menuju kemandiri ekonomi masyarakat;
h. pembinaan terhadap lembaga perekomian Desa;
i. Melaksanakan pemeliharaan lingkungan hidup yang bersih dan sehat;
j. Melaksanaan pembinaan di bidang olah raga masyarakat; k. Memberikan
saran dan pertimbangan kepada Kepala Kepala Desa dalam perencanaan,
pelaksanaan dan pelaporan penyelenggaraan pemerintahan Desa;
k. pertimbangan kepada Kepala Desa dalam perencanaan, pelaksanaan dan
pelaporan peyelenggaraan pemerintah Desa;
l. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala Desa
melalui Sekretaris Desa;
m. Melaksanakan tugas kedinasan Iainnya yang diberikan oleh Kepala Desa dan
Kepala Desa melalui Sekretaris Desa;
n. kegiatan-kegiatan desa berdasarkan kewenangan desa dalam bidang
kesejahteraan; dan
o. Melaksanakan tugas kedinasan Iainnya yang diberikan oleh Kepala Desa.
Pasal 15
(1) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat
(2), Kepala Seksi Pelayanan mempunyai fungsi:
a. Pengooordinasian kegiatan bidang pelayanan;
b. Pengumpulan bahan dalam rangka perencanaan pelaksanaan hak dan
kewajiban masyarakat, peningkatan partisipasi masyarakat, pelestarian nilai
soail budaya, keagamaan dan ketenagakerjaan; dan
c. Pelaksanaan tugas Iain yang diberikan oleh Kepala Desa.
(2) Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Seksi
Pelayanan mempunyai uraian tugas
a. Menyusun perencanaan bidang pelayanan;
b. Melaksanakan penyuluhan dan motivasi terhadap pelaksanaan hak dan
kewajiban masyarakat;
c. Meningkatkan upaya partisipasi masyarakat;
d. Melaksanakan pelestarian nilai sosial budaya masyarakat;
e. pembinaan terhadap organiasi keagamaan meliputi DKM, remaja masjid, MUI
dan lembaga keagamaan Iainnya;
f. Melaksanakan pembinaan kerukunan umat beragama dan antar ummat
beragama;
g. Melaksanakan koordinasi dalarn pembentukan keluarga yang sehat dan
sejahtera;
h. Melaksanakan pembinaan dalam pengembangan BAZIS;
I. pembinaan dan pelatihan terhadap angkatan kerja;
j. Memberikan pelayanan terhadap angkatan kerja;
k. Memberikan pelayanan terhadap angkatan kerja;
l. Melaksanakan kegiatan peringatan hari besar nasional, daerah, Desa dan
Keagamaan;
m. Melaksanakan kegiatan-kegiatan desa berdasarkan kewenangan desa dalarn
bidang pelayanan;
n. Melaksanakan kegiatan-kegiatan desa berdasarkan kewenangan desa dalam
bidang kesejahteraan;
o. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala Desa
melalui Sekretaris Desa; dan
p. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Desa.
Pasal 16
(1) Kepala Dusun berkedudukan sebagai unsur satuan tugas kewilayahan yang
mempunyai tugas pokok membantu Kepala Desa dalam pelaksanaan tugas
diwilayahnya.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
Kepala Dusun memiliki fungsi:
a. Pengooordinasian kegiatan di wilayah dengan perangkat Desa lainnya;
b. Pembinaan ketentraman dan ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan
masyarakat, mobilitas kependudukan, dan penataan dan pengelolaan wilayah;
dan
c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa.
(3) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Kepala Dusun mempunyai uraian tugas
a. Menyusun perencanaan dalam bidang kewilayahan’
b. Melaksanakan pernbinaan keamanan dan ketertiban masyarakat;
c. Memberikan perlindungan kepada masyarakat;
d. Menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat dan konflik antar
anggota masyarakat;
e. Melaksanakan pendataan sumber daya alam dan sumber daya manuaia di
wilayahnya;
f. Menyosialisasikan regulasi yang berkaitan dengan masyarakat;
g. menyosialisasikan program-program pemerintah, pemerintah daerah dan
pemerintah Desa;
h. Melaksanakan pengawasan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan;
i. Membantu pelaksanaan kegiatan pembangunan di wilayah kerj anya;
j. Melaksanakan pembinaan kemasyarakatan dalam meningkatkan kemampuan
dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan;
k. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptkan lingkungan yang bersih
dan sehat;
l. Meningkatkan ketaatan masyarakat terhadap peraturan perundang-undangan;
m Melaksanakan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalammenunjang
. kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan;
n. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada Kepala Desa
melalui Sekretaris Desa; dan
o. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Kepala Desa.
