Memulai Python
Memulai Python
PYTHON
Belajar Python dari Nol
IRFAN ARDIANSAH
RYAN HARA PERMANA
Cendekia
Penerbit Cendekia Press - Bandung
ii
Copyright @2023
Hak Cipta dilindungi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang
Hak Cipta. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
dengan bentuk dan cara apapun tanpa izin tertulis dari penulis.
ISBN: 978-623-5466-44-6
Cetakan Pertama, Juli 2023
Diterbitkan oleh
CV. CENDEKIA PRESS
NIB: 8120107982776
Komp. GBA Barat Blok C – 4 No. 7 Bandung
Email: penerbit@[Link]
Website: [Link]
Anggota IKAPI No 328/JBA/2018
iii
Sanksi Pelanggaran Pasal 72
1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan
sebagaimanadimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan
Pidana penjaramasing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan atau paling
sedikit Rp. 1.000.000,-(satu juta rupiah) atau pidana penjara paling lama 7
(tujuh) tahun atau dendapaling banyak Rp. [Link],- (lima milyar rupiah).
2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan memamerkan, mengedarkan,
ataumenjual kepada umum atau Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta
atauHak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana
penjarapaling lama 5 (lima) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp.
500.000.000,- (limaratus juta rupiah)
iv
PRAKATA
vi
DAFTAR ISI
PRAKATA......................................................................................................................... v
DAFTAR ISI...................................................................................................................vii
BAB I PENGANTAR PYTHON ................................................................................. 1
1.1. Mengenal Python ............................................................................................ 1
1.2. Keunggulan Python .......................................................................................3
1.3. Instalasi dan Persiapan................................................................................6
BAB II DASAR-DASAR PYTHON......................................................................... 13
2.1. Variabel dan Tipe Data.............................................................................. 14
2.2. Operasi Aritmatika dan Operator ........................................................ 20
2.3. Percabangan (If, Else, Elif) ...................................................................... 26
2.4. Perulangan (For, While)........................................................................... 43
BAB III STRUKTUR DATA..................................................................................... 59
3.1. List ...................................................................................................................... 60
3.2. Tuple .................................................................................................................. 64
3.3. Set........................................................................................................................ 68
3.4. Dictionary........................................................................................................72
3.5. Perbedaan List, Tuple, Set dan Dictionary ...................................... 77
BAB IV FUNGSI DAN PROSEDUR DALAM PYTHON ................................. 83
4.1. Bagaimana Fungsi Bekerja?.................................................................... 84
4.2. Kapan return Digunakan? ....................................................................... 87
4.3. Contoh Penggunaan Fungsi .................................................................... 89
4.4. Pengembangan Aplikasi Sederhana ................................................... 94
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................... 97
vii
viii
BAB I
PENGANTAR PYTHON
1.1. Mengenal Python
Python adalah bahasa pemrograman yang populer
dan banyak digunakan di berbagai bidang, mulai dari
pengembangan web, analisis data, kecerdasan buatan,
hingga pengembangan perangkat lunak umum. Python
diciptakan oleh Guido van Rossum dan pertama kali
dirilis pada tahun 1991. Python dikenal dengan sintaks
yang mudah dibaca dan dipahami, serta dukungan
komunitas yang luas.
1. Sejarah dan Evolusi Python
Python pertama kali dikembangkan oleh Guido van
Rossum pada akhir tahun 1980-an di Centrum Wiskunde
& Informatica (CWI) di Belanda. Nama Python sendiri
diambil dari acara televisi favorit Van Rossum saat itu,
yaitu "Monty Python's Flying Circus".
Berikut adalah beberapa momen penting dalam
sejarah Python:
• Python 1.0: Dirilis pada Januari 1994, versi ini
menampilkan fitur dasar Python yang masih
1
digunakan hingga saat ini, seperti penanganan
pengecualian dan dukungan untuk fungsi dan modul.
• Python 2.0: Dirilis pada Oktober 2000, versi ini
menghadirkan fitur-fitur penting seperti dukungan
Unicode dan garbage collector yang lebih baik.
• Python 3.0: Dirilis pada Desember 2008, versi ini
dikenal sebagai versi yang "memecah" kompatibilitas
dengan versi sebelumnya, karena beberapa
perubahan pada sintaks dan fitur. Namun, Python 3
dirancang untuk menjadi lebih bersih dan lebih
konsisten daripada versi sebelumnya.
2. Mengapa Python Populer?
Python menjadi populer karena beberapa alasan:
• Mudah dipelajari: Python memiliki sintaks yang
sederhana dan mudah dibaca, sehingga cocok bagi
pemula yang baru memulai belajar pemrograman.
• Portabilitas: Python tersedia di berbagai platform,
seperti Windows, macOS, dan Linux. Hal ini
memudahkan pengguna untuk menjalankan kode
Python di lingkungan yang berbeda.
• Komunitas yang besar: Python memiliki komunitas
yang besar dan aktif, yang terus berkontribusi untuk
2
mengembangkan bahasa ini serta pustaka yang
mendukungnya.
• Pustaka yang kaya: Python memiliki pustaka standar
yang sangat lengkap, serta banyak pustaka eksternal
yang dikembangkan oleh komunitas. Hal ini
memudahkan pengguna Python untuk menemukan
solusi bagi berbagai masalah yang mereka hadapi.
• Fleksibilitas: Python dapat digunakan untuk berbagai
keperluan, seperti pengembangan web, analisis data,
kecerdasan buatan, automasi, dan sebagainya.
• Python terus berkembang dan menjadi pilihan utama
bagi banyak pengembang, serta perusahaan di
3
•
Sintaks yang sederhana: Python memiliki sintaks yang
sederhana dan mudah dibaca, yang memungkinkan
pemula untuk lebih cepat memahami konsep
pemrograman. Selain itu, sintaks yang sederhana ini
juga memudahkan pengembang dalam menulis dan
memelihara kode.
• Portabilitas dan interoperabilitas: Python tersedia di
berbagai platform seperti Windows, macOS, dan
Linux. Kode yang ditulis dalam Python bisa dengan
mudah dijalankan di platform yang berbeda tanpa
perlu modifikasi yang signifikan. Selain itu, Python
juga bisa berinteraksi dengan kode yang ditulis dalam
bahasa pemrograman lain, seperti C, C++, dan Java.
• Dukungan pustaka yang kaya: Python memiliki
pustaka standar yang sangat lengkap, serta ribuan
pustaka eksternal yang dikembangkan oleh
komunitas. Hal ini memudahkan pengguna Python
untuk menemukan solusi bagi berbagai masalah yang
mereka hadapi, tanpa perlu menulis kode dari awal.
