JAWABAN TUGAS TUTORIAL SESI 2
(EKMA4413) RISET OPERASI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PERIODE 2026.1
Nama Gidion Fabio Siwabessy
NIM 051269439
Mata Kuliah Riset Operasi
Kode Mata Kuliah EKMA4413
Disusun untuk memenuhi Tugas Tutorial Sesi 2
Jawaban Tugas Tutorial Sesi 2 - Riset Operasi
Pendahuluan
Tugas ini membahas dua kasus Riset Operasi. Kasus pertama berkaitan dengan masalah
transportasi, yaitu penentuan alokasi pengiriman produk dari dua gudang ke tiga kota
tujuan menggunakan metode Northwest Corner. Metode ini digunakan untuk menyusun
solusi awal yang layak dengan memperhatikan persediaan dan permintaan. Kasus kedua
berkaitan dengan Linear Programming metode grafik untuk menentukan kombinasi
produksi cat eksterior dan cat interior agar pendapatan perusahaan menjadi maksimum
dengan keterbatasan bahan baku.
1. Metode Northwest Corner pada Masalah Transportasi
a. Data biaya, persediaan, dan permintaan
Perusahaan memiliki dua gudang, yaitu Semarang dan Bandung. Kota tujuan pengiriman
adalah Solo, Yogyakarta, dan Purwokerto. Total persediaan sebesar 300 unit dan total
permintaan juga sebesar 300 unit, sehingga masalah transportasi ini termasuk seimbang.
Gudang / Tujuan Solo Yogyakarta Purwokerto Persediaan
Semarang Rp14,00 Rp10,00 Rp8,00 130
Bandung Rp18,00 Rp12,00 Rp16,00 170
Permintaan 110 130 60 300
b. Langkah penyelesaian dengan metode Northwest Corner
Metode Northwest Corner dimulai dari sel paling kiri atas, kemudian bergerak ke kanan
atau ke bawah sesuai sisa persediaan dan permintaan. Perhitungan alokasi dilakukan
sebagai berikut:
1. Sel Semarang–Solo: persediaan Semarang 130 unit dan permintaan Solo 110 unit,
maka dialokasikan 110 unit. Sisa persediaan Semarang menjadi 20 unit, sedangkan
permintaan Solo terpenuhi.
2. Sel Semarang–Yogyakarta: sisa persediaan Semarang 20 unit dan permintaan
Yogyakarta 130 unit, maka dialokasikan 20 unit. Persediaan Semarang habis dan
permintaan Yogyakarta tersisa 110 unit.
3. Sel Bandung–Yogyakarta: persediaan Bandung 170 unit dan sisa permintaan
Yogyakarta 110 unit, maka dialokasikan 110 unit. Sisa persediaan Bandung menjadi 60
unit dan permintaan Yogyakarta terpenuhi.
4. Sel Bandung–Purwokerto: sisa persediaan Bandung 60 unit dan permintaan
Purwokerto 60 unit, maka dialokasikan 60 unit. Seluruh persediaan dan permintaan
terpenuhi.
c. Tabel alokasi awal
Gudang / Tujuan Solo Yogyakarta Purwokerto Persediaan
110 unit 20 unit 0 unit
Semarang 130
(Rp14) (Rp10) (Rp8)
0 unit 110 unit 60 unit
Bandung 170
(Rp18) (Rp12) (Rp16)
Permintaan 110 130 60 300
Jawaban Tugas Tutorial Sesi 2 - Riset Operasi
d. Perhitungan total biaya transportasi solusi awal
Rute Alokasi Biaya per unit Total biaya
Semarang → Solo 110 Rp14,00 110 × 14 = Rp1.540,00
Semarang →
20 Rp10,00 20 × 10 = Rp200,00
Yogyakarta
Bandung → Yogyakarta 110 Rp12,00 110 × 12 = Rp1.320,00
Bandung → Purwokerto 60 Rp16,00 60 × 16 = Rp960,00
Total biaya transportasi = Rp1.540,00 + Rp200,00 + Rp1.320,00 + Rp960,00 =
Rp4.020,00.
Dengan demikian, solusi awal menggunakan metode Northwest Corner menghasilkan total
biaya transportasi sebesar Rp4.020,00. Perlu diperhatikan bahwa metode Northwest Corner
menghasilkan solusi awal yang layak, tetapi belum tentu merupakan solusi biaya minimum
secara optimal. Untuk menguji optimalitas, dapat digunakan metode Stepping Stone atau
MODI.