Pasal 17
Tugas dan fungsi selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Pasal 7, Pasal 8, Pasal 9,
Pasa] 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15 dan Pasal 16, Kepala Desa,
Sekretaris Desa, Kepala Urusan, Kepala Seksi, Kepala Dusun juga melaksanakan tugas
kewenangan desa berdasarkan hak asal usul desa sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.
BAB III
PEMBENTUKAN ORGANISASI PEMERINTAH DESA
Bagian Kesatu
Besaran Susunan Organisasi
Pasal 18
Pasal 19
Desa Swasembada sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 wajib memiliki 3 (tiga)
Urusan dan 3 (tiga) Seksi, sehingga susunan organisasi Pemerintah Desa terdiri
atas:
a. Kepala Desa
b. Sekretariat Desa, terdiri atas :
1). Urusan Tata Usaha dan Umum;
2). Urusan Keuangan; dan
3). Urusan Perencanaan.
c. Seksi, terdiri atas :
1). Seksi Pemerintahan;
2). Seksi Kesejahteraan; dan
3). Seksi Pelayanan.
d. Kepala Dusun.
Pasal 20
(1 Desa Swakarya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 dapat memiliki:
)
a. 3 (tiga) Urusan dan 3 (tiga) Seksi;
b. 2 (dua) Urusan dan 2 (dua) Seksi; atau
c. 2 (dua) Urusan dan 3 (tiga) Seksi.
(2 Penentuan jumlah Kepala Urusan dan Kepala Seksi sebagaimana dimaksud
) pada ayat (1) disesuaikan dengan luas wilayah dan kemampuan keuangan
Desa.
(3) Susunan organisasi Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a terdiri atas:
a. Kepala Desa;
b. Sekretariat Desa’ terdiri atas :
1) Urusan Tata Usaha dan Umum;
2) Urusan Keuangan; dan
3) Urusan Perencanaan.
c. Seksi, terdiri atas :
1) Seksi Pemerintahan;
2) Seksi Kesejahteraan; dan
3) Seksi Pelayanan.
d. Kepala Dusun
(4) Susunan organisasi Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf b terdiri atas:
a. Kepala Desa;
b. Sekretariat Desa, terdiri atas :
1) Urusan Umum dan Perencanaan;
2) Urusan Keuangan.
c. Seksi, terdiri atas :
1) Seksi Pemerintahan;
2) Seksi Kesejahteraan dan Pelayanan.
d. Kepala Dusun.
(5) Susunan organisasi Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf c terdiri atas:
a. Kepala Desa;
b. Sekretariat Desa, terdiri atas :
1) Urusan Umum dan Perencanaan;
2) Urusan Keuangan.
c. Seksi, terdiri atas :
1) Seksi Pemerintahan;
2) Seksi Kesejahteraan; dan
3) Seksi Pelayanan.
d. Kepala Dusun.
Pasal 21
(1 Desa Swadaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 memilild 2 (dua) Urusan dan
) 2 (dua) Seksi.
(2 Susunan organisasi Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri
) atas:
a. Kepala Desa;
b. Sekretariat Desa, terdiri atas :
1) Urusan Umum dan Perencanaan
2) Urusan Keuangan.
c. Seksi, terdiri atas :
1) Seksi Pemerintahan; dan
2) Seksi Kesejahteraan dan Pelayanan.
d. Kepala Dusun.
Pasal 22
Bagan Susunan Organisasi Pemerintah Desa yang terdiri atas 3 (tiga) Urusan dan 3 (tiga)
Seksi sebagaimana dimaksud tercantum dalam Lampiran Peraturan Desa ini;
Bagian Kedua
Tata Cara Pembentukan Organisasi Pemerintah Desa
Paragraf 1
Penyusunan dan Pembahasan Rancangan Peraturan Desa tentang Susunan Organisasi
Pemerintah Desa
Pasal 23
(1 Susunan Organisasi Pemerintah Desa ditetapkan dengan Peraturan Desa.
