LAMPIRAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN
“DIABETES MELITUS”
Oleh:
RUANG ANGGREK
OUBK RSUD ASEMBAGUS
2023
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIABETES MELLITUS
Pokok Bahasa : Diabetes Melitus
Sub Pokok Bahasa : Pencengah dan pentingnya pengetahuan tentang
Diabetes Melitus. Pengertian Diabetes Melitus, faktor
risiko Diabetes Melitus, penyebabab Diabetes Melitus,
tanda dan gejala Diabetes Melitus, pencegahan
Diabetes Melitus, komplikasi Diabetes Melitus
Sasaran : keluarga pasien ruang anggrek
Waktu : 15 Menit
Tanggal : 15 Maret 2023
Tempat : Ruang Anggrek
1. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan klien dapat memahami
tentang Diabetes Melitus.
2. Tujuan Instruksional Khusuh ( TIK )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan klien dapat menjelaskan
kembali:
a. Pengertian Diabetes Melitus
b. Penyebab Diabetes Melitus
c. Faktor risiko Diabetes Melitus
d. Tanda dan gejala Diabetes Melitus
e. Komplikasi Diabetes Melitus
f. Pencegahan Diabetes Melitus
3. Materi : (terlampir)
4. Metode : Ceramah dan Tanya jawab
5. Media : Materi SAP dan Leaflet
6. Kegiatan Penyuluhan
Kegiata
No Tahapan n Waktu
Penyuluhan Sasaran
1. Pendahuluan 1. Memberikan 1. Menjawab salam
salam pembuka 2. Mendengarkan dan 2 menit
2. Memperkenalkan diri memperhatikan
3. Kontrak waktu 3. Memberi respon
2. Kegiatan Pre Test 1. Menyimak dan
Inti Memperhatikan 10 menit
Tanya jawab
sebelum
menjelaskan materi
Daibetes Melitus
Penjelasan:
1. Menjelaskan
pengertian Diabetes
Melitus
2. Menjelaskan
penyebab terjadinya
Diabetes Melitus
3. Menjelaskan tanda
dan gejala Diabetes
Melitus
4. Menjelasakan
bagaimana
penaganan bila
terjadi Diabetes
Melitus
3. Penutupan Post Test Mengajukan 3
Tanya jawab pertanyaan menit
1. Menyampaik 1. Memahami
an kesimpulan 2. Membalas salam
2. Kontrak waktu
selanjutnya bila akan
ada pertemuaan
3. Salam penutup
7. Evaluasi
Pre Test
a. Klien dapat menjawab pertanyaan kadar glukosa normal kurang dari 250
mg/dl dan kadar glukosa tidak normal lebih dari 250 mg/dl, gula darah rendah
dibawah 70 mg/dl.
b. Klien dapat menjawab pertanyaan penyebab dari Diabetes Melitus.
Post Tes
a. Klien mengerti apa yang dimaksud dengan Diabetes Melitus
Diabetes Melitus adalah suatu keadaan meningkatnya kadar glukosa dalam
darah dan urin yang disertai berbagai kelainan metabolisme akibat gangguan
sel yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf,
dan pembulu darah.
b. Klien dapat menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Melitus
Meningkatnya frekuensi baung air, rasa haus berlebihan, penurunan berat
badan, rasa lapar berlebihan, kulit jadi bermasalah gatal-gatal, kering.
Penyebuhan luka lambat, pandangan kabur, kesemutan atau mati rasa
c. Klien dapat menyebutkan faktor risiko Diabetes Melitus
1) Berat badan berlebih atau obesitas.
2) Distribusi lemak perut yang tinggi.
3) Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.
4) Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.
5) Ras kulit hitam, hispanik, Native American, dan Asia-Amerika,
memiliki angka pengidap lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit
putih.
6) Usia di atas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat
terjadi sebelum usia 45 tahun.
7) Kondisi prediabetes, yaitu ketika kadar gula darah lebih tinggi dari
normal, tapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.
8) Riwayat diabetes saat hamil.
9) Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan
menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.
d. Klien telah mengetahui cara pencegahan Diabetes Melitus
P: Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
A: Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan
teratur T: Tetap diet sehat dengan gizi seimbang
U: Upayakan beraktivitas fisik dengan aman
H: Hindari rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya
C: Cek kondisi kesehatan secara berkala
E: Enyahkan asap rokok
R: Rajin aktifitas fisik
D: Diet sehat dengan kalori seimbang
I: Istirahat yang cukup
K: Kendalikan stress
Lampiran Materi
A. Pengertian
Diabetes Melitus adalah suatu kedaan hiperglikemia kronik yang disertai
berbagai kelainan metabolisme akibat gangguan sel yang menimbulkan berbagai
komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf, dan pembulu darah. Diabetes Melitus
adalah suatu sindrom gangguan metabolisme dengan hiperglikemia yang tidak
semestinya sebagai akibat suatu defisiensi sekresi insulin atau berkurangnya
efektifitas biologis dari insulin. Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis
yang umumnya terjadi pada orang dewasa yang membutuhkan supervise medis
berkelanjutan dan edukasi perawatan mandiri pada klien (Rosyid et al., 2017).