• Komunitas yang besar dan aktif: Python didukung
oleh komunitas yang besar dan aktif, yang terus
berkontribusi untuk mengembangkan bahasa ini
serta pustaka yang mendukungnya. Dukungan
4
komunitas ini membantu pengguna Python dalam
memecahkan masalah, serta memperoleh sumber
daya dan tutorial yang berkualitas.
6
diperlukan seiring perkembangan kita dalam
mempelajari Python.
Mari kita mulai dengan menginstal Python dan
mengatur lingkungan pemrograman yang akan menjadi
fondasi bagi perjalanan kita dalam mempelajari bahasa
pemrograman yang menarik ini.
1. Instalasi Python di Windows
Dalam subbab ini, kita akan belajar cara mengunduh
dan menginstal Python di sistem operasi Windows. Ikuti
langkah- langkah berikut untuk menginstal Python
dengan benar, termasuk konfigurasi PATH Environment
dan pustaka TCL/TK.
Langkah 1 : Mengunduh Python
1. Buka browser Anda dan kunjungi situs web resmi
Python di [Link]
2. Klik tombol " Downloads " di bagian atas halaman .
3. Di bawah judul "Python for Windows ", klik tombol
" Download Python x.x.x " (x.x.x adalah versi terbaru
saat ini) .
4. File instalasi Python akan diunduh ke komputer Anda.
Langkah 2 : Menginstal Python
5. Buka folder tempat Anda menyimpan file instalasi
Python yang baru saja diunduh.
7
6. Klik kanan pada file tersebut dan pilih " Run as
administrator" .
• PyCharm
• Jupyter Notebook
• Atom
9
• Sublime Text
Untuk pemula, kami merekomendasikan Visual
Studio Code atau PyCharm Community Edition. Kedua
IDE ini gratis, memiliki dukungan komunitas yang luas,
dan menyediakan fitur-fitur yang membantu
pengembangan Python, seperti linting, autocompletion,
dan debugging.
6. Mengunduh dan Menginstal IDE
Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan Visual
Studio Code sebagai contoh:
• Buka browser Anda dan kunjungi situs web resmi
Visual Studio Code di [Link]
• Klik tombol "Download for Windows" (atau pilih
sistem operasi yang sesuai) untuk mengunduh
installer VSCode.
• Setelah selesai mengunduh, jalankan installer dan
ikuti langkah-langkah yang disajikan untuk
menginstal VSCode.
• Menghubungkan IDE dengan Python
Setelah menginstal IDE, kita perlu
menghubungkannya dengan Python. Di Visual Studio
Code, kita perlu menginstal ekstensi Python:
10
• Buka Visual Studio Code.
• Klik ikon "Extensions" di bilah samping sebelah kiri
(atau tekan Ctrl + Shift + X).
• Di kolom pencarian, ketik "Python" dan tekan Enter.
print("Hello, Python!")
11
Ctrl + Alt + N jika sudah menginstal ekstensi "Code
Runner".
Jika semuanya berjalan dengan baik, Anda akan
melihat pesan "Hello, Python!" muncul di terminal. Ini
berarti Anda telah berhasil mengatur lingkungan
pemrograman Python dengan IDE yang Anda pilih.
Sekarang Anda siap untuk mulai menulis kode Python
menggunakan IDE Anda dan mempelajari lebih lanjut
tentang bahasa pemrograman ini.
12
BAB II
DASAR-DASAR PYTHON
Setelah berhasil menginstal dan mengatur
lingkungan pemrograman Python, saatnya untuk
memulai perjalanan kita dalam mempelajari dasar-dasar
bahasa pemrograman Python. Bab ini akan membahas
konsep-konsep fundamental yang perlu Anda pahami
sebelum melanjutkan ke topik yang lebih kompleks.
Kita akan memulai dengan mempelajari sintaks
dasar Python, termasuk cara menulis dan menjalankan
program sederhana. Selanjutnya, kita akan
mengeksplorasi berbagai tipe data dan struktur data yang
umum digunakan dalam Python, serta cara
menggunakannya untuk memecahkan masalah sehari-
hari.
Kemudian, kita akan membahas kontrol aliran
dalam Python, seperti percabangan dan perulangan, yang
akan membantu kita dalam menulis kode yang lebih
fleksibel dan dinamis. Selain itu, kita juga akan
mempelajari konsep fungsi, yang memungkinkan kita
untuk mengorganisir kode dengan lebih efisien dan
mengurangi redundansi.
13
Dengan memahami konsep-konsep dasar yang
dibahas dalam bab ini, Anda akan memiliki fondasi yang
kuat untuk mempelajari topik yang lebih maju dan
mengembangkan aplikasi Python yang lebih kompleks.
Mari kita mulai dengan mempelajari dasar-dasar Python
dan membuka pintu menuju dunia pemrograman yang
lebih luas!
14
menggunakannya untuk memecahkan masalah dalam
pengembangan aplikasi Anda. Mari kita mulai dengan
mempelajari tentang variabel dan berbagai tipe data yang
tersedia dalam Python.
1. Variabel
Variabel adalah tempat penyimpanan di dalam
memori yang digunakan untuk menyimpan nilai. Dalam
bahasa pemrograman, seperti Python, variabel
digunakan untuk menyimpan data yang diperlukan oleh
program. Setiap variabel memiliki nama yang unik yang
mengidentifikasikannya, dan Anda dapat mengakses,
memodifikasi, atau menghapus nilai yang disimpan
dalam variabel dengan merujuk ke namanya.
2. Mendeklarasikan dan Menggunakan Variabel
dalam Python
Dalam Python, Anda tidak perlu mendeklarasikan
tipe data variabel secara eksplisit. Python akan secara
otomatis menentukan tipe data berdasarkan nilai yang
Anda berikan saat membuat variabel. Anda dapat
mendeklarasikan variabel dengan menggunakan tanda
sama dengan (=) untuk mengaitkan nama variabel
dengan nilai yang ingin Anda simpan.
15
Berikut adalah cara membuat dan menggunakan
variabel dalam Python:
# Mendeklarasikan variabel
nama = "John Doe"
umur = 25
tinggi = 175.5
apakah_pelajar = True
# Menggunakan variabel
print("Nama:", nama)
print("Umur:", umur)
print("Tinggi:", tinggi)
print("Apakah pelajar?", apakah_pelajar)
16
•
Nama variabel tidak boleh menggunakan kata kunci
yang telah didefinisikan oleh Python, seperti if, else,
while, dll .