)
(2 Rancangan Peraturan Desa tentang Susunan Organisasi Pemerintah Desa
) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun oleh Kepala Desa dan disampaikan
kepada BPD untuk dibahas dan disepakati bersama;
(3 BPD menyelenggarakan rapat untuk membahas dan menyepakati bersama
) Rancangan Peraturan Desa tentang Susunan Organisasi Pemerintah Desa bersama
Kepala Desa;
(4 Berdasarkan kesepakatan bersama sebagaimana dimaksud padaayat
) (3), BPD menetapkan Keputusan BPD tentang Kesepakatan Rancangan
Peraturan Desa tentang Susunan OrganisasiPemerintahDesa;
(5 Tata cara pernbahasan Peraturan Desa sebagaimana din-xaksud pada ayat (3)
) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur
pedoman penyusunan peraturan di desa.
Paragraf 2
Evaluasi,Penetapan dan Pengundangan Peraturan Desa tentang
Susunan Organisasi Permerintah Desa
Pasal 24
(1) Rancangan Peraturan Desa tentang Susunan Organisasi Pemerintah Desa yang telah
disepakati bersama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (3) disampaikan oleh
Kepala Desa kepada Bupati melalui Camat paling lambat 3 (tiga) hari kerja sejak
disepakati bersama untuk dievaluasi;
(2) Tata cara evaluasi Peraturan Desa tentang Susunan Organisasi Pemerintah Desa
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai peraturan perundang-
undangan yang mengatur pedoman penyusunan peraturan di desa.
BAB IV
HUBUNGAN KERJA DAN TATA KERJA
Bagian Kesatu
Hubungan Kerja
Pasal 25
(1) Hubungan kerja antara Kepala Desa dan Perangkat Desa bersifat hierarki;
(2) Hubungan kerja antara Sekretaris Desa dengan Kepala Urusan bersifat hierarki;
(3) Hubungan kerja antara Sekretaris Desa dengan Kepala Seksi dan Kepala Dusun bersifat
koordinatif;
(4) Hubungan kerja antara Kepala Urusan, Kepala Seksi, dan Kepala Dusun bersifat
koordinatif.
Bagian Kedua
Tata Kerja
Pasal 26
Pemerintah Desa dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan tata kerja yang meliputi:
a. Hari Kerja;
b. Rencana Kerja;
c. Pelaksanaan Kerja;
d. Administrasi Kerja; dan
e. Pelaporan Kerja.
Pasal 28
Jam kerja Kepala Desa dan Perangkat Desa dalam melaksanakan tugas kewenangan desa
(1) Dalam menjalankan
berdasarkan hak asal usul tugas
sebagaimana Pasal 27 serta
dan fungsinya
dimaksud dalamuntuk mewujudkan
Pasal 17, asassesuai
dilaksanakan tertib
penyelenggara
dengan pernerintahan,
kebutuhan pelayanan Kepala desa
masyarakat Desa serta
dan Perangkat Desa hadir
penyelenggaraan di kantor desa
pernerintahan dan
desa,
mengisi daftar
pembangunan hadir
desa, kerja,
pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat
(2)
desaPenentuan hari kerja sebagaimana
dengan mempertimbangkan dimaksud
kondisi desa, dalarn Pasal pelayanan
kelancaran 26 huruf a masyarakat,
diatur dalam
Peraturan Desa tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pernerintah Desa
kelancaran koordinasi tugas dengan Pemerintah, Pemerintah provinsi dan Pemerintah dengan
mempertimbangkan kondisi desa, kelancaran
Kabupaten sesuai dengan peraturan perundangundangan pelayanan masyarakat, kelancaran
koordinasi tugas dengan Pernerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten
sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Bagian Ketiga
Hari Kerja
Pasal 29
(1) Hari kerja kantor desa ditentukan 5 (lima) hari dalam satu minggu;
(2) Hari kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah hari Senin sampai dengan hari
Jum’at;
(3) Piket adalah giliran terjadwal pada malam hari Aparat Pemerintah Desa di Kantor Desa
yang dilaksanakan Setiap hari;
(4) Setelah melaksanakan piket malam hari jam kerja kantor di istirahatkan 1 x 8 jam.