B. Penyebab
1. Berat badan berlebih atau obesitas.
2. Distribusi lemak perut yang tinggi.
3. Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.
4. Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.
5. Ras kulit hitam, hispanik, Native American, dan Asia-Amerika, memiliki
angka pengidap lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit putih.
6. Usia di atas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi
sebelum usia 45 tahun.
7. Kondisi prediabetes, yaitu ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal,
tapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.
8. Riwayat diabetes saat hamil.
9. Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan
menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.
C. Tanda dan Gejala
1. Meningkatnya frekuensi baung air
karena sel-sel di tubuh tidak dapat menyerap glukosa, ginjal mencoba
mengeluarkan glukosa sebanyak mungkin. Akibatnya, penderita jadi lebih
sering kencing daripada orang normal dan mengeluarkan lebih dari 5 liter
air kencing sehari.
2. Rasa haus berlebihan
Dengan hilangnya air dari tubuh karena sering buang air kecil, penderita
merasa haus dan butuhkan banyak air. Rasa haus yang berlebihan berarti
tubuh Anda mencoba mengisi kembali cairan yang hilang itu.
3. Penurunan berat badan
Kadar gula darah terlalu tinggi juga bisa menyebabkan penurunan berat
badan yang cepat. Karena hormon insulin tidak mendapatkan glukosa
untuk sel, yang digunakan sebagai energi, tubuh memecah protein dari otot
sebagai sumber alternatif bahan bakar.
4. Kelaparan
Rasa lapar yang berlebihan, merupakan tanda diabetes lainnya. Ketika
kadar gula darah merosot, tubuh mengira belum diberi makan dan lebih
menginginkan glukosa yang dibutuhkan sel
5. Kulit jadi bermasalah
Kulit gatal, mungkin akibat kulit kering seringkali bisa menjadi tanda
peringatan diabetes, seperti juga kondisi kulit lainnya, misalnya kulit jadi
gelap di sekitar daerah leher atau ketiak.
6. Penyebuhan luka lambat
Infeksi, luka, dan memar yang tidak sembuh dengan cepat merupakan
tanda diabetes lainnya. Hal ini biasanya terjadi karena pembuluh darah
mengalami kerusakan akibat glukosa dalam jumlah berlebihan yang
mengelilingi pembuluh darah dan arteri. Diabetes mengurangi efisiensi sel
progenitor endotel atau EPC, yang melakukan perjalanan ke lokasi cedera
dan membantu pembuluh darah sembuhkan luka.
7. Pandangan kabur
Penglihatan kabur atau atau sesekali melihat kilatan cahaya merupakan
akibat langsung kadar gula darah tinggi. Membiarkan gula darah Anda
tidak terkendali dalam waktu lama bisa menyebabkan kerusakan
permanen, bahkan mungkin kebutaan.
8. Kesemutan atau mati rasa
Kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, bersamaan dengan rasa sakit
yang membakar atau bengkak, adalah tanda bahwa saraf sedang dirusak
oleh diabetes. Masih seperti penglihatan, jika kadar gula darah dibiarkan
merajalela terlalu lama, kerusakan saraf bisa menjadi permanen.
D. Pencegahan
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan perilakuk pola makan yang
seimbang; yaitu prinsip pola makan rendah lemak, rendah gula, rendah
natrium, dan tinggi serat. Kemudian juga perilaku tetap menjaga aktifitas
fisik dan berolahraga secara teratur dengan intensitas sedang; dianjurkan
untuk berolahraga setiap hari. Batasi konsumsi Panganan Manis, Asin, dan
Berlemak atau GGL (gula, garam dan lemak) tinggi; bahkan berdasarkan
Peraturan Menteri Kesehatan nomor 30 tahun 2013 tentang Pencantuman
Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk
Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji. Penjelasannya adalah bahwa konsumsi
gula lebih dari 50 g (4 sendok makan), natrium lebih dari 2000 mg (1 sendok
teh) dan lemak/minyak total lebih dari 67 g (5 sendok makan) per orang per
hari akan meningkatkan risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan
jantung. Pencegahan merujuk pada rekomendasi dari Kementerian
Kesehatan adalah dengan perilaku PATUH dan CERDIK; yaitu:
P: Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
A: Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan
teratur T: Tetap diet sehat dengan gizi seimbang
U: Upayakan beraktivitas fisik dengan aman
H: Hindari rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya
C: Cek kondisi kesehatan secara berkala
E: Enyahkan asap rokok
R: Rajin aktifitas fisik
D: Diet sehat dengan kalori seimbang
I: Istirahat yang cukup
K: Kendalikan stress
E. Komplikasi
• Hiperglikemia
• Hipoglikemia
• Kerontokan rambut
• Masalah gigi dan gusi
• Hipertesi
• Ganguan jantung
• Kerusakan saraf
• Kerusakan ginjal
• Gangguan mata
• Gangguan hati
• Gangguan pada kulit