SOP KASUS GHPR
No. Dokumen : 440/ /[Link]/ [Link]/2026
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit : 30/01/2025
Halaman : 1/2
UPTD
dr. Silvia Rosja
PUSKESMAS
Nip.198404092014072001
SITUJUH
1. Pengertian Kasus gigitan hewan (Anjing, kucing, Tupai, Monyet, kelelawar) yang
dapat menularkan rabies pada manusia atau Kasus dengan gejala
stadiumProdromal(demam, mual malaise/lemas), atau kasus dengan
gejala stadium sensoris (rasa nyeri, rasa panas disertai kesemutan pada
tempat bekas luka, cemas dan reaksi berlebihan terhadap ransangan
sensorik).
2. Tujuan [Link] populasi resiko tinggi.
[Link] penyelidikan epidemiologi setiap kasus rabies
[Link] rekomendasi dan tidak lanjut pada program pencegahan
dan pemberantasan rabies.
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Situjuh NO 440/SK/1/2025
Tentang Kebijakan Pelayanan kasus GHPR
4. Referensi [Link]-undang no.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
[Link] Pemerintah no 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan
Wabah Penyakit.
[Link] Pedoman Pelaksanaan Program Penanggulangan Rabies 2011
Kemenkes RI.
5. Alat/Bahan [Link] dan Perlengkapan :
. Komputer dan jaringan internet
. Buku Laporan Kegiatan
. Hasil kegiatan
[Link] dan pelaporan
. Register kasus GHPR
. Formulir Penyelidikan sesuai jenis KLB
[Link] :
. Alat Tulis kantor
. alat Penerangan
. Materi penyuluhan
6. Langkah- Langkah awal :
Langkah 1. Petugas survelans menerima laporan kasus dari
RS/Dinkes/Masyarakat atau mengkaji register puskesmas untuk
melihat jumlah gigitan HPR.
2. Pada Kasus baru yang datang langsung ditangani sesuai bagan
alur/SOP.
3. Bila ada kasus gigitan dilakukan pencucian dengan menggunakan
sabun dan air mengalir selama selama 10-15 menit.
4. Lakukan vaksinasi anti rabies segera setelah gigitan atau pemberian
serum anti rabies tergantung lokasi dan tingkat resiko tinggi dan
terindikasi.
5. Anjurkan observasi HPR 0-14 hari dari tanggal penggitan untuk
memastikan anjing ada indikasi rabies atau tidak.
1/2
6. Petugas mencatat laporan di buku register kasus GHPR
7. Menentukan jadwal dan kunjungan PE.
8. Petugas menyiapakn peralatan.
9. Petugas mendatangi lokasi untuk mengetahui adanya kasus tambahan
dengan cara wawancara terhadap masyarakat, keluarga, dan tokoh
masyarakat.
[Link] dan pelaporan.
7. Bagan Alir
Menerima pasien UGD.
Melakukan anamnesa dan pemeriksaan TTV.
.
Memeriksa dengan cepat untuk menentukan
derajat kegawatan
Membedakan penderita menurut
kegawatannya dengan memberikan kode
warna : Merah, Kunung, Hijau, Hitam
Mendapatkan prioritas pelayanan dengan
urutan warna: Merah, Kunung, Hijau, Hitam
Mendokumentasikan identiras pasien, hasil
pemeriksaan dan tindakan yang telah
dilakukan
Merencanakan tindakan
selanjutnya.
8. Unit Terkait Kepala Puskesmas, Ka TU, Petugas SIP, Koordinator Pelayanan,
Petugas Pustu dan Poskesri, Pelaksana Kegiatan.
9. Rekaman Tanggal mulai
No Yang diubah Isi perubahan
Historis diberlakukan
2/2
Perubahan
3/2