Contoh nama variabel yang valid:
nama_lengkap =
" John Doe "
umur = 25
tinggi badan =
175.5
1nama =
" John Doe " # Dimulai dengan angka
=
umur - pelajar 25 # Menggunakan karakter
ilegal ( - )
if " condition "
=
# Menggunakan kata kunci
yang didefinisikan oleh Python
17
bentuk, seperti angka, teks, atau nilai boolean. Dalam
Python, beberapa tipe data dasar yang umum digunakan
adalah:
•
umur = 25
harga = 10000
print("Umur:", umur)
print("Harga:", harga)
18
mendeklarasikan variabel float dengan memberikan nilai
desimal ke variabel atau menggunakan tanda . setelah
bilangan bulat.
tinggi = 175.5
pi = 3.14
print("Tinggi:", tinggi)
print("Nilai Pi:", pi)
c. String (Teks)
print("Nama:", nama)
print("Alamat:", alamat)
apakah_pelajar = True
19
apakah_karyawan = False
20
mengendalikan aliran program, seperti operator
perbandingan dan logika.
Dengan memahami operasi aritmatika dan operator
dalam Python, Anda akan memiliki alat yang diperlukan
untuk menulis kode yang lebih kompleks dan menangani
berbagai situasi yang mungkin muncul dalam
pengembangan aplikasi Anda. Mari kita mulai dengan
mempelajari operasi aritmatika dan operator yang
tersedia dalam Python.
1. Operasi Aritmatika
Operasi aritmatika adalah operasi matematika
dasar yang digunakan untuk menghitung nilai numerik.
Dalam Python, Anda dapat melakukan operasi aritmatika
seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian,
pembagian, dan lainnya dengan menggunakan operator
aritmatika.
Berikut adalah operator aritmatika dasar dalam
Python:
• Penjumlahan (+)
• Pengurangan (-)
• Perkalian (*)
• Pembagian (/)
• Sisa bagi (modulo) (%)
21
•
Eksponen (pangkat) (**)
•
Pembagian bulat (//)
2. Menggunakan Operasi Aritmatika dalam Python
Berikut adalah cara menggunakan operator
a 10
b 3
# Penjumlahan
jumlah =
a + b
print ( " Penjumlahan : " , jumlah )
# Pengurangan
kurang =
a b
# Perkalian
kali =
a * b
print ( " Perkalian : " , kali )
# Pembagian
bagi =
a / b
print ( " Pembagian : " , bagi )
# Eksponen ( pangkat )
pangkat a ** b
=
# Pembagian bulat
pembagian_bulat a // b =
22
Dalam contoh di atas, kita mendeklarasikan dua
variabel a dan b dengan nilai 10 dan 3. Kemudian, kita
menggunakan operator aritmatika untuk menghitung
hasil berbagai operasi aritmatika dan menampilkannya
menggunakan fungsi print().
Dengan memahami dan menguasai operasi
aritmatika dalam Python, Anda akan dapat menulis kode
yang lebih kompleks dan mengatasi berbagai masalah
a = 10
b = 3
# Sama dengan
print("a sama dengan b?", a == b)
24
b. Operator Logika
•
not: Mengembalikan kebalikan dari ekspresi boolean
Berikut adalah cara menggunakan operator logika
dalam Python :
nilai =
85
hadir =
90
25
print("Apakah siswa tidak lulus?",
tidak_lulus)
umur = 20
27
memeriksa apakah umur tersebut lebih besar atau sama
dengan 17. Jika kondisi ini terpenuhi, maka blok kode di
dalam pernyataan if akan dieksekusi, dan pesan "Anda
sudah cukup umur untuk mengendarai mobil." akan
ditampilkan.
Perhatikan bahwa blok kode di dalam pernyataan if
diindentasi menggunakan spasi atau tab. Indentasi ini
penting dalam Python, karena menentukan blok kode
yang termasuk dalam pernyataan if.
a. Percabangan If Ganda
Percabangan if ganda digunakan ketika Anda ingin
memeriksa beberapa kondisi secara terpisah. Dalam
kasus ini, Anda dapat menggunakan beberapa pernyataan
if yang berbeda untuk memeriksa setiap kondisi.
Berikut adalah contoh penggunaan percabangan if
ganda dalam kode Python:
nilai = 75
hadir = 85
28
Dalam contoh di atas, kita memiliki variabel nilai
dan hadir. Kita menggunakan dua pernyataan if yang
berbeda untuk memeriksa apakah nilai dan kehadiran
memenuhi syarat untuk lulus. Jika salah satu kondisi
terpenuhi, blok kode di dalam pernyataan if yang
bersangkutan akan dieksekusi.
b. Percabangan If Bertingkat
Percabangan if bertingkat digunakan ketika Anda
ingin memeriksa beberapa kondisi dalam urutan
tertentu. Dalam kasus ini, Anda dapat mengecek kondisi
berikutnya menggunakan pernyataan if lain di dalam blok
kode pernyataan if sebelumnya.
Berikut adalah contoh penggunaan percabangan if
bertingkat dalam kode Python:
umur = 18
29
Dalam contoh di atas, kita memiliki variabel umur
dengan nilai 18. Kita menggunakan pernyataan if pertama
untuk memeriksa apakah umur tersebut lebih besar atau
sama dengan 13. Jika kondisi ini terpenuhi, kita
menampilkan pesan "Anda sudah remaja." dan kemudian
memeriksa kondisi berikutnya menggunakan pernyataan
if kedua di dalam blok kode pernyataan if pertama. Jika
umur juga lebih besar atau sama dengan 17, kita
menampilkan pesan "Anda sudah cukup umur untuk
mengendarai mobil."
Dengan memahami percabangan if ganda dan if
bertingkat, Anda dapat menulis kode yang lebih kompleks
dan mengendalikan aliran program dengan lebih efisien,
tergantung pada kondisi yang diberikan.
Dengan memahami dan menguasai percabangan if,
Anda dapat menulis kode yang lebih dinamis dan
mengendalikan aliran program berdasarkan kondisi yang
diberikan. Selanjutnya, kita akan membahas pernyataan
else dan elif untuk membuat percabangan yang lebih
kompleks.
3. Percabangan If - Else
Percabangan if - else adalah struktur kontrol yang
digunakan untuk menjalankan satu blok kode jika kondisi
30
yang diberikan bernilai True, dan menjalankan blok kode
lain jika kondisi tersebut bernilai False. Dengan
percabangan if - else, Anda dapat membuat program yang
lebih responsif dengan menentukan aksi yang berbeda
tergantung pada hasil evaluasi kondisi.
