0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Remote Server

Remote server adalah server yang dikelola dari jarak jauh, berguna untuk memantau, mengelola file, dan pemeliharaan sistem. SSH lebih aman dibandingkan Telnet karena mengenkripsi data dan mendukung autentikasi yang kuat. Langkah konfigurasi SSH di Linux meliputi instalasi OpenSSH Server, pengaktifan layanan, penyesuaian konfigurasi, dan pembukaan port firewall.

Diunggah oleh

makkawarurama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Remote Server

Remote server adalah server yang dikelola dari jarak jauh, berguna untuk memantau, mengelola file, dan pemeliharaan sistem. SSH lebih aman dibandingkan Telnet karena mengenkripsi data dan mendukung autentikasi yang kuat. Langkah konfigurasi SSH di Linux meliputi instalasi OpenSSH Server, pengaktifan layanan, penyesuaian konfigurasi, dan pembukaan port firewall.

Diunggah oleh

makkawarurama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Soal

1. Jelaskan pengertian remote server dan apa saja kegunaannya dalam administrasi
jaringan.

2. Jelaskan perbedaan mendasar antara protokol SSH (Secure Shell) dan Telnet.

3. Mengapa SSH lebih direkomendasikan daripada Telnet untuk melakukan remote


akses? Jelaskan kelebihan SSH dari segi keamanan.

4. Apa saja langkah-langkah yang diperlukan dalam mengonfigurasi layanan SSH pada
sistem operasi Linux?

5. Sebutkan dan jelaskan perintah dasar yang digunakan untuk menjalankan SFTP
(Secure File Transfer Protocol) pada server

Jawaban:

1. Pengertian Remote Server & Kegunaannya

Remote server adalah server yang diakses dan dikelola dari jarak jauh melalui
jaringan tanpa harus berada secara fisik di lokasi server. Kegunaannya dalam
administrasi jaringan antara lain untuk memantau kondisi server, mengelola file,
menginstal aplikasi, serta melakukan troubleshooting dan pemeliharaan sistem
secara jarak jauh.

2. Perbedaan SSH dan Telnet

Perbedaan mendasar antara SSH dan Telnet terletak pada keamanannya. SSH
mengenkripsi seluruh data yang dikirimkan sehingga aman dari penyadapan,
menggunakan port 22, dan mendukung autentikasi yang kuat. Sedangkan Telnet
mengirimkan data termasuk password dalam bentuk plain text tanpa enkripsi,
menggunakan port 23, sehingga sangat tidak aman.

3. Mengapa SSH Lebih Direkomendasikan?

SSH lebih direkomendasikan karena seluruh komunikasinya dienkripsi sehingga


data tidak bisa disadap. SSH juga melindungi dari serangan man-in-the-middle,
mendukung autentikasi berbasis public key yang lebih kuat, serta menjamin
integritas data selama proses transmisi. Telnet tidak memiliki semua fitur
keamanan tersebut.
4. Langkah Konfigurasi SSH di Linux

Pertama, install OpenSSH Server dengan perintah sudo apt install openssh-
server. Kedua, jalankan dan aktifkan layanan SSH dengan sudo systemctl start
ssh dan sudo systemctl enable ssh. Ketiga, sesuaikan konfigurasi melalui file
/etc/ssh/sshd_config jika diperlukan. Keempat, restart layanan dengan sudo
systemctl restart ssh. Terakhir, buka port 22 pada firewall dengan sudo ufw
allow 22.

5. Perintah Dasar SFTP

Untuk terhubung ke server digunakan perintah sftp username@server. Setelah


terhubung, perintah ls untuk melihat file di server, get nama_file untuk
mengunduh file, dan put nama_file untuk mengunggah file. Perintah cd untuk
berpindah direktori di server, mkdir untuk membuat folder baru, rm untuk
menghapus file, dan exit untuk mengakhiri sesi SFTP.

Anda mungkin juga menyukai