NAMA : LIA UTAMI
NIM : 856088293
KODE/ NAMA MK : IDIK4110/ KOMPUTER dan MEDIA PEMBELAJARAN
TUGAS :TUTORIAL 3
Skor
NO Uraian Tugas Tutorial
Maksimal
1 Jelaskan menurut pendapat anda peranan alam 30
lingkungan
sekitar sekolah sebagai sumber belajar anak didik
2 Jelaskan menurut pendapat anda tentang Model 40
Pembelajaran PAKEM, dan berikan 1 contoh nyata yang
dapat dilakukan di lingkungan sekolah.
3 Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk interaksi 30
pembelajaran melalui komputer
JAWABAN:
1. Narasi Ekspositoris dan Narasi Sugestif adalah dua jenis narasi yang
memiliki tujuan dan pendekatan yang berbeda dalam penyampaian
informasi. Berikut penjelasannya:
1. Narasi Ekspositoris
Narasi ekspositoris adalah jenis narasi yang bertujuan untuk
memberikan penjelasan atau informasi secara jelas, sistematis, dan
objektif. Narasi ini lebih fokus pada penyampaian fakta, detail, atau
pengetahuan kepada pembaca atau pendengar. Biasanya, narasi ini
digunakan dalam teks yang bertujuan untuk mengedukasi atau
memberikan informasi, seperti artikel, laporan ilmiah, atau buku teks.
Narasi ekspositoris tidak berfokus pada pengaruh emosi atau perasaan,
melainkan lebih kepada kejelasan dan logika dalam penyampaian
informasi.
Contoh:
Proses fotosintesis pada tumbuhan terjadi di dalam kloroplas. Proses
ini dimulai ketika tumbuhan menyerap cahaya matahari melalui daun.
Kemudian, cahaya matahari digunakan untuk mengubah karbon
dioksida dan air menjadi glukosa yang merupakan sumber energi bagi
tumbuhan."
2. *Narasi Sugestif*
Narasi sugestif adalah jenis narasi yang bertujuan untuk
mempengaruhi perasaan atau pikiran pembaca atau pendengar, dengan
cara menimbulkan sugesti atau kesan tertentu. Narasi ini sering
digunakan dalam cerita fiksi, iklan, atau retorika untuk membangkitkan
emosi, menggugah imajinasi, atau membentuk persepsi tertentu.
Berbeda dengan narasi ekspositoris yang lebih objektif, narasi sugestif
lebih berfokus pada pengaruh emosional dan penggunaan bahasa yang
bisa mempengaruhi keyakinan atau sikap pembaca.
Contoh:
Dengan lembut, sinar matahari menyentuh wajahnya, seakan
memberikan harapan baru setelah hari yang panjang. Di kejauhan,
suara ombak yang tenang berbisik, mengingatkannya bahwa ketenangan
selalu ada setelah badai."
Secara singkat, *narasi ekspositoris* lebih informatif dan objektif,
sedangkan *narasi sugestif* lebih emosional dan bertujuan untuk
mempengaruhi perasaan atau opini pembaca.
2. Model Pembelajaran PAKEM Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan
Menyenangkan) adalah pendekatan pembelajaran yang bertujuan untuk
membuat siswa aktif terlibat dalam proses belajar menyeluruh. Model ini
menekankan pada pengembangan keterampilan berfikir, kritis, kreatif,
serta meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam kegiatan
belajar. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai empay aspek
dari PAKEM:
• Aktif’: Siswa dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Ini
berarti mereka tidak hanya menerima infromasi secara pasif, tetapi juga
melakukan berbagai aktivitas seperti berdiskusi, eksprimen, atau
mencari informasi untuk memecahkan masalah.
• Kreatif: Pembelajaran yang dilakukan mendorong siswa untuk berfikir
kreatif dan menemukan solusi atau ide-ide baru. Kreativitas siswa
dikembangkan melalui kegiatan yang menantang imajinasi dan
kemampuan mereka untuk berfikir diluar kebiasaan.
• Efektif: Pembelajaran yang efektif berarti menggunakan pendekatan
yang sesuai dengan kebutuhan siswa, dengan tujuan untuk mencapai
hasil yang optimal. Guru perlu memilih metode yang tepat untuk
membantu siswa mencapai pemahaman yang mendalam tentang materi
yang diajarkan.
• Menyenangkan: Pembelajaran harus dirancang sedemikian rupa agar
siswa merasa senang dan antusias dalam belajar. Ini dapat dilakukan
dengan menciptakan suasana yang kondusif, menggunakan media yang
menarik, atau menghubungkan materi dengan hal-hal yang disukai
siswa.
Contoh Nyata Model Pembelajaran PAKEM di Lingkungan Sekolah:
Contoh nyata penerapan model PAKEM adalah pembelajaran berbasis
proyek yang melibatkan siswa dalam suatu kegiatan nyata yang
menghubungkan dengan materi pelajaran. Misalnya, dalam pelajaran
IPA, siswa diminta untuk melakukan proyek pembuatan taman sekolah
berbasis ekosistem lokal.