Pasal 30
(1) Jam kerja Kantor Desa ditentukan sebagai berikut :
a. Hari Senin sampai dengan hari Kamis :
Masuk : Jam 08.00 WIB
Istirahat : Jam 12.00 – 12.45 WIB
Jam pulang : Jam 15.00 WIB
b. Hari Jum’at : Masuk : Jam 08.00 WIB Istirahat : Jam 11.45 – 13.00 WIB
Jam pulang : Jam 14.30 WIB
Piket Malam :
c. Hari Senin sampai dengan Jum’at :
Masuk : Jam 20.00 WIB
Pulang : Jam 01.00 WIB
(2) Diluar Hari dan Jam Kerja bila ada Kerja diluar Jadwal maka dikeluarkan Perintah Kerja
oleh Kepala Desa.
Pasal 31
(1) Dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya serta untuk mewujudkan asas
profesionalitas, asas efektivitas dan asas efisien dalam penyelenggaraan pemerintahan
desa, Perangkat Desa wajib menyusun rencana kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal
26 huruf b,dalam bentuk PKT Perangkat Desa;
(2) PKT Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun paling Iambat 7 (tujuh)
hari kerja setelah ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.
Pasal 32
(1) Dalam hal pelaksanaan kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf c, Kepala Desa
bertanggung jawab memimpin dan mengoordinasikan bawahannya masing-masing dan
memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan;
(2) Kepala Desa dalam melaksanakan tugasnya memperhatikan petunjuk dan arahan yang
diberikan oleh Camat untuk kelancaran penyelenggaraan pemerintahan desa,
pembangunan desa, pernbinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat
desa sesuai dengan peraturan perundangundangan.
Pasal 33
(1) Dalam menjalankan tugasnya,sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf d Perangkat
Desa wajib melaksanakan administrasi desa sesuai peraturan perundang-undangan yang
mengatur tentang administrasi;
(2) Kepala Desa membagi pelaksanaan administrasi desa sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) kepada Perangkat Desa sesuai dengan tugas dan fungsi Perangkat Desa;
(3) Sekretaris Desa mengoordinasikan pelaksanaan administrasi desa Oleh Perangkat Desa
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) agar berjalan dengan tertib.
Pasal 34
(1 Dalam menjalankan tugasnya, Perangkat Desa menyusun dan menggunakan naskah dinas
) sesuai Peraturan Bupati yang mengatur tentang naskah dinas pemerintah Desa;
(2 Perangkat Desa berkewajiban menyimpan, memelihara dan mengamankan naskah dinas
) sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Pasal 35
(1) Dalam rangka mewujudkan asas keterbukaan dan asas akuntabilitas dalam
penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Perangkat Desa wajib menyusun
pelaporan kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf e, dalam bentuk LPT
Perangkat Desa;
(2) LPT Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dan
disampaikan kepada Kepala Desa melalui Sekretaris Desa dalam bentuk :
[Link] berkala meliputi:
1) Laporan Bulanan;dan
2)Laporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pada akhir tahun;
b. Laporan sewaktu-waktu dilakukan oleh Perangkat Desa untuk melaporkan
kejadian khusus atau atas perintah Kepala Desa.
Pasal 36
Pasal 37
LPT Perangkat Desa dan LK Kepala Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan
Pasal 36 digunakan untuk:
a. Bahan penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan
Desa, Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan
Desa dan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa;
b. Bahan penyusunan PKT Perangkat Desa tahun berikutnya;
c. Bahan penyusunan perencanaan Desa; dan/ atau
d. Bahan evaluasi penilaian kinerja Kepala Desa dan perangkat
BAB V
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
Pasal 38
(1 Bupati dan Camat wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Pemerintah
) Desa dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;
(2 Pembinaan oleh Bupati sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi:
) a. Memberikan pedoman penyusunan organisasi Pemerintah Desa;
b. Memberikan pedoman teknis PKT Perangkat Desa, LPT Perangkat Desa,
LK KepalaDesa;
c. Melakukan evaluasi organisasi Pemerintah Desa; dan
d. Melaksanakan pembinaan teknis pelaksanaan kewenangan desa yang
menjadi tugas dan fungsi Kepala Desa dan Perangkat Desa.