4. Menggunakan Percabangan If - Else dalam
Python
Berikut adalah cara menggunakan pernyataan if -
else dalam Python:
umur = 15
harga_baju = 150000
uang_dompet = 180000
33
Dalam contoh ini, kita menggunakan percabangan if
- else untuk menentukan apakah seseorang memiliki
cukup uang untuk membeli baju. Jika uang cukup,
program akan mencetak pesan bahwa baju dapat dibeli
dan menampilkan sisa uang. Jika uang tidak cukup,
program akan mencetak pesan bahwa uang tidak cukup
dan menampilkan jumlah uang yang diperlukan untuk
membeli baju.
Dengan memahami dan menguasai percabangan if -
else, Anda dapat menulis kode yang lebih dinamis dan
mengendalikan aliran program berdasarkan kondisi yang
diberikan. Selanjutnya, kita akan membahas pernyataan
elif untuk membuat percabangan yang lebih kompleks.
5. Percabangan If - Elif
Percabangan if - elif adalah struktur kontrol yang
digunakan untuk menjalankan blok kode berdasarkan
kondisi tertentu, dan memeriksa kondisi lain jika kondisi
sebelumnya bernilai False. Dengan percabangan if - elif,
Anda dapat membuat program yang lebih responsif
dengan menentukan aksi yang berbeda tergantung pada
hasil evaluasi beberapa kondisi secara berurutan.
6. Menggunakan Percabangan If - Elif dalam
Python
34
Berikut adalah cara menggunakan pernyataan if -
elif dalam Python:
nilai = 80
35
blok kode yang termasuk dalam masing-masing
pernyataan.
Berikut adalah contoh lain yang lebih menarik
mengenai penggunaan percabangan if - elif dalam situasi
dunia nyata, dengan penjelasan yang komprehensif:
suhu = 25
if suhu < 0:
print("Cuaca sangat dingin, kenakan
pakaian tebal.")
elif suhu < 10:
print("Cuaca dingin, kenakan jaket.")
elif suhu < 20:
print("Cuaca sejuk, kenakan sweater.")
elif suhu < 30:
print("Cuaca hangat, kenakan pakaian
ringan.")
elif suhu < 40:
print("Cuaca sangat hangat, pakailah
pakaian yang nyaman.")
else:
print("Cuaca sangat panas, hati-hati
dengan kepanasan.")
36
bahwa cuaca sangat dingin dan saran untuk
mengenakan pakaian tebal.
• elif suhu < 10:: Jika suhu tidak kurang dari 0 derajat,
memeriksa apakah suhu kurang dari 10 derajat.
• print("Cuaca dingin, kenakan jaket."): Jika suhu
kurang dari 10 derajat, mencetak pesan bahwa cuaca
dingin dan saran untuk mengenakan jaket.
• elif suhu < 20:: Jika suhu tidak kurang dari 10 derajat,
memeriksa apakah suhu kurang dari 20 derajat.
• print("Cuaca sejuk, kenakan sweater."): Jika suhu
kurang dari 20 derajat, mencetak pesan bahwa cuaca
sejuk dan saran untuk mengenakan sweater.
• elif suhu < 30:: Jika suhu tidak kurang dari 20 derajat,
memeriksa apakah suhu kurang dari 30 derajat.
• print("Cuaca hangat, kenakan pakaian ringan."): Jika
suhu kurang dari 30 derajat, mencetak pesan bahwa
cuaca hangat dan saran untuk mengenakan pakaian
ringan.
• elif suhu < 40:: Jika suhu tidak kurang dari 30 derajat,
memeriksa apakah suhu kurang dari 40 derajat.
• print("Cuaca sangat hangat, pakailah pakaian yang
nyaman."): Jika suhu kurang dari 40 derajat, mencetak
37
pesan bahwa cuaca sangat hangat dan saran untuk
mengenakan pakaian yang nyaman.
• else:: Jika suhu tidak kurang dari 40 derajat,
menjalankan blok kode berikutnya.
• print("Cuaca sangat panas, hati-hati dengan
kepanasan."): Mencetak pesan bahwa cuaca sangat
panas dan saran untuk berhati-hati dengan
kepanasan.
Dalam contoh ini, kita menggunakan percabangan if
- elif untuk menentukan saran pakaian yang sesuai
berdasarkan suhu. Jika suhu di bawah 0 derajat, program
akan mencetak pesan bahwa cuaca sangat dingin dan
menyarankan pengguna untuk mengenakan pakaian
tebal. Jika suhu di antara 0 hingga 10 derajat, program
akan mencetak pesan bahwa cuaca dingin dan
menyarankan pengguna untuk mengenakan jaket.
Kondisi ini berlanjut hingga mencapai kondisi else, yang
akan menangani suhu di atas 40 derajat.
Dengan menggunakan percabangan if - elif, Anda
dapat menulis kode yang lebih dinamis dan
mengendalikan aliran program berdasarkan kondisi yang
diberikan. Contoh di atas menunjukkan bagaimana Anda
dapat menggunakan percabangan if - elif untuk membuat
38
program yang memberikan saran pakaian berdasarkan
suhu yang ada.
Dengan memahami dan menguasai percabangan if -
elif, Anda dapat menulis kode yang lebih dinamis dan
mengendalikan aliran program berdasarkan kondisi yang
diberikan. Anda juga bisa menambahkan pernyataan else
pada akhir percabangan untuk menangani kasus ketika
semua kondisi if dan elif sebelumnya bernilai False.
7. Percabangan If - Elif - Else
Percabangan if - elif - else adalah struktur kontrol
yang digunakan untuk menjalankan blok kode
berdasarkan kondisi tertentu, memeriksa kondisi lain
jika kondisi sebelumnya bernilai False, dan menentukan
blok kode terakhir yang akan dijalankan jika semua
kondisi if dan elif sebelumnya bernilai False. Dengan
percabangan if - elif - else, Anda dapat membuat program
yang lebih responsif dengan menentukan aksi yang
berbeda tergantung pada hasil evaluasi beberapa kondisi
secara berurutan.
8. Menggunakan Percabangan If - Elif - Else dalam
Python
Berikut adalah cara menggunakan pernyataan if -
elif - else dalam Python:
39
nilai = 55
umur = 35
41
•
elif umur < 18:: Jika umur tidak kurang dari 13 tahun,
memeriksa apakah umur kurang dari 18 tahun .
•
status = " remaja" : Jika umur kurang dari 18 tahun,
mengatur status usia sebagai " remaja " .
•
elif umur < 60:: Jika umur tidak kurang dari 18 tahun,
memeriksa apakah umur kurang dari 60 tahun.
• status = " dewasa " : Jika umur kurang dari 60 tahun,
42
tahun, program akan mencetak pesan bahwa status usia
mereka adalah "remaja", dan seterusnya.
