CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)
Nama Sekolah : ................................................
Nama Penyusun : ................................................
NIP : ................................................
Mata pelajaran : Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti
Fase C, Kelas / Semester : VI (Enam) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI
(Keputusan BSKAP NOMOR 046/H/KR/2025)
A. Rasional
Tugas pendidikan, pada umumnya termasuk pendidikan iman, merupakan tanggung jawab
utama dan pertama orang tua di dalam keluarga. Dalam keluarga, anak-anak, sebagai
pribadi, mendapat pengalaman pertama tentang pengenalan Yesus dan berbakti kepada
Allah, kasih sayang kepada sesama dalam gereja dan masyarakat umum (bdk. Deklarasi
Gravissimum Educationis Art.) 3). Pengalaman iman dan pengalaman nilai-nilai baik ini
akan lebih terstruktur dalam kegiatan pembelajaran di lingkungan satuan pendidikan dan
lingkungan gereja sebagai umat Allah. Pendidikan iman Katolik dalam lingkungan satuan
pendidikan diintegrasikan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi
Pekerti.
Negara menjamin pelaksanaan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti di satuan pendidikan
sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut oleh murid. Oleh karena itu, pelajaran
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti bukan saja mengantarkan murid untuk
memiliki pengetahuan agama dan keterampilan dalam perilaku agama, melainkan juga
mengajak murid untuk makin memiliki sikap sebagai orang beriman yang senantiasa
bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan sekaligus bersikap baik, jujur, berakhlak
mulia, dan penuh kasih sayang kepada sesama. Dengan cara-cara seperti itu, murid telah
belajar hidup beriman menurut pola Yesus Kristus.
Hidup beriman menurut pola Yesus Kristus dalam Agama Katolik selalu bersumber dari
kitab suci, tradisi suci, dan kuasa mengajar gereja (Magisterium). Semua sumber ajaran itu
perlu dikembangkan yang bertolak dari pengalaman murid, tokoh-tokoh umat, dan
berbagai pengalaman gereja sebagai umat Allah, bahkan dari pengalaman-pengalaman
umat beragama lain. Oleh karena itu, kurikulum mata pelajaran Pendidikan Agama
Katolik dan Budi Pekerti disusun secara teratur dan berkesinambungan berdasarkan fase-
fase pencapaian kompetensi murid dari fase A sampai dengan fase F. Pada setiap fase,
murid mempunyai kesempatan mengembangkan ketakwaan menurut iman gereja Katolik.
Dengan cara ini, murid mencapai kedewasaan iman. Kedewasaan dalam iman akan
memudahkan murid dalam menghargai sesama yang seagama dan yang beragama atau
berkepercayaan lain. Sikap seperti inilah yang mencerminkan moderasi beragama dalam
masyarakat Indonesia yang majemuk dari segi budaya, suku, dan agama. Dengan
demikian, akan terwujud cita-cita persatuan nasional dalam konteks Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).
B. Tujuan
Mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti bertujuan agar murid:
1. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap hidup yang makin berakhlak mulia
menurut ajaran iman Katolik;
2. membangun hidup menurut iman kristiani dengan sikap setia kepada Yesus Kristus,
dan Injil-Nya tentang Kerajaan Allah, yang menggambarkan situasi dan peristiwa
penyelamatan, perjuangan untuk perdamaian dan keadilan, kebahagiaan dan
kesejahteraan, persaudaraan dan kesetiaan, dan pelestarian lingkungan hidup; dan
3. menjadi manusia yang berkarakter mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong,
dan berkebinekaan global sesuai dengan tata nilai menurut pola hidup Yesus Kristus.
C. Karakteristik
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti berusaha memperkenalkan Allah yang Maha
Kuasa dan Maha Rahim dalam diri Yesus Kristus kepada murid tingkat dasar dan
menengah agar mereka menjadi manusia beriman. Usaha ini dilakukan fase demi fase
dalam capaian pembelajaran melalui pendalaman materi-materi esensial yang terwujud
dalam empat elemen, yaitu pribadi peserta didik, Yesus Kristus, gereja, dan masyarakat.