(3 Pembinaan oleh Bupati sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, b dan c
) dilaksanakan perangkat daerah teknis yang membidangi Desa;
(4 Pembinaan oleh Bupati sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d dilaksanakan
) oleh Perangkat Daerah teknis yang bidang tugasnya berkaitan dengan bidang
kewenangan desa;
(5 Pengawasan oleh Bupati sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh
) Perangkat Daerah yang melaksanakan fungsi pengawasan;
(6 Pembinaan oleh Carnat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :
) a. Fasilitasi penyusunan Peraturan Desa tentang Susunan Organisasi
Pemerintah Desa;
b. Fasilitasi pengangkatan dan pemberhentain Perangkat Desa;
c. Fasilitasi penetapan hari kerja Pemerintah Desa;
d. Fasilitasi pelaksanaan tugas Kepala Desa dan Perangkat Desa;dan
e. Fasilitasi penyusunan PKTdan LPT Kepala Desa dan Perangkat Desa.
BAB VI
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 39
(1 Dusun yang sudah ada pada saat Peraturan Desa ini diundangkan tetap sebagai dusun
) sampai dengan ada perubahan dusun;
(2 Pengangkatan jabatan untuk pertama kali setelah ditetapkan Peraturan Desa tentang
) Susunan Organisasi Pemerintah Desa ini, dilakukan oleh Kepala Desa dengan cara
pengangkatan kembali Perangkat Desa yang telah ada;
(3 Pengangkatan kembali Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
) dilaksanakan dengan ketentuan :
a. Sekretaris Desa ditempatkan sebagai Sekretaris Desa;
b. Kepala Dusun dapat diangkat kembali sebagai Kepala Dusun;
c. Kepala Seksi Pemerintahan dapat diangkat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan;
d. Kepala Seksi ekonomi Pembangunan dapat diangkat kembali sebagi kepala Seksi
Kesejahteraan;
e. Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat dapat diangkat kembali sebagai Kepala Seksi
Pelayanan;
f. Kepala Urusan umum dapat diangkat sebagai Kepala Urusan Tata Usaha dan
Umum;
g. Kepala Urusan Keuangan dapat diangkat kembali sebagai Kepala Urusan Keuangan;
h. Staf Desa dapat diangkat sebagai Kepala Urusan Perencanan.
(4 Dalam hal seluruh jabatan hasil pengangkatan kembali telah terisi dan
) masih terdapat Perangkat Desa yang belum mendapatkan jabatan,
Kepala Desa mengangkat yang bersangkutan sebagai staf urusan atau staf
seksi;
(5 Dalam hal terjadi kekosongan staf sebagaimana dimaksud pada ayat (4), Kepala Desa
) tidak melakukan pengangkatan untuk mengisi kekosongan tersebut;
(6 Selain pengangkatan kembali sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Desa dapat
) melakukan rotasi jabatan untuk kebutuhan organisasi;
(7 Kepala Desa dalam melaksanakan pengangkatan kembali sebagaimana dimaksud pada
) ayat (2) melakukan konsultasi kepada Camat;
(8 Kepala Desa wajib memberhentikan Perangkat Desa yang berakhir masa tugasnya.
)
Pasal 40
BAB VII
PENUTUP
Pasal 41
Pasal 42
Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
Peraturan Desa ini dengan penempatannya dalam Berita Desa Gunungkarung.
Ditetapkan di Gunungkarung
Pada tanggal, 10 Januari 2022
KEPALA DESA GUNUNGKARUNG
ECHIN WASDIANA
Diundangkan di Gunungkarung
Pada tanggal, 10 Januari 2022
SEKRETARIS DESA GUNUNGKARUNG
SALIM
BERITA ACARA
Pada hari ini jumat tanggal sepuluh Bulan januari tahun dua ribu
dua puluh, bertempat di kantor Kecamatan Luragung Kabupaten
Kuningan.
Berdasarkan surat dari Kepala Desa Gunungkarung nomor
142.44 / 07 /PEM, tanggal 09 Januari 2020 Perihal Rancangan Peraturan
Desa Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa
Gunungkarung Tahun 2020, Tim Kecamatan Luragung telah
melaksanakan Evaluasi Rancangan Peraturan Desa Tentang Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Gunungkarung
Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan Tahun 2020, yang
dilaksanakan oleh Tim Evaluasi Kecamatan Luragung sesuai Perundang-
undangan yang mengatur Pedoman Penyusunan Peraturan di Desa.
Demikian Berita Acara ini kami untuk dipedomani dalam
pelaksanaannya.
Ditetapkan di : Luragung
Pada Tanggal : 10 Januari 2020
Nomor : ……………………………….
Disetujui;
CAMAT LURAGUNG