0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan10 halaman

CP KMB

Dokumen ini menjelaskan capaian pembelajaran mata pelajaran muatan lokal Keminangkabauan untuk siswa SMA, SMK, dan SMALB, dengan fokus pada pemahaman nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau. Tujuannya adalah untuk memperkuat kesadaran budaya, meningkatkan pengetahuan tradisional, dan membangun karakter generasi muda. Pembelajaran dilakukan melalui berbagai metode yang sesuai dengan karakteristik materi dan lingkungan setempat.

Diunggah oleh

indahsari71
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan10 halaman

CP KMB

Dokumen ini menjelaskan capaian pembelajaran mata pelajaran muatan lokal Keminangkabauan untuk siswa SMA, SMK, dan SMALB, dengan fokus pada pemahaman nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau. Tujuannya adalah untuk memperkuat kesadaran budaya, meningkatkan pengetahuan tradisional, dan membangun karakter generasi muda. Pembelajaran dilakukan melalui berbagai metode yang sesuai dengan karakteristik materi dan lingkungan setempat.

Diunggah oleh

indahsari71
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN MUATAN

LOKAL KEMINANGKABAUAN

A. Capaian pembelajaran SMA,SMK dan SMALB

1) KelasX/FaseE

NO JP ELEMEN CAPAIANPEMBELAJARAN
1. 72 Nilaidasar Pada akhir Fase E, Peserta Didik mampu
adat memahami pengetahuan nilai dasar adat
Minangkaba Minangkabau (tau joadat nan ampek) dan
u menerapkannyadalamkehidupansehari-hari.
2. Sumpah Pada akhir Fase E, Peserta Didik mampu
SatiBukit mengetahui keberadaan Sumpah Sati Bukit
Marapalam Marapalamsebagaisalahsatubentuktatanan
kehidupanmasyarakatMinangkabau.
3. Nilai-nilai Pada akhir Fase E, Peserta Didik mampu
filosofiABS memahami nilai-nilai filosofi ABS-SBKdan
SBK menerapkannyadalamkehidupansehari-hari.
4. Kendalidiri Pada akhir Fase E, Peserta Didik mampu
memahamikendalidiriadatsopansantundan
menjauhi prilaku yang sumbang serta
menerapkannyadalamkehidupansehari-hari.
5. Ungkapan Pada akhir Fase E, Peserta Didik mampu
Tradisional memahamimaknaKiehsebagaiungkapandalam
(Kieh) kehidupansehari-hari.
6. Senidan Pada akhir Fase E, Peserta Didik mampu
permainan mengidentifikasisenidanpermainananaknagari
anaknagari masyarakatMinangkabausertamenerapkannya
dalamkehidupansehari-hari.
7. Batas-batas Pada akhir Fase E, Peserta Didik mampu
wilayah memahami batas-batas wilayah geografis
geografis kejayaankerajaan/kesultanandankebudayaan
dan Minangkabau.
kebudayaan
8. Warisandi Pada akhir Fase E, Peserta Didik mampu
Minangkaba memahamikonsepwarisan(sako,pusakodan
u(Sako, sangsako) di Minangkabau serta
pusakodan mengimplementasikandalamkehidupan.
sangsako)
9. Polahidup Pada akhir Fase E, Peserta Didik mampu
sehatdan memahamipolahidupsehatdanmenggunakan
Pengobatan tanamanobat-obatandalamkehidupansehari-
Tradsional hari.
10. SejarahAsal Pada akhir Fase E, Peserta Didik mampu
UsulOrang mempresentasikan asal usul sejarah orang
Minangkaba Minangkabausecaralisandantertulis.
u
11. Taujodiri Pada akhir Fase E, Peserta Didik mampu
menganalisiskonseptau jodiridanhubungannya
dengankeberlangsungankehidupansehari-hari

[Link]

Pada akhir materi dalam kegiatan proses beajar mengajar peserta didik diharapkan dapat menarik
manfaat,memperkuat kesadaran dan memupuk subur rasa kebangsaan yang mendalam tentang budaya
Indonesia melalui jendela pemahaman budaya lokal, khususnya budaya [Link]
menjadi pelaku utama untuk penguatan pemahaman akar budaya serta pembentukan karakter generasi
penerus bangsa dalam menggali,memahami ,menghargaidan mengaktualisasikanbudaya [Link]
untuk mempelajari materi Mulokkeminangkabauan ini adalah:

[Link], khususnya di Provinsi Sumatera B


2. Membangun kesadaran tentang Nilai-nilai luhur warisan budaya daerah dan dan Indonesia pada
umumnya,yang terkandung dalam pengetahuan tradisional dan dan ekspresi budaya Nasional
sehingga dapatmemperkuat jati diri bangsa terutama bagi generasi muda dalam proses
pembentukan dan nilai Internalisasi budaya lokal.