Dengan menggunakan percabangan if - elif - else,
Anda dapat menulis kode yang lebih dinamis dan
mengendalikan aliran program berdasarkan kondisi yang
diberikan. Contoh di atas menunjukkan bagaimana Anda
dapat menggunakan percabangan if - elif - else untuk
membuat program yang menentukan status usia
43
beberapa kali hingga kondisi tertentu terpenuhi. Python
menyediakan dua jenis perulangan, yaitu perulangan for
dan perulangan while. Keduanya memiliki kegunaan dan
kelebihan tersendiri, tergantung pada situasi dan
kebutuhan kita.
Dalam bab ini, kita akan membahas tentang
perulangan for dan while. Anda akan mempelajari cara
menggunakan perulangan for untuk mengulangi blok
kode dengan jumlah iterasi yang telah ditentukan
sebelumnya, dan perulangan while untuk mengulangi
blok kode selama kondisi tertentu masih terpenuhi.
Selain itu, kita akan membahas berbagai teknik dan
contoh yang dapat membantu Anda memahami
perulangan dan menggunakannya secara efisien dalam
kode Python Anda.
1. Perulangan For
Perulangan for adalah struktur kontrol yang
digunakan untuk mengulangi blok kode sejumlah kali
yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam Python,
perulangan for umumnya digunakan bersama dengan
fungsi range() atau objek iterable seperti daftar, tuple,
dan set.
2. Menggunakan Perulangan For dalam Python
44
Berikut adalah cara menggunakan perulangan for
dalam Python:
for i in range(5):
print(i)
for b in buah:
print(b)
45
Dalam contoh ini, kita memiliki daftar buah yang
berisi beberapa jenis buah. Kita menggunakan
perulangan for untuk mengulangi setiap elemen dalam
daftar tersebut. Pada setiap iterasi, variabel b akan diisi
dengan elemen berikutnya dalam daftar buah, dan blok
kode di dalam perulangan for akan dieksekusi. Hasilnya,
nama-nama buah dalam daftar akan dicetak satu per satu.
Berikut adalah contoh menarik yang melibatkan
perulangan for dalam operasi matematika. Kita akan
mencari jumlah deret aritmatika menggunakan
perulangan for. Misalnya, kita ingin menghitung jumlah
deret aritmatika dari 1 hingga 10.
n = 10
jumlah = 0
46
• jumlah = 0: Inisialisasi variabel jumlah untuk
menyimpan hasil penjumlahan deret.
48
•
for nilai in nilai_siswa:: Membuat perulangan for yang
akan beriterasi melalui setiap nilai dalam daftar
nilai_siswa.
• 3-11 . Percabangan if- elif- else untuk
49
elif-else untuk menentukan kategori siswa berdasarkan
nilai yang mereka peroleh. Setelah itu, kita mencetak hasil
kategori siswa.
Contoh ini menunjukkan bagaimana Anda dapat
menggunakan kombinasi perulangan for dan
percabangan if-elif-else untuk menyelesaikan
permasalahan dunia nyata seperti mengelompokkan
siswa berdasarkan nilai ujian.
Dengan memahami dan menguasai perulangan for,
Anda dapat menulis kode yang lebih efisien dan ringkas,
angka = 1
n = 10
i = 1
jumlah_ganjil = 0
while i <= n:
if i % 2 != 0:
jumlah_ganjil += i
i += 1
51
print(f"Jumlah deret bilangan ganjil dari 1
hingga {n} adalah {jumlah_ganjil}")
angka = 1000
fib1, fib2 0,1
fibonacci ==0
52
Penjelasan Baris per Baris:
53
lebih besar dari angka yang diberikan. Pada setiap iterasi,
kita menghitung bilangan Fibonacci berikutnya dan
memeriksa apakah bilangan ini lebih besar dari angka
yang diberikan. Jika kondisi ini terpenuhi, perulangan
berakhir, dan kita mencetak bilangan Fibonacci yang
ditemukan.
Contoh ini menunjukkan bagaimana Anda dapat
menggunakan perulangan while untuk menyelesaikan
permasalahan dunia nyata yang melibatkan deret angka,
seperti deret Fibonacci. Dalam hal ini, perulangan while
memberikan kontrol yang baik atas jumlah iterasi yang
tidak diketahui sebelumnya.
Berikut adalah contoh aplikasi dunia nyata yang
menggunakan kombinasi perulangan while dan
percabangan if-elif-else. Dalam contoh ini, kita akan
membuat program yang meminta pengguna untuk
memasukkan angka dan mengelompokkan angka
tersebut berdasarkan kategorinya (positif, negatif, atau
nol). Program akan terus meminta masukan hingga
pengguna memasukkan angka -999.
while True:
angka = int(input("Masukkan angka (-999
untuk keluar): "))
54
if angka == -999:
print("Terima kasih telah menggunakan
program ini!")
break
elif angka > 0:
kategori = "positif"
elif angka < 0:
kategori = "negatif"
else:
kategori = "nol"
55
• Jika angka kurang dari 0, angka tersebut
dikategorikan sebagai "negatif".
• Jika angka sama dengan 0, angka tersebut
dikategorikan sebagai "nol".
• print(f"Angka {angka} merupakan angka
{kategori}."): Mencetak hasil kategori angka yang
dimasukkan pengguna.
Dalam contoh ini, kita menggunakan perulangan
while untuk meminta masukan angka dari pengguna
hingga pengguna memutuskan untuk keluar dengan
memasukkan angka -999. Pada setiap iterasi, kita
menggunakan percabangan if-elif-else untuk
menentukan kategori angka yang dimasukkan pengguna.
Setelah itu, kita mencetak hasil kategori angka tersebut.
Contoh ini menunjukkan bagaimana Anda dapat
menggunakan kombinasi perulangan while dan
percabangan if-elif-else untuk menyelesaikan
permasalahan dunia nyata seperti mengelompokkan
angka berdasarkan kategorinya.
Dengan memahami dan menguasai perulangan
while, Anda dapat menulis kode yang lebih efisien dan
fleksibel, serta mengendalikan aliran program dengan
lebih baik. Perulangan while sangat berguna dalam
56
berbagai situasi, terutama ketika jumlah iterasi tidak
diketahui sebelumnya atau perlu berubah selama
eksekusi program.
57
58
BAB III
STRUKTUR DATA
Dalam bab ini, kita akan membahas struktur data
yang ada dalam bahasa pemrograman Python. Struktur
data adalah cara yang digunakan untuk menyimpan dan
mengatur data dalam komputer, sehingga dapat diakses
dan dimanipulasi secara efisien dan efektif. Struktur data
yang tepat akan membantu Anda menangani data dengan
lebih mudah dan membuat kode Anda lebih mudah untuk
dibaca dan dikelola.
