0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan26 halaman

Salinan Chart Pattern 2

Dokumen ini membahas pola grafik dalam trading saham, mengklasifikasikannya menjadi tiga kategori: Reversal, Continuation, dan Dual Function. Pola-pola seperti Flags, Pennants, dan Triangles dijelaskan dalam konteks pergerakan harga dan volume yang terkait. Selain itu, strategi trading juga disarankan, termasuk aturan untuk entry saat mendekati apex dan penggunaan volume.

Diunggah oleh

Sigus Seribu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan26 halaman

Salinan Chart Pattern 2

Dokumen ini membahas pola grafik dalam trading saham, mengklasifikasikannya menjadi tiga kategori: Reversal, Continuation, dan Dual Function. Pola-pola seperti Flags, Pennants, dan Triangles dijelaskan dalam konteks pergerakan harga dan volume yang terkait. Selain itu, strategi trading juga disarankan, termasuk aturan untuk entry saat mendekati apex dan penggunaan volume.

Diunggah oleh

Sigus Seribu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Chart Pattern 2

CONTINUATION &
DUAL FUNCTION PATTERN
KULIAH SAHAM TRADING ACADEMY
Chart Pattern
• Merupakan satu bentuk kecenderungan harga yang telah diriset
menimbulkan efek yang berulang
• Ada sekitar 108 chart pattern yang dapat dipakai dalam trading
• Ada 3 golongan chart pattern:

1 2 3
Reversal Continuation Dual Function
Chart Pattern
1 2 3
Reversal Continuation Billateral
• Double Top • Flags • Triangles
• Double • Pennants • Rectangles
Bottom • The Wedges
• Head &
Shoulder
• Inverted Head
& Shoulder
Continuation Pattern
Continuation Pattern

Flags
• Pola Flag/Bendera termasuk sebuah
pola berkelanjutan. Pergerakan harga
terjadi dikisaran range yang
sempit,menunjukkan pola konsolidasi
sebelum trend yang terjadi
Price target sebelumnya berlanjut.
• Terjadi Pause di saat kondisi trend
yang sangat curam.
• Durasi 1-4 Minggu, dalam posisi
downtrend bisa lebih cepat
• Volume akan meningkat drastis
Ketika breakout, dan relatif menipis
saat terjadi pembentukan Flags.
Continuation Pattern

Flags

Price
target Price
target

BULLISH FLAG BEARISH FLAG


Continuation Pattern

Pennants
• Setelah terbentuk pergerakan yang
cenderung naik atau turun para trader
penjual dan pembeli mulai lelah dan
beristirahat beberapa waktu (konsolidasi)
dengan membentuk pola seperti segitiga
menyamping sebelum akhirnya terus
melanjutkan pergerakan sebelumnya.
• Terjadi Pause di saat kondisi trend yang
sangat curam
• Dibanding dengan Triangle, durasi Pennant
lebih pendek (Tidak lebih dari 1 bulan). Bila
lebih satu bulan bisa jadi pola tersebut
adalah Triangle atau Wedge
• Volume akan meningkat drastis ketika
Breakout
Continuation Pattern

Pennants

BULLISH PENNANTS BEARISH PENNANTS


Dual Function Pattern
Dual Function Pattern

Triangle Pattern
• Pola Triangle terbentuk ketika aksi harga mempersempit beberapa perubahan harga.
Jika garis tren digambar di sepanjang pasang surut dari aksi harga, garis tren akan
bertemu satu sama lain. Ini menciptakan penampilan seperti segitiga.
• Untuk menggambar Pola Triangle harus ada setidaknya dua harga high dari sebuah
swing dan dua posisi terendah dari swing.

1 2 3
Symmetric Ascending Descending
Dual Function Pattern

Bullish Symmetrical Triangle

• Biasanya terdapat 2 puncak, namun


terkadang muncul puncak selanjutnya (E)
A yang merupakan percobaan ketigakalinya.
Resistance C
E • Volume umumnya semakin menipis
Breakout seiring fluktuasi harga yang juga menipis.
• Volume akan meningkat drastis ketika
D
F Breakout.
Support
B
• Breakout akan lebih kuat lagi jika disertai
dengan Pricegap (lonjakan harga)
Dual Function Pattern

Bearish Symmetrical Triangle

• Perbedaan dengan Bullish Symmetrical


Triangle terletak pada trend yang
mengawalinya
Resistance B
D
• Volume umumnya semakin menipis
F seiring fluktuasi harga yang juga menipis.
• Volume akan meningkat drastis ketika
Breakdown Breakout.
E
S upport C • Breakout akan lebih kuat lagi jika disertai
A
dengan Pricegap (lonjakan harga)
Dual Function Pattern

Ascending Triangle

A C E • Tidak dipengaruhi oleh trend sebelumnya


Trendline
Resistance
• Volume umumnya semakin menipis
seiring pembentukan formasi
D • Volume akan meningkat drastis ketika
C Breakout.