3. Meningkatkan kapasitas pengetahuan tenaga pendidik dan peserta didik atau siswa terhadap
pengetahuan tradisionaldan ekspresi budaya tradisional Indonesia yang berada dalam ruang
lingkup Provinsi Sumatera Barat.

[Link] lebihdalamdanlebihakrabmengenaifakta lingkunganalam, sosialdanbudayanya beserta


keterkaitan ketiga fakta ini.

[Link] bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerah sendiri
yangberguna,baik bagi diri peserta didik maupun bagi lingkungan masyarakatpada umumnya.

6. Memperkuat sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai atau aturan yang berlaku sehingga
dapat berperan serta untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat
dalam rangka menunjang pembangunan Nasional.

7. Memperkaya pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional untuk dikembangkan dalam
materi ajar di sekolah-sekolah khusus mata pelajaran muatan lokal budaya daerah di Sumatera
Barat.
B. Karakteristik

Melaluimata pelajaran muatan lokal keminangkabauan yang banyak diperkenalkanlangsung dengan


kondisi kehidupan setempat,yaitu tempatsiswa [Link] halnya pengenalan keadaan
lingkungan,sosialdanbudaya kepada peserta [Link] lingkungan melalui
pendidikan diarahkan untuk menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia dan padaakhirnya
diarahkan untuk meningkatkan keunggulan,ketaatan dan keberadatan peserta didik.

Perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
dan tujuan yang ingin dicapai. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan berbagai variasi model
pembelajaran, antara lain modelpembelajaran project-based learning (PjBL), problem based learning
(PBL), Inquiry Learning, dan model-model pembelajaran lainnya sesuai dengan karakteristik materi,
serta metode pembelajaran yang menyenangkan dan menumbuhkan kemandirian, seperti diskusi,
observasi, eksperimen, peragaan/demonstrasi. Penilaian meliputi aspek pengetahuan (tes dan non tes),
sikap (observasi) dan keterampilan (proses, produk dan portofolio).
DESKRIPSI PEMBELAJARANMATAPELAJARANMUATAN
LOKAL KEMINANGKABAUAN