2. Linear Programming Metode Grafik pada Produksi Cat
a. Perumusan variabel keputusan
Misalkan:
• x = jumlah cat eksterior yang diproduksi per hari
• y = jumlah cat interior yang diproduksi per hari
b. Fungsi tujuan
Perusahaan ingin memaksimumkan pendapatan. Harga jual cat eksterior adalah Rp3.800
per unit dan cat interior Rp2.400 per unit, sehingga fungsi tujuan adalah:
Maksimumkan Z = 3.800x + 2.400y
c. Fungsi kendala
Bahan A tersedia maksimal 7 ton per hari. Cat eksterior membutuhkan 1 ton bahan A,
sedangkan cat interior membutuhkan 2 ton bahan A. Kendala bahan A adalah:
x + 2y ≤ 7
Bahan B tersedia maksimal 9 ton per hari. Cat eksterior membutuhkan 3 ton bahan B,
sedangkan cat interior membutuhkan 1 ton bahan B. Kendala bahan B adalah:
3x + y ≤ 9
Selain itu, jumlah produksi tidak boleh negatif, sehingga: x ≥ 0 dan y ≥ 0.
d. Titik pojok daerah feasible
Solusi optimal metode grafik dicari dengan mengevaluasi nilai fungsi tujuan pada titik-titik
pojok daerah feasible.
Perhitungan Z =
Titik pojok Asal titik Nilai Z
3.800x + 2.400y
(0, 0) Titik asal 3.800(0) + 2.400(0) Rp0,00
Potong sumbu x dari 3x
(3, 0) 3.800(3) + 2.400(0) Rp11.400,00
+y=9
Jawaban Tugas Tutorial Sesi 2 - Riset Operasi
Perhitungan Z =
Titik pojok Asal titik Nilai Z
3.800x + 2.400y
Potong sumbu y dari x +
(0, 3,5) 3.800(0) + 2.400(3,5) Rp8.400,00
2y = 7
Perpotongan x + 2y = 7
(2,2; 2,4) 3.800(2,2) + 2.400(2,4) Rp14.120,00
dan 3x + y = 9
Titik perpotongan dua kendala diperoleh sebagai berikut:
x + 2y = 7
3x + y = 9
Dari persamaan pertama, x = 7 − 2y. Substitusi ke persamaan kedua menghasilkan 3(7 −
2y) + y = 9, sehingga 21 − 6y + y = 9, maka 5y = 12 dan y = 2,4. Nilai x = 7 − 2(2,4) = 2,2.
e. Grafik metode Linear Programming
Gambar 1. Grafik daerah feasible dan titik optimal produksi cat
f. Solusi produksi optimal
Berdasarkan evaluasi titik pojok, nilai pendapatan terbesar diperoleh pada titik (2,2; 2,4),
yaitu produksi 2,2 unit cat eksterior dan 2,4 unit cat interior per hari. Nilai maksimum
pendapatan adalah:
Z = 3.800(2,2) + 2.400(2,4) = 8.360 + 5.760 = Rp14.120,00
Dengan demikian, kombinasi produksi optimal menurut model Linear Programming
metode grafik adalah 2,2 unit cat eksterior dan 2,4 unit cat interior, dengan pendapatan
maksimum sebesar Rp14.120,00 per hari.
Jawaban Tugas Tutorial Sesi 2 - Riset Operasi
Apabila perusahaan mensyaratkan jumlah produksi dalam bilangan bulat, maka solusi
perlu dianalisis menggunakan pendekatan integer programming. Namun, karena soal
meminta metode grafik pada Linear Programming, maka solusi optimal yang digunakan
adalah solusi kontinu, yaitu x = 2,2 dan y = 2,4.
Kesimpulan
Berdasarkan penyelesaian yang dilakukan, metode Northwest Corner memberikan solusi
awal pengiriman dengan alokasi 110 unit dari Semarang ke Solo, 20 unit dari Semarang ke
Yogyakarta, 110 unit dari Bandung ke Yogyakarta, dan 60 unit dari Bandung ke
Purwokerto. Total biaya transportasi solusi awal adalah Rp4.020,00. Pada kasus produksi
cat, model Linear Programming menunjukkan bahwa kombinasi produksi optimal adalah
2,2 unit cat eksterior dan 2,4 unit cat interior per hari, dengan pendapatan maksimum
sebesar Rp14.120,00.
Jawaban Tugas Tutorial Sesi 2 - Riset Operasi
Daftar Pustaka
Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020). Operations Management: Sustainability and
Supply Chain Management. Pearson.
Taha, H. A. (2017). Operations Research: An Introduction. Pearson.
Siswanto. (2007). Operations Research. Erlangga.
Universitas Terbuka. (2026). Tugas Tutorial Sesi 2 EKMA4413 Riset Operasi.
Jawaban Tugas Tutorial Sesi 2 - Riset Operasi