Python menyediakan beberapa struktur data
bawaan, seperti list, tuple, set, dan dictionary. Setiap
struktur data ini memiliki karakteristik dan kegunaan
yang berbeda, serta metode dan operasi yang
berhubungan dengannya.
Dalam bab ini, Anda akan mempelajari tentang:
• List: koleksi data yang berurutan, dapat diubah, dan
dapat berisi elemen yang berbeda.
• Tuple: koleksi data yang berurutan, tidak dapat
diubah, dan dapat berisi elemen yang berbeda.
• Set: koleksi data yang tidak berurutan dan tidak
berindeks, serta tidak memiliki elemen duplikat.
59
• Dictionary: koleksi data yang tidak berurutan dan
berindeks, dengan pasangan kunci-nilai yang unik.
Dengan memahami dan menguasai struktur data
ini, Anda akan dapat menyimpan dan mengelola data
dengan lebih efisien, serta menemukan solusi yang lebih
efektif untuk berbagai permasalahan pemrograman.
3.1. List
List adalah struktur data di Python yang digunakan
untuk menyimpan kumpulan data yang berurutan.
Elemen dalam list dapat diakses melalui indeks, yang
dimulai dari angka 0 untuk elemen pertama. List bersifat
dinamis, sehingga Anda dapat menambahkan,
menghapus, atau memodifikasi elemen dengan mudah.
Berikut adalah beberapa contoh dasar tentang cara
menggunakan list dalam Python:
1. Membuat List
Untuk membuat list, Anda perlu menggunakan
tanda kurung siku [] dan memisahkan setiap elemen
angka = [1, 2, 3, 4, 5]
nama = ["Budi", "Susi", "Rina"]
60
campuran = [1, "dua", 3.0, True]
angka = [1, 2, 3, 4, 5]
print(angka[0]) # Output: 1
print(angka[2]) # Output: 3
print(angka[-1]) # Output: 5
print(angka[-3]) # Output: 3
angka = [1, 2, 3, 4, 5]
[Link](6)
print(angka) # Output: [1, 2, 3, 4, 5, 6]
5. Slicing List
Slicing adalah teknik untuk memotong bagian dari
list. Anda dapat menggunakan indeks dan titik dua : untuk
menentukan awal dan akhir potongan.
angka = [1, 2, 3, 4, 5]
potongan = angka[1:4]
print(potongan)
# Output: [2, 3, 4]
62
Berikut adalah contoh penggunaan list dalam dunia
nyata untuk mengelola data pelanggan di sebuah toko:
# Menghapus pelanggan
[Link]("Agus")
print(pelanggan) # Output: ['Budi', 'Susi',
'Rina', 'Mira', 'Yuni']
63
• 6-7. Mengurutkan daftar pelanggan menggunakan
metode sort().
• Menampilkan jumlah pelanggan dengan fungsi len().
• Menampilkan tiga pelanggan pertama dengan slicing
list.
Dalam contoh ini, kita menggunakan list untuk
menyimpan dan mengelola data pelanggan di sebuah
toko. Kita menambahkan dan menghapus pelanggan,
mengurutkan daftar pelanggan, menampilkan jumlah
pelanggan, dan menampilkan beberapa pelanggan
pertama dari list. Contoh ini menunjukkan bagaimana list
dapat digunakan untuk mengelola data dalam aplikasi
dunia nyata.
3.2. Tuple
Tuple adalah struktur data di Python yang mirip
dengan list, tetapi bersifat tidak dapat diubah
(immutable). Artinya, setelah tuple dibuat, Anda tidak
dapat menambahkan, menghapus, atau mengubah
elemennya. Karena sifatnya yang tidak dapat diubah,
tuple biasanya digunakan untuk menyimpan koleksi data
yang tidak akan berubah selama eksekusi program,
seperti konstanta atau konfigurasi.
64
Berikut adalah beberapa contoh dasar tentang cara
menggunakan tuple dalam Python:
1. Membuat Tuple
Untuk membuat tuple, Anda perlu menggunakan
tanda kurung () dan memisahkan setiap elemen dengan
koma. Seperti list, elemen dalam tuple dapat berupa tipe
data apa pun, termasuk angka, string, dan objek lainnya.
angka = (1, 2, 3, 4, 5)
nama = ("Budi", "Susi", "Rina")
campuran = (1, "dua", 3.0, True)
angka = (1, 2, 3, 4, 5)
print(angka[0]) # Output: 1
print(angka[2]) # Output: 3
3. Penggabungan Tuple
Anda dapat menggabungkan dua atau lebih tuple
dengan menggunakan operator +.
tuple1 = (1, 2, 3)
tuple2 = (4, 5, 6)
hasil = tuple1 + tuple2
65
print(hasil) # Output: (1, 2, 3, 4, 5, 6)
angka = (1, 2, 3, 4, 5)
print(len(angka)) # Output: 5
66
Output:
print("Koordinat
KoordinatJakarta:",
Jakarta: (-6.200000,
jakarta) #
106.816666)
67
sederhana dan mungkin tidak akurat untuk
penggunaan sebenarnya.
Dalam contoh ini, kita menggunakan tuple untuk
menyimpan dan mengelola data koordinat geografis dari
beberapa kota. Kita menampilkan koordinat salah satu
kota dan menghitung jarak antara dua kota menggunakan
rumus haversine. Contoh ini menunjukkan bagaimana
tuple dapat digunakan untuk mengelola data dalam
aplikasi dunia nyata yang memerlukan kekebalan data
dan integritas.
3.3. Set
Set adalah struktur data di Python yang digunakan
untuk menyimpan kumpulan data yang tidak memiliki
urutan dan elemen yang unik. Set tidak mengizinkan
adanya elemen duplikat dan tidak mengindikasikan
posisi elemen. Set sangat berguna dalam operasi
matematika seperti penggabungan, perpotongan, dan
selisih.
Berikut adalah beberapa contoh dasar tentang cara
menggunakan set dalam Python:
1. Membuat Set
68
Untuk membuat set, Anda perlu menggunakan
tanda kurung kurawal {} dan memisahkan setiap elemen
dengan koma. Seperti list dan tuple, elemen dalam set
dapat berupa tipe data apa pun, termasuk angka, string,
dan objek lainnya. Anda juga bisa membuat set
menggunakan fungsi set().
angka = {1, 2, 3, 4, 5}
nama = {"Budi", "Susi", "Rina"}
campuran = {1, "dua", 3.0, True}
kosong = set()
69
4. Operasi Set
Set mendukung operasi matematika seperti
penggabungan, perpotongan, dan selisih.