Tujuannya agar murid dapat menerima Yesus Kristus melalui ungkapan iman dalam doa-
doa, ibadat, dan perayaan sakramen-sakramen. Murid mewujudkan iman dalam hidup
bermasyarakat yang beraneka ragam budaya, suku, dan agama, berakhlak mulia demi
mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Pribadi Peserta Didik Elemen ini membahas tentang diri peserta didik yang
diciptakan secitra dengan Allah sebagai laki-laki atau
perempuan yang memiliki kemampuan dan keterbatasan,
yang dipanggil untuk membangun relasi dengan sesama
serta lingkungannya sesuai dengan ajaran iman Katolik
agar peserta didik menjadi pribadi yang tangguh imannya
di tengah masyarakat.
Yesus Kristus Elemen ini membahas tentang pribadi Yesus Kristus yang
mewartakan Injil Kerajaan Allah, seperti yang terungkap
dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru,
agar murid berelasi dengan Yesus Kristus dan meneladani
cara hidup-Nya dalam kehidupan bersama orang lain.
Gereja Elemen ini membahas tentang Gereja sebagai umat Allah
dengan memahami struktur dan perwujudannya dalam
kehidupan sebagai anggota masyarakat agar murid mampu
mewujudkan kehidupan menggereja.
Masyarakat Elemen ini membahas tentang masyarakat sebagai
kelompok sosial yang terdiri atas pribadi-pribadi yang
unik, dan sebagai lingkup pergaulan yang dapat
memengaruhi dirinya untuk makin dewasa dalam berpikir
dan bertindak agar murid tetap bersikap dan berakhlak
mulia sesuai ajaran agama Katolik.
Pemahaman terhadap keempat elemen capaian pembelajaran tersebut merupakan dasar dalam
menghayati, mengungkapkan iman Katolik, dan mewujudkannya dalam kehidupan
bermasyarakat.
Capaian Pembelajaran
Fase C (Umumnya untuk Kelas V dan VI SD/Program Paket A)
Pada akhir Fase C, murid memiliki kemampuan sebagai berikut
Pribadi Peserta Didik
Memahami diri sebagai perempuan atau laki-laki sebagai citra Allah yang sederajat dan
saling melengkapi; memahami hak dan kewajiban dirinya sebagai warga negara dan
bangga sebagai bangsa Indonesia; memahami diri sebagai warga dunia..
Yesus Kristus
Memahami perjuangan tokoh-tokoh kitab suci: Daud sebagai pemimpin yang tangguh;
Salomo yang bijaksana, dan Ester perempuan pemberani, serta tokoh Maria dan Elisabet
yang setia dan berserah kepada Allah; meneladani Yesus yang taat kepada Allah;
mengajarkan pengampunan, memanggil orang berdosa; menderita, wafat, dan bangkit;
mengutus Roh Kudus untuk menguatkan para rasul, dan orang yang beriman kepada-Nya;
memahami perjuangan Nabi Elia yang menobatkan bangsa Israel; Nabi Amos sebagai
pejuang keadilan; dan Nabi Yesaya yang me-nubuat-kan kedatangan Juru Selamat;
memahami Yesus yang mewartakan kerajaan Allah dengan perkataandan perbuatan.
Gereja
Mewujudkan iman dalam kehidupan sehari-hari, melibatkan diri dalam kehidupan
menggereja, sebagai wujud kehidupan bersama yang dijiwai oleh Roh Kudus; memahami
gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik; persekutuan para kudus; pengampunan
dosa, kebangkitan badan dan kehidupan kekal..
Masyarakat
Memahami pentingnya terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan, bersikap jujur,
bertindak menurut hati nurani, menegakkan keadilan dalam hidup sehari-hari sebagai
orang beriman kristiani, melakukan dialog antar umat beragama.
Mengetahui, ..........., ......................... 20..
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
.......................................... ..........................................
NIP. ................................ NIP. ................................