DESKRIPSI PEMBELAJARAN SMA,SMK DAN


SMA).kelasX
N
KODE DESKRIPSI PEMBELAJARAN
O
1. Nilaidasaradat Pada bagaian ini menggambarkan tentang
Minangkabau pengertian dan tingkatan pemahaman terhadap
adagium adat Minangkabau yaitu Adat Basandi
Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, syara’mangato,
adat mamakai, alam takambang jadi guru” yang
terkenal dengan ABS SBK. Juga menjelaskan
tentang dasar-dasar adat Minangkabauseperti
sistem kelarasan kotopiliang dan kelasan bodi
Caniago danTaudi adaik nan ampek, yaitu Adaik
nan sabana adaik, adaik nan
taradaik,adaiknandiadaikandan
adaikistiadaik.
2. Sumpah Sati Pada bagian ini menjelaskantentangsejarahlatar
BukitMarapalam belakang lahirnya Sumpah Sati Bukik Marapalam
yang pertama yaitu pada masa perubahan kerajaan
Minangkabu mejadi Kesultanan Minangkabau
Darul Qarar, sampai kepada pengukuhan kembali
Sumpah Sati Bukik Marapalam pada zaman
milineal. Bagian ini juga menjelas penyebab
hilangnya naskahSumpah Sati Bukik Marapalam
di Minangkabau dan tak kalah pentingnya
mengetahui isi dariSumpah Sati Bukik Marapalam
itu sendiriyangterdiri dari tiga bagian, lima belas
Pasaldan sembilan
puluhayatyangharusdiketahui.
N
KODE DESKRIPSIPEMBELAJARAN
O
Nilai-nilai Pada bab ini menjelaskan tentang nilai-nilai Adat
filosofiABS Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah, syara’
SBK mangato adat mamakai alam takambangjadi guru
untuk diamalkan dalam kehidupan berkeluarga,
3. bermasayarakat, berbangsa dan bernagari yang
diorganisasikan ke dalam 7 (tujuh) ranah
kehidupan. Setiap ranah memuatserangkaian butir
prilaku yang mengacu kepada syariat Islam yang
diajarkan melalui mamang adat, tetatah petitih,dan
pantun adat sebagai
petunjukpengamalan.
4. Kendalidiri Ada dua hal yang menjadi ukuran dalamberprilaku
bagi masyarakat Minangkabau,pertamaSumbang
Duo Baleh sebagai perbuatan yang dilarang
menurut adat Minangakabau yang harus
[Link] Duo
Baleh adalah perbuatan atau pekerjaan yang
berpotensi untuk berbuat salah dan secara adat
perbuatan sumbang itumerupakan hal yang
tercela,keduaAdat Sopan Santun orang
Minangkabau yaitu perbuatan yang harus
dilakukan dan dibiasakan oleh orang
Minangkabau
5. Ungkapan Padabab inimenguraikantentangbentukbahasa
Tradisional yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari
Minangkabau masyarakat Minangkabau serta pengetahuan lokal
(Kieh) yang tersimpan dalam kehidupan masyarakatnya.
Bahasa dan pengetahuan lokal cenderung masih
tersimpan dalam kognitif masyarakat yang
diturunkan ke generasi ke generasi. Bahasan ini
menjelaskan tentang pengertian dan fungsi
ungkapan tradisional Minangkabau, dan bentuk-
bentuk
kisandalamkehidupansehari-hari.
6. Senidan Bab ini menguraikan tentang bentuk-bentuk
permainananak permainananaknagariyangberkembangdalam
N
KODE DESKRIPSIPEMBELAJARAN
O
nagari kehidupan masyarakat Minangkabau sebagai
perwujudan budaya suatu masyarakat, permainan
ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan saja
tetapi juga memuat unsur seni dan keindahan yang
sarat dengan nilai-nilai filosofi serta unsur
penyesuaiandarisuatumasyarakat
terhadaplingkungannya.
Batas-batas Bagian ini menguraikan gambaran umum dan
wilayahgeografis pengenalandasar tentang [Link]
dan kebudayaan dasar pembagian wilayah dan batas- batas
7.
geografis dan budaya masyarakat Mianangakabau
serta kategori daerah yang dikenal delam istilah
adat, yaitudarek, pasisie,
dan rantau.
8. Warisan di Pada bagian ini menjesalan tentang warisan di
Minangkaau Minangkabau yang terdiri dari Sako, pusako dan
(Sako,pusakodan sangsako. Hartapusakadalambentukbendadan
sangsako) pusaka dalam bentuk tidak benda. Pusaka dalam
bentuk benda dijelaskan terdiri dari dua macam
pusako tinggi yang pewarisannyamenurut adat
Minangkabau dan pusako randah pewarisannya
menurut hukum agama Islam. selanjutnya
menguraikan tentang pusako dalam bentuk tidak
berwujud benda yaitu berupa pewarisan gelar adat,
petatah petitih, dan sebagainya. Bagian ini juga
secara khusus pula menjelaskan tentang pemberian
gelar Sangsako
kepadatokohtokohyangberjasakeMinangkabau
yangdiberikanolehKesultananan
MinangakabauDarulQarar.
9. Polahidupsehat dan Padabab ini menguraikantentangpolakebiasaan
Pengobatan masyarakatMianangkabauyangdiwariskansecara
Tradisonal turuntemurun tentang kiat-kita agar tetapmenjadi
sehat(usaha pencegahan) serta menjelaskan
beberapa contoh
pengobatan secaratradisional dengan
N
KODE DESKRIPSIPEMBELAJARAN
O
menggunanakan ramuan rempah-rempah dari
berbagaicontohkeragamantanamanobatyang
diwariskansecaraturuntemurun.
10 SejarahAsal Babinimenjelaskantentangsejarahasalusul
. UsulOrang orang Minangakabau dimulai dari kedatangan
Minangkabau nenekmoyangmenuruttamboalam
Minangkabaudanmenurutahlisejarah.
11 Taujodiri Babinimenjelaskantentangmengenaldiriyaitu
menguraikantentangasalusulkejadian manusia,
danhakekatuntukapamanusiadi
hadirkankedunia.

[Link]

[Link],[Link] [Link]:PenerbitSinar
Harapan

2. [Link], [Link]
3. [Link]. Padang
4. Mulyon,AgusTri,[Link]:Visigraf
5. [Link].

Mengetahui,
Padang , Juli 2025
Kepala Sekolah
Guru Mata Pelajaran

Rina, [Link], M.M


Relfina Rahman, [Link]

Anda mungkin juga menyukai