A =
{1, 2, 3, 4, 5}
B =
{4, 5, 6, 7, 8}
# Penggabungan ( union )
print ( A | B) # Output : { 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,
8}
# Perpotongan ( intersection )
print ( A & B ) # Output : { 4 , 5 }
# Selisih ( difference )
print ( A B) # Output : { 1, 2, 3}
70
beberapa kumpulan data dan menemukan elemen yang
sama di antara mereka:
pengguna A =
{ " Budi " , " Susi " , " Rina " , " Roni " ,
" Wati " }
pengguna_B =
{ " Andi " , " Rina " , " Wati " , " Susi " ,
" Nita " }
71
Dalam contoh ini, kita menggunakan set untuk
menyimpan dan mengelola kumpulan pengguna yang
mengikuti dua akun yang berbeda. Kita menemukan
pengguna unik yang mengikuti kedua akun dan pengguna
yang mengikuti baik akun A maupun akun B. Contoh ini
menunjukkan bagaimana set dapat digunakan untuk
mengelola data dalam aplikasi dunia nyata yang
memerlukan pengidentifikasian elemen yang unik dan
elemen yang sama di antara beberapa kumpulan data.
3.4. Dictionary
Dictionary adalah struktur data di Python yang
digunakan untuk menyimpan pasangan kunci-nilai yang
tidak memiliki urutan. Dalam dictionary, setiap kunci
bersifat unik dan terkait dengan nilai tertentu. Dictionary
sering digunakan untuk menyimpan data dalam format
yang mudah dimengerti, seperti JSON.
Berikut adalah beberapa contoh dasar tentang cara
menggunakan dictionary dalam Python:
1. Membuat Dictionary
Untuk membuat dictionary, Anda perlu
menggunakan tanda kurung kurawal {} dan memisahkan
setiap pasangan kunci-nilai dengan koma. Pasangan
72
kunci-nilai dalam dictionary ditulis dengan menggunakan
format kunci: nilai.
73
4. Menghapus Elemen Dictionary
Anda dapat menghapus elemen dari dictionary
dengan menggunakan perintah del.
# Output:
# nama : Budi
# umur : 17
# kelas : 12A
74
atau mengganti elemen, menghapus elemen, dan
mengiterasi melalui dictionary. Dictionary sangat
berguna dalam situasi di mana Anda perlu mengelola data
dalam format pasangan kunci-nilai yang mudah
dimengerti.
Berikut adalah contoh penggunaan dictionary
dalam dunia nyata untuk mengelola data tentang kurs
mata uang. Kita akan mengkonversi mata uang antara
USD, IDR, dan EUR.
# Contoh penggunaan
uang_asal = 1000
75
print("IDR 1000 ke USD:",
konversi_mata_uang(uang_asal, "IDR", "USD"))
# Output: IDR 1000 ke USD: 0.071
print("USD 100 ke EUR:",
konversi_mata_uang(100, "USD", "EUR"))
# Output: USD 100 ke EUR: 85.0
print("EUR 50 ke IDR:", konversi_mata_uang(50,
"EUR", "IDR")) # Output: EUR 50 ke
IDR: 825000
77
•
Tidak cocok untuk operasi yang memerlukan kunci
(seperti pencarian elemen berdasarkan kunci atau
pengindeksan yang lebih kompleks).
• Tidak efisien untuk operasi pencarian elemen yang
besar.
Tuple:
Tuple mirip dengan list, tetapi tidak dapat diubah.
Setelah tuple dibuat, Anda tidak dapat menambahkan,
menghapus, atau mengganti elemen di dalamnya.
Kelebihan:
• Lebih cepat dan mengkonsumsi lebih sedikit memori
daripada list.
• Cocok untuk data yang tidak berubah dan memiliki
urutan.
Kekurangan:
• Tidak fleksibel seperti list (tidak dapat diubah).
• Tidak cocok untuk operasi yang memerlukan kunci.
Set:
Set adalah struktur data yang tidak memiliki urutan
dan tidak dapat memiliki elemen duplikat. Set cocok
untuk operasi matematika himpunan seperti gabungan,
irisan, dan selisih.
78
Kelebihan:
• Operasi pencarian elemen lebih cepat daripada list
dan tuple.
• Dapat digunakan untuk menghapus elemen duplikat
dari kumpulan data.
• Mendukung operasi matematika himpunan.
Kekurangan:
• Tidak memiliki urutan.
• Tidak dapat menyimpan elemen duplikat.
79
•
Tidak memiliki urutan.
Berikut adalah tabel yang menunjukkan perbedaan
antara struktur data tersebut:
Struktur Berurutan Bisa Elemen Berpasangan Kecepatan
Data Diubah Unik (Kunci-Nilai) Pencarian
List Ya Ya Tidak Tidak Lambat
Tuple Ya Tidak Tidak Tidak Lambat
Set Tidak Ya Ya Tidak Cepat
Dictionary Tidak Ya Ya Ya Cepat
80
data yang berpasangan (kunci-nilai) dan memerlukan
akses cepat berdasarkan kunci.
81
82
BAB IV
FUNGSI DAN PROSEDUR DALAM
PYTHON
Dalam bab ini, kita akan mempelajari tentang fungsi
dan prosedur dalam Python. Fungsi dan prosedur adalah
komponen penting dalam pemrograman, karena mereka
membantu kita mengorganisasi dan menyederhanakan
kode. Dengan menggunakan fungsi dan prosedur, kita
dapat memecah kode yang kompleks menjadi bagian-
bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola, yang akan
membuat kode lebih mudah untuk dibaca, dipahami, dan
diperbaiki.
Kita akan memulai dengan memahami apa itu fungsi
dan prosedur, bagaimana cara membuat dan
menggunakannya, serta menggali lebih dalam ke
beberapa konsep terkait, seperti parameter, argumen,
dan variabel lokal dan global. Selanjutnya, kita akan
melihat beberapa contoh kode untuk menggambarkan
bagaimana fungsi dan prosedur dapat digunakan dalam
berbagai situasi pemrograman.
Setelah menyelesaikan bab ini, Anda akan memiliki
pemahaman yang baik tentang bagaimana menggunakan
83
fungsi dan prosedur untuk membuat kode yang lebih
efisien dan mudah dikelola. Selamat belajar!
def nama_fungsi(parameter):
# Blok kode yang akan dijalankan
...
Contoh:
Output:
Halo, dunia!
85
Output:
Halo, Budi!