Langkah-langlahnya:
➢ Aktif: Siswa dibagi dalam kelompok untuk merencanakan dan
mendesain taman sekolah. Mereka melakukan penelitian mengenai
tanaman lokal yang dapat ditanam ditaman tersebut serta cara
merawatnya.
➢ Kreatif: Pembelajaran ini mendesain taman mereka dengan cara yang
unik dan kreatif. Misalnya, memilih tanaman yang menarik bagi
fauna lokal atau mendesain taman yang dapat menjadi tempat
belajar luar kelas bagi siswa lain.
➢ Efektif: Pembelajaran ini efektif karena siswa tidak hanya
mempelajari teori mengenai ekosistem dan tanaman, tetapi juga
memperaktikan pengetahuan mereka dalam proyek nyata yang dapat
dilihat hasilnya. Mereka belajar bekerja sama, merencanakan, dan
memecahkan masalah secara langsung.
➢ Menyenangkan: Selama proyek ini, siswa bekerja bersama-sama
diluar kelas, menikmati kegiatan berkebun dan merancang taman,
yang membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak
membosankan.
3. Interaksi pembelajaran melalui komputer mengacu pada berbagai
bentuk atau cara dimana siswa dapat berinteraksi dengan perangkat
komputer untuk mendukung proses belajar. Berikut adalah beberapa
bentuk interaksi pembelajaran yang dapat dilakukan melalui komputer.
1. Interaksi Manusia-Komputer ( Human-Computer Interacrion )
• Ini adalah interaksi langsung antara pengguna (siswa) dan komputer
melalui perangkay input seperti keyboard, mouse, layar sentuh, atau
perangkat lainnya.
• Penggunaan Perangkat Lunak Pembelajaran
Siswa dapat menggunakan program komputer yang dirancang untuk
mengajarkan materi tertentu, seperti program matematika atau bahasa.
Program ini sering kali memberikan umpan balik secara langsung
tentang jawaban siswa, memberikan latihan sosial, atau menjelaskan
konsep yang sulit.
• Simulasi dan Permainan Edukasi: Komputer digunakan untuk
menjalankan simulasi yang memungkinkan sisea mengeksplorasi
konsep-konsep tertentu ( misalnya simulasi ilmiah atau sejarah ), atau
bermain game pendidikan yang mendidik.
2. Pembelajaran Berbasis Mulimedia
• Pelajaran berbasi mulimedia melibatkan menggunaan kombinasi
berbagai jenis media, seperti teks, gambar, suara, animasi, dan vidio,
yang disajikan melalui komputer untuk membantu siswa memahami
materi pembelajaran.
• Penggunaan vidio dan animasi. Siswa menonton vidio pembelajaran atau
animasi yang menjelaskan konsep-konsep yang sulit dipahami, misalnya
dalam pembelajaran fisika atau biologi.
• Presentasi interaktif. Guru atau siswa dapat membuat presentasi
multimedia yang melibatkan gambar, teks, audio, dan vidio untuk
menjelaskan materi secara lebih menarik.
3. Pembelajaran Jarak Jauh (E-Learning)
• Pembelajaran jarak jauh menggunakan komputer untuk memungkinkan
siswa belajar dari mana saja, sering kali dengan akses ke kursus online
atau platform pembelajaran.
• Kursus online. Melalui platfrom e-learning ( seperti metode Google
Classroom, atau platfrom lainnya), siswa dapat mengaksesnya materi
pembelajaran , mengikuti tes, mengirim tugas, dan berinteraksi dengan
guru atau teman sekelas secara virtual.
• From diskusi dan komunikasi. Siswa dapat berkomunikasi dengan guru
atau sesama siswa melalui email, forum diskusi, atau vidio conference
untuk mendiskusikan materi atau tugas.
4. Pembelajaran dengan Software Pembelajaran Interaktif
• Komputer digunakan untuk menjalankan perangkat lunak yang
memungkinkan siswa melakukan kegiatan pembelajaran secara
interaktif.
• Latihan soal interaktif. Software yang menyediakan latihan soal otomatis
dan memberikan umpan balik langsung kepada siswa, seperti kuis atau
ujian online yang memberikan nilai dan penjelasan atas kesalahan.
• Mudul pembelajaran berbasis komputer. Modul ini sering kali berbentuk
interaktif dan memungkinkan siswa untuk mempelajari suatub topik
dengan cara yang lebih fleksibel dan menarik, seperti dengan cara
mengklik dan menjawab pertanyaan atau melengkapi tugas secara
langsung dikomputer.
5. Pembelajaran Kolaboratif dengan Komputer
• Pembelajaran kalaboratif berbasis komputer melibatkan interaksi antara
siswa dan komputer, serta antar siswa, yang dapat memperkaya
pengalaman belajar bersama.
• Kerja kelompok online. Siswa dapat bekerjasama dalam kelompok
melalui perangkat komputer dengan menggunakan alat kalaborasi
seperti Google Docs, wiki, atau aplikasi berbagi file lainnya untuk
mengerjakan proyek bersama.
• Platform kolaborasi. Alat seperti forum diskusi, chat, atau vidio
conference memungkinkan siswa berinteraksi dengan sesama peserta
didik dan guru secara virtual membahas materi pembelajaran.