1.
Pengertian Populasi
Populasi merupakan jumlah keseluruhan dari objek penelitian atau individu-individu yang hendak
diteliti. Individu atau satuan ini bisa dalam bentuk orang-orang, peristiwa, benda-benda, dan lain
sebagainya. Beberapa definisi populasi menurut para ahli yaitu sebagai berikut:
• Menurut Netra populasi adalah keseluruhan individu yang bersifat general atau umum yang
mempunyai karakteristik yang cenderung sama.
• Menurut Sugiyono populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang memiliki
kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya.
• Menurut Handayani populasi adalah totalitas dari setiap elemen yang akan diteliti yang memiliki ciri
sama, bisa berupa individu dari suatu kelompok, peristiwa, atau sesuatu yang akan diteliti.
2. Pengertian Sampel
Sampel adalah wakil atau sebagian dari populasi yang memiliki sifat dan karakteristik yang sama yang
menggambarkan dan dapat mewakili seluruh populasi yang diteliti. Beberapa pengertian sampel
menurut para ahli yaitu sebagai berikut:
• Menurut Sugiyono sampel diartikan sebagai bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
suatu populasi.
• Menurut Arikunto sampel adalah sebagai bagian atau wakil dari populasi yang diteliti.
• Menurut Gulo sampel merupakan himpunan bagian atau subset dari suatu populasi.
• Menurut Djarwanto sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti.
Sampel yang baik, yang kesimpulannya dapat dikenakan pada populasi, adalah sampel yang bersifat
representatif atau yang dapat menggambarkan karakteristik populasi.
3. Perbedaan Populasi dan Sampel
Populasi dan sampel adalah istilah yang berbeda. Meski begitu masih ada yang bingung mengenai
perbedaan keduanya. Seperti yang sudah dibahas pada poin sebelumnya, populasi merupakan
keseluruhan dari objek penelitian.
Populasi berfokus pada identifikasi karakteristik anggota populasi. Adapun karena cakupannya yang luas,
pengumpulan data populasi dapat dilakukan dengan kegiatan sensus. Sedangkan sampel merupakan
sebagian dari populasi yang mewakili seluruh populasi yang diteliti.
Sampel digunakan jika penelitian mencakup populasi yang besar dan tidak memungkinkan untuk
mempelajari seluruh populasi. Terdapat dua karakteristik sampel yaitu akurasi dan presisi. Akurasi
artinya sejauh mana sampel didapatkan tanpa ada bias. Sementara presisi merujuk pada ketelitian atau
ketepatan dimana jika semakin tinggi tingkat presisi maka semakin besar kemungkinan data sampel
dapat mewakili populasi.
4. Teknik Pengumpulan Sampel Dalam Penelitian
Teknik pengumpulan atau pengambilan sampel dibagi menjadi dua yaitu probability sampling dan non-
probability sampling. Teknik probability sampling merupakan teknik yang dilakukan dengan memberikan
peluang kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel.
Sampel didapatkan diharapkan merupakan sampel yang bersifat representatif. Contohnya kita
mengambil data untuk dilakukan survei terkait layanan administrasi X pada kota A dengan total 1 juta
penduduk dewasa (> 17 tahun). Maka sampel yang diambil sebesar 1% dari keseluruhan penduduk.
Teknik probability sampling dibagi menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut:
Simple random sampling yaitu pengambilan sampel anggota populasi secara acak tanpa memperhatikan
strata dalam populasi tersebut.
Sistematic sampling yaitu prosedur penarikan sampel dengan cara mengambil setiap kasus secara
berurutan dari daftar populasi.
Proportionate stratified random sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dapat dilakukan
dengan cara undian maupun sistematis.
Cluster sampling merupakan teknik pengambilan sampel ketika objek yang diteliti atau sumber datanya
sangat luas dengan cara menentukan kelompok klaster secara bertahap.
Kemudian ada lagi teknik non-probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel dari populasi yang
ditentukan sendiri oleh peneliti. Contohnya kita akan mengambil sampel dengan meminta responden
secara sukarela untuk mengisi survei layanan administrasi X berdasarkan nomor kontak responden
penduduk di kota A.
Adapun teknik ini dibagi menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut:
Sampling sistematis merupakan teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi
yang diberi nomor urut.
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu
hingga mencapai kuota yang diinginkan.
Sampling aksidental yaitu penentuan sampel secara kebetulan yang sekiranya cocok untuk menjadi
sumber data.
Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
Sampling jenuh yaitu teknik pengambilan sampel dimana semua anggota populasi digunakan sebagai
sampel.
Sampling snowball yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan penelusuran sampel sebelumnya
sehingga sampel yang awalnya berjumlah sedikit, kemudian jadi membesar.
Untuk setiap data yang dikumpulkan tentu memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu istilah
variabel digunakan untuk merepresentasikan variasi karakteristik untuk setiap butir data/observasi.
Terdapat terminologi yang berkaitan dengan variabel yaitu sebagai berikut :
Variabel explanatory digunakan sebagai masukan untuk mendefinisikan variasi yang ada pada sampel.
Variabel respons merupakan luaran dari kajian yang dilakukan dan dapat diukur atau dihitung
berdasarkan variasi nilai pada variabel bebas.
Variabel confounding merupakan variabel yang dapat mempengaruhi variabel bebas dan variabel
bergantung sehingga dapat mempengaruhi kesimpulan yang diambil nantinya.