Output:
86
parameter, argumen, dan variabel lokal dan global dalam
konteks fungsi.
hasil = kuadrat(5)
print(hasil) # Output: 25
87
Mengembalikan nilai boolean: Fungsi bisa
digunakan untuk menguji kondisi tertentu dan
mengembalikan True atau False. Dalam hal ini, return
digunakan untuk mengembalikan hasil evaluasi kondisi.
hasil = apakah_ganjil(7)
print(hasil) # Output: True
88
# 2
# 3
# Angka negatif ditemukan!
def contoh_fungsi():
print("Fungsi ini tidak mengembalikan
nilai")
hasil = contoh_fungsi()
print(hasil) # Output: None
89
# Fungsi untuk menghitung keliling persegi
panjang
def keliling_persegi_panjang(panjang, lebar):
keliling = 2 * (panjang + lebar)
return keliling
print(f"Luas: {luas}")
print(f"Keliling: {keliling}")
Penjelasan:
• Fungsi luas_persegi_panjang didefinisikan untuk
menghitung luas persegi panjang dengan parameter
panjang dan lebar. Fungsi ini mengembalikan nilai
luas.
• Fungsi keliling_persegi_panjang didefinisikan untuk
menghitung keliling persegi panjang dengan
parameter panjang dan lebar. Fungsi ini
mengembalikan nilai keliling.
• Menginisialisasi variabel panjang dan lebar dengan
nilai yang diinginkan.
90
• Menggunakan fungsi luas_persegi_panjang dan
keliling_persegi_panjang untuk menghitung luas dan
keliling persegi panjang.
Penjelasan:
• Fungsi apakah_prima didefinisikan untuk mengecek
apakah suatu angka merupakan bilangan prima
dengan parameter angka. Fungsi ini mengembalikan
True jika angka merupakan bilangan prima, dan False
jika bukan.
91
•
Jika angka lebih kecil atau sama dengan 1, fungsi
mengembalikan False, karena bilangan prima harus
lebih besar dari 1 .
•
Menggunakan for loop untuk mengiterasi dari 2
hingga angka - 1. Jika angka habis dibagi oleh salah
satu angka dalam rentang, maka angka bukan
bilangan prima, sehingga mengembalikan False.
•
Jika loop selesai dan tidak ada angka yang habis
membagi angka, maka angka adalah bilangan prima,
dan mengembalikan True.
•
Menggunakan fungsi apakah_prima untuk mengecek
apakah angka yang diberikan merupakan bilangan
prima atau bukan, lalu mencetak hasilnya.
Contoh 3 : Menghitung Nilai Rata- rata dari Sebuah List
hitung_rata_rata ( nilai_siswa )
print ( f " Rata - rata nilai siswa :
{ rata rata nilai : .2f } " )
92
Penjelasan:
• Fungsi hitung_rata_rata didefinisikan untuk
menghitung nilai rata-rata dari sebuah list dengan
parameter nilai_list. Fungsi ini mengembalikan nilai
rata-rata.
• Menggunakan fungsi sum() untuk menghitung jumlah
dari elemen-elemen dalam list nilai_list.
• Menghitung rata-rata dengan cara membagi jumlah
elemen dengan jumlah elemen dalam list
menggunakan fungsi len().
• Menggunakan fungsi hitung_rata_rata untuk
menghitung rata-rata nilai siswa.
• Mencetak hasil rata-rata nilai siswa dengan dua angka
desimal.
Contoh 4: Menghitung Faktorial dari Suatu Bilangan
93
Penjelasan:
•
Fungsi faktorial didefinisikan untuk menghitung
faktorial dari suatu bilangan dengan parameter n .
Fungsi ini menggunakan rekursi untuk menghitung
faktorial dan mengembalikan hasilnya.
•
Jika n adalah 0, faktorial dari 0 adalah 1, sehingga
mengembalikan 1 .
•
Jika n bukan 0, menghitung faktorial dengan cara
mengalikan n dengan hasil faktorial dari n - 1 .
•
Menggunakan fungsi faktorial untuk menghitung
faktorial dari suatu bilangan.
•
Mencetak hasil faktorial dari bilangan tersebut.
def main ( ) :
=
main ( )
Penjelasan :
•
Fungsi input_data digunakan untuk meminta input
nama karyawan, jumlah jam kerja, dan tarif per jam,
kemudian mengembalikan ketiga nilai tersebut.
•
Fungsi hitung_gaji menerima parameter jam_kerja
dan tarif_per_jam, kemudian menghitung gaji bersih
berdasarkan jumlah jam kerja dan tarif per jam
dengan mengaplikasikan tarif lembur 1.5 kali tarif
normal jika jam kerja lebih dari 40 jam .
95
•
Fungsi tampilkan_hasil menerima parameter nama
dan gaji_bersih, kemudian mencetak hasil gaji bersih
karyawan.
•
Fungsi main digunakan untuk menggabungkan semua
fungsi yang telah didefinisikan sebelumnya.
•
Memanggil fungsi main untuk menjalankan aplikasi.
96
DAFTAR PUSTAKA
Lutz, M., 2013. Learning Python, 5th ed. O'Reilly Media,
Inc.
Matthes, E., 2019. Python Crash Course, 2nd ed. No Starch
Press.
Beazley, D., 2009. Python Essential Reference, 4th ed.
Addison-Wesley.
Sweigart, A., 2019. Automate the Boring Stuff with
Python, 2nd ed. No Starch Press.
Summerfield, M., 2009. Programming in Python 3, 2nd ed.
Addison-Wesley.
Pilgrim, M., 2004. Dive Into Python. Apress.
Rossum, G. van, 1995. Python tutorial. Technical Report
CS-R9526, Centrum voor Wiskunde en Informatica
(CWI), Amsterdam.
Python Software Foundation, 2021. Python
Documentation [online]. Available at:
[Link] [Accessed 14 March
2023].
W3Schools, 2021. Python Tutorial [online]. Available at:
[Link] [Accessed
03 March 2023]
Real Python, 2021. Python Tutorials [online]. Available at:
[Link] [Accessed 23 February
2023].
GeeksforGeeks, 2021. Python Programming Language
[online]. Available at:
[Link]
programming-language/ [Accessed 01 March
2023].
PEP 8, 2001. Style Guide for Python Code [online].
Available at:
[Link]
[Accessed 27 February 2023].
McKinney, W., 2017. Python for Data Analysis, 2nd ed.
O'Reilly Media, Inc.
VanderPlas, J., 2016. Python Data Science Handbook.
O'Reilly Media, Inc.
Saha, B.N., 2018. Python Algorithms, 2nd ed. Apress.
98