B • Bisa menjadi Reversal Pattern juga


(diawali dengan downtrend)
Dual Function Pattern

Descending Triangle

Trendline C

E
• Tidak dipengaruhi oleh trend sebelumnya
• Lebih sering ditemukan pada
S upport downtrending chart
B D
• Volume akan meningkat drastis ketika
Breakout.
• Volume meningkat ketika harga turun, dan
menipis ketika harga naik.
Dual Function Pattern

Rectangle Pattern
• Menggambarkan sebuah pause atau
konsolidasi sejenak di dalam sebuah trend
Resistance yang sedang berlangsung
• Volume bisa berfluktuasi namun cenderung
menipis

S upport
Dual Function Pattern

Rectangle Pattern

Resistance
Res is tance

S upport S upport

BULLISH RECTANGLE BEARISH RECTANGLE


Dual Function Pattern

Wedge Pattern
• Wedge mempunyai bentuk yang mirip dengan pola triangle,
pola flag, atau pola pennant dan juga merupakan pola reversal
ataupun berkelanjutan.
• Terdapat dua macam jenis, yaitu:

1 2
Falling Wedge Rising Wedge
Dual Function Pattern

Wedge Pattern (Continuation)

FALLING WEDGE RISING WEDGE


Dual Function Pattern

Wedge Pattern (Continuation)

• Pada continuation, Falling wedge terlebih


dahulu terbentuk pergerakan harga yang
cenderung naik atau uptrend.
• Terjadi konsolidasi harga dalam range yang
menurun dan menyempit dalam range-nya
• Ketika semakin kebawah sampai level
support maka harga siap-siap untuk
breakout menanjak naik melanjutkan pola
pergerakan sebelumnya yaitu uptrend.
• Target take profit dapat diperoleh dengan
mengukur ketinggian polanya dan kemudian
memproyeksikannya ke titik breakout
sampai level resistance-nya.
FALLING WEDGE
Dual Function Pattern

Wedge Pattern (Continuation)

• Pada continuation, Rising wedge


diawali adanya pergerakan harga
yang cenderung menurun atau
downtrend.
• Setelah membentuk harga
terendahnya terjadi konsolidasi dan
harga mulai bergerak naik dan
menyempit dalam range harganya
dan ketika sudah menyentuh range
resistance terjadi pembalikan arah
(reversal) untuk melanjutkan pola
pergerakan kebawah (downtrend).
RISING WEDGE
Dual Function Pattern

Wedge Pattern (Reversal)

FALLING WEDGE RISING WEDGE


Dual Function Pattern

Wedge Pattern (Reversal)

• Ciri khas diawali dengan pergerakan


harga yang cenderung turun
(downtrend).
• Diikuti konsolidasi harga dalam range
yang menurun dan menyempit dalam
range-nya. Ketika semakin kebawah
sampai level support maka harga siap-
siap untuk breakout menanjak naik.
• Target take profit bisa diukur dari
ketinggian polanya dan
memproyeksikannya keatas titik
breakout dari garis tahanan
resistancenya.
FALLING WEDGE
Dual Function Pattern

Wedge Pattern (Reversal)

• Terbentuk setelah terjadinya


pergerakan harga yang cenderung
naik atau uptrend
• Ketika sudah menyentuh level
resistance-nya mulai terjadi
pembalikan arah (reversal)
setelah terjadi konsolidasi harga
dalam range yang terus naik dan
menyempit seolah membentuk
sebuah wedge seperti ditunjukkan
gambar dibawah ini.
RISING WEDGE
Dual Function Pattern

Ascending Broadening Wedge

• Sesuai dengan Namanya


(broadening) yang artinya
melebar, pola ini membentuk
Breakout
seperti corong yang
menghadap ke atas
(ascending).
• Efek dari terbentuknya pola ini
akan membawa harga Kembali
turun
Dual Function Pattern

Descending Broadening Wedge

• Kebalikan dari Ascending


Broadening Wedge, pola ini
Breakout
juga membentuk seperti
corong yang menghadap
kebawah (descending)
• Efek dari terbentuknya pola ini
akan membawa harga kembali
naik.
Strategi trading

Rules

• Entry saat mendekati apex


• Entry breakout = impulsive
• Gunakan bantuan volume

RISIG WEDGE

Anda mungkin juga menyukai